A Love (Sequel Hello)

Title                       : A Love

Author                  : Flawless Jung

Cast                       : Jessica Jung ; Kris Wu

Genre                   : Dramance (Drama-Romance)

Length                  : Oneshoot

Rating                   : PG-13

Poster                   : thanks to @hepidiana for this such gorgeous poster

Summary             : Memories always living between us, You and I.

NB : yang belum baca  dari awal, klik disini

Author POV

Waktu masih sore, batahari masih enggan masuk keperaduannya. Tampak seorang pria sedang duduk disalah satu kursi yang tersedia di kafetaria sebuah agensi ternama, SM Entertainment. Pria itu sesekali menyesap Americano-nya sambil memandang kearah luar kaca. Hingga seseorang berada didekatnya, tanpa ia sadari.

“Kris..” suara itu milik seorang wanita bertubuh kecil. Pria yang dipanggil itu mengangkat kepalanya, menatap kearah lawan bicaranya.

“ah! Annyeong Taeyeon soonbaenim..” sapa Kris sambil sedikit membungkuk memberi hormat.

“tidak perlu seformal itu, kita tidak sedang berada di depan kamera..”

“ahh.. nde noona.. oh ya, kau mau pesan minum?” tawar Kris pada wanita yang ia panggil Taeyeon Noona.

Wanita yang menjadi leader sebuah girlgroup ternama itu menggeleng pelan sebagai tanda penolakkannya. Ia menarik kursi yang terletak didepan Kris lalu mendudukinya. Kris hanya diam, dia memang pendiam, tipe yang tak akan banyak bicara, kecuali pada Jessica. Wanita yang sekarang berstatus mantan untukknya.

“Kris-ah.. Ini tentang Jessica..” Taeyeon membuka pembicaraan diantara keduanya.

Merasa nama wanita yang masih teramat dicintainya itu membuat darah pria cina kanada ini berdesir. Seperti ada magnet tersendiri saat mendengar nama itu disebut.

“a..ada apa? Apa terjadi sesuatu?” Tanya pria itu panic. Jujur saja, semenjak perpisahan mereka secara terpaksa tiga hari lalu, semua panggilan atau pesan singkat Kris untuk Jessica tidak pernah dibalas oleh wanitanya itu.

“ya. Sesuatu yang parah telah terjadi padanya..” balas Taeyeon singkat.

Air muka Kris berubah semakin panic. Ia hampir saja memukul meja didepannya, tetapi ditahan oleh kalimat yang terlontar dari bibir kecil Taeyeon.

“ia membutuhkanmu, Kris..” katanya. Perlahan prilaku pria itu melunak. Matanya memandang sendu, jika tidak ada siap-siapa disitu, ia pasti sudah menangis untuk yang kesekian kalinya lagi.

“Salah kalau kau berpikir ia bahagia dengan perpisahan kalian. Ini merupakan pukulan terberatnya dalam setahun terakhir ini. Yang ia lakukan setelah berpisah darimu hanyalah menangis sepanjang hari, menyendiri dikamar, jarang makan, dan sering mengigau..” jelasnya pada Kris.

Kris memandang Taeyeon dengan tatapan “katakana lagi semuanya, katakan juga bahwa Jessica masih mencintaiku”. Begitu kira-kira.

Taeyeon mendengus pelan setelah menjelaskan keadaan salah satu member yang sudah ia anggap seperti adiknya itu.

“ajaklah ia kembali padamu, hanya itu yang bisa mengakhiri mimpi buruknya, Kris..” Taeyeon tak perduli jika ia akan dimarahi Jessica karena mengatakan itu, ia hanya ingin semua adik-adiknya bahagia. Dan ia tau, bahagia Jessica ada pada Kris.

Kris mencerna perkataan Taeyeon. Sejujurnya ia juga ingin membawa wanita itu kembali padanya, tapi apa bisa? Dia tidak ingin Jessica merasa terpaksa untuk kembali padanya. IA tidak ingin menyakiti Jessica lebih dari yang pernah ia lakukan.

