[Freelance] MORE THAN…(Chapter 3)

Author: S.Y.M

Title: More Than…

Lengt: Chaptered

Rating: G

Genre: Romantic, friendship

Main Cast: -L Myungsoo- Jessica Jung.

Other Cast:- Young Jae-Bang Yong Guk-Park Chorong –Ren-Himchan-Jin

 PART III

TRUST AND PROMISE (chapter 2)

Myungsoo side_

Aku berangkat lebih pagi hari ini, tentunya sebelum Sooyeon menungguku di belokan seperti biasa. Mungkin membuat jarak dengan Sooyeon dapat sedikit membantunya agar tidak di bully lagi, setidaknya harapan mereka untuk tidak melihatku selalu bersama Sooyeon sudah terkabul. Ya anggap saja aku mengabulkannya. Toh aku masih bisa melihatnya di kelas seperti biasa. Ya aku rasa itu cukup, melihatnya saja sudah cukup.

Aku mempercepat langkah ku ke stasiun, aku tidak akan ke halte hari ini, mulai hari ini aku akan naik kereta untuk ke sekolah. Itu tekat ku dan aku akan mencobanya.

.

.

.

Dan benar sepertinya aku sampai terlalu pagi hari ini. Aku melihat jam tangan ku, seharusnya sooyeon akan sampai di sekolah 30 menit lagi jika ia tepat waktu untuk bis pertamanya.

Aku memikirkan ini semalaman, mungkin sebaiknya aku mencoba untuk membuka diri dengan murid murid perempuan yang mengejarku, aku harus sedikit memperhatikan mereka. Mungkin dengan cara itu mereka tidak memperdulikan Sooyeon lagi, dan lebih focus kepadaku.

Aku masuk ke ruangan kelas yang masih sepi itu. Kuletakkan tas dan peralatanku di meja dan aku mulai meletakkan kepalaku. Berangkat pagi tidak bersama Sooyeon sangatlah membosankan, kepalaku masih berat untuk ditegakkan begitu juga dengan mataku.

Aku memejamkan mataku menyembunyikan wajahku di balik lenganku. Aku ingin tidur untuk beberapa menit sebelum teman-teman datang ke kelas.

.

.

.

“OMO! Myungsoo_ya! KAU SUDAH DATANG?”

Aku mendengar seseorang berteriak di depan pintu kelas, kuangkat kepalaku dan beberapa temanku hanya terpaku melihatku yang sudah duduk di tempatku, lebih tepatnya aku sudah menghabiskan waktuku untuk tidur beberapa menit lalu.

“mwoya? Biasanya aku juga berangkat pagi!” jawabku

“ANIYY…ANIYYY ini sangat aneh! Kemana Princess mu?” tanya Park Chanyeol, si tiang yang langsung berhamburan ke bangku depanku, disusul dengan murid-murid lain yang juga penasaran dengan kedatangan ku.

Aku hanya melirik bangku Sooyeon yang masih kosong, lalu beralih ke jam tangan ku, sudah 35 menit dari ku sampai di sekolah dan dia belum datang. Aku menghela nafas dan kembali menatap Chanyeol dingin.

“KAU TIDAK BERSAMA PRINCESS MU? AIHHHHH,,,,, HAHAHAHAHA,,, Akhirnya….!”  Teriak Chanyeol dan tentu mengundang teman-teman lain untuk menatap ku. Ini jelas hal aneh bagi mereka karena untuk pertama kalinya aku tidak bersama Sooyeon.

“MWO? Kau bertengkar dengannya?”

“Akhirnya kau bosan bersamanya”

“Ada apa ini Myungsoo_ya?”

“Ah tidak mungkin,,,, apa Jessica sakit?”

“Apa kau bertengkar dengan Jessica?”

“Ah tidak,,,, mungkin Myungsoo ingin hidupnya lebih normal lagi dan meninggalkan Jessica!”

Bla..bla..bla…. dan masih banyak lagi dugaan dugaan mereka.

Itulah yang keluar dari mulut teman-temanku,  di hari pertama aku mulai menjauhi Sooyeon, ada berbagai tanggapan dari mereka, entah senang, entah prihatin, entah kecewa, entahlah, aku tidak akan memperdulikan itu. Aku hanya ingin Sooyeon tidak mengalami kesulitan lagi seperti waktu itu.

 

Author Side_

Myungsoo memejamkan matanya, ia memutar sekilas kepalanya.

“Wae? Apa itu aneh?” tanyanya

“TENTU SAJA!” jawab mereka hampir serentak.

Ya siapa yang tidak tahu dengan kedekatan Myungsoo dan Jessica. Mereka sudah bersahabat sejak mereka di sekolah tingkat pertama, dan tidak ada satu haripun mereka lewatkan untuk bersama.

Myungsoo menghela nafas “Bukankah ini yang kalian harapkan?” ucapnya dingin lalu beranjak untuk keluar kelas.

