Hello (Oneshoot)

Title               : Hello

Author                  : Flawless Jung

Cast                       : Jessica Jung ; Kris Wu

Genre                   : Dramance (Drama-Romance)

Length                  : Oneshoot

Rating                   : PG-13

Poster                   : very thankfull to @icydork who always submit my request and done it nicely. Saranghae saengg ~~~

Summary             : Can we back to the time we first met, when you turned to me and said Hello ?

Author POV

We can’t really be over, can we?

I can’t let you say goodbye that easy

You belong with me , and that is all I know

There is so much we haven’t been through

Every hug and kiss are still new

I am begging you, I am begging please don’t go

Kris Wu, pria dengan sejuta pesona. Tidak bisa di pungkiri sebuah senyuman atau kedipan mata dinginnya bisa melehkan siapa saja yang melihatnya. Tapi apa sekarang ? Bibirnya tidak melengkung tersenyum, begitu juga matanya yang tidak bersinar seperti biasanya. Sesuatu telah membuatnya seperti ini sepanjang hari.

Kris atau Wu Yi Fan . Dia adalah leader sebuah boyband fenomenal, EXO M. Boyband yang beranggotakan 12 orang dengan wilayah promosi yang berbeda. Dia leader, Rapper, dan 2nd Visual seleha teman segrupnya, Luhan. Tidak ada yang bisa menolak anugrah dari Tuhan, termasuk ia. Ia sangat mensyukuri nikmat yang kadang ia merasa berlebihan. Tapi dibalik semua kelebihan, ada sebuah rongga yang begitu menyesakkan.

Hatinya. Rapuh. Kosong. Ada sebuah lubang menganga didalam sana. Seseorang telah membobolnya secara paksa dan membawanya pergi dengan sejuta kenangan yang masih begitu terasa nyata.

Dia masih bisa mengingat bagaimana rasanya memeluk dan dipeluk wanita paling dicintainya. Ingatannya masih sangat segar bagaimana kehangatan yang terpancar jelas dalam pelukan yang sering mereka lakukan. Ciuman, hal ini sudah tidak tabu untuk pria dan wanita seusianya. Ia menyentuh bibirnya, mencoba mencari rasa yang tertinggal disana. Jejak bibir tipis dari wanita yang satu-satunya ia inginkan untuk menjadi seseorang yang akan bersamanya disisa umurnya kelak, Jessica Jung.

Tubuhnya bergetar pelan. Telapak tangannya sudah sempurna menutupi wajah tampannya yang sendu beberapa hari ini. Sudah bisa dipakstikan ia menangis lagi. Entah yang keberapa dalam satu hari ini. Belum lagi air mata yang jatuh pada hari sebelumnya. Rasa sakitnya belum juga membaik setelah menangis beberapa kali.

Flashback

“Yi Fan-ah~” suara wanita itu terdengar. Wanita yang menjadi ratu dalam hatinya. Jessica Jung.

Sekarang mereka sedang berada di kediaman pribadi Kris, diwaktu kosong begini, ia lebih senang berdua saja dengan orang yang dicintainya. Mereka sedang berada di kamar Kris. Seperti biasa, Kris yang tampak tangguh diluar, ia memiliki sisi manja didalamnya, terlebih pada Jessica.

Sudah terlihat jelas bagaimana ia meletakkan kepalanya di kedua paha kecil Jessica sambil menutup mata, menikmati setiap sentuhan Jessica pada kepala dan rambutnya. Kegiatan yang paling ia senangi.

“hmm~” ia hanya membalas dengan gumaman kecil sambil meatap Jessica yang berada diatasnya.

“sudah samapi waktunya , aku sudah berpikir sangat matang. Ini tentang masalah itu, kurasa..perpisahan yang terbaik Kris..”

Kris tidak menjawab. Ia paling tidak suka jika Jessica membahas perpisahan diantara mereka yang bisa saja terjadi kapan saja. Ia menutup matanya, menutup telinganya, dan mencoba berpikir ini hanya halusinasinya.

“..Kris, mianhae.. kita lebih baik berp-“

“hentikan Jess” perkataan Jessica terpotong karena Kris. Setelah itu mereka hanya bisa berdiam diri. Memikirkan hal yang sama. Sudah jelas, Kris menolak alasan perpisahan bodoh antara mereka.

Flashback End

You were everything I have dreamed of

You were everything I ever needed

You the only who make me feel at home

I can’t breath if you’re not with me

What should I do if you not here

I still need you, I still need you please don’t go

Wanita dibalik selimut itu, Jessica Jung. Matanya terlihat bengkak begitu jelas. Kenapa? Karena perasaannya membuatnya harus menangis beberapa hari ini. Ia yang terlihat begitu dingin dari luar, ternyata menyimpan kerapuhan begitu parah didalamnya.

