Embraced (Chapter 6)

Title                       : Embraced

Cast                       : Jessica Jung ; Kris Wu ; Lu Han

Genre                   : Romance , Drama , School Life

Rating                   : PG-17

Length                  : Chapter

Poster                   : @icydork

Author Note      : This is surely my idea. All of the casts belongs to the God, their family and their agency. I just own the story. Don’t be plagiator. Show your support by Like and Comment in the end of reading. Thanks for the reader who always support my Fanfiction

Summary             : When you hoping all of this shit just in your dream, but in the fact you should face it. You can’t change the rule. This is your way. Will you still hope to move?

Flawless Jung Present

a new series Fanfiction

EMBRACED

Jessica POV

“APPAAAAA!” teriakkub keras sambil memeluk sosok didepanku.

“bogoshipoo appaaa!” sambungku.

“yah kau, belum mandi. Sudah jam berapa. Dasar gadis pemalas” balas Jung Yunho sambil menjitaki kecil anak sulungnya.

“appha~ lagi pula hari ini aku tidak ada jadwal kuliah” rengek Jessica.

“sudahlah, sekarang bersihkan badanmu. Kita akan pergi kesuatu tempat jam 6 malam nanti. Eomma akan mendandanimu. Kajja!” appa menarik tanganku. Dan mendorongku kearah kamar mandi lalu melempar handuk kearahku.

Aku masih bingung belum bisa mencerna perkataannya. Hanya menatapnya bingung dan melaksanakan perintahnya.

“sebenarnya ada apa?” batinku.

Kris POV

Aku bersiap-siap untuk pertemuan malam ini. Sesuai dengan kesepakatan kami, aku akan dijodohkan dengan anak dari Jung Yunho, teman papa. Dan sebagai imbalannya, aku akan tau dimana mama sekarang.

Aku mengenakan kemeja putih dan sebuah jas sebagai luaran. Tak perlu sentuhan berlebihan Karena dengan begini saja aku sudah puas. Aku mencermati penampilanku dicermin, walaupun aku tak menyukai perjodohan bodoh ini, tetap saja aku harus terlihat sempurna.

“Kris, sudah sampai waktunya. Jangan sampai mereka yang menunggu kita. Ppali-wa~” Hangeng Wu. Papa meneriakiku dari lantai dasar. Sepertinya hanya aku yang belum selesai bersiap-siap.

Aku berjalan menuruni tangga. Tampak papa, Seohyun, dan putranya, Lu Han. Mereka menatapku tersenyum, kecuali Luhan. Aku membuang wajahku kearah lain, bersikap sebiasa mungkin kepada mereka.

“aigoo, aku tidak tau kau bisa setampan ini Kris” sahut papa. Aku tidak tau, apakah pujian ini merupakan salah satu cara agar aku menyetujui perjodohan bodohnya itu.

“kajja, kita hampir terlambat” tukasku dingin.

Selama perjalanan kami hanya diam. Aku duduk di depan bersama Luhan yang sedang menyetir. Papa dan Seohyun dibangku belakang sedang bergurau. Entah apa yang dibahas, tetapi mereka terlihat sangat menikmatinya.

“chukkhae..”

Ucapan Luhan barusan memecah keheningan Antara kami. Aku menatapnya sekilas tanpa berniat membalas ucapannya.

TRING.

Ponselku bergetar menandakan sebuah pesan dari aplikasi Line masuk. Aku menatap layar ponselku. Pesan dari Sooyoung.

From : Sooyoung

Kris-ah. Sedang apa? Kau sudah makan?

Aku hanya membacanya, tanpa niat membalas pesan singkatnya itu. Sooyoung. Wanita yang terlalu bersikap seenaknya.

“cihh..” tanpa sadar aku tersenyum getir sambil mengingat masa lalu bodohku.

Flashback

“Yi Fan-ah ! Chukkhae.. kau terpilih jadi kapten basket dimusim mendatang.”

“Kau sakit? Aish~ mukamu pucat sekali. Ini makanlah, kau pasti melewatkan jam makan siang!”

