The Shadow – chapter 1

image

Author  :  Kim Jemi

Tittle  :  The Shadow

Cast (s)  :
    –  Jessica Jung
    –  Byun Baekhyun
    –  Xi Luhan
    –  And other

Genre  :  Angst, Mystery, Horror, Romance

Rating  :  PG 13

Length  :  Chaptered

‘Do you ever get the feeling of someone presence behind you? Not a person, but a shadow

Backsound  :  Sad Piano

》》》《《《

Seorang yeoja bersurai cokelat tua menarik koper besarnya menuju apartment nomor 623. Diliriknya jam tangan berwarna peach di pergelangan tangan kirinya. Pukul 21.23. Ia menghela napas panjang dan mempercepat langkahnya.

Ia tiba di depan apartment 623 dan membukanya. Apartment itu cukup besar dan mewah, terdiri dari tiga kamar tidur besar – yang sudah dilengkapi kamar mandi masing – masing -, dapur, ruang keluarga, dan ruang tamu. Gadis itu menarik kopernya menuju kamar di sebelah kanan. Ia meletakkan kopernya di samping lemari dan menghempaskan tubuhnya di ranjang berukuran besar itu.

Benar – benar hari yang melelahkan. Pernikahannya baru selesai pukul enam sore tadi. Sebenarnya setelah pernikahannya usai, ia dan suaminya harus berangkat ke China untuk menemui orang tua suaminya. Tapi ia menolak dan meminta tak ikut dengan alasan terlalu lelah. Bayangkan saja! Setelah berdiri menunggu pernikahannya usai selama delapan jam dan sekarang diminta untuk melakukan penerbangan ke China.

Yeoja berparas cantik bernama Jessica Jung itu bangkit dan berjalan menuju dapur. Tenggorokannya sangat kering. Ia harus segera mengambil air putih untuk menyegarkan tenggorokannya kembali. Saat ia melewati ruang keluarga, ia tertegun melihat foto esar berbingkai hitam di dinding. Setahunya, ia tak pernah melihat foto itu saat ia melewati ruang keluarga tadi. Atau mungkin ia tak melewati ruang keluarga? Ah, molla.

Jessica mendekati foto itu. Foto seorang namja yang sudah memudar. Di bagian bawah foto itu tertulis ‘RIP …….’. Nama namja itu di coret dengan cat merah pekat. Gadis itu tertegun. Berarti namja ini sudah meninggal? Ia kembali teringat dengan bayangan hitam tadi pagi. Bayangan hitam itu kembali muncul di tengah upacara pernikahannya.

Jessica mengangkat bahu dan berjalan kembali menuju dapur. Ia tak mau ambil pusing dengan bayangan hitam dan juga foto itu. Mungkin saja itu semua hanya kebetulan. Ia juga sudah sering menyaksikan kejadian aneh seperti itu di film horror yang sering ditontonnya.

Ia membuka lemari es berukuran besar itu dan mengambil sebotol air dingin. Jessica lalu meneguknya hingga habis. Ia lalu berjalan kembali menuju kamarnya. Gadis itu membuka koper besarnya dan mengeluarkan laptop putihnya. Ia kemudian menyalakannya dan membuka file film horror yang kemarin diberikan Sooyoung, sahabat baiknya.

Film itu dimulai. Menampilkan sebuah rumah besar dan megah dengan latar belakang pohon – pohon musim dingin. Seorang gadis kecil bersurai kecoklatan keluar dari rumah itu. Berlari – lari kecil mengelilingi rumah itu. Jessica mengernyit, film tidak jelas. Tiba – tiba layar laptop menjadi putih. Laptop itu berbunyi nyaring, bintik – bintik hitam mulai muncul di layar laptop.

“Loh!? Kenapa jadi begini? Apa Sooyoung mengerjaiku?” Gumam Jessica dan melepas baterai laptopnya. Namun laptop itu terus saja berbunyi nyaring dan layarnya berubah menjadi merah.

Akhirnya Jessica memilih membanting laptopnya. Ia menatap serpihan laptopnya dengan ekspresi ketakutan. Sooyoung, ini keterlaluan. Gadis itu mengacak rambutnya mengingat kejadian – kejadian aneh yang terus menghampirinya. Jantungnya berdetak cepat, seperti saat ia melihat bayangan hitam tadi pagi. Ia menarik napas dalam – dalam dan menghembuskannya perlahan. Mencoba menstabilkan detak jantungnya.

Jessica lalu merebahkan tubuhnya di ranjang dan menarik selimut. Tubuhnya bergetar. Ini mungkin pertama kalinya ia merasa ketakutan seperti ini. Andai saja ia ikut bersama suaminya, ia pasti tidak akan mengalami kejadian ini.

