2nd. Christmas Day (MID Project)

Title                       : Chirstmas Day

Author                  : Flawless Jung

Cast                       : Jessica Jung ; Luhan

Genre                   : Dramance ; Fluff ; Married Life ; TOTALLY ABSURD

Rate                       : PG-17

Length                  : Drabble / Oneshoot

Disclaimer           : I just own the story and poster. I don’t own the cast and their life. (if you wanna request my help for your fanfiction cover/poster you can submit it here)

Summary             : The only one I want to be my Christmast Day is You, even just one night.

Author POV

Desember. Apa yang paling dinantikan dibulan ini? Tahun Baru? No No No ! Pria itu jelas jelas membulatkan angka 25 besar-besar dengan spidol merah pada kalendernya. Natal. Christmas Day. Ini akan menjadi natal pertama yang ia lewati dengan sangat bahagia.

Tidak berarti ia tidak bahagia pada natal ditahun sebelumnya, hanya saja tahun ini sangat special. Lihat saja, jam di atas piano miliknya masih menunjukkan pukul 8.48 tetapi pemiliknya sudah bangun dan mulai sibuk mendekorasi rumahnya dengan nuansa natal. Hiasan dengan dominasi warna hijau-merah memenuhi disetiap sudut ruangan.

“apa yang membuatmu bangun sepagi ini, Lu?” seorang wanita separuh baya baru saja keluar dari kamarnya, lengkap dengan piyama dan rol yang melekat pada rambutnya.

“natal” jawab pria manis itu. Luhan, putra tunggal dari keluarga Xi. Sepanjang mengerjakan hiasannya, senyuman tidak pernah lepas dari wajahnya. Entahlah, sepertinya kepalanya terbentur sesuatu, mungkin. Atau ia baru saja bermimpi bertemu dengan Santa Claus yang mengharuskannya mendekorasi satu rumah.

Wanita yang biasa dipanggil Luhan dengan sebutan mama hanya menatap putra semata wayangnya heran, lalu mengedikkan bahunya dan berlalu kearah dapur. Ini terlalu langka, seorang Luhan, raja tidur dirumah itu bangun dihari sedingin ini hanya untuk mendekorasi rumah. Ini terlalu aneh untuk sang ibu, dan mungkin keluarga besarnya.

Flashback

“apa permohonanmu untuk kado natal kali ini?” Tanya seseorang pada Luhan. Hari ini kelas pertama dibulan Desember. Masih seperti biasa, hanya saja ssering terlihat jalanan yang biasanya kosong sekarang tertutup salju tipis.

Luhan menatap temannya itu, lalu mendekatkan wajahnya pada temannya.

“kau mau tahu Suho-ya?” balasnya. Pria yang dipanggil Suho itu bergidik ngeri melihat sengiran Luhan yang menurutnya menakutkan itu.

“eung” jawab Suho dengan anggukkan kepalanya.

“aku menginginkan dia sebagai kado natalku” jawab Luhan sambil menunjuk seseorang yang berada diruang sama dengan mereka dengan dagu lancipnya.

“di..dia?”

“ndee..” balas Luhan. Ia kembali memangku wajahnya dan menikmati siluet wanita yang dirunjuknya tadi dengan senyum-senyum yang membuat Suho semakin merasa ngeri.

Suho menatap rekannya yang hanya sibuk menatap wanita yang ia tunjuk tadi. Pikirannya dipenuhi petanyaan. Seorang Luhan menginginkan wanita sedingin Jessica Jung sebagai kado natalnya. Terlalu aneh.

Lihat saja, wanita yang bernama lengkap Jessica Jung Soo Yeon hanya duduk berteman dengan buku tebal dan kacamata tebal. Selera fashion yang terlalu ketinggalan jaman, dan lagi Suho tidak pernah mendengar adanya kasus percintaan Jessica dengan pria lain dikampus ini.

“kau yakin? Dia.. Jessica Jung??” Tanya Suho sekali lagi. Ia hanya ingin memastikan bahwa Luhan tidak salah menunjuk atau matanya salah melihat.

