What Am I To You? (Chapter 1)

pr-by-evelynatalya-3

Author : @evelynatalya

Genre : Sad, Romance

Rating : T

Length: Chapter

Main Cast:  Jessica Jung – Kris Wu – Juniel – Kai

Ini chapter 1 nya ya , sorry for bad fanfiction, many typos and other mistake. Jangan lupa tinggalkan comment dan like ya , menerima komentar ga terima bashing.
Selamat membaca \^o^/

Jessica keluar restoran dengan langkah gontai, ia tidak berharap Kris akan mengejar atau mengajaknya pulang bersama. Lebih baik ia menyendiri dulu, dalam hati Jessica menangis hatinya sangat sakit namun matanya sudah terlalu lelah untuk memproduksi cairan bening itu.

” Eonni kau darimana saja, kau tahu aku ingin bercerita ” rajuk Krystal manja saat mendapati Jessica pulang. Melihat wajah sang kakak yang terlihat lelah dan sendu Krystal berhenti merajuk dan membopong eonninya untuk duduk

” Waeyo eonni ? ” tanya Krystal khawatir, ia memegang kening Jessica memastikan badan Jessica tidak demam

” Aku baik baik saja ” lirih Jessica

” Hubungi Kris oppa , biar dia bisa mengantarmu ke rumah sakit ” wajar Krystal sangat khawatir, mereka hanya tinggal berdua di apartment . Orang tua mereka sibuk berbisnis di Amerika

Jessica menggeleng kepalanya sambil tersenyum tipis, membuat Krystal semakin khawatir tentu saja senyuman Jessica sangat menyedihkan menurutnya.

Jessica memeluk Krystal tiba tiba , menyandarkan wajahnya di bahu adiknya ” Soojung – ah apa yang akan kau lakukan jika ada orang menyakitiku? ”

” Mwo ? Siapa orang itu, siapa yang berani menyakiti eonni. Aku akan menghabisinya , dimana rumahnya, seberapa kaya dia ” sembur Krystal berapi api

Jessica tersenyum kecut , ia tahu reaksi adiknya akan seperti ini . Karena inilah ia tidak pernah bisa menceritakan masalah Kris dan Juniel, Jessica tidak mau Krystal marah dan menghabisi Kris. Ia tahu adiknya bisa menjadi wanita jahat bila ada yang menganggunya

” Anniyeo, aku baik baik saja . Tidak ada yang menyakitiku ” bohong Jessica, hatinya semakin sakit harus berbohong seperti ini.

——-

” Kai ” seru Jessica melihat Kai sedang duduk di caffetaria seorang diri. Dia menarik kursi di depan Kai dan menyodorkan sebuah kotak makanan

” Untukku ? ” tanya Kai menatap pemberian Jessica

” Tentu saja ” Kai membuka kotak makanan yang berisi bolu berwarna pearl white dilapisi maccarons di atasnya, kemudian melirik Jessica tak percaya

” Benar untukku ? ” tanya Kai sekali lagi memastikan

” Untukmu tuan Kim Jong In, sebagai ucapan terimakasih untuk kemarin ”

” Kau yakin? Ini bukan untuk Kris ? ”

” Ya ! ” pekik Jessica, ia mengambil kembali kue tadi tapi Kai langsung menahan dan menyembunyikan kotak kue itu di bawah belakang lengannya

” Kalau tidak mau, kembalikan kue itu aku akan memakannya sendiri ” sungut Jessica kesal

” Hei , ada apa denganmu ? Seorang Jung Sooyeon itu pelit, daripada memberikan sepotong kue padaku dia lebih memilih memberi semuanya pada Kris”

Jessica menunduk, ia benci diingatkan kembali dengan Kris. Lelaki itu tidak ada kabar sekali atau menghubungi Jessica untuk meminta maaf , tidak ada komunikasi sama sekali hari ini. Kai yang menyadari sikap aneh Jessica saat menyebut nama Kris curiga, kenapa Jessica menangis kemarin pasti ada hubungannya dengan Kris.

” Aku hanya ingin memberimu ini ” lirih Jessica

” Daripada memberiku kue ini sebagai tanda terimakasih, aku lebih senang kalau kau mau menceritakan masalahmu denganku ”

—–
Kris POV

Kata kata Jessica kemarin seperti role film yang terus berputar di pikiranku, semalaman aku memikirkan itu dan sekarang aku tahu Jessica tidak begitu menyukai Juniel. Apa aku keterlaluan pada Jessica ? Kenapa Jessica tidak menyukai Juniel ? Aku ingin sekali bertanya hal itu pada Jessica.

” Oppa ” seru Juniel membuyarkan pikiranku , aku memang menjemputnya sepulang sekolah hari ini. Dia bilang ingin memberikan aku sesuatu

” Kau kenapa oppa ? Apa ada masalah ? ” tanyanya. Kening Juniel mengkerut menatapku serius, inilah yang aku suka dari Juniel tanpa harus bercerita dia selalu mengerti keadaanku

” Anniyeo , ayo pulang” aku memegang kedua bahu Juniel dan mendorongnya masuk dalam mobil

” Kau ada masalah oppa ? ” tanya Juniel. Aku menggeleng , kalau aku bercerita kemarin aku bertengkar dengan Jessica karena dirinya, pasti Juniel akan merasa tidak enak dan bersalah pada Jessica. Aku tidak bisa bercerita sekarang, aku tidak mau membuat Juniel sedih

” Apa kau bertemu Jonghyun hari ini?” tanyaku

” Anniyeo ” jawabnya sambil tersenyum.. tersenyum getir pastinya, lelaki brengsek itu ingin sekali aku mendatangi dan menghajarnya jika Juniel tidak terus membelanya, kekasih Juniel itu memang seorang playboy dekat dengan banyak wanita dan mengabaikan Juniel

” Kau bilang kau mau memberikanku sesuatu, apa itu ? ” aku sengaja mengalihkan pembicaraan, ku rasa membahas Jonghyun ide yang buruk, aku tidak ingin dan melihat Juniel sedih.

” Oh , aku hampir lupa ” Juniel membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil untukku dan memberikannya padaku

Aku segera membuka kotak kecil itu dan mendapati sebuah gantungan hp dengan huruf ” J ” , aku tidak mengerti kenapa harus J seharusnya K bukan? Apa J itu Jessica ?

” J untuk Juniel dan K untuk Kris ” seru Juniel memperlihatkan gantungan hp berhuruf K di handphonenya , entah aku merasa salah paham dengan ini. Apa Juniel mulai menyadari perasaanku dulu padanya atau dia mulai membalas perasaanku ? Jujur saja aku masih berharap Juniel tahu perasaanku padanya dulu kalau aku mencintainya, aku hanya ingin dia tahu bukan mengharapkan balasan.