Ia bukan Ice Princess seperti yang dijuluki SONE padanya. Ia juga wanita yang bisa sakit hati kapan saja. Terserah. Ia tidak peduli dengan kegiatannya sebagai seorang idol saat ini. Yang ia inginkan hanya pria itu kembali bersamanya sekarang, detik ini juga.

Katakanlah ia jahat, karena ia yang mengusulkan perpisahan. Tapi, tidak semua yang menginginkan perpisahan adalah orang yang paling bahagia.

Bekas airmata masih terlihat jelas disudut matanya. Pipi tirusnya semakin menjadi karena asupan gizinya berkurang. Ia terlihat seperti mayat cantik yang hidup. Mayat. Karena ia tidak bisa bernapas sekarang. Oksigen disekitarnya terengut paksa semenjak perpisahan mereka.

“..Kris.. mianhe.. mianhee~” suara paraunya terdengar dari bibir tipisnya dengan mata yang terpejam sempurna.

“ia mengigau lagi..” seorang leader dari grup mereka menatap sendu salah satu adiknya yang berharga, ia adalah Kim Taeyeon.

“mereka saling mencintai dan harus berpisah karena hal bodoh.. kasihan Jessica..” kini suara Sooyoung, teman sekamar Jessica. Mereka berdelapan berada pada kamar itu. Menjaga Jessica yang bisa kapan saja bangun dari mimpi buruknya dan menangis histeris.

“mianhee.. Kris, sarangh..hae~” tepat dikata terakhir dari alam mimpinya, sebutir air mata mengalir dari sudut matanya yang terpejam. Kedelapan teman-temannya menatap ia sendu, sebagai sebuah keluarga yang sudah terbentuk lama, mereka bisa merasakan sakit yang Jessica rasakan.

Can we start again love ?

To when we feel the most love ?

And all I have was your love, and never thinking we would ever part

Can we go back to that time, when I knew that you were mine

Back to when we first met, you turn to me and you said..hello

Flashback

“jess, kau mau berkeliling kantor? Sepertinya ada idol grup namja yang akan debut akhir tahun ini” ajak wanita yang diketahui bernama Tiffany pada sahabat amerikanya, Jessica.

“jeongmal? Sudah lama sejak SHINee debut, akhirnya agency punya idol namja baru.” Balas wanita berambut blonde bergelombang, Jessica.

“ia. That’s why I’m very excited! Hurry! Sepertinya mereka sedang berada diruang latihan berawan”

Jessica hanya mengangguk sebagai persetujuannya kepada ajakan Tiffany. Jarak dari dorm mereka ke kantor tidaklah terlalu jauh. Mereka biasa meminta manager oppa untuk mengantar mereka. Karena hari ini managernya berhalangan, mereka akhirnya memilih menggunakan taksi umum.

Tak butuh waktu yang lama, sekarang mereka sudah berada di halaman kantor SM Entertainment. Huruf “SM” yang besar didepan pintu masuk menjadi ciri khasnya. Tiffany masuk terlebih dahulu, sedangkan Jessica sedang membayar uang taksi.

“gomapseumnida ahjussi..” katanya setelah membayar uang taksi dan kemudian membuka pintu taksi untuk keluar.

BUGH

Jessica kaget. Sepertinya ia memukul seseorang dengan pintu taksi yang ia buka lumayan keras. Ia menggigit bibir tipisnya, lalu mengintip sedikit melalui kaca mobil. Ia mendapati seorang pria sedang meringis memegang lututnya. Jessica lalu berinisiatif keluar dari taksi dan membantu korbannya itu.

“mianhaeyo.. gwenchana-yo..?” kata Jessica pada pria didepannya yang masih berlutut. Pria yang merasa seseorang memperhatikannya mengangkat kepalanya. Mata mereka bertemu. Kulit putih, mata foxy, rambut indah sejenak pria itu terpana pada ciptaan tuhan yang berada didepannya.

“gw..enchanayo?” ulang Jessica, dan itu sukses membuyarkan lamunan pria itu.

“ah! Annyeong Soonbaenim! nan.. nan gwenchana soonbaenim..” balas pria itu gugup sambil berdiri secara perlahan.

“eh.. annyeong! Er..soon..baenim? Kamu trainee di SM?” Tanya Jessica setelah pria itu sempurna berdiri dihadapnnya. Tinggi, tampan, aura dingin yang hangat. Sekarang giliran Jessica yang terhipnotis pada pria itu.

