[FREELANCE] MORE THAN…(CHAPTER 2)

Author: S.Y.M

Title: More Than…

Lengt: Chaptered

Rating: G

Genre: Romantic, friendship

Main Cast: -L Myungsoo- Jessica Jung.

Other Cast:- Young Jae-Sunny

Note: Sorry for Typo and ada sedikit tindak kekerasan didalamnya… but enjoy it.

PART III

TRUST AND PROMISE (chapter 1)

.

.

.

Myungsoo tersenyum pada gadis yang selalu menunggunya di belokan barisan rumahnya. Sedang Jessica, gadis itu melambaikan tangannya pada Myungsoo. Kali ini ia sudah bisa memperhitungkan di menit berapa Myungsoo akan muncul di tempat itu, ya… beberapa hari ini memang Myungsoo sedikit patuh padanya untuk tidak membuatnya menunggu terlalu lama.

“Kkaja!!” Jessica mendahului Myungsoo.

Namun Myungsoo berlari kecil mensejajari Jessica. Ia menarik tangan Jessica, menahannya untuk tidak terlalu terburu-buru.

“WHY?” Tanya Jessica sedikit bingung.

“Bukankah hari ini kita persiapan untuk Festival Sekolah?”

“Ne! Waeyo?!”

“ssssshh… kita tidak akan dimarahi kan jika sedikit telat?” Myungsoo menyipitkan matanya.

“Ye? What?” Jessica mengerutkan keningnya. Sedangkan Myungsoo sudah menyunggingkan Evil Smikr nya. Tanpa ijin dari Jessica ia menarik tangan Jessica… dan mereka tidak menuju halte untuk berangkat sekolah.

“L! What will you do?”

“Kita ke stasiun!”

“Hoachhh!” Jessica mengernyit dan  Jessica kini hanya menuruti Myungsoo yang membawanya ke stasiun.

.

.

.

.

“Hfuah!” Myungsoo tertawa kecil setelah mereka berhasil sampai di stasiun, sedangkan Jessica, ia menunduk memegang lututnya. Dalam hatinya ia terus mengumpat pada Myungsoo yang mengajaknya berlarian pagi ini.

“Kau harus sering olahraga Sooyeon_ah!” ujarnya yang kemudian di hadiahi sebuah jitakan dari tangan Jessica.

“Hya! Kenapa memukul kepala?” protes Myungsoo, tangannya mengelus-elus kepalanya, sesekali ia rapikan rambutnyayang berantakan karena jitakan Jessica.

Jessica hanya menjulurkan lidah.

“Kkaja, sebelum para pekerja mendahului kita!” Myungsoo kembali menarik paksa Jessica yang sedang mengatur nafasnya.

“OH GOD!” Jessica  memutar matanya.

Mereka segera masuk ke dalam kereta, dan hampir saja tertinggal.  Myungsoo masih menggenggam tangan Jessica, sedang Jessica hanya diam. Kereta memang penuh kali ini, karena mereka naik di jam ke-2 dan kebetulan bersamaan dengan para pekerja yang berangkat kerja. Myungsoo celingukan mencari tempat duduk yang kosong untuk dia dan Jessica, setidaknya Jessica bisa duduk dan ia akan berdiri di dekat Jessica.

“Kau tidak perlu mencarikan aku tempat duduk, ini sudah penuh sesak. Bisakah kau berpegangan saja dan aku juga berpegangan, dan…kau bisa melepaskan tangan ku ELL!” Jelas Jessica.

Myungsoo mendengus, ia memang  tidak menemukan tempat kosong untuk duduk. Dan pelahan ia melepaskan genggamannya pada Jessica.

Myungsoo menautkan tangan kanannya pada gantungan untuk berpegangan, begitu pula dengan Jessica. Beberapa detik kemudian Myungsoo merasa ada yang mendorongnya dan itu adalah Jessica. Myungsoo menatap Jessica kesal, sedang Jessica hanya menunjuk beberapa orang yang disampingnya. Bahwa merekalah yang membuatnya menggeser Myungsoo.

‘Hya,,, nona! Bisakah kau sedikit geser? Aku tidak bisa bergerak!” ucap seorang Ahjuma yang memang kondisi badannya sedikit berlebihan secara umum. Dia perlu tempat yang sedikit longgar untuknya agar bisa bernafas.

Jessica menyipitkan matanya untuk tersenyum pada Myungsoo.

