That Is Trouble (Chapter 2)

POSTER FF

Judul:

That Is Trouble (Chapter 2)

 

Author:

Claudy Zhang (@IcePrincessEXO)

 

Rating:

PG-18

 

Length:

Chapter

 

Genre:

Family, Friendship, Sismance, Romance

 

Main cast:

Oh Sehun EXO

Jessica Jung GG

Amber Liu F(x)

 

Sub cast:

Kris Wu EXO

Kim Jaejoong JYJ

Byun Baekhyun EXO

 

 

Author Note:

Maaf kalau banyak TYPO. Males ngedit #sad

NO BASH & PLAGIAT, OKE!!! ^.^

DON’T FORGET TO COMMENT if u want PW for next chapter ^^

*****

 

 

Sehun POV

 

Pagi ini seperti pagi-pagi sebelumnya, aku dan Jessica noona berada di meja yang sama sambil menikmati sarapan pagi ini. Tiada yang memulai pembicaraan di pagi ini padahal biasanya kami selalu mengobrol di sela-sela makan. Aku yang masih malu dengan kejadian kemarin enggan untuk mengeluarkan suara begitujug dengan Jessica noona.

 

Waktu sudah menunjukkan pukul 6.15, dan seperti biasa bell rumah kami akan berbunyi menandakan kekasih noonaku ini sudah datang untuk pergi bersama dengan noonaku.

 

“Hey Amber, ayo masuk. Noona sedang sarapan. . .” ajakku. Amber pun mengikutiku dari belakang menuju ruang makan.

 

Disana bisa ku lihat noona sudah menyelesaikan makannya. Mata kami bertemu namun cepat-cepan noona memalingkan wajahnya ke arah Amber yang ada di belakangku.

 

“Ayo chagi kita berangkat. Emmm…. Hunnie~ noona duluan. Bye” begitulah kalimat pertama yang keluar darin mulut noona pagi ini.

 

Aku hanya bisa menatapnya sendu noonaku yang menggandeng mesra lengan milik Amber. Mungkin orang akan mengira mereka pasangan serasi ketika orang-orang tidak tau bahwa Amber adalah yeoja.

***

 

 

Amber POV

 

Setelah mengantar Jessica ke kelasnya aku segera pergi kekelasku, di sana aku sudah di tunggu oleh sahabatku Baekhyun. Hari ini memang sengaja kami bertemu pagi-pagi sekali untuk membicarakan hasil diskusi kelompok tugas kampus.

 

“Hey bro, sudah lama menunggu?” tanyaku pada Baekhyun yang sedang asik di depan laptop bergambarkan apple putih miliknya.

 

“tidak juga, oya sini cepat duduk. Ini sudah ku buatkan seketsanya” ucap Baekhyun sambil memberitau hasil rancangannya kepadaku.

 

Kami pun terhanyut dalam pembicaraan dipagi itu. Baekhyun memang sangat pintar, aku bangga memiliki sahabat sepertinya. Aku dan baekhyun sudah bersahabat sejak kami masih berumur 10 tahun, kala itu Baekhyun mengira aku adalah anak laki-laki seperti dia dan teman-temannya yang lain dan kami sering bermain bola bersama namun saat orang-orang tau aku adalah perempuan mereka mulai menjauhiku. Mereka pikir aku aneh, namun Baekhyun masih setia menemaniku.

 

Baekhyun juga orang pertama yang tau aku adalah seorang lesbian, dia juga mendukungku. Sebenarnya dia tidak suka aku menjadi seorang lesbian namun dia tau semua tentangku maka dari itu dia pun akhirnya mendukungku.

 

Baekhyun adalah orang ke-2 yang aku cintai dan percayai di muka bumi ini setelah kekasihku. Jessica dan Baekhyun adalah orang terpenting yang aku miliki. Orangtuaku bercerai, aku pun memilih tinggal sendiri. Aku tak suka hidup dengan mommy ataupun daddy.

 

Aku seorang manusia yang jauh dari kata beruntung, kehidupan orangtua yang berantakan, lesbian, dijauhi orang, di pandang sebelah mata, dikucilkan. Namun Baekhyun dan Jessica lah yang membuatku bangkit dan semangat lagi.

 

“Hey, amber. Bagaimana hari ini aku ke alpartemenmu ??? Sudah lama aku tidak kesana. Sekalian mengerjakan sisa tugas yang belum kita kerjakan, bagaimana?” tanya Baekhyun membuyarkan semua lamunanku.

 

“oh, oke lah” jawabku sambil mengacungkan jempol memberi persetujuan untuknya.

***

 

 

Jessica POV

“Jessica Jung, kau bisa sekelompok dengan Kris & Kai” ucap Mr. Kim

 

“Mwo ??? Tapi Mr, aku sudah bersama Bora dan Leo” keluh ku pada dosen cabul nam menyebalkan itu.

