Regret – Chapter 2

image

image

image

Author  :  Kim Jemi

Tittle  :  Regret – Chapter 2

Cast (s)  :
    –  Byun Baekhyun
    –  Jessica Jung
    –  Do Kyungsoo
    –  And other

Genre  :  Romance, Friendship, Angst

Rating  :  PG 14

Length  :  Chaptered

》》》《《《

Baekhyun’s side

“Kurasa…aku pernah mendengar nama itu…” lirih Jessica pelan. Senyumku mengembang. Apakah ia mulai ingat?

“Ah iya! Itu adalah tokoh utama di drama korea yang aku dan Kyungsoo oppa nonton minggu lalu. Nama lengkapnya adalah Kim Sooyeon. Dia sangat cantik! Kau ingat kan, oppa?”

“Hmmm…Ah ne! Drama itu bagus sekali! Aku ingin menontonnya lagi. Baekhyun-ah, sebaiknya kau tonton saja drama itu! Aku jamin 100% kau akan menangis. Hahahahaha!” Aku hanya melongo mendengar percakapan mereka. Ja-jadi … Jessica tak mengingat semuanya? Ah, aku sangat kecewa! Aku kira ia mengingat semuanya dan ia akan membatalkan pernikahannya dengan Kyungsoo lalu kembali kepadaku. Aih, jeongmal baboya.

“Kapan pernikahan kalian dilaksanakan?”

“Kurasa bulan depan. Pernikahan kami akan dilangsungkan di Jeju. Kau harus menghadirinya, Baekhyun-ah! Harus! Tak ada kata penolakan!” Aku tersenyum simpul. Berarti selama sebulan kedepan kesempatanku masih ada? Aku harus berusaha mengembalikan ingatan Jessica. Jika itu tidak berhasil, aku harus merebutnya dari Kyungsoo apapun caranya. Yah, aku memang egois, and I love it! Hahaha! Kau akan kembali padaku, Jessica Jung!

》》》《《《

21.34pm at Baekhyun’s apartment

   Ku rebahkan tubuhku di sofa empuk yang ada di ruang tamu. Aku memang sengaja tidak pulang ke rumah untuk sementara. Aku ingin menenangkan diri dan mencari cara yang tepat agar ingatan Jessica dapat kembali dan juga cara merebut Jessica dari Kyungsoo. Mianhaeyo, Kyungsoo-ya, aku terpaksa harus merebut Jessica darimu karena aku masih mencintainya. Aku tak akan melepasnya kepada siapapun termasuk kau, Kyungsoo. Ah, rupanya aku ini sahabat yang kejam. Tak apa, harimau sudah menentukan mangsanya. Tak ada yang bisa mengalahkanku. Hahahahahaha! Camkan itu!

Aku lalu bangkit dan melihat keluar jendela. Malam yang cerah. Tumben salju tidak turun seperti malam – malam kemarin. Mungkin sambil jalan – jalan aku bisa menenangkan pikiranku. Aku segera mengambil jaket dan keluar dari apartment. Saat aku berjalan melewati apartment nomor 564, ku lihat seorang yeoja keluar dari apartment itu. Sepertinya aku kenal dengan yeoja itu. Ia lalu membalikkan tubuhnya. Ternyata yeoja itu adalah Jessica. Rupanya kesempatan bagus secepat ini datang mengahmpiriku. Aku segera menghampiri dan menyapanya.

“Annyeong, Jessica-ssi! Kau tinggal disini? Mengapa tidak tinggal bersama Kyungsoo di mansionnya?” Ia melirikku sebentar dan tersenyum simpul.

“Ne, aku tinggal disini. Tidak mungkin kan aku tinggal berdua bersama Kyungsoo oppa di mansionnya. Yah, walaupun banyakelayan disana, tapi tetap saja itu tidak boleh. Aku dan Kyungsoo oppa masih berstatus ‘tunangan’ belum menikah, maka itu tidak boleh.” Ia tersenyum kembali dan mempercepat langkahnya. Aku sedikit berlari untuk mensejajarkan langkah kami.

