Regret – Chapter 3

image

   image

   image

Author  :  Kim Jemi

Tittle  :  Regret – Chapter 3

Cast (s)  :
    –  Jessica Jung
    –  Byun Baekhyun
    –  Do Kyungsoo
    –  And other

Genre  :  Romance, Sad, Friendship

Rating  :  PG 14

Length  :  Chaptered

》》》《《《

Jessica’s side

12.23am at Jessica’s apartment

      Aku hanya membolak – balikkan majalah fashion dengan kesal. Akhir – akhir ini Kyungsoo oppa benar – benar berubah. Ia sama sekali tak pernah mengirimiku pesan seperti biasanya.
Saat aku mengajaknya makan siang bersama, pasti saja ada alasan yang ia gunakan untuk menolaknya. Seperti aku sudah ada janji dengan klien, aku ada rapat mendadak, aku sudah ada janji dengan rekan kerjaku. Aish, mengapa ia bisa berubah drastis seperti itu? Aku kembali teringat dengan kejadian di cafe kemarin. Siapa yeoja itu, ya? Sepertinya ada yang aneh antara Kyungsoo oppa dengan yeoja itu. Sudahlah, aku tak boleh terus berpikir negatif tentang Kyungsoo oppa. Aku harus tetap percaya padanya. Mungkin dia memang sibuk.

Ting Tong

Aku segera bangkit dari sofa dan membuka pintu apartment.

“Annyeong, Jessica-ssi. Mau makan siang bersama?” Aku hanya menatap Baekhyun datar. Akhir – akhir ini ia sering mendekatiku. Entah karena alasan apa.

“Hmmmm…oke. Tunggu sebentar, aku ambil tas.” Aku lalu masuk untuk mengambil tas di kamar. Setelah mengambil tas, aku segera menghampiri Baekhyun dan kami pun berangkat bersama menuju sebuah cafe di kawasan Gangnam.

At Gomgi Cafe

“Mau pesan apa, Jessia-ssi?” Ku bolak – balikkan buku menu untuk mencari makanan dan minuman yang menurutku enak.

“Hmmm… kurasa Kimchi spesial 1 dan lemon tea 1.” Aku lalu meletakkan buku menu diatas meja. Baekhyun segera memanggil pelayan dan memesan pesanan kami. Pelayan itu pun berlalu ke dapur cafe.

“Baekhyun-ssi, kurasa akhir – akhir ini Kyungsoo oppa berubah…” racauku tanpa sadar.

“Kyungsoo? Berubah?”

“Ne. Akhir – akhir ini ia tak pernah mengirimiku pesan seperti dulu lagi. Ia juga selalu menghindariku. Baekhyun-ssi, apakah kau kenal dengan yeoja yang bersama Kyungsoo oppa kemarin? Aku rasa ada yang aneh antara mereka berdua.” Baekhyun hanya mengangguk – anggukan kepalanya mendengar penuturanku. Ia kemudian menatap mataku dalam. Ah, aku seperti mengenal tatapan ini.

“Yeoja kemarin bernama Kim Taeyeon. Dia adalah sekretarisku dulu. Dia yeoja yang baik, penurut, rajin, dan juga pintar. Dulu sebelum Sooyeon meninggal, Sooyeon pernah melihatku berduaan dengan Taeyeon di sebuah cafe di dekat kantor. Saat itu Sooyeon melihatku tengah membelai puncak kepala Taeyeon. Aku juga tak tahu mengapa aku bisa membelai puncak kepala Taeyeon. Tapi percayalah, dia yeoja baik – baik. Jadi, jangan khawatir.” Baekhyun tersenyum lembut sambil tetap menatap mataku dalam.

Entah mengapa, mendengar penjelasan dari Baekhyun membuatku tenang. Kegelisahanku sudah hilang entah kemana. Aku membalas tatapan lembutnya dengan tatapan yang tak kalah lembut. Ah, aku seperti terhanyut dalam tatapannya. Aigooo, apa yang ku pikirkan? Aku kan sudah bertunangan, aku tak boleh melihat ke namja lain. Aish, babo Sica!

Kriiing

Mendengar lonceng yang ada di pintu cafe berbunyi, aku segera mengalihkan pandanganku kepada yeoja yang baru memasuki cafe itu. Sepertinya aku pernah melihatnya. Bukankah itu Taeyeon? Ya, itu adalah Taeyeon

“Baekhyun-ssi, bukankah itu Taeyeon?” Baekhyun yang mendengar ucapanku segera mengikuti arah pandanganku.

“Ne, itu memang Taeyeon. Tumben dia makan siang disini, biasanya ia akan makan di cafe dekat kantor. Mungkin dia ada janji.” Taeyeon kemudian duduk di meja yang cukup jauh dari meja kami. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang.

