|Oneshoot| MIND (Lusica)

mind (1)

 

 

|J H Present | Title for this fanfict MIND | Cast is Jessica Jung and Xi Luhan , Seo JooHyun |  Rating for this fanfiction is PG 17 | Genre for this fanfic is Romance , Angst , Sad , Marriage Life etc | Length for ‘Mind’ is Drabble | Art Poster for Fanfiction is Phoenix from Busan

 

*Note

Bagi yang tidak suka dengan pairingnya atau Fanfic nya dimohon gak meng bash ya! Semua alur cerita milik saya ( Junghani ) Ini mungkin perpaduan Fanfiction SeoHan atau LuSica.

 

AuthorPOV

 

Sekarang nampak seorang namja yang duduk di kursi taman . Dia bukan sedang menunggu , namun sedang merenung kesalahannya .

 

“Mianhae, Hyun-a .. Aku belum siap kehilanganmu”  Lanjutnya , dia mengacak – acak rambutnya pelan . Sebuah nama belakang yang disebutnya , jelas memperlihatkan bahwa orang itu adalah kekasihnya atau mungkin istrinya .  “Aku belum siap! Tolonglah , jangan panggil istriku , Tuhan”  Dia menangis dan mengacak rambutnya pelan , dia terlihat meringis pelan sambil terus meneteskan air mata . Dari arah utara terlihat Yeoja menggunakan kursi roda sedang memperhatikannya sambil meneteskan air mata , melihat Luhan lelaki itu meneteskan air mata .

Dia menggerakan kursi rodanya dan mulai mendekat kearah Luhan , namja yang sedang menangisinya itu . Sebuah air mata tiba – tiba menetes di baju rumah sakit wanita itu , Seohyun .

 

“Luhan..”   Gumam Seohyun sedikit terisak menatap nanar kearah Luhan , namja yang sedang menangisinya sekarang .

Luhan mendongkakkan kepalanya , dan melihat Seohyun yang sekarang ada di hadapannya . Segera dia menghapus air matanya dengan buru – buru .

 

“Seohyun-a , eo eo Sejak kapan kau ada disitu?”   Tanya Luhan gelisah dia segera mengukir senyuman manis dan berjongkok di sebelah kursi roda milik Seohyun .

 

“Mungkin aku akan meninggal besok , lusa , bulan depan , tahun depan .. Tapi aku ingin melihat kau menikah dengan wanita pilihan ku Lu , “

 

Luhan membelakkan matanya , dia melihat nanar kearah Seohyun . Bisa – bisanya istrinya sendiri meminta dia menikah dengan wanita lain . Luhan kaget atas permintaan Istrinya itu . Mata Istrinya tidak mau menatap Luhan , hanya menatap lingkungan sekitar dengan tatapan yang sangat menyedihkan .

 

“Aku mohon Luhan , ini permintaan terakhirku .. Aku ingin melihatmu menikah dengan yeoja yang lebih baik dari ku .. Jebal ..”   Seohyun menangis dan meremas kuat kain yang ada di selangkahannya . Dia juga tampak tak lagi cantik , wajahnya sudah sangat pucat . Matanya sudah tak lagi bersinar seperti dulu . Bibirnya sangat kusam , dan tak lagi merah chery seperti dulu . Ini semua karena penyakit yang diidapnya , Leokimia . Sebuah penyakit yang sangat bahaya itu .

“Shireo! Ini perasaaan bukan sebuah permainan Seo! Aku tidak tahu apakah wanita itu akan membuatku jatuh cinta ! Tapi , aku hanya mencintaimu Seohyun”  Luhan menggelengkan kepalanya kuat –kuat dan duduk dihadapan Seohyun . Wajahnya tampak merah menahan emosinya yang tiba – tiba meluap .

 

“Aku wanita mandul , Si penyakit Leokimia .. Aku tak pantas untuk mu , Han .. Ku mohon —  “   Tiba – tiba Seohyun merasa kalau ada sebuah cairan yang akan keluar dari perutnya . Luhan , dengan segera memegang bahu Seohyun .

 

“Gwe .. Gwenchana?”   Tanya Luhan khawatir dia memegangi wajah Seohyun yang sangat pucat itu .  Luhan dengan cepat memanggil sebuah nama yang bisa mengobati Seohyun .

 

“Dokter Kang!! Dokter Kang !! Dokter Kanggg!!!!!”   Seru Luhan sangat keras ketika melihat Seohyun , wanita itu sudah tak berdaya ., pingsan . Luhan menangis untuk wanita yang ada di depannya saat ini . Dokter Kang , yang dipanggil Luhan dengan cepat menarik kursi roda Seohyun dan membawanya keruang UGD .

 

Luhan berlari dengan cepat , dia berusaha mengejar Seohyun yang dibawa keruang UGD. Sungguh saat ini dia merasa frustasi , dia tak sanggup membayangkan kekasih hatinya akan meninggalkannya . Dia sangat tak sanggup ! Tak sanggup .