——–

Jessica terus memandangi jaket baseball pemberian Kris yang tergantung rapi di depan lemarinya, sudah dua hari sejak pertengkaran mereka Kris tak ada kabar atau menghubungi Jessica untuk sekedar bertukar kabar. Ia sangat kecewa dengan sikap Kris yang tak merasa bersalah sama sekali , namun di sisi lain juga Jessica merasa ini lebih baik daripada berhubungan dengan Kris yang terus membahas yeoja lain saat mereka bersama

Drrt drrt

Jessica meraih handphone di sampingnya mendengar getaran handphonenya

Satu pesan masuk

From : Kris
Kau pulang jam berapa Junhee – ya , aku akan menjemputmu sebentar lagi. Jangan membuatku menunggu, aku sudah menunggumu terlalu lama … Kk.

Ternyata satu pesan salah kirim dan Kris , Jessica tersenyum getir melihatnya. Ternyata selama tak ada kabar , Kris memang masih berhubungan dengan Juniel saat Jessica menjauh. “aku sudah menunggumu terlalu lama” Jessica tahu ada maksud lain dari kata kata Kris tadi.

” Apa kau masih menunggunya Kris ?” gumam Jessica

———

Kris segera menghubungi Jessica setelah sadar ia salah mengirim pesan, dia menelofon Jessica berkali kali untuk meminta maaf namun tak ada jawaban. Kris mulai gelisah, pasti Jessica semakin kesal dengannya.

Drrt drrt handphonenya bergetar, Kris berharap itu pesan dari Jessica

” Oppa kau dimana? ”

Kris mengambil kunci mobilnya dan langsung berangkat setelah membaca pesan dari Juniel. Walau pikirannya di penuhi Jessica , tapi tetap saja ia tidak bisa melupakan janjinya dengan Juniel.

” Ada apa denganmu oppa ? ” tanya Juniel melihat wajah Kris yang terlihat sangat gelisah dan panik

” Gwenchana ”

” Kau yakin ? ”

” Juniel – ah apa kau akan marah jika Jonghyun salah mengirim pesan ? ”

” Tergantung, yeoja atau namja”

” Yeoja ”

” Tidak juga, aku tidak akan marah. Kecuali isinya kata kata mesra ”

Kris mengangguk mengerti, Jessica tidak akan marah lagipula isi pesannya biasa saja dan Jessica juga sudah tahu kalau dirinya memang sering menjemput Juniel, pikir Kris

” Apa kau salah kirim pesan pada Jessica eonni? ” tanya Juniel

” Hmm”

” Jelaskan saja padanya oppa, agar kalian tidak salah paham. Ah aku ingin bertemu dengan Jessica eonni lagi ”

Kris terdiam mendengar keinginan Juniel, dia tahu Juniel sangat senang bisa bertemu dengan Jessica tapi tidak dengan kekasihnya yang sama sekali tidak menyukai Juniel. Namun Kris tak ingin berputus asa, tujuannya mengenalkan Juniel pada Jessica hanya satu membuat dua perempuan yang disayanginya ini dekat dan bisa bersahabat

” Haruskah ? ” tanya Kris , Juniel mengangguk semangat

” Geurae, besok kita bertemu dengan Jessica ”

———-

Jessica memandang malas lelaki yang kini duduk di meja makan tengah melahap ramyun , ya tadi Kai datang ke apartmentnya dengan alasan lapar dan meminta Jessica memasakannya mie. Awalnya Jessica menolak namun Kai terus meronta ronta seperti anak kecil

” Haruskah kau datang ke sini untuk makan ramyun? Kau bisa beli di mini market dekat rumahmu ” protes Jessica kesal , karena menurutnya kedatangan Kai kesini sangat tidak masuk akal

” Dasar pelit ” cibir Kai sebentar lalu kembali melahap ramyunnya

” Apa Krystal belum pulang? ” tanya Kai merasa apartment Jessica sangat sepi selain suara mereka berdua

” Belum, wae ? ”

Kai mendengus sebal karena Jessica menjawab ketus ” aku hanya bertanya , kau ini ” balas Kai tak kalah ketus

” Jangan harap aku akan merestuimu dengan Krystal ”

” Ya !! Aku tidak menyukai adikmu , kalian berdua sama saja pelit dan menyebalkan ” cibir Kai lagi

Jessica menendang kaki Kai keras, lelaki itu meringis kesakitan. ” Berani sekali kau mengejeku dan Krystal ”

” Arrgh ” ringis Kai mengelus ngelus kakinya yang baru saja di tendang Jessica. Sedangkan Jessica tertawa puas, berhasil membalas dendam pada Kai

” Sica tolong ambilkan aku minum ” perintah Kai selesai menghabisi ramyunnya. Jessica menatap Kai tajam , sudah datang tanpa di undang dan sekarang memerintah seenaknya

” Ambil sendiri ” balas Jessica ketus , sambil meneguk minumannya

” Kakiku sakit, aku tak bisa berjalan ” Jessica memberikan gelas yang baru diminumnya. Kai sedikit terkejut ya walau mereka sudah sangat sering berbagi minuman namun lelaki itu langsung mengambil gelas itu dan meminumnya

” Apa kau tidak tahu ini ciuman tidak langsung? ” tanya Kai

Jessica menatap enteng lawan bicaranya ” Aku tahu ” . Kai mengangguk mengerti ” Ya , kita bersahabat, kita minum di gelas yang sama dan… kita berpelukan ”

” Mungkin cinta akan segera tumbuh di hati kita ” lanjut Kai penuh keyakinan

Jessica menatap Kai kesal, ucapan Kai memang sangat menganggunya. ” Kau tak tahu kalau yeoja dan namja bersahabat, pasti ada satu pihak yang berharap lebih ” seru Kai

Jessica langsung terdiam, bukan karena maksud ucapan Kai namun kata kata tadi mengingatkannya dengan Kris dan Juniel. Sama seperti dirinya dan Kai, Kris dan Juniel juga berawal dari pertemanan biasa

” Ku rasa kau benar Kai ”

” Mwo ? Jadi kau mulai mencintaiku sica ? Astagaa ” balas Kai terkejut

” Ya ! Bukan bodoh ! ”

———

Jessica kembali ke kamarnya setelah mengobrol dengan Krystal dan Kai sampai larut malam.  Ia merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan mengambil handphonenya di bawah bantal, Jessica sedikit tersentak mendapati 22 panggilan tak terjawab dari Kris. Namun dirinya tidak berniat untuk bertanya dan menelofon balik Kris.

Keesokan harinya

Krystal menepuk nepuk pipi sang eonni membangunkannya, sudah lebih dari tiga kali ia mencoba membangunkan Jessica dengan berbagai cara namun si “putri tidur” belum juga terbangun.

” Eonni ” teriak Krystal kesal sambil menarik narik selimut Jessica

” Eonni ” teriak Krystal lebih keras dari sebelumnya , dia menggeleng kepala tak percaya Jessica tak terbangun juga.

” Oh My God ” Krystal melangkah keluar dan mengangkat bahu, selang beberapa Krystal keluar seorang namja bertubuh tinggi masuk ke dalam kamar Jessica setelah mendapati izin dari Krystal

Lelaki yang tidak lain bernama Kris itu, duduk di samping kasur Jessica dan mengelus rambut kekasihnya , memperhatikan wajah kekasihnya yang tertidur pulas. Tak berapa lama Kris memutuskan untuk menunggu di bawah dan menyiapkan sarapan yang ia bawa.

