[Freelance] Between Two Hearts (Chapter 4)

Title                 : Between Two Hearts

Author             : Flower Girl

Length             : Chaptered

Rating             : PG15+

Genre              : Romance, Friendship, Angst

Main cast         :

  • Jessica Jung
  • Kim Myungsoo (L)
  • Lu Han

Support cast    :

  • Kim Yoojin (After School UEE)
  • EXO
  • And other.

Disclaimer       : My original storyline. Don’t be a PLAGIATOR!!

Enjoy it and leave a comment ^_~

 

_________________________________________________________________________________________

 

 

>>>Preview

 

Ia yang tadinya tersenyum-senyum aneh tiba-tiba membulatkan mata saat melihat pemandangan di hadapannya. Pantas saja ia merasa ada sesuatu yang ketinggalan tadi. Ternyata orang yang ia cari ada disini.

 

Ia melihat Luhan tengah berbincang-bindang dengan seorang yeoja yang duduk di kursi roda dan mengenakan pakaian rumah sakit. Terlihat seperti seorang pasien.

“Nuguya?”

 

 

____________________________________________________

Chapter 4

 

 

 

Jessica menghampiri Luhan dengan wajah tidak senang. Sepertinya yeoja ini sedang cemburu. Bagaimana tidak? Luhan mengelus kepala yeoja tadi dengan lembut, seperti orang yang sangat dekat.

 

“Emm.. permisi”  ucap Jessica pelan.

 

Kedua manusia yang sedang asyik dengan candaan mereka menatap Jessica seketika. Luhan yang tadinya memegang bahu sang yeoja langsung melepaskan tangannya dari bahu yeoja itu. Wajahnya terkejut mendapati kehadiran Jessica yang tiba-tiba.

“Eh, Jess. Kau sudah selesai menjenguk temanmu?”

 

Jessica menatap Luhan dan yeoja yang bersama Luhan dengan tatapan tidak suka. Jessica menjawab pertanyaan Luhan hanya dengan anggukan kecil. Entah mengapa ia merasa tidak suka melihat yeoja yang bersama Luhan itu.

 

“Baiklah, kalau begitu aku akan mengantarmu ke halte”

 

Jessica mengerutkan dahinya mendengar perkataan Luhan. Ke halte? Padahal sebelum berangkat ke rumah sakit tadi, Luhan sudah berencana mengajaknya pergi jalan-jalan.

“Ke halte? Bukannya kau tadi mengajakku jalan-”

 

“Siapa dia?”  perkataan Jessica terpotong oleh suara sang yeoja yang terdengar dingin.

 

Jessica menatap Luhan dan yeoja itu bergantian. Kemudian pandangannya berhenti pada Luhan, menunggu apa yang akan keluar dari mulut namja itu.

 

“Emm.. dia.. diaa..”

 

Jessica menggertakkan giginya lalu berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Luhan dan yeoja tadi. Rasanya sangat kesal melihat namjachingunya sendiri sulit mengakui bahwa ia adalah yeojachingunya.

Memang apa yang salah dengan Jessica?

 

“Jess, tunggu!”

 

***

 

Jessica terus berjalan ke depan tanpa sedikit pun menoleh ke belakang. Ia tak mempedulikan Luhan yang sedari tadi mengejarnya dan berusaha menahannya.

Kesal. Marah. Cemburu. Semuanya bercampur menjadi satu. Ternyata begini rasanya cemburu, ujar Jessica dalam hati.

Tiba-tiba Jessica merasakan tangannya ditarik oleh seseorang.

 

“Maafkan aku, Jess. Aku bisa menjelaskan semuanya”

 

Jessica diam. Ia merasakan pelukan hangat Luhan yang membuatnya nyaman. Sebenarnya ia tidak mempunyai niat meninggalkan Luhan tadinya. Ia malah ingin bertanya tentang siapa yeoja yang bersama Luhan tadi. Namun rasa cemburunya membuat Jessica memilih mendinginkan kepala dengan cara seperti ini.

 

“Jelaskan saja besok. Aku sedang tidak mood”  jawab Jessia ketus. Ia pun berusaha melepaskan pelukan Luhan, walau sebenarnya ia tak rela.

Sekuat tenaga Jessica berusaha melepaskan pelukan Luhan, namja itu malah semakin mengeratkan pelukannya. Tenaga Jessica tidak mampu menandingi tenaga Luhan.