Jessica mengerjapkan matanya. Ia baru sadar, di apartment besar ini hanya ada dirinya sendirian. Itu membuat rasa takutnya semakin besar. Ia lalu menutup matanya mencoba terlelap, tak menyadari ada bayangan hitam di sudut kamar yang terus memperhatikannya.

》》》《《《

Jessica segera bangkit dari ranjang dan meraih ponselnya yang berbunyi nyaring. Nama Luhan tertera di layar ponselnya. Ia segera menjawab dan menempelkan ponselnya ke telinga.

“Yeoboseyo, Sica-ya. Joheun achimieyo, baby Jung.”

“Hmm. Waeyo, oppa?”

“Aku hanya ingin memastikan keadaan istriku. Apa kau tidak takut sendirian? Para pelayan masih diliburkan.”

“Nan gwaenchana. Aku tidak takut, tenang saja. Bagaimana denganmu oppa? Bagaimana kabar eomma dan appa?”

“Syukurlah kalau begitu. Kabarku baik, eomma dan appa juga. Mungkin aku akan pulang besok sore. Bagaimana jika kau menjemputku?”

Jessica berpikir sejenak dan teringat janjinya dengan Taeyeon. Ia harus menemani sahabatnya yang satu itu berbelanja.

“Mianhae, oppa. Besok sore aku sudah ada janji dengan Taeyeon.” Jessica bisa mendengar Luhan menghela napas kecewa.

“Ah, gwaenchana. Aku akan minta Park ahjussi untuk menjemputku. Ya sudah. Aku ada pertemuan dengan rekan kerjaku di kantor, annyeong, Sica-ya.”

“Direktur muda selalu sibuk rupanya. Hehe. Annyeong, oppa”

Setelah mengakhiri perbincangannya dengan Luhan, gadis itu menatap sendu keluar jendela besar di kamarnya. Kejadian kemarin masih menghantui pikirannya. Hari ini ia berencana mengunjungi rumah Sooyoung untuk menanyakan perihal film yang diberikannya dua hari yang lalu. Jessica melirik serpihan laptopnya yang belum sempat ia bersihkan. Ia menghela napas kasar dan berjalan menuju kamar mandi.

》》》《《《

“Yeoboseyo, Sooyoung-ah. Aku akan tiba di rumahmu 15 menit lagi.”

“Baiklah, eonni. Eonni belikan aku makanan! Stok makananku habis.” Jessica memutarmatanya dan kembali fokus menyetir.

“Aish, arraseo arraseo. Annyeong.” Gadis itu lalu mencabut earphonenya. Ia membelokkan mobilnya ke rumah makan favorit Sooyoung.

Setelah memarkirkan mobilnya, ia kemudian keluar dari mobul dan memasuki rumah makan itu. Jessica duduk di salah satu meja di sudut rumah makan. Ia melambaikan tangannya pada pelayan. Salah seorang pelayan yeoja menghampirinya.

“Annyeong, agasshi. Mau pesan apa?”

“Kurasa dua kimchi, dua bibimbap, dua bulgogi dan dua orange juice.”
Pelayan itu segera mencatat pesanan Jessica.

“Anda ingin makan disini?”

“Aniyo, dibawa pulang saja.” Pelayan itu mengangguk dan berlalu ke dapur.

Jessica mengeluarkan ponselnya dari tas tangan cokelat yang ia bawa. Ia mengusap layar benda tipis itu dan mulai mengutak – atik ponselnya.

BRAK

Sontak gadis itu menoleh setelah mendengar suara hantaman mobil yang cukup keras. Ia melihat dua buah van bertabrakan di tengah jalan. Orang – orang mulai mendekati dua buah van itu. Jessica mengerjapkan matanya. Apa yang barusan terjadi? Ia kembali mengerjapkan matanya saat melihat bayangan hitam berdiri di atas van itu. Rasa takut mulai menghantui dirinya. Jantungnya berdetak cepat. Oh, apa yang terjadi pada dirinya? Tiba – tiba seseorang menepuk bahunya, Jessica menoleh kaget.

“Mian, agasshi. Ini pesanan anda.” Jessica mengangguk dan berjalan menuju kasir. Ia melirik bayangan hitam itu. Oh tidak, bayangan hitam itu kini berdiri di jendela rumah makan. Jessica mempercepat langkahnya menuju kasir.

“Semuanya…” ia tak mendengar perkataan kasir dan memberikan uangnya. Jessica lalu keluar dari rumah makan itu dan masuk ke mobilnya.

Ia berusaha mengatur napasnya. Diliriknya kaca spion mobilnya, bayangan itu kini duduk di tempat Jessica tadi. Dengan tangan gemetar, ia menyalakan mesin mobil dan melesat ke rumah Sooyoung.