Jessica terbangun dari tidur cantiknya, ia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian turun untuk mengambil minum dan memakan sesuatu

” Sudah bangun putri tidur ? ” tanya Kris. Jessica terkejut melihat Kris duduk di meja makannya, ia melangkah mendekati Kris dan menarik kursi di depannya. Bila biasanya Jessica akan sangat senang dengan kedatangan Kris ke rumahnya , berbeda dengan sekarang melihat Kris rasanya biasa saja.

” Kapan kau datang ? ” tanya Jessica

” Mungkin 3 jam yang lalu ”

” Pasti Krystal yang membawamu masuk ” Kris tersenyum , lalu ia menyodorkan makanan yang sudah di siapkannya pada Jessica.

Jessica mulai melahap makanan pemberian Kris ” kau ada kelas hari ini? ” tanya Kris , Jessica mengangguk ia tidak dalam mood yang baik untuk banyak bicara dengan Kris

” Jam berapa ? ” tanya Kris lagi, Jessica menjawab dengan membentuk angka 1 , Kris merasa ada yang berbeda dari Jessica hari ini ya sejak pertama melihatnya, tidak mau berbicara dan sekarang Jessica seolah menghindari kontak mata dengan dirinya

” Ada apa dengan Juniel ? ” tanya Jessica mulai berbicara , namun ia masih memandang ke arah lain enggan menatap Kris

” Nde? ” balas Kris , sungguh ia tidak mengerti maksud pertanyaan Jessica yang tiba tiba peduli pada Juniel

Jessica menatap Kris malas ” Bukankah kau kesini untuk menceritakan Juniel ? Ada apa lagi dengannya , ada berita baik atau dia mendapat masalah baru ? Ah… atau dia sudah putus dengan kekasihnya? ” ujar Jessica menyindir .

Kris mencoba tenang, dia tahu sekarang Jessica masih marah karena masalah kemarin. Memang ini bukan tujuannya datang ke rumah Jessica pagi pagi untuk meminta maaf ” Anni.. bukan itu … ”

” Jadi apa yang membawamu kemari ? ” potong Jessica

” Aku …. ”

Ting Tong

Jessica berlari mendengar bel apartmentnya tanpa mempedulikan Kris yang sedang bicara, ia segera membuka pintu tanpa melihat siapa yang datang dari intercom. Senyum Jessica mengembang melihat tamu yang sudah di tunggu tunggunya… Kai, ya kemarin mereka berjanji untuk berangkat bersama hari ini.

” Kai ” sapa Jessica semangat, Kris mendengus sebal berbeda sekali reaksi Jessica saat dia datang

” Kemana saja kau ? Aku menelofonmu tak di jawab jawab, cepat aku ada kelas sebentar lagi ” marah Kai begitu melihat Jessica

” Inilah kenapa aku menyuruhmu menunggu di bawah , dan kemana lagi kekasihmu itu apa dia tidak bisa mengantarmu sendiri ”

” Kai ” bentak Jessica kesal karena dia terus mengomel sendiri , namun semarah apapun Kai tetap saja dia hanya bercanda tidak pernah serius. Kai mendongkak menaikan pandangannya, alangkah terkejutnya dia melihat lelaki yang baru dibicarakannya berdiri di hadapannya.
” Kenapa kau tidak bilang ada Kris disini ? ” Ucap Kai dengan suara merendah kemudian tersenyum canggung pada Kris

” Kenapa kau kesini ? ” tanya Kris menatap Kai tak suka , lelaki yang di tatapnya itu bingung tak bisa menjawab.

” Aku akan berangkat bersamanya Kris ” Jessica menjawab, keadaan disini benar benar canggung namun Jessica bersyukur karena Kai cepat datang jadi ia tidak perlu berlama lama berdua dengan Kris.

” Kau berangkat denganku saja ” jawab Kris dingin menatap Kai tajam , Jessica bisa merasakan kemarahan Kris.

” Aku tunggu di luar ne ” ucap Kai lalu keluar meninggalkan sepasang kekasih ini , dia merasa tidak enak dengan Kris tapi dia juga tidak bisa meninggalkan Jessica begitu saja.

Baru menutup pintu saja Kai sudah bisa mendengar pertengkaran Jessica dan Kris, karena suara mereka yang sangat keras. Kai memutuskan untuk tinggal mendengar pertengkaran mereka

” Pergi dan pulang denganku hari ini ! “

” Shireo !! “

” WAE ? “

” Aku sudah janjian dengan Kai lebih dulu “

” JADI KAU LEBIH MEMILIH DIA ? “

” Jangan berteriak padaku Kris !!!! “

” Aku tidak mau tahu , akan akan mengantarmu ! “

” Lepaskan tanganku Kris !!! “

“Tanganku sakit !! “

” Kau yang memaksaku berbuat kasar padamu Sica – ya ! “

Kai khawatir mendengar Jessica meringis kesakitan , ingin sekali dia masuk ke dalam dan memisahkan mereka berdua membawa Jessica pergi. Namun dia sadar diri , dia masih mengingat statusnya yang hanya sebatas orang asing untuk ikut campur masalah mereka. Kai memutuskan untuk pergi , dia merasa tersiksa karena tidak bisa membantu Jessica sama sekali

” Kau menjemput Juniel setiap hari , aku biasa saja aku marah pun kau tidak peduli kan !! ”

Kai melangkah pergi memutuskan untuk menunggu Jessica di bawah, dalam pikirannya ia bertanya tanya siapa Juniel dan apa hubungannya dengan Kris, apa selingkuhan Kris. Namun dia tak ingin berpikir lebih lama lagi, apalagi masalah Kris.

Puluhan menit menunggu di bawah , Kai melihat Kris turun dengan marah. Kris sempat menatap Kai tajam sekilas lalu masuk ke mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi. Kai segera berlari untuk melihat Jessica, setibanya di dalam Kai mendapati Jessica terduduk di lantai sambil menangis terisak isak.

Kai membantu Jessica berdiri dan membopongnya ke sofa , ” Sica – ya ada apa ? Apa Kris melakukan sesuatu padamu ? ” tanya Kai khawatir , namun perempuan itu tak bergeming yang ada tangisannya semakin menjadi jadi. Kai merangkul bahu Jessica dan menepuk nepuk bahunya pelan , tanpa sadar Jessica menyandarkan kepalanya di bahu Kai.

Setelah cukup lama menangis Jessica menjauhkan tubuhnya dari Kai dan menghapus sisa sisa air matanya. ” Kau ini kenapa ? ” Jessica menggeleng gelengkan kepala tanda ia baik baik saja.

