| Chapter 8 | ETERNAL

Eternalchapter9

 

nfiction When I Die is Next Chapter

Jessica-Kris-Luhan-Eunji-Chanyeol-Bomi| Eternal| PG 17 | Psycho – Friendship – Love Story | Chapter or Saries

Art Poster by _ BanmalSoo’s ouo//

Jung Hani

 

AuthorPOV

 

Mata Jessica tak bisa berhenti untuk menatap kertas itu lebih detail . Dia sebenarnya sangat ingin bahwa ini semua adalah DREAM! Mimpi saja ! Bukan kenyataan ! Not REAL !

 

Tubuhnya sekarang dipenuhi dengan keringat , wajahnya pucat ketakutan . Bibirnya gemetaran . Berharap akan ada malaikat yang menyelamatkannya dari semua ini.

 

“Aku harus—“

 

“Hey, Jung Jessica .. Kau sudah disini , rupanya .. Aku tak perlu menangkapmu ,kan?” Ungkapan Jessica terpotong , ketika melihat Luhan dari arah kamar mandi sedang meletakkan handuk di kasur . Dia melihat Jessica dengan tatapan yang sinis.

 

“Lu.. “  Jessica sangat terkejut , dia membelakkan matanya dan mencoba mencari sebuah alat komunikasi yang siapa tahu bisa ditemukannya.

 

“Ssstt! Kau diam saja , kalau kau bergerak atau berteriak mungkin pita suaramu akan kujadikan soup makan malam anjing penjaga”

 

Mendengar ucapan Luhan , Jessica hanya mampu meneguk salivanya sendiri . Wajahnya putih seketika , putih! Pucat ! . Kakinya gemetar dan dia merasa seperti gemertak tulang di kakinya . Dia tak bisa berhenti melihat aktifitas Luhan , dia sangat ketakutan dengan apa yang akan dilakukan Luhan setelah ini . Sehingga ia harus dengan detail menatap lelaki ini agar tidak melakukan apa – apa terhadap dirinya .

 

Luhan semakin maju mendekati Jessica .

 

“Kau tahu , Jung?”

 

Jessica berusaha semakin mundur , tapi dia sudah terperangkap oleh dinding berwarna putih itu .

 

“Ta .. Tahu apa?”

 

Jessica sangat terpaksa menjawab pertanyaan Luhan , dia sangat ketakutan . Sehingga tak dapat berfikir dengan jernih .

 

Langkah Luhan semakin mendekat kearahnya ..

 

“Lu”

 

“Hmm?”

 

Luhan sekarang sudah tepat ada di hadapan Jessica ! Sangatlah tepat , bahkan mereka sudah saling berhadapan satu sama lain .

 

“Mungkin , aku mencintaimu .. Jung Jessica” Luhan membelai rambut ikal Jessica dengan tangannya . Dibelainya dengan lembut sambil menatap wajah cantik dan putih milik Jessica yang sedang menampakkan wajah ketakutan.

 

Jessica membelakkan mata nya sambil terus mengeluarkan keringat dingin dari tangan , kaki , leher dan bagian – bagian tubuh lainnya.

 

“Apa perlu aku ulang sekali lagi?”

 

Jessica Terlonjak , dia mencoba memundurkan dirinya . Luhan sekarang berusaha mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica .

 

“ Saranghaeyo “  Bisik Luhan di telinga Jessica dengan nada yang terdengar sinis sambil menyibakkan rambut Jessica kebelakang telinganya .

 

Jessica sedikit menggigil ketakutan , dia menggenggam tangannya dengan sangat erat ketakutan dengan tatapan yang mengerikan menurutnya itu .

 

Luhan menggenggam tangan Jessica dan mencoba membukan genggaman itu dengan sangat halus dan lembut .

 

Jessica bernafas dengan tersengal – sengal , ketakutan . Luhan mengeratkan jari tangannya ke celah – celah tangan Jessica dan menggenggam tangan Jessica . Kemudian meletakkan tangan Jessica ke dinding . Dia melepaskan genggaman tangan itu dan menahan lengan Jessica . Mengeratkan jarak antara tubuh Luhan dengan Jessica .

 

Luhan mengarahkan bibirnya ke bibir Jessica dengan sangat lembut . Jujur Jessica tak bisa menolak , entah karena apa . Namun , dia juga tidak bisa menerima dengan baik ciuman Luhan , lumatan Luhan , maupun sentuhan Luhan .