“nee. Err.. Wu Yi Fan imnida, bagapseumnida..” kata pria itu sambil berbungkuk hormat pada wanita yang menjadi senior diagency-nya.

“ah nee, Jessica imnida, bagapseumnida” balas Jessica setelah lamunannya buyar.

Sejenak mereka terdiam berdua didepan kantor SM. Taka da seorang pun yang berniat mengajak masuk kedalam. Hingga sebuah suara memasuki gendang telinga mereka.

“hei Jung Jessic- eoh! Hei Kris!” suara wanita yang sangat riang. Tiffany.

“hei Tiff, how are you?” balas Kris sambil berjalan menatap Tiffany dengan senyum gusinya yang menawan hati Jessica saat itu juga.

Jessica menatap Tiffany dan pria yang menamai dirinya Yi Fan secara bergantian. Tiffany yang menyadari Jessica kebingungan, langsung menghampiri Jessica dan menariknya masuk, tak lupa ia juga mengajak Kris masuk.

“nah, Jessie.. Ini Kris Wu, pria cina-canada yang akan menjadi leader untuk idol yang akan debut. Dan Kris, kau pasti sudah tau wanita tua ini kan?” canda Tiffany sambil menatap keduanya.

“nde noona..” balas Kris. Sedangkan Jessica terdiam, ia seperti memikirkan sesuatu yang mengganjal pikirannya.

“bu..but he said his name is Wu Yi Fan, Tiff.. bukan Kris Wu..” bisik Jessica pada Tiffany yang bisa didengar oleh Kris. Pria itu sontak tersenyum kecil melihat tingkah dan pola pikir Jessica yang begitu polos.

“aku Kris Wu Yi Fan , soonbaenim.. Kris itu nama panggungku” jelas pria itu. Jessica menatap Kris lalu diam sebentar lalu menepuk kedua belah telapak tangannya sambil tersenyum lebar.

“oh! Aku mengerti! Wu Yi Fan nama mandarinmu bukan?”

“nde soonbaenim~” balas pria itu. Tiffany hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat cara berpikir Jessica yang begitu lamban.

“jangan memanggilku soonbaenim, kau saja memanggil Tiffany dengan namanya. Apa kalian seumuran?”

“aniyo Jess, aku yang memintanya memanggilku tanpa embel-embel. Akan terlihat tua jika ia memanggilku soonbaenim atau noona” jelas Tiffany.

“kalau begitu aku juga! Panggil aku Jessica atau Jessie , atau err Sica! Sesukamu saja. Tapi jangan ada embel-embel. Seperti kau memanggil Tiffany. Arrasseo Kris?”

Kris hanya mengangguk tanda mengerti yang dibalas senyuman yang mengembang pada bibir Jessica.

“Kris Ge! Ppaliwa.. semua sudah menunggu..” suara seorang pria terdengar dari ujung koridor, tampat latihan mereka.

“nee Sehun-ah.. Tiff, dan err.. Jessie.. aku latihan dulu. Kutinggal dulu yaa..” pamit Kris pada kedua wanita cantik itu lalu membungkukkan badannya sekali sebelum berlari meninggalkan mereka berdua.

“hmm.. dia tampan bukan?” goda Tiffany yang melihat Jessica masih menatapi punggung Kris yang akan segera menghilang diujung koridor.

“nde. Sangat Tiff. Kurasa, aku aku terkena syndrome Love at the first sight..”

Flashback End

You were everything I have dreamed of

You were everything I ever needed

If you leave me now I’m die here all alone

Can you see that I’m here suffering , I’m broken and I’m nothing

You the reasons I breath , Oh baby don’t you know

“ge.. makanlah sedikit. Kau bisa sakit.” Bujuk seorang pria dengan wajah malaikat pada pria yang berada didepannya.

“aku tidak lapar Suho-yaa” balas pria yang diketahui bernama Kris itu lembut. Ia menatap makanan yang dibawa Suho tanpa menyentuhnya sedikitpun.

“Kyungsoo sudah memasakkannya untukmu. Ku mohon, makanlah Kris..”

Kris hanya terdiam. Ia tidak merasakan lapar atau apapun itu. Ia juga tidak bisa bernapas. Sekelilingnya seperti ruang hampa tanpa oksigen yang bisa menghentikan garis hidupnya detik itu juga.

Suho menghela nafasnya berat lalu meletakkan makanan yang ia bawa dimeja disebelah Kris duduk. Ia metapa teman seperjuangannya yang begitu menyedihkan. Aura leader memudar dari sosok Kris saat ini. Ia bukan lagi leader berkharisma saat ini. Ia hanya seorang Wu Yi Fan yang sedang patah hati.

