Cassanova vs HeartBreaker Girl [Part 1] ‘For : Stevani Pratiwi’

miazzura2

Judul : Cassanova vs HeartBreaker Girl (Part 1) ‘For : Stevani Pratiwi’
Author : miazzura
Cast : Donghae, Jessica
Genre : School-Life, Fluff
Length : Chapter
A/N : Annyeong! Nih… *nyodorin Ore* #digampar. Hehehe… Bukan itu! Nih, aku bawa FF gaje ku yang baru^o^ Dan for sure, FF ini request-an dari Stevani Pratiwi^^ Aku harap Stevani dan kalian semua suka ya^^ Happy reading^^ Jangan lupa RCL ny\(^o^)/

“Just Follow The Game!”

Poster by http://highschoolgraphics.wordpress.com/

Author POV

“Yoona-ya.”seorang namja tampan mengelus pelan rambut yeoja dihadapannya. “N… Ne, Donghae-ya?”jawab yeoja bernama Yoona itu gugup. “Kau tentunya mau menjadi kekasihku bukan?”tanya Donghae menggoda walaupun Donghae sendiri sudah tau apa jawaban dari yeoja tinggi didepannya ini. “Kau menjadikan ku yeojachingu mu?”tanya Yoona tak percaya yang hanya dibalas dengan anggukan singkat dari Donghae. “N… Ne, tentu saja aku mau!”seru Yoona senang yang membuat Donghae langsung menunjukkan smirk andalannya. “Gomawo, chagi.”Donghae mengerling kan matanya kearah Yoona lalu berjalan menjauh.

Donghae berjalan mendekati teman-temannya yang sedang bersembunyi di balik pepohonan rindang. “See? So, where are my rewards?”Donghae menyeringai lebar kearah teman-temannya.

“Aish! Igeo! Mulai hari ini Ferrari Enzo ku menjadi milikmu!”seorang namja bername tag Lee Hyuk Jae atau Eunhyuk menyerahkan kunci mobil Ferrari Enzo miliknya.

“Igeo…. Donghae-ya, kau bisa mengambil kembali audi hitammu yang menjadi hadiahku saat kau kalah bermain game.”begitu pula dengan namja bernama Cho Kyuhyun yang terlihat memberikan kunci mobil audi itu dengan berat hati.

“Hahaha…. Gomawo.”Donghae menerima dua kunci mobil mewah itu dengan tawa yang tak kunjung berhenti. “Lagipula, Kyuhyun, Eunhyuk, untuk apa kalian menantang si Cassanova itu, eoh? Membuang-buang uang saja.Untung kalian tidak jadi memaksaku untuk memepertaruhkan villa di Pulau Jeju milikku.”Siwon yang dipaksa melihat kejadian tadi pun angkat bicara. “Sampai memaksaku menjadi saksi lagi.”lanjutnya yang lebih terdengar seperti gerutuan.

“Hahaha…. Sudahlah, Wonnie. Cepat sana masuk ke kelasmu!”usir Donghae masih dengan tawanya. Siwon mendengus kesal lalu berjalan menuju ruang kelasnya.

“Ish… Lupakan saja kejadian buruk ini!”Eunhyuk mengacak rambutnya frustasi. “Hem…. Hey! Kalian tau, kabarnya akan ada seorang yeoja pindahan dari San Francisco yang akan masuk ke kelas kita.”ujar Kyuhyun dengan smirknya yang bisa membuat siapapun terkesima melihatnya.

“Mwo? Jinjja? Hem…. Bagaimana kalau kita jadikan dia sebagai target taruhan selanjutnya?”tawar Eunhyuk dengan tatapan berbinar. “Aku tak masalah. Dan aku juga yakin kalau masalah uang, kalian maupun aku bukanlah suatu masalah. Tapi aku ingin hadiah yang lebih dari sekedar uang.”Donghae menatap kedua sahabatnya ini sejenak.

