4th. My Turn to Cry (MID Project)

image

Title                       : My Turn to Cry

Author                  : Flawless Jung

Cast                       : Jessica Jung ; Kris Wu

Genre                   : Dramance ; Sad ; Bittersweet

Length                  : Drabble / Oneshoot

Rate                       : PG-17

Disclaimer           : I just on the story, the plot and the poster (you can request my artwork at here). The casts are belongs to their life, their self, their God.

Summary             : I’m beg you, don’t cry anymore.. It’s my turn to cry.. I’m missing you

Author POV

Dimalam bersalju ini tampak dua orang wanita duduk berhadapan di meja makan rumahnya. Masing-masing menikmati sup jamur yang dihidangkan oleh koki dari rumah mewah bergaya klasik ini. Tampak sesekali mereka menebarkan senyum, saling bertukar pikiran dan bercanda.

“yah, Jessica Jung. Ada yang ingin eomma bicarakan..” kata salah seorang yang mengenakan dress berwarna hitam. Sedangkan yang diajak bicara menatapnya balik penasaran.

“what eomma? Katakan saja..” Tanya sang anak yang dipanggil Jessica tadi.

“a..apa eomma boleh menikah lagi?” Tanya sang ibu hati-hati. Ia menunggu reaksi dari anak semata wayangnya yang masih mematung dengan memegang sendok makannya.

“m..mwo?” balas Jessica tergagap.

“jika tidak boleh juga tidak apa-apa ok, Eomma mengerti Jess” kata sang ibu cepat.

“ani ani! Yah~ ternyata eomma pacaran dibelakangku yaaa kekeke~” balas Jessica sambil terkikik geli.

“pelankan suaramu Jess, pelayan dirumah ini akan menertawaiku jika mendengarmu terkikik begitu.” Sungut ibunya kesal.

“jadi.. siapa pria beruntung itu? Hm?” Tanya Jessica tanpa menghiraukan nasehat ibunya.

“kau tidak marah?”

“untuk apa? Jika eomma bahagia, aku akan sangat bahagia..”

“jeongmal?” sang ibu tidak percaya dengan apa yang menjadi pilihan anaknya. Kebanyakan pada drama  yang selama ini ia tonton, anak-anak akn menolak keinginan orang tua mereka jika mereka ingin menikah lagi setelah orangtuanya berpisah.

“nde. Nan jeongmal chuahe-yo eomma. Jadi kapan aku bisa melihat pria beruntung itu?”

Jessica menatap ibunya yang telah berkaca-kaca saat itu. Ia menyadari, sang ibu juga perlu seseorang yang bisa menemani dan menjaganya. Jessica memang selalu menemani dan menjaga, tapi bukan itu. Ini masalah perasaan kesepian. Ada satu ruang kosong pada hati eomma-nya, dan Jessica sangat mengerti akan hal itu. Itulah engapa ia menyetujui eommanya akan menikah lagi, tapi tentunya dengan pria yang baik-baik.

“beberapa minggu lagi kita akan bertemu dengannya. Ia sedang mengurus anak perusahaannya di Kanada. Kau harus tampil cantik. Jangan mempermalukan eomma-mu yaa”

“nde eomma..” sambut Jessica semangat.

“gomawo, jeongmal gomawo Jessi.. KAu yang terbaik. Eomma beruntung memilikimu..”

“ani. Aku yang beruntung bisa memiliki eomma secantikmu”

Dua anak ibu itu kembali dalam acara makan mereka. Diiringi senyum yang tiada henti dari raut wajah keduanya.

“ah ya, bagaimana hubunganmu dengan namjachingu-mu?” Tanya eomma pada anak semata wayangnya.

“Kris? Kami baik-baik saja. Hehehe. Tapi pastinya ia akan lebih tampan dari papa baru-ku. Kekeke”

“kita lihat saja nanti. Hahaha”

Salju sepanjang malam berlanjut hingga siang hari dikemudian hari. Sekarang ini, di salah satu universitas terkemuka di Seoul, sepasang kekasih duduk di salah satu meja di kantin. Tampak keduanya benar-benar menikmati waktu luang yang mereka dapatkan. Bermesraan seperti pasangan lain.

