| Chapter 5 | ETERNAL

eternalreq

 

Fanfiction When I Die is Next Chapter

Jessica-Kris-Luhan-Eunji-Sehun| Eternal| PG 17 | Psycho – Friendship – Love Story | Chapter or Saries

Art Poster by _  Ladyoong@ High School Graphics

 

Jung Hani

 

Fanfiction ini , mungkin akan di publish per chapter nya hanya 2000+ Paling pendek dan paling panjang hanya 3000+ .. Mianhae .. Soalnya kalau kepanjangan nanti bisa – bisa kehilangan Feel ditengah Chapter .

 

Cast (Main & Support):

ETERNALJessica  EternalKris  EternalLuhan  EternalEunji  EternalSehun  EternalBomi  EternalChanyeol  EternalHyuna

 

AuthorPOV

 

Mata Eunji memerah , wajahnya pun begitu. Terlihat setetes air mata jatuh dari matanya . Entah apa yang dia rasakan saat ini . Tapi , Jessica terlihat menyesal telah mendaratkan tangan manisnya di pipi Eunji , sahabatnya dengan keras dan pasti menyakiti pipinya begitu pun hatinya .

 

“Jadi ..” Eunji tertahan ketika berbicara . Jessica seperti mengungkapkan sesuatu .. Namun dia tak bisa mengucapkannya lagi karena Eunji terlihat sangat pasrah.

 

“Aku .. Aku” Gumam Jessica berusaha memegang tangan Eunji yang sepertinya benar – benar marah padanya, karena tamparan itu . Sebuah tamparan yang sangat mengecewakan hati Eunji .

 

“Oke , bertemanlah ! dengan Bomi !” Tegas Eunji pasrah menggerakkan matanya dengan lihai dan menghempaskan kakinya , pergi dari samping Jessica .
Gadis itu , Jessica .. Menangis , tersedu – sedu . Matanya memerah , rambutnya berantakkan karena dia mengacak – acak rambutnya sendiri . Dia seperti wanita lemah . Hanya ada handphone berwarna putih , yang menyala berbunyi sebuah nada dering.

 

‘  Now at payphone

 

Dengan segera Jessica mengambil handphone nya yang ada disampingnya , rapih . Diangkatnya panggilan itu , tanpa ada rasa takut sedikut pun .

 

“Hikss .. Nugusseo?” Gumam Jessica pelan .

 

“..” Hening tidak ada jawaban .

 

Tutttt

 

Sambungan terputus , Jessica segera melihat kelayar handphone .

 

Jang Hyunseung

 

Tiba – Tiba Jessica melempar handphone nya entah kemana . Rasanya dia benar – benar ketakutan . Seorang yang sudah meninggal , tiba – tiba menelfonnya . Apa sebenarnya ? Mengapa semua ini terjadi padanya? Mengapa bukan orang lain . Itu yang ada di benak nya . Jujur , kalau dia tahu semua akan seperti ini .. Dia tidak akan pernah mengikuti liburan terbodoh sepanjang hidupnya .

 

“AAA!”

 

Teriak Jessica ketika sebuah tangan menepuk pundaknya , segera dia menutup matanya . Pasrah , apakah dia akan mati sekarang juga .

 

“Gwenchana?” Tanya orang itu segera membalikkan tubuhnya jadi berhadapan dengannya .

 

“K .. Kris”

 

Jessica memeluk Kris dengan erat . Dia sangat ketakutan kali ini . Semua yang ada menghantuinya . Dia juga takut keadaan Eomma dan Baekhyun di rumah . Apakah mereka baik – baik saja? Entahlah .

 

“Sica , Gwenchana?” Tanya Kris sambil membelai rambut Jessica , mengelusnya . Berusaha menenangkan isakan gadis itu . Sepertinya memang semua sudah menghantuinya , rasa ketakutan .

 

“hikss hikss”

hanya ada sebuah isakan ketakutan dari Jessica . Dia memeluk erat Kris . Tidak ingin melepaskan kehangatan itu .