“aku akan berusaha Noona, gomawo..” kata Kris. Pada akhirnya ia menyanggupi keinginan Taeyeon untuk berbalikan dengan Jessica. Bukan keinginan Taeyeon saja, mungkin itu adalah keinginan semua yang mengenal Kris dan Jessica.

Taeyeon tersenyum dan sedetik kemudia mengelus kepala pria itu sayang. “aigoo-ya, anak baik. Ingat, bahagiakan Jessica, jika ia menangis karenamu, aku akan sangat menyesal karena telah memintamu untuk kembali pada Ice Princess satu itu.” Kata Taeyeon dengan ekspresi yang ia buat segalak mungkin.

Kris hanya tersenyum melihat perlakuan Taeyeon padanya. Ia lalu mengangguk sekilas dan kembal menyesap Americano-nya. “akan kupastikan ia bahagia denganku, noona”

Jessica Jung, wanita itu tampak sedang berada diruang latihan agensinya dengan berlembar-lembar kertas yang berisi lirik dari lagu yang akan ia tampilkan pada konser SM TOWN sebulan lagi. Lalu lembarannya terbuka pada bagian dimana ia harus menyanyikan sebuah lagu yang berjudul The Girl Who Can’t Break Up, The Boy Who Can’t Leave dari duo rap yang akan ia bawakan bersama leader EXO M.

“Yi Fan..” sebutnya tanpa sadar.

KRIEKK

Suara pintu ruang latihan terdengar berdecit, seseorang telah membuka pintunya dan masuk kedalamnya.

“Luhan ..?” serunya dengan intonasi pertanyaan. Dalam benaknya sekarang adalah bagaimana Luhan bisa berada disini, apa para member akan menggunakan ruangan ini untuk latihan?

“hi Jess..” sapanya. Pria yang berwajah jauh dari umurnya itu mendekatkan dirinya pada Jessica yang masih menatapnya bingung.

“panggil aku noona, Lu..” kata Jessica tegas.

“shireoyoo.. “ elak pemuda itu. Jessica mendengus kesal pada pemuda itu.

“ada apa, apa EXO akan latihan diruangan ini?” Tanyanya.

“aniyo, kami memang akan latihan disini, tapi tidak sekarang”

“lalu?”

“hei, duduklah dulu, apa kau tidak capek berdiri?” ajak Luhan pada Jessica yang masih menatapnya bingung. Tapi pada akhirnya ia menuruti pria itu dengan duduk diatas keramik bersebelahan dengan pria itu sambil menyenderkan tubuhnya pada kaca dibelakangnya.

“bagaimana keadaanmu?” Tanya Luhan.

“maksudmu?” kening Jessica semakin berkerut saat tidak bisa mencerna arah tujuan pertanyaan Luhan.

“bagaimana keadaanmu setelah perpisahan kau dengan Kris?” jelas Luhan.

Jessica tampak sedikit canggung saat Luhan mengingatkannya pada memori yang sedang tak ingin diingatnya. Saat nama Kris disebut, sekelebat ingatan memenuhi ingatannya, seperti film pendek yang menunjukkan ia dan Kris sebagai pemeran utamanya.

“a..aku baik baik saja Lu..” balas Jessica tergagap.

“jangan berbohong Jess, kita pernah dekat, aku tau betul bagaimana kau itu. Dasar ice princess.” Sergah Luhan. Jessica hanya tertunduk lemas. Luhan benar, ia berbohong pada Luhan, terlebih ia juga berbohong pada dirinya sendiri.

“perpisahan konyol kalian itu sangat tidak beralasan Jess. Aku tau kau hanya menghindari tindakan nekat dari para sesaeng fans. Tapi sampai kapan kau menghindarinya. Hadapi bersama Kris” saran Pria yang duduk disebelah Jessica itu.

Jessica hanya mengigit kecil bibirnya. Menaran air mata yang bisa saja tumpah detik itu juga. Tangan Luhan terangkat dan memengan kedua belah pipi Jessica kedalam dekapan telapak tangannya. Ia tersenyum sambil menghapus air mata yang hampir tumpah pada kedua sudut mata Jessica.

