Embraced (Chapter 7)

Title                       : Embraced

Cast                       : Jessica Jung ; Kris Wu ; Lu Han

Genre                   : Romance , Drama , School Life

Rating                   : PG-17

Length                  : Chapter

Poster                   : @icydork

Author Note      : This is surely my idea. All of the casts belongs to the God, their family and their agency. I just own the story. Don’t be plagiator. Show your support by Like and Comment in the end of reading. Thanks for the reader who always support my Fanfiction

Summary             : When you hoping all of this shit just in your dream, but in the fact you should face it. You can’t change the rule. This is your way. Will you still hope to move?

Flawless Jung Present

a new series Fanfiction

EMBRACED

Jessica POV

Kuangkat kepalaku dan menatap kearah yang ia suruh. Mataku mebulat sempurna karena pemandangan didepan kami. Pemandangan kota seoul pada malam hari yang sangat indah. aku bahkan seperti bisa melihat bintang yang berkelap kelip karena efek lampu kota.

“bagaimana kau bisa menemukan tempat seindah ini, Lu?” tanyaku takjub.

“aku sering kesini dulu, dengan papa dan mama..” balasnya

Aku menatap wajahnya. Tepat pada matanya yang membiaskan cahaya warna warni. Matanya seperti meberikan efek bersinar, dan itu membuatnya terlihat seribu kali lebih tampan.

“jess..” lagi-lagi aku melamun dan Luhan menyadarkanku.

“eoh?..”

“batalkan pertunangan kau dan Kris ge. Menikahlah denganku..”

Author POV

Entah apa yang berada di benak pria jangkung saat ini. Tangannya meraih selembar foto lama yang tampak sudah using termakan usia. Di foto itu ada seseorang yang ia rindukan. Victoria Song, mamanya yang menhilang 10 tahun lebih lamanya. Taka da ekspresi yang bisa dijelaskan. Hanya ekspresi datar yang terpancar dari ajah tampannya.

CKLEK

Bunyi pintu yang terbuka. Tampang seorang pria paruh baya, Hangeng Wu muncul dari balik pintu sambil tersenyum lebar.

“Kris..” panggilnya. Sedangkan yang dipanggil hanya menatapnya malas, tanpa berniat membalas panggilan orang yang ia panggil papa.

“ajaklah Jessica untuk mencari gaun terbaik untuk dipakai saat hari pertunangan kalian. Aku sudah menghubungi Yunho, dan ia sudah mengiyakan pertemuan kamu dengan putrinya pukul 4 sore nanti. Kau tidak ada kelas sore, kan ?”

Pemuda itu, Kris ia tak menggubris perkataan papanya. Matanya hanya menatap pada selebaran foto itu. Hangeng memandang pasrah anaknya dengan sebuah hembusan nafas yang berat. Ia sangat mengerti watak Kris yang menjadi sangat dingin dan tertutup saat kepergian Victoria.

“diammu kuanggap ia. Baiklah, selamat bersenang-senang dengan calon istrimu nanti. Jangan membuat harinya menjadi buruk.” Hangeng melangkah keluar kamar setelah itu. Ia menutup kembali pintu kamar putranya. Sedangkan Kris, ia masih tidak bergerak dari posisinya.

Sesuai dengan perjanjiannya, Jessica dipaksa oleh daddy-nya untuk mencari gaun bersama calon suaminya. Ia sudah menolaknya, tapi ayahnya bahkan tidak mendengarkannya. Dan sekarang, terpaksa Jessica duduk manis di sebelah Kris yang sedang menyetir.

“Soonbaenim..” panggil Jessica sambil melirik sedikit kearah Kris yang memasang wajah datarnya.

“kita tidak sedang di kampus Jess, jangan seformal itu padaku. Lagipula, kau calon istriku.” Balas Kris tanpa menatap pada Jessica.

Jessica menunduk dalam. Ia belum pernah berdua saja dengan orang asing seperti sekarang. Oh, well.. bisakah dibilang asing ? Kris calon suaminya yang mendadak dijodohkan padanya sedangkan setaunya Kris dan Sooyoung adalah pasangan terhangat di Seoul University.

“a..aku ingin membatalkan pertunangan ini Kris..” Jessica memberanikan dirinya untuk mengatakan hal yang ia inginkan tanpa bertele-tele.

“kenapa?” Tanya Kris singkat.

“em.. bukankah kau sudah punya Sooyoung?” jelas Jessica.