 

“Kwo .. kwon Yuri”  bibir Jessica bergetar . “Apa .. Apa maksudmu?”  Kris melepaskan dekapan Jessica . Melihat mata Jessica yang merah dan terdapat lingkar hitam di bawahnya .  “Tell me A Long Story of She” Kris duduk di sofa , begitu pun Jessica . Sebuah kata mulai terbentuk dari Kris .

 

“Luhan”

 

Kris berhenti berbicara sebentar , menarik nafas nya panjang .

 

“Luhan dan Aku dulu sangat bersahabat baik , begitupun dengan Yuri . Aku mencintainya , namun aku sekarang sudah bisa melupakannya . Luhan juga mencintai Yuri , tak salah bila dia pasrah melepaskan Yuri denganku . Karena Yuri memang mencintaiku . Tapi , ada kesalahpahaman antara aku dengannya sehingga dia harus meninggal . Luhan sangat sedih pada saat itu , kau tahu .. Ini hanya diketahui aku dan Luhan . Sebenarnya ,, “

Jessica penasaran , dia membelakkan matanya . Bibirnya bergetar .

 

“Luhan dan Bomi adalah sepupu”

 

Sebuah kerutan dari dahi Jessica , dia tak menyangka bahwa Bomi adalah sepupu dari Luhan . Jadi , karena itu .. Dia tahu segalanya tentang Luhan .

 

“Mereka menyembunyikannya , aku tak tahu karena apa .. Tapi , mereka sangat misterius . Yuri sangat lah dekat dengan Bomi . Namun disaat Yuri meninggal , Bomi malah tersenyum tragis . Aku tak tahu apa alasan nya . Tapi , dia terlihat marah . Yuri mungkin akan kembali , tapi tidak mungkin . Aku yakin , Luhan masih mencintai Yuri . Dia tidak mencintaimu , Jess . Percaya padaku .. “

 

Sekali lagi , Jessica benar – benar terbawa cerita Kris . Mata lembutnya , sangatlah di idamkan oleh Jessica . Tatapan ini , sangatlah tulus .. Tidak seperti biasanya .

 

“Anehnya , setelah kejadian meninggalnya Yuri , Ayah Eunji meninggal”

 

Jessica kaget , setahunya Ayah Eunji masih hidup . Itu yang diceritakan oleh Eunji padanya . Tapi , berbeda dengan Kris .

 

“Dia masih hidup , Kris .. Eunji bilang padaku.. “ Jessica ngotot . Kris hanya mendengus pelan . “Eunji berbohong , dia menyembunyikan kebenaran , dia dari dulu memang begitu”

 

Di hati Jessica ada rasa sakit , apakah ini arti sahabat? Eunji berbohong padanya . Itu sangat menyakitkan .

 

“Ayah Eunji bekerja di Xi Corp ,”

 

Jessica membelakkan matanya . Sebuah kecurigaan mulai ada , dia curiga kepada Luhan . Tapi , segera dia berusaha menghilangkan semua itu .

 

“Aku juga begitu , aku curiga padanya .. Jadi , aku tak pernah mengizinkan kau dengan Luhan” Jessica menganggukkan kepalanya pelan . Jadi , karena semua itu .. kris tak mengizinkannya untuk dekat dengan Luhan . Memang sebuah alasan yang masuk akal . Namun , Jessica masih belum mempercayainya .

 

“Tapi , kita jangan pernah menunjukkan kecurigaan itu , Kris .. Justru dengan itu Luhan semakin tahu kelemahanmu”

 

Kris mengangguk pelan . Jessica menyibakkan rambutnya pelan .

 

Saranghae

 

Jessica merasa sebuah organ di dalam tubuhnya berdetak cepat . Hanya dengan satu kata , dari kau Adam . Bisa membuat hatinya berdegup kencang .

 

Gwenchana , aku hanya ingin jujur .. Tak apa bila kau tak membalasnya”

 

“ Nado Saranghae

 

Mereka saling berpelukan , hangat .. Mereka bahagia sekaligus sedih , takut .. Pokoknya , bercampur aduk . Tapi mereka mencoba saling melengkapi perasaan itu .

 

—-

 

“Bagaimana keadaan Hyuna?”

 

Tiffany  yang ada  di depan pintu hanya pasrah mendengar pertanyaan dari Eunji .