“perjuangkan apa yang pantas kau perjuangkan Jess. Pikirkan, apa Kris pantas kau perjuangkan? Apakah perasaanmu padanya pantas? Apa hubungan kalian sangat berharga sampai kau harus mempertahankan dan memperjuangkannya walaupun kau sudah jatuh terlalu sering”

Manik Luhan yang terekam jelas oleh iris mata Jessica seolah memberi dukungan pada hubungannya dengan Kris. Jessica tau betul ia masih sangat mencintai Kris. Jessica lalu mengangguk sekilas sambil tersenyum pada Luhan. Mata bulan sabitnya memancarkan sebuah kebahagiaan yang telah hilang saat direngut paksa beberapa waktu lalu.

“dan ingat Jess, jika Kris mengkhianatimu, katakana saja padaku. Yahh.. walaupun aku kalah tinggi, setidaknya aku lebih terlihat lebih muda darinya yang pada nyatanya aku adalah hyung-nya.” Kata Luhan tanpa melepas genggamannya pada kedua belah pipi Jessica.

Jessica sontok tertawa saat itu juga. Ia lalu dengan pelan melepas telapak Luhan yang menempel pada pipinya. “dasar rusa! Itu tidak ada hubungannya tau..” cibirnya.

“hahaha.. akhirnya kau tertawa juga.” Kata Luhan sambil mengacak rambut Jessica.

“gomawo, Lu.. kau yang terbaik”

“aku tau itu..” bangga Luhan pada dirinya. Ekspresi muka Jessica langsung berubah lagi.

“yah! Kau percaya diri sekali!”

Ini sudah sampai pada waktunya, pukul tiga sore, seperti yang dijanjikan, Kris dan Jessica akan latihan untuk lagu duet mereka. Diruang latihan yang sudah ditempati Jessica sedari tadi, tampak begitu sepi hingga sebuah dehaman membuat ia mencari arah suara itu.

“ehem..”

“masuk saja Kris..” pemilik suara itu ternyata Kris. Saat melihatnya diamabang pintu dan tidak bergerak, Jessica mengajaknya masuk. Diruangan itu, hanya mereka berdua. Lagi-lagi mereka dipaksa untuk berada disituasi secanggung ini.

“igeo.. kita akan duet lagu ini, kau sudah tau kan? Apa bisa kita latihan sekarang?” Tanya Jessica sambil menyerahkan sebuah lembar berisi lirik yang akan mereka bawakan. Kris hanya mengangguk sebagai jawaban. Jujur saja, Jessica merindukan Kris yang cerewet. Yang selalu memperhatikannya , bukan Kris yang dingin seperti ini. Tanpa Kris sadari, Jessica baru saja menghapus air mata yang  mengambang pada sudut matanya.

Latihan mereka dimulai, tidak sulit untuk Kris yang memang seorang rapper. Jessica tampaknya sedikit kesulitan , tapi dengan teknik menyanyinya ia terlihat mudah saja melaluinya. Keduanya latihan dengan keadaan canggung, bagaimana tidak, lagu itu seolah mencerminkan keadaan mereka.

Mereka akhirnya memutuskan untuk istirahat sebentar. Jessica meneguk air yang sudah ia sediakan, sedangkan Kris hanya menatapnya. Ia tidak membawa minuman apapun.

“mau?” tawar Jessica. Ia hapal betul, Kris selalu ceroboh soal ini. Ia sangat malas jika disuruh membawa minuman keruang latihan. Jadi, sebelumnya Jessica-lah yang selalu menyiapkan air minum untukknya.

Kris memandang botol air Jessica, biasanya ia langsung meminumnya tanpa ditawari terlebih dahulu. Tapi ini terasa aneh sekali, ia tidak biasa dalam keadaan seperti ini. Ia akhirnya mengangguk lalu menerima botol air Jessica, dan langsung meminumnya dari mulut botol yang sama. Jessica yang meihatnya tampak tersipu, sebenarnya hal ini sudah biasa, tapi untuk sekarang tidak.

Kris mengembalikan botol minuman itu pada Jessica. Jessica meraihnya lalu menutup mulut botol itu. “Kris, apa kau mau berjalan-jalan sebentar? Sepertinya kita berdua belum siap latihan.” Ajak Jessica.

