[Freelance] Dimension

Judul                : Dimension

Author              : Violet Park

Rating               : Teenager

Length              : Oneshoot

Genre               : Sad, Romance

Main Cast        : SNSD Jessica & Teen Top Chunji

Support Cast    : Teen Top L.Joe

Disclamair        : Happy reading chingudeul Hope you like this pairing and the story ^^

Backsound       : Teen Top Chunji – That Man

Summary          : “Thanks for my 1 Week Last in this world

 

-Dimension-

 

Aku bersyukur bisa mencintaimu

Aku bersyukur bisa terus mendampingimu

Dan aku bersyukur…

Kau bisa mengetahui keberadaanku

Yang selalu ada untukmu

 

Namja itu hanya tersenyum kecil dalam diamnya. Hujan yang sedang derasnya mengguyur tak menghalanginya untuk terus berdiri di sana, berdiri memandang yeoja yang selama ini mengisi relung hatinya.

 

“Noona annyeong” ucapnya.

 

Kini ia sudah berdiri tepat di samping yeoja berambut kecoklatan tersebut. Matanya memandang sang yeoja dengan tatapan lembut sembari memberikan ruang berteduh kepada sang yeoja dengan menyampirkan jaket hitam miliknya di atas kepala sang yeoja.

 

Namja itu terus saja melakukan hal tersebut walaupun hal tersebut sia-sia belaka, air hujan terus membasahi tubuh kecil sang yeoja yang sekarang menggigil kedinginan.

 

“Noona, mianhae aku tidak bisa menghangatkanmu” ucap namja tadi dengan suara serak. Ia hanya bisa menyaksikan yeoja tersebut menghembuskan nafas ke telapak tangan mungil miliknya sambil mengeratkan seragam sekolah abu-abu yang dikenakannya.

 

Lama namja tersebut hanya dapat menyaksikan sang yeoja yang sibuk menggerutu dan menunggu dalam hujan yang masih belum reda, seakan alampun mencoba memberikan waktu yang lebih banyak pada namja itu untuk terus menghabiskan waktu bersama yeoja tadi dalam diam mereka berdua.

 

Bus yang hendak ditumpangi yeoja tadipun akhirnya datang, membuat sang namja buru-buru berdiri mengimbangi sang yeoja yang kini hendak menaiki alat transportasi umum tersebut.

 

Mata sang namja masih saja menatap lekat sosok sang yeoja yang kini tengah duduk di samping kaca jendela bis yang menghadapnya.

 

Yeoja tersebut duduk sambil terus mengarahkan pandangannya ke depan sambil sesekali mengupkan nafas di kaca jendela lalu menuliskan suatu kata dan menghapusnya dengan cepat.

 

Namja tersebutpun tersenyum ketika bus yang ditumpangi yeoja tadi sudah melaju hingga lenyap dalam pandangan si namja. Ia tersenyum kecil di tengah-tengah hilir mudik orang-orang yang melewatinya.

 

“Jessica noona, choneun Chunji imnida” ucapnya singkat dan iapun menghilang dengan setitik air mata di kedua pelupuk matanya.

 

***

Yeoja itu terlihat tengah tertidur di dalam bus yang tengah lengang karena memang sudah lama jam kerja dan jam pulang sekolah telah terlampaui.

 

Matanyapun membuka perlahan ketika sebelumnya suara handphone miliknya terdengar. Iapun merenggangkan tangannya malas dan membuka benda elektronik miliknya itu.

 

“Jessie mianhae aku masih ada latihan hari ini, kau sudah pulang kan? Maaf baru memberimu pesan.semoga kau pulang dengan selamat. Jaga kesehatan”

 

Yeoja tersebutpun hanya dapat menghela nafas pelan. Selalu saja dengan alasan yang sama, pikirnya.

 

Sekelebat memori entah mengapa melintas di benaknya. Memorinya dengan seorang namja yang tidak ia kenal sebelumnya.

 

“Chunji aku duluan ne? teman-temanku akan berkunjung ke rumahku hari ini” teriak seorang namja berambut merah yang terlihat berlari dan melambaikan tangan ke seorang namja berambut blonde yang kini tengah menghentakkan kakinya kesal.

 

“Ya!!! Kenapa kau tidak bilang daritadi pabboya!!!” teriaknya ke namja berambut merah walau namja tadi sudah menghilang dari pandangan.