 

“Dia sangat buruk , suka mengigau dan sepertinya stess , Eunji”

 

Tiffany yang manja tak terlihat lagi , dia sekarang nampak sedih dengan keadaan sahabatnya itu . Eunji menepuk punggung Tiffany pelan .

 

 

“Kemana Suho?” Tanya Chanyeol menghampiri Sehun yang duduk di depan pantai . Dia terlihat gelisah dan tak tahu apa yang akan dia lakukan di pagi hari ini .

 

“Entahlah, dari tadi malam dia tak kelihatan .. Ku pikir dia tidur di tempatmu”  Sehun mengerutkan dahinya pelan . Chanyeol mengangguk pelan .

 

Stop , kalau tadi malam dia tak ada . Lalu dimana?

 

Mereka saling menatap satu sama lain , membelakkan mata mereka .

 

“Jangan – jangan ..”

 

Segera mereka berlari , entah kemana . Sepertinya akan ke kamar Kris atau Luhan . Jadi , sebenarnya kemana Suho pergi tadi malam ?  Apakah dia pulang ke Seoul? Atau , Ahh entahlah .

 

“Kriss!!!!”  Panggil Chanyeol dengan suara bass nya . Kris mengangguk , dia berjalan keluar dari kamar , sedang mengunci kamarnya .

 

“Ada apa?” Tanya Kris berusaha menenangkan nafas kedua sahabatnya itu agar kembali normal dan tidak keberatan bernafas .  Sehun dan Chanyeol tidak sabaran , dia sangat ingin menyampaikan sesuatu .

 

“Suho !! Dia menghilang !!”

 

Kris membelakkan matanya kaget , dia sungguh tak menyangka bahwa Suho yang dikiranya tidur bersama Chanyeol dan Luhan tadi malam . Ternyata , menghilang entah kemana .

 

“Kalian jangan bermain – main” Kris menatap Sehun dan Chanyeol tajam .  Mereka mangangguk cepat . “Kami serius !” Jawab mereka serempak dengan nada membentak . “Chanyeol , tadi malam kemana Luhan?” Tanya Kris dengan tergesa – gesa .  “Aku tidur terlalu cepat , sekitar jam 7 . Tapi , seingatku .. Luhan sedang mandi saat itu” Kris mengangguk dan segera berlari mendengar jawaban dari Chanyeol . Sehun dan Chanyeol berlari mengikuti Kris dari belakang.

 

~

 

“Apakah Suho menghilang?”  Tanya Jessica dengan nada ketakutan . “Jangan takut , Jess” Kris menepuk punggung Jessica pelan . Eunji dan semua nya terlihat ketakutan pula . “Kemana Luhan dan Bomi?” Tanya Tiffany .

 

“Mereka akan menyusul , Luhan baru selesai mandi . Bomi sebentar lagi akan datang” Ucap Chanyeol .

 

Luhan datang dengan tergesa – gesa . Rambutnya masih basah dengan air sehabis mandi . Baju yang digunakan cukup Simple .

 

“Suho menghilang?” Luhan mengerutkan dahinya khawatir dengan nada yang memelas . Semua mengangguk gelisah .

 

“Ayo , kita cari” Ucap Luhan .

 

“Bagaimana dengan Hyuna, dia terlihat masih stress” Tiffany menyela pembicaraan Luhan .Eunji mengangguk pelan .

 

“Tiffany , sebaiknya kau menjaga Hyuna , “ Kata Sehun dengan cepat . Tiffany mengangguk . “Baiklah .. Aku , Chanyeol , Eunji , Sehun .. Sementara Kris , Jessica dan Bomi” Semua mengerti , dan mengangguk pelan . Segera mereka berlari berusaha mencari keberadaan Suho yang menghilang .

 

 

“Kris , Bisakah kau melacak nomer handphone?” Tanya Jessica berjalan menyusuri ruang bawah tanah bersama Kris dan Bomi . “Bisa , memang ada apa?” Kris terus mengarahkan senter ke sudut ruang bawah tanah . Begitu pun dengan Bomi dan Jessica .