“boleh, kita ke taman atap saja. Bagaimana?” tawar Kris pada yeoja-nya.

“nde..” sambut Jessica sambil menganggukan kepalanya sekilas.

Di taman atap ini, mereka pernah memulai segalanya dari sini. Saat itu ulang tahun Jessica dirayakan disini, dan Kris menyatakan cintanya disini pula pada hari yang sama. Jessica memandang sendu kearah Kris yang sudah duduk di bangku tempat biasa mereka duduk.

“duduklah..” ajak Kris sambil menepuk tempat kosong disebelahnya.

Jessica berjalan kearah Kris lalu duduk disebelahnya. Ia menghirup oksigen dalam-dalam. Rasanya sudah lama ia tidak kesini bersama Kris, karena dulu, saat mereka masih bersama, disini adalah tempat favorit mereka untuk berkencan.

Keduanya tenggelam dalam pikiran masing masing. Tidak ada yang bersuara hingga sebuah bersin menyadarkan keduanya.

“gwenchana Jess? Kau kedinginan?” Tanya Kris khawatir wambil membuka jaket yang menempel padanya lalu hanya menyisakan sebuah kaos putih tipis. Ia mengenakan jaketnya pada Jessica, tampak sekali pemuda itu cemas padanya.

“mau masuk saja?” Tanya Kris lagi.

Jessica menggeleng. “tidak Kris, aku masih mau disini” tolak Jessica sambil mengeratkan jaket Kris padanya. Sebenarnya ia sendiri sudah menggunakan hoddie, tetapi mungkin cuaca lebih dingin dari yang ia perkirakan.

“Kau tidak apa-apa Kris?”

“aku ini pria Jess, tenang saja..” balas Kris sambil tersenyum kearahnya. Ia merindukan senyuman itu. Senyuman yang membuatnya luluh kapan saja.

Keduanya kembali terdiam. Kris pada pikirannya untuk meminta Jessica kembali, dan Jessica yang sedang memikirkan bagaimana menjelaskan perasaanya pada Kris. Keduanya tampak seperti orang bisu yang sedang berkencan. Hanya ada suara angina yang menyapu gendang telinga mereka.

“hatchii!” Jessica melirik kearah suara. Kali ini Kris yang bersin. Kris menyentuh ujung hidungnya yang sudah memerah. Jessica sekarang yang khawatir, ia hampir melepas jaket Kris berniat mengembalikannya, tetapi dicegah oleh Kris dengan sebuah dekapan.

GREP

Jessica terdiam, ia tidak bisa menolak. Ia sangat senang, seperti  ada jutaan kupu-kupu pada perutnya. “begini lebih hangat” bisik Kris tepat pada telinga Jessica. Sedangkan Jessica sudah tampak mengembangkan senyuman terindahnya. Ia merindukan Kris.

“Jessie..”panggil Kris lembut.

Kris lalu melepaskan pelukan mereka, dan tangannya menggenggam erat kedua bahu Jessica. Ia sudah memikirkan dengan matang, ia mencintai waita didepannya itu. Ia menginginkan ia lebih dari apapun, karena ia tau, Jessica-lah alasannya tersenyum.

Jessica memandang kedua mata elang Kris. Aura dingin nya memudar berganti dengan aura yang ia rindukan. Ia bisa merasakan kehangatan dari seorang Ice Prince yang tak banyak diketahui orang banyak.

Kris menarik nafasnya, lalu menghelanya pelan-pelan. Ia sedang mencoba memberanikan dirinya.

“Jessie.. Would you be mine..?” akhirnya kata-kata itu meluncur dari bibir Kris. Jessica mematung didepannya. Inginnya melompat karena terlalu senang, karena Kris masih mencintainya. Tetapi otaknya masih sangat waras untuk melakukan itu.

“Sica..” panggil Kris karena ia tidak mendapat tanggapan dari Jessica. Jessica tersentak karena panggilan yang ia rindukan kini terdengar. Ia menatap Kris penuhb bahagia yang terpancar jelas.

“katakan sekali lagi, katakan..” pinta Jessica.