“Kris, aku ingin ituu.. ia. Boneka alpaca ituu. Belikan untukku”

“Yi Fan! Yak! Kris Wu! Kembalikan snack-ku!”

“aku mencintaimu.. terlalu mencintaimu Kris..”

“nee.. I do~”

“kurasa kita harus memikirkannya lagi Kris”

“aku harus ke Jepang lusa. Ku mohon tunggu aku..”

Flashback End

“Yi Fan..” seohyun mengguncang pelan bahuku. Ia menyadarkanku dari mimpi buruk. Mimpi buruk bersama Sooyoung.

“sudah sampai..” sambungnya. Aku menatap sekeliling. Ternyata kami sudah sampai disebuah restoran Tradisional Korea. Aku merapikan pakaianku sebelum akhirnya turun menyusul mereka yang sudah berjalan dihadapanku.

“Luhan, apa kau sudah punya yeojachingu?” kudengar papa yang sedang berjalan didepan bersama Luhan membicarakan sesuatu.

“belum, Tapi akan segera punya. Hehehe” balas bocah itu. Pasti yang ia maksud adalah wanita itu. Jessica . Siapa lagi ?

Kami memasuki sebuah ruangan VIP yang hanya tersedia beberapa tempat duduk. Aku memilih duduk  diantara Luhan dan Papa. Sedangkan Seohyun duduk disebelah Luhan.
Saat sedang memilih menu, pintu ruangan berdecit pelan, menperdengarkan suara pintu yang terbuka. Seorang pria paruh baya dan seorang wanita. Disusul dengan dua gadis dibelakangnya. Yang satu mengenakan floral dress, dan satunya lagi memakai kemeja dan celana jeans.

Si gadis bergaun floral menatapku. Mata kami bertemu. Detik itu juga, aku merasakan sesuatu yang baru akan bermula.

Jessica Jung POV

Orang itu. Kris Wu dan Luhan. Mereka mengapa bisa berada disini. Dan apa hubungan mereka? Aku menatap mereka bergantian. Kris yang tadi sempat melakukan eye contact denganku sekarang sudah membuang wajahnya.sedangkan Luhan, seperti biasa, ia masih saja tersenyum dengan senyum terbaiknya.

“aigoo.. Yunho-ya! Kau tidak berubah sama sekali” pria paruh baya yang kuyakini sebagai Hangeng Wu sesuai cerita appa memeluk appaku seperti sahabat yang tak bertemu setelah sekian lama.

“kau juga Minyoung-ah. Masih saja cantik” dan sekarang giliran wanita yang duduk disebelah Luhan yang memeluk eomma.

“kau lebih canti Seo.” Balas eomma.

“ah ya, ini putriku. Yang ini Jung Sooyeon atau Jessica. Dan yang disebelah appanya Jung Soojung atau Krystal” sambung eomma.

“annyeonghaseyo ahjumma..” ucapku dan Krystal bersamaan.

“dan ini putraku, Wu Yifan dan Luhan” balas Hangeng yang ternyata papa Luhan dan Kris.

Aku melihat Kris sekilas. Ia masih dingin. Acuh tak acuh dengan sekitarnya. Dasar. Aku paling tidak suka dengan pria yang bertipe seperti Kris Wu.

“kudengar kalian satu universitas, benarkah?” Tanya seohyun ahjumma.

“nee, ahjumma. Aku dan Luhan bahkan sekelas” jawabku.

“aigoo.. jadi kamu juga mengenal Kris, Jess?” sekarang giliran Tuan Wu yang bertanya.

“nee.. Kris-ssi cukup populer di kampus.” Balasku singkat.

Selanjutnya adalah acara mengobrol santai. Orangtuaku dan orangtua Kris asyik dengan obrolan mereka. Sedangkan aku hanya makan dan sesekali bergurau dengan Krystal. Kulihat Kris dan Luhan tidak bertegur sapa satu sama lain. Mereka sibuk memikirkan diri mereka sendiri.

“jadi.. bagaimana, kapan pertunangan akan dilaksanakan?”

“pertunangan? Siapa yang akan bertunangan eomma?” Krystal yang duduk disampingku menatap penasaran pada pertanyaan Tuan Wu.

