[Vignette] I Don’t Know How to Call It

I Don't Know How to Call It

Author : XYZ Hyura / Risty

Title :

I Don’t Know How to Call It

Genre : Friendship, School Life, Romance(?)

Rating : PG – 15

Length : Vignette

Cast :

Jessica Jung – Kim Myungsoo – Park Hyomin

== ==

Jessica memaki seorang namja dalam hatinya. Ia meruntuki dirinya sendiri yang baru saja dikatai ‘yeoja manja’ oleh seorang namja. Namja itu sangat lah ia benci. Saking bencinya terhadap namja tersebut, Jessica akan mengumpat dalam hati jika ia harus duduk satu bangku dengan namja tersebut.

“Kau kenapa? Jangan kau tekuk wajah cantikmu itu!” ujar Hyomin membuyarkan lamunan teman sebangkunya tersebut

“Tidak ada apa-apa,” jawab Jessica singkat

“Jangan bohong, Jess! Lihatlah dirimu, kau sedari tadi cemberut,” tangan Hyomin menunjuk wajah Jessica yang kemudian segera ditepis Jessica sendiri

“Jangan melebih-lebihkan! Aku hanya sedang diam dan berpikir, tidak lebih!” Jessica menatap Hyomin bosan

“Kenapa?”

Jessica menarik napas sebelum ia menceritakan sesuatu kepada teman sebangkunya tersebut. Ia yakin, bisa saja Hyomin salah paham dengan dirinya dan menyebabkan gosip hangat di kelasnya.

“Aku kesal dengan Myungsoo. Aku menyesal kenapa aku harus duduk di dekat namja itu untuk kesekian kalinya. Aku kesal dengan keputusan ketua kelas kita!” Jessica menatap ketua kelasnya dengan sinis – walaupun orang yang ditatap tidak menyadarinya

“Kenapa kau harus kesal dengan Myungsoo?” tanya Hyomin tidak paham

“Kau tahu, bukan? Myungsoo semacam orang-orang dengan tingkat kepedulian yang rendah. Kau tahu betapa dinginnya orang tersebut? Aku menyesal mengenalnya sebagai kekasih kenalanku,” terang Jessica lagi

“Jadi, kau menyukai Myungsoo?” tanya Hyomin

“TIDAK! Siapa bilang aku menyukainya? Melihatnya saja enggan!” Jessica kembali meruntuki dirinya di dalam hati karena ucapan Hyomin

“Kau terlalu berlebihan,” Hyomin menyibakan rambutnya yang membuatnya gerah

“Tidak, biasa saja..” sahut Jessica ketus

“Baiklah, baiklah… Lalu apa yang bisa ‘ku lakukan untuk membuatmu menghentikan kebiasaan cemberutmu itu?” Hyomin menarik Jessica agar yeoja itu menatapnya

“Aku tidak menyuruhmu untuk menghiburku, Hyomin ah!”

“Aku hanya bosan melihatmu selalu cemberut seperti itu setiap kali kau sedang berpikir hal yang membuatmu kesal!”

Jessica tersenyum tipis, “Biarkan aku membuat nyaman diriku sendiri,” ucapnya kemudian beranjak dari duduknya untuk pergi ke toilet.

== ==

BRUK

Jessica menaruh tasnya di bangku yang akan ia tempati. Sepertinya teman sebangku Jessica belum juga datang, jadi yeoja itu dengan leluasa menguasai kedua tempat duduk tersebut. Baru juga Jessica duduk untuk mengistirahatkan pantatnya, seorang namja mengusirnya.

“Minggir!” kata namja itu

Jessica memandang tajam namja yang mengusirnya tersebut. Yeoja itu tidak terima jika ia diusir dengan kata ‘Minggir’.

“Tidak bisakah kau menyuruhku dengan kalimat yang lebih sopan?” ketus Jessica sembari beranjak dari duduknya

Namja yang diomeli Jessica tersebut diam saja. Namja itu tak menghiraukan Jessica sama sekali. Jessica memandang kesal namja tersebut.

‘Kim Myungsoo memang selalu seperti itu. Terkadang memang menyenangkan, tetapi lebih sering menjadi sangat menyebalkan. Ada-ada saja orang yang menyukainya? Ckck’ batin Jessica

“Jess!”

“Hmm?” Jessica menoleh menatap Yuri – yang duduk di belakang bangku Jessica

“Aku heran…” Yuri memotong kata-katanya, kemudian ia berbisik, “Seperti apa Myungsoo itu?”

Jessica menatap Yuri dengan tatapan ‘pentingkah hal tersebut?’. Jessica memutar matanya kesal, “Jangan tanyakan hal tersebut kepadaku. Aku saja kesal dengan sifatnya!” jawab Jessica seraya kembali duduk menghadap ke depan.

