Regret – chapter 4

image

Author  :  Kim Jemi

Tittle  :  Regret – chapter 4

Cast (s)  :
    –  Jessica Jung
    – Byun Baekhyun
    –  Do Kyungsoo
    –  And other

Genre  :  Romance, Sad, Friendship

Rating  :  PG 14

Length  :  Chaptered

》》》《《《

   Baekhyun masih terdiam di sofanya. Taeyeon sudah meninggalkan apartmentnya sekitar 15 menit yang lalu. Ia berusaha mencerna semua yang dikatakan gadis itu.

Flashback

“Aku mau bicara.”

Baekhyun lalu menyuruh Taeyeon untuk duduk di sofa ruang tamu. Ia mengernyit melihat Taeyeon hanya menatap lurus ke depan.

“Kau masih mencintai Jessica, bukan?” Baekhyun sedikit tersentak karena Taeyeon berkata tiba – tiba. Gadis itu kemudian menoleh, menunggu jawaban Baekhyun.

“T-tentu saja. Memangnya kenapa?”

“Ambil dia.”

Baekhyun kembali mengernyit. Apa maksud gadis ini? Memangnya dia pikir Jessica adalah barang yang ia pinjamkan ke Kyungsoo dan sekarang ia bisa mengambilnya lagi?

“Apa maksud dari ucapanmu, Kim Taeyeon?”

Gadis itu menghela napas kasar. ” Seharusnya kau tau apa maksudku. Mungkin kau hanya berpura – pura bodoh. Ambil Jessica dari Kyungsoo, dengan begitu aku akan dengan mudah bersatu dengan Kyungsoo. Kau bebas menggunakan cara apapun untuk merebutnya kembali. Jika perlu, kau juga boleh membawanya pergi dari Seoul, entah itu ke Busan, Jeju, atau Jepang, Cina, New York, Sa-“

“Kau licik. Sangat licik. Apakah kau benar – benar yakin Kyungsoo masih mencintaimu? Jika tidak bagaimana? Apakah kau tega membuat orang yang kau cintai tersakiti hanya karena kebahagiaanmu semata? Apakah kau tega, huh!?”

Taeyeon terdiam mendengar bentakkan Baekhyun. Ia bisa melihat wajah namja itu kini memerah. Ya, ia tahu mungkin ini sudah kelewatan, tapi bukankah Kyungsoo bilang bahwa ia masih bimbang untuk menentukan siapa yang akan dinikahinya? Taeyeon atau Jessica?

“Tapi…Kyungsoo bilang ia masih bimbang memutuskan antara aku atau Jessica…” gumamnya pelan.

“Apa? Kyungsoo masih bimbang? Bagaimana bisa dia bimbang seperti itu sedangkan bulan depan ia akan menikah dengan Jessica!? Aish, masalah ini benar – benar rumit!”

“Maka dari itu. Kau masih mencintai Jessica bukan? Sebaiknya kita harus bergerak cepat. Kau harus segera membawa Jessica pergi. Aku akan meyakinkan Kyungsoo agar ia mau menikah denganku. Kau akan rugi jika menolak tawaranku ini. Bayangkan, kau bisa memiliki Jessica seutuhnya dan kalian bisa menata kembali hubungan kalian mulai dari nol. Bagaimana?”

Baekhyun berusaha mencerna perkataan Taeyeon. Mungkin yang dikatakan gadis itu benar. Ia membasahi bibirnya yang kering dan menjawab pertanyaan gadis itu.

“Aku benci mengakuinya tapi… kurasa kau benar.” Senyum merekah di bibir Taeyeon. Ia lalu bangkit dan mengulurkan tangannya kepada Baekhyun.

“Mulai sekarang kita akan bekerja sama. Mohon bantuannya Baekhyun-ssi. Sebaiknya kita harus bergerak cepat, kita harus segera menyusun rencana untuk membawa Jessica pergi.” Baekhyun bangkit dan membalas uluran tangan Taeyeon.

“Hmm. Kurasa begitu.” Taeyeon lalu menghambur keluar apartment Baekhyun.

Flashback end

Namja itu mengacak – acak rambutnya frustasi. Seharusnya ia tidak menyetujui rencana Taeyeon. Ia tidak memikirkan resiko yang akan ia hadapi nantinya. Ini semua malah makin mempersulit keadaan.