“aku ada kabar baik Kris” kata wanita itu semangat.

“kehadiranmu saja sudah menjadi hal baik untukku..aw! appo” kata pria didepannya setelah menerima sebuah ciuman dikepalanya dari buku tebal yang digunakan Jessica . Ia mengelus kepalanya dengan ekspresi kesakitan dan Jessica tersenyum geli.

“berhentilah menggombal Kris-ssi”

“jadi kau ingin aku menggombal wanita lain?”

PUKK!

“apphaa~” sekali lagi buku tebal itu mendarat dipuncak kepala Kris. Kris dibuat semakin meringis kesakitan.

“coba saja kalau berani, aku tidak bisa menjamin kau bisa merayakan ulang tahunmu ditahun depan”

“kau kejam sekali Nyonya Wu”goda Kris pada Jessica. Semburat merah jambu muncul begitu saja dari kedua belah pipi Jessica.

“sudahlah. Aku ada berita baik. Kau mau dengar atau tidak?” potong Jessica. Ia tak akan bertahan lebih lama lagi jika namjachingu-nya terus menggodanya  seperti itu.

“apa yang membuat Princess-ku begitu semangat dipagi ini? Hm?” Tanya Kris sambil membelai lebut puncak kepala Jessica.

“eomma-ku. Dia akan menikah.”

“mwo? Jeongmal? Chukkhae. Aku juga turut bahagia. Sampai kan salamku pada eomma-mu”

Jessica menggangguk semangat. Ia tersenyum memandang Kris. Alis tebal bibir kissable hidung mencung tajam mata setajam elang. Pria-nya terlihat sangat sempurna. Ia bersyukur bisa memiliki Kris, visual yang sempurtna didukung dengan tata karma-nya yang baik pula.

CUP

Jessica membulatkan matanya. Kris menciumnya didepan umum. Memang bukan yang pertama, tapi ini tiba-tiba. Jessica menikmati sentuhan diatas bibirnya hingga Kris melepas tautan keduanya.

“kau terus menatapku seperti tadi, aku jadi ingin memakanmu Jess”

Kris memperlihatkan sengirannya yang membuat Jessica merinding seketika. Tak ayal, sebuah buku kembali terbang. Namun kali ini gagal mendarat dikepala Kris. Karena Kris kembali mempertemukan bibir mereka.

Buku yang dipegang Jessica jatuh begitu saja terhempas diatas tanah. Lalu ia memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan yang ia terima dari Kris. Tak lama, Jessia mengalungkan kedua lengannya pada luher Kris yang disusul dengan pelukan Kris yang mengerat pada kedua pinggang kecil Jessica.

“Saranghae Jessica Jung” bisik Kris disela ciumannya.

“nado saranghae Kris Wu” balas Jessica tepat ditelinga Kris.

“Jessica! Jessica!” sebuah teriakan memenuhi ruangan. Seorang wanita yang merasa terpanggil menampakkan kepalanya didepan pintu. Ia melirik kelantai bawah.

“wae gurrae eomma?” Tanya-nya saat melihat siapa yang memanggilnya.

“kita akan makan siang dengannya seminggu lagi. Jadi atur waktu kencanmu dengan Kris ya. Jangan sampai kau tidak punya waktu untuknya.” Kata eomma dari bawah.

“nya? Dia siapa? Nugu?” Tanya Jessica.

Eomma hanya tersenyum kearah Jessica tanpa memjawab pertanyaan Jessica. Jessica memutar matanya lalu mencoba berpikir keras. Alisnya yang bertautan dengan kening berlipat.

CLAP

Jessica menepuk kedua belah tanggannya. Senyumnya terkembang dan kakinya beranjak menuruni tangga. Tanpa menunggu sampai dikamar eommanya ia langsung berteriak histeris. “apa kita akan makan siang dengan pacar eomma? Jinjaa?!”

“yak Jessica! Kecilkan suaramu!”

Jessica terbaring di ranjang kamarnya. JAri mungilnya sibuk mengetik pesan untuk seseorang.