“Hyak! Itu lebih baik, jadi aku bisa lebih leluasa untuk mendekati Jessica! Apa kau rela?” teriak Chanyeol.

Myungsoo menghentikan langkahnya. Ia sudah sampai didepan pintu kelas. Tangannya mengepal ketika mendengar Chanyeol berkata seperti itu. Ia memejamkan matanya, ingin rasanya memukul kepala Chanyeol yang berniat mendekati Jessica nya itu. Sedetik kemudian ia ingat akan  niatnya untuk menjaga jarak dengan  Jessica.

Myungsoo mengedarkan pandangannya pada Chanyeol, ia sudah mengeluarkan senyum sinisnya pada myungsoo, memang benar selama ini yang menjadi penghalang murid-murid laki-laki untuk mendekati Jessica adalah Myungsoo. Meskipun Myungsoo tidak pernah melakukan apa-apa untuk melarang mereka mendekati Jessica, namun melihat Myungsoo yang selalu bersama Jessica membuat mereka harus berfikir dua kali untuk mendekatinya.

“Terserah!” jawab Myungsoo singkat lalu berlalu dari tempat itu.

Park Chanyeol, pemuda tinggi itu tersenyum penuh kemenangan.

“Hoachhh!! Princess kuuuu!” ucapnya.

“Jangan berlebihan seperti itu, kau tidak akan sendiri saat berita ini mulai menyebar!” sahut Hyoyeon,

Dan pemuda tinggi itu hanya tersenyum singkat dengan Hyoyeon.

“Arayo! Aku akan bersemangat untuk princess ku!” kata Chanyeol bangga namun dibalas dengan sengiran sinis dari Hyoyeon.

________________________________*        *             *__________________________

Bel masuk sudah berbunyi, Myungsoo masih menunggu di luar kelas, matanya tak pernah lepas dari pintu gerbang, meskipun ia sendiri tidak yakin apakah memang Jessica benar-benar belum sampai di sekolahan. Namun ia tetap memandang gerbang itu.

“Myungsoo_ya! Kau tidak masuk ke kelas?” Hyung Songsaengnim sudah ada di belakangnya.

“Ah ne.. saya masih menunggu Sooyeon!”

“emh… Jessica? Sepertinya dia sudah sampai di sekolah!”

“Ah.. Jeongmal? Baiklah Songsaengnim!” Myungsoo mengikuti Songsaengnimnya masuk ke kelas.

Dan benar kata Songsaengnim, Jessica sudah duduk di bangkunya. Ia menghela nafas panjang, ia terlalu hawatir dengan Jessica. Ia takut Jessica ketinggalan bisnya untuk ke sekolah karena menunggunya terlalu lama.

Myungsoo berjalan ke bangkunya, ia masih menatap Jessica yang sibuk mengeluarkan buku bukunya. Sampai akhirnya Jessica menatapnya dan memberikan senyum manisnya untuk Myungsoo.

“Hi  ELL..!” sapa Jessica.

Myungsoo hanya tersenyum membalasnya, lalu ia membuang muka dan duduk di bangkunya. Jessica yang melihatnya hanya merengut.

“Kau naik kereta hari ini?” tanya Jessica sedikit berbisik.

Myungsoo hanya mengangguk menjawabnya.

“emhh…. Baiklah, aku melihatmu berangkat pagi-pagi sekali, jadi aku tidak menunggumu di tempat itu. Hoach… baru kali ini aku berangkat siang!” jelasnya sambil sesekali melirik Hyung Songsaengnim yang sudah memulai pelajarannya.

Myungsoo hanya diam dan tak sedikitpun menoleh ke Jessica, ia hanya menunduk ke arah bukunya namun ia tidak sedang memperhatikan penjelasan Songsengnim, ia mendengarkan cerita Jessica namun ia tidak ingin terlihat memperhatikannya.

dia beruntung hari ini karena tidak menungguku!”  batin Myungsoo. Ia sedikit lega karena Jessica tidak menunggunya di belokan, dan ia tidak terlambat ke sekolah.

Jessica sudah mulai cemberut karena Myungsoo tidak memperhatikannya, ia kembali memperhatikan Hyung Songsaengnim, dan membaca buku pelajarannya.

Myungsoo menatapnya setelah Jessica kembali ke bukunya, ia tersenyum melihat wajah cemberut Jessica. Namun sedetik kemudian ia kembali ke wajah datarnya. Lalu kembali memperhatikan penjelasan Hyung Songsaengnim.

.

.

.

Jessica masih cemberut, Myungsoo benar benar mengacuhkannya hari ini, jika biasanya saat istirahat ia akan menemani Jessica ke perpustakaan atau paling tidak Myungsoo akan mengatakan padanya apa yang ia kerjakan hari ini. Namun kali ini tidak, Myungsoo tidak menemaninya saat istirahat, Myungsoo tidak menyapanya setelah bel pelajaran berakhir, Myungsoo tidak memintanya untuk melihatnya latihan basket. Dan Myungsoo sama sekali tidak mendengarkannya sepanjang di kelas. Hari ini Myungsoo juga menghilang lebih cepat dari biasanya. Mereka tidak pulang bersama seperti biasanya. Dan akibatnya… ia harus berhadapan dengan Chanyeol teman satu kelasnya yang ngotot ingin mengantarnya pulang.