Handphone Baekhyun berbunyi nyaring. Ia segera merogoh kantong celananya. Ia mengernyit melihat layar handphone, Mr. Jung?

“Yeoboseyo, ahjussi.”

“Yeoboseyo, Baekhyun-ah.”

“Hmm, wae geurae, ahjussi?”

“Begini. Chanyeol, dongsaeng Sooyeon sedang berada di Seoul. Barusan ia meneleponku bahwa ia melihat seorang yeoja mirip sekali dengan Sooyeon di jalanan sekitar apgujeong-dong. Apakah kau tak pernah melihatnya?”

“K-kurasa aku memang harus mengatakannya. Aku bertemu dengan Sooyeon beberapa waktu yang lalu. Maaf, tidak sempat mengabari anda. Ia…mengalami amnesia, dan namanya kini bukan Sooyeon tapi Jessica.”

“Mworagu!? A-aku sama sekali tak mengerti dengan penjelasanmu Baekhyun-ah. Bagaimana bisa ia kini berada di Seoul sementara menurut kabar yang beredar, semua penumpang pesawat tak dapat diselamatkan dan kini kasus itu sudah dihapuskan.”

“A-apa? Semua penumpang dikabarkan meninggal? Tapi bukankah Sooyeon selamat?”

“Itu masih dugaan sementara, Baekhyun-ah. Bagaimana kalau aku meminta Chanyeol untuk menemuimu hari ini? Kau tidak sibuk, kan?”

“Ah, ne. Aku sedang tidak sibuk hari ini.”

“Baguslah kalau begitu. Aku akan menyuruhnya menemuimu di cafe yang ada di dekat Lotte World jam 10 pagi.

Setelah mengakhiri percakapannya dengan ayah Jessica, Baekhyun kembali termenung. Ia kembali mengacak – acak rambutnya. Oh God, masalah memang semakin rumit.

》》》《《《

Seorang gadis bersurai cokelat baru saja mengunci pintu apartmentnya. Ia kemudian berjalan cepat menuju lift karena seseorang sudah menunggunya di lobby.

“Jessica-ssi!”

Gadis itu menoleh ke belakang dan mendapati seorang namja tengah melambai – lambaikan tangannya. Byun Baekhyun.

“Oh, Baekhyun-ssi? Kau rupanya.” Gadis yang dipanggil Jessica itu kembali meneruskan langkahnya. Barkhyun segera menyamakan langkah mereka.

“Mau kemana?”

“Kau sendiri?”

“Aku ada janji dengan seseorang. Kau pasti ada janji dengan Kyungsoo?”

“Benar.” Celetuk Jessica sambil masuk ke lift. Baekhyun lpjuga melakukan hal yang sama.

“Kau janji dengan yeojachingumu?”

“Aniyo. Aku ada janji dengan dongsaeng yeojachinguku yang telah meninggal.”

Jessica kembali teringat perkataan Taeyeon yang mengatakan bahwa Jessica adalah yeojachingu Baekhyun yang dikatakan meninggal itu. Ia tertegun. Apakah yang dikatakan Taeyeon itu benar? Atau Taeyeon hanya menggertaknya saja agar melepaskan Kyungsoo?

Jessica baru akan membuka mulut, hendak bertanya kepada Baekhyun tapi pintu lift terbuka dan tampaklah Kyungsoo berdiri di depan lift. Gadis itu melirik Baekhyun yang tersenyum krpada Kyungsoo.

“Oh, annyeong, Baekhyun-ah.”

“Annyeong, Kyungsoo-ya. Baiklah, aku tak ingin mengganggu kencan kalian. Aku duluan.” Baekhyun tersenyum simpul kepada Jessica dan Kyungsoo, lalu berlalu menuju pintu lobby.

Dia aneh, pikir Jessica. Ya, hari ini Byun Baekhyun memang aneh. Biasanya ia tak akan melewatkan sedetik pun tanpa bicara tapi tadi ia sama sekali tak bicara. Ia juga agak dingin kepada Kyungsoo. Apakah Kyungsoo tidak menyadarinya?