“Eh? Tunggu dulu, Hae. Tapi kurasa akan agak sulit untuk mendapatkan yeoja ini. Yeoja baru itu terkenal sebagai seorang HeartBreaker Girl di sekolahnya yang lama. Ya, setidaknya itu yang kudengar setelah mengancam namja cupu bernama Kim MinSeok itu.”Kyuhyun berucap santai.

“HeartBreaker Girl? Bagus! Kau tidak ingin uang kan, Hae? Kalau begitu, bagaimana jika kau kalah, kau harus menjadi tukang kebun sekolah selama 1 minggu dan juga menjadi pembantu ku dan Kyuhyun selama 2 minggu?”tawar Eunhyuk yang langsung mendapat seringaian lebar dari Donghae.

“Tapi jika aku berhasil mendapatkan hati  nya dalam waktu 1 bulan. Maka Eunhyuk, kau harus menjadi tukang kebun ku. Dan Kyuhyun, kau harus menjadi pembantu ku. Masing-masing hanya untuk selama 2 minggu. Otthae?”Eunhyuk dan Kyuhyun bertatapan sejenak sebelum akhirnya….

“Deal!”seru keduanya semangat yang membuat seringaian Donghae semakin lebar.

“Baiklah, deal! Kurasa kita harus masuk kelas sekarang. Biasanya murid baru dari luar negeri datang pada pelajaran ke-5 kan? Berarti sekarang waktunya! Kajja!”Donghae berjalan mendahului kedua sahabatnya itu.

Mereka bertiga berjalan melewati lorong-lorong sekolah mewah itu santai. Menaiki tangga dengan canda tawa hingga ketiganya sampai di lantai ke-2.

Ketiga namja tampan itu memasuki sebuah kelas dengan gaya cool masing-masing. Mengambil tempat duduk di sudut ruangan. Yap! Tempat yang tepat untuk bersantai!

“Yak! Trio bodoh! Kalian bolos pelajaran lagi, eoh?”ujar seorang namja jangkung yang berjalan mendatangi Donghae, Eunhyuk, dan Kyuhyun.

“Sudahlah, Changminnie. Jangan kira kami tidak tau kalau Park dan Kim soensaengnim tidak datang tadi. Jadi intinya kami hanya bolos di pelajaran ketiga dan keempat saja.”ujar Kyuhyun yang langsung membuat Changmin mendengus sebal.

Brak! Suara pintu yang dibuka dengan kerasnya, membuat seisi ruang kelas langsung menatap kearah orang bodoh yang telah membuka pintu dengan sebegitu kerasnya.

“Hallo, class!”sapa mrs. Patterson yang merupakan guru bahasa inggris yang didatangkan langsung dari Canada sejak 4 tahun yang lalu untuk mengajar di sekolah elite ini.

“Go back to your sit, please.”sesaat setelah mendengar suruhan mrs. Patterson, semua murid langsung duduk diam dengan manis di bangku masing-masing,

“I will introduce our new pretty friend.”mrs. Patterson tersenyum kearah pintu, mempersilahkan seseorang untuk segera masuk.

Gadis berambut blonde-kecoklatan yang digerai manis dan senyum tipis di bibir ranum nya masuk ke kelas yang langsung membuat kelas yang awalnya sunyi senyap itu menjadi gaduh seketika.

Mrs. Patterson mengulurkan tangannya, memaksudkan agar si yeoja langsung memperkenalkan dirinya.

“Annyeonghaseyo, Jessica Jung imnida.”Jessica tersenyum membuat hampir seluruh namja meleleh dibuatnya dan hampir seluruh yeoja sibuk mengumpati kedatangan barbie hidup itu.

“Nah, Jessie. Kau bisa duduk di tempat yang kosong. Seperti di… Ha! Di sebelah Donghae! Di sudut jendela itu!”mrs. Patterson tersenyum lalu menunjuk sebuah bangku tepat di sebelah Donghae.

Jessica mengangguk lalu tersenyum kearah Donghae. Oh! Menyeringai tepatnya!

Jessica meletakkan tas cream nya lalu mulai membuka buku pelajaran miliknya. Jessica menarik sudut bibir nya keatas membentuk sebuah senyuman saat merasakan Donghae yang menatapnya dengan saksama.