“eonni-mu dan pria itu..”

Author POV

“eonnie-mu dan pria itu..” jelas Minyoung.

Seketika bola mata Luhan terbelalak. Ia mandang mamanya, Seohyun dengan penuh Tanya. Sedangkan Tuan Wu tidak menyadari keriasauan hati putra keduanya.

“secepatnya pa.” pria yang bernama Kris wu itu menjawab pertanyaan yang sebenarnya tidak ditujukan kepadanya.

Luhan yang duduk disebelahnya sudah mengepalkan kedua tangannya dibalik meja. Ia masih berusaha berpikir jernih dan berharap bahwa hal yang terjadi sekarang adalah suatu kesalahan.

“aigoo.. sepertinya putramu sudah tidak sabar. Bagaimana kalau sabtu ini?” sekarang giliran Tuan Jung yang memberikan tanggapan.

“..ap..appa.. aku..” Jessica hendak menghentikan niat ayahnya. Ia sudah mulai mengerti jalan pikiran appanya. Appanya ingin menjondohkan ia dan Kris. Dan itu bukan sesuatu yang diinginkannya.

BRAK!

Luhan bangkit sambil memukul meja didepannya keras. Ia berjalan meninggalkan ruangan dengan aura kesal bercampur marah. Seohyun yang menyadarinya langsung berjalan kearah Luhan dan menyusulnya.

“maaf, kami akan segera kembali.” Ucap seohyun sebelum menutup pintu ruangan.

“Lu-“ sekarang seohyun dan putranya, Luhan sudah berada di teras restoran. Ia mendapati putranyua sedang duduk disalah satu kursi yang tersedia disana.

“dia Jessica ma, Jessica Jung. Wanita yang kucintai..” jelas Luhan. Tersirat nada sedih bercampur kesal didalam suara paraunya.

Seohyun duduk disebelah putranya dan menyentuh bahu putranya lembut.

“ini bukan akhir dari segalanya.  Mama tau kau mencintai gadis itu. Tapi, mulai sekarang ia akan menjadi tunangan Kris. Jadi, mama mohon. Lupakan ia.”

“apa? Maa..hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan!” Luhan mendengus kesal dan mengacak rambutnya sendiri.

“lalu kita bisa apa Lu ? Kau tau sendiri, jika Hangeng sudah membuat keputusan, segalanya menjadi mungkin. Lupakan Jessica sebelum kau benar-benar sakit!”

“ta..tapi maa..”

“tenanglah Lu, seiring waktu, kau akan menemukan yang lebih baik..”

Seohyun lalu memeluk Luhan. Membawa putranya kedalam ketenangan tiada tara. Sebenarnya, ia juga menginginkan Luhan mendapatkan cintanya, Jessica. Tetapi itu hal yang mustahil jika hangeng sudah menjodohkan Jessica dengan Kris.

“berhentilah merengek Jess..” bujuk Yunho pada gadis sulungnya yang sedari tadi melipat wajahnya diatas bantal. Mereka sudah sampai dirumah sejak 30 menit lalu.

“tapi appa, kau belum tau pria itu. Kris Wu! Dia bahkan sudah punya pacar dikampus!” balas Jessica.

“pacar?”

“nee! Choi Sooyoung . Dia itu asisten dosen dan senior dikampusku. “

“tapi dia menerima perjodohannya eonni.. mungkin itu hanya gossip” terang Krystal

“tidak mungkin hanya gossip. Mereka sangat dekat” balas Jessica yakin.

“atau kau yang sudah punya orang yang kau sukai, hm?” Tanya Minyoung pada putri sulungnya.

“I..ituu..er.. aku ”

“sudahlah, cobalah belajar mencintai Kris Wu” potong sang ayah, Jung Yunho sebelum memasuki kamarnya.

Jessica masih menatap kesal pintu yang sudah tertutup itu. Ia ingin menolak perjodohan itu. Tapi jika hanya ia yang menolak, maka ia akan kalah. Setidaknya,ia harus meminta Kris untuk membantunya membatalkan perjodohan itu.