“Oppa.” Panggil gadis itu pelan setelah mereka masuk ke mobil Kyungsoo.

“Hmm?”

“Apakah kau tidak menyadari ada yang aneh dengan sikap Baekhyun?” Mendengar pertanyaan Jessica, Kyungsoo menghentikan aktivitasnya- memasang sabuk pengaman. Ia kelihatan berpikir dan menjawab.

“Tidak. Memangnya kenapa?”

Jessica menggeleng. “Aniyo. Hanya saja aku merasa ada yang aneh. Ia juga sedikit dingin padamu, oppa.”

Kyungsoo tertawa sebentar dan kembali fokus mengemudi. Ia menghela napas dan menjawab pertanyaan Jessica.

“Dia memang begitu. Dari dulu, dia terkenal dengan sifat cuek dan dinginnya. Tapi ada satu kelemahan yang ia miliki. Sifatnya akan berubah 180· apabila berhadapan dengan yeoja yang ia sukai.”

Kata – kata Kyungsoo berhasil membuat Jessica tertegun. Sifatnya berubah 180· jika berhadapan dengan yeoja yang ia sukai? Jessica memutar otaknya. Bukankah selama ini Baekhyun bersikap baik padanya? Namja itu juga tak pernah menunjukkan sikap cuek dan dinginnya. Jangan – jangan… ah, tidak mungkin. Itu sangat tidak masuk akal. Mana mungkin seorang Byun Baekhyun menyukai dirinya? Tapi Taeyeon bilang Jessica adalah yeojachingunya yang telah meninggal? Buktinya Jessica masih hidup bukan? Lalu mengapa Baekhyun bilang meninggal? Aish, terlalu banyak pertanyaan di otak gadis itu. Itu membuatnya pusing.

“Hmm, oppa. Kau tahu soal yeojachingu Baekhyun yang sudah meninggal itu?”

Kyungsoo terlihat berpikir sejenak, “Tidak, memangnya kenapa?”

“Aniyo, aku hanya merasa ada yang aneh. Oh iya oppa..apa benar…perihal janjimu kepada Taeyeon?”

“Oh, soal janji itu ya. Rupanya ia sudah menceritakannya. Tenang saja, itu hanya janji kosong. Pinky promise. Jangan terlalu percaya pada omongannya, bukankah aku sudah memilikimu? Untuk apa aku melihat ke yeoja lain? Sebaiknya kita fokus kepada pernikahan kita bulan depan.” Jawab Kyungsoo sambil tersrnyum hangat.

Melihat senyuman Kyungsoo hati Jessica seperti meleleh. Ia seharusnya percaya pada tunangannya ini. Ia sama sekali tak boleh ragu hanya karena omongan Taeyeon yang belum tentu benar.

Sejenak ia berpikir, bukankah dirinya mengalami amnesia? Lalu, siapakah orang tuanya? Sebaiknya ia segera mencari tahu. Terbesit dibenaknya untuk menanyakan Baekhyun perihal yeojachingunya. Mungkin sehabis kencan nanti ia bisa bertamu ke apartment Baekhyun.

》》》《《《

Baekhyun hanya memandang kosong keluar jendela cafe. Sudah 10 menit lamanya ia menunggu Chanyeol, tapi namja itu belum datang juga. Tanpa sengaja matanya menangkap sosok seorang yeoja bersurai cokelat yang sedang menikmati es krim rasa cokelat di sebrang jalan.

Jessica.

Ya, yeoja itu adalah Jessica Jung. Tatapan Baekhyun berubah menjadi sendu. Sebenarnya ia tak tega untuk memisahkan Jessica dengan Kyungsoo, namun egonya berkata lain. Ia harus memiliki Jessica seutuhnya. Ia harus menata kembali hubungannya dengan Jessica dari nol. Ia janji tak akan menyakiti gadis itu lagi. Ia janji.

“Hey, hyung!” Baekhyun langsung menoleh dan mendapati Chanyeol yang menepuk bahunya.

“Hmm. Kau lama sekali, Chan.”

“Hehe, mianhae hyung. Aku harus mengantar Tiffany terlebih dahulu.”

“Oh iya, kau bilang kau pernah melihat yeoja mirip Sooyeon?”