“Sorry!” ucapnya .

BUK…

Jessica kembali mendorong Myungsoo, Jessica kembali tersenyum dan menunjuk-nunjuk orang yang sama. Karena kesal Myungsoo menarik Jessica untuk berada di depannya. Meskipun sempit tapi Myungsoo bisa sedikit mundur dan lagi pula di depannya terdapa tiang yang bisa ia gunakan untuk menahan tubuh Jessica.

Myungsoo tersenyum melihat Ahjuma tadi yang akhirnya bisa berhenti membuatnya terus terdorong.

“Kau mengorbankanku demi Ahjuma itu!” ucap Jessica disertai bibirnya yang cemberut.

“Setidaknya kau bisa memelukku jika kau hampir jatuh!” ucap Myungsoo enteng dan tidak melihat Jessica.

Jessica mendelik kesal, bagaimana tidak, didepannya ia terhalang oleh tubuh Myungsoo dan di belakannya ia terhalang oleh tiang untuk berpegangan.

“Aku tidak akan menurutimu lagi untuk naik kereta!” gumamnya kecil dan sangat terdengar oleh Myungsoo.

Myungsoo melihat sahabatnya itu yang tak berpegangan apapun, ia hanya berdiri tegak dan sedikit tertahan dengan tiang dibelakangnya. Ia juga tak mau melihat lurus karena didepannya tepat dada Myungsoo, ia memilih untuk memalingkan wajahnya.

“kalau begitu aku yang memegangimu Miss Sooyeon!” Myungsoo meletakkan tangan kirinya di pinggang Jessica dan ia hampir memeluknya, ah tidak… Myungsoo memang memeluknya.

Dilihatnya Jessica yang terus bergerak tidak nyaman karena pelukan Myungsoo.

“hanya 30 menit untuk sampai di stasiun berikutnya, tahanlah sedikit!”

“Hfuh…” Jessica menghela nafas pasrah, baiklah ia harus menunggu sampai kereta berhenti di stasiun berikutnya. Setelah itu ia akan membuat perhitungan dengan Myungsoo.

Sementara itu Myungsoo semakin mempererat pelukannya pada Jessica.

________________________________________TRUST AND PROMISE

Myungsoo berjalan di belakang Jessica, dia hanya tersenyum melihat Jessica yang terus mendahului langkahnya, ia mengerucutkan bibirnya dan sama sekali tidak menoleh pada Myungsoo.  Baru saja ia mendapat berjuta suara cempreng dari sahabatnya ini karena mereka harus berdesak desakan di kereta dan telat untuk datang ke sekolah.

Meskipun tidak ada pelajaran hari ini karena lusa adalah festival sekolah Jessica terlambat untuk datang ke perpustakaan. Jika saja buku yang akan dipinjam Jessica masih ada dan tidak didahului oleh peminjam lain, mungkin Jessica tidak semarah ini.

“DON’T DISTRUB ME!” Jessica mengangkat tangannya karena ia merasa Myungsoo mendekatinya.

“Okey… aku akan meninggalkanmu disini. Aku akan tidur di perpustakaan! Kau yakin tidak ingin ikut?”

“NO! AFTER YOU MADE ME LOST MY BOOK!”

“Ara.. ara… aku turut berduka cita atas bukumu itu Miss Sooyeon!”

“Hyak! ELLL!” teriak Jessica dan sontak Myungsoo berlari menjauh darinya, ia menjulurkan lidahnya sampai akhirnya ia menghilang dibalik pintu perpustakaan.

“Heuh! Kau pintar sekali bersembunyi Tn L!” gerutu Jessica, ya… ia tidak mungkin mengejar Myungsoo ke perpustakaan dan membuat ribut di dalamnya. Ia menghela nafas kasar, minggu ini ia tidak bisa membaca buku Sejarah tentang Eropa. Ia sudah menunggu buku itu beberapa minggu dan ia harus rela antri lagi dari peminjam yang mendahuluinya. Jika saja ia tidak telat hari ini, ia sudah mendapatkan bukunya itu.

“Dasar  EL!” umpatnya.

Ia mengeluarkan buku tebalnya, setidaknya ia masih memiliki buku biografi sang pemimpin Nazisme Adolf Hitler, ia bisa menghabiskan waktunya kali ini untuk membaca buku itu. Ia tidak ingin terlibat dengan kegiatan Festival sekolah, sama seperti Myungsoo.

