Game Goes Wild –The Sixth Day (1)

Yura Lin proudly present;

Game Goes Wild

Genre:

Friendship – Thriller – Mystery

Rating:

PG – 15

Previous:

Prolog ∙ The First Day ∙ The Second Day ∙ The Third Day ∙ The Fourth Day ∙ The Fifth Day

Cast:

   tumblr_mp5qa0TxND1s70o1po1_500 

SNSD Jessica | INFINITE L | EXO Luhan | BTS Jin | BAP Yongguk

[The Sixth Day]

“Kau yakin akan ikut menyelesaikan kasus terakhir ini?” tanya Myungsoo.

Melihat kantung mata sahabatnya, ia pun tahu bahwa Jessica tidak bisa tidur semalaman. Tidak berbeda dengannya sih, hanya saja ia sudah terbiasa untuk terjaga semalaman. Berbeda dengan Jessica yang selalu mendapatkan waktu tidur yang cukup. Selalu ada ibunya yang siap mengawasi jam malamnya walaupun Jessica sudah terbilang dewasa.

Jessica cemberut. “Mengapa tidak?”

“Mungkin kau butuh tidur atau sebagainya?”

“Aku baik-baik saja.”

Jessica menyisir rambutnya. Tidak lupa, ia menggunakan poninya untuk menutupi matanya. Matanya terlihat mengerikan. Bola matanya berwarna merah dan ada lingkaran hitam di sekitar mata. Ini pertama kalinya ia terjaga semalam dan ia pun langsung tahu bahwa begadang tidak akan menjadi teman baiknya.

Jessica hampir memekik melihat sosok Myungsoo tiba-tiba sudah berada di hadapannya ketika ia berbalik badan. “Astaga, kau ingin aku mati muda?” kesalnya.

Myungsoo menyibak poni sahabatnya dan helaan napas pun terdengar setelah ia melihat keadaan sepasang mata tersebut. Dia merapikan poni Jessica.

“Dengar, apapun yang terjadi, kita akan baik-baik saja. Kau percaya padaku?” ucap Myungsoo.

“Berapa kali pun kau bertanya, bagaimanapun keadaannya, seabu-abunya hal tersebut, jawabanku tetap sama; aku percaya kepadamu.”

***

Kelima remaja itu memperhatikan sebuah kertas yang tertuliskan 4 kalimat di kamar Yongguk dan Luhan. Empat kalimat tersebut adalah clueclue yang mereka dapatkan dari kasus-kasus sebelumnya.

Aku adalah kamu.

Aku adalah bintangmu.

Aku adalah arah.

Aku adalah kebanggaan negara.

“Orang ini pasti orang ternarsis sepanjang masa!” gerutu Luhan.

Jin dan Yongguk tertawa sedangkan Myungsoo mendesis sinis. Sementara Jessica tetap fokus kepada kertas tersebut. Sebenarnya, dia juga sedang melawan rasa pusing akibat tidak tidur semalaman.

“Mungkin kode sandinya adalah nama presiden?” gumam Jin.

Myungsoo menoleh. “Bagaimana kau berpikir seperti itu?”

Well, petunjuk pertama bisa mengandung arti kita mempunyai satu ideologi. Bintang biasa ditunjukkan kepada idola. Arah adalah penunjuk. Dan terakhir adalah kebanggaan negara. Presiden, bukan?” jelas Jin.

“Atau motivator?” sahut Luhan.

“Motivator biasanya tidak akan terlalu terkenal. Kalaupun terkenal, motivator hanya terkenal di negaranya. Tidak banyak motivator yang terkenal di seluruh dunia. Sejauh ini, aku hanya tahu Og Mandino lah motivator terkenal di dunia lewat bukunya. Dan sudah jelas motivator tidak akan dianggap sebagai ‘kebanggaan negara’,” tanggap Yongguk.

“Bagaimana dengan atlet?” seru Jessica.

“Sejauh ini, tidak ada atlet yang bisa dijadikan ‘arah’, Jess,” balas Jin.

“Akan tetapi, aku tidak merasa presiden adalah jawaban yang tepat. Aku merasa ada maksud lain di balik keempat kalimat itu dan kita salah mengartikannya,” runtuk Jessica.

Mereka pun kembali terdiam, sibuk berpikir dan meracau di otak masing-masing. Semua petunjuk yang mereka dapatkan terlalu ambigu. Semua petunjuk bisa berarti apa saja walaupun sudah disatukan.