“Kau mau kemana malam – malam begini?”

“Tidak ada. Hanya menghirup udara segar saja. Aku bosan berdiam diri di apartment. Kyungsoo oppa sedang sibuk karena ada rapat mendadak. Yah, aku bisa memakluminya.” Rupanya Kyungsoo sama sepertiku dulu, sama – sama sibuk. Tapi Kyungsoo bisa meluangkan waktunya untuk Jessica, sedangkan aku? Mengiriminya pesan selamat pagi atau selamat malam saja tak pernah.

Aku baru sadar, betapa tulusnya cinta yang ia berikan kepadaku. Setiap pagi, siang, dan malam ia selalu mengirimiku pesan singkat, sekedar untuk mengucapkan selamat pagi, apakah kau sudah makan siang?, selamat malam. Aku sama sekali tak pernah membalas pesannya. Yang ada di pikiranku hanyalah kerja, kerja, dan kerja. Aku tak tahu bagaimana cranya berterima kasih atas cinta tulusmu itu. Apakah dengan merebutmu dari Kyungsoo aku bisa berterima kasih? Atau aku harus membiarkanmu bahagia bersama Kyungsoo walaupun aku tersakiti? Aish, aku bingung! Bingung!

“Baekhyun-ssi, gwaenchana? Kenapa melamun? Pintu lift sudah terbuka, ayo masuk!” Ku lihat Jessica sudah berada di dalam lift sendirian. Aku segera masuk sebelum pintu lift tertutup. Selama lift turun, tak ada yang memulai pembicaraan diantara kami. Jessica sibuk berkirim pesan dengan Kyungsoo. Sesekali aku mendengar ia terkikik geli dan sesekali wajahnya memerah. Pasti Kyungsoo mengiriminya pesan yang lucu dan romantis.

Dari dulu Kyungsoo memang terkenal dengan keromantisannya. Sedangkan aku? Aku terkenal dengan sifat cuek dan dinginku. Persetan dengan semua yang mereka katakan. Mengapa aku terus membandingkan diriku dengan Kyungsoo, ya? Aneh. Haha! Rupanya aku sudah gila. Ya, gila karena hubungan Jessica dan Kyungsoo. Tekadku sudah bulat, aku akan tetap merebutnya dari Kyungsoo. Tak peduli seberapa resiko yang akan kutanggung nanti, tak peduli Jessica akan bahagia atau tidak. Aku tak peduli! Yang terpenting adalah Jessica kembali kepadaku. Itulah cinta, bukan? Yah, setidaknya itu menurutku.

Ting!

Pintu lift terbuka. Aku dan Jessica lalu keluar dari lift menuju pintu lobby. Kami hanya berjalan – jalan di sekitar apartment. Ternyata salju mulai turun. Aku mengeratkan jaketku dan melirik Jessica yang hanya mengenakan cardigan tipis. Apakah ia tak kedinginan?

“Apakah kau tak kedinginan? Salju mulai turun.”

“Aku tahu.” Jawabnya sambil tetap menatap lurus ke depan. Aku hanya mengangkat bahuku. Sifat dinginnya ternyata tidak hilang bersama dengan amnesianya. Aku hanya tersenyum menanggapi sikapnya.

“Jung Sooyeon.” Lirihku pelan.

“Jung Sooyeon? Nugu?”

“Dia adalah yeojachinguku. Ia meninggal karena kecelakaan pesawat. Itu saja.” Aku tak ingin menceritakan yang sebenarnya. Itu sama saja seperti memaksanya untuk mengingat semuanya.

“Oh. Aku turut berduka atas kepergiannya, Baekhyun-ssi.” Aku tak mengira ia hanya menjawab seenteng itu. Dia benar – benar dingin. Sama sekali tak ada rasa bersalah dalam nada bicaranya. Dulu ia memang dingin, tapi tak sedingin ini. Aku hanya tersenyum kecut.