 

Jessica yang tengah menunggu bus yang akan mengantarkannya pulangpun menengok kea rah namja berambut blonde tersebut dengan tatapan herannya membuat namja tadi menggaruk tengkuknya sambil menunduk meminta maaf.

 

“Mianhae, aku tidak bermaksud..”

“Gwencanayo, itu tidak masalah. Ah kau duduk dulu saja di sini, hari sedang hujan kau bisa masuk angin jika terkena air hujan terlalu banyak” ucap Jessica sambil menunjuk sisi sebelah kiri tempat duduknya yang masih kosong.

 

Namja tadi melihat keadaan sekitar yang lengang karena bisa dibilang hari sudah malam dan hanya ada dirinya dan yeoja tadi di sana.

 

“Kau yakin noona?” tanyanya memastikan.

 

Jessica hanya menaikkan alisnya heran dengan pertanyaan namja tersebut.

 

“Wae? Kau takut denganku kah?”tunjuk Jessica pada dirinya sendiri membuat sang namja menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“A-aniya noona hanya saja aku takut nanti namjachingumu akan marah padaku” ucap namja tadi sambil masih tetap berdiri di tempatnya semula.

 

Mendengar kata namja chingu yang keluar dari mulut namja tersebut membuat air muka Jessica menjadi keruh, namun ia langsung memberikan senyum kecilnya pada sang namja.

 

“Aniya, ia tidak akan marah. Bukankah bagus jika ada orang yang memastikan bahwa aku tidak kenapa-napa? Kulihat kau namja yang cukup baik dan jujur” jawab Jessica meyakinkan membuat namja tadi segera menganggukkan kepala menerima ajakan sang yeoja dan segera duduk di samping kiri yeoja tersebut.

 

“Ehm.. Noona…”

 

“Ne? ah jangan panggil aku noona tidak enak rasanya panggil aku Jessica, kenapa ehm… chanhee-ssi?” ucap Jessica sambil membaca name tag di dada kanan namja tadi dan memberikan senyuman yang ramah.

 

“Ani hanya saja… ah itu busnya ayo naik Jessica-ssi, ah hati-hati dengan tubuhmu” ucap namja tadi sembari menyampirkan jas hitam sekolahnya ke atas tubuhnya dan tubuh Jessica sembari mereka memasuki bus membuat Jessica tanpa sadar menitikkan air matanya tanpa disadari sang namja.

 

“Gomawo chanhee-ssi” ucapnya dalam hati.

 

Lamunan Jessicapun harus terhenti ketika supir bus memberitahukan bahwa Jessica sudah sampai di tujuannya.

 

Ah, entah mengapa ia menjadi rindu pada namja yang baru dikenalnya tersebut

 

***

 

Chunji masih saja berdiri di jalanan tersebut sambil sesekali mencoba merasakan angin yang berhembus cukup kencang pada hari itu.

 

Ah, masih 10 menit lagi, ucapnya ketika melihat jam di sekitarnya menunjukkan waktu yang semakin berjalan cepat.

 

Huft berarti masih tiga hari lagi ya waktuku…

 

Pikirannya tadipun langsung hilang begitu melihat sesosok namja dan yeoja yang sedang bergandengan tangan erat.

 

Mata Chunjipun melebar seketika.

 

Namja itu? Namjachingu Jessica Noona? Tidak mungkin

 

Buru-buru ia berlari menerobos kerumunan orang yang sedang berlalu lalang dengan bebas tanpa mengganggu mereka. Dicarinya kedua sosok tadi yang kini tengah berbelok kea rah sebuah café di seberang jalan.

 

Kenapa kau masuk ke café itu?

 

Ingin saja Chunji memaki namja bodoh itu. Kenapa namja itu malah asyik berkencan, atau lebih tepatnya berselingkuh dengan yeoja lain di tempat kerja part time yeoja chingunya sendiri.

 

Ya, Jessica memang sedang bekerja part time di café tersebut dan Chunji mengetahuinya semenjak beberapa bulan yang lalu. Di saat ia masih saja menjadi secret admirer yeoja tersebut dan membuatnya diledek oleh sahabatnya sendiri yang bernama L.Joe.

 

“Kenapa tidak masuk saja daripada kauberdiri tidak jelas di depan restoran orang lain?” keluh seorang namja berambut merah sembari mengetik sebuah pesan di handphone hitam miliknya, membuat namja yang berada di sebelahnya mengeluarkan rona merah di pipinya yang putih bersih.