“apa kau ingin sesuatu Kris? Biar kubelikan..” Tanya Suho.

“aku ingin Jessica.” Balasnya singkat. Lagi-lagi Suho mengehla napasnya berat. Ia menatap heran pada sahatnya itu. Ia hanya tak habis pikir, jika mereka, Kris dan Jessica saling mencinta mengapa mereka memutuskan untuk mnyakiti satu sama lain?

“ajaklah ia kembali padamu, Kris. Kalian masih saling mencintai, dan itu bukan hal yang tidak mungkin.” Saran Suho.

“ini tidak semudah yang kau pikirkan Joonmyun-ah” Suho terdiam. Ia mengerti. Jika Kris sudah menggunakan nama aslinya, berarti Kris sedang tidak ingin diganggu. Alhasil , Suho hanya terdiam disitu menemani Kris dalam diam.

“berbahagialah Kris..” batinnya.

I can waiting for you until you back here in my arms

If I knew we wouldn’t be together

If I knew we wouldn’t last forever

Then I’ll turn back time, till everything was made to turn out right

If it’s wrong for me to said, that I need you more each day

Then just put me away cause I rather have you in my life

Jessica telah bangun dari mimpi buruknya. Tapi ia tidak melakukan apa-apa. Hanya terbaring menyamping dengan tatapan kosongnya. Mata foxynya yang dulu sangat menggoda terlihat redup.

Lalu ia meraih ponselnya, Iphone 5s berwarna putih. Membuka gallery fotonya dan menemukan sebuah folder yang dinamai Royal Ice olehnya. Ia membuka folder itu dan menatap ribuan foto dirinyab bersama pria-nya, Kris Wu.

Jarinya men-scroll fotonya hingga keurutan teratas. Foto pertamanya dan Kris.

 

Sebenarnya disebelah Jessica masih ada Tiffany, dan disebelah Kris ada roommatenya, Chen. Tapi foto yang diambil dengan kamera milik Luhan itu di-crop oleh Kris lalu Kris mengirimnya pada Jessica. Masih teringat jelas, foto itu diambil sesaat setelah pesta ulang tahun Jessica usai. Saat itu juga Kris menyatakan perasaanya kepada sang Ice Princess didepan artis SM Town. Dan Jessica menerimanya.

PIP

Jessica mematikan ponselnya. Ia bisa menangis kapan saja termasuk sekarang. Ia membutuhkan Kris tetapi ia yang menginginkan perpisahan. Bodoh memang. Tapi tidak ada cara lain.

Fans keduanya saling menyakiti setelah pengumuman bahwa mereka berkencan menyeruak ke khalayak ramai. Jessica awalnya ingin mempertahankan hubungan mereka. Tapi ia berubah pikiran setelah beberapa sasaeng fans Kris mulai menyerang keluarganya.

Bukannya ia tidak mencintai Kris, ia teramat mencintainya. Ia hanya tak ingin keluargamya dan keluarga Kris terkena imbasnya. Maka dari itu, 3 hari lalu mereka mengumumkan bahwa mereka berpisah. Tidak dijelaskan kepada awak media siapa yang menginginkan perpisahan, hal itu hanya diketahui oleh management SM.

Ingatan Jessica kembali berputar pada kejadian tiga hari lalu, saat ia melihat Kris menangis didepannya, memohon kepadanya untuk tidak berpisah. Tetapi Jessica membuang mukanya, ia tidak ingin keputusannya goyah karena rasa cintanya pada pria cina ini.

Ia membutuhkan sosok Kris disampingnya. Ia memang melakukan yang terbaik buat kedua keluarga besar. Tetapi tidak untuk dirinya sendiri dan Kris. Mereka berdua seperti akan mati karena cinta mereka sendiri.

Now I know that we were meant to be nothing

So, even though I’m not the one that you’re loving

Could this memory be the one

That you hold inside your heart?

If this is really the end

If this is really the end

Then I pray that just once, you think of the first time we said,

Hello ..

Pagi ini rapat besar diadakan untuk membahas konser agency mendatang, SM TOWN Seoul 5 yanga akn diadakan sebulan lagi. Semua grup idola dan soloist memasuki ruang rapat. Begitu juga SNSD dan EXO. Aura tak begitu bagus terpancar dari dua orang yang terlihat didalamnya. Kris dan Jessica.

Rapat berjalan mulus dan berakhir tepat pada waktu yang ditentukan. Hanya ada beberapa penyampaian dari owner agency dan beberapa pengumuman untuk kolaborasi. Salah satunya kolaborasi Antara Jessica dan Kris.

