1st. Miracle in December (MID Project)

Title                       : Miracle in December

Author                  : Flawless Jung

Cast                       : Jessica Jung – Oh Sehoon

Genre                   : Bittersweet, Dramance

Rate                       : Teen

Length                  : Drable / Oneshoot

Disclaimer           : The beauty poster is belongs to @icydork and the cast belongs to their self.

Summary             : Right now, I’m trying to change who I am, and I know you’re not by my side, but it’s because of your love that I’m trying to change..

Author POV

Salju mulai turun sangat lebat sejak tadi malam. Hampir seluruh jalan tertutupi salju. Tak terkecuali bangunan-bangunan yang terdapat disekitar ibukota Korea Selatan, termasuk salah satu halte bus disalah satu kota teramai sekaligus jantung Negara, Seoul.

Salju masih turun sampai sekarang, walaupun tidak setebal kemarin, tetapi tetap saja hawa dinginnya masih terlalu menyesakkan tulang. Sangat dingin. Terlihat beberapa pasangan naik turun dari bus yang berhenti di halte tersebut. Tapi tidak dengan seorang wanita yang hanya menggunakan kemeja merah tipis dan celana jeans dengan high heels yang menempel padanya.

Sebut saja namanya Jessica. Wanita cantik itu melirik jam tangannya. Ia gelisah, sesekali ia menatap kearah ujung jalan. Ia tampak menunggu seseorang dihalte bus seorang diri. Pemakai bus sudah mulai berkurang. Tentu saja, ini sudah hampir lewat malam.

Jessica mengecek kembali jam tangannya. 8:45 PM KST, sudah 3 jam ia menunggu dihalte. Bus terakhir akan sampai beberapa menit lagi. Ia masih ragu, apakah akan menggunakan Bus, atau akan tetap menunggu seseorang menjemputnya.

Bus terakhir sampai beberapa menit kemudian. Beberapa orang turun dari bus dengan mantel yang tebal, Jessica menatap mereka iri. Dia sendiri sudah menggigil luar biasa, bibirnya sudah hampir memutih dan tangannya tak henti-hentinya mengosok satu dengan yang lainnya.

Supir bus menatap Jessica,  dan Jessica menatapnya balik. Lalu ia menggeleng. “tidak ahjussi, aku sedang menunggu jemputan.” Katanya pada supir paruh baya itu. Lalu supir bus itu hanya mengangguk lalu meninggalkan Jessica seorang diri di halte bus itu.

Jessica mengeluarkan lagi ponselnya, entah sudah yang keberapa kali. Ia kemudian menekan beberapa angka yang sudah ia hapal diluar kepala. Lalu menekan tombol panggil. Tidak tersambung. Ia menatap layar ponselnya lagi dengan tatapan sendu.

Ia menghela nafasnya untuk mengurangi sesak didadanya. “mungkin ia lupa..” gumamnya seorang diri. Jessica lalu beranjak dari kursi tunggu dan memutuskan untuk berjalan kaki hingga kerumah. Jam sudah  lewat seperti ini, sangat sulit mencari transportasi umum.

Memang tidak jauh dari rumahnya, sekitar berjalan kaki selama 20 menit, ia sudah sampai pada kediamannya. Ia memasuki kamarnya, dan mengganti pakaiannya. Lalu menatap pantulan dirinya dari dalam sana.

“apa aku akan demam?” tanyanya pada dirinya sendiri sambil meraba keningnya.

“Sehun! Ayo lanjutkan yang semalam, aku belum terima kau kalahkan!” seorang pria bernametag Byun Baekhyun memukul bahu temannya agak kuat dan itu membuat sipemilik bahu sedikit kaget.

“ya hyubg! Appha!” katanya sambil mengelus bahunya bekas pukulan tadi.

“bagaimana? Kau bisa kan?” Ulang baekhyun tanpa menghiraukan protes Sehun padanya.

“tidak bisa hyung, Jessica sakit. Eommanya menelfonku agar kerumahnya, karena Jessica terus mengigau” tolak Sehun, pria dengan rambut pirang dan pipi tirus.

“aigoo, noona tersayangmu itu jatuh sakit? Sayang sekali ya.. hehehe”

“ia. Dia menyusahkan sekali.” Tukas Sehun sambil melirik kesal kearah iphonenya. “lihatlah, aku mendapatkan 34panggilan dan 20 sms darinya semalam, benar-benar merepotkan” sambungnya sambil memperlihatkan isi ponselnya pada Baekhyun.