.

.

Hari ini, sama seperti kemarin, Myungsoo lebih memilih untuk pergi ke stasiun pagi sebelum Jessica menunggunya di tempat biasa. Dua kali Myungsoo menghindar untuk tidak berangkat ke sekolah bersama, dua kali pula ia berhasil untuk menghindari Jessica. Ya… sahabatnya itu belum menunggunya di ujung belokan barisan rumahnya.

.

.

.

.

 

Jessica memperhatikan Myungsoo yang sedang bermain basket bersama teman-temannya. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh lapangan, terlihat lebih ramai dari biasanya.

Kenapa lebih banyak murid yeoja dari biasanya?” Gumamnya. Jessica mengangkat bahunya, ia lebih memilih untuk meninggalkan lapangan itu dan tidak melihat Myungsoo latihan seperti biasanya. Ia masih marah karena Myungsoo mengacuhkannya. Ia juga bisa mengacuhkannya.

Jessica memilih untuk ke perpustakaan mengembalikan buku yang ia pinjam 3 hari yang lalu, sebagai gantinya ia meminjam buku tentang mitologi Yunani dan Dewa-dewi Yunani Kuno. Ia tertarik dengan kisah Zeus, Hera dan keturunan keturunannya.

“Kenapa Hera disini terlihat cantik? Berbeda dengan Aphrodite, dia dewi cinta dan kecantikan. Aku lebih menyukai Hera…. Tapi tidak, dia istri Zeus? Ahhhh tidak tidak…lebih baik aku memilih Demeter. Hemhh… ELL pasti lebih memilih Athena untuk ia ceritakan. Dia itu kenapa suka sekali dengan hal yang berbau peperangan.!” Celoteh Jessica. Ia duduk sendiri di atap gedung sekolah , meskipun ia sedikit khawatir dengan kejadian beberapa hari yang lalu tapi ini lebih baik dari pada di perpustakaan yang sedikit penuh hari ini. Ia jadi tidak  bisa tidur.

BUK!

Ia menutup bukunya, ia mengerucutkan bibirnya. Ia merasakan hal aneh pada Myungsoo. Sejenak ia mengingat kata kata Chanyeol saat meminta untuk mengantarkannya pulang

Myungsoo mengijinkan ku untuk mendekatimu… sepertinya dia mulai  melepaskanmu!”

“Apa yang dimaksud melepaskan ku?” gumamnya.

.

.

 

“Kau perlu teman untuk menceritakan tentang Zeus dan Hera? “ Seseorang tiba-tiba muncul dari balik tembok, dan Jessica mengenal suara itu. Suara seorang yang mengaku bernama Young Jae, kakak dari Park Chorong. Gadis yang meninggal itu.

Jessica ingin segera beranjak dari tempatnya, namun sial karena Young Jae terlalu cepat untuk ada di depannya saat ini. Ia mengeluarkan seringaian khasnya yang terbilang cukup tampan, namun menyeramkan bagi Jessica.

“Aku bersedia menjadi pendengar yang baik.!” Young Jae tersenyum. Ia memperhatikan wajah Jessica yang Nampak ketakutan itu.

“Apa aku menakutimu? Wajah tampan ku menakutimu? Tenanglah.. aku hanya ingin melihat luka di pipimu, apa pipimu kembali mulus lagi?” Young Jae menyentuh dagu Jessica, ia melihat dengan seksama pipi Jessica yang beberapa hari lalu di tampar oleh Sunbae-sunbaenya.

“Lepaskan! Aku tidak mengenalmu!”

“hemh… tidak sebelum Myungsoo menemui ku!”

“Dia tidak akan menemuimu!”

“Kau yakin? Aku rasa dewi fortuna berpihak kepadaku. Ah…. Aku lebih tertarik  pada Dewi fortuna ternyata, bukan Zeus, ataupun Athena kesukaan sahabatmu itu!”

“Pergilah dan jangan ganggu kami!”

“Aku tidak mengganggumu, aku hanya ingin merebutmu dari Myungsoo. Aku ingin tahu bagaimana dia saat kehilangan seesorang yang berharga baginya.! Sepertiku..” Young Jae mengecup singkat pipi Jessica.

PLAK!

Jessica memandang tangannya, ia baru saja menampar seorang yang bernama Young Jae ini, dan ia tak sadar mampu melakukannya.

Young Jae menatapnya tajam. “Kau menampar ku nona! Baiklah,,, sepertinya aku harus bertemu langsung dengan Myungsoo!” Young Jae menyeringai, ia masih menatap Jessica dengan tatapan tajamnya, Jessica pun tak kalah tajam menatapnya.

