[Freelance] (You Called That Flower ” Love “) (Oneshoot)

Title               : You Called That Flower ” Love ”

Author           : Jung Je Hwa

Cast               :

~ Jessica Jung

~ Kris Wu

Genre              : Romance, angst, sad, and others

Length             : Oneshoot

Rating              : PG-13

Poster              : Gomawo atas Posternya eon🙂

http://firaanastasya27.wordpress.com

Summary             :
~ Aku hanya ingin berada di sampingmu… Bila aku bisa meringankan rasa pedihnya

~ Bila datangnya waktu untuk melepaskan cincin dari jari manisnya… Saat itu pasti akan datang

Disclaimer        : Cast di atas hanya milik Tuhan, SM ent, dan Keluarga mereka. FF ini di buat dari ribuan tetes keringat (?) dan inspirasi. FF ini resmi Buatan AUTHOR Jung Je Hwa.

So, Don’t bash, COPAST, and Plagiaristme…

Coz, itu pekerjaan yg tidak terpuji…

Author Note     : Mianhae jika typo bertebaran, and alur kecepatan…

but di harapkan untuk meninggalkan jejak.

Mianhae, jika FF “When You Can Love Me” nggak jadi di share. lgi Hilang MOOD

Semuanya Jessica PoV ne🙂

and, Mianhae jika membosankan …

Jangan lupa, kunjungi http://jehwathegorjessworld.wordpress.com

Gomawo J

Hope You Like it and Happy Reading…

********** ~ You Called That Flower ” Love ” ~ **********

Aku Bertemu dengannya kurang lebih setengah tahun lalu. Pada saat diriku sendirian. Hanya kata Sepi yg menemaniku.

Orangtua? Mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing

Teman? Mereka mempunyai urusan.

Sakit, itu kata yg cocok untukku. Tetapi kau datang di saat aku memang memerlukan seseorang untuk menemaniku.

Kau seseorang yg tidak ku kenal, tiba-tiba datang menghiburku dengan cara memberikan sebuket bunga untukku.

#Flashback

” huft, jika mereka memang sibuk dengan urusan masing-masing. Ya sudah, aku makan kue nya sendiri ” ucapku sembari membawa sebuah kotak kue.

hari ini, hari kelulusanku. Tapi tak seorang pun yg mengingatnya. Mereka semua sibuk dengan urusan mereka.

Aku? mungkin hanya angin lalu bagi mereka.

Tes… Tes…
Bahkan, hujan pun ikut merasakan kesedihanku.

Tak mau berlama-lama dengan air bening yg terjatuh dengan bebas dari langit. Aku mulai mempercepat langkahku.

Sret…

” aw.. Sa… Kit … ” ringisku karena tak sengaja menginjak genangan air, sehingga aku terjatuh

Kue yg ku bawa pun ikut terjatuh.

” Sam… pai kuenya pun menyuruhku untuk tetap sendiri … ? ” sedihku meratapi kue kelulusanku yg terjatuh di tanah

Sungguh, aku merasa kesepian sekarang. Tak adakah seseorang yg bisa menemaniku untuk hari ini saja…

” Ini ” sebuket bunga tiba-tiba berada di depan wajahku. mau/tidak mau aku mendongakkan kepalaku

” Memang barang sisa, sih. Tapi ini jauh lebih baik daripada kue yg terjatuh itu ” Suara berat itu, suara yg mengisi kesepianku hari ini.

Daripada kue itu, kini hatiku direbut dalam sekejap oleh orang…

yang memberiku bunga yg harum ini…

setelah itu, aku langsung meminta untuk bekerja sambilan di toko bunga miliknya.

#Flashback End

Sudah hampir setengah tahun berlalu.
Setiap 30 menit setelah toko tutup. Pemilik toko bunga itu pasti akan langsung tidur, mungkin ia kelelahan.

Aku menatap wajahnya yg sedang tertidur, sungguh wajahnya sangat damai. Diam-diam waktu ini sangat kunikmati.