Kai langsung mendaratkan satu jitakan tepat di kepala Jessica ” kalau kau baik baik saja, kau tidak akan menangis bodoh ” marah Kai , tidak terima di ejek bodoh Jessica mencubit perut Kai ” kau lebih bodoh ! Sudah tahu aku tidak tidak baik saja kenapa masih bertanya ”

” Kau lebih bodoh dasar ranking 52 ! ” ejek Kai

” Hei , kau ranking 70 dulu ! ”

” Ohya itu dulu, sebelum aku semakin pintar dan kau semakin bodoh ! ”

” Aku tidak bodoh !! ”

” Kau memang tidak bodoh Sica , hanya saja aku semakin pintar setiap harinya ”

” Aku tidak bisa belajar karena sibuk ”

” Sibuk apa?”

” Memikirkan Donghae oppa dulu ” jawab Jessica , Donghae tidak lain adalah cinta pertama Jessica sebelum dengan Kris mereka juga sempat berkencan

” Hei , kenapa kau jadi memikirkan cinta pertamamu itu ! Kau sudah menemukan Kris yang lebih baik ”

” Lebih baik ? ” Jessica tertawa sinis mendengar ucapan Kai, Kris lebih baik ? Benar dia lelaki yang sangat baik dan pengertian tapi sebelum Juniel kembali.

” Kau lebih baik Kai ” lanjut Jessica diiringi senyumnya, Kai terdiam jujur saja dia merasa aneh dengan sikap Jessica belakangan ini . Memeluk tiba tiba, memberi makanan dan minta berangkat bersama, apa ini tanda Jessica mulai menyukainya lebih dari sahabat ? Pikir Kai

———

Kris POV

Ku lajukan mobilku dengan kecepatan sangat tinggi setelah pertengkaran terhebat kami. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Jessica akhir akhir ini , ia selalu membawa Juniel dalam masalah kami. Sudah kutegaskan pada Jessica beribu ribu kali Juniel sudah seperti adik dan sahabatku sendiri, tapi dia tidak pernah pernah mengerti selalu menuduhku masih menyukai Juniel . Dua tahun kami berkencan tidakah dia percaya padaku sedikit pun ?

Aku akui aku salah karena salah mengirim pesan , dan apa yang harus membuatnya semarah ini. Isi pesanku biasa saja bukan ? Aku tidak mengirim pesan mesra , atau menyatakan perasaanku.  Dan masalah Kai, aku tidak tahu sejak kapan mereka sedekat ini sekarang . Aku memang mengenal Kai ya dia teman satu sekolah Jessica dulu, mereka menjadi dekat karena hanya mereka berdua yang masuk di jurusan  yang sama namun mereka hanya sekedar menyapa dan mengobrol tidak pernah sampai skinship apalagi datang ke apartment Jessica seperti sekarang.

Tujuanku sekarang menemui Juniel tentunya , ya siapa lagi yang bisa menjadi teman ceritaku selain Juniel.

” Oppa ” sapanya dari kejauhan, kami berjanji bertemu di sebuah caffe dekat sekolah Juniel . Dia duduk di depanku terlihat sekali di wajahnya menunjukan kelelahan dan sendu

Normal POV

” A..ku i..ngin berpisah dengan Jonghyun .. ” Juniel tidak melanjutkan kalimatnya karena air matanya tak terbendung lagi, dia menangis terisak isak. Kris beranjak menarik tubuh Juniel untuk berdiri dan membawanya ke dalam mobil, tidak mungkin ia membiarkan Juniel menangis di tempat seramai ini

Kris menepuk nepuk bahu Juniel mencoba menenangkan, cukup lama dia menangis akhirnya setelah puluhan menit berlalu Juniel mulai berhenti menangis, Kris yakin hanya air mata Juniel yang berhenti mengalir tapi tidak dengan hatinya ” apa yang si brengsek itu lakukan lagi ? ” ucap Kris kesal

Juniel bisa menduga reaksi Kris akan seperti sekarang, dia tahu “oppa”nya ini begitu menyanganginya  . Juniel tersenyum getir dan menatap Kris ” aku lelah oppa ”

” Sudah ku bilang kau akhiri saja semuanya ! Untuk apa bertahan dengan namja seperti Jonghyun ” marah Kris dengan suara meninggi

” Kemarin aku melihatnya makan bersama Sulli, aku tak tahan oppa..  Tapi aku tidak bisa mengakhirinya”

” Wae ? Kau masih mencintainya ? ”

Juniel terdiam, jujur saja dia sendiri tidak mengerti kenapa masih bisa bertahan dengan Jonghyun. Cinta? Masih adakah cintanya untuk Jonghyun? Ketika setiap harinya ia lewati bersama Kris ” Tidak ”

” Kau bisa mengakhirinya Junhee – ya , aku berjanji akan disampingmu sampai kau bisa melupakan Jonghyun ” tegas Kris

Juniel tertegun dengan kata kata Kris , namun sesaat dia sadar dia tidak boleh egois kalau Kris terus disampingnya tentu Jessica lah satu satunya yang paling tersakiti disini.  ” Aku akan mengakhirinya, kau tidak perlu disampingku oppa ”

” Kenapa ? ” tanya Kris terkejut

” Jangan seperti ini lagi, kau tidak perlu membelikanku barang yang aku inginkan dan menjemputku setiap hari ”

Kris menatap Juniel serius, dia tidak ingin kejadian dulu terulang saat saat Juniel meninggalkannya dulu. Dia sudah cukup menderita , haruskah kejadian ini terjadi lagi ? ” Jessica eonni… aku tidak ingin menyakitinya, dia pasti membenciku. Aku ingat saat pertama kali kita bertemu dia tidak banyak bicara pasti dia sangat membenciku”

” Kau bica apa Juniel – ah , jangan mengawur ! Jessica sangat menyukaimu, tadi saja dia menanyakan keadaanmu . Percayalah , Jessica akan mengerti ” bohong Kris, kebohongan yang sangat besar namun apa yang bisa dilakukannya daripada membiarkan Juniel menjauh karena Jessica.

” Benarkah oppa? Jessica eonni benar benar orang baik, kau beruntung memilikinya ” ujar Juniel, wajahnya seketika berbinar mengetahui semua itu hanya pikiran negativenya. Kris diam tak ingin menjawab, daripada harus mengucapkan kebohongan yang lebih banyak pada Juniel.

Kris meraih tubuh Juniel dalam pelukannya ” kau tahu kau sangat penting untukku Juniel – ah ”

——–

Kai memegang lengan Jessica yang memerah, dia tahu pasti tadi akibat pertengkaran hebat dengan Kris tadi. Lelaki itu memengangi dan mengelus ngelus lengan Jessica berharap lengan Jessica akan segera membaik , dia juga tidak kuliah hanya untuk menemani Jessica yang juga membolos. Bagaimana pun ia tidak bisa meninggalkan Jessica seorang diri, apalagi dalam kondisi seperti ini.