To : Naga Tampan

Dear, bisa menemaniku belanja besok sore? Aku akan makan siang dengan calon ayah baru-ku. Jadi aku ingin beli baju baru. Hehe/hughug/

SEND

Tak perlu menunggu lama, ponsel Jessica sudah bordering. Sebuah senyum terlukis diwajahnya saat membaca pesan itu.

From : Naga Tampan

Anything for you, Princess. /kisskiss/

Kedua anak muda itu sudah berada dipusat perbelanjaan sesuai dengan janji mereka kemarin sore. Kris mengenggam tangan Jessica. Menuntunnya, takut jika Jessica menghilang. Mungkin ini berlebihan, tapi Kris benar-benar mencintai wanitanya satu ini.

“apa aku terlihat bagus dengan gaun putih tadi?” Tanya Jessica saat ia melihat kantong belanjaannya yang ada pada Kris.

“kau terlihat bagus kapan saja dan dengan apa saja Jessie. Berhentilah khawatir.”

“tapi ini akan jadi pertemuan pertamaku dengan ayah baru”

“sebenarnya siapa yang akan bertemu siapa sih? Apa kau yang akan menikah denga ahjussi itu?”

“tentu saja bukan. Cihh!” Jessica menatap Kris kesal. Bagaimana ia bisa berpikir seperti itu.

Kris tersenyum pada Jessica. Ia menyukai sikap Jessica yang begitu apa adany , tidak dibuat-buat. Tangannya terangkat lalu mengelus kepala sang kekasih dengan lembut.

“kalau begitu, kau tidak perlu terlalu khawatir. Kajja! Kita pulang, sudah malam.”

Hari ini mereka akan bertemu seperti yang sdah dijanjikan sebelumnya. Jessica memperhatikan tampilannya dari cermin. Memastikan semuanya sudah sempurna. Ia mengenakan gaun selutut dengan sepatu berwarna senada dan rambut yang biarkan terurai.

Setelah merasa cukup, ia mengambil tas tangannya dan ponsel yang terletak di atas Kasur. Kakinya berlari kecil menuruni tangga. Senyum bahagia terpancar begitu jelas. Ia akan bahagia, karena ia akan segera mempunyai ayah baru.

“eomma. Kau dimana?” Tanya Jessica saat membuka pintu kamar eomma-nya.

Taklama, pintu toilet yang berada didalam kamar itu terbuka. Keluarlah seorang wanita yang biasa dipanggil Jessica dengan sebutan eomma itu dengan sebuah dress panjang berwarna peach. Rambut yang sama indahnya denga Jessica disir rapid an diselipkan dibelakang telinga.

“aigoo~ nan eomma yeppo-so” kata Jessica yang terbelalak melihat eommanya. Biasanya eommanya tidak akan mau jika disuruh berdandan seperti ini. Tapi kali ini beda.

“aku tau. Nah ayo berangkat” balas eomma sambil mengambil tasnya yang tergantung di lemari.

“cih, kau percaya diri sekali eomma”

“kau yang memujiku cantik sayang” balas eommanya dnegan senyuman kemenangan.

“nde nde. Kau memang cantik. Dasar. Kkeke”

Kedua manusia berstelan jas berwarna hitam itu memasuki sebuah rumah makan cukup ternama di pusat kota Seoul. Seorang pria tinggi berambut pirang kecoklatan dan seorangnya lagi bertampang agak dewasa.

“kenapa tiba-tiba mengajakku makan siang Pa?” Tanya seseorang yang lebih tinggi itu. Pria yang ditanya hanya sibuk mencari seseorang yang mungkin sudah menunggunya.

“karena kau akan segera punya mama baru” balasnya singkat dengan sebuah senyuman pada putra tunggalnya itu.

“mwo? Mama baru?” sang anak hanya menautkan kedua alisnya. Ini pertama kalinya ia melihat senyuman ayahnya semenjak kepergian mama-nya, yang juga menjadi istri dari seseorang yang ia panggil papa tadi. Sudah hampir 3 tahun Kris tidak pernah melihat senyum begitu bahagia seperti tadi.

“nde.. ka..kau tidak keberatan jika papa menikah lagi bukan?” Tanya pria itu lagi.

“tentu saja. Aigoo~ tapi seseorang yang jadi mama-ku harus cantik.” Balas Kris sambil berkacak pinggang.