Kris POV

Hari ini jadwalku kosong. Aku memilih untuk bersantai dirumah dan menikmati tidur panjangku. Tapi itu terhenti setelah seseorang dengan kasarnya memasuki kamarku dan menduduki ranjang king size-ku.

“apa yang kau lakukan Sooyoung-ssi?” ucapku ketus .

“aku kangen padamu. Siapa suruh kau tak membalas pesanku kemarin” ia menjawab dengan santai, seolah diantara kami tidak terjadi apa  apa .

Aku mendengus kesal. Aku sudah memperingatkan kepada seluruh pelayan agar menolak kedatangan Sooyoung. Tapi entah bagaimana ia selalu saja bisa memasuki area rumahku seenaknya.

Aku dan sooyoung sudah berkenalan sejak SMP. Bisa dibilang, ia adalah wanita pertama yang dekat denganku setelah mama. Dan dia wanita pertama yang mengisi sudut terdalam dihatiku. Kami berpacaran selama 2 tahun sebelum akhirnya ia memutuskan untuk melanjuti S1-nya di jepang.

Karena itu, kami memutuskan untuk bertunangan. Aku sangat mencintainya, saat itu. Walaupun berada dinegara yang berbeda, sesempat mungkin kuluangkan waktuku hanya untuk menelfonnya atau mengunjunginya sesekali.

Awalnya, kami hampir menikah. Tapi mimpi buruk itu terjadi. Saat itu musim panas. Aku berangkat dari Seoul menuju Tokyo tanpa memberi tau pada Sooyoung. Aku ingin memberikan kejutan padanya.

Flash Back

“ini tiketnya Kris. Kau benar ingin pergi tanpa mengabarinya?” Tanya papa seraya menyerahkan tiket pesawat yang aku titip padanya.

“kalau aku mengabarinya, itu bukan kejutan lagi, Dad” balasku setelah menyelipkan tiket pesawat itu kedalam passport.

“hah~ semoga rencanamu berhasil Kris. Hati-hati disana. Atau kau perlu seseorang untuk menemanimu?”

“xie-xie, tapi kurasa tidak perlu. Aku berangkat dulu, Pa” pamitku setelah memastikan semua yang kubutuhkan sudah masuk kedalam tas jinjingku.

Tokyo , kota para komikus. Aku menyusuri beberapa ruas jalan penting di jantung Jepang itu sebelum akhirnya sampai di depan apartment Sooyoung dengan bantuan taksi. Beruntunglah, aku sudah pernah kemari beberapa kali, jadi setidaknya aku hapal dimana letak kamar apartmentnya tanpa harus berkeliling.

Aku menyusuri lantai 4 apartment yang kunaiki menggunakan lift. Ku belok arah jalanku ke kanan dan berhenti disebuah kamar apartment bernomorkan 411. Tak salah lagi, ini kamar apartment Sooyoung.

Aku membuka kotak yang berisi papan tombol untuk kode kamar lalu memencet kode yang sudah kuhafal diluar kepala. Kenapa aku tidak mengetuk pintu dulu? Oh, ayolah . Ini kejutan. Akan lebih baik jika begini, bukan?

PIP!

Kode terakses dan pintu apartment otomatis terbuka. Aku masuk dan menutup pintunya sejurus kemudian. Saat memasuki kamar apartmentnya, aku melihat sepasang sepatu pria yang tergeletak manis didepan pintu masuk. Apa ia sedang ada tamu?

Aku meletakkan tas jinjingku di dinding dekat ruang tamu lalu berjinjit pelan kearah dapur. Kosong. Tidak ada orang sama sekali. Langkah kaki membawaku kearah satu-satunya kamar tidur di apartment ini. Tapi sebelum memutar kenop pintu kamar, tanganku membeku diatasnya. Telingaku tiba-tiba bekerja lebih keras, dan otakku memutarmencari kata yang pas untuk hal yang kudengar ini.

“a..ahh.. Op..oppa..”

“sebut nama..ahku Young-ie..”

“Kyu-ah.. Kyuhyun!..cho kyuh..hyun..”

