[Freelance] More Than…[CHAPTER 1]

MORE THAN…[CHAPTER 1]/part 1&2

Author: S.Y.M

Title: More Than…

Lengt: Chaptered

Rating: G

Genre: Romantic, friendship

Main Cast: -L Myungsoo- Jessica Jung.

Disclaimer: –

Note: Sorry for Typo and don’t forget to comment.

 

_________________________________MORE THAN…..

Myungsoo POV

.

.

.

Hai, Aku Myungsoo. Ada juga yang memanggilku dengan “L” dan itu hanya satu orang saja, dia sahabatku Sooyeon, emhhh Jessica itu nama yang sering disebut orang-orang, berbalikan dengan ku, aku lebih suka nama Korea nya. Jadi aku lebih suka memanggilnya Sooyeon.

Aku mengenalnya saat kami duduk di bangku Sekolah Menengah pertama, dia murid pindahan dari California, Amerika. Sedangkan aku, aku adalah orang paling malas untuk berteman saat itu. Dia menempati bangku kosong disebelah ku, itulah kenapa orang pertama yang ia ajak bicara adalah aku. Kami sama-sama menempati bangku paling belakang di kelas, aku lebih suka itu karena jika aku bosan aku bisa mengabaikan Songsaenim dengan mudah, sedangkan dia… dia lebih sering tidur di tengah pelajaran.

Aku tidak tahu persis apakah ia juga tidak berminat untuk mencari teman sepertiku, hanya saja.. dia lebih suka menghabiskan waktu istirahat untuk melanjutkan tidurnya di perpustakaan. Aku tak habis pikir, kenapa ada Yeoja yang begitu hobi tidur sepertinya. Apa dia tidak tidur semalaman?

Dia sering mengajakku bicara, sebenarnya ia lebih sering menggunakan bahasa inggris untuk bicara denganku, untunglah aku mempunyai otak yang lebih cerdas dari yang kuduga, aku bisa mensejajari bahasa inggrisnya, mungkin itu sebabnya ia juga tidak punya teman saat itu, karena tidak ada yang bisa membalas kata-katanya dengan bahasa inggris.Meskipun sebenarnya ia bisa bicara dengan bahasa Korea.

Dan entah sejak kapan, kami mulai sering menghabiskan waktu bersama. Kami pulang bersama, berangkat bersama, mengerjakan tugas bersama, dan aku juga ikut-ikutan untuk menghabiskan waktu istrirahat untuk tidur di perpustakaan seperti dia.

Aku juga tidak tahu, kenapa sejak kehadiran Sooyeon, hidupku berubah. Aku yang dulu mempunyai janji untuk tidak  bersahabat dengan seorang gadis, terpaksa aku harus melanggarnya karena Sooyeon. Aku rasa bersahabat dengan seorang gadis tidaklah buruk, karena itu Sooyeon. Aku hanya bisa bersahabat dengan Sooyeon. 

Kami termasuk pasangan serasi jika bersama, itu kata orang-orang yang salah paham dengan hubungan kami. Kami hanya bersahabat, bukan sepasang kekasih. Mungkin karena aku hanya bisa dekat dengan Sooyeon, tak jarang Sooyeon mendapat masalah karenaku. Ia mendapat terror dari murid-murid lain yang menyukai ku. Ia sering dibully oleh murid-murid perempuan di sekolah karena banyak murid laki-laki yang juga menyukainya. Yang jelas ia lebih banyak mendapat masalah karena ku.

Aku ingin menjauhinya. Aku ingin membuat jarak antara kami. Hanya saja berulang kali aku mencobanya, aku sendiri yang tidak bisa menepatinya.

Banyak hal yang kita alami selama ini. Dan sekarang persahabatan kami telah sampai di Tahun ke-8.

Flash Back___

Author POV

PART  I

1ST  MEET (I Like You at 1st sight)

 

Anak laki-laki itu menghentikan langkahnya  di ujung belokan barisan rumahnya, ia melihat seorang gadis yang sedang bersandar di dinding pagar rumah. Gadis itu mendongak dan memandangi langit pagi itu. Ia mengikuti arah pandang gadis itu, di tatapnya langit yang mulai disinari oleh matahari itu.  Tidak ada apa-apa di langit itu, hanya ada Awan yang berbentuk gelombang laut, memang langit pagi ini cukup cerah, mungkin hanya itu yang ia dapatkan, ia tidak pernah melihat langit di pagi hari.