 

“Lacak lah nomer handphone ini” Jessica memberi sebuah kertas yang berisi sebuah angka – angka nomer telefon .  “Nomer siapa ini?” Tanya Kris mengambil kertas itu .

 

“Hyunseung , kemarin ada seseorang yang menelfon ku menggunakan nomer itu .. “  Kris mengangguk pelan , segera dia mengambil handphone di sakunya dan mengetik angka – angka itu di sebuah aplikasi khusus untuk melacak nomer handphone .

 

10 M Again

 

Jessica dan Kris membelakkan mata mereka . Berarti handphne itu ada di ruang bawah tanah juga .

 

“Bomi , Jessica .. Pegang tanganku” Kris mengarahkan tangannya ke Jessica dan Bomi . Mereka berdua dengan segera memegang tangan Kris . Berjalan pelan 10 meter kedepan . Namun , sepertinya sudah dapat dilihat !

 

~~

 

“SUHO!!!!”  Teriak Jessica melihat darah berceceran dan Handphone Hyunseung . Bahkan terdapat kulit milik Suho yang terkelupas , namun .. Tidak ada orangnya .

 

“Dia tidak ada?” Gumam Bomi kecil .

 

Darah ada dimana – mana . Pakaian Suho pun bertebaran , dari sobekan nya .

 

Pisau dan gergaji ada di sana , berceceran dengan darah . Yang kemungkinan besar adalah darah Kim Suho .

 

Sangat tragis memang . Bahkan si pembunuh yang sepertinya sama pula dengan pembunuh Jang Hyunseung menuliskan sebuah kata dengan darah berwarna merah itu .

 

‘ Be Careful! There will be Blood around you! I feel retaliation, the game will immediately begin .. ‘

 

Orang yang membaca tulisan itu pasti akan merinding , sangat merinding . Perlu kalian ketahui bahwa Motel ini sudah di sewa oleh Luhan cs ! Jadi jangan harap aka nada pegawai atau orang lain disini..

 

 

“Siapa yang melakukan ini semua?!!!” Teriak Eunji disertai tangisan yang keras . Mereka semua sedang berkumpul di kamar milik Kris dan Sehun .

 

“Sangat kejam , “ Gumam Chanyeol miris menyibakkan rambutnya .

 

“Kemarin , ada yang menelfon ku menggunakan handphone Hyunseung”

 

Cerita Jessica sedikit . Mereka yang ada disana membelakkan mata mereka , termasuk Luhan .

 

“dan anehnya , handphone itu ada di ruang bawah tanah .. Sepertinya Suho yang menelfonnya .. Namun karena di sana sinyal tidak terlalu bagus .. Suho tidak bisa mengeluarkan suaranya”  Jelas Kris .

 

“ Jadi ? Maksudmu  pembunuh Hyunseung dan Suho adalah orang yang sama?” Terka Bomi .

 

“Ehmm.. Karena Ponsel Hyunseung ada di tangan Suho .. jadi kemungkinan orang yang membunuh Suho adalah orang yang membunuh Hyunseung”

 

“Sebenarnya apa maksud orang itu membunuh Suho dan Hyunseung?” Tanya Eunji dengan sangat lemah dan suara parau .

 

“Tiffany dan Hyuna .. Ayo kita ke mereka “ Ajak Sehun dengan pelan ingin melihat keadaan Hyuna .

 

“Ehmm” Gumam semua kompak , segera berdiri dari kasur .

 

 

Bomi menekan gagang pintu dan membukanya . Mereka semua terlihat sangat kusam wajahnya , maksuda dari kusam adalah layu . Wajah tak semangat seperti pertama kali berangkat . 2 orang dari mereka telah pergi dengan tragis .

 

Mereka masih menunduk ke bawah , tak sadar akan pemandangan yang ada di depan mereka .

 

“Tiffa—“

 

Apakah mereka tidak salah lihat?

 

Apakah mereka katarak?

 

Jawabannya tidak , apa yang mereka lihat memang Real , namun .. Apakah ini adalah cobaan .

 

“Hihihihihi” Kikikan Hyuna terdengar keras . dia sedang berjongkok di depan kasur  , memegang Cuter dan Serpihan kaca .

