Blood Message [Chapter 2]

bm

Blood Message

by Park Soojin

Jessica—Sooyoung—Chanyeol—Tiffany

Supranatural, Angst, Horror, Romance | PG-13

poster by pearlshafirablue

previous: Teaser | Chapter 1

a.n: maaf chapter ini pendek dan gaje. dan selanjutnya maaf juga kalau lanjutannya lama (mohon dimaklumi karena aku sudah tahun akhir di SMP :$). seperti biasa, RCL yaa~

@@@

Yeoja berambut cokelat yang sedang asik bergurau dengan teman-temannya itu kembali diganggu oleh namja jangkung yang langganan mengganggunya. Terkadang Jessica bingung, apasih untungnya Chanyeol mengganggunya? Dan juga, apa Tiffany tidak risih melihat kekasihnya mengganggu orang lain? Jessica mendengus kesal.

“Yah, Jung. Sudahlah, jangan selalu bergaul dengan yeoja saja. Bisa bisa kau jadi lesbi.” Celetuk Chanyeol. Rasanya Jessica ingin meng-non aktifkan pendengarannya setiap Chanyeol mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak penting.

whatever.” Tanggap Jessica.

“Wah, wah, kenapa sombong sekali uh? Bangga sudah menyaingiku di ulangan harian yang tidak ada apa-apanya itu?” Kata Chanyeol sambil mendramatisir ekspresinya, mengundang tawa seisi kelas termasuk Tiffany.

“Sudah kubilang, kata-katamu tempo hari lalu kuanggap sebagai tantangan. Dan aku menjalankannya dengan baik, ‘kan?” Jawab Jessica asal. Dia sedang malas menanggapi Chanyeol saat ini.

“Kau pikir aku tidak bisa? Tinggal rajin masuk sekolah saja, aku bisa mendapat nilai sempurna, bahkan tanpa belajar.” Chanyeol duduk di meja Jessica, membuat teman-teman Jessica yang tadi menonton di situ menyingkir.

Jessica tertawa mengejek, “Itulah letak kesalahanmu, Park-Dobi-nim. Kau hanya bersekolah sebagai rutinitas, tidak penuh dengan kesadaran.”

Chanyeol memiringkan kepalanya. Tidak mengerti dengan apa yang barusan dikatakan Jessica.

“Pergilah. Tiffany menunggumu.” Jessica menunjuk Tiffany menggunakan dagunya. Chanyeol melihat ke arah yeojachingunya itu. Jelas-jelas, Tiffany sedang mengobrol dengan teman-temannya.

.

.

Jessica yang tengah serius membuat rangkuman dibuat terkejut oleh tulisan darah yang muncul tiba-tiba di jendela kelasnya.

‘Kau akan ikut olimpiade yang dibicarakan Tiffany semalam?’

Jessica hanya mengedikkan bahunya sebagai jawaban, kemudian melanjutkan kembali kegiatan menulisnya.

‘kurasa, lebih baik tidak. Aku merencanakan sesuatu.’

“Entahlah, biar kupikirkan lagi nanti.” Gumam Jessica, tapi ternyata masih bisa di dengar oleh gurunya.

Ne, Jessica-ssi?” Tanya Gurunya.

“Ah, eobseoyo seonsangnim.” Jawab Jessica sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

 

@@@
dua minggu kemudian.

 

Chanyeol memandangi papan tulis sambil senyum-senyum mengingat saat dia dan Tiffany kabur dari asrama dua minggu yang lalu. Itu adalah kencan pertama mereka yang benar-benar memuaskan. Biasanya mereka hanya berdua sambil mengobrol di taman belakang. Tapi dua minggu lalu sangat menyenangkan, mereka bermain dan bergembira seperti pasangan yang baru resmi berpacaran. Kejadian itu sudah berlangsung dua minggu lalu tetapi dia masih mengingatnya. Sementara Tiffany tidak masuk sekolah karena mengikuti olimpiade sains yang dibicarakannya waktu itu.

Lamunannya akan kejadian dua minggu lalu terganggu karena tiba-tiba muncul tulisan berwarna merah di papan tulis yang sedari tadi dipandanginya. Tidak mungkin gurunya, pria tua berwajah sangar itu sedang menggunakan kapur warna putih.

‘Annyeong, Channie.’ Tulisan itulah yang muncul di papan tulis. Chanyeol hanya mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti.

“Park Chanyeol, maju dan kerjakan soal nomor 11.” Perintah Cha seonsangnim mengagetkannya, tapi Chanyeol dengan sigap langsung maju dan mengerjakan soal itu.

 

@@@

 

‘Bolehkah aku meminjam tubuhmu?’ tulisan merah yang tiba-tiba muncul di tembok depan kelasnya itu membuat Jessica yang baru selesai makan siang terkejut.