“bukankah kau yang sudah punya Luhan?” balas Kris. Jessica kalah telak kali ini. Ia tidak tau harus meng-iya-kan atau tidak. Setelah itu tidak ada percakapn diatara mereka hingga mereka memasuki area parkir sebuah butik khusus yang menyediakan gaun pengantin terbaru.

“kita seharusnya ke butik yang lain Kris, disini hanya menyediakan gaun pengantin untuk resepsi pernaikahan.” Jessica yang tampak bingung memperhatikan toko didepannya. Kris yang sedang mematikan mesin mobilnya menatap Jessica sekilas.

“sekalian saja, aku tidak suka pertunangan. Kita langsung menikah saja.” Kata Kris sambil membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil.

Jessica yang mendengarnya menatap punggung Kris kesal. Dengan sekali hentakan ia membuka pintu mobil dan menyusul Kris kedalam butik. Ia menatap Kris kesal, sedangkan yang ditatap hanya acuh tak acuh padanya. Jessica semakin kesal dibuatnya.

“kau tau aku tidak mau perjodohan bodoh ini Kris, lebih baik kita hentikan ini semua!” bisik Jessica sarkastik. Ia tak peduli lagi jika kenyataannya Kris adalah soonbaenim dikampusnya. Ia tidak perduli juga tatapan dari pengunjung butik yang lain yang sedang menatap mereka berdua.

“sorry Sir, may I help you?” seorang pelayan datang menghampiri Kris. Kris tidak memperdulikan Jessica yang terus-terusan mengomel disebelahnya. Ia tersenyum kepada pelayan butik tersebut dan menjelaskna keinginannya.

“tolong carikan gaun yang terbaik dan terbaru untuk pengantinku. Pastikan ia menjadi yang tercantik dihari penting kami” pesan pria itu. Sedangkan sang pelayan hanya mengangguk sambil membalas senyuman Kris yang mematikan itu.

Jessica menatap Kris yang ternyata bisa tersenyum itu hingga berkedip beberapa kali. Ia masih belum yakin dengan penglihatannya. Seorang manusia es bisa tersenyum. Ia pasti sudah gila.

Luhan POV

Jessica tidak bisa dihubungi sejak sore tadi. Entah kemana ia. Perasaanku tidak enak bercampur khawatir. Aku melangkah kaki keluar kamar menuju lantai bawah. Tapi langkahku terhenti saat mendengar percakapan via telefon antara Hangeng dan seseorang.

“pastikan Victoria baik-baik saja. Tolong usahakan yang terbaik untuk istriku.” Suara Hangeng terdengar sengau dari balik pintu kamarnya.

Aku memasang telingaku baik-baik. Entah apa yang dibahas melalui iphonenya itu dengan seseorang, tapi bisa kupastikan Kris-lah yang menjadi pembicaraan mereka.

“dia milikku yang paling berharga. Victoria satu-satunya.” Katanya lagi.

Aku sama sekali tidak bisa menangkap apa yang sedang menjadi pembicaraan mereka sampai seseorang menepuk bahuku . Seohyun. Mama-ku . aku menghembuskan nafas legaku, bisa kacau jika yang menangkapku sedang menguping adalah Kris atau orang lain.

“ada apa Lu?” Tanya mama padaku. Aku menggigit bibirku pelan. Entah bagaimana memulainya, tapi aku sangat penasaran tentang hal yang dibicarakan oleh Hangeng dengan seseorang tentang Kris. Aku yakin pasti mama tau hal ini.

Aku menarik lengan mama lembut menuju kamarku lalu menutup pintunya tak lupa menguncinya. Aku membawanya untuk duduk di ranjangku dan menatapnya penuh Tanya. Kurasa mama juga sama penasarannya denganku tentang apa yang ingin kutanyakan.

“ma..” kataku. “ada apa dengan Victoria ahjumma sebenarnya?” tanyaku

“apa maksudmu Lu?” mama malah bertanya balik padaku.

“aku tidak mengerti Ma, keluarga ini penuh rahasia. Tentang Victoria, tentang perjodohan bodoh, dan tentang percakapan yang melibatkan perempuan itu oleh Hangeng dipercakapan telfon tadi” jelasku padanya.

“kau menguping, Lu?”

“jangan bertanya Ma, kau pasti tau sesuatu. Jelaskan padaku.”

Mama menatapku. Pancaran matanya selalu saja begini jika panic. Aku tau betul, ia pasti mengetahui arah pembicaraanku. Tentang Kris yang dibicarakan oleh Hangeng dari telefon tadi. Terdengar hembusan nafas pelannya di telingaku.