 

“Jika aku masuk, dia pasti langsung mengenaliku Joe-ah”

 

Namja tadi langsung menengadahkan kepalanya, menatap namja yang sedang bersamanya tersebut dengan mata yang melebar

 

“Jinjja? Dia mengenalmu? Sejak kapan? Haish harusnya kau ceritakan padaku sebelumnya dengan sedetail mungkin ah kau itu~” gerutu L.Joe sambil menatapnya kesal.

 

“Hehe aku malas menceritakannya padamu”balas Chunji sambil menjulurkan lidahnya ke hadapan L.Joe.

 

“Ya! Ya! Kenapa kau jadi menyebalkan jika sudah jatuh cinta dengan seorang yeoja? Chanhee-ah!”

 

Chunjipun dengan segera menepis ingatan lamanya dan buru-buru masuk ke dalam café tersebut, takut terlambat untuk mencegah air mata keluar dari pelupuk mata yeoja yang dicintainya, Jessica.

 

***

 

Jessica yang mendengar bel masuk berbunyipun segera berdiri sambil membungkukkan badannya hormat.

 

“Selamat datang” ucapnya riang sembari dua orang yang masuk tersebut memilih tempat duduk dan memesan makanan pada salah seorang teman kerjanya.

 

Jessica yang bertugas sebagai kasir dan terkadang pelayan di café tersebut hendak saja duduk kembali di kursi café jika saja bukan karena kefamiliaran sosok namja yang kini tengah memunggunginya tersebut.

 

Mungkinkah?

 

Jessica terus saja diam sambil mencoba mendengarkan suara namja tadi dari kejauhan, hingga terdengar suara tawa yang selama ini sudah sering ia dengar. Di tambah lagi namja tersebut memeluk yeoja yang tak dikenalnya dengan mesra.

 

Tak mungkin

 

Air mata sudah mengalir deras di kedua pipi Jessica. Yeoja tersebut kini tengah memegangi dadanya yang sekarang tengah sakit dengan apa yang dilihatnya.

 

Jadi, ini alasan ia sudah tidak bersikap seperti dulu lagi.

 

Air mata kembali mengalir deras dan Jessica, yeoja itupun melangkah menuju ke bangku namja tadi sambil menggepalkan tangannya.

 

Namja yang kini tengah berada di hadapan Jessica hanya dapat mematung dengan wajah pucat. Tak disangkanya Jessica ada dan bekerja di café yang menjadi tempat makannya dengan pacarnya yang lain tersebut.

 

“Jess, ini bukan seperti yang kau pikirkan..” ucap namja tadi namun terputus oleh suara serak Jessica.

“Jadi ini alasan sikapmu selama ini padaku? Ah pantas saja kau jadi seperti ini”ucap Jessica sambil menatap marah namja dihadapannya sekaligus melirik tajam pada yeoja disamping namja tersebut yang kini tengah ketakutan dan bersembunyi di belakang punggung namja tersebut.

 

PLAK!

 

Tamparan keras kini tengah Jessica lakukan pada pipi kanan namja tersebut membuat yeoja di samping namja tersebut berteriak marah.

 

“Apa maksudmu hah?” teriaknya dan..

 

PLAK!

 

Satu tamparan lagi mampu Jessica daratkan di pipi kanan yeoja perenggut namjachingunya itu. Iapun hanya dapat tersenyum sinis.

 

“Mulai hari ini jangan panggil aku kekasihmu lagi, silahkan bersenang-senang dengan yeoja itu sesukamu tuan” ucap Jessica tajam, badannya terlihat gemetar menahan marah dengan tangis yang sedaritadi ditahannya. Iapun langsung saja keluar dari café sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

 

Chunji yang saat itu tengah hendak masuk ke dalam café hanya dapat tercenggang dan menatap yeoja yang baru saja melewatinya itu dengan tatapan sedih.

 

Mianhae noona aku terlambat menyelamatkanmu dari namja itu.

 

***

 

Esoknya Jessica sudah dapat tersenyum senang terlihat dari tawa kecilnya dengan teman-temannya sebelum ia memisahkan diri karena arah pulangnya berbeda dengan teman-temannya.

 

Sesosok namja terlihat duduk di sebuah tikungan jalan dan terlihat memasukkan sebuah bunga putih di sebuah gelas minuman bening di bawah besi yang terletak di samping jalan.