“Ah, ne. Aku melihatnya di jalanan sekitar apgujeong-dong. Yeoja itu mirip sekali dengan Sooyeon noona. Aku sempat berpikir apakah itu Sooyeon noona atau bukan. Saat aku ingin menghampirinya, ia sudah pergi bersama seorang namja menggunakan mobil sport berwarna silver. Apakah kau pernah bertemu dengannya, hyung?”

Kyungsoo, pikir Baekhyun. Pasti namja yang bersama Jessica adalah Kyungsoo.

“Dengar Chanyeol. Aku akan menceritakan semuanya. Yeoja yang kau lihat itu memang Sooyeon. Ia datang kembali kesini bersama salah satu sahabatku sebagai tunangannya. Sooyeon ditemukan di bandara yang ada di San Fransisco, tapi ia mengalami amnesia. Ia tak mengingat semuanya, namanya juga sudah diganti menjadi Jessica Jung.”

Chanyeol tertegun mendengar penjelasan Baekhyun. Jadi…noonanya sudah ditemukan? Lalu, mengapa tidak ada kabar dari pihak bandara?

“Tapi hyung, bukankah pihak bandara sudah menegaskan tidak ada yang selamat? Dan juga kasus itu sudah dihapuskan? Bagaimana bisa Sooyeon noona selamat?”

“Itu hanya dugaan sementara. Aku yakin, Jessica adalah Sooyeon.”

“Hyung, bagaimana jika kau membawa Jessica itu ke San Fransisco? Bagaimanapun juga, ia harus bertemu dengan orang tuanya. Hmm, aku tidak bisa ikut karena tugas pemotretanku disini belum selesai, masih banyak model yang harus ku potret.”

Perkataan Taeyeon kembali terngiang di kepala Baekhyun. Bukankah ini kesempatan yang bagus untuk membawa Jessica pergi?

“Kurasa itu ide yang bagus. Akan kupertimbangkan. Hmm, kau sudah menjadi fotografer terkenal rupanya. Banyak model yang cantik?”

“K-kau ini apa – apaan hyung! Aku kan sudah punya yeojachingu. Oh iya hyung, jika kau jadi membawa Jessica noona ke San Fransisco, bagaimana dengan kelanjutan hubungan kalian?”

Cklak.

Baekhyun baru saja akan menyesap kopinya, namun ia urungkan. Ia lalu menaruh cangkir kopinya dengan sedikit kasar. Bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Jessica?

“Bukankah aku sudah bilang, ia kini sudah bertunangan.”

“Tapi bukannya dulu kalian sudah bertunangan, hyung?”

Ya, sebelum kecelakaan itu terjadi, Baekhyun dan Jessica memang sudah bertunangan. Mereka akan menikah pada pertengahan maret nanti. Namun pertengkaran bodoh itu malah menghancurkan segalanya. Cih, ia sungguh menyesal.

“Ne, dulu kami memang sudah bertunangan, tapi kini ia sudah memiliki namja lain.”

“Walaupun begitu kau tidak boleh menyerah hyung. Kau masih cinta bukan dengan Jessica noona? Maka dari itu, kau harus memperjuangkan cintamu, hyung. Aku yakin appa akan memilihmu menjadi menantunya dari pada tunangan noona sekarang. Jangan sampai menyerah hanya karena ia sudah memiliki namja lain. Jika ingatan Jessica noona sudah kembali, tidak menutup kemungkinan perasaannya juga akan kembali. By the way, siapa namja yang saat ini bertunangan dengan Jessica noona?”

“Namanya Do Kyungsoo.”

Saat Baekhyun menyebut nama Kyungsoo, seketika raut wajah Chanyeol berubah.

TBC

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Syalalalalalalalalala~ annyeong!^o^)/
Chapter 4 akhirnya dipost😀 mianhae kalau chapter 4 nya masih kurang panjang😦 #NangisDiPojokan. Aku udah bertekad untuk panjangin chapter ini, eh malah moodnya ilang’-‘ soal siders…. biarkan ajalah~ mereka sendiri yang dapet dosa. Okelah, sampe ketemu dichapter 5~~~~~! ♥♥♥♥♥♥ tebar lope2 dari baekhyun😀

35 thoughts on “Regret – chapter 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s