“Apa yang kau lihat, Babo Cassanova Boy?”Jessica menatap Donghae sejenak. Membuat pria bermarga Lee itu mengernyitkan dahinya.

“Kau… Mengenalku?”Donghae menatap Jessica intens. “Tsk! Siapa yang tidak mengenalmu? Namja tampan, kaya raya, tapi… Bodoh.”ujar Jessica santai yang membuat Donghae langsung melemparkan tatapan perang pada gadis cantik disebelahnya itu.

“Lalu sama saja denganmu! HeartBreaker Girl. Cantik. Cukup kaya, mungkin. Mungkin juga tidak bodoh. Tapi lihat tubuhmu! Sangat tidak proporsional! Cih… Kasihan sekali namja yang akan bersanding denganmu!”ejek Donghae. Sekarang namja tampan itu sudah benar-benar melupakan taruhan  yang telah ia buat. Donghae sudah terlalu kesal dengan yeoja yang kini tengah menatapnya kesal ini.

“Lalu kenapa, babo? Jika badanku tidak cukup bagus, lalu kenapa mereka menatapku dengan tatapan seperti itu?”Jessica menunjuk namja-namja yang mengerling manja padanya.

“Badanmu itu tidak sepenuhnya buruk. Tapi, hanya tidak proporsional saja. Sayangnya kau itu pendek, sehingga , membuat tubuhmu seperti tertindih lemak begitu.”ejek Donghae dengan senyuman mengejek.

Jessica menghentakkan kakinya kesal. Sampai…. Krek! Jessica mengambil beberapa lembar kertas yang tak sengaja terinjak olehnya.

“Hooo ~ Lee Donghae. Nilai 22 di test bahasa Korea. 34 di test matematika. 16 di test kimia. 60 di test bahasa inggris. Dan 17 di test Fisika. Bodoh sekali!”ejek Jessica saat membaca kertas yang digenggamnya satu persatu.

Dengan kesal, Donghae mengambil kertas-kertas itu kasar.

“Apa itu suatu keharusan bagimu, membaca nilai orang lain yang baru saja kau kenal?”Donghae berujar sinis yang malah membuat Jessica tertawa renyah dengan pelan.

“Hahaha… Apa itu suatu keharusan juga bagimu, mengomentari bentuk tubuh seorang yeoja yang baru kau kenal?”Donghae mengacak rambutnya geram mendengar balasan Jessica.

Setelah kejadian itu, tak ada satupun diantara keduanya yang membuka pembicaraan. Hening. Bukan hanya hening yang menyelimuti keduanya, melainkan hening yang terjadi di seluruh penjuru kelas itu.

Kriing!!! Suara bel yang menggelegar membuat murid-murid yang semula termenung menjadi terlonjak kaget sambil tersenyum penuh arti.

“Okay, class. My class is over. So, thank you and see ya!”mrs. Patterson berjalan terburu meninggalkan kelas yang mulai gaduh itu.

Jessica POV

Beberapa yeoja yang bisa dibilang cantik menghampiri ku yang hendak pergi menuju kantin. “Hai, Jessica.”ujar seorang yeoja jangkung. Aku hanya membalas nya dengan senyuman.

“Aku Choi Sooyoung. Dan ini Kim Hyoyeon.”aku tersenyum kearah Hyoyeon dan Sooyoung. “Mau ke kantin bersama?”tawar Hyoyeon yang langsung kubalas dengan anggukan cepat.

Sebelum aku berjalan keluar kelas, dapat kulihat, Donghae menyebalkan itu tengah mengobrol bersama dua temannya yang sepertinya memang tak terlalu berbeda dengan namja berisik itu.

“Oh! Sedari tadi kami hanya memanggilmu dengan namamu saja tanpa embel-embel ‘ssi’, apa tidak apa-apa?”aku menoleh kearah Hyoyeon yang sepertinya berbicara kepadaku. “Hahaha… Gwachana.”ujarku pelan.

“Ne, Sica. Kita berteman, ne?”

“Ani, Soo-ya.Kita bersahabat.”