Sebelum menyepi, ia menyempatkan diri untuk mampir ke kelasnya dan meletakkan tas serta barang-barangnya. Ia hanya perlu buku , earphone dan MP3 nya untuk menyepi.

Ia memiliki tempat lain selain perpustakaan untuk memuaskan keinginan membacanya. Diatap gedung sekolah. Sebenarnya ini adalah tempat favorit Myungsoo, ia sedang tidak ingin meladeni kejahilan Myungsoo hari ini, mereka bertukar tempat untuk menyepi masing-masing.

1 jam ia menghabiskan waktu untuk membaca di atap gedung, itu membuatnya mengantuk. Sleepy beauty tetap Sleepy Beauty, di tempat ramaipun ia bisa tidur dengan nyenyak, apalagi di tempat sepi seperti ini, lagipula tidak ada Myungsoo yang mengganggunya.

Ia merentangkan tangannya, ia mengganti list lagu di MP3nya menjadi kumpulan lagu Jazz milik Kenny G, ia memasang earphonenya, menambah Volumenya dan memposisikan tubuhnya senyaman mungkin untuk bersandar pada dinding, dan mulailah ia memejamkan matanya.

Tok..tok…tok…(suara orang berjalan)

Jessica belum sepenuhnya tidur, meskipun ia menggunakan earphone ia masih bisa merasakan ada suara langkah kaki yang mendekatinya. Ia masih memejamkan matanya, di benaknya mungkin Myungsoo yang mulai bosan di perpustakaan dan menyusulnya. Sedetik kemudian ia merasa jika itu bukan langkah kaki milik Myungsoo, tidak hanya satu orang yang mendekatinya ada beberapa orang. Ia membuka matanya namun terlambat, belum sempat ia melihat siapa orang orang yang berjalan kearahnya, seseorang sudah terlebih dulu menahannya dari belakang, ia mengarahkan tangan Jessica ke belakang tubuhnya dan menahannya. Sedangkan lengan yang satunya menahan leher Jessica.

“Who are You?” ia melihat seseorang yang berjalan kearahnya, seragam itu sama dengannya, pasti ia salah satu murid di sekolah ini. Mungkin kakak kelasnya.

“kau mengabaikan surat kami!” ucapnya sinis.

Jessica tersenyum dingin, jadi mereka yang selalu mengancamku? Batinnya.

“So… what your bussines?”

“Gadis Amerika ini memang tidak punya sopan santun sebagai dongsaeng, seharusnya kau mendengarkan kami, tanpa kami harus melakukan ini padamu!” ia lebih mendekat kepada Jessica, matanya menyorotkan kebencian pada Jessica.

Jessica memang sering mendapat surat ancaman sejak ia berteman dekat dengan Myungsoo, namun ia tidak pernah memeperdulikan itu. Baginya surat ancaman itu tidak berarti apa-apa dibanding kesulitan keluarganya. Ia hanya perlu seorang teman agar ia bisa terus bertahan dan tidak menyerah dengan kehidupannya. Bersekolah, mempunyai teman untuk berbincang, melakukan kegiatan bersama-sama, membaca buku-buku sejarah kesukaannya. Itu semua sudah cukup baginya.

“Menjauhlah dari Myungsoo kami!”

“Kalian menyukainya? … heoh! Kalian bisa mendekatinya tanpa harus mengancam ku, aku tidak akan perduli dengan itu”

“Dia tidak memperdulikan kami karena selalu ada kau Gadis Amerika!”

“Benarkah?.. dia tidak selalu bersamaku, kenapa kalian tidak mendekatinya saat tidak bersamaku? Itu lebih mudah dari pada kalian harus melakukan ini kepadaku, dia akan membenci kalian jika dia tahu sahabatnya terluka karena kalian!” Jessica tak kalah mengancam mereka.

“Kami lebih tertarik jika kalian tidak lagi bersama, kami membencimu Jessica Jung!”

PLAK,

PLAK

PLAK

Beberapa kali tamparan sudah menghiasi pipi putih Jessica. Kakak kelasnya ini benar-benar akan berlaku kasar dengannya.

Jessica menatapnya tajam, baginya tamparan itu tidak akan mempan untuk membuatnya takut, ia sudah sering mendapatkan penyiksaan seperti ini dari Eommanya.