“Jangan menatapku seperti itu Jessica_ssi! Aku jadi semakin bersemangat dengan mu !” Young Jae meninggalkan Jessica yang masih mematung karena kata-katanya.

Jessica mengambil nafas dalam, ia mungkin sudah terbiasa dengan hal seperti ini, tapi ia tidak bisa membayangkan jika Young Jae menyakiti Myungsoo.

.

.

.

Myungsoo menggenggam tangannya kuat, ia melihat seseorang yang mencium pipi Jessica. Bagaimanapun, ia tetap tidak suka jika ada orang lain yang mendekati Jessica. Ingin rasanya untuk memukul orang itu karena berani kurang ajar dengan sahabatnya. Namun ia urungkan, ia hanya seorang sahabat, yang mungkin belum sepenuhnya dipercaya oleh Jessica. Ia juga memutuskan untuk menjaga jarak dengannya.

.

.

.

 

“ELL!” Panggil seseorang dan pasti itu Jessica, siapa lagi yang memanggilnya L selain Jessica.

Myungsoo hanya berhenti dari langkahnya tanpa menoleh ke sumber suara, ia masih meredam emosinya karena apa yang ia lihat tadi.

“Kau mau pulang? Kita pulang bersama?” Jessica merangkul lengan Myungsoo.

“Tidak!” Myungsoo melepas tangan Jessica.

“Wae?”

“Aku ada urusan, Jadi kau pulanglah dulu!”

“Kau kenapa?”

“Aku tidak apa-apa, bukankah banyak yang mengajakmu pulang bersama?”

“hemh… iya beberapa hari ini, Si Tiang itu, si blasteran Kris, si putih Kyuhyun sunbae, si sipit Minhyuk sunbae dan..”

“seseorang yang mencium mu di atap gedung?” Myungsoo tidak bisa menahan emosinya. Ia membuat yeoja didepannya ini sontak terdiam, ia membatu menatap Myungsoo,

“Kau melihatnya?”

“Kau menempati tempat favoritku!”

“Mianhae..”

“Terserah”

“ELL… What happened?”
“Nothing!”

“Come on… tell me please!”

“Have you told me?”

“ELL… Please! What I’m supposed to do?”

“Nothing”

“ELL..”

“I have to go, Bye!” Myungsoo meninggalkan Jessica yang masih mematung, ia terus memandangi punggung sahabatnya itu yang terus berlalu, tak sedikitpun menoleh kearahnya.

Jessica menghela nafas. Ia mengikuti Myungsoo yang terus keluar dari pintu gerbang, ia tahu jika hari ini ia ada pertemuan di club, tapi kenapa Myungsoo tidak ikut kegiatan itu?

Dilihatnya Myungsoo tidak kearah halte, pasti ia kearah stasiun, ia lebih suka naik kereta dari pada bis. Jessica masih terus mengikuti Myungsoo tanpa sepengetahuannya, meskipun beberapa kali Myungsoo mengedarkan pandangannya karena merasa ada seseorang yang mengikutinya, tapi untunglah Myungsoo tidak menemukan Jessica.

Dilihatnya sahabatnya itu yang tidak berhenti di stasiun untuk menunggu keretanya, kakinya tetap melangkah melewati stasiun, namun kini ia menuju tempat yang sebelumnya tidak pernah ia lewati bersama Myungsoo. Ini gedung kosong di dekat stasiun.

Jessica memperlambat langkahnya ketika ia lihat Myungsoo berhenti di gedung kosong seberang gedung kosong lainnya. Myungsoo sedikit bersembunyi, entah apa yang membuatnya bersembunyi. Jessica mengikuti arah pandang Myungsoo, di depannya ada beberapa kelompok namja dengan pakaian yang sedikit urakan. Ia melihat jika sahabatnya itu seperti ingin mendekati mereka namun setelah beberapa lama memperhatikan mereka Myungsoo lebih memilih untuk pergi.

Jessica masih bersembunyi sampai ia melihat Myungsoo benar-benar pergi dari tempat itu, ia sudah melihat Myungsoo kembali kea rah stasiun dan itu sudah cukup baginya.

“Siapa mereka? Mereka bukan seperti musuh Myungsoo!”

Jessica kembali melihat ke gerombolan itu yang sedang bercanda satu sama lain. Ia memperhatikan satu persatu dari mereka. Dan ia berhenti pada satu sosok yang sepertinya ia pernah melihatnya saat ia di tahun pertama sekolah Menengah dulu.

“Dia pernah berbicara dengan L dan dia bilang mereka berteman. Tapi kenapa dia tidak menemui mereka? Apa terjadi sesuatu?” Jessica masih memikirkan ini. Ia ingin menemui mereka dan menanyakan apa yang terjadi dengan Myungsoo.

Jessica menelan salivanya, ia memberanikan diri untuk tidak bersembunyi dan mendekati gerombolan itu. Jika memang mereka teman Myungsoo mereka tidak akan berbuat macam-macam pada Jessica. Itulah yang ada dipikirannya.