 

 

“Seohyun , ku mohon .. Jangan tinggalkan aku !”   Desis Luhan berjalan tak jelas , dia tampak kebingungan , frustasi dan entah apa yang dipikirkannya saat ini .. Kalau mereka tebak , pasti adalah Istrinya , Seohyun . Ya , memang benar . yang ada di otaknya saat ini hanya lah keselamatn Seohyun dan juga permintaan terakhir Seohyun yang menurutnya sangat gila ini . Dia diminta untuk menikahi wanita pilihan Seohyun yang belum tentu baik menurutnya .

 

“Tuan Xi”

 

Panggil pria dengan setelan jas putih dan dasi yang ada di lehernya rapih . Dia tampak memanggil Luhan dengan lirihan pelan dan wajah yang tak baik . Luhan yang mendengar namanya di panggil segera berjalan kearah ruangan itu dan masuk kesana .

 

Dilihatnya yeoja yang sekarat dan kesusahan bernafas .

 

“Luhan , A .. Aku .. minta .. kau … me… me … ni .. nikah … de .. dengan Jes.. Jessica .. Jung , lusa . Ini .. Per .. Perminta.. an terakhirku , Lu .. “  Seohyun tampak sangat sulit menungkapkan kata – katanya . Dia menjadi lebih panjang mengatakannya . Luhan yang mendengar tak mampu berfikir jernih , dia hanya mampu meng –iya- kan permintaan Seohyun , agar dia bisa kembali bersemangat melawan penyakitnya ini . Seohyun tersenyum bahagia walaupun keadaan nya masih dibilang sangat kritis itu .

 

 

“Yes I Will”

 

Seorang gadis cantik dengan lilitan pakaian pengantin berwarna putih terlihat sangat mengagumkan . Dia sangat cantik , tubunya juga sehat dan ramping .

 

Semua yang ada di gereja bertepuk tangan meriah dengan adanya pernikahan ini , tak terkucuali .. Seohyun ,

 

Gadis cantik yang mengidap sebuah penyakit parah itu , dia tersenyum melihat adegan Ciuman suaminya dengan sahabatnya , Jessica .

Rasanya sangat senang melihatnya , tidak ada rasa cemburu sama sekali dalam hatinya . Dia memang sangat baik .

 

 

“Chukkae atas pernikahan kalian , tadi kalian sangatlah cocok !” Ujar Seohyun dengan senyuman tulus , wajahnya masih terlihat pucat karena dia memang terkena sebuah penyakit yang bisa membahayakan nyawanya sendiri , bahkan mungkin tak akan bisa sembuh dan akan berujung kematian . Luhan dan Jessica hanya canggung satu sama lain , mereka masih malas untuk merespon . Apalagi Luhan , dia terlihat tidak ikhlas dan kesal dengan pernikahan ini. Jessica terlihat pasrah saja dengan semua takdir hidupnya yang terpaksa di arahkan oleh sahabat terbaiknya , Seohyun.

 

“Sudahlah , tak perlu canggung” Seohyun sangat tulus , bahkan Jessica dan Luhan yang melihat hanya kagum dengan ciptaan tuhan untuk manusia satu ini . Di dalam hatinya tidak ada rasa cemburu pada Luhan maupun Jessica . Dia sangat baik , berhati dewi , dia juga cantik . Namun , Tuhan sangatlah adil , karena semua manusia tidak ada yang sempurna .. Termasuk Seohyun yang mengidap penyakit parah.

 

“Seohyun” Gumam Jessica dengan khawatir mengarahkan tangannya kehidung Seohyun , dengan segera dia mengambil tissue dan mengarahkan tissue tersebut ke hidung Seohyun . Luhan melihat nya , dia hanya sakit . Mengapa semua harus terjadi pada Seohyun? Mengapa tidak aku saja? Bukannya dia masih sangat muda untuk meninggal di usia dini nya? Batin Luhan di dalam hatinya.

 

“Gwenchana”

 

Seohyun mengukir sebuah senyuman pasrah , dia berusaha untuk menenangkan ke-khawatiran sahabatnya , Jessica . Dia lebih panik dari pada Luhan .

Jessica hanya memperhatikan Seohyun dengan tatapan aneh , dia melihat bahwa mata Seohyun berputar ke segala arah , dia terlihat sedang menahan pusing . Sebagai sahabat yang baik tentu Jessica menanyakan hal itu.

 

“Hyun , kau benar tak apa?” Tanya Jessica memegang bahu Seohyun dengan erat sebagai sahabat. Seohyun mengangguk pelan sambil memegang kepalanya .