“Kau hanya menggertak ku Sun_bae!” Jessica tersenyum sinis, tatapannya tak kalah tajam dengan Sunbaenya itu.

PLAK

BUK

BUK

“Ahghtt…” Jessica tersungkur, sebuah pukulan kembali melayang di pipinya, ditambah lagi dengan pukulan di perutnya.

Ia berusaha bangun, ada darah segar yang sudah merembes di ujung bibirnya. Ditambah lagi rasa sakit di uluhatinya karena pukulan itu.

Ia mengatur nafasnya. Dalam hatinya ia mengumpat… jika saja dia sudah meraih sabuk hitam taekwondo ia tidak akan segan-segan untuk membalas Sunbae-sunbaenya ini. ia lebih memilih untuk diam dan membiarkan Sunbae-sunbaenya melakukan sesuka hatinya.

Jessica berdiri sempoyongan, tangannya menahan perutnya.

PLAK..Jessica kembali tersungkur. Sunbaenya ini lumayan kuat baginya.

 

“Ini bukan hanya untuk kami! Ini juga untuk teman kami!”

Jessica mengerutkan keningnya.

“Kami tidak akan sejauh ini jika bukan karena dia, kami ingin kau mati… sama sepertinya!”

Jessica membuka matanya lebar…Apa maksudnya??

.

.

.

Myungsoo berkeliling perpustakaan dan dia tidak menemukan Jessica. Ia yakin jika Jessica belum pulang dan meninggalkannya. Tas dan seluruh barang barangnya masih rapi di dalam kelas. Ia juga sudah mencari di seluruh stand bazaar yang sudah berdiri di halaman sekolah. Namun ia tetap tidak menemukannya.

“Myungsoo_ya!” sebuah suara membuyarkan lamunanya.

“Sedang apa?” Tanya Sunny. Dia teman satu club dengan Jessica.

“Tidak ada!” jawab Myungsoo singkat.

“Jessica, kemana dia?.. dia melewatkan pertemuan club hari ini, apa dia tidak berangkat ke sekolah?”

Myungsoo mengerutkan keningnya, sahabatnya memang sering menghilang untuk menyepi, membaca buku dan tidur, namun untuk melewatkan kegiatan di clubnya ini aneh. Jessica tidak akan melewatkan kegiatan Club walaupun sebelumnya ia sedang tidur, ia akan bangun 10 menit sebelum kegiatan clubnya dimulai.

“Jessica tidak mengikuti kegiatan club merajut?” Tanya myungsoo

“E’EM!” jawab Sunny mengangguk.

Perasaan Myungsoo berubah menjadi khawatir. Ia mencoba mengingat tempat manalagi yang belum ia cari.

“Mwoya? Apa terjadi sesuatau?” Sunny menyadari raut wajah Myungsoo yang berubah saat ia menanyakan keberadaan Jessica.

“Dia tidak bersamaku seharian ini!” jawab Myungsoo.

“Mungkinkah?…” Sunny menghentikan kalimatnya, ia ingat sebelum ia bertemu Myungsoo ada beberapa Sunbae yang sedang membicarakan gadis yang baru saja di pukul oleh Sunbaenya yang lain. Ia berfikiran jika itu adalah Jessica. Entah kenapa nalurinya berkata jika dia adalah Jessica.

“Wae? Kau tahu sesuatu?”

“Aany.. hanya saja aku berfikir jika yang dibicarakan Sunbae tadi adalah Jessica!”

“Wae? Cepat katakan… apa yang kau dengar?”

“ada seorang gadis yang di pukul oleh Sunbae dan aku berfikir jika mungkin itu Jessica!”

Myungsoo membuka matanya lebar “DIPUKULI?”  ia harus segera mencari Jessica. Tanpa pikir panjang ia berlari meninggalkan Sunny dari tempat itu.

“Hya!Waeyo? kau mau kemana?” teriak Sunny, ia mengikuti Myungsoo yang terus menaiki tangga.

Myungsoo tahu tempat yang belum ia datangi, atap gedung sekolah.

.

.

.

Myungsoo menghentikan langkahnya, pintu menuju atap gedung terkunci, namun dapat ia lihat melalui jendela kaca itu ada seorang gadis yang sedang bersandar membelakangi  arah pandangnya.