 

“Hyuna ..” Lirih Jessica pelan .

 

Tiffany terlentang di kasur dengan seprai berwarna merah karena darahnya . Wajahnya sudah tak terbentuk lagi karena sebuah luka yang ada di wajahnya saat ini . Tangannya sudah terpotong , pembuluh darahnya bisa terlihat jelas . Hyuna , membunuh Tiffany .

 

“Hyuna sudah Gila!!”  Eunji menghempaskan kakinya pelan memegang kepalanya frustasi . Di dalam satu hari ada 2 teman mereka yang meninggal .

 

“Chanyeol dan Sehun ! Tangkap Hyuna , dan bawa ke kamar lain .. Kunci dia”

 

kata Luhan .

 

Jessica menangis keluar dari kamar . Mereka semua terlihat pasrah atas kematian Tiffany, wanita manja itu .

 

“Hikss Hiks Hikss”

 

Jessica menangis , bersandar di tembok .. Dia menutup mulutnya menggunakan tangannya . Walaupun sudah di tutupi , mereka masih bisa mendengar isakan Jessica .

 

“Jess .. tenanglah”  Kris menepuk punggung Jessica dan mendekap tubuh mungil Jessica .

 

“Kris , seharusnya aku tidak pergi ke pulau ini . Aku menyesal”

 

“Penyesalan selalu datang di akhir”

 

“Aku pun begitu , Jess” Kris semakin mengeratkan dekapannya , Dia sangat sayang pada gadis ini . Tak ingin membiarkan dia menangis hanya karena hal ini . Apakah Tuhan telah mengutuk mereka menjadi seperti ini? Dihantui oleh kematian yang menjalar . Apakah akan terjadi pada Jessica atau Kris? Entahlah . Tapi saat ini mereka terlihat frustasi .

 

 

“Kamar kita akan dijadikan dua, itu mungkin akan lebih baik . “ Ucap Sehun dengan sangat pelan , lemah tak berdaya .  Menata baju nya yang ada di koper .

 

“Apa kita tak pulang saja?” Eunji melirik kesegala arah , ia benar – benar merinding malam ini , membayangkan segalanya yang akan terjadi pada mereka semua .

 

“Iya.. Itu mungkin lebih baik”  Jessica melanjutkan perkataan Eunji .

 

“Tidak , aku ingin tahu masalah ini lebih lanjut” Kris duduk di sofa dan menyedup air putih yang ada pada botol itu .

 

“Micheo?! Bisa – bias banyak diantara kita mati tragis!” Marah Chanyeol meledak , bom telah ada pada dirinya . Sungguh marah nya sudah ada diubun – ubun . Tak tahu lah , apakah Kris akan mendengar akan perkataan Chanyeol . Tapi dia adalah orang dengan tipe keras kepala sepertinya .

 

Masih hening , Kris belum bisa menjawab semua pertanyaan Chanyeol dan amarah Chanyeol . Tapi , mereka memang sangat ingin mengetahui masalah ini , tanpa ada yang harus mereka korbankan .

 

“kita tak akan pulang!” Luhan menyetak pelan dengan tegas . Semua membelakkan mata kecuali Kris yang sangat setuju dengan ucapan Luhan .

 

“Lu!! Micheo? Kita bisa – bisa mati disini” Eunji mengeluh , dia sungguh sangat frustasi ditambah dengan chemistry nya dengan Jessica yang buruk saat ini . Mereka masih belum menyelesaikan masalahnya .

 

“Aku tidak gila , “

 

-TBC-

 

Alur kecepatan ? Maaf ne, soalnya ini adalah alur ku .. Gak jelas ne ? Mian .. Oh iya , banyak yang jawab kalau Yuri adalah dalangnya , tapi .. IS NO ! Pokoknya ini genre bukan horror , gak aka nada arwah hidup .. Jadi lebih tepatnya nih FF itu Psycho ..

 

Untuk FF ini aku putuskan sampai chapter 10- 12 Endingnya , ya sekitar itu lah ..

 

See you in Next Chapter an Next Fanfiction!

 

89 thoughts on “| Chapter 5 | ETERNAL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s