 

Luhan mengulum bibir atas Jessica dengan bibir bawah Luhan dengan sangat lembut dan pelan . Membuat sebuah sensasi untuk Jessica dan Luhan . Kepala Luhan yang mengabil alih semua jarak Jessica dengan dinding maupun Luhan semakin di tekan oleh tubuh Luhan , agar Jessica semakin terhimpit dengan dinding .

Luhan kembali melumat bibir bawah Jessica dengan bibir atas miliknya , menjilat bibir itu candu . Lama kelamaan ciuman itu semakin kasar , tangan Luhan sekarang sudah berada di wajah Jessica dan akan turun ke leher jenjang dan putih milik Jessica .

 

Merapatkan ciumannya . Jessica hanya mampu diam dan tak memberi balasan sama sekali , dia hanya tak percaya bahwa semua ini akan terjadi padanya .

 

 

“Jessica belum kembali sampai sekarang” Ucap Chanyeol yang dari tadi duduk di sofa empuk samping ranjang Eunji .

 

“Kemana dia?”  Kris dengan wajah khawatirnya terus mencoba menghubungi telefon genggam Jessica . Namun , tidak ada jawaban karena nomor Jessica tidak aktif , yaitu .. Mati .

 

“Mungkin kita harus mencari Jessica” Ujar Bomi yang tadi menemani Eunji . Kris menganggukan kepalanya , setuju dengan usulan Bomi yang menurutnya GREAT!.

 

“Kita juga harus mencari Luhan”

 

Kris membelakkan matanya mendengar ucapan dari Bomi yang menurutnya sangat membuat dirinya kebingungan .

 

“Dia tidak ada di kamarnya” Lanjut Bomi dengan nada datar .

 

“Aku ikut , “  Kata Eunji pelan dan nada terisak . Chanyeol membelakkan matanya mendengar ucapan Eunji .

 

“Kau masih belum sembuh total , Eunji-a”

 

“Lebih baik dari pada aku mati dengan tubuhku yang lebih dari sakit disini” Chanyeol menghempaskan nafasnya dengan datar melihat respon Eunji . Kris dengan sergap mengambil senter yang ada di meja .

 

“Kita akan mencoba mengecek ke ruang bawah tanah”  Ujar Kris dengan sangat pelan namun ber – energi .

 

 

Mereka semua menuruni lantai ruang bawah tanah dengan hati – hati , takut terjadi sesuatu diantara mereka. Sekarang , tak akan mereka biarkan salah satu diantara mereka mati lagi . Sekarang mereka mengutamakan kehidupan semuanya mereka harus selalu bersama.

 

“Kris , kau yakin mereka disini?” Gumam Eunji pelan terus menggandeng tangan Chanyeol sambil mengarahkan senter kedepan.

 

“Mungkin ,”

 

Kris berada di depan , memimpin .. Sementara Bomi dengan senternya berada di belakang dengan langkah yang gelisah dia terus menelusuri kesegala arah mengikuti Kris . Namun saat sampai ditengah – tengah , Bomi menghentikan langkah Kris.

 

“Aku yang di depan..” Kata Bomi dengan pelan dan menatap Kris dengan tatapan yang sangatlah serius .

 

“Kau Yeo—“

 

“Setidaknya mungkin dia akan menyerang dari belakang , aku takutt .. Kau yang dibelakang saja .. Kris” Ucap Bomi dengan sedikit terbata – bata , menganggukkan kepalanya pelan dengan agak ketakutan.

 

“Baiklah” Kris mengangguk dan berjalan kembali jadi di belakang Eunji dan Chanyeol.

 

Bomi dengan langkah gelisah melangkahkan kaki jenjangnya , dia menatap lurus kedepan sambil menutup matanya .

 

“BOMI!!!!!”  Ucap Eunji keras ketika tali yang diinjak Bomi dapat menarik kaki Bomi dan sekarang Bomi ada di atas .

 

“BOMI-ya!!” Chanyeol dengan segera berusaha untuk menangkap Bomi , sekarang dia benar – benar sangat tinggi , bahkan Chanyeol dan Kris tak bisa menangkapnya. Kepalanya ada di bawah , kakinya berdarah – darah terkena tali yang menahannya , membuat tetesan darah miliknya jatuh ke lantai ruang bawah tanah .