Dilihatnya lagi gadis itu yang ternyata masih tidak memalingkan pandangannya pada langit. Anak laki-laki itu mengerutkan keningnya, dalam benaknya.. ia tidak bisa tahan dengan sinar matahari yang silau itu jika terlalu lama menatap ke atas.

“Apa aku perlu bersandar sepertinya?” batinnya,  lalu anak laki-laki itu bersandar pada dinding pagar rumah dan kembali menatap langit seperti gadis itu.

Ia benar, dari sisi ini ia tidak akan kesulitan untuk menatap langit dalam waktu yang lama, ia searah dengan sinar matahari.

Sesaat kemudian ia menunduk, ia sadar.. tidak seharusnya ia ada di tempat ini lama-lama. Ia ingat jika ia harus berangkat ke sekolah secepatnya.

Dilihatnya jam tangan yang melingkar di lengannya, “Aish!! Pabbo!” umpatnya, yang entah untuk siapa ia mengatakan itu.
Ia berlari dan hanya melewati gadis itu di ujung belokan. Ia sempat melihatnya, namun sayang gadis itu tidak melihatnya.

“Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya” batinnya, dan ia tetap berlari ke halte terdekat, ia sudah melewati bis pertamanya karena mengikuti gadis itu menatap langit pagi.l

 

_________________________________1st Meet

Suasana gaduh di ruang kelas itu seketika hening ketika Sam Songsaengnim menggeser pintu kelas. Semua murid kembali ke bangku mereka masing-masing. Tidak termasuk untuk seorang murid yang duduk di bangku paling belakang ruang kelas, ia tidak terbiasa untuk berpindah ke lain bangku saat pelajaran belum dimulai. Ia salah satu murid yang cuek dengan lingkungannya.

“Good Morning!” sapa Sam Songsaengnim

“Good Morning Sir!” sapa murid serempak.

“I have a good news for  you, I’ll introduce a new friend for you, she’s from California!”

“Come on girl!” Sam songsaengnim memanggil murid baru itu.

“Waa teman baru kita seorang Yeoja!” teriak salah satu murid.

“Come on girl, introduce yourself!” Sam Songsaengnim mempersilahkan dia untuk memperkenalkan dirinya.

“Good Morning, My Name is Jessica, Have a nice day !” Ia, Jessica mengakhiri perkenalannya.

“Okey, Sit down please!”

“AAAA kenapa kita tidak diberi waktu untuk bertanya padanya Songsaengnim?” teriak murid lainnya.

“Hya! Apa kau bisa bicara dengan bahasa ingris? Dia tidak akan mengerti kata-kata mu!” sahut murid lainnya.

Jessica hanya menunduk dan berjalan menuju bangkunya di barisan paling belakang dan di ujung ruangan di samping jendela.

Ia tersenyum dengan seseorang di bangku sampingnya, murid laki-laki itu hanya memandangnya dengan tatapan dingin.

“Hy! Jessica Jung imnida!” sapa Jessica padanya.

Murid laki-laki itu tersentak, ia baru saja memperkenalkan diri dengan  hangul. Meskipun dengan Aksen Amerikanya, setidaknya ia bisa bahasa Hangul.

“Ah, Myungsoo imnida! Have a nice day!” balas anak laki-laki itu, Kim Myungsoo.

Jessica tersenyum, “I can Speak Hangul a little!” lanjutnya.

“Geurae, don’t you think I can’t Speak English Fluently” balasnya lagi.

“Geurae, terserah kau saja!” Jessica tersenyum padanya.

Di detik berikutnya Jessica memalingkan pandangannya pada luar jendela kelas, ia menggeser letak duduknya, sehingga ia dengan leluasa untuk melihat ke luar jendela tanpa menoleh.

Myungsoo masih memperhatikan Jessica, ia mirip dengan gadis yang ia temui sebelum berangkat ke sekolah beberapa hari lalu, hanya saja ada perbedaan di warna rambutnya. Tanpa ia sadari, Myungsoo tidak bisa melepaskan padangannya untuk Jessica.  Entah apa yang membuatnya bisa tersenyum saat mengingat senyum Jessica kepadanya tadi.

“Dia gadis di ujung belokan waktu itu, jadi namanya Jessica? Dia satu kelas dengan ku, apa dia mewarnai rambutnya? Rambutnya tidak secoklat ini saat itu.” batinnya.