” Terlihat damai, apa yg sedang kau impikan eoh? ” tanyaku padanya yg sedang tertidur

” entah, apa yg membuatku ingin terus menatapmu. Aku ingin sekali menyentuhmu ” batinku, aku mulai menggerakkan perlahan jemariku untuk menyentuh kulit wajahmu.

Tetapi ku urungkan kembali niatku itu.

Sebagaimanapun… Perasaanku…

Perasaan Cinta ini nggak akan pernah terwujud.

Karena di jari manis tangan kirinya, ada sebuah cincin yg melingkar dengan indah.

********** ~ You Called That Flower ” Love ” ~ **********

” selesai ” gumamku, setelah membersihkan toko bunga ini

” Pekerjaan selesai tanpa salah. Hari ini keajaiban ” senangku dan meregangkan otot-otot ku yg agak sakit

” Aku akan terus berusah… ”

Byur…

” omo! celemek kepala toko. aish, wae yg terakhir jadi begini? ” panikku karena air sisa pel tadi tumpah  dan membasahi celemek kepala toko

” kejadian deh, pekerja sambilan bodoh ” ucap suara berat mengagetkanku

” Ke… Kepala toko… Ma… Maaf ” ujarku takut, tunggu? apa yg kepala toko pegang
” wah… Imut…! Kepala toko yg membuatnya yah?! ” kagumku pada rangkaian bunga dan terdapat bonek teddy kecil yg amat imut

” Inikan ulangtahunmu, ” ucap pelan kepala toko, sehingga aku mendongakkan kepalaku untuk melihatnya

” Ul… Ulangtahun? maksudnya… Ini untukku?! ” tanyaku terkejut, ku lihat ia tersenyum tipis

” Aku sempat bingung mau pilih bunga atau… tapi aku pikir ini lebih cocok untuk Jessica-ssi ” ujarnya, sehingga membuatku senang. aku tidak menyangka akan mendapat kado darinya

********** ~ You Called That Flower ” Love ” ~ **********

Srek… Srek…

Cocok untukku maksudnya apa, ya?

Karena bunga itu kecil dan imut. Spt Lili yg artinya Delicate…

” Ada!” seruku saat melihat foto bunga lavender

*lavender*

” bahasa bunga ”

– hati yg nakal

– hati yg tak akan berubah selamanya

” aku memang begitu, ya?! ” gumamku

” hm, pilihan khas kepala toko ” seruku dan melihat kembali rangkaian bunganya

Tapi apakah dia membuat ini sembari memikirkanku…? hahah, kurasa aku hanya sedang bermimpi

********** ~ You Called That Flower ” Love ” ~ **********

” lho? Kepala toko… Lenganmu… Terluka ” ucapku terkejut dan segera menariknya menuju sofa yg berada di toko itu.

” Sica-ssi, luka ini nggak dalam, jd nggak apa-apa ” balasnya

” nggak boleh. Kalau kemasukan kuman gimana? ” tanyaku dan membersihkan lukanya dengan antiseptik, kemudian menempelkan handplash

” kamu orang yg perhatian yah. Matamu cepat juga jika masalah begini ” dia… dia tertawa?! dia tertawa di depanku. aku tidak boleh terhipnotis

” itu sih, siapapun bisa melihatnya. Memang di sini, nggak pernah di bilangin? ” tanyaku sembari berbalik untuk menyembunyikan wajah yg ku yg telah bersemu ini

” sama siapa? ” tanyanya bingung

” ah, eh, oleh Istrimu ” jawabku gugup, sungguh aku tidak meyukai topik ini, karena topik ini membuat hatiku sakit. tapi aku sendiri yang memulainya

” nggak mungkin… Dia bisa melihatnya ” gumamnya, oh tidak. aku berbalik melihatnya. matanya yg sendu, sungguh aku tidak sanggup melihatnya. Terlihat dengan jelas disana bahwa dia sangat terluka. Apakah istrinya nggak sengaja memperhatikannya atau memang karena nggak peduli?

” kalau aku, pasti nggak akan terlewatkan jika aku menjadi dirinya ” batinku

jika aku bertemu denganmu dahulu… Berapa besar kemungkinannya… Kamu akan memilihku…?