 

“Seohyun , jincha gwenchana?” Tanya Luhan dengan sangat khawatir , lelaki itu dengan tatapan nanar menatap Seohyun . Jessica hanya mampu menahan air mata nya melihat Seohyun yang benar- benar terlihat buruk. Ingin sekali rasanya untuk memeluk Seohyun , bermain bersama Seohyun kembali . Tertawa kembali bersamanya , mengingat masa – masa saat sekolah dasar.

 

“Aku tak—“

 

BRAKK

 

Luhan menopang tubuh Seohyun yang terjatuh dengan lemah . Jessica hanya mampu menangis melihat keadaan Seohyun yang pingsan . Dia sangat panik , dia menangis mengeluarkan air mata nya dari hatinya , dan tak ada paksaan.

 

“Sica! Panggil Ambulan!” Perintah Luhan dengan keras , dia memegang kepala Seohyun dengan sangat erat , takut kehilangan gadis yang dicintainya ini.

 

“Tapi—“

 

“Sica!! Cepatlah!!”

 

Jessica dengan segera mengambil telefon genggamnya , dia membuka kunci handphone nya dengan tangan gemetar . Dia sangat tidak tenang saat ini. Dia takut akan kehilangan sahabat terbaiknya saat ini juga .

 

—-

 

“Maaf , tapi nyawa Ny. Seohyun sudah tidak bisa diselamatkan”

 

Wanita dengan pakaian hijau , dengan sarung tangan yang baru saja dilepasnya . Dengan lemah menatap dan berbicara kepada dua insan yang ada di depannya . Luhan dan Jessica hanya mampu menangis dan pasrah dengan keputusan Tuhan yang mengambil Seohyun di hari pertama pernikahan mereka.

 

“Dok! Kumohon , selamatkan dia! Dia Istriku , selamanya!” Teriak Luhan frustasi , dia mengacak rambutnya . Menghimpit tubuhnya dengan tembok rumah sakit , mengarahkan tangannya ke dinding . Bahkan rasa sakit itu sudah tak terasa , hanya terasa sakit .. Kehilangan wanita yang paling disayangi nya.

 

 

Hari demi hari berlalu , tak terasa 3 minggu sudah mereka menjalani hidup mereka tanpa seorang bernama Seohyun . Seseorang yang selalu membuat mereka tersenyum dengan tingkah manis dan polosnya . Seseorang yang bisa membuat kagum orang lain karena kecerdasannya .

 

“Luhan , Apa kau benar – benar tak apa ? Kau terlihat sakit..”

 

Jessica berusaha untuk memegang dahi Luhan dengan tangannya . Luhan hanya diam , entah apa yang ada di pikirannya . Namun , dari dulu di pikirannya hanya ada Seohyun seorang.

 

“Jess , apakah kau mencintaiku?” Tanya Luhan dengan nanar. Jessica hanya bingung dengan tatapan dan arah pembicaraan Luhan kali ini.

 

“T-Tentu” Jessica menganggukkan kepalanya dengan pelan . Suasana diantara mereka jadi sangat tegang , ya .. Mereka tegang .

 

“Mianhae..”

 

Jessica membelakkan matanya , tak mengerti apa yang dimaksud oleh Luhan . Dia tak mengerti arah pembicaraan Luhan saat ini . Dia tak tahu apa yang dibicarakan seorang Luhan, lelaki yang sedikit – sedikit bisa mengisi hatinya.

 

“Maksudmu , Lu?” Jessica menaikkan salah satu alisnya , bingung dengan ucapan Jessica kali ini.

 

“Aku belum bisa mencintai mu , dipikiran ku hanya ada satu orang .. Yaitu Seohyun . Aku belum bisa melupakannya sampai saat ini . Aku minta maaf , tidak bisa membalas perasaan mu . Aku tahu  , aku memang jahat , tapi .. Sungguh aku belum bisa melupakan Seohyun , dia masih ada di pikiran ku , ajari aku mencintaimu dan melupakan Seohyun..” Gumam Luhan panjang lebar . Jessica hanya terperangah mendengar ucapan Luhan kali ini . Dia mengukir sebuah senyuman , mengerti apa yang Luhan bicarakan.

 

“Pasti sangat sulit melupakannya” “ dan aku akan membantumu”

 

8 November 2013

 

-END-

 

Dan ini adalah drabble , yang udah di buat lama .. Tapi belum sempet di post . Semoga kalian suka dah dengan drabble ini.

43 thoughts on “|Oneshoot| MIND (Lusica)

  1. Annyeong Haseyo~
    Aku readers baru….
    Btw. FF ini menurutku bagus cuma ngegantung thor.. sequelnya mana?
    Terus nasibnya Seo kasian banget disini😦
    Sequel ya thor😀

  2. suka suka~ aq sebenernya krissica shipper, tpi utk ff mind ini, kyaknya feelnya lebih ke lusica. gmn yah, mnurut q lu&sica lbih brpeluang brsama drpda krissica. pas baca krissica ver, aq malah ngerasa kris dh cinta mati sm seo -,- pdahal crita sama😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s