 

“Katakan kau tidak marah, baru aku lepaskan”  ujar Luhan pelan di telinga Jessica.

 

Posisi mereka berdua sekarang adalah, Jessica memunggungi Luhan dan Luhan memeluknya dari belakang. Mereka tengah berada di taman kota dekat rumah sakit. Untung saja tidak banyak orang yang berada di sana. Jika tidak, mereka akan dijadikan tontonan drama gratis. -_-

 

“Hmm.. aku tidak marah. Sudah lepaskan aku”

 

Luhan melepaskan pelukannya lalu membalikkan tubuh Jessica. Entah apa yang ada di pikirannya, namja itu memeluk Jessica lagi lalu mengecup puncak kepala yeojanya.

“Maaf aku tidak bisa menemanimu pulang. Dan untuk janji kita jalan-jalan, maaf juga aku membatalkannya. Aku ada sedikit urusan dengan yeoja tadi”

 

Jessica yang tadinya merasa sedikit baikan sekarang menjadi down lagi. Ayolah, bayangkan! Rencana kencan mereka batal karena seorang yeoja asing. Asing bagi Jessica maksudnya.

Jessica jadi penasaran siapa yeoja yang bisa membuat perhatian Luhan teralihkan 99%

“Terserahmu”

 

***

 

 

Setelah keluar dari kamar mandi, Jessica melempar tubuhnya ke ranjang putih empuknya. Tak ada niatan makan malam hari ini, walau mommynya sudah berteriak dari ruang makan.

Yeoja itu sedang memaki dirinya sendiri, karena membuat sahabatnya sakit.

“Seharusnya aku ada bersama dia tempo hari! Ish~ Babo sic!”

 

Sebuah benda tipis berwarna putih menyala serta mengeluarkan vibra. Jessica menoleh menatap benda tersebut, dan dengan malas mengambil benda tersebut. Terlihat sebuah pesan masuk, dan tanpa melihat pengirimnya, Jessica membuka pesan itu.

 

Fr        : MyunCy ^,^

 

                          Coba ku tebak. Sedang merindukanku?😛

 

“Yak! Apa ini?”

Jessica cemberut ke arah ponselnya. Sangat menyebalkan baginya jika Myungsoo bisa menebak ia sedang memikirkan namja itu.

 

To : MyungCy ^,^

 

                        Dasar peramal. Bisa-bisanya kau menebak pikiranku! Aku sangat kesepian, bodoh!

 

 

Entah apa yang ia rasakan, Jessica tersenyum seraya memukul-mukul kepalanya sendiri.

“Ada apa denganku?”

 

Selang beberapa menit, ponsel Jessica kembali menyala. Dan dengan cepat Jessica menyambar ponsel putihnya.

 

Fr : MyungCy ^,^

 

                        Ha Ha. Aku juga merindukanmu {}

                        Sudah sana, kerjakan tugasmu. Jangan tidur terlalu malam, jangan sampai kelelahan.

                        Bye~ Dolphin😉

 

 

Jessica cengo membaca balasan dari Myungsoo. Ini pertama kalinya Myungsoo memberikan emoticon smile dan hug padanya dalam pesan singkat. Sejak dulu, Jessica tidak pernah mendapat emoticon seperti itu. Bahkan Myungsoo jarang menggunakan emoticon dalam pesannya. Jika menggunakan, paling-paling emoticon “:P” dan “-_-”

Sama seperti wajahnya yang datar dan jail. Namun hari ini, sungguh sebuah keajaiban.

 

“Dia bisa membuatku gila!”

Gila dengan tingkah anehnya dan segudang tugasnya

 

 

*****

 

Jessica berjalan masuk ke kelas dengan sempoyongan. Bukan karena ia mabuk atau pusing, tapi rasa kantuknya yang tak kunjung hilang membuatnya sulit berkonsentrasi berjalan.

Walau mengantuk, ia memaksakan matanya untuk tetap terbuka. Jika tidak, ia akan di jemur di tengah lapangan utama oleh Song Seongsaenim yang sangat mengerikan itu.

 

Brukk

Jessica menidurkan kepalanya di mejanya. Sangat mengantuk, itu adalah ungkapan hati Jessica. Yeoja itu menatap jam tangannya lalu untuk sekian kalinya menguap.

“Aku hanya tidur 3 jam”  gumam yeoja itu. Perlahan matanya tertutup, berusaha menghilangkan sedikit rasa kantuknya.