“Hosh..Hosh..Hoachh! Apa kau menemukannya?” Tanya Sunny yang juga mengikutinya,

Myungsoo  mengangguk, ia mengatur nafasnya. Ia segera mendekati pintu itu. Ia menggedor gedor pintu itu berharap Jessica menhiraukannya.

“Sooyeon_ah! Gwenchana? Sooyeon_ah! Answer me please, are you okey?” Myungsoo berusaha membuka pintu itu.

“Aku akan minta bantuan!” Sunny kembali menuruni tangga untuk menuju lantai dasar. Sedangkan Myungsoo masih terus mendobrak pintu itu.

BROK

BROK

BROK

“Sooyeon_ah!” Myungsoo berhasil mendobrak pintu itu

Ia berlari mendekati Jessica, namun sayang… ia terlambat… ia sangat terlambat. Jessica pingsan di tempat itu. Dilihatnya ujung bibirnya yang berdarah. Pipinya yang merah dan sedikit lebam, seragamnya berantakan.

“Sooyeon-ah!” Myungsoo memeluk Jessica, ia sangat menyesal tidak bersama Jessica hari ini, ia menyesal tidak segera menemukan Jessica untuk menolongnya. Ia sangat menyesal hari ini.

“Uhuk.. uhuk..kau membuatku tidak bisa bernafas EL!” ucap Jessica. Namun membuat Myungsoo semakin erat memeluk tubuh Jessica.

“Siapa yang melakukan ini semua?… kumohon katakan”

“Eh..uhuk… ELL… kau tidak ingin membawaku ke Ruang Kesehatan? Uhuk..Sahabat macam apa kau ini? Uhuk..Aku perlu obat merah dan alcohol…. Are you understand?”

Myungsoo melepaskan pelukannya, di tatapnya sahabatnya itu. Kekhawatirannya sama sekali tidak di perdulikan oleh Jessica. Sedangkan orang yang ia khawatirkan ini malah tersenyum kepadanya.

“I’m okey!” sambung Jessica.

Myungsoo beralih menatapnya datar. Jessica memang keras kepala. Ia tidak akan menanyakan lebih saat ini. Ia mengangkat tubuh Jessica dan menggendongnya menuju Ruang Kesehatan.

“Ah… Sooyeon_ah!” Sunny baru saja datang mencari bantuan. Namun Myungsoo sudah lebih dulu bisa membukan pintu itu.

“Gomawo Sunny_ah! Pulanglah… aku takut kau kenapa-napa!” kata Myungsoo.

Sunny hanya menurut. Ia berpamitan untuk pulang lebih dulu dan membiarkan dua sahabat itu untuk bicara satu sama lain, ia yakin Myungsoo tidak akan membiarkan orang yang telah menyakiti Jessica.

.

.

.

Jessica memejamkan matanya , ia sudah ada di ruang kesehatan kali ini. Namun ia masih enggan untuk menerima ajakan Myungsoo untuk pulang ke rumah. Selain Myungsoo pasti akan memaksa untuk mengantarnya sampai rumah. Ia masih mengingat dengan apa yang menimpanya tadi.

 

Flashback___

 

“Karena Myungsoo, teman kami meninggal!” kata sunbaenya.

Mereka sudah berhenti memukul Jessica. Namun kali ini mereka tersimpuh ,,, mensejajari Jessica, mereka menangis.

“Eotte..?”

“Dia bunuh diri, dia menunggu Myungsoo seharian di halte setelah sehari sebelumnya ia menyerahkan surat cinta untuk Myungsoo. Namun Myungsoo tidak datang menemuinya… dia diperkosa ditengah perjalanan pulangnya, dia frustasi saat mengetahui Myungsoo tidak membaca suratnya dan selalu bersamamu… dia bunuh diri, dia membenci dirinya yang diperkosa dan tidak mendapatkan Myungsoo. “ Kedua Sunbaenya menangis.

Jessica  terdiam, ia ingat kasus bunuh diri seorang siswa beberapa waktu lalu,,, mungkinkah dia orangnya… dia bunuh diri dan Myungsoo juga menjadi penyebabnya?

“Untuk itu… kami ingin kau merasakan hal yang sama!” tambah mereka.

Mereka berdiri dan mendekati Jessica. Jessica tidak tahu harus berbuat apa. Otaknya tidak bisa berfikir lagi. Ia berencana untuk membalas pukulan mereka namun ia hanya memikirkan Myungsoo dan gadis yang bunuh diri itu.