“I’m really really sure Joonmyun-ah. Hanya dia yang aku ingin jadi kado natalku.”

Luhan POV

Katakanlah seleraku  aneh. Aku tidak akan peduli. Aku hanya peduli dengan siapa yang aku cintai saat ini. Dan tolong rahasiakan ini. Anita yang kucintai itu, sangat cantik! Jangan pernah memberi tau yang lain! Aku hanya ingin menjadi satu-satunya yang melihatnnya cantik.

Berawal dari dua bulan lalu, saat aku melihat ia menemukan anak kucing yang  dibuang diperempatan jalan depan rumahku ditengah hujan. Ia membawa payung orange-nya menutupi hujan dari anak-anak kucing itu. Aku melihat ia membungkuk lalu mengendong anak kucing itu dalam pelukannya dan membawanya pergi. Entah kemana, tapi sejak saat itu, aku menyadari kecantikannya. Hatinya.

Ada satu hal lagi yang membuat jantungku berdetak lebih heboh dari sebelumnya. Sesuai agenda keluargaku setiap tahun, kami sekeluarga akan berkunjung ke beberapa panti asuhan yang berbeda setiap tahun untuk melakukan pelayanan terhadap Tuhan. Dan apa yang aku temukan saat itu? Jessica Jung. Rupanya selama ini ia bekerja sebagai seorang sukarelawan yang mengurusi anak-anak panti asuhan itu.

Aku bisa mengingat dengan jelas, bagaimana ia menenangkan Brian yang terjatuh dari ayunan, atau bahkan mendongengkan tentang Yesus dan kerajaannya pada Maria. Sekali lagi, hatinya terlihat sangat cantik. Sejak itu, aku memutuskan hanya ia yang aku inginkan sebagai kado natalku tahun ini.

“apa yang kau lakukan Lu?” mamaku menemukanku sedang sibuk dengan beberapa tepung, gula dan coklat bubuk dengan pecahan telur dimanamana.

“aku sedang membuat Christmas cookies maa..” jawabku santai.

“ini namanya memberantakan dapur sayang. Kalau ingin makan cookies, katakana pada mama, mama akan buatkan untukmu”

“shireo! Aku ingin membuatnya sendiri” tolakku pada tawaran mama yang terdengar sangat bagus. Bagaimana tidak, cookies mama adalah yang terbaik dilidahku.

“kau ingin memakannya sendiri atau…”

“hehehe..”

Kami berdua tertawa dan tersenyum penuh arti. Mama mengerti akan keinginanku, jadi ia meninggalkanku dengan senyuman  pemberi semangat. Beliau mama yang paling baik!

“Jessica. Ini untukmu” kataku sambil memberikannya sekotak cookies yang kubuat semalaman padanya. Ia menatapku lalu beralih pada sekotak cookies tadi. Ini bukan pertama kali kami  berbicara, tapi ia masih saja terlihat canggung.

“ah. Gomawo Luhan-ssi” balasnya.

“Luhan. Jangan panggil dengan embel-embel itu.”

“ah, nee.. mianhae Luhan” ulangnya. Ia menerima sekotak cookies itu lalu membukanya. Matanya terbelalak aat menemukan isinya. Beberapa cookies berbentuk abstrak dengan warna yang bisa dikatakan hampir gosong menghitam.

Author POV

Jessica tersenyum melihat isinya. Lalu ia memandang pria didepannya dengan senyuman yang masih sama. Luhan yang tiba-tiba menerima senyum yang diidam-idamkannya bersorak girang didalam hati.

Dengan pelan-pelan Jessica membuka bungkusan cookies itu dan mengambil salah satunya. Bentuknya seperti hati, tapi dengan ukuran yang besar sebelah. Jessica tersenyum sebentar lalu memasukkannya kedalam mulutnya.

Luhan menatapnya dengan penuh harap. Jujur saja, ia sama sekali tidak mencicipi hasil buatannya itu sama sekali. Ia ingin Jessicayang menjadi orang pertama yang mencicipinya.