“Sica, would you be mine? Now and forever? “ akhirnya Kris mengatakan apa yang ingin ia katakan. Jessica menitikkan air mata yang sudah tidak terbendung. Ia teramat bahagia. Ia mengangguk cepat sebagai balasan untuk Kris.

“I would. I always would Yi Fan..” balasnya.

Kris langsung memeluk Jessica lebih erat dari yang pernah ia lakukan. Ia teramat takut akan kehilangan oksigennya lagi. Jessica membalas pelukan Kris dan menangis haru diam-diam. Ia merasa menjadi wanita paling beruntung saat ini.

“gomawo Sica-ah..”

“all I do is for us, you and I. Don’t ever say thanks stupid Yi Fan”

Keduanya memeluk erat ditempat pertama sejarah mereka bermula. Mereka kembali bersama pada tempat yang sama. Hanya, kali ini dalam suasana dan keadaan yang berbeda. Keadaan dimana mereka sudah mengerti bahwa mereka membutuhkan satu sama lain.

Konser sudah dimulai seperempat jam lalu, setelah penampilan Super Junior, Kris dan Jessica akan naik kepanggung untuk duet. Tampak Jessica yang berada dibelakang panggung sambil mengecek mic yang akan ia gunakan.

GREP

Seseorang memeluk pinggang rampingnya dari belakang, siapa lagi kalau bukan pria cina kanadanya, Wu Yi Fan.

“yah, Yi Fan-ah.. cepat bersiap-siap” kata Jessica sambil mencubit pelan ujung hidung pria tercintanya.

“aku sudah selesai. Sekarang aku sedang sekarat, aku membutuhkan oksigen-ku, jadi diamlah sebentar dalam keadaan begini Sicaa” kata Kris. Ia semakin mengencangkan pelukannya pada Jessica. Sedangkan Jessica diam saja menikmatinya. Percuma ia menolak Karena pada kenyataannya ia juga menginginkannya.

“AYO. Jessica Kris, standby ! Naik kepanggung sekarang!” seru seorang coordinator konser. Kris langsung melepas pelukannya pada Jessica dan menggenggam erat tangan mungil Jessica. Menuntunnya ketengah podium.

Saat lampu panggung menyala, tampak Jessica dan Kris dengan balutan gaun putih dan tuxedo berwarna senada. Mereka menyanyikan lagu yang telah mereka latihankan beberapa waktu lalu. Kebahagiaan jelas terpancar dari keduanya. Kris yang masih setia menggenggam tangan Jessica dan Jessica yang sangat senang menunjukkan senyum terbaiknya pada pria satu-satunya itu.

Lagu akhirnya mencapai ending yang membuat histeris para penonton. Bagaimana tidak, mereka mengakhiri penampilan mereka dengan berpelukan. Sontak berbagai macam seruan menghiasi arena pertunjukkan.

“Ehem!” Kris mengecek mic-nya apakah masih berfungsi. Saat ia sudah memastikan semuanya sesuai rencana, ia menarik pelan lengan Jessica, menuntunnya kearah depan tengah panggung. Sesampainya disana, ia menganggam lagi telapak tangan mungil itu.

“semalat malam semuanya. Sebelum kami turun panggung, aku ada sedikit pengumuman untu kalian semua” kata Kris kearah penonton yang berada didepannya.

“disini, aku sebagai Wu Yi Fan dan aku mencintai wanita disebelahku ini. Aku mencintai Jung Sooyeon, dan kami saling mencintai. Jadi kumohon pada kalian, restui kami. Kepada sone dan exotics, Jessica dan Kris tetap milik kalian, tetapi Wu Yi Fan adalah milik Jung Sooyeon, dan begitu sebaliknya” jelas Kris.

Penonton didepan sana semakin tidak terkendali ributnya. Tidak jelas apa yang para penonton teriakkan, tetapi suara bergemuruh jelas sekali terdengar mendominasi ruang pertunjukkan.

“kumohon, jangan lagi menyerang Jessica, Krystal, keluarganya, dan keluargaku. Aku mencintainya. Jika kalian melakukannya, sama saja kalian menyakitiku..”