” Bagaimana dia bisa sekasar ini padamu ” gerutu Kai tanpa sadar, jujur saja sebagai sesama lelaki dia tidak pernah sekasar ini pada perempuan apalagi pada perempuan yang di cintainya

Jessica tersenyum , terlalu malas menjawab ucapan Kai yang hanya membawanya untuk mengingat kejadian tadi pagi. Kai memang tidak tahu apa yang di lakukan Kris tadi , saat Kris mencekram tangannya sampai sesakit sekarang, saat Kris menggoncang tubuhnya kasar  dan saat Kris berteriak membuat Jessica takut setengah mati. Namun ia bisa merasa Kai peduli.. sangat peduli dan mengkhawatirnya.

” Sebentar lagi Krystal pulang , kau boleh pulang sekarang ” ujar Jessica

” Tidak apa apa ? ” tanya Kai ,  Jessica mengangguk menandakan ia baik baik saja , Kai ikut mengangguk mengerti namun sedetik kemudian dia mencubit pipi Jessica ” Kalau bisa aku juga sudah meninggalkanmu sedaritadi ! ”

” Sampai kapan kau akan disini hah? ” marah Jessica setelah berhasil melepaskan diri cubitan mematikan Kai

” Kapan saja , jika aku mau ”

” Cih , dasar makhluk aneh tadi kau sangat baik dan beberapa detik kemudian kau kembali menyebalkan ”

” Mwo ? Apa kau bilang ? ” Kai sudah siap untuk mengejar namun sayangnya Jessica lebih pintar dan kabur terlebih dahulu, mereka pun berlari lari seperti anak kecil

——–

Juniel POV

Sudah beberapa hari ini aku memikirkan kata kata Kris oppa untuk mengakhiri ini dengan Jonghyun oppa , tiga tahun kami bersama tentu saja tidak mudah untukku setelah melewati semuanya bersama . Aku tidak tahu apa kesalahanku sampai Jonghyun oppa berubah , menjauhiku dan menghindariku tanpa alasan sampai aku mengetahui dia memiliki yeoja lain di belakangku , tidak sampai berkencan hanya berkirim pesan satu sama lain. Bahkan ketika aku sudah mengetahui semuanya, Jonghyun oppa tidak juga berubah yang ada ia semakin menjadi jadi perempuan yang di dekatinya semakin banyak.

Kris oppa … beruntung aku bertemu dengannya lagi 5 bulan lalu , pertemuan yang tidak pernah aku bayangkan. Dia memang sahabatku, teman kecilku dan ya satu satu orang sangat penting untukku , seharusnya aku tidak pantas berada di dekatnya lagi setelah aku meninggalkannya untuk pindah ke tempat lain . Aku menyesali kebodohanku dulu meninggalkannya , saat itu yang ada dipikiranku Jonghyun oppa sampai aku tidak mempedulikan dan melupakan Kris oppa begitu saja . 2 tahun lalu aku meninggalkannya begitu saja dia tidak penting lagi untukku , namun sekarang keadaan sangat berbalik aku tidak bisa membayangkan bagaimana diriku tanpa oppa disaat saat terberatku karena masalah Jonghyun.

” Juniel ” aku menoleh saat mendengar teman teman ku memanggilku, seolhyun dan Yuna kami memang tidak begitu dekat  karena kami hanya saling mengenal dan sekedar menyapa saja.

” Yuna – ya , seolhyun – ah ” balasku , Yuna dan Seolhyun kini duduk di sampingku, bangku di taman sekolah ini memang cukup panjang.

” Kemarin aku melihatmu dan kekasihmu, aigoo kalian sangat romantis ” seru Yuna tiba tiba. Kekasih ? Tunggu… siapa kekasihku yang dimaksudnya ? Jonghyun oh suatu keajaiban kami tampak romantis di depan orang lagi dan juga kami memang sudah jarang bertemu. Apa orang yang dimaksud Yuna itu… ah ya aku ingat kemarin aku dan Kris oppa memang pergi ke toko musik , apa yang dimaksud Yuna adalah Kris oppa ?

” Toko musik ? ” tanyaku tak yakin

” Kekasihmu juga memasangkanmu headset , ah aku iri ” tambah Seolhyun.

Benar dugaanku orang di maksud ” kekasihku” itu pasti Kris oppa, demi apapun aku terkejut karena kata kata kedua yeoja di sampingku ini. Apa aku dan Kris oppa terlihat sebagai sepasang kekasih ? Sebegitu dekatkah kami sampai membuat orang salah paham dengan hubungan kami ?

” Kau sudah lama berpisah dengan Jonghyun sunbae ? ” tanya Yuna

” Sejak kapan ? ” tanya Seolhyun lagi

Seperti inikah pandangan orang tentangku, Kris oppa hanya sahabatku namun orang orang mengiranya kekasihku dan Jonhyun oppa yang notabene masih berstatus kekasihku hanya orang asing bagiku. Aku ingin menjelaskan semua kesalahan pahaman ini namun bibirku terasa kelu untuk berbicara,

” Juniel – ah ” panggil Yuna lagi ya mungkin karena terlalu lama aku berkutat dengan pikiranku sendiri

Seolhyun melihat jam tangannya ” Juniel – ah mianhae aku masih ingin mengobrol dengamu ,  tapi kita harus pergi ke ruang seni sekarang. Annyeong ” ucap Seolhyun lalu menarik Yuna menjauh.

Melihat Yuna dan Seolhyun yang semakin menjauh, aku sangat bersyukur karena tidak perlu membahas hubunganku yang sangat rumit ini.

Kris POV

Selesai kelas, aku harus cepat cepat pergi karena aku ada janji dengan Juniel untuk mengantarnya pergi ke daerah gangnam ,  mataku menangkap sesuatu yang sangat ku benci di lapangan parkir kampus ini aku melihat Jessica dan Kai yang di parkiran motor parahnya Kai memasangkan helm untuk Jessica. Cih memang namja itu sangat tidak tahu malu, masih berani mendekati Jessica.

Kakiku melangkah mendekati mereka berdua sendirinya , reaksi Jessica biasa saja melihatku malah ia menatapku sangat tajam . Apa dia masih marah ? Berbeda dengan Kai dia terlihat sangat terkejut.

” Kau mau pulang ? ” tanyaku pada Jessica , ia tersenyum sinis menanggapi pertanyaanku.

” Kau pulang saja dengan Kris Sica – ya ” seru Kai, oh bagus sekali lelaki ini sadar diri sekarang. Jessica itu kekasihku tidak seharusnya dia sedekat ini dengan kekasih orang

Jessica menoleh padaku sekilas ” Tidak , Kris sangat sibuk ” ujarnya dingin. Sibuk ? Apa maksudnya ? Bukannya aku disini untuk mengantarnya pulang

” Kau pergi saja , Jessica akan pulang denganku ” Kai mengangguk mengerti lalu menaiki motornya , tapi Jessica langsung memegang lengan Kai.

” Jangan tinggalkan aku Kai ” lirih Jessica . Oh Tuhan apa adegan yang baru kulihat ini ? Apa Kai meninggalkan Jessica dengan seorang pembunuh sampai sampai ia harus memohon seperti ini. Aku menarik tangan Jessica dari lengan Kai dan mengenggamnya erat sangat erat agar ia tidak bisa melarikan diri.