“ia bahkan lebih cantik dari perempuan yang selalu kau cerita itu, siapa namanya? Jessi?”

“Jessica” tegas Kris.

“ah sudahlah. Apapun itu, calon mama baru-mu akan lebih cantik. Percayalah. Haha” gelak tawa terdengar dari kedua pria itu. “kajja, aku sudah menemukan mereka”

“mereka?” Tanya Kris bingung.

“nde. wanita-ku dan putri tunggalnya”

Kedua pria tadi berjalan mendekati sebuah meja yang terletak berdekatan dengan jendela. Ada dua wanita cantik yang berada disitu. Salah seorang duduk membelakangi mereka. Seorangnya lagi menatap kedua pria itu saat mereka mendekat. Spontan, wanita itu berdiri sambil membungkukkan sedikit badannya yang di balas oleh kedua pria yang berada didepannya.

Seorang wanita yang membelakangi kedua pria itu menatap wanita yang berdiri didepannya. Lalu dengan perlahan ia memutar kepalanya. Matanya menemukan seseorang yang sangat familiar.

“KRIS”

“JESSICA”

Seorang pria dan seorang wanita kini membelalakkan matanya dengan sisa dari mereka hanya menatap putra-putri mereka penuh pertanyaan. Hingga sebuah suara dari pelayan berseragam hitam-putih menyadarkan keempatnya.

“permisi, anda mau pesan apa tuan dan nyonya?”

Suasana canggung terlihat jelas diantara dua orang itu. Mereka duduk bersebelahan dengan orang tua masing-masing berada didepan mereka.

“ahh~ jadi kalian sudah mengenal ya? Bagus sekali. Kalian akan cepat akrab. Benahkan Yoona-ya” kata pria paruh baya itu sambil tersenyum pada Jessica, perempuan yang akan segera menjadi anak gadisnya itu.

“n..nde ahjussi” bala Jessica terbata. Ia hanya duduk dan mengaduk minuman yang belum sempat diminumnya itu. Sebelah tangannya lagi digunakan untuk meremas ujung gaunnya.

Pria yang duduk disebelahnya menghembuskan nafasnya kasar. Ia menatap orang tua satu-satunya yang ia miliki, lalu melih=rik kearah sebelahnya, kearah Jessica.

“apa kalian seumuran? Berada umur putramu Siwon-ah?” Tanya wanita yang dipanggil Yoona tadi. Pria yang duduk disebelahnya mengelus dagunya, tampak berpikir. “dia lahir pada tahun 1990. Bagaimana dengan Jessica?”

“aigoo. Kurasa kau akan jadi noona sayang. Kris lebih muda darimu” kata Yoona sambil menatap Jessica. Jessica sudah tidak tahan. Matanya sudah tidak bisa membendung sesuatu yang akan tumpah.

“nde. Noona yang sangat cantik” tambah pria yang bernama Siwon itu.

Spontan Jessica bangun dari kursinya. Ia mengeraskan kepalan tangannya. Sambil sekali terisak pelan, hampir tidak terdengar. Tapi Kris mendengarnya. “ak..aku permisi sebentar eomma, ahjussi” katanya lalu membungkuk sebentar lalu berlalu dari hadapan ketiganya.

“aku juga” susul Kris. Kris meninggalkan kedua orang itu setelah membungkuk sebentar.

“jess..” sahut pria itu setelah berhasil menyusul kekasihnya. Ia mendapatnya kekasihnya menangis didepan toilet dengan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

Jessica diam pada posisinya, tidak berbalik maupun membalas panggilan Kris padanya. Kris memandang sedih pada Jessica. Ia tau betul apa yang menjadi masalah untuk mereka, kalau saja ia bisa, ia ingin mengubah takdir. Tapi kenyataannya ia tidak bisa.

GREP

Kris memeluk Jessica dari belakang. Mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping Jessica. Banyak tamu yang menatap mereka heran, tapi Kris tak peduli. Ia hanya peduli pada kekasihnya.

“uljima Jess. Kita bisa menjelaskannya pada papa-ku dan eomma-mu. Kurasa mereka akan mengerti.” Kata Kris sambil meletakkan dagu lancipnya pada bahu Jessica.