“apa yang ia tuliskan pada pesannya? Apa itu sangat penting? Mengingat banyaknya panggilan dan pesan yang masuk Sehun-ah?”

“aniyo, hanya semalam aku lupa menjemputnya. Lagipula, rumahnya kan dekat. Ia harusnya bisa pulang sendiri kan?” ujar Sehun. Baekhyun hanya menatap Sehun tidak percaya karena seingatnya semalam turun salju lebat, dan ia khawatir jika Jessica demam karena itu.

“Kau tidak menjemputnya dan tidak membalas pesannya karena tidak bisa menjemput?” Tanya Bakhyun, dan Sehun hanya menggeleng.

“kau gila? Kemarin turun salju lebat, dan mungkin saja Jessica menunggumu hingga larut lalu jatuh sakit. Kau harus minta maaf Sehun!” kesal Baekhyun. Walaupun Baekhyun teman baik Sehun, ia tetap tidak bisa terima jika ia memperlakukan Jessica seenaknya.

“dia yang bodoh kalau benar-benar menunggu! Aku tidak akan menunggu dalam salju setebal kemarin. Cih!” cibir Sehun. Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya pelan. Ia heran mengapa Jessica bisa menyukai pria sejenis Sehun. Jessica, terlalu baik untuk pria albino ini, pikirnya.

“Sehun-ah!” Jessica bangun dari kasurnya setelah mendapati Sehun masuk kedalam kamarnya. Senyuimnya terlukis sempurna dari wajahnya . Tapi tidak dengan Sehun, ia hanya melihat sekilas lalu duduk di ranjang Jessica.

“kau sudah makan Hun..?” Tanya Jessica .

“sudah.” Jawabnya singkat

“kau mau minum?”

“tidak.”

“atau kau mau kubuatkan sesuatu?”

“tidak perlu.”

“jadi kau mau apa?” Tanya Jessica pasrah.

“aku mau kau berhenti menggangguku noona.” Kata Sehun tegas. Jessica yang menatapnya langsung menunduk setelah kata-kata pedas itu menyentuh gendang telinganya.

“karena harus menjengukmu, aku tidak bisa main game dengan BAekhyun hyung sore ini. Dan juga semalam, kau terus menghubungiku hingga ponselku kehabisan baterai. Kau tau, kalau saja ponselku tidak mati, aku bisa mendapatkan chip terbaru semalam! Kau itu merepotkan!” kata Sehun. Pelan, tapi tajam.

Jessica mencerna baik-baik ucapan Sehun, lalu ia mengangkat kepalanya. Membalas tatapan Sehun, tatapan pria yang paling ia cintai.

“baiklah Sehun, jika aku hanya beban buatmu. Mari kita akhiri ini saja.” Kata Jessica tenang diiringi dengan senyuman terbaiknya. Sehun menatap Jessica lalu mendengus kesal. “eommamu menyuruhku kemari untuk menjengukmu, kau bukannya berterimakasih malah minta putus dariku? Baiklah, kita putus Jess!” kata Sehun tegas.

Ia kemudian beranjak dari ranjang Jessica lalu meraih jaketnya yang diletakkna pada meja belajar Jessica sebelumnya. Langkah membawanya kearah pintu keluar dari kamar Jessica.

“gomawo..”  kata Jessica pada Sehun. Langkah Sehun terhenti, tapi ia tidak membalik badannya.

“Gomawo Sehun-ah atas 5 bulan ini, dan juga terimakasih sudah menjengukku.” Sambungnya.

Setelah kaliamt itu berakhir, Sehun melangkahkan kakinya keluar ruanganan dan membanting pintu kamar Jessica keras. Eomma Jessica yang berada di kamar sebelah terkejut dengan suara dentuman,lalu beranjak keluar.

Ia mendapati sehun yang sudah berada diatas motornya. Tumben sekali Sehun tidak pamit padaku, pikir wanita paruh baya itu. Ia lalu melangkahkan kakinya kearah kamar Jessica lalu membuka pintu kamar putri tuggalnya itu.

“kalian ada masalah? Mengapa Sehun sampai membanting pintu, Jess?” tanyanya pada anak semata wayangnya itu.

“tidak eomma, kami baru saja putus. Itu saja” balas Jessica sambil menatap dan memberikan senyuman asam pada eommanya. Eomma yang sangat mengerti keadaan putrinya spontan menarik Jessica kedalam pelukannya, lalu mengelus punggung sang anak lembuit.

“gwenchana Jessie, kau anak eomma yang paling kuat. Lupakan ia, kau pantas dapat yang lebih baik, nak..”