 

“Selamat pagi semua”

 

Suara Song seongsaenim membuat Jessica menegakkan kepalanya seketika. Ia menelan saliva dengan susah payah melihat Song seongsaenim menatapnya tajam.

Mati aku!

 

Jessica bernafas lega setelah seongsaenim itu membalikkan badan lalu memulai pelajarannya. Sejalan dengan itu, rasa ngantuk Jessica kembali datang. Membuat yeoja itu kembali menempelkan kepalanya di meja.

Sial! Aku tidak bisa menahan ngantukku!

 

“Jessica~”

 

Samar-samar, Jessica mendengar seseorang memanggil namanya. Namun ia tak menghiraukannya, ia lebih memilih menutup matanya. Saking ngantuknya.

 

“Jessica Jung~!”

 

Suara itu kali ini berhasil membuat Jessica tersentak dan membuka matanya lebar. Jessica menatap horor pada Song seongsaenim yang berjalan ke arah mejanya. Sungguh malangnya Jessica pagi ini.

 

“Jika ingin tidur, silahkan ke ruang kesehatan”

 

Jessica sedikit terkejut dengan perkataan Song seongsanim. Perkataannya terdengar baik, namun nadanya terdengar mengerikan bagi Jessica.

“N-ne? saya, t-tidak mengantuk”  jawab Jessica gugup.

 

“Jeongmal? Kalau begitu sekarang kumpulkan tugasmu. Semuanya juga~”

 

Jessica cepat-cepat mengambil sebuah buku yang mirip kliping. Ia menyerahkannya pada Song seongsaenim dengan tangan bergetar. Ia sangat takut akan di jemur di lapangan dalam keadaan mengantuk seperti ini. Bisa-bisa ia jadi Jessica bakar nanti.

 

Song seongsaenim menata tugas-tugas dari murid 2C. Lalu ia mengemasi buku dan tasnya. “Saya ada rapat dengan guru pembimbing lainnya. Sampai setelah istirahat, kalian bebas. Annyeong”

 

Jessica menghela nafas lega setelah guru killer itu pergi. Cepat-cepat ia berlari ke ruang kesehatan. Tentu saja untuk mendapatkan kasur empuk dan penghangat ruangan yang nyaman.

 

***

 

Jessica segera meloncat ke ranjang kosong di ruang kesehatan. Rasanya ini keberuntungan bagi Jessica karena ia bisa tidur di pagi hari. Karena eommanya selalu melarangnya tidur di pagi hari, dengan alasanya ia akan cepat keriput dan gendut. Aneh -_-

 

Jessica hendak menutup matanya, namun suara yang berisik membuatnya menunda ke alam tidurnya. Jessica menatap bayang-bayang orang di balik tirai di sebelah ranjangnya. Mungkin itu orang yang baru masuk, pikir Jessica. Ia kembali ke tujuan utamanya datang kemari, yaitu tidur. Namun lagi-lagi ia menundanya karena mendengar suara seseorang yang tak asing baginya.

 

“Kau ini, sudah ku bilang jangan keluar rumah sakit dulu. Dasar keras kepala”

 

Jessica memasang pendengarannya dengan baik. Ia berusaha mendengarkan dengan jelas pembicaraan dua orang di ranjang sebelahnya yang dibatasi oleh tirai putih.

 

“Ish~ kenapa kau selalu bilang aku keras kepala sih?”

 

“Itu karena kau memang keras kepala”

 

Jessica menggeleng pelan. Ia tak mau berprasangka buruk. Ia tak mau berpikir aneh-aneh. Ia tak mau berpikir bahwa suara seseorang di balik tirai tadi adalah Luhan. Luhan namjachingunya yang sedang berbicara dengan seorang yeoja.

 

“Ish~ Aku hanya ingin tau yeoja yang kau kejar kemarin, Lu!”

 

Deg

Jessica merasakan oksigen di paru-parunya menipis, membuatnya seakan tidak bisa bernafas lagi. Terkejut? Sangat terkejut!

Padahal ia tidak ingin firasatnya benar, namun kenyataannya? Sudah sangat jelas bahwa namja di balik tirai tersebut adalah Luhan.

 

 

“Sepertinya disini ada orang”

 

Sreekk

Jessica terkejut saat tiba-tiba tirai disebelahnya terbuka. Ia lebih terkejut lagi mengetahui Luhan yang membuka tirai itu.