Tap

Tap

Tap

Jessica berjalan lambat dan mendekati mereka.

Gerombolan itu menghentikan candaan mereka ketika melihat seseorang yang berjalan kearah mereka.

Sebagian dari mereka tersenyum karena ada seorang yeoja yang berani mendekat. Jessica masih menatap seseorang yang ia yakini pernah melihatnya. Seseorang yang terlihat seperti ketua mereka.

“Anyeong!” sapa Jessica yang kini tepat di depan mereka.

“Nuguya?” tanya salah satu dari mereka.

“Jessica imnida, dan aku_”

“Kau teman gadis Myungsoo?” sahut seseorang, tepatnya seseorang yang Jessica tatap dari tadi.

“Ne_”

“wah..wah.. ada apa ini? Kenapa teman gadis anak tengik itu datang kesini?” timpal seseorang yang berpenampilan seperti  perempuan itu, rambutnya yang pirang dan berponi layaknya perempuan membuat Jessica berfikir bahwa ia benar-benar perempuan sebelum ia menunjukkan suaranya.

“Cukup Ren… jangan bicara macam-macam!”

“Yong Guk,kau bisa memanggilku Yong Guk, Bang Yong Guk!” seseorang yang Jessica anggap ketua mereka itu memperkenalkan diri padanya.

“Jweosonghamnida, karena aku mengganggu kalian, aku hanya ingin bertanya apa hubungan kalian dengan L emh.. maksudku Myungsoo!” tanya Jessica yang sedikit ketakutan.

Yong Guk tersenyum. Ia sudah mengenal Jessica sejak ia menjadi sahabat Myungsoo

“Dia Loser!” jawab Ren

‘hentikan!” ucap Yong Guk. Jessica hanya bisa tersenyum kecil melihat Yong Guk yang mulai mendekatinya.

“Apa yang membuatmu kemari dan menanyakan hal itu nona?” Yong Guk mendekatkan wajahnya, mencoba mensejajarkankan tingginya dengan Jessica dan bisa menatap wajah dingin yang terkesan menutup I rasa takutnya itu.

“Aku hanya ingin tahu, apa_ ka_lian temannya?” tanya Jessica terbata, seakan ragu dengan pertanyaannya.

Yong Guk tersenyum mendengar pertanyaan itu. Ia menatap manik mata Jessica, mendengar pertanyaan itu seakan memutar memorinya beberapa waktu lalu, saat terakhir kali ia bertemu dengan Myungsoo.

“Kami? __ Kami tidak berteman !” Jawab Yong Guk, yang sontak membuat Jessica berfikir bahwa ia telah masuk ke tempat yang salah, mereka bukan teman Myungsoo, kemungkinan besar jika mereka akan menyakitinya atau jika ia bisa segera berlari sekarang kemungkinan itu bisa ia hindari.

“Emh.._” Jessica sedikit mengangkat kaki kirinya ia ingin melangkah mundur dan segera pergi dari tempat itu.

“Apa itu sudah cukup Jessica_ssi? Kau bisa pergi sekarang, jangan ingatkan kami dengannya!” Kata Yong Guk yang menatapnya tajam.

Jessica mendongak dan menatap Yong Guk sekilas

“ baiklah_ aku permisi_ma’af  terlah mengganggu waktu kalian.  terima_kasih!” Jessica sedikit membungkukkan badannya dan sesegera mungkin ia pergi dari tempat itu.

_____________________________________

Myungsoo Side

Myungsoo menatap  segerombol orang di sebrang gedung tempatnya bersembunyi. Ia ingin menemui orang-orang itu. Lebih tepatnya ia ingin menemui teman-temannya dulu. Tapi langkahnya tercekat, ia ragu untuk menemui mereka. Ia tidak yakin mereka akan bersikap baik dengan kehadiranannya. Cukup lama ia memandangi mereka yang sedang bercanda satu sama lain. Ia memandangi Bang Yong Guk yang cukup ia kagumi sebagai Hyungnya. Ia sudah menganggap Yong Guk seperti Hyungnya sendiri. Bang Yong Guk tetap berkarisma sebagai leader baginya. Di sebelahnya si cowok cantik dengan rambut putih berponi yang ia kuncir adalah Ren. Dia tahu jika anak kecil itu pasti sangat emosional jika bertemu dengannya. Disamping Ren  ada Himchan yang juga sudah mengecat rambutnya menjadi putih seperti Ren. Dan satu lagi seseorang yang selalu duduk di samping kanan Yong Guk dengan gaya santainya, dia adalah Jin mungkin dia yang paling dewasa diantara yang lainnya selain Yong Guk.

Myungsoo merindukan kebersamaan itu.