Tiba – tiba langkahnya terhenti. Karena bingung, aku ikut berhenti dan mengikuti arah pandangannya. Ku lihat seorang namja yang sedang mengobrol dengan seorang yeoja di cafe yang ada di sebrang. Bukannta itu Kyungsoo? Aku segera menarik Jessica yang masih terdiam untuk menghampiri Kyungsoo. Setelah memasuki cafe itu, kami lalu menghampiri meja tempat Kyungsoo dan yeoja itu duduk.

“Apa maksud semua ini, Do Kyungsoo?” Tanyaku sinis dan melihat kearah yeoja yang duduk bersama Kyungsoo.

T-Taeyeon!? Bukankah saat ini seharusnya ia menemani Baekbeom hyung rapat? Kenapa malah bersama Kyungsoo? Ku lirik Jessica yang menunduk. Aku mengeratkan genggamanntanganku, aku bisa merasakan tangannya bergetar. Sungguh, aku tak tega melihatnya seperti ini.

“A-ah! Baekhyun-ah! Sejak kapan kau bersama Jessica? Apakah apartment kalian sama? Kalau begi-”

“Cepat jelaskan kenapa kau bisa bersama Taeyeon, Kyungsoo!! Jangan basa – basi!” Ku tarik kerah Kyungsoo karena amarahku benar – benar sudah melampaui batas. Aku murka! Ya, aku murka! Aku yakin pasti wajahku sudah sangat merah. Tak kupedulikan tatapan aneh orang – orang yang ada di dalam café. Persetan dengan mereka semua.

“Lepaskan Kyungsoo oppa, Baekhyun-ssi. Kumohon…” mendengar lirihan Jessica, aku pun melepaskan cengkramanku. Ku lihat Taeyeon hanya menunduk. Aku lalu menarik Jessica agar duduk di hadapan mereka berdua.

“Taeyeon, bukankah seharusnya sekarang kau sedang bersama Baekbeom hyung?” Ia lalu mengangkat wajahnya dan menyeja air matanya.

“Rapat sudah usai 25 menit yang lalu, tuan.”

“Lalu, kenapa kau pergi berdua dengan Kyungsoo?”

“Aku bertemu dengan Taeyeon pada saat rapat. Sebenarnya setelah rapat aku ingin mampir ke apartment Jessica. Sebelum mampir, aku memutuskan untuk membeli cokelat hangat kesukaannya di cafe ini. Aku tak sengaja bertemu dengan Taeyeon dan yah, seperti yang kau lihat, kami mengobrol. Itu saja.” Kali ini Kyungsoo yang menjawab. Aku semakin menajamkan tatapanku. Ia hanya membalasnya dengan cengiran.

“Kami hanya menhobrol biasa, Baekhyun-ah.”

“Mengobrol sampai setengah jam maksudmu?” Ucapku dengan nada mengejek. Ia kembali tersenuum dan meminum kopi yang ia pesan.

“Oke, sudahlah. Kita tak perlu memperpanjang masalah sepele. Kajja, sica-ya.” Kyungsoo lalu bangkit dan menarik Jessica keluar cafe. Ku lirik Taeyeon yang sibuk menyeka air matanya.

“Jangan dekati Kyungsoo.”

“Waeyo, Tuan?”

“Kau tidak lihat? Ia sudah memiliki tunangan. Pokoknya kau tidak boleh dekat dengannya. Aku permisi.” Aku lalu bangkit dan keluar dari cafe.

“Terlambat, tuan.”

》》》《《《

Ting Tong

    Aku menggeliat mendengar bel apartmentku berbunyi. Hah, aku malas membukanya! Apakah orang diluar sana tidak tahu bahwa aku mengantuk? Pagi – pagi sudah mengganggu! Aku lalu bangkit dan berjalan cepat menuju pintu apartment. Orang itu terus saja memencet bel. Aku lalu membuka pintu dengan kesal.

“Mau sarapan bersama?” Ucap Kyungsoo dengan cengiran khasnya. Ku lirik Jessica yang ada disampingnya, ia hanya tersenyum simpul. Tentu saja aku ikut jika ada Jessica.