Tak lama kemudian ku lihat mobil sport silver berhenti di depan cafe. Aku sangat mengenali mobil itu, itu adalah mobil Kyungsoo oppa. Kyungsoo oppa lalu keluar dari mobil dan segera memasuki cafe. Ia lalu menghampiri meja Taeyeon dan duduk di hadapannya. Sakit. Sesak. Aku tak tahu bagaimana perasaanku saat ini. Hatiku hancur, hancur. Jadi ini yang ia katakan makan siang dengan klien?

“K-Kyungsoo!?” Gumam Baekhyun pelan sambil menatap tajam Kyungsoo oppa yang tengah berbincang dengan Taeyeon. Ia segera bangkit hendak menghampiri Kyungsoo oppa, tapi segera kutahan.

“Sudahlah oppa. Mu-mungkin…hiks…mereka, mereka..hiks.” aku tak bisa membendung air mata yang sempat ku tahan. Sakit, sangat sakit. Jantungku seperti diremas. Kenapa? Kenapa Kyungsoo oppa berbohong padaku? Baekhyun lalu menggenggam tanganku yang bergetar. Ia berusaha menenangkanku dengan menepuk – nepuk bahuku.

“Uljima. Aku tak suka melihatmu menangis. Wanita tak pantas menangis. Uljima, ne.” Ia lalu menyeka air mataku dengan ibu jarinya. Tangannya sangat lembut, berbeda dengan tangan namja pada umumnya.

“Apa sebaiknya kita pulang saja?”

“Ne, kurasa begitu. Aku sudah tak sanggup melihatnya. Tapi, bagaimana dengan makanannya?”

“Aku akan membayarnya ke kasir. Kau masuklah ke mobil duluan dan tenangkan dirimu.” Ia lalu mengusap kepalaku lembut dan berlalu ke kasir. Aku semakin merasa aneh dengan sikap Baekhyun. Ia baik sekali, ia memperlakukanku sebagai yeojachingunya, dan ku akui ia juga tampan. Aish, apa yang kau pikirkan, Jessica Jung? Ku lirik Kyungsoo oppa yang masih asik berbincang dengan Tayeon.

Ia sama sekali tak menyadari keberadaanku. Oh, aku sama sekali tak menyangka ia akan mengkhianatiku. Apa artinya aku bagimu oppa? Apa? Aku tak yakin ia benar – benar mencintaiku. C’mon, Jess! Kau sama sekali tak boleh memikirkan hal – hal jelek seperti tadi. Mungkin Taeyeon memang klien Kyungsoo oppa.

“Jess? Belum masuk ke mobil? Kajja!” Baekhyun lalu menarik tanganku menuju mobil. Aku sangat nyaman jika ada di dekatnya, berbeda dengan Kyungsoo oppa. Aku merasa kikuk, malu, dan aneh jika berdua dengan Kyungsoo oppa. Ah, mollayo.

“Langsung ke apartment?” Tanya Baekhyun setelah kami berada di dalam mobil. Aku hanya mengangguk sebagai jawabannya. Mobil sport hitam milik Baekhyun segera melesat menuju apartment.

》》》《《《

19.36pm at Jessica’s room

Pipipip

Nama Kyungsoo oppa tertera di layar handphoneku. Aku malas mengangkatnya. Pasti dia hanya menanyakan apa kau sudah makan? Bagaimana keadaanmu?. Ku lanjutkan membaca buku tanpa mengangkat panggilan dari Kyungsoo oppa. Karena terlalu berisik, aku terpaksa menjawab panggilannya.

“Yeoboseyo.”

“Yeoboseyo, Sica-ya.”

“Hmm, wae geurae?”

“Kenapa tadi siang kau bersama Baekhyun?” Mwo? Berarti ia melihatku tadi siang?

“Hanya makan siang bersama. Itu saja. Lagi pula bukannya kau bersama Taeyeon, oppa?”

“Hmm, aku memang bersama Taeyeon tadi siang. Kami hanya membahas rapat tadi pagi. Mian, aku tak bisa makan siang bersamamu. Bagaimana kalau besok kita kencan? Kebetulan besok hari sabtu, jadwalku benar – benar kosong.” Aku tersenyum senang dan mengangguk, walaupun ia tak bisa melihatnya.

“Ne, aku mau!”

“Baiklah, besok aku akan menjemputmu pukul 9 pagi. Dandan yang cantik, ne? Kkk~ Annyeong!”

Ternyata dugaanku salah. Aku menduga Kyungsoo oppa berselingkuh di belakangku dengan Taeyeon, ternyata mereka hanya membahas tentang rapat. Fyuuh~ syukurlah. By the way, aku harus segra memilih baju yang cocok untuk kencan besok. Aku segera berlari kecil menuju lemari pakaian dan memilih baju yang cocok.