Mama meraih tanganku dengan kedua belah tangannya. Lalu matanya menatapku sendu.

“Victoria, dia mengalami kematian otak sejak 9 tahun lalu”

Aku menatap mama. Pernyataannya serasa menggema berulang-ulang dalam otakku. Seorang Victoria yang dikenal sebagai mama seorang Kris Wu mengalami kematian otak ? bagaimana bisa ? lalu mengapa Kris tidak pernah diberi tau? Mengapa Hangeng tidak penah bercerita pada Kris sama sekali ? ini sangat sulit diterima, tapi bagaimanapun Victoria adalah mama Kris.

“tolong rahasiakan ini. Biar Hangeng yang mengatakannya pada Kris suatu hari nanti, Lu.. mama mohon..”

Aku tidak bisa membalas permintaannya. Semuanya mengalir dalam otakku, tentang Kris, Jessica dan Victoria. Apa yang membuat mereka saling terikat? Kris yang harus menikah dengan Jessica jika ia ingin bertemu mama-nya. Mengapa harus dengan syarat bodoh itu?

Jessica POV

Aku  menatap pantulanku pada cermin besar ini. Jessica Jung , kau disulap menjadi peri cantik dalam dongeng. Gaun panjang berwarna nude dengan permata cantik ditiap detailnya. Aku terlihat seperti orang lain.

“sudah siap nona? Kami akan membuka tirainya” sahut seorang pelayan dari luar.

“nee..”

Setelah mendengar balasanku, sang pelayan membuka tirai yang menutupiku saat berganti gaun tadi. Segera terlihat wajah dingin Kris yang sedang menatapi ponselnya. Bisa kupastikan ia pasti sangat bosan saat menungguku berganti gaun tadi.

“aigoo nona, kau sangat cantik” pelayan tadi memujiku dengan tatapan terpesonanya. Aku hanya tersenyum kecil sebagai balasan untuk sanjungannya.

“ehem..” suara dehaman Kris terdengar. Aku menatapnya dan mata kami bertemu.

“cantik. Yang ini saja..” lanjutnya. Aku sama sekali belum berpendapat dan ia telah meutuskan seenaknya. Dasar pria dingin !

“hei..!” seruku.

“apa?”

“kaubelum mencoba tuxedo-mu.. Cobalah dulu..”

“untuk apa? Aku akan tetap terlihat tampan bagaimanapun penampilanku.”

Cih, dasar. Kurasa rasa percaya diri dan urat malunya sangat kelewatan. Bagaimana bisa ia sangat percaya diri dengan penampilannya bahkan ia sendiri belum mencobanya. Sudahlah, aku malas berdebat dengan orang ini.

Aku mengangkat rok gaun yang kepanjangan ini agar tidak terinjak dan berakibat memalukan untukku. Tapi sayangnya, gaun ini lebih berat dari yang kukira.

Author POV

Jessica berusaha mengangkat ujung gaunnya yang masih saja menyapu lantai bagaimanapun ia mengangkatnya. Kris hanya melihatnya tanpa berniat membantunya. Jessica terlihat sangat kesusahan saat mencari anak tangga untuk turun hingga..

“awas!” seru pelayan yang berada diantara mereka.’

Jessica sudah siap dengan menutup mata. Ia sudah sangat pasti tubuhnya akan menghantam dinginya lantai diruang ganti itu. Tapi, rasa sakit tidak terasa, malah sebuah suara berat yang terdengar.

“sampai kapan kau mau begini? Kau itu berat tau” ketusnya.

Jessica membuka kdua kelopaknya secara perlahan. Kini untuk kedua kalinya, ia dan Kris berada dijarak sedekat ini. Kris menatap Jessica dengan mata dinginnya dan Jessica membalasnya dengan berkedip lucu.

Sekitar sepuluh detik mereka bertahan diposisi seperti itu hingga Jessica tersadar dan langsung melompat dari gendongan Kris. Kris merapikan kemejanya yang sedikit kusut dan Jessica menundukkan kepalanya. Pipinya memanas.

“cepatlah, kita akan segera pulang. Aku masih ada urusan lain” seru Kris sambil berjalan keluar dari ruang ganti diikuti pelayan butik. Jessica menatap punggung bidang pria itu.

“kau sebenarnya baik, Kris..”