》》》《《《

Ting Tong

“Ne~~”

Jessica menggosok – gosokan tangannya karena udara yang semakin dingin. Bagaimana bisa ia tak memakai sarung tangan di hari bersalju seperti ini. Ia kemudian meniup – niup tangannya.

Cklek.

“Eoh, eonni. Mana makananku?” Mendengar perkataan Sooyoung, Jessica hanya meringis dan memberikan kantong plastik berisi makanan pada Sooyoung. Sooyoung lalu mengambilnya dan menghambur ke dapur. Jessica memasuki rumah megah itu lalu duduk di sofa.

Sooyoung datang membawa nampan berisi makanan yang Jessica beli tadi. Ia kemudian meletakkannya di meja dan memakannya. Jessica mengambil orang juice dan meneguknya. Ia meletakkan orang juice itu kembali dan menatap Sooyoung.

“Kau sungguh keterlaluan, Soo. Tega – teganya kau mengerjaiku melalui film itu.”

Sooyoung mengernyit. “Apa maksudmu, eonni?”

“Saat aku membuka film horror yang kau berikan dua hari yang lalu itu, tiba – tiba layar laptopku berbuah menjadi putih dan berbunyi nyaring. Aku lalu melepas baterainya, tapi laptop itu tetap saja berbunyi, layarnya berubah menjadi merah. Karena ketakutan, aku lalu membantingnya.” Tutur Jessica sambil menatap Sooyoung menerawang.

“Aku tidak mengerjaimu, eonni. Sungguh. Saat aku memutar film itu, tidak terjadi apa – apa, kok.” Sooyoung meletakkan sumpitnya di meja.

“Aku akan mengambil laptopku.” Ia lalu bangkit dan berlari menuju kamarnya di lantai dua. Tak lama kemudian, Sooyoung kembali dengan laptop abu di tangannya.

Sooyoung kemudian menyalakan laptopnya dan memutar film yang ia berikan kepada Jessica. Film itu menampilkan seorang yeoja yang memakai topi rajut biru tua tengah duduk di halte bus sendirian. Jessica mengerjapkan matanya.

“I-ini bukan film yang kau berikan, Sooyoung-ah.” Ucap Jessica pelan.

“Film yang kau berikan itu menampilkan sebuah rumah besar dan megah dengan latar belakang pohon – pohon musim dingin. Lalu seorang gadis kecil berambut kecokelatan keluar dari rumah itu dan berlari – lari kecil mengelilingi rumah besar itu.”

Sooyoung mengernyit. “Eonni, aku tidak punya film horror seperti itu.”

Jessica terdiam. Jadi, film yang ia tonton kemarin itu bukan dari Sooyoung? Lalu, kenapa ada film itu? Dari mana asalnya? Seingatnya, ia juga tak memiliki film horror seperti itu. Ia mengacak rambutnya kesal.

“Baiklah, Soo. Aku pulang dulu.” Jessica lalu bangkit dan meraih tas tangannya.

“Eonni, kau tidak makan?” Jessica  menggeleng pelan dan berjalan menuju pintu utama rumah Sooyoung.

》》》《《《

22.36pm at Jessica’s apartment

Jessica hanya mengutak – atik ponselnya malas. Pikirannya masih melayang pada kejadian – kejadian aneh yang terus menghampirinya. Mulai dari melihat bayangan hitam itu di upacara pernikahnnya hingga melihat bayangan yang sama di rumah makan tadi siang. Ia menghela napas panjang dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Apakah ia pernah membunuh orang lain? Sepertinya tidak. Lalu mengapa kejadian – kejadian ini seperti menunjukkan bahwa ada seseorang yang mempunyai dendam kepadanya? Jessica mengacak rambutnya frustasi. Ia melirik dinding ruang keluarga tempatnya berada. Ia kemudian mengerjapkan matanya.

Apa ia tak salah lihat? Kemana foto namja yang kemarin ia lihat? Kini dinding itu kosong. Tak ada apa – apa di sana. Jessica bangkit dan berjalan menuju dinding itu. Tidak ada tanda – tanda foto itu pernah terpajang disana. Aneh. Atau mungkin kemarin ia salah lihat karena pusing?

Ting Tong

Jessica lalu berjalan menuju pintu utama dan membukanya. Ia sedikit kaget karena Taeyeon berdiri di hadapannya dengan pandangan kosong. Kantung matanya hitam, menandakan ia kurang tidur. Rambut hitam gadis itu berantakan. Tunggu, bukankah rambut Taeyeon berwarna blonde? Sejak kapan ia mengecat rambutnya?