“dan untuk para SONE, aku mencinta kalian sebagai Jessica, dan aku mencintai Wu Yi Fan sebagai Sooyeon. Bohong jika aku katakana aku baik-baik saja jika Yi Fan tidak berada disampingku. Aku akan memperjuangkan hubungan kami bagaimanapun jika ada dari kalian yang tidak suka dengan ini. Tapi kami juga pantas bahagia bukan?” suara Jessica terdengar sendu dan memelas. Ia memandang lautan pink dan silver yang mendominasi saat ini.

“kami akan memperjuangkan hubungan kami. Terimakasih untuk kalian yang merestui kami. Kami akan menampilkan yang terbaik untuk kalian sebagai seorang idola.” Tutup Kris pada pengumuman mendadaknya itu.

Kris mengajak Jessica berbalik kearah backstage, tetapi sebuah sorakan terdengar menggema memaksa mereka berhenti dan berbalik.

“KRISSICA!! KRISSICA!! KRISSICA!! KRISSICA!!”

Itu suara para fans, para penonton yang menyaksikan pengakuan Kris dan Jessica. Jessica menatap kearah para fans dengan telapak yang menutupi mulutnya, sedangkan Kris, ia memandang takjub kearah yang sama.

“TERIMAKASIH! KAMI CINTA KALIAN. SARANGHAE YEONGWONHI!” teriak Kris yang diiringi isak bahagia Jessica. Mereka berdua lalu membungkuk 90 derajat. Tidak ada yang lebih bahagia saat ini, ini saat yang paling mereka nantikan, pengakuan dan doa dari para pendukung mereka. Waktu yang sulit terasa sirna begitu saja dari ingatan mereka.

Bagaimanapun, Kris dan Jessica saling mencintai, Mereka telah memperjuangkan apa yang menurut mereka pantas untuk mereka perjuangkan. Sebuah cinta. Perasaan yang aneh dan rumit yang memaksa mereka untuk kuat berdiri bersama yang terkasih walaupun pada sebuah tebing curam. Sebuah cinta yang berakhir bahagia dipasti diselingi air mata. Dan kini, sudah saatnya mereka bahagia.

THE END

Habis sodara-sodara. Hahahahahahahahahaa (ketawa gila)

awalnya, FF ini ga jadi ku post, karena FF Hello komentnya kurang dari 60, sesuai yang ditargetkan. Tapi mengingat(?) banyak readers yang baik, jadi author putuskan untuk di post aja. Lagian sayang kan udah dibikn posternya malah ga dipost. hehehee

Author bikin ini disela-sela jam kantor, jadi mian kalo ada typo(s) – readers: author alibi ._.

Kekeke, gimana? Kurang sweetkah? Kurang pede sih kalo bikin FF yang berakhir happy ending, karena perasaan happy ending itu lebih susah daipada sad ending. Bener ga ? hohoho.. nah karena ini sudah terbit, sepertinya project dari Miracle in December akan segera rilis. Oh ya, Rilis perdana pada tanggal 13 yaaa.. jadi stay tune, karena aku Cuma akan share di JenongKece.

Okay yeoreobun! Annyeong!!!

38 thoughts on “A Love (Sequel Hello)

  1. Kyaa~ Terharu saya bacanya :’)
    Sweet banget sumpah >.<
    perjuangan mereka buat pertahanin cinta mereka itu keren banget (y)
    akhirnya happy ending, seneng banget🙂
    pas bagian terkhirnya ngerasa kaya beneran🙂
    dan semoga aja beneran.. :')
    Ok thor ditunggu karyamu yg selanjutnya🙂

  2. Aku nangis masa thor baca ending nya :’)
    Feel nya sangat sangat sangat sangat dapat tor :’
    Sumpah aku suka banget tho, 100 jempol buat author dan ff nya ^^

  3. Aigooo thor ak terharu bngt :’)
    Makasih bngt thor ud mau bikin sequel n nge post ff ini
    seneng bngt akhirny happy end
    Seandainy jd kenyataan y thor kkk😀
    Keep writing thor!

  4. Semua ff author kebanyakan buat dian nangis :’)
    Tapi gak apa apa!
    Ff nya bagus banget, ff buatan author semuanya bagus!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s