“Wait.”

Brak

Ku tutup pintu apartment sedikit kasar. Aku lalu berlari ke kamar mandi untuk mencuci muka lalu mengganti pakaianku. Setelah siap, aku segera membuka pintu apartment kembali.

“Sudah siap, Tuan Byun?” Aku hanya membalasnya dengan anggukan dan mengikuti langkah mereka menuju lift.

At Coffee Shop

“Kyungsoo-ya, jangan terlalu dekat dengan Taeyeon. Kau sudah punya Jessica.” Ucapku lalu memasukkan potongan pancake ke dalam mulutku.

“I know, Mr. Byun! Aku hanya berteman biasa dengan Taeyeon. Jangan khawatir. By the way, kau perhatian sekali pada Jessica.”

“Uhuk!” Hampir saja aku tersedak. Aku segera mengambil segelas air putih dan meneguknya hingga habis. Do Kyungsoo memang peka! Hebat! Bravo!

“Ya! Aku tidak perhatian padanya! A-aku hanya…”

“Hanya apa?” Ku lihat Kyungsoo menaik – turunkan alisnya, menggodaku. Aish, kalau sudah begini, aku malas berhadapan dengannya.

“Lupakan! Cepat habiskan sarapanmu dan segera berangkat ke kantor! Kau mau terlambat, direktur muda?”

“Siap, appa! Kkkk~” Aku hanya memutar mataku kesal. Tapi itulah yang kusuka dari seorang Do Kyungsoo. Ia selalu menghiburkan. Aih, memangnya aku pacaran dengannya?-_-

“Kkkk~ Hahahahahahaha!” Aku dan Kyungsoo menatap Jessica yang tertawa terbahak – bahak dengan tatapan aneh. Tidak biasanya ia seperti itu. Biasanya ia selalu diam.

“Sudah – sudah, nanti kau tersedak, Sica-ya.”

“Baiklah oppa.”

Pasangan ini memang cocok. Apakah aku tega merebut kebahagiaan mereka? Apakah aku tega membuat mereka bersedih? Aku adalah sahabat yang buruk. Ya, sahabat terburuk. Tapi sungguh, aku tak bisa menahan rasa cintaku pada Jessica yang terus bergejolak. Sejenak aku berpikir, apakah aku akan tetap merebutnya ataumembiarkannya bahagia dengan Kyungsoo?

Sebaiknya aku membiarkan mereka bersama dulu, sambil memikirkan cara yang tepat untuk merebutnya dari Kyungsoo. Tentunya cara yang tidak akan menyakiti mereka berdua. Ya, aku memang harus merebutnya.

TBC

》》》《《《

Yoo-Hoo! Chapter 2 akhirnya kelar!^o^)/
Yoo-Hoo! Konflik baru udah muncul kepermukaan(?)!! Yoo-Hoo!
Aku sengaja post regret dulu baru hurt steps. Aku gk mau numpuk – numpuk ff lagi. Mungkin setelah regret chapter terakhir, baru aku post hurt stepsnya. Gak apa – apa kan?
Oh iya, aku sengaja buat chapter 2 nya cepet, karena banyak reader yang bilang jangan lama – lama. Dan… Chaa!! Inilah hasilnya.
Oke, sekian dari aku, Annyeong!♥

34 thoughts on “Regret – Chapter 2

  1. Malem2 gak bisa tidur, aku lanjutin baca FF ini🙂
    Duh, ada Taeyeon lagi -_- lama-lama kok aku jadi agak gimana gitu ya sama taeyeon? ._.v *Abaikan aja !*
    Aku pilih siapa ya kalau udah kayak gini… ==”
    Aku baca lanjutannya yah😀

  2. baekhyun koq masih pingin ngambil jessica siich.. -_-” ga kasihan sma sii jessica n d.o..kan mreka sdh serasi.. xD maksud prkataan taeyeon tu ap yah..auu ahh,,yg penting dlanjut…hehehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s