“Ne, kita bersahabat.”

Author POV

“Jadi… Kau benar-benar mau menyerah, eoh?”goda Kyuhyun tanpa memalingkan pandangannya dari PSP yang sedang dimainkan dengan lihai oleh jari-jari panjangnya. “Yak! Aku tak pernah berkata seperti itu! Aku hanya kesal setiap melihat wajahnya, bukan berarti aku mengaku kalah!”seru Donghae tak mau kalah.

“Kalau begitu, buktikan. Waktumu hanya 1 bulan, tuan.”Eunhyuk berujar santai sambil menatap Donghae dengan tatapan mengejek. “Tenang saja. Semuanya butuh waktu. Termasuk yeoja galak itu.”Donghae menunjukkan smirk andalannya sambil menatap tempat duduk Jessica penuh arti.

“Wah… Aigoo~ Si anak baru itu baru saja menolak cinta seorang Kris Wu?”beberapa orang yang baru saja masuk ke kelas membuat Donghae, Kyuhyun, dan Eunhyuk menajamkan pendengaran mereka.

“Ish… Gampang sekali dia menolak Kris. ‘Maaf, urusi saja kekasihmu yang lain.’ Begitu katanya? Hhh… Padahal aku sudah mengincar Kris sejak dulu.”hela salah seorang yeoja.

“Cha! See? Kau tidak bisa hanya berdiam diri, Hae! Atau kau benar-benar ingin menjadi pembantuku?”ejek Eunhyuk yang hanya dibalas dengan tatapan malas dari Donghae.

“Ternyata dia tidak se-remeh yang kukira.”gumam Donghae pelan. Sangat pelan. Mungkin kedua sahabatnya yang memiliki kuping tertajam pun tak akan dapat mendengarnya.

“Hey! Lee Donghae!”Kyuhyun melambaikan tangannya di depan wajah tampan Donghae, menyadarkan namja satu ini dari lamunanya.

“Eh? Ne?”Donghae mengedip-ngedipkan matanya lucu. “Sebentar lagi pelajaran selanjutnya dimulai. So? Will the two of you wanna stay here?”tanya Kyuhyun dengan bahasa inggris nya yang pas-pasan.

“Stay here? Pffft… Sorry, we won’t!”seru kedua nya kepada Kyuhyun sehingga menimbulkan hujan lokal ke wajah Kyuhyun. “Aduh! Huwaaaa!!! Wajah tampanku!”Kyuhyun me-lap wajahnya dengan seragam Eunhyuk yang disambut cengiran dari ikan mokpo dan monyet tampan dihadapannya.

“Hahaha…. Sudahlah. Atap sekolah, otthae?”tanya Donghae yang langsung disambut dengan anggukan yakin dari kedua temannya.

Ketiganya menyambar tas masing-masing lalu dengan santai berjalan keluar kelas.

Donghae mengeluarkan iPhone hitamnya saat merasakn benda tipis itu bergetar menandakan sebuah panggilan baru yang masuk. Donghae mendecak kesal saat nama hyung nya lah yang terera di layar tipis handphone milknya.

“Yeoboseyo? Ne, Donghwa hyung?”

“……………….”

“Maksudmu?”

“………………..”

“Mwo?! Aish….”

“………………..”

“Eh? Ani! Aku memilikinya! Tentu saja aku memiliki seorang kekasih cantik yang benar-benar kucintai dan tidak sedang kupermainkan!”

“………………..”

“Eum… Ne, annyeong!”

“………………..”

Donghae menghentikan langkahnya saat Jessica tengah berjalan di dekatnya. Jessica menatap Donghae malas yang membuat sebuah ide gila muncul di kepala lelaki ber-marga Lee ini. Tetapi sebelum itu Donghae ingin mencoba sesuatu terlebih dahulu.

“Annyeong, chagi ~”Donghae mengerling kearah Jessica dengan senyuman mautnya yang entah mengapa langsung membuat jantung Jessica berdetak jauh lebih cepat dari biasanya.