“andwae.. andwae Kris!” balas Jessica cepat. Ia menggelengkan kepalanya keras. Sontak juga Kris melepas pelukannya dan kemudian Jessica berbalik metapanya.

“wa..waeyo Jess?”

“aku ingin eomma bahagia Kris. Semenjak ditinggal appa sejak umurku 2 tahun, eomma berusaha sendiri hingga menjadi sukses seperti sekarang. Ia membahagiakanku sendirian, dan tidak pernah mengeluh. Biarkan sekarang mereka bahagia. Aku ingin eomma bahagia dengan cinta yang hampir 20 tahun lebih tak pernah dirasakannya lagi” jelas wanita itu sambil sesekali sesegukkan. Matanya memancarkan rasa sedih dan juga keyakinan.

“ta..tapi Jess, kita bi-“

“tidak Kris!” Jessica memotong ucapan Kris. Pria itu kemudian hanya bisa kembali mengehla nafas beratnya lagi.

“kembalilah dulu. Aku akan menyusul lima menit kemudian.” Kata Kris kemudian. Matanya  terpejam. Mereka berdua dalam masalah yang rumit sekarang.

“bagaimana Jess?” Tanya Yoona pada putri semata wayangnya saat mereka dalam perjalan pulang.

“mwo?” tanyanya balik.

“calon appa-mu. Aku hanya akan menikah jika kau menyetujuinya sayang”

Mata Jessica menerawang. Ia menatap pemandangan diluar. Otaknya terus saja memaksa untuk beranggapan bahwa ini mimpi. Tapi bagaiamanapun ia berusaha untuk membohongi setiap sel otaknya, tetap saja ini adalah kenyataannya.

“chua~ nan chuahe-yo eomma” balas Jessica sambil tersenyum memandang eomma-nya.

“jinja?” mata Yoona membulat tatkala menerima respon positif dari anaknya.

“nde.. Nan jeongmal chuahe-yo. Kurasa Siwon ahjussi akan memperlakukanmu dengan baik. Chukkhae eomma”

“jeongmal gomawo sayang. Nde.. dan kau juga harus menemukan pria-mu, sebaik Siwon ahjussi” balas sang ibu yang disambut anggukan kecil dari Jessica.

“aku sudah menemukannya eomma. Pria-ku yang tak akan pernah menjadi milik-ku” bisiknya dalam hati.

“pa..” panggil Kris pada papa-nya saat ia menemukan sang ayah berada didalam ruang baca.

“nde Kris, waeyo?” balas Siwon sambil menutup bukunya dan melepas kacamata bacanya.

“hmm.. Apa kalian, maksudku papa dan Yoona ahjumma akan menikah?” Tanya Kris hati-hati.

“jika kau mengijinkan Kris..” balas pria paruh baya itu.

Hhh~ Kris mendengus pelan. Ia menatap kedalam bola mata sang ayah.

“ada apa Kris?” Tanya Siwon.

“apa kau mencintai Yoona ahjumma?” Tanya Kris lagi.

“tentu saja. Waeyo?”

Kris memejamkan matanya. Kalimat yang Jessica lontarkan tadi pagi masih terngiang ditelinganya. Jauh didalam lubuk hatinya, ia ingin sekali memberitahu ayahnya tentang hubungan ia dan Jessica, tapi mengingat bagaimana Jessica ingin membahagiakan ibunya, ia menguburnya dalam-dalam.

“tidak. Tidak ada apa-apa. Aku permisi dulu” kata Kris sambil beranjak dari ruangan itu. Ia berlalu menuju kamarnya. Tatapan matanya kosong. Ingin sekali ia menangis, tapi air matanya tidak mau keluar.

DRTT

Sebuah pesan masuk . Kris menatap layar ponselnya. Pesan dari Jessica, dengan cepat ia membuka pesannya dan membaca isinya.

From : Baby Sic

Besok temui aku di taman belakang ruang auditorium.

Siang ini sesuai janji dari pesan Jessica untuknya, Kris sudah berada di taman belakang ruang auditorium. Kris mondar mandir menunggu si pembuat janji.