“bagus baby.. ahh.. ini sempit sekali…”

Tubuhku tidak merespon apa-apa, hanya otak dan telingaku yang bekerja. Ingin rasanya kudobrak pintunya dan mempermalukan mereka. Tetapi rasa sakit hatiku menahannya. Aku mundur perlahan dengan kepala menunduk. Kemudia berbalik seketika, meraih tas jinjingku dan keluar dari apartment ini. Tempat ini, memuakkan!

Flashback End

“Kris..” suara Sooyoung menggema digendang telingaku. Hal itu membuat semua ingatanku tentang masa lalu hilang secara spontan. Aku menatapnya kesal . Ia masih duduk disebelahku sambil memainkan ponselnya.

“ah! Sooyoung-ah!” sekarang aku mendengar suara papa dari luar kamar.

“annyeong ahjussi!” balas Sooyoung semangat. Kurasa dia hanya mencari muka.

“kau dan Kris masih sering bersama rupanya? Kalian masih baik-baik saja?” Tanya pria tua itu sambil melipat tangan didepan dadanya.

“nde? Tentu saja. Kami kan-“

“kalau begitu datanglah pada hari pertunangan Kris. Sebagai seseorang yang pernah dekat dengan putraku, kau juga harus diundang”

Perkataan Sooyoung terputus karena pengumuman  atau bisa dikatakan ajakan dari papa. Kulirik air muka Sooyoung yang berubah. Apa ia sedih? Acting? Cih!

“ap..apa? Kris akan bertunangan?” ia tampak gugup dan sesekali menelan salivanya.

“ia. Apa Kris tidak memberitahumu? Kau kan mantan tunangannya. Hei Kris! Bagaimana kamu ini? Di hari bahagiamu, seharusnya kau mengundang teman-temanmu, termasuk Sooyoung, benarkan?”

Aku hanya mengangguk tanpa minat. Sedangkan Sooyoung? Dia sudah shock berat kurasa. Dia hanya menunduk tanpa membalas perkataan papa lagi.

“baiklah, nikmati waktu kalian saja. Papa tinggal dulu ya.. “ pamit papa pada kami. Aku tak berminat untuk membalas, dan Sooyoung, kurasa dia akan meledak sebentar lagi.

Author POV

“Kris, jelaskan padaku! Bagaimana kau bisa bertunangan sedangkan kau sudah punya ak, Kris?” Tanya wanita itu kepada pria yang bernama Kris Wu itu. Si pria hanya duduk dengan majalah basket dipangkuannya. Bukannya membalas, ia malah bersikap seperti tidak mendengar apa-apa.

“Kris! Apa kau yang mengatakan bahwa kita sudah putus dan tidak bertunangan lagi?” wanita itu kembali bertanya. Karena tidak di anggap, Sooyoung menarik majalah yang dibaca Kris secara paksa. Mau tidak mau, pandangan Kris beralih padanya.

“hubungan kita belum berakhir Kris! Kau memutuskan secara sepihak, aku tidak menyetujuinya. Berarti kita belum putus!” bentak Sooyoung didepan wajah Kris. Amarah dan kecewa terpancar begitu jelas, sedangkan Kris hanya diam dengan tatapan datar khasnya.

“katakana padaku, jelaskan semua ini! Aku tidak te-”

“kita sudah berakhir Sooyoung.” Perkataan Sooyoung lagilagi terputus, kali ini karena Kris. Sooyoung menatap Kris tidak percaya. Ia hendak membalas ucapan Kris, tetapi Kris sudah duluan membuka mulutnya.

“Mengertilah.”

Hanya itu kata yang keluar. Sooyoung sekarang sedang mati-matian menahan air matanya agar tidak tumpah. Ia mencengkram majalah Kris yang berada pada genggamannya erat-erat hingga bisa meremukkannya.

“sejak kapan? Sejak kapan kita berpisah? Jelaskan padaku kenapa kau mati-matian ingin berpisah denganku!”

Kris menghela nafas berat. Sebenarnya, ia tidak ingin mengungkit hal ini. Ini sama saja mengoyak luka lama. Tetapi, jika dengan begini Sooyoung akan mengerti dan menjauhinya, ia akan melakukannya. Menejelaskan mengapa ia ingin berpisah.