.

Saat ini jam pelajaran Geografi. Lim saem mengadakan sebuah game untuk kelas Jessica. Semua murid yang ada di kelas tersebut sangat gembira mengetahui hal tersebut.

Pertanyaan pertama untuk deretan bangku Jessica. “Sungai terpanjang di Indonesia bernama? Lebih tepatnya yang berada di Sumatra,” ucap Lim saem dengan semangat.

“Musi?” ujar Jessica pelan

“Apa, apa?”

“Aku tidak tahu!”

“Cari, cepat!”

“Apa?”

“Musi?” ujar Jessica lagi

“Jessie, apa?” tanya Woohyun kepada Jessica yang sedari tadi menggumamkan sebuah nama

“Musi, tidak?” jawab Jessica

“Kau yakin Musi?” tanya Bora dengan pandangan tidak meyakinkan

“Musi..” gumam Jessica lagi

Samar-samar Jessica pernah mendengar nama sungai tersebut. Akan tetapi ia tidak tahu pasti apakah sungai tersebut adalah sungai yang terpanjang di Indonesia atau bukan.

“MUSI!” ujar deretan bangku Jessica kompak

“YA, KALIAN BENAR!” seru Lim saem senang

“YEAY!!!” pekik semua anak yang satu kelompok dengan Jessica

“Hujan apa yang terjadi di pegunungan?” tanya Lim saem lagi

Semua yang ada di kelompok tersebut dengan cepat menoleh ke arah Jessica. “Hujan apa, Jess?” tanya mereka sedikit ricuh. Jessica menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tadi itu hanyalah faktor keberuntungan. Jessica hanya pernah mendengar nama sungai tersebut. Tetapi sekarang?

“Jess, hujan apa?” tanya Myungsoo kepada Jessica

“Aku tidak tahu. Kenapa kau tanyakan itu kepadaku?” tanya Jessica balik; Myungsoo terdiam. Namja itu sepertinya memilih diam daripada menjawab semua ocehan Jessica.

‘Namja sialan!’ umpat Jessica kesal

“1… 2… 3… Baiklah akan saya lempar,” Lim saem kemudian beralih ke kelompok 2

“Yah, kenapa saem?” tanya Yuri tidak terima

“Kalian menjawab terlalu lama, sih!” sahut Hyelim keras

Arasseo, arraseo! Pertanyaan itu untuk kalian saja!” balas Yerim tidak kalah keras

Jessica masih terdiam karena perlakuan Myungsoo yang menurutnya secara tiba-tiba membuat dirinya terpaku. Tatapan Myungsoo yang terlihat tajam mengisyaratkan kemisteriusan namja tersebut. Jessica tahu bahwa Myungsoo akan ramai jika bersama gerombolan namja lain yang ada di kelasnya. Akan tetapi jika di depan Jessica namja itu terlihat sangat menyebalkan atau lebih tepatnya ‘dingin‘.

“Apa nama hujan yang disebabkan karena asap pabrik yang menyebabkan pencemaran udara?”

Jessica langsung tersentak berdiri dan mengangkat tangannya, “Hujan asam!” seru yeoja tersebut.

“BENAR, JESSICA!” seru Lim saem keras

“Yey!” Jessica tersenyum puas

Myungsoo diam-diam melihat reaksi Jessica. Namja itu sepertinya bingung dengan sikap Jessica, yah, walaupun sebenarnya namja itu tidak menyukai sikap yeoja seperti Jessica.

== ==

“Minggir!”

Lagi-lagi, pagi ini Jessica mendengar kata-kata yang paling ia benci. Ya, usiran Myungsoo yang membuatnya menggerutu terus menerus semenjak dia mendengarnya. Jessica berdiri dan kemudian duduk di tempatnya. Yeoja itu memerhatikan Myungsoo dengan saksama.

“Kau menyebalkan!” katanya dengan nada mengejek

“Lalu?” tanya Myungsoo, “Itu urusanku, bukan urusanmu. Kau tak usah mengurus diriku!” jawab Myungsoo tajam

DEG!

Jessica tidak terbiasa dengan keadaan seperti ini. Jessica tidak pernah disambar dengan kata-kata sepedas kata-kata Kim Myungsoo. Bahkan yeoja itu pasti berusaha agar orang-orang merasa nyaman berada di dekatnya, bukan seperti ini.

Jessica membuang wajahnya dari hadapan Kim Myungsoo, “Ok! Fine!”

.

Pelajaran matematika telah Jessica lewati dengan perasaan terbebani. Ya, bagaimana tidak? Sampai sekarang, Jessica masih tidak begitu paham dengan angka-angka yang dituliskan oleh guru matematikanya.