Jessica tidak bisa membalas perkataan eommanya. Ia menangis didalam pelukan itu. Ia menggigit keras bibir bawahnya, mencegah suara isakan yang akan semakin membuat khawatir eommanya.

“kau kuat Jessie..” batinnya.

“kau putus?” Tanya pria berkuli kecoklatan, Kai.

“nee..” balas Sehun singkat. Sekarang Sehun dan Kai sedang berada di kantin sekolah, menikmati jam istirahatnya berdua.

“pantas saja tidak ada yang membawakanmu bekal hari ini.” Kata Kai. Sehun menatap Kai kesal. “aku juga tidak butuh makanan murahan itu” tukasnya.

“kau seharusnya bersyukur untuk semua yang Jessica lakukan untukmu. Jika aku jadi dia, aku mungkin tidak akan pernah menyukaimu. Kau itu bodoh karena melepasnya begitu saja..”

“kau mau? ambil saja” kata Sehun enteng. Hal itu membuat Kai geram. Bagaimana bisa sahabatnya m,enganggap rendah wanita yang sudah sangat baik padanya.

“hati-hati karma Oh Sehoon-ssi”

“tidak ada pocari hari ini? Tumben?” Tanya sehun pada dirinya sendiri saat mengecek lokernya. BAekhyun yang berada disebelahnya mendecak kesal.

“ck!”

“wae ?” Tanya Sehun pada hyungnya.

“tentu saja tidak ada pocari atau minuman apapun didalam sana, kan yang biasa menyiapkan untukmu Jessica. Kau sudah putus, jadi buat apa dia susah-susah memenuhi kebutuhanmu?”

Sehun diam saja, didalam hati ia membenarkan perkataan Baekhyun.

“sudahlah, cepat beli di kantin sebelum kelas renang dimulai” saran Baekhyun sambil berlalu meninggalkan Sehun yang mematung didepan lokernya.

“aku akan pergi Sehun..” wanita bergaunputih itu membalikkan badannya perlahan sambil berjalan memunggungi Sehun.

“jangan noona! Kenapa..? Jangan pergi!” Sehun meraba-raba sekelilingnya berharap bisa menggapai wanita yang meninggalkannya itu, Jessica.

“maaf Sehun, aku mencintaimu..” balas Jessica tanpa melirik kebelakang.

“noona!” teriak Sehun. Peluh membanjiri badannya. Mimpi. Tapi mengapa terasa begitu nyata. Sehun menatap jam dindingnya, pukul 2.15 AM KST. Masih sangat pagi. Sehun lalu beranjak dari kamarnya menuju dapur, ia mengambil segelas air lalu meminumnya.

Perutnya tiba-tiba lapar, ia mencari makanan yang mungkin bisa dimakan . Tapi nihil. Ia hanya menemukan sekotak coklat dengan bungkusan merah muda dan sebuah tulisan diatasnya “untuk Pangeran Tampanku, Oh Sehoon”

Sehun meraih kotak coklat itu lalu membawanya keruang tamu. Ia meletakkannya diatas meja lalu membukanya. Cokalt ini pemberian Jessica saat mereka merayakan 5 bulan hubungan mereka. Sehun mendapati secarik kertas didalam bungkusan. Dibukanya kertas itu dan mendapati sebuah paragraph hasil tulisan tangan Jessica.

To: Pangeran Tampan-ku, Oh Sehoon.

Sehoon-ah, happy 5th monthsarry. Kekeke.. aku hanya bisa membuatkan coklat untukmu, itupun hasilnya sedikit meragukan. Tapi kumohon makanlah walau sedikit, karena aku membumbuinya dengan cintaku yang banyak untukmu. Semoga kau menyukainya, seperti aku menyukaimu. ^^

From : Jessica Jung yang mencintaimu

Sehunmenutup kertas itu setelah membacanya lalu menaruhnya disamping sekotak coklat itu. Tangannya meraih sebuah coklat berbentuk hati yang berada ditengah. Sebenarnya, hasilnya tidak sangat jelek. Bentuk-bentuk cetakannya lumayan rapi untuk seseorang yang jarang memasak seperti Jessica.

Sehun menggigit coklat yang ia ambil dan membiarkan coklatnya melumer dalam lidahnya.

“enak, tidak buruk” katanya. Entah kepada siapa.

Semua siswa berkumpul pada majalah dinding sekolah dari apgi. Mungkin ada berita sangat penting hingga mereka rela berdesak-desakkan didalamnya. Sehun yang baru sampai di sekolah menatap kerumunan itu heran lalu rasa ingin tau-nya membawanya kedalam kerumunan itu.