Jessica diam, tak bergerak sedikit pun seraya menatap Luhan dengan… ekspresi yang tidak bisa di jelaskan.

 

“J-jessica?”

Sama halnya dengan Jessica, Luhan terkejut setengah mati.

 

Jessica mengalihkan pandangannya lalu turun dari ranjang yang ia duduki tadi. Tanpa menghiraukan apapun, ia keluar dari ruang kesehatan dengan air mata yang sudah menetes sejak tadi.

 

“Jess, tunggu aku! Jess, aku akan jelaskan!”

 

***

 

 

Jessica menatap Luhan datar. Ia yang tadinya merasa sangat beruntung karena bisa tidur pagi, sekarang merasa sangat sial. Sial mendapati namjachingunya sedang bersama yeoja lain secara langsung.

 

“Dia teman sekelasku”

 

Jessica masih sama, datar. Ia tidak berminat mendengar penjelasan Luhan. Sementara Luhan, ia menghela nafas lelah lalu mengelus rambut Jessica. Ia tidak tau sifat lain dari Jessica, yaitu pemarah.

 

“Dengar, Jess. Aku dan Yoojin hanya teman. Seperti kau dan Myungsoo”

 

Jessica menoleh mendengar nama Myungsoo. Ia tak percaya dengan apa yang dikatakan Luhan. Karena setahunya, Luhan hanya berteman dengan gengnya.

“Bagaimana jika aku tidak percaya?”

 

Luhan kembali menghela nafas. “Harus dengan apa aku membuktikannya dan membuatmu percaya?”

 

Jessica diam. Ia juga tidak tau dengan apa Luhan membuktikannya. Yang pasti, ia tidak suka melihat Luhan bersama yeoja lain selain dirinya. Egois? Jessica memang egois.

 

Tiba-tiba Jessica merasakan hembusan nafas Luhan di pipinya. Tanpa ia sadari, sedari tadi Luhan sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica. Jarak antara mereka hanya 5 cm sekarang.

Hal itu membuat Jessica gelagapan dan mengeluarkan rona merah di pipinya. Reflek Jessica memejamkan matanya.

 

“Haha, aku tidak mungkin menciummu di sekolah, Jess”

 

Jessica membuka matanya lalu menatap Luhan yang sudah menjauhkan wajahnya, kembali ke jarak sebelumnya. Jessica hanya mengerucutkan bibirnya kesal. Kesal karena dikerjai Luhan, atau kesal tidak jadi dicium? Molla..

 

“Aku masih marah padamu”

 

Luhan menghentikan tawanya lalu kembali menatap Jessica. Seulas senyum manis nampak di wajah namja itu.

“Jess, apa yang akan kau lakukan jika aku menyuruhmu menjauhi Myungsoo?”

 

Jessica mendelik mendengar pertanyaan aneh Luhan. Sahabat dan namjachingu? Itu bukan sesuatu yang bisa dipilih.

“Tentu saja aku tidak mau. Apa maksudmu, Lu?”

 

“Nah, berarti kau tau perasaanku pada Yoojin kan?” Luhan mengalihkan pandangannya ke taman sekolah yang indah tanpa dihiasi sinar matahari.

“Aku dan Yoojin seperti kau dan Myungsoo, Jess. Kami teman, bisa dikatakan sahabat juga” lanjutnya.

 

Jessica mengunci mulutnya lagi. Ia memikirkan perkataan Luhan barusan. Oh, god! Jessica sangat malu sekarang. Bagaimana bisa ia sangat marah hanya karena Luhan mengantarkan sahabatnya ke ruang kesehatan. Ia bahkan lupa bahwa ia juga mempunyai sahabat namja yang sangat dekat dengannya.

Betapa bodohnya aku!

 

“Mianhae”

 

Luhan menoleh mendengar kata itu keluar dari mulut Jessica. Maaf? Untuk apa?

“Mengapa minta maaf?”

 

Jessica memasang wajah melasnya seraya mendekat pada Luhan.

“Aku sangat kekanak-kanakan, ne?”

 

Luhan terkekeh mendengar pertanyaan Jessica. Yah ia akui sisi lain Jessica adalah kekanak-kanakan. Dan karena kekana-kanakannya itulah Jessica bisa berbalik meminta maaf dengan cepat.

“Jangan pikirkan itu. Tidak apa, Jess”

 

Jessica tersenyum seraya menggiggit bibirnya. Ia sangat malu menujukkan sifat buruknya pada Luhan.