Tok. Tok. Tok.

Yongguk mendesah pelan. Dia berjalan menuju pintu dengan enggan. Pasalnya, dia dan timnya dipaksa untuk mengikuti tur yang menjadi fasilitas resort. Tur ini adalah tur yang pasti diikuti oleh semua orang yang menginap di resort tersebut. Itu sebabnya rapat tetap dilaksanakan di pagi hari walaupun permainan baru akan dimulai sore ini.

“Kalian sudah ditunggu di koridor untuk mengikuti tur,” beritahu seorang pegawai resort.

Terdengar suara tidak senang di belakang Yongguk sebagai respon dari pemberitahuan tersebut. Sebenarnya Yongguk juga ingin protes tapi ia menahan diri. Sebagai gantinya, dia hanya mengangguk lalu menutup pintu.

“Ayo bersiap!” seru Yongguk.

Para anggotanya pun protes. Mereka belum mendapatkan kode sandi tapi rapat dihentikan dengan paksa hanya karena tur.

***

“Ini menyenangkan, bukan?” tanya Hyosung senang.

Yongguk tetap memasang wajah datar. Dia tidak habis pikir mengapa Hyosung mengikuti tur tersebut padahal Jieun saja tidak bisa karena sibuk. Apa Hyosung tidak sibuk? Bagaimana bisa? Resort tersebut miliknya juga.

Yah, Yongguk-ah!” protes Hyosung.

“Kapan tur ini selesai?” tanya Yongguk.

Hyosung menggeleng kecewa. Dia menoleh untuk melihat teman-temannya Yongguk. Luhan menjahili Jessica yang sedang tidur dan Jin tertawa melihatnya sedangkan Myungsoo memainkan handphonenya, sibuk mencari cara untuk memecahkan clueclue yang mereka dapatkan. Tidak ada yang peduli dengan tur tersebut.

“Apa tur ini membosankan?” tanya Hyosung.

Yongguk terdiam sejenak. “Bukan begitu—“

“Kalian mempunyai urusan lain?”

“….ya.”

“Apapun itu, pasti ini ada kaitannya dengan kegiatan aneh kalian, ‘kan? Kegiatan berbahaya itu?” tebak Hyosung.

Kini Yongguk mengerti mengapa Hyosung ada di sampingnya, bukan Jieun. Mereka berdua masih penasaran. Sudah pasti Hyosung yang dikirim untuk misi ini untuk mengawasi mereka.

“Kami hanya ingin istirahat karena sore ini, kami ingin menonton pertandingan sepak bola,” jawab Yongguk.

Ia tidak bohong. Jawaban itu adalah jawaban yang jujur tanpa membocorkan rencana utama mereka.

Jeongmal?”

Yongguk mengeluarkan 5 tiket masuk yang ia dapatkan dari Zico semalam sebagai bukti. Hyosung mengangguk tanpa merasa curiga.

***

Mereka kembali ke resort di jam makan siang jadi mereka memutuskan untuk makan siang di restoran yang pernah menjadi tempat permainan mereka itu. Perasaan Jessica tidak enak saat melihat orang-orang yang berbisik-bisik sambil menahan tawa dengan mata sesekali meliriknya.

“Apa ada yang aneh dengan kita? Mengapa orang-orang memperhatikan kita?” tanya Jessica.

Luhan dan Jin kompak bersikap seakan tidak tahu apa-apa. Yongguk hanya menggeleng pelan melihat tingkah dua anggotanya tanpa niat untuk menjawab. Kini hanya tersisa Myungsoo. Jessica menatap sahabatnya penuh harap.

“Lihatlah cermin atau kaca dan kau pasti tahu apa penyebabnya,” jawab Myungsoo tanpa menoleh. Ia baru sadar saat turun dari mini bus yang membawa kelompoknya tur dan kini, ia sibuk menahan diri untuk tidak tertawa.

Jessica langsung mengeluarkan handphonenya, mencoba bercermin menggunakan layar handphonenya. Helaan napas berat penuh kekesalan pun terdengar. Gadis itu melirik pria bersurai pirang di depannya dengan tatapan mengerikan.

“Xi Luhan, mati kau!” geram Jessica.

Luhan segera berlari menyelamatkan diri. “I’m innocent, Jess! Percayalah, calon suamimu ini tidak akan berani berbuat macam-macam kepadamu~~”

“Tidak ada orang yang melarikan diri jika memang tidak bersalah!”