Cukup lama ia berdiri memunggungi mereka. Dalam hati ia berperang mengingat apa yang ia ucapkan dulu pada Yong Guk. Ia benar-benar ingin lepas dari pergaulan liarnya, ia ingin berhenti bertarung untuk mencari siapa yang kuat. Ia ingin berhenti mencelakai orang bahkan bisa membunuh orang saat bertarung dengannya. Ya.. itu semua pernah ia lakukan saat ia masih duduk di sekolah pertama dulu. Saat di tahun pertamakali  ia bertemu Jessica dan sampai akhirnya ia memutuskan untuk tidak lagi bertemu dengan mereka.

_flash back_

“Ma’afkan aku Hyung!” ucap anak itu seraya kepala yang terus menunduk.

“Kau merasa bersalah karena dia meninggal?” tanya anak lain yang ada didepannya.

“Aku tidak ingin bertarung lagi!” kata anak itu, ia masih memakai seragam dengan name tag Kim Myungsoo

“Apa ini karena orang tuamu? Aku tahu orang tuamu bisa membeli semuanya dengan uang mereka, Hoach… sudah kuduga ini akan terjadi, saat kau memutuskan untuk bergabung dan berteman dengan kami, kau berusaha menyembunyikan identitasmu, dan kini terungkap saat kita tertangkap polisi saat itu. Kau takut kau akan diusir? Kami semua bukanlah anak yang punya rumah mewah dan orang tua kaya sepertimu, baiklah kami berhutang budi karena orang tuamu telah menjamin kita semua untuk tidak masuk ke jeruji itu. Tapi kau mengorbankan persahabatan kita?” Jelas anak laki-laki itu, Bang Yong Guk, yang tak lain adalah ketua kelompoknya

“Bukan itu, Aku tidak ingin orang yang berharga bagiku terluka karena ku, Kau benar, sekarang ini aku menjadi penakut. Sejak mengenalnya aku menjadi penakut. Aku hanya tidak ingin dia terancam karena ku! “

“Dia? Jessica?” tanya Yong Guk

“Ya! Dia!, aku sangat takut saat itu. Saat mereka tahu wajah Sooyeon yang sering bersamaku, aku takut, aku benar-benar takut ! Aku tidak ingin menjadi sepertimu yang terus merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Sooyoung Noona! “

Yong Guk menatapnya tajam, baru saja ia mengatakan kata kunci yang membuat seorang Yong Guk bisa saja menjadi Singa yang haus akan mangsa. Ia menatap tajam tatapan Myungsoo padanya.Tatapannya itu membuatnya teringat dengan penyesalannya. Cukup lama Yong Guk tenggelam dengan pikirannya.

“Terserah, itu semua keputusanmu!” Yong Guk menunduk, tak lama kemudian ia kembali menatap Myungsoo tajam.

“Kau membenciku?”

“Mungkin,, tapi mungkin juga tidak. Hoach… aku tidak ingin berbicara banyak kepada Ren, Himchan ataupun Jin. Mereka akan membencimu!”

“Hyung!”

Yong Guk mengedarkan pandangannya pada sosok lain yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan. Ia menatap lama sosok itu. Gadis cantik yang membuat Myungsoo memutuskan untuk tidak lagi menjadi remaja urakan sepertinya. Ya .. Dia yang bernama Jessica Jung. Gadis itu menatap mereka dengan tatapan sendu dan polos. Cukup manis untuk nya.

“Dia menunggumu! Aku akan pergi, dan pastikan jangan muncul di depan kami, mereka pasti akan menghajarmu!” Yong Guk tersenyum sinis lalu menepuk bahu Myungsoo sebelum ia pergi.

Myungsoo menunduk, ia tidak menyangka akan memutuskan ini hanya karena Jessica. Ia hanya tidak ingin Jessica tahu kehidupan kelamnya.

 

Myungsoo tersenyum kecil mengingat kejadian itu, lalu ia memutuskan untuk pergi dari tempat itu.

.

.

.

Myungsoo duduk di bangku stasiun, ia menunggu keretanya datang. Ia harus menunggu kereta selanjutnya, Karena baru saja ia melewatkan keretanya.  Bayangan Jessica saat dicium oleh namja lain masih terlintas di otaknya. Ia tidak memahami kenapa ia semarah itu. Jessica hanya sahabatnya dan ia juga akan melihat Jessica  bersama namja lain nantinya.

“Kau sedang menunggu kereta berikutnya_” tanya seseorang yang tiba-tiba ada disampinnya. Sontak Myungsoo menoleh ke sumber suara itu.

“Myungsoo_ssi!” lanjutnya.

Myungsoo mentapnya dingin, ia seperti pernah melihat orang disampingnya ini.

“Aaa… kau tidak mendengarnya dari Jessica? Aku yang mencium pipinya. Hemh… aku sangat tertarik dengan gadismu itu, dia cantik !” jelasnya tanpa basa-basi.

“Dia bukan gadisku” jawab Myungsoo dingin.

“Kau yakin? Oh… aku hampir lupa memperkenalkan diriku, aku Young Jae! Dan aku yakin kau pernah mendengar namaku. Benarkan Kim Myungsoo?”