” Kris !!! ” bentaknya , Kai langsung turun dari motornya apa yang mau dia lakukan, melepas tanganku coba saja kalau berani aku tak segan menghabisimu. Jessica terus mencoba melepas tangannya dariku, tetap saja kau tidak akan pernah berhasil Sica – ya.

” Kris lepaskan, lengan Jessica sakit ! ” tegur Kai , aku tak menyangka Kai akan seberani ini padaku . Usia kami memang sama , namun dalam urusan Jessica aku lah yang lebih berhak atas dirinya dia kekasihku.

” Apa kau bilang ? ” balasku, kupersingkat jarak di antara kami, aku sudah sangat siap untuk menghajarnya . ” Ayo kita pulang Kris ” ujar Jessica menarikku untuk menjauh dari Kai. Kali ini kau aman Kai

Aku melajukan mobil dalam kecepatan tinggi , sungguh aku masih kesal dengan kejadian tadi kalau saja Jessica masih menolak sudah kupastikan Kai akan hancur. Kulihat Jessica sekilas , ia menangis dalam diam air matanya terus mengalir. ” Kenapa kau menangis ? Kau ingin pulang denganya ? ” marahku, aku tak mengerti kenapa dia harus menangis. Karena aku kasar ? Kau lah yang memaksaku untuk melakukannya Jessica.

Jessica masih terus menangis , ” Kau yang memaksaku harus kasar denganmu, kalau saja kau langsung mengerti aku tak akan sekasar ini. Mengertilah ” jelasku, ku harap ia akan mengerti dan berubah

” Mengatar dan menjemputmu itu kewajibanku bukan Kai , dan sejak kapan kau sedekat itu dengannya ? Apa dia mencoba menggodamu ? ”

Setibanya kami di apartment Jessica , dia masih tidak menanggapi semua ucapanku. Aku benci bila Jessica sudah seperti ini ” Mulai besok , akan kupastikan Kai tidak akan bisa mendekatimu lagi ”

Jessica mulai menatapku setelah sekian lama dia menghindari tatapanku, tatapannya sangat dingin ” Kau juga punya kewajiban untuk perempuan lain bukan ? Urusi saja urusanmu dulu ” ucapnya dengan suara parau

Tanpa perlu bertanya aku tahu urusan yang dimaksudnya ialah urusan Juniel , lagi lagi dia membawa Juniel dalam masalah kami ” Aku ini kekasihmu, apa salahnya aku melarangmu dekat dekat dengan lelaki lain ”

Jessica tertawa hambar ” Aku lupa aku punya kekasih, karena kekasihku sibuk dengan “adik” perempuannya . Malah aku merasa Kai itu kekasihku, dia bisa bersamaku setiap, pergi bersamaku dan makan bersamaku, oh ya tanyakan pada orang yang mengaku kekasihku apa kita masih berkencan ? ”

Aku menatapnya tajam, benar benar tak terima semua ucapan Jessica tentang Kai. Apa Jessica menyatakan dia menyukai Kai secara tak langsung ? Apa dia benar benar sudah melupakanku ?

Normal POV

Kris terpaku mendengar ucapan Jessica tadi , tanpa aba aba Jessica langsung keluar dari mobil menuju apartmentnya.  Beruntung Kris cepat sadar dari pikirannya mendengar Jessica membanting pintu mobilnya kasar, ia langsung berlari untuk mengejar Jessica meminta penjelasan apa maksud ucapannya tadi. Namun Kris kalah cepat dengan Jessica yang lebih dulu berhasil masuk dan mengunci apartmentnya

” Jessica buka pintunya !!! ” teriak Kris dari luar sambi menggedor gedor pintu apartment

” Jessica !!! ” teriak Kris lebih keras, sungguh ia benci mendengar teriakan Kris takut para penghuni lain akan marah. Kalau dia membuka pintu itu berarti dia harus siap mempertanggung jawabkan ucapannya tadi , sebenarnya dia tidak ingin menyakiti Kris dengan kata kata seperti tadi tapi ucapan Kris yang terus menegaskan dirinya sebagai kekasih membuat Jessica muak.

” Anak muda kau berisik sekali !!! ” marah seorang penghuni yang merasa terganggu dengan teriakan Kris , Jessica bisa mendengar kemarahan penghuni lain. Setelah berperang dengan pikirannya, akhirnya Jessica membukakan pintu untuk Kris dan menyuruhnya masuk

Kris langsung mendorong Jessica ke tembok , mengunci tubuh Jessica dengan kedua tangannya. ” AKU INI MASIH KEKASIHMU JESSICA JUNG !! ” teriak Kris tepat di depan wajahnya

Jessica memejamkan matanya dan mengingigit bibir bawahnya ketakutan,  ia tidak ingin pertengkaran seperti kemarin lagi. Saat dimana kekasihnya berubah menjadi monster yang menyeramkan

”  Kau bilang apa tadi Kai seperti kekasihmu , apa kau menyukainya ? Apa kau ingin meninggalkanku dan bersama namja itu ? Jangan sikapmu Jessica Jung , kau ini tak sendiri lagi ” Kris masih berteriak , air mata yang Jessica tahan sedari tadi akhirnya menetes juga ia benci saat orang orang berteriak padanya.

” Dan jangan lagi membawa Juniel dalam masalah kita, dia tidak tahu apa apa ! Kau tahu bagaimana hubunganku dengannya, kenapa kau terus menuduhku lebih mementingkan dirinya ? ”

” JAWAB JESSICA ” Kris … entah dia tiba tiba berubah seperti orang kesetanan , terus berteriak pada Jessica . Kesabarannya sudah habis , sampai ia meluapkan kekesalannya dengan menonjokan tangannya ke tembok berkali kali tepat di samping wajah Jessica. Perempuan itu hanya mampu menangis dan menangis, berharap Kris sadar atau Krystal segera kembali lalu menyelamatkannya.

Kris menghela nafas panjang melihat Jessica yang menangis terisak isak , ia sadar terlalu kasar pada kekasihnya tadi ” aku tidak ingin melihatmu dengan Kai lagi , atau mendengarmu menyebut nama Kai. Jangan sampai aku seperti ini lagi padamu, kumohon ” lirih Kris. Lelaki itu mengelus rambut Jessica sebentar sebelum meninggalkan gadisnya , ia memutuskan untuk pulang tidak ingin menyakiti Jessica lebih dari ini.

Jessica tak mampu menghentikan tangisannya , walaupun Kris sudah menyesali perbuatannya ini namun Jessica masih takut sangat takut untuk membuka matanya pun ia tak mempunyai keberanian ” Kai ” gumam Jessica tanpa sadar, ia benar benar berharap Kai akan datang dan memeluknya karena hanya Kai lah yang mampu membuat perasaanya lebih baik.  Betapa tidak beruntungnya Jessica karena Kris belum keluar dari apartmennya dan bisa mendengar ucapan Jessica , dia memutar langkahnya dan kembali menghampiri Jessica.