“ottheo?” Tanya Luhan.

Jessica mengangkat wajahnya menatap Luhan, lalu tersenyum lagi . “enak.”

Senyum luhan tergambar jelas, tidak ada yang lebih baik daripada menerima pujian dari seseorang yang ia cintai. Tangan Luhan terangkat lalu menyentuh ujung poni Jessica yang hampir menutupi matanya dan menyelipkannya dibelakang telinga Jessica.

“jangan menyembunyikan kecantikanmu padaku. Kalo pada yang lain harus kau sembunyikan rapat-rapat, arrasseo?” katanya pada Jessica. Jessica membulatkan matanya, jujur saja, ini kali pertama seorang pria memperlakukannya seromantis ini setelah appa-nya.

Jessica hanya mengangguk dan menenggelamkan wajahnya dalam-dalam. Rasanya ia ingin menghilang dari depan Luhan saat ini juga, ajahnya sudah sangat memerah , seperti kepiting rebus.

“aku ingin kau coba mengganti gayamu Jess.. Coba dress ini” kata Luhan sambil menyodorkan sebuah dress putih selutut yang ia temukan dietalase toko yang mereka berdua datangi.

Jessica menatap dress itu. Ia juga menyukai corak dan desain dress itu, tapi sayang.. Ia masih sangat takut mencoba gaya baru. Ia lalu menatap Luhan lalu menggeleng pelan.

“kau tidak mau coba?” Tanya Luhan memastikan.

“tidak.”balas Jessica. Ia sudah siap jika Luhan marah. Tapi yang ia dapat malah sebaliknya.

“arrasseo, kajja. Kita temukan yang kau suka saja” kata Luhan riang sambil mengenggam tangan Jessica dan menariknya keluar dari toko itu setelah meletakkan dress itu ketempatnya lagi.

Jessica membulatkan mulutnya. Baru pertama kali ia tidakdimarahi setelal ia menolak sesuatu. Luhan berbeda. Ia lebih mementingkan perasaan Jessica, dari pada keinginannya melihat Jessica memaki dress itu.

Bisa dipastikan, Jessica mulai berharap lebih pada Luhan.

Jessica POV

Apa yang aku lakukan pada penampilanku hari ini? Tidak ada kacamata, tidak ada kepang dua, tidak ada rok semata kaki. Hari ini aku menggunakan sesuatu yang berbeda. Contact Lens, rambut yang terurai dan gaun bermotif bunga selutut dan hak tinggi.

Aku melihat penampilanku didalam cermin. Semua ini bukan milikku kecuali contact lens ini. Semua ini milik Krystal. Aku hanya meminjamnya. Sekali lagi aku memastikan penampilanku. Sempurna.

Aku meraih tasku dan sebuah jaket tebal yang kugantung dibelakang pintu. Apa ia akan menyukai penampilanku yang seperti ini?

Aku sampai dikelas kesiangan. Tapi untuknya kelas pertama belum dimuali, tetapi kelas sudah dipenuhi mahasiswa. Hanya bangku-ku yang masih kosong. Aku melirik sebentar dari sudut pintu, menarik nafasku pelan dan menghembuskannya. Baiklah Jessica, kau harus bisa.

Aku melangkahkan kaki memasuki kelas. Suasana masih biasa saja sampai seseorang berteriak.

“hei nona, apa kau tidak salah kelas?” itu suara Suho. Aku mengangkat kepalaku yang otomatis bertemu dengan mata Suho.

“neommu yeoppo! Yah! Kau anak baru? Sini duduk disebelahku! Yak Luhan, pindah. Biarkan anak baru itu duduk disebelahku”

Suasana kelas menjadi kacau. Ini pertama kalinya aku mendapat perhatian seisi kelas. Biasanya mereka tidak merasakan keberadaanku. Aku hanya bisa berdiri didepan, tidak bisa bergerak. Rasanya aku akan pingsan. Oh Tuhan!