********** ~ You Called That Flower ” Love ” ~ **********

Tepat setelah 30 menit toko tutup, pasti dia sudah tertidur.

Kembali ku pandangi wajah damainya. Ingin aku menyentuh dirimu. Entah, dorongan darimana, aku perlahan mulai mendekatkan wajahku pada wajahmu.

Tunggu!, Apa yg ku lakukan? Dia milik orang lain, aku tidak ingin menjadi perusak hubungan seseorang, meskipun istrinya tidak memperdulikannya.

Ketika aku mulai beranjak untuk menjauhinya. Tiba-tiba seseorang menggenggam tanganku dan menarikku ke dalam pelukannya.

Tunggu, kepala toko apa yg kau lakukan?

” Ke.. Kepa… ” ucapanku terpotong karena gumamannya ” Tiffany… ”

Tiffany adalah nama istrinya…? aku mulai memberanikan diri untuk melepaskan pelukannya.

Ku pandangi cincin di jemarinya, perlahan ku lepaskan. Ku lihat tertera nama Kris & Tiffany.

Aku sering berpikir bahwa… realitasnya yg salah. Karena, kalau memang bukan jodohku… nggak akan mungkin aku bisa mencintainya sampai seperti ini.

Tapi, kenapa kamu… Milik Orang Lain…

********** ~ You Called That Flower ” Love ” ~ **********

” Sica-ssi, kau melihat cincinku? ” tanya Kris, sehingga aku diam beberapa saat

” … Tidak. ” jawabku,

Aku… knp jd begini, Padahal aku menyembunyikan cincinya,

dan nggak akan bisa menghilangkan…

Kenyataan bahwa dia sudah menikah.

” Apa aku harus mengembalikannya? ” tanyaku pada diriku sendiri

Greg…

” eh? ” bingungku, ketika melihat seorang namja jangkung. Bukankah, orang ini sering datang kemari?

” Maaf, tokonya sudah tutup ” ujarku

” Aku mencarimu, ghampshamnida… kau selalu baik padaku ” balasnya dengan senyuman manisnya, apa maksud namja ini?

” aku suka padamu… Aku terus memikirkanmu… ” Lanjutnya, sehingga membuatku takut karena namja ini semakin mendekatiku

” Yeoja itu nggak dijual. Yeoja itu… Adalah milikku ” suara itu? suara kepala toko -Kris

” Jangan main pegang-pegang saja. ” lanjutnya dengan tatapan datarnya, hingga namja ini mendengus kesal dan pergi

” Sica-ssi, gwaencanha? ” tanya Kris, Pabbo! Apanya yg baik-baik saja?

” … Milik.. Mu…? ” gumamku sedih, ku mohon jangan buat aku berharap lebih padamu

” Mian, lebih baik aku bilang begitu daripada dia mengganggumu ” balasnya yg semakin membuatku sedih, dia hanya merasa iba padaku bukan karena dia menyukaiku

” Sica-ssi ” panggilnya, karena dia melihat punggungku sedikit bergetar.

” hiks… nan gwaencanha … ” balasku dan menyeka air mataku

” nan.. Gwaencanha … ” ulangku

” goetjimal ” gumamnya datar dan menarikku ke dalam dekapannya

” Biarkan begini, sampai kamu merasa tenang ” dia semakin mempererat pelukannya, ku mohon jangan menyiksaku

Padahal aku sudah merasa tenang, tapi jangan lakukan yg lebih dari ini. Ini membuatku terus mengharapkanmu

” jangan… berbuat baik… padaku…! ” ujarku parau dan mencoba melepaskan dekapannya

” Wae aku nggak boleh berbuat baik… pada orang yg kuanggap penting…? ” balasnya dan kembali menarikku ke dalam dekapannya

Wae… Suaramu pahit sekali…? kalau kamu bicara seperti itu, Wae?