Tubuh Jessica menegang merasakan sesuatu yang aneh di bibirnya , ia memberanikan diri membuka matanya mendapati Kris mencium bibirnya. Bukan ciuman lembut dan penuh ketulusan yang selalu ia inginkan , namun ciuman kasar penuh nafsu. Jessica berontak ia mencoba mendorong Kris , apadaya kekuatannya tak sebanding dengan Kris.

Handphone Kris terus berbunyi di tengah ciuman sepihaknya , sudah tiga kali ia mengabaikan panggilan masuknya tak berniat untuk menjawab namun panggilan masuknya tetap tak berhenti. Kris akhirnya menjawab telefon

” Oppa – ya kau dimana ? Tidak biasanya kau…. ” rupanya telefon tadi dari Juniel

” Aku tidak bisa ke sana , aku ada urusan dengan Jessica ” Kris mendelik Jessica sekilas sedetik kemudia dia memutuskan telefon dari Juniel.

——–

Krystal berlari menuju apartmentnya tergesa gesa , ini semua karena sedaritadi Kai memaksanya untuk pulang awalnya Krystal menolak karena ingin bermain dengan sahabatnya , namun Kai akhirnya bilang sesuatu yang buruk terjadi di apartment. Tentu saja mendengar itu Krystal khawatir dan akhirnya menuruti perintah Kai

Krystal menekan kode apartmentnya tak sabaran dan benar saja ucapan Kai , setiba di dalam apartment ia mendapati Jessica menangis dan di depannya Kris terlihat sangat emosi. Ia bisa menyimpulkan kalau Jessica dan Kris baru saja bertengkar. Melihat eonninya menangis terisak isak Krystal segera menghampiri Jessica dan menatap Kris kesal ” oppa , ada apa? ” marah Krystal

” Apa yang kau lakukan pada eonniku , apa kau tak akan melakukan sesuatu melihat eonni menangis ? ” marah Krystal kali ini ia sedikit membentak , karena Kris hanya memandangi Jessica yang menangis tanpa melakukan apa apa

Kesempatan itu dimanfaatkan Jessica untuk pergi ke kamarnya, sebenarnya Kris hendak mengejar Jessica lagi namun Krystal segera menahan tangan Kris dan menyuruhnya untuk pulang. Krystal menarik Kris keluar dari apartmentnya ” oppa – ya aku tidak tahu kenapa kalian bertengkar, siapa yang salah, tapi.. aku tidak pernah melihat eonniku menangis seperti tadi, kau pasti benar benar menyakitinya ” ujar Krystal tajam , lalu ia menutup pintu apartmentnya kasar.

Kris masih termenung memikirkan kata kata Krystal tadi, ia mencoba mengingat apa saja yang ia lakukan pada Jessica tadi. Dia memang merasa sangat keterlaluan walau hanya berteriak dan memukul tembok depan Jessica, namun bagaimana Jessica perempuan tentu saja ia pasti sangat ketakutan tadi. Kini Kris hanya bisa merutuki dan menyesali perbuatannya tadi , kembali ke apartment Jessica untuk meminta maaf pun pasti ia tidak akan dimaafkan.

———-

Juniel POV

Satu jam aku menunggu Kris oppa di sini tempat janjian kami, tidak biasanya Kris oppa datang terlambat seringkali dia yang datang lebih cepat dan menungguku. Mungkin saja jalanan macet atau Kris oppa ada urusan sebentar pikirku. setengah jam berlalu , aku merasa ada yang aneh dengan oppa kalaupun ia terlambat atau ada urusan seharusnya ia menghubungiku seperti biasa.

Aku mencoba menghubungi Kris oppa, tapi tak ada jawaban. Ah oppa kau ini kemana ? Apa sesuatu terjadi, aku takut sekali Kris oppa kenapa napa. Aku terus menghubunginya , dan akhirnya Kris oppa menjawab telefonku

” Oppa – ya kau dimana ? Tidak biasanya kau…. ” ucapku begitu Kris oppa menjawab panggilanku

” Aku tidak bisa ke sana , aku ada urusan dengan Jessica ” sela Kris oppa lalu mematikan telefon kami begitu saja

Aku tidak bisa menyembunyikan kekecewaanku ketika Kris oppa memutuskan panggilan kami begitu saja , aku tak tahu ada apa dengan diriku. Kenapa tiba tiba hatiku terasa sakit dan sesak , tak ada yang salah jika Kris oppa mementingkan Jessica eonni daripada aku yang hanya adik baginya , ada rasa lebih dari tak suka karena Kris oppa meninggalkanku demi kekasihnya. Sadarlah Choi Jun Hee kau ini hanya seorang adik perempuan bagi Kris, kau tak pantas cemburu jelas Jessica eonni lebih penting darimu.

Kai POV

Pagi pagi sekali aku sudah berangkat ke apartment Jessica , kenapa lagi kalau bukan mengkhawatirkan dirinya. Bahkan kemarin malam tidurku tidak tenang karena terus memikirkan Jessica,  Krystal mengabariku kalau Jessica tak juga keluar kamar dan terus menangis. Itulah kenapa aku sangat mengkhawatirkannya.

Jujur saja aku bingung Kris itu lelaki atau setengah perempuan, kenapa dia sangat kasar pada Jessica. Aku tahu bagaimana rasanya kalau kekasihku dekat dekat dengan pria lain, aku pernah mengalaminya. Tapi aku tidak akan sekasar itu pada kekasihku , apalagi sampai membuatnya kesakitan.

” Oppa gomawoyo, aku sudah terlambat. Titip Jessica eonni ne ! ” ucap Krystal begitu membuka pintu untukku dan langsung berlari pergi. aku memasuki apartment Jessica dan langsung menuju kamarnya

” Jessica ” panggilku sambil mengetuk ngetuk pintunya pelan

” Jessica ini aku”

” Jessica buka pintunya ! ”

” Sica – ya , gwenchana . Kau tidak berencana bunuh diri kan ?”

” Jessica buka pintunya astagaa ! ” Aku terus berteriak teriak sambil mendobrak pintunya , aku takut di dalam sana Jessica berancana bunuh diri , aku sudah berusaha mendobrak namun pintu ini terlalu sulit. Tapi jika di pikir pikir kurasa aku terlalu berlebihan Jessica tidak mungkin diri , dia tidak mungkin meninggalkan Krystal aku ingat saat Jessica mengikuti camping di sekolah ia terus menangis merindukan Krystal , mungkin Jessica hanya butuh waktu untuk menenangkan diri . Apa aku harus pergi sekarang? Sebenarnya aku tak tega tapi Jessica pasti sangat terganggu

” Baiklah aku pulang Jessica , kalau kau sudah membaik hubungi aku nanti ! ” Baru mengambil beberapa langkah aku mendengar suara pintu terbuka , aku pun menoleh dan melihat Jessica masih dengan mata sembab dan muka sendunya , ia berlari menghampiriku dan…

GREB..