Myungsoo mengikuti arah pandang gadis itu, ia masih sama seperti pertama kali mereka bertemu, masih suka memandangi langit pagi hari.

“Dia masih suka memandangi langit.” Gumamnya lagi, dan lagi-lagi sebuah senyum tersungging di pipinya.

 

 

“Dan aku menyadari, bahwa aku sudah terikat dengan mu sejak pertama kali aku bertemu dengan mu, Sooyeon_ah”

 

 

 

 

 

 

PART II

SECRET

Author POV

 

Gadis itu, masih berdiri di ujung belokan barisan rumah Myungsoo, seperti biasa … ia akan menatap langit di pagi hari. Ia juga masih suka menyandarkan tubuhnya di tembok itu. Andaikan sang empunya rumah itu tahu jika setiap pagi  selalu ada gadis cantik yang menyandari tembok pagar rumahnya, ia pasti akan menyempatkan diri untuk melihatnya.

Terlepas dari itu, sepertinya Jessica tidak akan perduli dengan si pemilik rumah. Ia masih menunggu sahabatnya, Kim Myungsoo. Sudah menjadi kebiasaan jika ia akan menunggu Myungsoo untuk berangkat ke sekolah bersama. Hari ini adalah hari pertama mereka masuk setelah liburan Musim panas pertama mereka di sekolah Menengah atas.

“Sooyeon_ah!” panggil seseorang, dan  dia adalah orang yang ia tunggu.

Jessica masih terdiam, ia sama sekali tidak merespon panggilan Myungsoo.

“Sooyeon_ah!” panggil Myungsoo untuk kedua kali, dan hasilnya sama saja, Jessica tidak meresponnya.

“Hfuh.. baiklah, aku terlalu lama membuat mu menunggu!” Myungsoo bersandar di samping Jessica, sama seperti yang ia lakukan, Myungsoo akan menemani Jessica untuk melihat langit di pagi hari.

Merasa ada seseorang di sampingnya, Jessica menoleh, dan ia menemukan orang yang ia tunggu sudah ada di sampingnya.

“L?, kau sudah lama di sampingku?”  tanyanya.

Myungsoo tersenyum, namun tatapannya masih tertuju pada langit luas itu. Sudah ia duga, Jessica tidak menyadari kedatangannya. Itulah kenapa ia memilih untuk tetap diam dan menemani Jessica sampai ia menyadari bahwa Myungsoo kini yang menunggunya.

“Hoach!… melamun di pagi hari itu tidak baik! Kkaja!” Myungsoo memukul kepala Jessica sambil berlalu.

“HYAK! ELLLLLLL, JANGAN PUKUL KEPALAKU!” teriak Jessica.

Dan kini Myungsoo yakin jika pemilik rumah itu tidak akan mau lagi melihat gadis cantik yang selalu bersandar di tembok pagarnya, karena ternyata gadis cantik itu memiliki suara yang cempreng yang bisa membuat orang sakit telinga jika terus terusan mendengarkan teriakannya saat ia sedang marah.

“Ussdd…Jangan berteriak di pagi hari! Kau mengganggu tetangga!”  kata Myungsoo namun ia masih terus berjalan.

“AKU BILANG JANGAN PUKUL KEPALAKU” Omel Jessica

 

GUG..GUG..GUG..( suara anjing)

“HWAAA!!”

Myungsoo tertawa keras melihat anjing yang menggonggong karena suara cempreng Jessica, sedang Jessica terus mengumpat karena Anjing itu mengalahkannya. ia berlari mengejar Myungsoo yang terus meninggalkannya.

“WAIT ME PLEASE! AWAS KAU ELLLL!”

GUG..GUG..GUG…

“HYAK! SHUT UP DOGGY DOGGY! “ Jessica melotot pada Anjing itu karena sudah mengagetkannya, dan itu membuat Myungsoo semakin tidak bisa menahan tawanya, Anjing itu tidak akan pernah menurut dengan Jessica, sementara Jessica marah-marah Anjing itu akan terus menggonggong.

“Ppalliwa!! Tetangga akan menonton semua!” teriak Myungsoo

“TUNGGU AKU!” Jessica berlari sekencang mungkin menyusul Myungsoo yang terus menjauh.

.

.

.”HFUH! hosh..hosh..hoshh” Jessica mengusap keringat di keningnya, mereka sudah sampai di halte untuk menunggu bis pertama mereka

“Sudah kubilang, jangan berteriak, suara cempreng mu mengganggu anjing itu, mungkin ia merasa telinganya akan sakit jika mendengar suaramu, itulah kenapa ia menggonggong!” Kata Myungsoo masih menahan tawa.