PLAK

BUK

“Ugh!..”

“HENTIKAN!”… Suara seseorang yang tiba-tiba muncul di tempat itu. Suara seorang namja namun itu bukan suara Myungsoo.

“Oppa? Kami belum selesai..”

“Hentikan, … kalian cepat pergi sebelum anak itu menemukan gadisnya ini!” namja itu mendekati Jessica. Ia duduk mensejajari Jessica yang tersungkur.

Kedua Sunbaenya itu menurut dan segera pergi dari tempat itu.

Jessica berusaha untuk duduk, ia menahan perutnya yang sakit karena tendangan mereka.

“Kau cukup manis… tapi kau harus menerima ini… ! sayang sekali kau harus beresiko karena dekat dengan anak itu… !” kata namja itu dengan senyum sinisnya. Ia mengangkat dagu Jessica, Jessica hanya menatapnya sinis. Dia yakin jika namja di depannya ini bukan orang yang baik.

“Aku akan membalasnya langsung pada anak itu. Dia membuat adikku sakit bahkan sampai ia meninggal!” namja itu mengecup singkat pipi Jessica.

“Semoga pipimu bisa kembali seperti semula gadis manis…”

“Ah… aku hampir lupa… sampaikan salam ku kepadanya, Young Jae Imnida..!” namja yang bernama Young Jae itu tersenyum, ia berdiri dan meninggalkan Jessica.

Jessica menghela nafas panjang… ia menatap langit siang. Ia tidak menyangka akan sampai pada titik ini. Ia sudah sering di bully dan di ancam, namun ini pertama kalinya ia diancam karena kematian seseorang.

“Sooyeon_ah!” suara Myungsoo.

Jessica memejamkan matanya, saat mendengar suara itu.

Flash back end

 

Perlahan  Jessica membuka matanya, ia tahu jika Myungsoo masih menunggunya. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya pada Myungsoo. Ia menghawatirkan Myungsoo, jika ia mengatakan yang sebenarnya ia takut Myungsoo akan membalas mereka, sedangkan namja bernama Young Jae itu pasti sudah merencanakan untuk membalas kematian adiknya pada Myungsoo.

“Kau masih ingin diam seperti itu Sooyeon_ah? Setelah semua ini terjadi kepadamu?” Suara Myungsoo membuyarkan lamunan Jessica.

“Ah.. tenanglah! Ini hanya sedikit lebih ekstrim dari biasanya, bukankah aku sudah terbiasa dengan ini?” Jessica menunjukkan senyumnya pada Myungsoo.

Myungsoo menatapnya datar, ia memutar bola matanya. Jessica tetap gadis yang keras kepala.

“Ah.. kau belum mempercayaiku? Bahkan  3 tahun kita bersahabat kau belum mempercayaiku? Apa lagi yang akan terus kau sembunyikan padaku Sooyeon_ah? Kau belum menjelaskan tentang keluargamu, tentang tempat tinggalmu, tentang orang-orang yang mengancammu karena aku! Berapa banyak lagi yang belum kau ceritakan kepadaku ?” Myungsoo menatap Jessica tajam. Ia terlihat marah padanya.

“Kau marah padaku?”

“Menurutmu?”

“ELL! Aku hanya_”

“Aku antar kau pulang, jangan membantah!”

Jessica terdiam, dia kembali ingat dengan ancaman Young Jae padanya.

“Mianhae… !” ucapnya lirih.

.

.

.

Saat itu, aku merasa aku begitu buruk, bahkan kau tidak berkata sebenarnya kepadaku…Mungkin aku harus menjauhimu, dan menjagamu dari jarak itu.”__Myungsoo__

 

 

Ada yang bingung dengan alurnya?

Ini masih alur flashback dimana kisah perjalanan persahabatan Myungsoo dan Jessica, tapi didalam flashback ini ada flashback lagi…aku harap kalian faham..

XIE_XIE

23 thoughts on “[FREELANCE] MORE THAN…(CHAPTER 2)

  1. aigooo malang bgt nasib sica sampe dipukuli gt sama sunbae nya. kejam bgt T_T itu kan bukan salah myungsica. sabar ya sica~ myungie jgn tinggalkan sica dooong. uhuhu miris bgt nasbnya sica. ad masalah d rumah, d skolah, dtinggal myungsoo pula T^T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s