Ujung m,atanya menangkap siluet seorang wanita yang ditunggunya sejak tadi. Mata mereka bertemu untuk sekian detik hingga Jessica membuang wajahnya. Ia berjalan mendekati Kris. Kris pun begitu.

“Kris.. aku ingin mengatakan sesuatu..” katanya. Ia tidak memandang Kris. Wajahnya tertunduk. Sedangkan Kris berdiri mematung didepannya.

“aku..aku ingin kita-“

“geumanhe!” potong Kris.

“aku ingin kita pu-“ ulangnya

“GEUMANHAE!” potong Kris lebih keras.

Jessica mengangkat wajahnya menatap Kris. Kris mendapati mata Jessica yang berair. Ingin sekali ia memeluk dan menenangkan gadisnya seperti yang ia lakukan biasanya jika Jessica bersedih.

“kita tidak bisa begini Kris. Kita harus pu-“

Kembali terpotong. Kali ini dengan ciuman. Kris mendadak menciumnya, membungkam mulutnya. Jessica kaget. Otaknya menolak perlakuan Kris, tapi entah kenapa tubuhnya begitu menikmatinya.

Perlahan, air mata yang tadi mati-matian di tahanya mengalir dari kedua sudut matanya. Kris tak peduli lagi dengan sekitar. Ia hanya tidak ingin mendengar kalimat menyakitkan dari Jessica. Ia tau, Jessica juga sangat sakit mengatakannya.

Perlahan Kris melepaskan tautan mereka. Ia meletakkan tangannya dibahu Jessica. Mata mereka kembali bertemu.

“anggap saja yang tadi itu salam perpisahan” kata Kris lemah.  Jessica terisak dibuatnya. Kris yang tidak tahan melihatnya langsung membawa Jessica kedalam pelukannya.

“uljimma Jessi.. Jangan menangis lagi..” katanya sambil mengelus pelan punggung Jessica.

Jessica hanya menangis, bahkan lebih keras dari sebelumnya. Ia menyembunyikan dalam-dalam wajahnya dalam dada bidang Kris. Ia menghirup aroma tubuh Kris yang tak akan pernah ia hirup sedekat ini lagi jika mereka menjadi saudara.

Gereja yang terisi penuh oleh tamu undangan mulai bertepuk tangan riuh. Kedua mempelai menghadap tamu setelah melakukan pemberkatan yang di sah kan oleh pastor. Terlihat senyum bahagia dari kedua insan manusia itu.

Jessica yang berdiri tak jauh dari pengantin itu tersenyum dan menangis menatap wanita dan pria yang akan menjadi ayah dan ibunya itu. Ia tidak tau bagaimana mengontrol emosinya, ia bahagia dan sedih disaat yang bersamaan.

Sedangkan sebuah mata mengawasinya dari bagian kanan penonton. Mata elang milik Kris Wu. Kris menatap Jessica yang menangis juga tersenyum. Ingin rasanya ia berlari dan memeluk Jessica saat itu juga, tapi tidak bisa, mereka sudah sah menjadi saudara.

Menjadi saura, tinggal dirumah yang sama dan kamar yang bersebelahan. Setiap hari bertemu, bertatap muka, makan bersama, bahkan terkadang berangkat ke kampus bersama. Tapi mereka tidak bisa semanis dulu. Mereka sekarang bagaikan sedang perang dingin.

Seantero kampus menyadari perubahan mereka, hingga timbul gossip yang menatakan kejelekan salah satu dari mereka yang menyebabkan perpisan keduanya. Tapi itu tidak benar, Karena yang paling tau apa yang menjadi masalah mereka hanya mereka berdua.

Malam itu, saat Siwon dan Yoona pergi keluar untuk makan malam berdua meninggalkan Kris dan Jessica yang berada dikamar masing-masing. Kris menatap layar ponselnya yang berisi foto-fotonya dan Jessica beberapa bulan lalu. Ia merindukan hubungan mereka.

Perlaha Kris beranjak dari kasurnya membuka pintu kamarnya menuju kamar Jessica yang berada tepat disebelahnya.

TOKTOK

Dua kali ketukan pada pintu kamar Jessica. “ini aku” katanya.