“Kau masih menertawaiku? Tega sekali … !” Jessica mengerucutkan bibirnya.

“Sudahlah! Aku jamin, besok akan ada banyak penggemarmu yang menyapamu!”

“Shut up L !, atau jangan anggap aku sahabatmu lagi” Jessica melotot pada Myungsoo

“ Ara.. ara… aku akan diam!” kata Myungsoo, ia masih menekan perutnya yang sakit karena ia tertawa di sepanjang perjalanan ke Halte.

Melihat Jessica yang berlari ketakutan karena anjing adalah sesuatu yang luar biasa  baginya, karena jarang sekali Jessica terlihat takut dengan sesuatu.

“Seharusnya aku merekamnya dan mengunggahnya, aku jamin… setiap hari akan ada anjing di dalam kelas!” Myungsoo masih menggodanya.

“Come on! You wanna die, Huh?” Jessica sudah mengepalkan tangannya.

“hahahahaha, ara… ara.. aku akan diam Miss Sooyeon!”

“Jangan memanggilku Sooyeon, bukan kah aku memperkenalkan diriku sebagai Jessica?”

“aku lebih suka nama Sooyeon, lagi pula kau tidak memanggil namaku dengan benar!”

“ tidak kah kau tahu si “L” dia sangat keren di film Death Note, seharusnya kau bangga Mr Myungsoo! “

“Dia Aneh!”

“Dia KEREN!”

“ whatever!”

“Okey! Whatever, aku akan tetap memanggil mu  E_L titik”

“whatever  Miss Sooyeon!” Myungsoo menjulurkan lidahnya lalu berlalu dan memasuki Bis mereka lebih dulu.

“Aishh…”  Jessica pun ikut berdiri dan mengikuti Myungsoo.

ia menggembungkan pipinya, tandanya ia sedang kesal dengan Myungsoo. Ia pun beranjak untuk masuk ke bisnya.

Myungsoo masih menjulurkan lidahnya, ia sudah ada di dalam bis lebih dulu dari Jessica, sedang jessica masih kesulitan untuk masuk bis karena banyak orang yang menyerobot masuk ke dalam bis.

Dilihatnya Jessica yang masih kesulitan masuk ke dalam bis, wajah jahilnya kini berubah menjadi khawatir, Jessica tidak pernah menjauh darinya saat masuk ke dalam bis, bahkan dalam keadaan penuh pun ia tidak akan membiarkan Jessica berada jauh darinya.

Jessica tersenyum pada Myungsoo, ia tahu jika sahabatnya itu ingin menolongnya untuk masuk ke dalam bis, namun ia melambaikan tangannya, ia memberi tahu Myungsoo untuk tidak menghawatirkannya dalam hal kecil seperti naik bis.

Myungsoo hanya memalingkan wajahnya saat Jessica berhasil masuk ke dalam bis, entah kenapa bis pertama hari ini begitu penuh dan sesak.  Kali ini Jessica berdiri sedikit jauh dari tempat Myungsoo. Dilihatnya sahabatnya itu masih memalingkan wajahnya. Ia hanya mendengus, ia pun tak pernah habis pikir kenapa Myungsoo tidak menyukai sifatnya yang selalu menolak bantuan Myungsoo, bahkan saat ia kebingungan untuk meminta maaf pada Myungsoo, ia harus meminta bantuan terlebih dahulu untuk suatu hal pada Myungsoo, dengan itu Myungsoo bisa kembali bersikap baik dengannya. Jessica selalu menyimpulkan jika sahabatnya itu haus untuk selalu menolongnya. Tidakkah ia tahu jika Jessica paling benci dikasihani?

.

.

.

Jessica mempout bibirnya, Myungsoo masih mengabaikannya. Ia hanya berjalan dibelakang Myungsoo dari halte tempat mereka turun sampai di depan kelas. Myungsoo tidak memulai percakapan dengannya, haruskah ia marah karena kejadian di bis tadi? Itu kejadian yang bahkan tidak penting untuk di ingat.

“Hyak! ELLLL, kau akan terus mengabaikanku?”

Myungsoo menoleh, dan ini yang paling dibenci oleh Jessica, saat Myungsoo menunjukkan wajah dinginnya. Jika ia tidak ingat sekarang ia ada di depan kelas, ia sudah akan meninju wajah dingin sok cool itu.