“Kau bisa mengerjakan ini?” tanya Jessica – yang baru saja mendapatkan kertas tugas dari Song saem – kepada Myungsoo

Myungsoo hanya menjawab dengan gelengan kepala. Namja itu terlihat sangat malas untuk berbicara dengan Jessica. Jessica yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari seorang Kim Myungsoo hanya dapat memanyunkan bibirnya.

Myungsoo meninggalkan bangkunya dan berjalan mendekati bangku Woohyun. Ia sepertinya ingin menanyakan soal-soal kimia yang sedikit sulit kepada ‘ahli‘ kimia.

“Kau itu menyebalkan!” gumam Jessica pada dirinya sendiri

“Sudah menyebalkan, masih saja bersikap sok dingin.” lanjut yeoja itu pelan, “Kim Myungsoo, aku benci kepadamu!”

“Kau duduk di sana!” suruh Myungsoo sembari menunjuk bangkunya

“Untuk apa?” tanya Jessica tidak memalingkan wajah dari tugasnya

“Sudah, duduk saja disana!” suruh Myungsoo terdengar lebih kasar

“Aku tidak mau!” elak Jessica

DEG!

Lagi-lagi Jessica dikejutkan oleh sikap Myungsoo yang secara tiba-tiba duduk di kursinya dan menggeser pelan tubuh Jessica agar dirinya dapat duduk dengan nyaman. Jessica tak dapat memarahi Myungsoo yang tiba-tiba saja duduk satu kursi dengannya.

Jantung Jessica bekerja lebih cepat, tetapi dirinya tetap biasa saja. Jessica tidak tahu mengapa jantungnya bekerja cepat sedangkan dirinya tidak menyukai Myungsoo.

‘Hey! Jessica sadarlah! Kenapa kau menjadi gugup seperti ini?’ batin Jessica sembari mengetuk keningnya dengan jari telunjuk

Jessica ingin sekali menoleh ke arah Myungsoo yang sekarang punggungnya tepat menempel dengan punggung Jessica. Yeoja itu tidak tahu alasan namja seperti Myungsoo melakukan hal aneh tersebut. Bahkan murid satu kelas pun tahu bahwa Myungsoo tidak akan melakukan hal itu kepada yeoja-yeoja di kelas – kecuali, yah, yeoja yang diejek oleh anak satu kelas sebagai kekasih Myungsoo yaitu Suzy.

“Eeyy~ Myungsoo, kau kenapa duduk seperti itu dengan Jessica?” goda ketua kelas yang baru saja lewat di depan bangku Jessica

Myungsoo menatap ketua kelas itu dengan pandangan datar, “Salah?” tanya Myungsoo singkat.

“Hahaha, lupakan! Jangan membuat Suzy cemburu denganmu!” ketua kelas itu menunjuk Jessica

“Aku tidak mencoba membuatnya cemburu!” elak Jessica dengan nada kesal

“Hahaha…” ketua kelas itu berlalu pergi dengan tawa membahana

“Sudah kubilang, kau duduk saja di tempatku!” Myungsoo berkata dengan nada dinginnya

“Ini bangkuku, jadi aku berhak duduk di sini.”

“Ck..”

Myungsoo berdiri dan mendekati tempat Woohyun lagi. Jessica hanya dapat menghela napasnya panjang setelah mendapatkan suatu ketegangan tersendiri di dalam dirinya. ‘Aku tidak menyukainya, tetapi kenapa aku seperti ini?’ pikir yeoja itu.

== The End ==

Hai readers~~😀

Senang bisa menyapa kalian lagi🙂 Aku membawakan MyungSica lagi.. Ada yang nge-ship mereka??? Aku sih seneng-seneng aja sama Myungsoo xD Mereka ‘kan udah jadi IceCouple ‘-‘)

Kalau mau mengomentari, aku persilakan😀

Thanks for Read this Fanfiction

34 thoughts on “[Vignette] I Don’t Know How to Call It

  1. author hobby bgt bwt ending gantung😀 Tpi aq slalu suka ff mu. cara penulisan’a tu beda sm yg lain. trus jalan crita’a susah ditebak & kadang mengejutkan ending’a. ini ad sequel kah? msih agak bingung. knp L duduk dsitu? suzy bneran pacar L? L ska Sica?

    • Hahaha… iya ini, entah kenapa aku suka banget bikin orang penasaran, bahkan aku sendiri gak tahu kelanjutannya .___. Jadi sama-sama bingung, antara readers sama author sendiri :3

      Makasih banyak yah chingu😀
      Untuk FF ini, aku kira aku gak berani bikin sequelnya. Soalnya aku udah kehilangan beberapa feel di FF ini😦 Maaf loh ya~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s