Ting Tong

Ingin rasanya aku mengutuk orang yang memencet bel pintu apartmentku itu. Aku segera berlari kecil menuju pintu dan membukanya. Taeyeon? Dari mana ia tahu bahwa aku tinggal disini? Apakah dari Kyungsoo oppa?

“Annyeong Jessica-ssi. Apakah kau punya waktu? Aku ingin bicara sesuatu denganmu.” Ucapnya sambil tersenyum lembut.

“Ne. Masuklah, aku akan membuatkan minuman.”

“Tidak usah repot – repot, aku hanya sebentar saja.” Ia kemudian masuk dan duduk di sofa. Aku lalu duduk di sampingnya.

“Jessica-ssi, benarkah kau tak mengenal Baekhyun?” Mwo? Tak mengenal Baekhyun? Apa maksudnya?

“Tentu saja aku mengenalnya, Taeyeon-ssi. Ia adalah sahabat baik Kyungsoo oppa, itu saja.”

“Tidak. Bukan itu maksudku, apakah kau tak mengenal Baekhyun sebelum kau mengalami amnesia?”

“Dari mana kau tahu bahwa aku mengalami amnesia?”

“Tentunya dari Kyungsoo. Jawab saja pertanyaanku.” Apakah Kyungsoo oppa menceritakan semuanya?

“Ku rasa tidak. Tapi, setiap kali ia menatapku, sepertinya aku kenal dengan tatapan yang ia berikan. Sangat lembut.”

“Yah, itu karena kau adalah yeojachingunya dulu sebelum kau mengalami kecelakaan pesawat. Kau tahu Jessica-ssi? Aku dulu sempat menyukai Baekhyun saat kau masih menjadi yeojachingunya. Tentunya perasaanku tak terbalas. And now? Kau menghalangi cintaku dengan Kyungsoo.” Aku membulatkan mataku mendengar ucapannya. Apa maksudnya?

“Apa maksudmu, Kim Taeyeon? Memangnya kau yeojachingunya Kyungsoo oppa, huh? Jangan asal bicara!” Emosiku mulai terpancing karena ekspresi yang diberikan Taeyeon. Cuek.

“Kyungsoo adalah namjachinguku saat Junior High School dulu. Kami terpaksa memutuskan hubungan kami karena aku harus pindah ke Busan. Tapi, ia sudah berjanji akan menikahiku ketika kami bertemu kembali suatu saat nanti. Dan kini saatnya tiba. Akulah yang akan menikah dengan Kyungsoo, bukan kau, Jung Sooyeon!”

“Itu sangat tidak masuk akal, Taeyeon-ssi. Kau yang terlalu dibodohi! Dengan gampangnya kau mempercayai janji yang bahkan Kyungsoo oppa tidak ingat!? Oh, c’mon! Are you crazy?” Mendengar ucapanku barusan, Taeyeon langsung bangkit dari duduknya dan menatapku tajam.

“Yah, kau bisa mengataiku gila dan bodoh. Itu karena Kyungsoo! Ya! Aku gila karena Kyungsoo! Haha! Dengar ya, saat aku menanyai Kyungsoo dengan janjinya, dia bilang ia masih bimbang. Itu berarti kesempatan untukku masih ada bukan? Pikirkan itu baik – baik, Jessica-ssi! Sebaiknya kau kembali saja kepada Baekhyunmu. Jangan pernah mengganggu hubunganku dengan Kyungsoo.” Ia lalu melengos dan meninggalkan apartmentku.

Aku masih diam ditempatku. Mencoba mencerna semua kata – kata Taeyeon yang seperti pisau itu. Ternyata firasat burukku tadi siang benar. Sangat benar malah. Ada sesuatu yang janggal dengan Kyungsoo dan Taeyeon. Oh, rasanya sulit untuk sekedar menghirup udara segar. Sesak, napasku sesak. Sakit, dadaku sakit. Dunia ini terlalu kejam. Hidupku terlalu menyakitkan. Aku bingung harus mempercayai siapa, Kyungsoo oppa atau Taeyeon? Ah, sudahlah lebih baik aku segera tidur. Besok akan kutanyakan perihal janji yang dikatakan Taeyeon tadi kepada Kyungsoo oppa saat kencan besok.

》》》《《《

Baekhyun’s side

20.12pm at Coffee Shop

“Ada perlu apa, Baekhyun-ah? Kenapa malam – malam begini ingin menemuiku? Kangen, ya?” Aku hanya mendelik kesal.

“Kau bilang hanya berteman biasa dengan Taeyeon, tapi buktinya aku melihatmu siang ini makan siang bersama dengannya. Padahal kau bilang pada Jessica kau ada klien. Maksudmu kliennya Taeyeon, begitu? Klien cinta, huh?” Ia berhenti menyesap kopinya dan tersenyum penuh arti. Entah arti apa.