“Aku tidak mengabaikanmu!”

“Lalu?”

Myungsoo mendekatkan wajahnya di depan Jessica, membuatnya harus menahan langkahnya ke belakang. Kebiasaan buruk sahabatnya ini memang susah untuk dihilangkan, selalu melekatkan wajahnya di depan Jessica saat bicara.

“I …AM ….HUNGRY!”ucapnya dan sukses mendapat jitakan dari Jessica.

“Menyebalkan!” umpatnya.

“AWW!! Kau yang menyebalkan Miss Sooyeon!”

“rasakan!” Jessica mendahuluinya masuk ke dalam kelas.

 

Tidak ada yang berubah saat mereka berada di sekolah Menengah. Letak bangku mereka tetap sama, Jessica di barisan paling belakang dekat jendela, dan Myungsoo di barisan paling belakang di samping kanan Jessica. Alasan mereka tetap sama, Myungsoo bisa dengan mudah mengabaikan pelajaran saat ia sedang bosan, dan Jessica bisa dengan mudah melihat keluar jendela. Apalagi yang ia lihat jika bukan langit luas itu. Tak perduli saat langit itu cerah atau pun mendung, ia akan tetap menatap langit.

“Aku yakin nilai ku akan lebih di atas mu ELL!” ucap Jessica sebelum memulai pelajaran di hari pertama mereka masuk.

“Kau sudah kalah di semester pertama, apa taruhan mu selanjutnya?” tantang Myungsoo.

“Kita pikirkan nanti… !”

“Geurae… kita lihat saja nanti!”

________________________________________JESSICA’S SECRET

PRANG!!

BUK!!

“EOMMA! STOP IT! STOP IT!!!!”  suara teriakan itu terdengar keras,  ditatapnya rumah yang lumayan jauh dari tetangga itu. Meskipun rumah itu jauh dari tetangga tapi ia mendengar dengan jelas dan bisa ia perkirakan apa yang terjadi di dalam rumah itu.

“GET OUT!” itu teriakan terakhir yang ia dengar sebelum akhirnya ia melihat Jessica keluar dari gerbang rumahnya. Ia tahu teriakan terakhir itu adalah suara Eomma Jessica.

Dapat ia lihat betapa terkejutnya Jessica saat mengetahui  kehadirannya di depan gerbang rumahnya. Myungsoo, sahabatnya itu menatap dingin Jessica. Inikah alasannya kenapa Jessica yang selalu menunggunya di ujung belokan rumahnya ketika berangkat sekolah, dan Jessica selalu melarangnya untuk datang ke rumahnya. Ya… ini adalah pertama kalinya Myungsoo mendatangi rumah Jessica. Selama 3 tahun mereka menjadi sahabat, Jessica tidak pernah mengijinkan Myungsoo untuk tahu tempat tinggalnya.

Jessica menunduk, wajahnya penuh dengan peluh. Ia tidak tahu harus mengatakan apa pada Myungsoo. Keadaan yang selama ini ia sembunyikan secara tidak sengaja diketahui oleh Myungsoo. Bahkan ia yakin Myungsoo tidak akan melepaskannya sebelum ia menjelaskan semua padanya.

Myungsoo mengepalkan  tangannya. Ia ingin marah pada Jessica. Entah kenapa ia merasa dibohongi oleh sikap Jessica yang seolah normal selama ini. Jessica belum bisa mempercayainya sepenuhnya sebagai seorang sahabat.

Ia menghela nafas. Sebuah luka kecil menghiasi kening Jessica. Gadis berambut coklat dan berponi itu ternyata menyembunyikan luka lebam di keningnya. Pantas Jessica selalu berponi.

“Aku ingin mengajakmu naik kereta bawah tanah , jadi aku menjemputmu sepagi ini!” penjelasan itu membuka keheningan diantara mereka. Dan ia berusaha untuk tidak memperdulikan kejadian tadi.

Jessica  memalingkan wajahnya, ia menyeka air mata yang masih tersisa di pipi putihnya. Pikirannya berkecambuk saat ini. Myungsoo melihatnya, ya.. dia pasti mendengar dan melihatnya yang kacau seperti ini.

“tataplah wajahku saat aku sedang bicara, tidak sopan!” imbuh Myungsoo.

Jessica menghembuskan nafas mengatur emosinya. Lalu ia berbalik menghadap Myungsoo.