 

“no no no, saya yang memutuskan anggota kelompoknya” ucap Mr. Kim santai sambil membereskan buku-buku tebalnya.

 

“saya akhiri sampai disino, tugas di kumpulkan Rabu depan. Selamat sore” lanjut Mr. Kim sambil berlalu pergi meninggalkan kelas.

 

Astagaaaaaaaaaa…. sekelompok dengan Kris saja itu sebuah musibah untukku apa lagi ditambah dengan namja mesum nam sok ganteng bernama Jongin itu. Hancur sudah pasti tugas kelompokku kali ini, pasti hanya aku yang mengerjakan tugas-tugas itu.

 

Tiba-tiba ponsel pink-ku berdering, ku lihat layar ponselku yang menandakan ada 1 pesan masuk. Ku buka dan betapa kecewanya saat aku tau Amber hari ini tak bisa pulang bersamaku dan Sehun hari ini juga tak bisa menjemputku karna dia ada pertandingan Basket dan baru akan pulang jam 9 malam. Ohhhhh ottokhae~

 

“Hey gadis cantik namun Lesby, kita satu kelompok rupanya” ucap Kai yang kini sudah berdiri di hadapanku sambil mencolek daguku.

 

“Haisss… Kim Jongin!” marahku sambil menyingkirkan tangan kotornya.

 

“Kalian ini ribut sekali, ayo pulang dan selsaikan tugas kita” ucap Kris yang tiba-tiba sudah menarik paksa aku dan Kai.

 

“yayayaya! Kris, sakit pabbo” keluhku namun Kris diam saja, ku lirik Kai namun ia malah juek sambil tangan satunya menari-nari di layar ponsel hitam miliknya.

 

“Huft~ menyebalkan” gerutuku yang kini sudah di paksa masuk kedalam mobil mewah milik Kris.

 

“Hey, Kris. Kita mau kemana ? aku mau pulangggggggg” tanyaku padanya.

 

“bagaimana kalau kita mengerjakan tugas di cafe milik Hyungku ?” ceplos Kai sambil tetap asyik menatap layar ponsel hitam miliknya sambil sesekali tersenyum-senyum sendiri.

 

“Hyung mu ? Suho ? Tidak, terimakasih” ucap Kris ketus.

 

“Free loh” kini Kai menatap Kris.

 

“oke, aku setuju kalau begitu” ucap Kris sambil membelokkan arah mobilnya ke arah Gangnam.

***

 

Setelah 45 menit berlalu akhirnya sore itu kita sudah sampai di cafe milik kakak lelaki Kai, siapa tadi namanya? Su.. sumo ? Su… su…. ahhhh entah lah tidak penting.

 

Setelah sampai di cafe itu, kamipun langsung di antar pelayan menuju ruangan yang sudah di pesan oleh si Jongin ini. Ketika aku memasuki ruangan ini aku sedikit terkejut bukan main.

 

“YA! Kita kesini mau mengerjakan tugas bukan…. Haisssssssss KIM JONG IN” makiku pada namja berkulit gelap itu sambil menendang kaki kirinya.

 

“Yak! Sakit……. kalian semua keluarlah” suruh Jongin pada semua wanita-wanita berbaju sexy dengan minuman-minuman di tangannya.

 

“Sudah-sudah, ayo duduk lah Jess….” ucap Kris sambil mengajakku duduk. Tumben sekali namja ini baik, tapi aneh juga kalau dia seperti ini. Sok dewasa, sok kalem, sok sok ….. hais~

 

“Hey, Jess…. kau mau pesan apa ? Wine ? Jager ? Margarita ? Tequila ? Vodka ? RumCoke ? atau ….” belum sempat Kai melanjutkan kalimatnya Kris memotong pembicaraan anak gila itu.

 

“Chocolatte Hot Milk + cream” cetus Kris.

 

“Huh ??? Tapi…” keluh Kai

 

“kami pesan Chocolatte Hot Milk + cream-nya 3” lanjut Kris sambil menyuruh pelayan itu cepat pergi.

 

“Coklat baik untuk membuat otak bekerja dengan sempurna saat seperti ini, ayoooo langsung saja” kini Kris langsung mengeluarkan laptop hitam miliknya.

 

Sesaat aku sedikit terpesona dengan tingkah Kris hari ini, dia terlihat lebih cool dan dewasa. Tidak seperti Kris waktu itu yang menyebalkan dan mesum.

 

[3 jam kemudian]

 

“Huaaaaaaa pinggangku terasa mau lepas” keluh Kai sambil memegangi pinggangnya.

 

“aku sudah mengantukkkk” keluhku.