Tak lama pintu terbuka, menampilkan Jessica yang terlihat pucat. Beberapa hari ini Jessica memang kehilangan nafsu makannya. Bahkan ia juga tidak tidur. Kris mendengus kesal melihat keadaan wanita yang sampai saat ini masih dicintainya.

“kau tidak menyuruhku masuk?” Tanya Kris.

Jessica yang seolah tersadar langsung memundurkan tubuhnya, memberikanruang untuk Kris masuk kekamarnya.

“ada apa?” Tanya Jessica.

“hanya merindukanmu” balas Kris

“setiap hari kita bertemu. Bagaimana kau bisa merindukanku?”

“aku merindukanmu sebagai kekasihku”

Jessica terdiam. Sejujurnya ia juga merindukan keadaan mereka yang dulu. Ia menunduk, kembali menangis.

Kris yang menyadari bahu Jessica yang bergetar langsung memeluk Jessica. Ia paling tidak bisa melihat Jessica menangis. Tak lama setelah tangisan Jessica mereda, Kris meraih dagu Jessica dan mengangkatnya.

“jangan menangis lagi, jangan algi Jess.. aku akan semakin sakit” kata Kris sambil menghapus air mata Jessica dan tersenyum paksa. Jessica yang melihat perlakuan Kris padanya membuat ia ingin sekali menangis lagi.

“tenanglah. Aku akan mencintaimu, menyanyimu, dan menjagamu.. sebagai noona” kata Kris lagi. Jujur saja ia sangat berat saat mengucapkan kata terakhir. Tapi keduanya tidak punya pilihan. Ini adalah satu0satunya pilihan terbaik, menurut mereka.

“semoga kau menemukan yang lebih baik dariku noona..” kata Kris lagi.

“gomawo.. Kau juga Kris..” balas Jessica.

CUP

Kris mengecup kening Jessica sebelum beranjak meninggakan kamar Jessica. Jessica mematung karenanya. “jaljayo noona. Jeongmal saranghae.. saranghantago” kata Kris yang disusul dengan langkahnya menuju pintu kamar.

BLAM

Kris menutup pintu kamar Jessica setelah keluar dari sana. Ia tidak bergerak. Tak lama ia merosot kebawah, bersandar pada daun pintu kamar Jessica. Ia melipat lututnnya dan menenggelamkan wajahnya. Tak lama bahunya bergetar. Kris menangis. Tangis yang ia tahan begitu lama akhirnya pecah juga.

Isak kris bagai melodi tersendiri. Ia tidak berniat bangun dari tempat itu. Tubuhnya terasa lemas, dan ia hanya ingin menangis. Biar saja jika besok matanya bengkak, toh ia hanya bisa menangis saja sekarang. Apalagi yang bisa ia lakuakan? Tidak ada.

Keduanya tersiksa dibalik rasa bahagia. Keduanya menangis dibalik senyum dan tawa bahagia yang kerap menggema disetiap ruangan. Keduanya bahkan seolah hidup tapi mati. Hanya keduanya yang tau bagaimana sakitnya. Seharusnya mereka menjadi pasangan yang  bisa saling mengumbar kasih dan cinta, tapi nayatanya mereka hanya bisa saling melirik dan memberikan perhatian sewajarnya. Sakit memang, tapi memang cinta tak selalu indah.

THE END

Haihaihaihai..

Ini project Miracle in December part ke empat. Dan abang Kris menang dari om Chanyeol. Mari tepuk kaki /plakplakplak/ .

Suka? Tidak? Suka sajalah,. Hahahaha.. ini gaje banget. Idenya ngalir gitu aja, tapi maaf telat ngepostnya, karena kemarin ga ada feel mau nulis FF. hehehehe :p

Dan warning yaaa.. typo(?) bertebaran. Hohoho.  Oh ya! Project MiD akan segera berakhir, dan embraced juga akan segera klimaks. Mungkin ending pada chapter 12/13. Nahh.. author mau bikin FF series lagi nih, jadi doain yaa semoga moodnya ga ilang. Hehehe. Akhir kta jangan lupa like dan comment!

 

Annyeong!!

 

32 thoughts on “4th. My Turn to Cry (MID Project)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s