Flashback

“batalkan pertunangan kau dan Kris ge. Menikahlah denganku..” suara Luhan memecah keheningan. Itu bukan pernyataan , tapi keinginan. Jessica menatap laki-laki bermata indah itu. Dia tidak tau harus bagaimana. Baginya, terlalu sulit untuk membangkang keinginan kedua orangtuanya, tetapi disisi lain, ia tau bahwa hatinya memilih Luhan.

“kuusahakan Lu..” akhirnya Jessica membalas sekenanya. Ia tak berani menjamin, mengingat kearsanya watak ayahnya. Ia tak ingin memberi harapan palsu untuk Luhan.

Luhan hanya bisa terseyum, lalu mengangkat kedua belah tangan Jessica meletakkannya dikedua belah pipinya. “hangat..” serunya. Jessica terkikik geli melihat kelakuan Luhan.

Malam diawal musim dingin itu membawa Jessica dan Luhan begitu menikmatinya, meskipun pada kenyataanya, mau tidak mau, suka tidak suka, Jessica telah dijodohkan dengan kakak tirinya, Kris Wu.

Flashback END

Jessica berguling didalam kamarnya. Ia tidak bisa memikirkan bagaimana cara menolak perjodohan ini. Ia tidak bisa berharap terlalu banyak dari Kris. Kelihatannya, Kris ingin melakukan perjodohan bodoh itu.

“arrrrghh!” erangnya. Baginya, seminggu ini adalah minggu terburuk dalam hidupnya.

“eonni, kau berisik!” itu suara Krystal yang juga berada didalam kamarnya, meminjam laptopnya untuk mengerjakan makalahnya. Jessica hanya mendengus kesal mendengar protes dari adik tersayangnya itu.

Kris POV

“kris, aku ingin bicara” kali ini Jessica, bukan Sooyoung. Belakangan Sooyoung tidak pernah datang menghampiriku lagi, kurasa ia malu kedoknya terbuka. Tapi baguslah, dengan begitu keadaanku seribu kali lebih tenang.

“ada apa?” tanyaku padanya.

“ikut aku..” Jessica menarik tanganku. Ia menarik lenganku itu ketaman belakang, tempat yang dulu pernah kami berdua datangi saat ospek berminggu-minggu lalu.

Sesampai disana, Jessica melepaskan genggamannya pada lenganku lalu membalik badannya menghadap kearahku. Ia menatap mataku yang menatapnya balik tak kalah intens.

“katakanlah alasanmu menerima perjodohan bodoh ini!”

“apa untungku?” aku balik bertanya.

Wanita didepanku ini mendengus kesal. Entah sudah yang keberapa kali aku membuatnya kesal dan memperburuk harinya. Ia seolah menahan batas kesabarannya saat berhadapan denganku.

“aku tau, kau pasti ada sesuatu yang disembunyikan. Kau bukan seseorang yang akan dengan gampang diatur.” Jelasnya.

Aku terkejut beberapa detik. Kami baru berkenalan sebulan lalu, dan ia sudah bisa menebak jalan pikiranku, bahkan sudah mengerti bagaimana prilakuku. Kurasa ia lebih baik kuliah dijurusan psikologi.

“mama..” kataku singkat

“mama? Seohyun ahjumma ?” balasnya bingung.

Aku menggeleng pertanda bukan. Ia semakin terlihat bingung.

“aku, menyetujui perjodohan bodoh ini, karena Hangeng Wu berjanji akan mempertemukan aku dan mama yang sudah 10 tahun lebih berpisah” jelasku.

Jessica mengerutkan keningnya. Sedih dan bingung, juga simpati. Ia seperti menyaring informasi yang ia dapat. Sebaiknya ia tidak merasa percaya diri bahwa aku menyukainya lalu meng-iya-kan perjodohan kami, karena itu tidak mungkin.

“kalau begitu, jika kau sudah bertemu dengan mama-mu, apa artiku buatmu?” tanyanya lagi.

“tidak ada.” Balasku singkat, lalu dengan segera aku beranjak pergi dari taman belakang. Kurasa penjelasanku sudah lebih dari cukup.

Luhann POV

Ini hari penting. Tidak buatku. Ini buat Jessica dan Kris. Aku menatap nanar Jessica yang baru saja turun dari mobil ayahnya. Ia tampak cantik dengan gaun berwarna nude itu. Sedangkan Kris, ia terlihat sedang duduk disofa sambil berbincang dengan beberapa kerabatnya yang lain.

“Jess..” sapaku. Ia mendengar lalu menatap kearahku sambil tersenyum. Sungguh, ia sangat cantik. Seharusnya, aku yang bersamanya sekarang, bukan Kris.