***

Berjam-jam mereka habiskan untuk berpikir, mereka tetap tidak mendapatkan jawaban. Mau tidak mau, mereka berangkat ke tempat permainan terakhir tanpa membawa bekal apapun untuk memecahkan kasus. Tentu hal itu sukses membuat mereka frustasi.

Sesampainya di stadion Busan Asiad, antrian orang-orang yang ingin menonton pertandingan tersebut sudah sangat panjang. Untung saja seseorang yang mengaku sebagai pekerja di stadion tersebut membawa mereka masuk tanpa harus mengantri. Kelima remaja itu tidak curiga karena mereka tahu hal tersebut berkaitan dengan permainan mereka.

Keadaan di dalam stadion masih sepi. Tidak banyak bangku yang terisi karena pintu masuk baru saja dibuka. Mereka tidak langsung menyebar untuk mencari alat pengendali karena orang itu menyuruh mereka untuk duduk terlebih dahulu. Awalnya mereka bingung, tapi akhirnya mereka mengerti mengapa setelah melihat sebuah amplop berada di kursi yang ditujukan untuk mereka.

Terdapat 4 bom berkekuatan ringan dan 1 bom berkekuatan besar. Cari 5 alat pengendali jarak jauh. Pikirkan kode sandi baik-baik karena tidak ada kesempatan kedua. Kode sandi adalah nama pengkhianat di tim kalian. Terdiri dari 6 – 8 digit.

Deg!

Jessica, Jin, Luhan, Myungsoo dan Yongguk saling melempar pandangan penuh rasa terkejut dan tak percaya. Setelah mereka melewati banyak hal bersama, mereka harus menerima kenyataan bahwa ada pengkhianat di tim mereka. Otak mereka dirusak dengan rasa frustasi, kini semakin rusak. Mereka tidak bisa berpikir sama sekali.

“Aku akan mencarinya di tribun atas,” gumam Myungsoo sambil menarik Jessica yang masih tertegun tak percaya.

Jika pesan itu benar, Myungsoo hanya bisa percaya kepada sahabatnya. Jessica tidak mungkin berkhianat, bukan? Setidaknya gadis itu tidak akan mengkhianatinya. Tidak akan. Hanya itu yang ia tahu saat ini.

***

Setelah Myungsoo dan Jessica pergi, ketiga pria itu masih terdiam di tempatnya. Jin hendak membuka mulutnya tapi ia segera mengurungkan niatnya melihat dua wajah suram di depannya. Dia tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi. Dia terlalu mempercayai semua anggota timnya sehingga dia tidak pernah memperhatikan siapapun. Kini dia tidak tahu kepada siapa ia harus menaruh curiga. Semuanya menjadi mencurigakan di matanya sejak ia membaca pesan tersebut.

“Lebih baik kita menyebar untuk mendapatkan alat pengendali bom. Jika salah satu di antara kita menemukannya, jangan lakukan apapun terhadap alat itu. Kita akan lakukan bersama,” pesan Yongguk. “Aku pergi.”

Luhan dan Jin memperhatikan kepergian sang pemimpin lalu saling bertukar pandang. Terlihat jelas mereka saling mencurigai satu sama lain walaupun tak mereka katakan.

“Lebih baik kita cari sekarang,” kata Luhan akhirnya.

Jin mengangguk. “Ya, kau benar.”

Mereka pun pergi ke arah yang berlawanan.

To Be Continued

 Sebenarnya mau dipost sekalian. Cuma, yah, chapter ini panjang banget. Jadi aku potong sedikit. Lanjutannya aku post pas ada waktu. Aku lagi sibuk ngedit proposal acaraku karena proposal yang udah jadi ga sengaja kehapus T__T mohon doanya. Hehe

Maaf komentar kalian ga aku bales akhir-akhir ini. Aku lagi menghemat paket internet hape dan tentu saja, menghemat uang jajanku juga. Soalnya aku bakal sibuk pergi keluar kota untuk rapat bersama panitia acaraku yang lain😦

62 thoughts on “Game Goes Wild –The Sixth Day (1)

  1. Hallo yura eonni ,aku baru liat ff ini padahal udh lumayan lama yahh di postnya,mmm aku udh baca dari chp.1 sampe sini dan maaf aku gk comment di setiap chapter, aku menunggu kelanjutannya,dan kebetulan suka banget sama ceritanya bikin pinter😀 ,cepat di lanjut yaa aku tunggu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s