Ne, gwaenchanna. Sepertinya setelah ini jam kosong karena guru-guru rapat.” Jawab Jessica dengan suara sangat pelan, supaya teman-temannya tidak mendengarnya.

‘bersiaplah.’

Beberapa detik kemudian, arwah Sooyong pun sudah merasuki tubuh Jessica, dan warna irisnya berubah menjadi hitam.

.

.

Jessica menghampiri Chanyeol yang sedang menopang kepalanya yang terasa pusing. Setaunya, akhir-akhir ini Chanyeol disibukkan oleh kegiatan ekskul yang membuat waktu istirahatnya berkurang. Dia yakin bahwa Chanyeol sedang kelelahan.

“Waeyo Channie? Kau terlihat kelelahan sekali.” Tanya Jessica. Tentu saja itu mengundang perhatian seisi kelas, karena biasanya kedua orang itu selalu berdebat konyol.

Chanyeol hanya menatapnya kesal, kemudian melanjutkan memijit keningnya yang tersa pusing.

“Tunggu sebentar.” Jessica bergegas ke bangkunya, kemudian kembali ke bangku Chanyeol sambil membawa sebotol air mineral. “Minumlah. Kurasa ini akan membuatmu lebih baik.”

Chanyeol hanya menurutinya. Jessica benar, minum air mineral membuatnya sedikit lebih nyaman. Ketika Jessica hendak kembali ke bangkunya, Chanyeol menahan lengannya.

“Nanti jangan langsung ke asrama. Aku tunggu di depan laboratorium.”

.

.

Sambil bersandar di pintu laboratorium, Chanyeol menatap Jessica yang sedang berjalan buru-buru ke arahnya. Dia memperhatikan yeoja itu dari atas sampai ke bawah. Dia merasakan ada yang aneh.

“Maaf membuatmu menunggu, aku habis berdiskusi sebentar.” Ujar Jessica.

Bukannya menjawab Jessica, Chanyeol langsung membuka pintu laboratorium dan masuk. Jessica yang penasaran akhirnya ikut masuk juga.

Chanyeol mengangkat elktroskop sederhana sambil tersenyum. Jarang Chanyeol tersenyum seteduh itu. Jessica yang sudah berada di sampingnya ikut memperhatikan benda yang hampir mirip botol itu.

“Elektroskop ini adalah benda penting untukku. Karena elektroskop sederhana ini, aku bisa diterima di sekolah ini.” Chanyeol memutar benda itu. “Bukan hanya itu, aku membuat benda ini bersama Choi Sooyoung.”

Napas Jessica tercekat mendengarnya. Dia ingat, sangat ingat malah.

Chanyeol menatap iris hitam yang bukan milik Jessica itu.

“Aku tau, dan jangan membuatku menyukaimu.”

 

@@@

 

‘Aku tidak mengerti apa maksud kata-kata Chanyeol tadi.’

Sudah beberapa menit berlalu, Jessica hanya memandangi darah di cerminnya itu tanpa membalasnya.

Jessica juga bingung. Dia takut salah mengartikan kalimat Chanyeol di laboratorium tadi.

“Aku tau, dan jangan membuatku menyukaimu.”

Lagi-lagi, kalimat itu terngiang di telinganya. Apa maksudnya, Chanyeol jatuh cinta lagi dengan Sooyoung yang sudah meninggal?

“Argh, molla!” Jessica mengerang frustasi.

.

.

.

Mata Chanyeol terfokus pada buku pelajaran dihadapannya, namun dalam pikirannya malah Jessica. Dia merasa aneh, sangat konyol jika dia menyukai Jessica secara tiba-tiba tanpa ada alasan yang jelas. Dia merasa akhir-akhir ini Jessica mirip dengan yeoja bernama Choi Sooyoung, yang notabenenya merupakan mantannya yang masih dicintainya.

Dia melirik HP-nya yang bergetar, ada sms masuk. Dia segera meng-unlocknya dan membuka pesan tersebut.

From: Tiffany

Aku masuk semi final ^^
jadinya aku tidak pulang kan, padahal aku merindukanmu-_-
tapi tidak apa-apa, ini kesempatanku untuk membanggakan kedua orang tuaku. Doakan aku ya, saranghae!

Chanyeol tersenyum simpul membaca isi pesan dari Tiffany itu.

 

@@@

 

Pemandangan aneh yang kedua kalinya terjadi di kelas. Dua orang jenius di kelas mereka saling melirik dengan tatapan tajam. Siapa lagi kalau bukan Jessica dan Chanyeol.

Kelas yang biasanya gaduh karena aksi Chanyeol mengganggu Jessica, kali ini hening mengikuti kedua orang itu yang juga hening. Seperti kedua orang itu adalah pengendali keadaan kelas.

Jessica mengalihkan pandangannya ke jendela sambil menghembuskan napas panjang, diikuti hembusan nafas lega seisi kelas—kecuali Chanyeol. Namja itu masih menatap Jessica sambil bergumam tidak jelas.