“sejak musim dingin satu tahun lalu. Mengapa aku ingin berpisah?? Karena ada Cho Kyuhyun. Pria yang bersamamu di kamar apartment pada pukul 3.45 sore.”

Sooyoung tidak bereaksi. Ia berusaha memutar kembali memori yang entah sudah kemana tersimpan disudut ingatannya.

“ka..kau..-“

“ia, aku berada disana, dan aku mendengarkan semuanya dengan jelas. Desahan panasmu dan pria yang bersamamu itu. Ternyata kau ke Jepang untuk itu?”

“a..aku..-“

“sudahlah.. kau sudah tau alasanku. Sekarang pergilah. Sejak saat itu, aku tidak pernah menganggapmu lagi. Jangan pernah kerumahku lagi. Terlebih mendekatiku, karena kau menjijikan Sooyoung-ssi”

Luhan POV

“yeoboseyo..Jess..”

“….”

“malam ini ada acara?”

“….”

“aku ingin membawamu kesuatu tempat. Pukul 7 malam nanti. Berdandanlah yang cantik”

“….”

“nde. Bye Ice Princess”

Hhhh~  aku meletakkan ponselku diatas kasur. Tinggal 4 hari lagi sebelum acara pertunangan Jessica dan Kris berlangsung. Mama sudah memperingatkanku berkali-kali untuk melupakan Jessica. Tapi itu bukan hal mudah. Aku menatap arlojiku yang menunjukkan pukul 4 sore. Kurasa aku perlu tidur sebentar untuk mengembalikan moodku yang hancur beberapa hari ini.

Aku menatap pantulan dicermin. Seorang pria dengan rambut merah kecoklatan dengan kemeja merah berkotak hitam dan celana jegging pria yang sedang trend. Sempurna. Memang aku tidak lebih tindari Kris, tetapi soal penampilan, kami punya daya Tarik masing-masing.

Jam di dinding kamar menunjukkan pukul 5.50. Aku sudah harus berangkat untuk menjemput ice princessku. Memang tidak jauh jarak rumahku ke apartmentnya, tapi setidaknya aku tidak ingin dia yang menunggu.

Aku sudah samapi didepan pintu kamar apartment sederhana miliknya 3 menit sebelum jam tujuh. Kuarahkan jariku kearah bell pintu dan memencetnya sekali. Terdengar suara dari dalam yang kuyakini adalah suara Krystal.

“ah, oppa! Sendirian? Ada apa kemari?” tanyanya setelah sepersekian detik membuka pintu apartment.

“Nugu Klee? Apa yang datang Luhan?”

Aku bisa mendengar teriakkan sang kakak dari kamar.

“nee eonni. Tapi dia sendirian, tidak dengan Kris ge” balas Krystal. Moodku sedikit turun setelah mendengar nama yang tak ingin kudengar disebut krystal. Tapi aku tetap menunjukkan senyum terbaikku padanya.

“aigoo. Mian Lu~ aku sduah siap. Mau berangkat sekarang?” Jessica yang sekarang sudah berada didepanku benar-benar tampil cantik dengan gaya casualnya.Hanya dengan t-shirt merah dengan garis coklat ditiap sudutnya dipasangkan dengan celana jeans yang dilipat menjadi selutut.

“gwenchana. Nee.. kajja~” ajakku.

“klee, jaga rumah ya. Eonni akan membelikanmu makanan enak. Jadilah anak baik, arrasseo?” pesan Jessica pada Krystal yang diakhiri dengan ciuman yang mendarat dikening sang adik.

“nee.. jangan terlalu mesra eonni. Kalian tampak seperti couple”

Jessica POV

“nee.. jangan terlalu mesra eonni. Kalian tampak seperti couple”

Aku sangat berharap jika kami memanglah couple seperti yang kau katakna Klee.

“sudah Lu, kajja~”

15 menit perjalan kami berhenti pada sebuah taman kota. Tidak begitu ramai sekarang. Hanya da beberapa orang yang berkencan ditemani lampu taman yang romantic. Aku dan Luhan berjalan beriringan menyusuri taman. Membicarakan halhal yang kami sukai.