“kau baca beritanya? Sayang sekali. Padahal ia sangat cantik”

“katanya ia baru saja putus dari namjachingunya beberapa hari lalu”

“malang sekali, nasibnya tidak secantik wajahnya”

“semoga ia tenag dialam sana”

Sehun menangkap beberapa pembicaraan ditengah kerumunan itu. Keningnya berkerut, sibuk memikirkan siapa yang mereka bicarakan. LAngkah kakinya semakin mendesak kedalam, lalu membawanya kebarisan paling depan dari kerumuman didepan majalah dinding itu.

Matanya membulat sempurna. Tubuhnya kaku tak bereaksi dengan apa yang ia lihat. Sebuah foto dan beberapa kaliamat didalamnya. Foto yang berisi wajah wanita yang tersenyum begitu cantik.

Rest In Peace : Jessica Jung Soo Yeon

Lahir : April 18th 1994

Meninggal : December 20th 2013

“sehun-ah! Apa yang terjadi pada Jessica? Minggu lalu kau menjenguknya, kan? Apa ia demam parah?” Tanya Baekhyun yang entah sejak kapan sudah berada disebelah Sehun sambil menatap kearah yang sama.

Sehun tidak merespon. Ia mendadak bisu. Semuanya terasa nyata. Memorinya kembali berputar pada mimpi nya tdai malam. Ia lalu berhenti menatap pengumuman itu dan berjalan menunduk kearah kelas. Panggilan Baekhyun tidak mengganggunya, Ia seakan tuli dan bisu saat itu juga.

Ia lalu memasuki kelasnya, lalu menduduki bangku seperti bisa. Ia melewati setiap jam pelajaran dengan baik. Tak sedikit yang menatapnya heran, karena satu sekolah mengetahui bahwa Jessica dan sehun pernah menjadi sepasang kekasih.

Jam pelajaran usai, murid sudah pulang dan sekolah mulai sepi. Tapi Sehunmasih duduk dibangkunya sambil memandang kosong kedepannya. Kai dan Baekhyun sudah membujuknya untuk pulang, tetapi Sehun tidak menggubrisnya.

Ia kemudia menutup wajahnya dnegan kedua telapak tangannya lalu terdengar suara isaka kecil yang semakin membesar. Yah, Oh Sehoon menangis dikelas sepi itu. Matahari mulai temaram, dan sinar kuning-jingganya memasuki ruang kelas Sehun dari jendela, keadaan itu semakin membuat suasana sangat dramatis. Sehun menyadari, menyianyiakan seseorang yang sangat berharga.

December 25th 2013

Pria itu membawa sebuket mawar merah muda. Langkahnya terhenti pada sebuah gundukan yang hampir kering. Gundukan dengan salib diatasnya, dan dengan ukiran nama seorang wanita yang baru ia sakiti beberapa waktu lalu. Jessica Jung.

“annyeong Jess.. maaf aku baru bisa melihatmu hari ini. Maaf Jess..” sapa Sehun, pria yang membawa sebuket mawar merah muda itu.

“ini, kubawakan sesuatu yang kau sukai. Aku mendengar kau menyukai mawar merah muda dari taeyeon, teman sebangkumu.. Maaf, aku tidak pernah tau itu..” katanya lagi sambil meletakkan buket bunga itu diatas gundukan tanah itu.

“sehun? Oh sehoon!” sapa seorang wanita paruh baya yang dikenali Sehun sebagai eomma dari Jessica.

“annyeonghaseyo ahjumma..”sapa Sehun balik sambil membungkukkan tubuhnya.

“nee, annyeong Sehun-ah. Bagaimana kabarmu?”

“a..aku..”

“kau pasti baik-baik saja bukan?” potong eomma Jessica sambil tersenyum menatap Sehun. Senyum yang sama seperti yang Jessica berikan.

“ini, ada titipan Jessica untukmu. Maaf baru memberikannya, aku baru bertemu denganmu hari ini soalnya..” sambung wanita itu.

“surat..?”

“nee.. bacalah..”

“tapi.. Jessica, mengapa ia bisa seperti ini?” Sehun akhirnya berani bertanya perihal kematian wanita yang merubahnya ini. Si wanita paruh baya menatap Sehun dan tersenyum sebelum menjelaskannya.

“ia awalnya hanya demam ringan, tetapi keadaanya semakin memburuk saat terakhir kau kerumah. Itu saja. Sudah, ahjumma pulang dulu ya, kau temani Jessica berbicara sebentar, ia pasti merindukanmu..”