“Oppa ! kau tampan dengan tuxedo dan dasi kupu-kupu itu. Terlihat sangat cocok.” Pujinya.

“kau yang terlihat sangat cantik Jess..” balasku .

“gomaptaa..” balasnya pelan. Sejujurnya aku bisa merasakan bias kesedihan dari dandanan cantiknya malam itu. Sesuai dengan rencana kami seminggu lalu, ia akan berusaha untuk membatalkan perjodohan ini utnukku. Kuharap ia tidak berubah pikiran, mengingat beberapa hari ini ia terlihat dekat dengan Kris.

Jessica POV

Aku tak tau harus bagaimana sekarang. Perasaanku pada Luhan. Perasaanku pada Kris. Ini sangat rumit. Disatu sisi aku ingin bersama seseorang yang kusayangi, dan disisi lain ada pria yang sedang membutuhkan pertolonganmu, yah walaupun akhir dari pertolonganmu adalah sesuatu yang tidak baik.

Aku pamit pada Luhan yang baru saja bertemu denganku saat eomma menarikku kearah Kris Wu. HAri ini ia menggunakan tuxedo silver dengan dasi berwarna serupa. Tampan. Mungkin orang lain akan merutukiku bodoh, atau tolol karena berencana menggagalkan perjodohan dengan pangeran paling tampan ini.

“hai..” sapaku. Dan apa reaksinya? Dingin seperti biasa. Ingin sekali aku robek wajah sook cool-nya itu. Tapi keinginan itu terhenti saat mengingat bagaimana keinginannya untuk bertemu mama-nya begitu dalam. Kasihan pria ini.

“nah para hadirin yang berbahagia, mala mini, saya Hangeng Wu , akan melaksanakan acara pertunangan putra sulungku, Kris Wu dan putri sulung dari pemilik perusahaan Stonehenge Jawelry, Jessica Jung. Kemari putra-putriku..” sahut hangeng Wu yang ternyata sudah berada dipodium.

Aku bisa merasakan puluhan pasang mata menatap kami, tak terkecuali Luhan. Ia menatapku, tatapan paling sendu malam ini. Ingin rasanya aku berteriak untuk menghentikan perjodohan bodoh ini, tapi melihat aura kebahagiaan kedua orangtuaku, aku tidak ingin menjadi anak durhaka.

Sebuah tangan menggenggam tanganku. Menggenggamnya erat, tetapi lembut. Itu tangan Kris Wu. Ia membawaku kepodium kearah Hangeng yang sudah tersenyum lebar diatas sana.

“kau bisa menghentikannya jika kau mau Jess..”bisik Kris pelan kearahku. Aku diam saja, karena aku lebih berkonsentrasi pada langkahku. Bisa-bisa aku kembali bersutubuh(?) dengan lantai dingin ini jika aku ceroboh.

“kalian, putra putri yang kucintai. Malam ini kalian kurestui dalam ikatan pertunangan suci ini. Silahkan dear cincinnya..”

Seohyun ahjumma menunjukkan sekotak cincin yang berisikan sepasang cincin cantik. Taka da yang lebih indah dari cincin ini dimalam ini. Aku menatap Kris sekilas yang berbisik lagi padaku.

“kau masih punya waktu Jess..”

Setelah mengucap itu, Kris memasukkan cincin itu di jari manis kananku yang disambut tepukan tangan yang bergemuruh diruangan. Lalu giliranku. Aku menatap cincin itu dan meraihnya. Lalu pandanganku beralih pada Luhan yang menatapku cemas, dan lalu kearah Kris yang juga menatapku.

Kumantapkan hatiku, lalu dengan segera, kuloloskan cincin itu kejari manis kanan milik Kris.

“mianhae Luhan..”

To Be Continue

Hyaaaaa… jangan marah saya karena ceritanya semakin ga jelas >.< . Marah kepada Kris dan Luhan yang membuatku galau karena harus memilih antara keduanyaa. Mian mian readers >.<

Sepertinya bakal ada percepatan skip di chapter selanjutnya karena menghindari panjangnya Fanfict ini yang ujung-ujungnya akan buat readers bosan .__. Maaf juga buat typo(s) yang masih saja bandel berkeliaran di fanfict saya ._.V

Dah, itu saja cuap-cuapnya. Like dan komentarnya jangan sampai terlewat yaa karena hanya yang komentar akan dapat Passwordnya, arrasseo ? kekeke..

Annyeongg ~

68 thoughts on “Embraced (Chapter 7)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s