 

 

*****

 

 

Sore ini, Jessica yang biasanya ada di halte bus sekarang malah berada di depan gerbang sekolah. Menunggu sang kekasih yang telah berjanji akan mengajaknya jalan-jalan hari ini.

 

Jessica tersenyum sendiri mengingat Luhan. Ia sudah terbius oleh pesona namja itu. Sifatnya yang ramah, mudah bergaul membuat Jessica semakin terpesona oleh namja itu. Apa lagi Luhan masuk dalam daftar namja tampan. Melebihi tampan malahan.

Jessica merasa beruntung bisa menjadi yeojachingu Luhan.

 

Jessica membalikkan badannya saat merasakan sebuah tangan di bahunya. Tadinya ia mengira tangan tersebut milik Luhan, namun ia menarik kembali firasatnya karena pemilik tangan tersebut adalah yeoja.

 

“Kau pasti Jessica kan? Yeojachingu Luhan?”

 

Jessica mengernyit. Ia tau yeoja ini, sekedar tau namun tidak mengenalnya. Ia berusaha bersabar menanggapi ucapan sahabat Luhan padanya yang terdengar dingin.

“Ne, aku Jessica. Kau Yoojin sunbae, kan?”

 

“Sepertinya Luhan sudah menceritakan tentang aku”

 

Jessica berusaha terus tersenyum. Setidaknya ia harus bertindak baik di depan sahabat Luhan. Namun jika yeoja ini bukan sahabat Luhan, mungkin Jessica sudah memberikan kepalan tangan panasnya. Karena Yoojin berbicara dengan nada yang tidak enak di dengar.

 

“Kau sudah ditunggu. Selamat bersenang-senang, Jessica-sshi”

 

Jessica memasang death glarenya ketika Yoojin sudah pergi. Ia lalu menatap mobil audy hitam yang sekarang berhenti di hadapannya.

Jessica langsung tersenyum lalu masuk ke dalam mobil itu.

 

Setelah memasang seatbelt, Jessica menatap keluar jendela. Pikirannya melayang, mengingat yeoja yang baru saja menemuinya.

Yoojin sunbae..

Tatapannya sangat berkharisma. Keren..

 

*****

 

 

Jessica dan Luhan pergi ke lotte world untuk kencan mereka hari ini. Pergi ke tempat ini sebenarnya bukan sebuah rencana, karena awalnya mereka ingin makan malam di sebuah restoran yang Luhan pesan. Namun karena restora tersebut tiba-tiba tutup, akhirnya Luhan membawa Jessica ke taman hiburan ini.

 

Jessica membenarkan rambutnya serta pakaiannya. Ia terlihat sedikit berantakan setelah menaiki roller coaster tadi. Namun wajahnya masih nampak bersinar, seiring dengan kebahagiaannya hari ini.

Berbanding terbalik dengan Jessica, Luhan malah muntah-muntah setelah menaiki wahana itu. Ia yang notabene takut ketinggian pastinya sangat tidak menyukai permainan itu. Namun demi Jessica, ia rela harus menderita.

 

“Lu, kau dari mana saja?”  tanya Jessica melihat Luhan yang jalan agak sempoyongan.

 

“N-ne? aku dari toilet”

 

Jessica mengangguk mengerti lalu menggandeng tangan Luhan. Ia membawa Luhan ke wahanan lain, namun Luhan mencegahnya.

“Jangan naik wahana lagi ne?”

 

Jessica memasang wajah kecewanya seraya melepaskan genggaman tangannya.

“Wae?”

 

Luhan sedikit berpikir. Tidak mungkin ia mengaku pada Jessica kalau ia pusing karena naik roller coaster tadi. Bisa malu setengah mati ia.

Akhirnya Luhan pun mempunyai satu alasan.

“Ini sudah sore, aku juga sudah lapar”

 

Jessica mengangguk lalu terseyum. “Baiklah, kajja kita makan”

 

*****

 

Dengan membawa sebungkus plastik berisi makanan dan minuman, Jessica tersenyum di sepanjang lorong rumah sakit. Setelah kencan dengan Luhan hari ini, ia berniat menjenguk sahabatnya yang sempat ia lupakan seharian ini.

 

Saat sampai di depan kamar bernomor 042, Jessica berhenti sejenak lalu membuka pintu dengan semangat.

“Myunggie~ aku membawakanmu pizz…”  Jessica menghentikan kata-katanya setelah melihat siapa yang ada di kamar tersebut.