“Ne! Kkaja!” Ucapnya , namun ia tidak menatap Myungsoo.

“Sooyeon_ah!” Myungsoo menahan tangannya.

Jessica masih tetap menunduk. Ia menghindari tatapan Myungsoo dengan terus memalingkan wajahnya, tapi genggaman Myungsoo makin erat di tangannya. Myungsoo terpaksa menarik tubuh Jessica karena Jessica tak mau menurut untuk menatapnya.

“Jangan memalingkan wajah mu Sooyeon_ah, kau tidak  percaya dengan ku?”

Jessica masih menunduk, sulit untuknya menatap wajah Myungsoo, ia merasa bersalah karena selalu menutup diri selama ini. Masalah keluarganya terlalu berat untuk ia ceritakan pada Myungsoo. Myungsoo terlalu baik untuk ia bagi dengan masalahnya.

Sementara itu Myungsoo semakin erat menggenggam tangannya. Perlahan tangan itu menyilakkan poni Jessica, ia menyentuh kening yang lebam itu. Lebam itu bukan bekas yang baru, lebam itu adalah bekas luka yang sudah lama. Jessica menahan perih saat Myungsoo menyentuh lukanya.

“Apa masih sakit?”

Jessica mengangguk. Ia masih berusaha memalingkan wajahnya untuk menghindari tangan Myungsoo. Menyadari itu Myungsoo menjauhkan tangannya dari kening Jessica.  Ia masih menahan emosinya. Ia ingin menununtut Jessica yang tidak mempercayainya selama ini. Namun ini belum waktu yang tepat untuk memaksanya bercerita. Ia ingin kepercayaan itu berasal dari diri Jessica sendiri. Ia tidak akan menanyakan lebih untuk hari ini.

“KKaja! Kita terlambat!” Myungsoo menarik tangan Jessica, dan Jessica hanya mengikutinya. Sesekali Jessica melihat tangan Myungsoo begitu erat menggenggam tangannya.

“Mianhae EL!” ucapnya lirih. “Aku akan menceritakan semuanya saat waktu itu tiba,, ya… saat waktu yang tepat… !” Jessica meneteskan air matanya.

 

 

“Aku bukan orang yang perduli dengan orang lain. Aku tahu bagaimana rasa sakit mu saat itu. Namun lagi lagi kau membuat ku bingung dengan perasaan ku ketika melihat keadaanmu. Perasaan yang tidak ingin melihatmu lebih terluka! Perasaan untuk selalu melindungimu… Bukankah aku sudah mengatakannya? Aku terikat dengan mu sejak pertama kita bertemu Sooyeon_ah! Jangan menyembunyikan sesuatu dariku!Bukankah itu bukti bahwa aku sangat perduli dengan mu?”____KIM MYUNGSOO____

 

 

NOTE: Cerita ini beralur mundur, jadi di awal POV Myungsoo adalah masa sekarang dan yang diceritakan adalah flash back perjalanan mereka.

XIE_XIE

 

35 thoughts on “[Freelance] More Than…[CHAPTER 1]

  1. kyaaaa..myungsica!! aku suka aku suka Kkk~
    ciyee ciyee abang myungie perhatian banget sama sica eonni,,
    kasian sica eonni di rumahnya kayak ada masalah serius gitu ya thor??
    tyuz kapan sica eonni bakal cerita sama myungie??
    penasaraann ^0^…Kkk~

  2. suka deh sm sifat myungsoo yg slalu pengen lindungin sica. kira” apa ya rahasia jessica? ksian bgt dianiaya sampe lebam gitu T^T. sabar ya sica eonni *pukpuk* pengen romantic scene myungsica, ehehe😄 aq tunggu lanjutan’a chingu^^

  3. Myung-sica! Thanks bkin ini bocah dua berpasangan!😄
    Suka sama ceritanya, flashback yaa, kkkk~ ada apa dengan keluarga sica itu sebenernya yak? Sedikit bingung di awalnya tapi udah ngerti dikt, itu myungsoo bakalan suka gak sama sica ya? Ahh kkehidupannya sica selalu miris deh.. Myungsoo sudah terikat sama sica sejak pertama bertemu semoga terikat selamanya! Hiings~ chap 2nya ditunggu!

  4. Hai, Author kece !😀 aku pembaca baru ff mu😀 daebakk, Thor ! Aku berasa ngebaca teenager novel😀 apalagi cast nya aku suka :* ijin baca ya, Thor?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s