 

Jessica yang seakan pernah mengetahui namja tersebut entah mengapa tiba-tiba duduk berjongkok di samping namja tersebut yang kini tengah memejamkan mata untuk berdoa terlihat dari posisi tangannya.

 

Tak memakan waktu lama untuk Jessica agar namja tersebut menyadari kehadirannya.

 

Jessicapun hanya dapat memasang senyum ramah pada namja dihadapannya tersebut.

 

“Annyeonghaseyo, apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Jessica pelan.

 

Namja tadi hanya menelan salivanya kasar dan menegakkan kepalanya menghadap Jessica yang tengah menanti sebuah jawaban akan pertanyaannya barusan.

 

“Hanya berdoa untuk temanku saja Jessica-ssi” balasnya. Iapun langsung menutup mulutnya seketika ketika ia tanpa sengaja memanggil nama yeoja tersebut.

 

“Kau mengenalku?” Tanya Jessica.

 

Namja tadi langsung menjawab dengan cepat.

 

“Ah, anu, itu temanku bekerja part time di tempat yang sama denganmu noona dan dia sering bercerita kepadaku tentang dirimu yang selalu rajin datang tepat waktu dan disiplin dalam bekerja” jawab namja tersebut.

 

Jessica hanya membulatkan mulutya kecil sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

 

“Oh ya siapa namamu? Dan untuk apa kau berdoa di sini?” Tanya Jessica lagi membuat namja tersebut hanya memasang ekspresi sedih.

 

“Kau bisa memanggilku L.Joe noona, aku berdoa untuk temanku yang meninggal 5 hari yang lalu” jawab namja tersebut membuat Jessica membulatkan matanya.

 

L.Joe?kenapa sepertinya pernah mendengar nama itu?

 

Iapun memutar kembali ingatannya dan akhirnya menemukan nama tersebut di ucapkan seorang namja yang baik kepadanya.

 

Chanhee-ssi, inikah temanmu yang bernama L.Joe itu, batin Jessica. Iapun kembali menengokkan kepalanya menghadap L.Joe.

 

“Memangnya temanmu yang meninggal tersebut bernama siapa? Apakah yeojachingumu?” Tanya Jessica hati-hati. Ia melihat mata namja dihadapannya berkaca-kaca dan air mata turun perlahan demi perlahan di pipi tirus namja tersebut.

 

“Aniya, aku tidak mempunyai yeoja chingu, namun ia adalah teman baikku, sahabat karibku semenjak kecil hingga akhir hayatnya. Dia bernama Lee Chanhee”

 

***

 

Berbagai memori melintas dengan cepat di pikiran Chunji saat ini. Namja yang kini tengah mengenakan mantel hitam keabu-abuan yang terakhir kali menjadi pakaiannya saat hidup di dunia terlihat tersenyum sambil menutup matanya erat-erat.

 

Kenangannya selama menjadi secret admirer yeoja yang dicintainya maupun kenangan saat ia mengetahui nama dan bagaimana tingkah serta suara lembut yeoja tersebut membuatnya tak henti-hentinya tersenyum.

 

Dan senyum itu semakin mengembang mengetahui yeoja yang difikirkannya sedang berada di dekatnya. Menjalani rutinitas menunggu bus yang datang beberapa menit lamanya nanti.

 

“Noona, annyeong haseyo Chunji imnida. Atau mungkin yang kau kenal adalah Lee Chan Hee hehe. Noona apa kabarmu? Baik-baik saja kan? Aku tahu kau yeoja yang kuat, tapi aku juga tahu kau adalah yeoja yang lemah di dalam sikapmu yang berpura-pura kuat. Bukan begitu? Maka dari itu jangan paksakan dirimu untuk terus tersenyum dalam kesedihanmu” ucap Chunji sembari duduk di samping Jessica yang tengah menatap lurus ke depan.

 

“Tapi kau adalah yeoja yang beruntung noona karena kau sudah lepas dari namja sialan yang menyakiti hatimu beberapa hari yang lalu. Tetaplah semangat untuk hidup dan carilah namja yang pantas untukmu, namja yang selalu mencintaimu dan memberikan kasih sayang yang tulus padamu. Yaksok?” ucapnya lagi sambil memberikan jari kelingking kanannya di hadapan wajah Jessica.