Sehun tidak bisa berkata apa-apa. Ia membiarkan ahjumma itu pergi dan meninggalkan ia sendiri. Ia kembali menatap kearah seseorang dibalik gundukan tanah. Ia kemudian mensejajarkan tubuhnya. Matanya mendapai surat yang masih terlipat rapi ditangannya.

Surat. Ya, sesuatu yang dititipkan Jessica untuk Sehun adalah sepucuk surat.

Annyeong Sehoon-ah

Jika kau membaca surat ini, mungkin kita tidak bisa bertemu lagi. ^^

Aku tidak bisa merangkai sebuah cerita, jadi kutulis saja apa yang kurasakan.

Aku mencintamu. Sangat.

Maaf karena aku selalu merepotkanmu, itu bukan maksudku untuk merepotkanmu Sehun. Maaf..

Dan, bolehkah aku protes padamu? Saat terakhir kita bertemu aku sedang sakit. Kau bahkan tidak menanykana kabarku, tidak mengkhawatirkanku, kau malah membentakku.

Aku kecewa Sehun-ah. Tapi aku tidak bisa marah, apalagi membencimu.

Aku meminta perpisahan, bukan berarti aku tidak mencintaimu, aku hanya tidak ingin kita saling menyakiti.

Terlambat memang, seandainya ada keajaiban dibulan Desember ini aku ingin  bisa memutar waktu, aku ingin sekali mencabut kata-kataku. Tapi sayang, aku tidak punya time machine, dan keajaiban hanya ada dalam dongeng . hehehe

Sudahlah, hiduplah yang baik Sehun-ah. Umurmu sudah tua untuk tetap focus ada gaming, KAu sudah harus focus pada ujian akhir.

Jangan mengecewakan orang tuamu, dan aku ^^. Kekeke

Jaga dirimu, Prince.

I’ll love you, till the death separate us.

From the one who always  love you

Jessica Jung

Sehun melipat kembali suratnya lalu memasukkannya kedalam sakunya. Ia menatap kearah langit, menjaga agar air matanya tidak jatuh, tapi ia tidak bisa. Air mata itu sukses menyusuri wajah tampannya. Ia bahkan terisak pelan dan semakin keras.

“mianhae Jessi.. maafkan aku..maaf” racaunya tidak jelas dengan air mata yang terasa tidak akan pernah kering.

Pria itu menempatkan dirinya disebelah gundukan itu. Ia tidak peduli dengan salju yang mulai turun dari langit. Matanya yang sembab dan bibirnya yang mulai memucat. Ia masih tidak bisa memaafkan dirinya sendiri. Meski bukan keinginannya, ia merasa ialah yang menjadi penyebab ini semua.

Ia kembali menangis, tapi dalam diam. Ia menutup matanya dan mengigit pelan bibir bawahnya. Penyesalan. Ia menyesal. Tapi untuk apa? Mulai sekarang, Jessica hanya akan hidup dalam kenangan. Ia tidak akan pernah lagi merasakan perhatian wanita itu. Semuanya sirna dengan perginya anita itu untuk selamanya.

“dasar pria bodoh..” gumamnya pada sepi bersalju malam itu.

END

Yap yap ! ini dia debut untuk Miracle in December Projed (MID Project).

Di Miracle in December tokoh utama pria-nya adalah Sehun karena ia menang telak dari Suho . Chukkhae Sehun /plokplok/

Suka suka? Ahh~ aku belum pernah bikin FF Hun-sica sebelumnya. Jadi kumaohon, jiak tidak suka, sukakan saja (?) .hahaha

Nah, jadi project selanjutnya dari MID adalah Christmas Day, siapa yang akan jadi pemeran prianyaa??? Hehehe.. akan jadi kejutan untuk kalian semua. Nah, jangan lupa tinggalkan komentar pada kolom komentar yaaa ^^

Siders? Sudahlah, aku malas membahasnya. Biarkan saja.

Annyeong^^

Nb : typo(s) jangan diragukan lagi & umur Jessica kubuat seumuran dengan Sehun saja ya. Biar enak bacanya ^^

52 thoughts on “1st. Miracle in December (MID Project)

  1. huhu sedih T^T
    gimana hun? nyesel gak? itu akibat kamu nyia-nyiain jessica, padahal jessica baikl banget lhoo..masa sehunnya tega😦
    waktu jessica udah pergi, nyesekkan? pasti! huhu #emosi

    keren! bikin mewek
    keep writing^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s