“duduk dulu Jess..” ajak Luhan. Kuliaht ia menemukan bangku kosong tak jauh dari tempat kami berdiri. Aku mengikuti langkahnya, lalu ikut menghempaskan tulang dudukku diatas bangku taman itu.

“Lu..” panggilku memecah keheningan.

“hmm..?” balasnya tanpa memandangku. Pandangannya tertuju pada lereng yang berhadapan dengan kami.

“kenapa kau tidak cerita kalau kau bersaudara dengan Kris?” tanyaku.

“apa itu penting, Jess?” balasnya.

“bukan begitu. Hanya, ini semua mengagetkanku Lu. Maaf jika kau tersinggung.” Aku menunduk dalam. Aku merasa pertanyaanku menganggunya dan membuat moodnya turun. Padahal, aku sudah berjanji akan membuatnya bergembira hari ini, karena dalam beberapa hari ini ia terlihat sangat murung.

“haha.. tidak apa-apa. Kau tidak perlu merasa bersalah Jess..” katanya sedikit melegakanku. Aku bisa merasakan sebuat telapak tangan mendarat mulus dipuncak kepalaku. Ah, hobinya. Mengelus rambutku atau mengacaknya. Kubiarkan saja tindakannya. Karena, aku sendiri juga merasa kecanduan akan sentuhannya.

“jess..” panggilnya memecah lamunanku.

“lihatlah kedepan!” sambungnya.

Kuangkat kepalaku dan menatap kearah yang ia suruh. Mataku mebulat sempurna karena pemandangan didepan kami. Pemandangan kota seoul pada malam hari yang sangat indah. aku bahkan seperti bisa melihat bintang yang berkelap kelip karena efek lampu kota.

“bagaimana kau bisa menemukan tempat seindah ini, Lu?” tanyaku takjub.

“aku sering kesini dulu, dengan papa dan mama..” balasnya

Aku menatap wajahnya. Tepat pada matanya yang membiaskan cahaya warna warni. Matanya seperti meberikan efek bersinar, dan itu membuatnya terlihat seribu kali lebih tampan.

“jess..” lagi-lagi aku melamun dan Luhan menyadarkanku.

“eoh?..”

“batalkan pertunangan kau dan Kris ge. Menikahlah denganku..”

To Be Continue

Haihai readers.. kali ini part 6 di post lebih cepat yaa? Bagaimana? Ini hampir 3000 katalohh.. masih kependekan?? >.< . anyway, jika mata kalian sakit akibat typo(s) disini, author minta maaf , karena saya terlalu malas untuk membacanya kembali. Hehehe..

Nah bagaimana dengan hubungan mereka selanjutnya?

Lusica?

Krissica?

Atau KrisHan? Eoh? Ralat. Author bukan specialist yaoi . bahahaha..

Oh ya, untu rating kali ini dinaikkan sedikit karena ada adegan tidak pantas walaupun hanya flashback. Author ngetik sambil merinding. Ga kuat bikin yang begitu, kayak cacing kepanasan rasanya . >.<

Nah, inget yaaaa.. Like dan Commentnya jangan lupa. Author juga mungkin aku publish beberapa oneshoot dalam minggu-minggu ini. Jadi staytune yaa ^^

annyeong~

77 thoughts on “Embraced (Chapter 6)

  1. Bikin merinding thor~~~
    Endingnya nanti bikin lusica dong thor ㅠㅠ menurutku lebih kena feelnya hehehe

    Part 7 di kunci ya thor? boleh minta pw?🙂

  2. Kris .. Luhan .. Itu 2 bias favorite d EXO😀
    Luhan oppa nya kasihan😦 Jessica eonni pilih yg mana ? – _ –
    Gomawo eon udh buat ff ini , sneng bnget baca nya🙂

  3. Aigo sooyoung aku tak menyangka kau seperti itu..kris ayolah kau akan menyesal karna tidak baik pada jessi, aku yakin suatu saat kau akan mencintainya…haha lulu, segampang itu kau meminta jessi sebagai istrimu..oh ayolah luhan, itu tak segampang yang kau pikrkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s