Myungsoo  mempertajam tatapannya. Sedangkan Young Jae hanya tersenyum sinis, dapat ia lihat tatapan Young Jae kini berubah menjadi tatapan penuh kemarahan setelah ia memperkenalkan diri. Myungsoo mengerutkan keningnya.
“Mati kau Kim Myungsoo!” Batin Myungsoo. Ya.. ia mengenal nama itu.

Nama yang sempat ia hindari saat ia tahu Park Chorong berusaha mendekatinya. Dia adalah seseorang dari kubu berlawanan dengannya dulu saat ia masih bersama-sama dengan Yong Guk dan teman-temannya.

“Kau mengingat sesuatu? Selama ini kau bersembunyi setelah membuat onar bersama teman-temanmu satu tahun lalu.?”

“Apa Maumu?”

“Menemuimu, dan meminta ijin dari mu untuk mengambil Jessica darimu!” ucapnya yang kembali sukses membuat Jantung Myungsoo serasa ingin meloncat. Ia tidak pernah berfikir jika saat ini Jessica malah lebih terancam dan lagi-lagi karenanya.

“Jangan dekati dia!”

“Owh… aku terlanjur mendekatinya. Kau pasti sudah mendengar dengan kasus bunuh diri adikku, Park Chorong!”

Myungsoo melebarkan tatapanya. Ia tahu tujuan utama Young Jae yang tak lain adalah balas dendam kepadanya.

“Kau Bodoh Kim Myungsoo!” Umpatnya dalam hati, keputusannya benar-benar salah kali ini. Menjauhi Jessica malah membuat Jessica terancam

“Heh… aku hanya ingin memiliki Jessica, SEUTUHNYA. Sebagai ganti kematian adikku yang kau sebabkan.! Aku hanya ingin mengatakan itu.!”
“Jangan mendekatinya ataupun menyentuhnya sedikitpun, Young Jae_ssi!”

“Kita lihat saja nanti! Aku akan membuat kau sama merasakan kehilangan seperti yang aku rasakan dan adikku rasakan Kim Myungsoo!” Young Jae tersenyum sinis.

“Keretamu sudah datang, lebih baik kau pulang segera. Dan pastikan gadismu itu baik-baik saja!” Young Jae melambaikan tangannya pada Myungsoo dan berjalan menjauhi Myungsoo.

Dapat ia lihat bahwa Young Jae tersenyum penuh kemenangan karena telah menemukan titik lemahnya.

Langkah Young Jae memang tepat untuk membuat Myungsoo berfikir menjaga jarak dengan Jessica adalah hal yang tepat sehingga ia bisa dengan mudah mendekati Jessica dan memancing kemarahan Myungsoo untuk datang kepadanya.

___________________________

Myungsoo membanting tubuhnya di tempat tidur. Ia sedang berperang dengan pikirannya saat ini. Ia terus berfikir bahwa Young Jae hanya menggertaknya, dan membuatnya marah. Ia memang mengetahui kasus bunuh diri adiknya Park Chorong. Namun ia tidak pernah menyangka jika Young Jae mempunyai dendam padanya karena adiknya.

Ia menutup matanya perlahan, melepaskan lelah di hatinya yang ia tahan sehari penuh ini. Ia terus meyakin kan diri bahwa Young Jae hanya menggertaknya. Ia tidak akan terpancing dengan Young Jae. Jika ia meladeni Young Jae, ia bisa saja saling menghajar satu sama lain. Tidak dipungkiri bahwa setelah ia memutuskan untuk berhenti bertarung ia terus menahan emosinya untuk tidak menyelesaikan masalahnya dengan bertengkar. Ia memegang janji itu karena ia tidak ingin Jessica melihatnya saat bertarung. Apalagi mengetahui kasus tawuran antar pelajar yang menyebabkan 2 siswa meninggal dunia 1,5  tahun lalu. Kasus kecelakaan yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia dimana ia juga ada di tempat kejadian. Jika saja orang tuanya tidak segera menebus dan membersihkan namanya mungkin ia tidak bisa lagi berteman dengan Jessica sampai sekarang.  Ditambah lagi kisah tragis Park Chorong yang diperkosa dan berujung pada kasus bunuh dirinya.

Sekarang ini disaat ia memutuskan untuk menjauh dari Bang Yong Guk dan teman-temannya. Ia kembali dihadapkan dengan Young Jae yang tak lain adalah rival mereka sejak dulu. Ia sangat sial karena terjebak dengannya lagi. Ia benar-benar menyesal, mungkin saat itu jika ia tidak mengabaikan Park Chorong, Young Jae tidak akan melihat adiknya bunuh diri dan menuntutnya atas hal itu.

Meskipun sejak awal Young Jae tidak akan pernah setuju dengan hubungannya dan Park Chorong setidaknya ia bisa menjaga Chorong saat itu dan ia tidak akan diperkosa. Ia bisa berteman dengan adik rivalnya itu. Dan tetap bersama Jessica.