 

“Hikss .. Hikss .. Pergilah , cari Jessica” Ucap Bomi dengan nada terisak mengeluarkan air matanya.

 

“Kau sudah mengetahui ini sebelumnya?!” Kris dengan mata tajam nya menatap Bomi dengan marah .

 

“Hikss Hikss Hikss ,, pergilah .. Aku pantas untuk mati , carilah Jessica .. Dia bersama Luhan .. Hikss .. Hikss” Ucap Bomi kembali dengan nada terisak dan mengeluarkan air mata yang begitu deras .

 

“Kau harus –“

 

“BRAAAKKKKKKKKK!!!!”

 

Tali yang mengikat kaki Bomi terlepas , membuat Bomi terjatuh dan mengeluarkan darah dari kepala Bomi .

 

“BOMI!!!” Teriak Eunji dengan segera memegang tangan Bomi dan menangis di depan … Mayat Bomi.

 

Darah mengalir dari kepala Bomi ke lantai bawah tanah , mata nya tertutup kakinya berdarah kesakitan . Darah tak bisa berhenti keluar dari kepala Bomi .

 

“Hikss Hikss ,, Luha .. Luhan lah .. pelakunya!”  Eunji sambil menangis dengan keras mengucapkan kata – kata itu dan dengan segera menghapus air matanya menggunakan tangan kanan nya .

 

“Jessica .. bersama Luhan?” Gumam Kris dengan tatapan kosong , menatap kedepan lemas.

 

“Cepat! Kita harus mencari Jessica” Ucap Chanyeol menghapus air mata yang tadinya dikeluarkannya untuk Bomi.

 

Sifat Chanyeol yang suka bercanda , sedikit mesum , sekarang sudah tak ada . Eunji yang tadinya sangat menyayangi Luhan .. Sekarang malah sangat membencinya . Semua pasti ada positif dan negatifnya . Namun , semua itu membuat mereka kehilangan satu persatu orang yang paling disayangi , dari Sahabat .. Pacar , kerabat , dan semuanya . Mereka harus mengorbankan Sahabat mereka hanya karena dendam! Dendam! Dendam abadi , yang ada  di dalam otak dan hati Luhan yang belum terbalaskan.

 

Dia , Luhan ..

 

Masih sangat mencintai Yuri …

Ini adalah alasan dia melakukan pembunuhan berantai ini .. Tragis memang,

 

 

Mereka berlari kearah kamar , lintasan terpikir .. Bahwa Jessica ada di kamar bersama Luhan . Kris dengan langkah lebarnya dan sangat antusias membuka kamar .

 

“Hey~ Kalian datang rupanya ,,”

 

“Luhan!! Dimana Jessica?!” Kris dengan tatapan tajam menatap lelaki itu dengan mata nya yang tajam dan penuh kemarahan.

 

“Ohh , baiklah .. Kau mencari Jessica?” Tanya Luhan dengan sinis memegang remote , entah remote apa itu .

 

~~ *Luhan menekan remote untuk menyalakan televisi.

 

“Jessica!!!” Teriak Eunji dengan sangat khawatir memandang layar televisi yang memperlihatkan Jessica di atas Kursi dengan tali yang mengikat tangan dan kakinya bersama dengan kursi . Mulutnya tidak di plester , di  biarkan terbuka.

 

“Shit!! Apa yang kau mau Lu?!!” Marah Kris berusaha mendekat kearah Luhan dengan tatapan yang sangat membunuh dan mengerikan.

 

“Apa yang kumau?” Sinis Luhan menatap Kris dengan tatapan khasnya.

 

“Aku tak meminta apa – apa”

 

-TBC-

 

N/A :Hey~ Aku Update dengan sangat cepat , 24 Jam namun sedikit hehehe ^^ Mian kalau chapter ini amburadul , aku gak tau Chapter 9 atau 10 yang bakal Ending tapi yang jelas sebentar lagi ini bakal Ending . Di tunggu aja yang next Chapternya . Semakin banyak yang comment aku usahain di Chapter Sembilan bakal 2000+ deh panjangnya. Oh iya , untuk New Year New Boyfriend (Lusica) aku kayaknya agak telat posting alias bukan 1 January , mungkin lebih . Mian ya ,,

 

78 thoughts on “| Chapter 8 | ETERNAL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s