Cepat-cepat ia kembali ke depan pintu lalu memperhatikan pintu tersebut dengan cermat.

 

042

에승열(Lee Seungyeol)

 

Jessica kembali masuk ke dalam kamar tersebut. Ia ingat Myungsoo ada di kamar ini, namun kenapa namanya berubah. Jangan-jangan?

“Permisi, kemana kah penghuni kamar ini sebelum anda?”  tanya Jessica pada seorang namja yang menatapnya dengan ekspresi aneh.

 

“Mana ku tahu. Mungkin dia dipindah ke kamar mayat”

 

Jessica mendelik lalu keluar dari kamar tersebut. Tidak mungkin Myungsoo mati. Tidak mungkin namja itu meninggalkannya secepat ini. Tidak mungkin demam bisa membunuh orang.

“Tidak. Tidak~!”

 

“Hey, kau kenapa?”

 

Jessica menoleh ke sumber suara setelah mendengar suara yang sangat familiar itu. Perasaan takut bercampur senang meliputi benaknya saat melihat Myungsoo ada di hadapannya dengan wajah yang sangat innocent.

“Kau belum mati?”

 

Myungsoo mengernyit lalu menatap Jessica intens. “Kau ingin aku mati?”

 

Jessica menggeleng cepat-cepat. “Tidak begitu. Kata namja yang ada di kamar itu kau dipindah ke kamar mayat”  ujar Jessica dengan wajah polosnya.

 

Myungsoo tertawa mendengar perkataan Jessica yang sangat konyol itu. Bisa-bisanya Jessica tertipu dengan sangat mudah. Ia tidak mungkin meninggalkan Jessica secepat itu.

“Dasar kau ini, mudah sekali ditipu”

C’mon Jess, aku tidak akan meninggalkanmu sebelum mendapatkanmu.

 

 

***

 

 

Akhirnya Jessica merasa tak kesepian lagi. Sekarang Myungsoo sudah kembali dari rumah sakit dan itu berarti dia tidak akan menganggu dan bertengkar dengan adiknya karena kurang kerjaan. Sekarang Jessica bisa mengerjai Myungsoo atau dikerjai Myungsoo lagi. Padahal Myungsoo hanya di rumah sakit 2 hari, dan itu sudah membuat Jessica stress 2000 tahun.

 

“Pelan-pelan”  ujar Jessica pada Myungsoo yang memakan pizza dengan lahap. Yeoja itu meletakkan segelas orange jus di meja makan Myungsoo.

Mungkin karena 2 hari di rumah sakit membuat Myungsoo mabuk bau obat, ia jadi makan selahap ini.

 

“Bau rumah sakit membuatku lupa bau pizza. Jadi aku ingin mencium dan memakannya sebanyak mungkin”  jawab Myungsoo.

 

Jessica menatap Myungsoo horor. Sepertinya bau rumah sakit memang membuat namja itu mabuk. Dan membuat otaknya sedikit terganggu.

“Euww”

 

“Bagaimana tugas dari Song seongsaenim?”  tanya Myungsoo setelah ia meminum jusnya.

 

“Sudah ku berikan. Lalu Song seongsaenim pergi meninggalkan kelas dengan alasan rapat. Dan aku pun pergi ke ruang kesehatan untuk tidur”

 

Myungsoo mengangguk-angguk. Sepertinya Sleeping habit memang tidak bisa dihilangkan dari Jessica. “Lalu bagaimana hubunganmu dengan kekasihmu?”  Myungsoo tidak tau mengapa ia menanyakan hal yang sebenarnya sangat ia hindari.

 

“Seperti biasa. Kami jalan-jalan sepulang sekolah”

 

“Tidak ada masalah?”

 

Jessica menatap Myungsoo dengan tangannya yang ia gunakan untuk menopang dagu.

“Kau ingin aku punya masalah, Kim Myungsoo?”

 

“Aniya”  Myungsoo kembali meneguk jus jeruk buatan Jessica.

 

Jessica tersenyum. Ia berusaha keras tersenyum agar Myungsoo tidak curiga, karena baginya hubungannya dengan Luhan sedang tidak baik-baik saja. Ada benalu disana. Itu bagi Jessica.

“Kami baik-baik saja.”

 

 

*****

 

 

Jessica yang sedang menikmati makan siangnya di kantin bersama Myungsoo harus terganggu karena kedatangan beberapa namja ke mejanya.