Setelah mengatakan hal aneh tadi, Donghae langsung berlalu menyusul teman-temannya yang sudah lebih dulu berjalan meninggalkannya.

Jessica POV

Aku memutar kedua bola mataku malas. Kuakui, Lee Donghae itu cukup hebat karena dapat membuat jantungku berdetak 2 kali lebih cepat. Tapi  bukan seorang  Jessica Jung jika tidak dapat membuat namja seperti itu patah hati lebih dulu.

Aku menyeringai kecil lalu berjalan menuju tempat duduk ku. Aku meletakkan kepalaku diatas meja ketika melihat Gong Soensaengnim masuk. Malas? Tentu saja! Aku bukan seorang siswi rajin seperti yang orang-orang katakan.

I used to be western! So, being a lazy girl and didn’t appreciate the teachers aren’t make sense! We just bring a luggage of money and everything gonna be okay!

Aku melirik ke arah papan tulis perlahan. “Tsk!”decakku kesal saat guru botak yang mengajarkan mata pelajaran Kimia ini menulis kalimat yang membuatku mau tak mau mencatat materi yang diberikannya.

‘We will do a Chemistry Exam next week.’

Itulah satu kalimat yang membuatku ingin menjitak kepala plontos nya itu dengan keras.

Aku menorehkan beberapa rumus-rumus kimia di dalam buku catatanku. Sempat kulirik sejenak 3 deret bangku disebelah ku. Kosong. Tak ada 3 namja penggangu yang menjadi penunggu bangku-bangku itu.

Aku mengendikkan bahuku tak peduli, kemudian kembali berkonsentrasi untuk mencatat  pelajaran membosankan ini.

Cukup banyak kertas yang kuhabiskan untuk mencatat rumus dan penjelasan yang diberikan Gong Soensaengnim sampai akhirnya…

Kriiing!!! Aku menghela napas lega saat mendengar bel tanda pelajaran telah selesai dan dilanjutkan dengan 1 pelajaran terakhir.

“Baiklah, kita akhiri pelajaran sampai disini dulu. Annyeong!”suara berat Gong Soensaengnim terasa bergema di telingaku.

Aku merenggangkan tubuhku yang terasa terlipat karena membungkuk untuk menulis terlalu lama.

“Jessica-ssi…”aku menoleh saat mendengar namaku dipanggil oleh seseorang. “Igeo…”yeoja yang kukenal bernama Victoria Song itu memberikan sepucuk surat ber-amplop merah muda kepadaku. “Ini dari seseorang yang special. Hm…. Annyeong!”Victoria telah pergi keluar kelas sebelum aku sempat bertanya sesuatu hal yang berarti kepadanya.

Aku menatap aneh kearah amplop yang kupegang dengan lemas ini. Sesaat kemudian aku kembali duduk ditempatku untuk membaca surat aneh ini.

To : Jessica Jung

From : …….

Annyeong, Jessica Jung! Baiklah aku tak mau membuang-buang tinta untuk menulis surat ini. So, aku akan menunggumu di Namsan Park nanti malam. Pukul 7. Aku harap kau dapat datang. Tenang saja, aku hanya mengajakmu berunding tentang sesuatu. Bukan untuk menyatakan cinta. Kkk ~ Kau tidak akan mengalami kesulitan saat mencariku. Jangan terlambat, okay?

Aku mengernyit bingung membaca surat misterius ini. Tapi bisa kuakui, orang yang mengirimi surat ini membuatku cukup penasaran. Menarik.

Author POV

Seluruh murid Hanyang High School tampak berjalan gembira keluar dari kelas masing-masing. Termasuk Jessica, gadis berambut kecoklatan itu berjalan menuju Lamborgini mewah nya lalu berlalu bersama dengan supir pribadinya dari sekolah megah itu.

“Yak! Donghae-ya!”lelaki yang sering dijuluki ‘Cassanova’ itu menoleh saat mendengar panggilan kedua sahabatnya. Donghae menaikkan alisnya tanda Kyuhyun atau pun Eunhyuk harus segera memulai pembicaraan karena lelaki ini sedang sangat sibuk saat ini.