“Baekhyun-ah, dia hanya teman biasa. Sudahlah, jangan terlalu menyinggung – nyinggung hubunganku dengan Taeyeon. Bukankah kau yang bilang aku sudah memiliki Jessica?”

“Aku hanya tak mau Jessica tersakiti dan menangis hanya karena namja sepertimu! Ingatlah Kyungsoo-ya, bulan depan kalian akan resmi menjadi pasangan suami-istri. Aku mohon jangan pernah menyakitinya lagi.”

Kyungsoo terdiam dan menatapku dalam. Ia kemudian tersenyum misterius. Aku sama sekali tak mengerti jalan pikirannya. Ia terlalu menganggap remeh hubungannya dengan Jessica. Aku khawatir, apakah ia benar – benar mencintai Jessica.

“Rupanya, kau menyukai Jessica, eoh?” Aku terperanjat mendengar ucapannya. Kepekaannya memang sangat tajam. Atau mungkin aku saja yang terlalu menunjukkannya dengan sikap perhatianku pada Jessica?

“Ja-jangan bercanda, Kyungsoo! Aku hanya tidak suka melihat yeoja yang disakiti oleh namjachingunya sendiri, bahkan tunangannya. Aku tak suka! Sama halnya dengan Jessica yang disakiti olehmu!”

“Lalu…apakah kau tak pernah menyakiti yeojachingumu semasa hidupnya, Byun Baekhyun?”

》》》《《《

22.42pm at Baekhyun’s apartment

Aku hanya memegangi kepalaku yang terasa berat. Sudah hampir 2 seloki whiskey yang ku minum. Ahh~ rasanya seperti melayang. Mengapa Kyungsoo bisa membolak – balikkan pertanyaan seperti itu ya? Hebat! Hebat! Kyungsoo-ya, kau sangat peka rupanya. Kau bisa langsung tahu bahwa aku menyukai tunanganmu sendiri dari tingkahku yang tak biasa. Hahahaha!

Uugghh~ perutku terasa mual. Aku seeta bangkit dari sofa dan berjalan sempoyongan ke kamar. Setelah berada di dalam kamar, aku segera merebahkan tubuhku di ranjang dan terlelap.

“Jessica? Kenapa mrnangis?”

“Kau! Kau yang membuatku menangis seperti ini! Pergi kau! Kau membuatku hancur! Pergi! Pergi! Go away!” Ia lalu melempariku dengan bantal dan barang – barang lainnya. Oh, apa maksud ini semua? Tiba – tiba bayangan Jessica yang menangis menjauh dan memudar. Oh tidak! Aku tak ingin kehilangannya. Tidak! No! Jessicaaaa!

Aku segera bangun dari mimpi burukku. Mimpi yang sangat buruk malah. Peluh sudah membanjiri pelipisku. Sinar matahari yang masuk melalui celah jendela memaksaku harus menuup mata karena silau. Aku segera berjalan menuju dapur untuk mengambil air putih.

Ting Tong

Ku urungkan niatku untuk pergi ke dapur dan berjalan menuju pintu depan. Setelah sampai, aku segera membukanya. Ternyata Taeyeon.

“Joheun achimieyo, tuan.”

“Hmm, ada perlu apa?” Tanyaku dengan kening berkerut.

“Aku ingin bicara.”

TBC

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

TADAAAA! Chapter 3  udh selesai^^
Mian kalau menurut readers ini masig pendek alias kurang panjang(?) _._v hehe, soalnya moodku tiba – tiba ilang entah kemana(?). Oke, tunggu next chapnya ne! See you on the next chapter!

34 thoughts on “Regret – Chapter 3

  1. jd d.o sma taeyeon ad apa2 yah..mereka ga jd nikah gra2 jessica.. -_- jessica pasti sangat sakit hati.. gmna nasib jessica pas dia tahu masalah d.o n taeyeon..apa dia mau balikan sma baekhyun..? duhh..makiin kepo deh..konflik ny makiin trasa..dtunggu klanjutan ny… ^^

  2. Kyaaa!!
    Jalan cerita ini jadi semakin rumit !!
    Author ,please kembalikan jessica pada baekkie dan Biarkan taeyeon dan kyungsoo bersama” !!
    Isshh!!Tapi baekkie dulu jahat sama sica !!
    Tapi ,gapapa lah ,biarin aja !!
    Hehehe ^
    Author ,post next chapter malam ini dong !!
    Sambil ber-merry chrismast dengan FF Yang pasti membuat air mataku mengalir deras !!
    Kekeke
    Okay ,udh deh aku komennyaa ,hehehe!!
    Cepet post chap selanjutnya ya thor !!
    Keep Fighting !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s