 

“Ahaha mana mungkin kau mengerti semua ucapanku noona?” ucap Chunji sendiri sambil terkekeh pelan. Hingga sebuah sentuhan menyentuh jari kelingking kanannya.

 

***

 

“Bukankah sudah ada kau yang menjadi namja yang selalu tulus memberikanku kasih sayang Chanhee-ssi?” ucap Jessica. Entah mengapa ia mengangkat jari kelingking kirinya dan menyodorkannya ke ruang kosong di samping kirinya.

 

Ah entah mengapa saat ini hanya itulah kata-kata yang ingin kuucapkan, apa kau mendengarnya Chanhee-ssi? batin Jessica.

 

Tak disadari Jessica, Chunji yang tengah mengenggam erat jari kelingking Jessica menangis haru. Mengapa bisa Jessica berkomunikasi dengannya seolah-olah yeoja tersebut dapat melihat sosoknya sekarang?

 

Tak mau membuang waktunya sia-sia Chunji langsung saja menyanyi sebuah lagu untuk perpisahannya dengan dunia dan Jessica sebagai yeoja yang dicintainya.

 

One man loves you

That man loves you with all his heart

Everyday like a shadow

He follows you around

When the man smiles, he is crying on the inside

 

How much longer do I have to just look at you like this alone?

This love like the wind

This worthless love

If I keep trying will it make you fall in love with me?

 

Come a little bit closer

Just a little bit

If I take a step forward

You take two step back

I’m the one who loves you

Right now by you side, that man is crying

 

That man is very shy

So he learned how to laugh

There’s so much that can’t be said, even amongst close friends

That man’s heart is full of scar

 

So that man loved you

Because you were the same

Just another fool 2x

Is it wrong to ask you to hold me once before you leave?

 

I want to be loved

It’s true

Every day, inside his heart

He shouted, and that man is by your side again today

 

Do you know that I’m that man?

You wouldn’t act this way if you knew

You wouldn’t know because you’re a fool

 

How much longer do I have to just look at you like this alone?

This love like the wind

This worthless love

Is it wrong to ask you to hold me once before you leave?

 

I want to be loved

It’s true

Every day, inside his heart

He shouted, and that man is by your side again today

(Translate of That Man – OST Secret Garden)

 

Tiba-tiba saja Jessica dapat melihat sesosok bercahaya namja yang kini tengah dirindukannya yang sedang menyanyikan lagu di hadapannya.

 

Jessicapun tanpa sadar memeluk erat namja tersebut sembari terisak pelan membuat namja tersebut tersenyum lebar sambil mengusap lembut pucuk rambut yeoja tersebut dengan air mata yang juga mengalir deras layaknya kondisi Jessica saat ini.

 

Anginpun tiba-tiba berhembus cukup kencang membawa dedaunan sekaligus menjadi tanda perpisahan antara Jessica dan Chunji sebentar lagi.

 

Chunjipun membisiki sebuah kalimat di telinga kanan Jessica dan dilanjutkan dengan melumat kecil bibir mungil yeoja tersebut. Dan itulah pengiring terakhir pertemuan Chunji dan Jessica sebelum mereka kembali bersatu di alam lain nanti.

 

Angin yang cukup kencang tadipun berhenti diiringi dengan dedaunan yang turun memenuhi jalanan, menemani Jessica yang berdiri terdiam. Ia menatap langit yang kini tengah tergambar wajah bahagia Chunji untuk sekejap hingga kembali lagi seperti langit yang biasanya.

 

Yeoja itupun terlihat tersenyum kecil dan berbisik pelan.

 

“Nado saranghae Chanhee-ah”

 

-Dimension-

 

Huft selesai dee:’)😀 Hope u like it guys, thanks for reading my story ^^ See you next time :*

Full of Love : Violet Park -^~^-

31 thoughts on “[Freelance] Dimension

  1. hikseu T^T Terharu aq thor~ apalagi wktu chunji merhatiin n ngomong ke Sica tpi sica ga bisa liat. miris bgt, nangis bombay gue~ feel nya dapet bgt thor. dtunggu ff mu selanjutnya ^^

    • hehe kan genrenya sad chingu ^^
      alesanx karena diax kecelakaan, kn ada bagian L.Joe ngasih bunga di jalan kan? klo di jpang itu bysax krn ada yg meninggal krn kecelakaan di daerah tersebut🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s