Jessica tersenyum dan sedikit menunduk pada setidaknya 4 namja yang sedang menghampiri dirinya dan Myungsoo.

 

“Annyeong, sunbaenim. Ada perlu apa sampai mendatangi mejaku?”

 

Myungsoo menatap 4 orang tersebut dengan tatapan tidak suka. Ia tidak suka ada yang menganggu makannya, apalagi saat bersama Jessica.

 

“Kami hanya ingin memberitahumu itu”  ujar salah satu dari mereka yang Jessica kenal dengan nama Chanyeol.

Jessica mengikuti arah telunjuk Chanyeol yang menuju ke sebuah meja di pojok cafetaria sekolah. Myungsoo yang penasaran juga mengikuti arah pandang Jessica.

 

Praakk

Garpu yang Jessica pegang jatuh ke lantai setelah melihat pemandangan yang Chanyeol tunjukkan padanya.

Ia melihat namjachingunya sedang duduk berhadapan dengan seorang yeoja yang menyuapi namjachingunya. Jessica menggigit bibirnya lalu beralih menatap Chanyeol.

“Mereka hanya bersahabat kan?”  tanya Jessica dengan nada sedikit emosi.

 

Mendengar pertanyaan Jessica, keempat namja tadi tertawa. Tertawa yang terdengar aneh.

“Sahabat?”  tanya Baekhyun.

 

“Yoojin itu mantan pacarnya, Sic”  timpal Sehun.

Setelah membuat Jessica panas, keempat namja itu pun beranjak meninggalkan Jessica dan Myungsoo yang diam di tempat.

 

“Mantan pacar?”

Jessica mengerjap lalu kembali melihat Luhan dan Yoojin yang bersenda gurau. Sesak, sakit. Ingin sekali rasanya ia berteriak merasakan nafasnya yang tercekat.

Jessica berdiri dari kursinya lalu hendak berjalan menuju meja Luhan dan Yoojin, namun sebuah suara membuatnya mengurungkan niatnya.

 

“Kau mau menemui mereka? Lalu memaki Luhan atau menampar yeoja itu? Kau ingin mempermalukan dirimu sendiri, eoh?”

 

Jessica menatap Myungsoo dengan matanya yang berkaca-kaca. Perkataan Myungsoo memang benar. 100% benar.

 

“Inikah yang kau sebut baik-baik saja?”

 

 

 

 

TBC..

 

_________________________________________________________________________________________

 

 

Haiiiiiii !!!

Lama yak? Mianhae. Ada beberapa faktor yang membuat saya lama meluncurkan(?) chapter 4 ini

 

Pertama!

Aku keracunan!

Eits, ini bukan keracunan penyakit ya. Tapi author kembang desa(?) ini lagi keracunan anime. Habis aku kirim BTH chapter 3, temenku kasih aku anime. Jadi yahh, setiap hari nonton anime terus. Animenya seru pula. Dan itulah yang membuat saya tiba-tiba mandeg (read : berhenti)  ngetik FF. Heheheee mian ._.V

 

Kedua!

Aku males ke warnet (/_\)

Dikarenakan author ini kere (read : miskin) dan ga ada duit buat beli’in pulsa modem yang abis. So author harus ke warnet kalo mau kirim FF. Dan saya males ke warnet karena koneksinya WOLS alias SLOW. Ada yang mau beliin pulsa modem author? #ngarepp X.X

 

Ketiga!

Saya habis UAS 1 + habis TO + Remidial + Kegiatan sekolah

Haduhh kepala author mau meledak merasakan faktor ketiga ini. Ga bisa ditolak lahh kalo ini.

 

Keempat!

Dikarenakan 4 kegiatan author di sekolah tersebut yang diadakan dalam 2 minggu aja, aku sempet drop. Tiap liat komputer rasanya berkunang-kunang gitu. Dan akhirnya sakit dehh x,X

 

Jadi mohon kritik dan sarannya ya? Masa author udah susah-susah menghadapi 4 kendala gaada yang nanggepin. +.+

Oh ya, chapter selanjutnya akan dilanjut kalo comment lebih dari 65 (plus balasanku). Kalo engga, ya Bye😀

 

Last word,

ANNYEONG :D  *tebar bunga tabur*

 

 

 

Visit my own site =>www.fgirlspazzer.wordpress.com

81 thoughts on “[Freelance] Between Two Hearts (Chapter 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s