“Kau mau kemana? Kau benar-benar tidak ingin ikut dengan kami?”tawar Eunhyuk untuk yang kesekian kalinya. “Aish… Sudah kubilang, aku sedang sangat sibuk. Jadi aku tidak bisa ikut. Arrachi?”Donghae langsung melambaikan tangannya lalu berlalu dengan Ferrari Enzo putih miliknya.

Jessica side…

Jessica memasuki kediaman super mewah keluarga Jung. Keluarganya.

“Selamat datang, nona muda.”sapa salah seorang pelayan pribadi gadis berdarah San Francisco-Korea itu. “Hem…”hanya satu gumaman kecil itu yang merupakan balasan untuk sapaan hangat yang diberikan pelayan pribadinya itu.

“Mommy, daddy….. Eodi?”tanya Jessica dingin sambil menyapu pandangannya ke segala penjuru rumah besar itu. “Nyonya besar sedang menghadiri rapat besar di New York. Sedangkan tuan besar tengah membuka peresmian Jung Corp cabang baru di Sydney, nona.”jawab pelayan itu pelan.

Jessica hanya mendecak kecil kemudian berjalan menuju kamarnya.

“Hhh….”gadis ber-marga Jung itu menghela napas panjang setelah melemparkan tubuh mungilnya diatas kasur berukuran King Size miliknya.

Seketika Jessica teringat dengan surat aneh yang diterimanya tadi. Jessica langsung berjalan menuju Closet Room miliknya untuk mencari pakaian yang cocok dipakai nanti malam. Entah mengapa, nanti malam terasa sangat  istimewa baginya.

Jessica mengedarkan pandangannya. Baju-baju mewah nan elegan seperti biasa. “Nothing.”Jessica menguap kecil lalu mengernyit bingung saat melihat beberapa kotak yang terlihat sangat mewah teronggok sia-sia di sudut meja wardrobe nya.

Jessica mengambil kotak-kotak itu lalu membuka nya satu-persatu. Sudut bibirnya tertarik keatas membentuk sebuah senyuman manis khas Jessica Jung.

Kotak-kotak itu berisi berbagai macam baju yang terlihat simple tetapi cukup elegan. “Hhh… Aku masih ingat saat aku membeli ini dulu dan mommy selalu menyimpannya karena baju-baju ini dianggap terlalu simple untukku. Tsk! Pola pikir macam pa itu?”Jessica terus saja menggerutu sambil membawa kotak-kotak itu ke tempat tidurnya.

Jessica POV

Tok… Tok… “Nona muda…”panggilan lembut Go ahjumma membuat ku langsung bangkit dan membukakan pintu untuk pelayan yang sudah kuanggap sebagai ahjumma ku sendiri.

“Nona mendapatkan sebuah kiriman dari seorang lelaki tampan.”Go ahjumma menyodorkan sebuah kotak berwarna cream yang lucu kearahku.

“Namja muda itu tidak memperbolehkan ahjumma memberi tau ciri-ciri maupun identitas nya. Maaf, nona.”lagi-lagi aku mengernyit bingung mendengarnya.

“Kalau begitu, ahjumma permisi dulu.”pamit Go ahjumma yang kubalas dengan anggukan kecil.

Aku menutup pintu kamarku dengan satu dorongan kaki. Mataku masih sibuk menelisik kotak yang kuanggap lucu ini. “Whoa!”seruku saat melihat isi kotak cream ini

Sebuah gaun putih 10 cm diatas lutut lengkap dengan stocking dan sebuah sarung tangan khas pengantin yang menutupi sampai siku. Bahkan ada sebuah pita berbentuk bunga berwarna silver untuk menghias rambut agar terlihat lebih cantik.

“Oh! Baiklah! Aku tidak akan menikah, kan?”tepat setelah aku menyelesaikan kata-kataku, dapat kulihat sebuah surat ber-amplop cream di dasar kotak misterius itu.

To : Jessica Jung

From : …….