Mereka tidak bisa menolak. Ini sudah keputusan para pimpinan. Kris yang menghela napas dan Jessica yang tertunduk tidak tau harus bagaimana. Entah senang atau sedih. Perasaan yang begitu menyiksa.

Disaat ia sudah membekukan perasaanya,m mencoba melakukan yang terbaik untuk melupakan sosok yang ia cintai, tetapi sekarang mereka berdua diharuskan untuk berduet diatas panggung. Dan tidak tanggung-tanggung. Lagu yang akan mereka cukup romantic dan itu akan membuat suasana seribu kali lebih canggung.

“baiklah, kalian bisa bubar. Segera latihan karena konser akan berlangsung sebulan dari sekarang..” itu kalimat terakhir yang diucapkan oner SM, Lee Soo Man, sebelum ia meninggalkan ruang rapat.

Kini tersisa Kris dan Jessica yang berada diruangan. Mereka sengaja meninggalkan Kris dan Jessica didalam agar kedua orang yang saling mencintai tetapi bodoh itu bisa mencair.

Jessica hanya memainkan Iphone5-nya, ia tau betul Kris sedang menatapnya intens. Ingin sekali ia menatapnya balik dan berlari memeluknya, menciumnya setiap jengkal wajahnya. Sesuatu yang selalu ia lakukan sewaktu mereka masih berstatus “pasangan”. Tapi kini tak lagi mungkin.

Kris menatap Jessica sendu. Wanita yang mebuatnya kehabisan oksigen berada didepannya. Ingin sekali ia beranjak maju dan mendekap tubuhnya, menghirup wangi tubuhnya yang seolah menjadi candu untuknya. Tetapi apakah mungkin?

“Kris-ssi.. Kita latihan nanti sore pukul 5 KST. Kau bisa hadir?” ucap Jessica yang otomatis membuyarkan lamunan Kris padanya.

Kris yang sedikit tersentak Karena Jessica memanggilnya dengan formal merasakan hatinya diremas paksa. Jessica yang biasa memanggilnya Baby Wu, atau Yi Fan sekarang malah memanggil dengan nama panggungnya. Itu hal yang tak biasa dan terdengar aneh oleh Kris.

Kris menguatkan dirinya untuk tersenyum pada Jessica dan membalas tatapan dan pertanyaanya. “saya bisa soonbaenim..”

Sekarang giliran Jessica yang merasakan sakitnya. Soonbaenim, embel-embel itu membuatnya terasa jauh dari Kris. Ingin sekali ia menangis disaat itu juga, tapi ia tahan dan diganti dengan sebuah senyuman miris.

“baiklah. Jangan terlambat, Kris-ssi. Annyeong” kalimat terakhir sebelum Jessica meninggalkan Kris dalam ruangan kosong itu. Kris yang tertinggal sendiri hanya bisa menelungkupkan kepalanya diatas meja yang bertumpu pada kedua belah tangannya sambil bergumam kecil yang disambut oleh buliran air mata didetik berikutnya.

“annyeong Jessie..”

END

Hai hai! Nah hutangku udah terbayar satu nih . tinggal satu lagi . hehehehe.. suka? Apa garing? >.< . anw, maaf ya kalo banyak typo(s). seperti biasa, author malas baca kembali. Hehehehe..

FYI, foto diatas credit to the owner yaa.. dan kalimat yang bercetak miring adalah lirik lagu. Hayoo, siapa tau lagu apa ?? yap! Lagunya Huh Gak yang berjudul Hello. Itu versi inggrisnya. Kalian yang pengen denger versi inggrisnya, bisa langsung buka youtube lalu search dengan kata kunci “Hello Huh Gak Girltarist” . Nah, sih Girltarist ini yang cover lagunya Huh Gak ahjussi kedalam bahasa inggris.

Ah yaa,, ada syarat. Jika ingin part sequelnya “A Love” rilis, minimal komen di fanfict ini mencapai  60 komentar. Bukannya author muluk-muluk sih, author juga tak ingin dipuji. Kalian bisa meninggalkan komentar atau kritikan, tetapi jangan bashing yaa ^^

Oke oke.. stay tune yaaa . jangan lupa untuk pantau Embraced jugaa ^^

Annyeong~

48 thoughts on “Hello (Oneshoot)

  1. Hello, Flawless-san!
    Maaf baru komen sekarang, padahal bacanya udah dulu – dulu.
    Aku suka oneshoot-mu, disitu kamu bisa menggambarkan kerapuhan Kris dan Jessica dengan detail. Terima kasih atas fic yang menghibur ini!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s