“sini, ikut aku!” seseorang menarik lenganku meninggalkan kelas menuju ruang seni. Luhan.

Aku didudukkan dikursi pianis dan Luhan disebelahku. Aku bisa mendengar deruan nafasnya begitu jelas. Kami duduk sangat dekat sekarang. Dan bahkan bahu kami bersentuhan.

“sudah kukatakan sangat jelas Jess, jangan memperlihatkan kecantikanmu pada orang lain. Hanya aku yang boleh melihatnya”

DEG!

“ka..kau mengenaliku?”

“tentu saja pabo” kata Luhan dan ia mengetuk kepalaku kecil. Aku meringgis dan mengerucutkan bibirku kecil. Tapi jauh didasar hatiku, aku menyukainya. Disaat orang lain tidak menyadari perubahanku, Luhan menyadarinya.

“jangan mengenakan hal-hal yang tak kau sukai Jess..”

Aku diam saja. Memang benar, hak tinggi ini terlalu menganggu, dan gaun ini terlalu tipis. Belum lagi lensa mata yang membuat mataku kering. Aku benar-benar tidak nyaman dengan ini semua.

Hanya dia yang mengerti. Luhan. Hanya dia yang menyadari semuanya.

“sebagai hukumannya karena telah melanggar janjimu, maka.. menikahlah denganku”

Luhan POV

Bisa kulihat ia bersemu merah. Bukan karena blush on yang jelas-jelas tidak pernah ia pakaikan pada kedua pipinya itu. Diam-diam aku juga merona, hah.. biar saja. Entah ide gila dari mana yang membuatku melamarnya disaat seperti ini. Dihari bersalju, diruang seni, tanpa cincin. Parah sekali.

Aku menatap Jessica. Matanya. Indah sekali. Jujur saja, aku seperti terhipnotis setiap kali melakukan kontak mata dengannya. Ia masih pada posisinya seperti tadi. Sama sekali tidak bergerak.

Kusentuh bahunya pelan. “hei, ayo.. menikahlah denganku” kataku lagi. Sudah! Katakan saja aku gila. Karena aku memang gila. Lamaran aneh bin ajaib. Luhan, tamat sudahlah reputasi yang selama ini kau jaga didepan Jessica.

Author POV

“enghh..” Jessica bergumam. Ia masih tidak percaya apa yang ia dengar barusan. Apa ia boleh menganggap dirinya gila karena berkhayal terlalu tinggi? Atau malah telinganya yang rusak? Jessica mengedip-kedip amtanya beberapa kali dalam sekian detik.

CUP

“aku anggap kau terima Jess..”

Sekali lagi gadis itu kembali berkedip lucu. Pris didepannya tampak frustasi. Luhan meremas rambutnya gemas karena respon aneh dari Jessica.

Perlahan, Jessica meraba permukaan bibirnya dengan jari telunjuk tangan kanannya.

“yak! Kau harus bertanggung jawab Xi Luhan! Itu tadi ciuman pertamaku!!” teriak Jessica heboh pada Luhan sambil mencengkram kerah baju Luhan dan mengguncang tubuh Luhan.

Luhan yang sempat kaget dengan respon mendadak Jessica kini tertawa terbahak-bahak walaupun didepannya Jessica sedang menatapnya kesal.

“kau ingin aku bertanggung jawab atas ini..”?

CUP

Sekali lagi, Luhan mengecup bibirnya. Sekarang ia menempelkannya agak lama dan mulai melumatnya. Mata Jessica nyaris keluar dari tempatnya dan ia langsung mendorong tubuh Luhan menjauh.

“NIKAHI AKU XI LUHAN!” teriaknya lebih kencang dari yang tadi.

“dengan senang hati, Jessica Xi..”

Flashback END

Luhan tersenyum puas saat mengingat kejadian hampir setahun lalu. Ia yang sekarang sibuk mendekorasi pohon natal disudut ruangan di ruang tamu itu. Ini menjadi tahun terbaikknya selama 23 tahun hidupnya. Ia sangat bahagia.