Ia memelukku sangat erat, erat sekali seolah aku akan pergi meninggalkannya. Jantungku terasa siap meledak detik ini juga, mungkin hanya Tuhan yang tahu seberapa gugupnya aku sekarang ” kau kemana saja , aku membutuhkanmu bodoh” marahnya tiba tiba, aku tidak tahu apa yang Kris lakukan pada Jessica kemarin sampai sampai membuat perempuan ini sangat aneh. Aneh karena ucapannya seolah menunjukan aku sangat penting baginya

Setelah cukup tenang dan berhenti menangis , kami duduk di sofa ruang tengah. ” Sica – ya ” panggilku

” Hmmm” jawabnya

” Apa kau ingin makan sesuatu ? Aku bisa pergi membelikannya” Jessica menggelengkan kepalanya

” Apa kau butuh sesuatu ? Katakan saja ” Jessica lagi lagi menggelengkan kepalanya

———

Kai menghela nafas panjang, sungguh dia bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya agar Jessica membaik . kini mata Kai tertuju pada lengan Jessica , ia masih ingat setiap mereka bertengkar selalu saja Kris mencekram tangan Jessica erat seolah ingin mematahkannya. Kai memegang lengan Jessica  ” lenganmu selalu jadi korban saat kalian bertengkar , apa Kris punya rencana mematahkan tanganmu ” sindir Kai

” Aku lapar ” seru Jessica mengalihkan pembicaraan

” Katakan saja apa yang ingin kau makan ”

” Aku ingin makan burger ”

” Baiklah, kajja ”

Kai menunggu di depan sambil berjalan jalan di dekat pintu , menunggu Jessica yang sedang bersiap siap. Langkah Kai terhenti melihat sedikit retakan di tembok , apa Jessica yang melakukannya tentu saja bukan walaupun memang gadis itu yang melakukannya tak mungkin seretak ini , dia langsung menyimpulkan Kris lah pelakunya.

” Kai ayo pergi ” seru Jessica keluar dari kamarnya, mereka pun pergi ke toko hamburger terdekat. Kai hanya memperhatikan Jessica makan, gadis itu makan sangat lahap karena sejak kemarin dia sudah tak makan.

” Sica – ya aku pergi ke sana sebentar, tidak apa apa ? ” ujar Kai sembari menunjuk toko buku yang hanya beda tiga tempat dari sini

” Ne ” balas Jessica singkat karena terlalu asik dengan makanannya

” Jangan menabrakan dirimu ke jalanan oke ? ” canda Kai lalu meninggalkan Jessica. Gadis itu mendengus , kesal sedaritadi Kai menuduhkan terus berencana bunuh diri. Tidak mungkin dia ingin bunuh diri demi seorang pria

Kai kembali setelah membeli sesuatu di toko buku , disaat yang bersamaan Jessica juga selesai menikmati makanannya. Mereka pun kembali ke apartment yang jaraknya tidak begitu jauh dari sini.

” Kau tidak ada kelas hari ini? ” tanya Jessica

” Ada , nanti siang . Kau sendiri ? ”

” Aku sudah bolos hari ini ” lirih Jessica, ia memang sengaja bolos untuk menghindari Kris.

Kai berjalan ke dekat pintu tepat dimana Kris menonjok tembok , ia mengeluarkan barang yang ia beli tadi tidak lain sticker berbentuk emoticon smile yang cukup besar untuk menutup seluruh bekas retakan lalu menempelkannya dan menutupi retakan di sana

Sadar apa yang Kai lakukan , Jessica menghampiri lelaki itu. ” Kau tidak perlu melihatnya lagi ” ucap Kai tersenyum pada Jessica. Entah apa yang dirasakannya namun Jessica nampak sangat tersentuh. Dengan apa yang dilakukan Kai

” Kenapa ? ” tanya Jessica sembari menatapi sticker sticker yang Kai tempel

” Apanya ? ” Kai bingung

” Kenapa kau melakukan ini ? ”

” Aku tidak ingin kau sedih , kau tidak perlu mengingat dan melihat ini lagi ” ujar Kai lembut lalu memegang puncak kepala Jessica

” Kau terlalu baik ”

” Aku ? Apa kau tak menyadarinya dari dulu ? ” Kai mencoba bercanda , nada bicara yang lembut membuatnya salah tingkah

” Tapi kau tak pernah sebaik ini ” sangkal Jessica dan mulai menatap Kai

” Apa aku mulai menyukaimu ? ” ujar Kai , mata mereka pun bertemu dan saling berpandangan.

                                                                            TBC

Aku sempet baca komentar yang nanya kenapa castnya sama kaya di Somebody Else, pertama aku Royal Ice jadi pasti main cast cowo pertamanya itu Kris . Dan Juniel itu dia bias aku juga , ya walaupun dia perannya jahat mulu yang penting dapet peran (?)

Last , Merry Christmas for people who celebrate and for the new year , wishing you abundance of good luck, lots of love, Total peace of mind and much more wealth. Happy New Year !!

Sampai jumpa tahun depan !! \^o^/

68 thoughts on “What Am I To You? (Chapter 1)

  1. Huwaaaww
    cerita.y makin menarik thor..
    Kriss… Knapa sekasar itu sih
    kasian sicaeonn kesakitan.. Ciee kaii. Mulai ada rasa tuhhh
    Huhuiyyy
    nice fanfiction (y)

  2. Wah jujur aku mulai suka Kai disini. Walaupun Royal Ice kebangetan, ngga tau kenapa jadi ngarep kaisica moment yg lebih haha.

    Tapi ending tetep krissica dong yah🙂

    Fighting fighting^^

  3. Kereenn..
    Kris jahat ih
    Kasar banget, kan kasian sicanyaT^T
    Cie kai.. kayaknya emang uda lope” tu #eak
    Hi salam kenal ya aku reader baru^^

  4. kebawa suasanaㅠㅠ alurnya sama bahasanya bagus haduu<3
    kai nya sooooo manly duh makin suka deh sama kamu.g😍😍😍😍
    ceritanya keren thor hahah keep writing yaa fighting kkkkk

  5. aku baru baca ff ini dan diff ini aku jadi pengen nabok kris yang berbuat seenak jidatnya-_- kris kasar dan juga egois banget, walaupun kris katanya cuma menganggap juniel ‘adek’nya tapi fakta kalo kris pernah cinta ke juniel dulu dan perhatian kria yang lebih ke juniel daripada jessica jadi wajar aja dong kalo jessica bisa marah kayak gitu:3 omg kai dia sweet banget jadi cowo, jadi lebih suka moment kaisica disini{} so semangat buat ngelanjutin ff ini ya thor, ff ini keren kok, gampang banget ikut emosi pas baca ff ini gara-gara sifat kris:3 jangan sampek ff ini berhenti ditengah jalan ya thor;))

  6. WOOOOW iseng* baca ternyata bagus banget ceritanya . Tpi kenapa disini kris kasar yah . terus terkesan egois juga . Dia selalu marahin sica kalo nyebut nama kai . Tpi dia bakalan lebih marah kalo sica nyebut nama juniel dalam hubungan mereka .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s