“Taeyeon-ah!? Kau kenapa?” Taeyeon menggeleng lemah. Jessica kemudian mempersilakan Taeyeon masuk.

Jessica berlalu ke dapur untuk membuatkan Taeyeon teh hangat. Ia kembali ke ruang tamu dan memberikan Taeyeon secangkir teh hangat. Taeyeon tersenyum hangat dan meminum teh pemberian Jessica. Tayeon meletakkan cangkir teh yang hampir kosong itu dan menatap Jessica sayu.

“Jessica-ssi…namamu Jessica, kan?” Jessica mengernyit bingung. Ada apa dengan Taeyeon? Tunggu, suaranya juga berbeda. Seperti suara namja.

“Kau…siapa?” Taeyeon tersenyum aneh dan bangkit dari duduknya. Gadis itu berjalan pelan menuju pintu apartment.

“Kau tak perlu tahu, Jessica-ssi. Waktu yang akan menjawabnya.” Taeyeon menyeringai dan keluar dari apartment Jessica.

Kenapa Taeyeon memanggilnya dengan sebutan formal? Lalu, apa maksud dari ucapannya itu? Waktu yang akan menjawabnya. Aish, ini semakin membuatnya pusing.

Apa itu benar Taeyeon? Jessica lalu bangkit dan berlari keluar apartmentnya. Setidaknya Taeyeon masih bisa dikejar. Ia berlari menyusuri koridor yang cukup panjang itu. Nihil. Ia tak menemukan Taeyeon. Ia lalu menghampiri ahjussi yang kebetulan keluar dari lift dan bertanya.

“Mian, ahjussi. Apakah anda melihat seorang yeoja berambut hitam sepinggang lewat di koridor ini atau baru saja memasuki lift?” Ahjussi itu nampak berpikir sejenak lalu menggeleng.

“Saya rasa tak ada, agasshi. Bahkan saya tak melihat yeoja berambut hitam sepinggang saat di lobby. Saya permisi.” Jessica membungkuk membalas ahjussi itu.

Jadi tadi bukan Taeyeon? Atau mungkin bukan manusia? Jessica berjalan gontai menuju apartmentnya. Otaknya sudah sangat lelah untuk memikirkan semuanya. Kini yang diperlukannya hanya terlelap di ranjang empuknya. Menenangkan pikirannya yang sudah seperti benang kusut.

》》》《《《

Annyeong. Gimana chapter 1nya? ._. Horrornya berasa, kah? Aku harap iya.😀 aku sengaja buat chapter aja, aku janji chapter 2nya akan dipost secepatnya. Ditunggu ne😉
Oke kalau begitu, annyeong! ♥

41 thoughts on “The Shadow – chapter 1

  1. updatenya cepet nih, gomawo thor ^^ #hug serem nih, wktu sica muter film horror n wktu dy dihantui d rumah makan itu. itu baekkie yg jdi shadow? knp nyamar jdi taeyeon? pnasaran maksud kata” baekhyun td. ad baeksica scene gk? dtunggu bgt lanjutan’a chingu

  2. bayangan hitam itu baekhyun yah?
    kenapa sica di ikuti terus? apa ada kaitannya dengan pernikahan atau masa lalunya?

    penasarn nih…

  3. horrornya berasaaaa, apalagi aku bacanya malem2. Apa fto yg menghilang tdi berubah wujud jdi taeyeon?knpa harus dalam bntuk taeyeon, knpa shadownya gak nyamar jdi luhan aja?ato shadownya itu aslinya luhan?hhe, kutunggu kelanjutannya~

  4. Horrornya kurang , tapi misterynya kerasa banget /? >< Taeng kerasukan sama baekhyun ya ? Uhhh bagus bagus ! Aku harap chpt selanjutnya ada hansica moment😀 haha ditunggu ya ^^ keep writing!

  5. Huaaa…suka ff horror..hehe😀
    Itu siapa?apa hubungannya ama sica?? Mungkin itu baek??
    Ahh…siapapun itu,next chap please…^^~

  6. Kok seremm?.-.
    Knapa jessi dikejer sma bayangan hitam itu?._.
    So much question for this ff ㅋㅋㅋ penasarannn..
    Keep writing!

  7. Sempat merinding saat baca dibagian laptopnya yang berubah menjadi layar putih ke merah. Itu benat Taeyeon gak sih yang bertamu ke rumah Sica? Atau jangan2 bayangan hitam itu lagi yang menyamar jadi taeyeon? Dan siapa yang ada di foto itu? Apa itu ada kaitannya denga masa lalu Sica? Atau foto dan taeyeon yang datang ke rumah sica itu ada hubungannya dengan Baekhyun? Ahh.. semuanya masih tanda tanya. Aku ijin baca chap selanjutnya ne min^^…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s