” Wae? ” tanyaku pelan dan mulai mencengkram bajunya

” Wae bukan aku? ” pekikku dan melepaskan cengkramanku, aku menundukkan kepalaku untuk menyembunyikan liquid bening yg senantiasa akan turun.

” aku… lebih memperhatikan dirimu… aku sampai melihat lukamu…! ” gumamku miris

Siapapun, tolong aku… Hentikan diriku ini sebelum aku menumpahkan segala perasaan ini

” aku lebih sayang padamu… Daripada dia!

Jadi jangan pilih dia… ” ujarku dan cairan liquid bening itu telah membentuk aliran sungai kecil pada pipiku

Sebenarnya, aku tidak ingin mengatakan ini. Tapi… ” Pilihlah aku… ! ”

Aku mengembalikan cincinnya, dia pun mengambilnya dan menatapnya dengan pandangan yg sulit untuk ku artikan

” Mian…

Aku… Tidak bisa memilihmu ” ujarnya pelan, kurasa aku sudah tahu jawabannya. Memang seharusnya seperti itu…

********** ~ You Called That Flower ” Love ” ~ **********

Aku sudah tahu dari awal, tetapi mengapa rasanya tetap sakit.

” wajahku benar-benar parah ” gumamku, aku melihat wajahku di kaca toko yg aku lewati. mata yg sembab karena menangis semalaman. wajah yg kusut…

Aarrgghh, kurasa aku ingin libur sekolah.

” Mana harus lewat depan toko lagi ”

Loh… tokonya… tutup…? inikan bukan hari libur… Apa kepala toko sakit?

” annyeong, Sica-ssi ” sapa seorang yeoja paruh baya-pemilik toko buku seberang

” nado, ah-jumma ” balasku dengan senyum adanya

” hm, hari ini, hari peringatan kematiannya, ya ” gumam ah-jumma itu, sehingga aku melihat ke arahnya dengan tatapan bingung

” Kematian…? ” gumamku bingung, siapa yg meninggal?

” Istrinya yg meninggal karena kecelakaan lalu lintas. kalau nggak salah… Namanya Tiffany Hwang, ya? ” Ujar ah-jumma

” Setiap tahun, setiap hari ini… Pasti dia menutup toko. Sudah 3 tahun… Cepat, ya ” lanjut ah-jumma

… Istrinya … Sudah meninggal…?

” nggak mungkin… Dia bisa melihatnya ”

” Wae aku nggak boleh berbuat baik… pada orang yg kuanggap penting…? “

” Pilihlah aku… ! “

kata-kata itu…

” aku… kok jadi begini? ” gumamku menyesal, aku merasa aku manusia terjahat di kehidupan ini,

********** ~ You Called That Flower ” Love ” ~ **********

Srek…

aku mendongakkan kepalaku untuk meilhat siapa yg datang.

” … mengembalikan kunci? ” tanyanya santai

” Mianhae… ” ucapku tulus tanpa menghiraukan pertanyaanya

” aku sudah dengar… tentang istrimu. ” lanjutku, dan dia melihatku dengan tatapan datarnya

” mian, aku sudah berbicara hal yg selancang itu padamu ” ujarku lagi, sungguh aku sangat merasa menyesal.

” Gwaencanha ” balasnya

” memang aku yang aneh ” gumamnya dan melihat benda berbentuk bundar pada jemarinya

” Sudah 3 tahun berlalu pun, aku nggak melepaskan ini ” lanjutnya dan menghela nafas pelan

” dibelenggu masa lalu… “dia juga mengharapkanmu untuk bahagia” orang sekitarku sering mengatakan itu
Aku hanya terdiam, untuk mendengarkan lanjutan ucapannya

” Tapi, siapa yg bilang… aku harus melangkah ke depan? ” sekarang dia tersenyum miris, aku hanya dapat menyambutnya dengan senyum kecut.