“Sooyeon_ah! Aku harap kau baik-baik saja!” ia perlahan memejamkan matanya.

___________________________________

Myungsoo menghela nafas panjang saat ia melihat ada gadis cantik yang menunggunya  diujung belokan seperti biasa.

Ia meperlambat langkahnya, ia merutuki dirinya yang bangun terlalu siang hari ini. Ia masih memperhatikan Jessica dengan kegiatan paginya seperti biasanya, menatap langit luas. Tak begitu lama ia memperhatikan kebiasaan sahabatnya itu, ia dikagetkan dengan Jessica yang tiba-tiba berlari kearahnya dan mengapit lengannya.

“Kau tidak bisa lari hari ini. Meskipun aku masih marah dengan mu karena mengacuhkan ku beberapa hari ini tapi aku berhasil menunggumu disini lagi! KKaja kita berangkat bersama! “ Ucap Jessica dengan nada riangnya.

Myungsoo menghentikan langkahnya yang sontak membuat Jessica juga berhenti dari langkahnya.

“Bisakah kita tidak selalu terlihat bersama lagi? “ ucap Myungsoo dan sukses membuat Jessica melepaskan genggamannya pada lengan Myungsoo.

Jessica menunduk, ia tahu kesalahannya selama ini. Ia sangat tahu Myungsoo ingin selalu membantu dan melindunginya, mungkin Myungsoo masih marah karena ia tidak pernah mau bercerita tentang keadaan keluarganya dan siapa yang memukulnya waktu itu. tapi apakah Myungsoo harus sampai mengatakan ini?

“Kau masih marah padaku?”

“Aniy..!”

“Lalu?”

“Aku ingin sendiri..” Myungsoo menatap Jessica dingin. Ia tidak bisa melakukan ini dalam waktu yang lama, menatap mata Jessica yang selalu membuatnya hangat, membuatnya ingin lebih dekat dengannya.

“Aku akan naik kereta, kau bisa naik bis. Jangan mengikutiku!” Myungsoo meninggalkan Jessica yang terdiam karena perubahan sikap sahabatnya itu.

“hemh.. bahkan kau juga mengacuhkan ku KIM MYUNGSOO!” lirih Jessica. Matanya masih memandangi punggung Myungsoo yang semakin jauh dari jarak pandangnya.

Ia menuruti permintaan Myungsoo untuk tidak terlihat bersama lagi dengannya. Ia bisa menjaga jaraknya pada Myungsoo. Itu yang mYungsoo inginkan. Ia pernah memikirkan ini sebelumnya. Saat ia merasa kedekatannya dengan Myungsoo membuatnya tak bisa jauh dengan namja itu. Namja itu selalu tahu apa yang ia mau meskipun tak jarang mereka berdebat karena perbedaan pendapat. Namja itu selalu membuatnya lebih nyaman dan aman saat ia ingin melupakan masalahnya dengan eommanya.

Namja itu yang selalu membuatnya merasa aman namun sekarang ia menghindarinya karena ia merasa karenanya lah Jessica selalu mendapat masalah.

“Baiklah aku bisa melakukan itu.” Jessica tersenyum tipis. Ia juga memutuskan untuk bersikap biasa pada Myungsoo seperti ia bersikap pada teman-temannya yang lain. Ini suatu pembelajaran untuknya dapat beradaptasi lagi dengan teman-temannya selain Myungsoo.

 

TBC..

Hoacchhh….

Sedikit penjelasan untuk More than.. ini dan ini juga masih alur flashback mereka.

Kenapa didalam tiap chapter ada beberapa part?

Anggap saja ini seperti sequel dari kisah perjalanan persahabatan Myungsoo dan Jessica. Jadi cast utama hanya ada Jessica dan Myungsoo, untuk other cast akan berganti sesuai dengan Partnya

Dan mungkin dari sudut pandang kalian Myungsoo menyukai Jessica?

Hahahaha hemh… sulit untuk mengatakan perasaan yang kompleks itu, yang jelas Myungsoo sangat menyayangi Jessica dan dia tidak akan mudah untuk kehilangan Jessica. Untuk ungkapan perasaan Myungsoo pada Jessica akan lebih jelas di part –part selanjutnya.

But enjoy it readers….

27 thoughts on “[Freelance] MORE THAN…(Chapter 3)

  1. Yongjae ngedeketin sica biar el sakit ati , dan ternyata masa lalu el kelam(?).
    Ga sabar sam part selanjutnya, maul liat(?) sica belajar bersikap biasa ke el.. Kira” el bakalan gimana klo sica deket sama namja lain..

  2. comment apa ya? #bingung..
    semua comment para reader udah mewakilin semua yg di benakku..
    pokoknya ff ini bagus dan aku suka..harus dilanjut!!

  3. Wooowwww ! Thor, aku kagum sama ffmu ini ! Ini teenager story yang antimainstream dan kereeeen ! Keep writing😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s