Yak! Little Princess! See? Gaun yang indah, bukan? Aku berharap kau dapat mengenakannya nanti malam. Hahaha….. Tenang saja, kau tidak akan menikah denganku. Aku hanya akan membawa mu kesuatu tempat setelah perundingan panjang nanti. Jadi… Bersiap-siaplah.

Aku mengendikan bahuku tak peduli. Tapi bisa dibilang aku cukup penasaran dengan semua ini sampai saat ini.

Aku meletakkan kotak berisi gaun itu diatas nakas ku lalu mulai berbaring pelan.

Hey! Apa salahnya tertidur sekarang? Lagipula ini masih pukul 17.00 KST.

Author POV

Tok… Tok… Tok… “Nona muda! Ireona-yo! Bukankah nona ada janji pukul 7 nanti?”panggilan Go ahjumma membuat Jessica mulai menggeliat gelisah sampai akhirnya membuka matanya dengan perlahan lalu menggumamkan “Hem…”sebagai tanda bahwa dirinya sudah kembali dari alam mimpi kepada Go ahjumma.

“Baiklah, nona muda.”setelah suara kaki yang berjalan menjauh mulai terdengar, Jessica mulai mengangkat tubuh mungilnya menuju ke kamar mandi.

Cukup sekitar 20 menit, Jessica sudah tampak sangat cantik dengan pakaian ala ‘Bride’ yang dikenakannya. Jessica melirik jam kecil ber-model ‘White Vintage’ yang melingkar indah di pergelangan tangannya.

“15 menit lagi.”Jessica bergumam kecil lalu menggaet tas kecil silver miliknya lalu berjalan dengan anggun dengan menggunakan high heels putih dengan ornamen pita silver kecil di depannya.

“Im ahjussi!”panggil Jessica keras pada supir pribadinya yang membuat lelaki berusia 40 tahunan dengan pakaian berwarna biru lengkap langsung berlari kecil ke arah ‘nona muda’ nya itu.

“Namsan Park.”Im ahjussi langsung mengangguk mengerti setelah mendengar gumaman kecil Jessica. Jessica berjalan lebih dahulu yang selanjutnya diikuti oleh Im ahjussi tepat di belakangnya.

Mobil mewah ber-merk Lamborgini itu berjalan mulus di tengah dinginnya kota Seoul. Seorang yeoja berwajah dingin yang terlihat sempurna tampak memejamkan mata sambil menarik napas panjang di tempat duduknya. Entah mengapa, perasaan yeoja bernama Jessica itu mulai terasa kalut.

Dengan perlahan tapi pasti, mobil mewah berharga super tinggi itu berhenti di kawasan taman indah yang sering di sebut Namsan Park.

Jessica turun dari mobil pribadi nya itu dengan dahi yang mengernyit bingung. Kosong. Tidak ada satu orang pun. “Oh!”kaget Jessica saat melihat seorang namja dengan jas putihnya tengah berdiri membelakangi gadis cantik itu.

“Eum… Agassi? Mianhae, tapi apa kau orang yang memberikanku surat ini?”tanya Jessica sambil berjalan mendekati namja itu dengan 2 surat digenggamnya.

“Ya.”jawabnya dengan suara berat khas seseorang yang yeoja itu cukup kenali. Tapi sayangnya, tak ada satupun orang yang terlintas dipikiran Jessica.

“Maaf, tapi sepertinya akan sulit bagiku untuk mengenalimu jika kau terus memberikan punggungmu itu padaku.”ujar Jessica, sedikit menyindir memang.

Seketika namja itu berdecak sebal lalu langsung memutar tubuhnya kearah Jessica yang membuat yeoja itu terbelalak seketika.

“Lee… Lee Donghae?”tanya Jessica tergagap. Ya, Lee Donghae. Seorang Cassanova yang merupakan musuh bebuyutan Jessica.

“Hahaha…. Ya, ini aku.”Donghae memberikan senyuman mautnya kearah Jessica dengan tatapan yang…. Ehm, menggoda?

“Tsk! Seharusnya aku sudah bisa menduganya!”gerutu Jessica sebal.

“Duduk?”Donghae langsung menawari Jessica duduk di kursi yang sudah disediakan dengan cantik  di tengah taman yang telah disewa oleh seorang Lee Donghae sendiri.