” Bagiku itu bukan “masa lalu”. kalau memang aku nggak bisa menerima kenyataan… ” keluhnya, sungguh dia sekarang terlihat seperti seorang namja yg putus asa

” nggak di terima pun nggak apa-apa, kan ” entah mengapa kata-kata itu terucap dari mulutku

” aku selalu berpikir…

akan menyerah untuk mengharapkanmu. ” cairan liqid yg sedari tadi ku tahan, akhirnya keluar juga

” tapi kali ini… aku berhenti untuk menyerah…

Walaupun aku berusaha menahan perasaanku, walaupun aku berusaha melupakanmu, Tapi di dalam kepalaku… Hanya penuh olehmu ” ujarku dengan senyuman kecut

” Hati yg tak akan pernah berubah. Salah satu arti bahasa bunga…

dari bunga yg di berikan oleh kepala toko ” lanjutku, aku mulai berjalan mendekatinya

” waktu kamu susah, aku ingin mengulurkan tanganku…

walaupun kau tak memerlukannya, walaupun cuma jadi beban untukmu, aku ingin berada di sampingmu … ” aku mulai mengulurkan tanganku padanya

” Perasaanku terhadapmu… Tak akan berubah selamanya ” akhirnya…

Perasaan yg selama ini, aku tahan. sekarang telah ku ucapkan. aku mulai merasa lega sekarang. Ku lihat dia-Kris hanya terdiam dengan pandangan sendu. aku berharap ia dapat mengucapkan sesuatu, tetapi ia hanya diam. Apa memang dia tidak memiliki perasaan terhadapku meskipun 1 mm?

” ……

Pada awalnya 3 jam ” akhirnya, aku tidak akan memotong ucapannya. aku hanya perlu mendengarkannya sekarang

” waktu itu… bekerja adalah satu-satunya alasanku untuk tetap hidup.

Begitu toko tutup, tubuhku rasanya berat. nggak bisa bergerak lagi ” kini, dia mulai menatapku

” Tapi, sejak saat itu, sejak waktu itu…

sudah berkurang, sejak kau hadir… ” kini, dia meraih tanganku dan menggenggamnya

” Bila ada kamu… Sakitku terkikis… ”

Aku hanya ingin berada di sampingmu… Bila aku bisa meringankan rasa pedihnya

Bila datangnya waktu untuk melepaskan cincin dari jari manisnya… Saat itu pasti akan datang

– Jessica

Gomawo… karena kahadiranmu…

kau membuatku dapat merakan kehidupan lagi…

Sedikit, demi sedikit. sakit ini telah terkikis


– Kris

Akhirnya Selesai Juga…
Sungguh Akhir Yg Panjang…
Apalagi Buatnya Pada Saat UAS….
Mianhae, Jika Author Belum Bisa Share ” When You Can Love Me? ”
Mohon, Untuk Tinggalkan Jejak… Ini Hasil Jerih Payah Loh…
Pdhl Cm Tinggal Coment And Like, Tp Di Kacangin…
Jebal… Tinggalkan Jejak Ne🙂

Ghampshamnida telah membaca🙂

9 thoughts on “[Freelance] (You Called That Flower ” Love “) (Oneshoot)

  1. Jadi akhirnya kris mau nerima jessica gitu yaa chingu?
    Aq suka dengan kata” kepala toko. Serasa baca komik jepang gitu. Hahaha~ mian nggak nyambung. Kalo ada sequelnya lebih bagus lho chingu. Biar bisa tau gimana kelanjutan hubungan kepala toko dan jessica.

  2. bgus ni ff mu thor. diawal emg bkin sedih. tp ending’a tdk mgecewakan. akhir’a kris bs mnerima sica jg.
    ditgu ff mu lain’a…

  3. Ini manis, enak di serap(?) juga. Tinggal bahasanya aja yang perlu di perbaiki biar semuanya satu bahasa dan jadi makin nyaman di baca :3 ini timingnya potong-potong gimana gitu, kayak manga😀

  4. bahasanya kurang baku sih, tapi hasilnya memuaskan bgt. bacanya serasa baca manga jepang. smoga kris cepet bisa ngelepas cincinnya skaligus nerima klo tiffany udh pergi, n nerima jessica sepenuhnya ^^ endingnya bagussss!! boleh berharap ada sequel kah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s