“kenapa kau tersenyum aneh seperti itu pada pohon natal Lu?” seorang wanita keluar dari kamar Luhan. Itu Jessica Xi. Yang sekarang sudah berstatus menjadi Istri Xi Luhan.

“ani.. Aku hanya sedang mensyukuri kado natal tahun ini..” balas Luhan sambil beranjak meninggalkan pohon natal itu menuju Jessica.

Luhan lalu memeluk Jessica. Dan Jessica membiarkannya. Bagaimanapun, ia tidak ada alasan untuk menolak, pertama Luhan adalah suami sahnya,kedua ia dan Luhan sudah mandi, dan ketiga ia tau benar pria rusa ini  tidak menerima penolakan.

“natal masih besok dan kau sudah terima kado natal? Dari siapa? Mama..?” tebak Jessica.

Luhan menggeleng dalam pelukannya. “ani..” jawabnya.

“lalu?” Tanya Jessica lagi.

Luhan menarik tubuhnya, melepas pelukan diantara keduanya lalu meraih kedua belah pipi Jessica. Pelan ia mengecup bibir istrinya. Dan lalu memberikan senyuman terbaik yang ia punya.

“kau, kau kado natal terbaik dari Tuhan untukku. Terima kasih karena sudah bersedia menjadi kado natal terindah dalam hidupku. Aku mencintaimu.”

Begitulah cara Luhan menyampaikan perasaannya pada istri tercinta. Meski ini bukan pertama kalinya Jessica mendengar kalimat manis dari Luhan, tapi entah mengapa kali ini Jessica benar0benar dibuat menjadi seseorang yang sangat bahagia.

Wanita mana yang tidak bahagia saat pria yang dicintainya, mencintainya juga. Bahkan menjadikannya satu-satunya. Memujinya, mengagungkannya, bahkan melayaninya dengan kasih dan cintanya yang tiada ujung. Jessica menjadi wanita yang sangat beruntung bisa menjadi istri sah seorang Luhan, dan Luhan yang sangat beruntung telah dicintai oleh orang yang dicintainya.

Semuanya indah pada natal tahun ini. Kecuali..

“hei kalian berdua, jangan berbuat mesum diruang tamu sepagi ini!” teriakan menggema dalam satu rumah, dan itu berasal dari pria paruh baya yang baru saja bangun dari hobi tidurnya.

“papa?!” Luhan balas berteriak, dan Jessica langsung menunduk. Malu. Ia baru saja tertangkap akan berbuat aneh dengan Luhan oleh ayah mertuanya.

“dasar XI Luhan bodoh!” makinya dalam hati.

End

Bahahahahahaha. Singkat? Maafkan saya. Author kehilangan feel Hansica >.< . dan juga author ga jago bikin FF romantissss ..ini bukan gaya author banget, sumpah deh. Dan lagi, jika jalan ceritanya jauh dari judul lagu diatas, maafkan segala kesalahan yang tidak disengaja, termasuk typo(s) yang masih membandel😥.

Oh ya, selamat untuk akang Lulu yang menang dalam voting Christmas Day! /plokplok/  menang dalam voting mengalahkan abang Kai, dan oom Baekhyun >,<

Nah bagaimana dengan project selanjutnya? Project selanjutnya adalah “The Star”. Akan dipublish tangal 18 Desember, 2 hari dari sekarang. Kira-kira siapa pemeran prianya ? akan bagaimana ceritanya? >.<

So, stay tune. Karena ini FF Cuma tayang di jenongkece! Tidak ditempat lain! /iklan/

Annyeong ! ^^

 

46 thoughts on “2nd. Christmas Day (MID Project)

  1. so sweet banget!!! my favorite couple! aku sampe senyum-senyum sendiri baca ni ff..Omo Luhan! sumpah, kalau punya pacar+suami kayak Luhan gak bakal disiasiain deh T^T ngiri banget!!

    bagus thor! keep writing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s