 

“haisssssss….. kalian ini, dari tadi kan kalian hanya memesan makanan lalu minum setelah itu malah ngobrol. Dari tadi aku yang mengerjakan” kini Kris menutup laptopnya.

 

“habisnya aku tidak mengerti soal-soal itu, apa lagi si Jongin. Dia mana bisa” aku membela diri.

 

“yayaya…. itu benar. Oya, sebagai penutup bagaimana kalau kita minum” Kai mulai menelfon pelayan.

 

“ide bagus” kompakku dan Kris.

 

 

[10 menit kemudian]

 

“kau yakin mau minum, Jess ???” tanya Kris

“hemmmmm……. iya, akhir-akhir ini aku sedikit pusing. Sepertinya minum akan membantuku” ucapku pada Kris sambil senderan di kepala sofa.

 

“oke kalau begitu, ayo minum” lanjut Kris sambil meminum habis Vodka yang ada.

 

 

Sudah habis beberapa gelas vodka namun aku masih kuat dan kami bertiga malah adu cepat-cepatan meminum 10 gelas vodka. Kepalaku sudah sangan pusing dan perutku sudah sangat panas akibat gas vodka yang ditimbulkannya.

 

Kai sudah merancau tak jelas sambil tiduran di sofa, ku lihat Kris masih meminum gelas terakhirnya. Langsung ku tahan tangannya karna ku lihat wajah Kris sudah mulai memerah.

 

Saat ingin menggambil gelas vodka dari tangannya, minuman itu malah tumpah ke arah baju dan membasahi bajuku. Dan sialnya karna salah posisi dan sempoyongan akupun jatuh menindihnya.

 

Aku memejamkan mata karna takun menimpa Kris, namun sebelum aku membuka mata aku bisa merasakan bibir Kris menyapu permukaan bibirku. Tenagaku sudah tidak tersisa dan akhirnya aku malah pasrah diciumi oleh Kris yang sepertinya mabuk berat itu.

 

“enghhhhh~” lenguhku saat kini bibir Kris sudah berada di leher jenjang milikku.

 

Kris terus menghisapi, menggigit gitit kecil, dan sedikit gerakan menjilat pada leherku. Aku hanya mampu memeluk dan mendesah di bawah tubuh besarnya. Selang beberapa menit dia mencium bibirku. Dia bangkit dan meraih ponselku dan menelfon seseorang. Lalu pergi ke arahku dan menciumku lagi. Setelah itu semua gelap…

*** 

 

 

Baekhyun POV

 

Setelah menyelesaikan tugas kampusku, akhirnya aku sudah bisa pulang dan bertemu dengan kasur tidurku. Ku lirik ke arah kanan dan bisa ku lihat bahwa Amber sudah tertidur pulas di atas kasurnya. Hahaha dasar akan itu, selalu saja seperti ini.

 

Saat aku ingin berdiri untuk pulang, ku lihat ponsel putih milik sahabatku ini menyala dan berbunyi. Segera saja ku angkat ingin memberi tahu bahwa si pemilik sedang tidur namun betapa terkejutnya saat ku tau Jessica mabuk di cafe milih salah satu seniorku di kampus. Karna tak mau membangunkan amber yang terlelap dan dia pasti akan shock mengetahui kekasihnya mabuk-mabukan akhirnya ku putuskan untuk menjemput Jessica noona.

***

 

Setibanya di cafe itu, aku langsung di antar masuk ke ruangan dimana Jessica dan kedua teman sekelasnya berada. Kulihat baju milih yeoja itu sudah acak-acakan serta banyak sekali kissmark di leher jenjangnya. Segera saja ku bawa ia masuk ke dalam mobilku.

 

Setelah ku selimuti dia, ku nyalakan mobil sport silver milikku. Sesaat berada di jalan tol, aku bingung ingin membawa Jessica noona ke mana. Aku tau rumahnya namun kalau aku bawa ia pulang  pasti Sehun mencurigaiku, kalau ku bawa ke alpartement Amber nanti dia shock, kalau aku bawa Jessica noona ke hotel parti orang-orang mengira kita ingin berbuat mesum.

 

“Haissssssssssssss” dengusku sambil mengacak rambut, frustasi.

 

Akhirnya aku berputar ke arah alpartementku, ya aku akan membawanya ke sana.

***

NO BASH & PLAGIAT, OKE!!! ^.^

DON’T FORGET TO COMMENT if u want PW for next chapter ^^

82 thoughts on “That Is Trouble (Chapter 2)

  1. Aaaaa keren sica banyak yg suka sampe sehun adik nya sendiri suka =D Aku belum baca yg ke satu udh maen loncat ke kedua aja,Boleh minta pw nya? Bisa dong kirim-kirim ke Azahraaina50@gmail.com bisa jg kan kasi tau nya sama pw My Pervert Brother
    [Chapter 3] . Ditunggu yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s