“Let’s cut to the chase. Aku tau kau tak suka berbasa-basi, nona muda Jung.”Donghae menjentikkan jarinya yang membuat lilin dan lampion-lampion di taman ini menyala dengan indah.

“Cih… Dengan begitu kau sudah berbasa-basi dengan ku, tuan Lee yang terhormat.”ejek Jessica dengan wajah datarnya yang malah membuat Donghae tertawa remeh.

“Hem… Ya, kuakui, kau cukup menarik. Tapi intinya, aku butuh bantuanmu.”Donghae berujar serius sementara Jessica masih terlihat  bingung dengan apa yang tengah terjadi saat ini.

“Aku ingin…. Kau menjadi kekasih pura-puraku.”lanjut Donghae santai yang langsung membuat Jessica membelalakkan matanya lebar.

“Mwo?! Shireo!”tolak Jessica kasar. Tapi bukan Lee Donghae jika semua ini belum direncanakan dengan matang.

“Aku tau kau tidak akan tertarik dengan ini, tapi… Jung Corp tengah bekerja sama dengan Lee Corp, perusahaan milik keluargaku. Sebenarnya ini semacam ancaman, dan ya, berhubung Lee Corp merupakan 3 perusahaan terbesar di dunia. Jadi kau tau sendiri akibatnya jika kau menolak tawaranku.”ancam Donghae panjang lebar.

“Selain itu, kudengar, kau akan dijodohkan dengan putra tunggal dari Shin Corp. Kau tau, putra Shin Corp yang berperut tambun, berlemak, ingusan, dan menggunakan kacamata itu? Nah! Dialah orangnya! Tapi jika kau bersamaku, kau akan terbebas dari perjodohan itu. Otthae?”Jessica meringis mendengarnya.

Ya, memang benar Jessica akan dijodohkan dengan putra dari Shin Corp. Dan jangan kira Jessica tidak pernah melihat rupa calon suaminya tersebut. Tentu saja pernah! Bahkan Jessica sudah berkali-kali mempermalukan putra tunggal Shin Corp itu.

Sebenarnya bukanlah tidak mungkin jika adik Jessica lah yang bersanding dengan putra Shin Corp itu. Tetapi mengingat Krytal masih duduk di bangku Middle School dan Krystal mengidap suatu penyakit parah, Jessica lah yang diminta menggantikannya.

“Berapa lama?”tanya Jessica cepat. “Tak lama, sampai akhir bulan saat aku sudah memutuskan seluruh kekasihku.”Jessica tampak berpikir keras setelah mendengar tenggat waktu yang diberikan Donghae.

“Aish! Baiklah, lagipula kau tidak seburuk itu.”Donghae mengeluarkan smirk andalannya lalu mengulurkan tangannya kearah Jessica.

“Simbiosis mutualisme. Deal?”

“Deal.”Jessica balik menjabat tangan Donghae. Ya, Donghae tidak seburuk itu. Mungkin.

Dengan tiba-tiba, Donghae bangkit dari tempat duduknya dan tersenyum kearah gadis manis ber-marga Jung didepannya. “Kita pergi. Kajja!”Donghae menarik tangan Jessica cepat kearah Ferrari Enzo putih mewahnya.

“Yak! Lepaskan aku, babo! Kita mau kemana?!”

“Rumahku.”

“Untuk?”

“Bertemu keluargaku, tentunya.”

“Mwo?! Andwae-yo!!!!”

“Hahaha…”

TBC~

Hmm… Gimana? Ini udah kubuat agak panjang sih. Agak._. Iya, agak._. Tapi kalo kalian malah gak suka gimana? Huwaaa!! Sedih T.T Udah deh, yang penting jangan lupa RCL nya ya^^

74 thoughts on “Cassanova vs HeartBreaker Girl [Part 1] ‘For : Stevani Pratiwi’

  1. hahahhahaha menarik nih thor playboy sama ya playgirl mungkin(?) suka nih jessica sama donghae. kereennnn😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s