Chanyeol mulai membuka mulutnya, “Apa yang kau sembunyikan, Jung?”

Jessica tidak merespon apapun, dia malah berdiri dan menggandeng Taeyeon yang duduk di sebelahnya. “Taeyeon-ah, kajja kita ke perpustakaan.”

.

.

“Sica-ya..”

Ne?”

“Umm, apa kau dengan Chanyeol sudah berdamai?” Tanya Taeyeon ragu-ragu. Jessica terkekeh pelan mendengarnya,

“Kami bahkan tidak pernah bertengkar. Aku juga bingung kenapa hubungan kami jadi aneh begini.” Jessica menatap Taeyeon tepat di manik matanya.

Taeyeon terkesiap melihat warna iris mata Jessica yang tiba-tiba berubah. Iris yang awalnya hitam itu kini menjadi warna kecokelatan ketika menatapnya. Tapi, warna asli iris mata Jessica kan memang cokelat? Aish, molla, batin Taeyeon.

“Ah arraseo…”

Hening.

“Taeyeon-ah..”

Ne?”

“Kau ingat Choi Sooyoung?”

Mendengar nama itu disebut oleh Jessica, Taeyeon langsung menatap Jessica dengan mata melebar.

Ne, aku masih ingat. Kalau tidak salah, dia yang meninggal tertabrak truk minyak itu kan? Yeoja yang bunuh diri empat bulan lalu?”

Taeyeon terlihat antusias dengan topic ini. Jessica memiringkan kepalanya sambil membalik halaman buku yang dipegangnya.

Majayo. Tapi kalau diurut kronologisnya, kematiannya berhubungan dengan bintang kelas kita, loh.”

Jinjjayo? Nuguji?

Jessica menatap Taeyeon jahil, “Kamu ingin tau sekali ya?”

Ya! Jangan membuatku penasaran, Jung!” Ujar Taeyeon dengan suara tertahan.

 

@@@
1 week later-Tiffany’s side

 

“Ini yang kau sebut nilai? Ini yang kau sebut hasil kerja keras? Ini yang kau sebut membanggakan orang tua?” Ayah Tiffany berkata sinis. Harapannya supaya Tiffany memenangkan olimpiade itu musnah. Tiffany kalah telak di perolehan poin praktek. Bahkan ayahnya berani memarahinya di ruang kerjanya.

Tiffany hanya menunduk, dia tidak berani menatap ayahnya.

Jwiseonghamnida, appa. Aku sudah berusaha semampuku. Aku belajar sangat keras sebelum mengikutinya.”

“Tapi hasilmu tetap saja memalukan. Kau berani muncul lagi di sekolah, dan ketika ditanya oleh temanmu berapa perolehan poinmu, dan kau jawab 37? Pikirkan itu, Tiff!” nada bicara ayahnya mulai meninggi, dan membuat pandangan mata Tiffany semakin ke bawah.

Ayahnya bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan ruangan itu dengan langkah lebar-lebar. Tiffany pun meloloskan air matanya. Dia sudah cukup tertekan.

.

.

Yeoja blasteran itu menangis sepuasnya di dalam pelukan Chanyeol—namjachingunya. Dia tertekan karena terus dituntut menjadi yang terbaik oleh orangtuanya. Katanya orang tua adalah yang paling mengerti tentang anaknya. Tapi buktinya, kenapa kedua orang tua Tiffany tidak dapat mengerti seberapa usaha dan kemampuan Tiffany? Malam itu Tiffany menceritakan perasaannya kepada Chanyeol, dan namja jangkung itu terus memeluknya dan menghiburnya. Bahkan dalam keadaan seperti ini, Chanyeol lebih mengerti perasaannya dibanding dengan kedua orang tuanya.

Setelah tangisnya reda, Tiffany hanya diam dan menyandarkan kepalanya di pundak Chanyeol dan Chanyeol mengusap lembut kepalanya.

“Tiff,”

Ne?”

“Bagaimana kalau misalkan aku menyukai orang lain?” pertanyaan yang dilontarkan Chanyeol sukses membuat yeoja ber-eyesmile itu mengerucutkan bibirnya sebal.

“Kau menanyakannya di saat yang tidak tepat.”

“Maafkan aku, tapi aku serius.”

Tiffany mengangkat kepalanya dan beralih menatap Chanyeol. Pandangan namja jangkung itu menerawang. Sama sekali tidak menunjukkan kalau dia sedang bercanda.

“Hhhh.. yah, itu hakmu.” Tiffany menghela napas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya, “Kau tau, hubungan kita awalnya memang dari hubungan terlarang. Kau bahkan menyakiti Sooyoung untuk bisa bersamaku. Dan disaat seperti ini yang seharusnya kau memperbaiki moodku, kau malah bilang kalau menyukai orang lain.”

“Aku menyayangimu—”

“Ya,” Potong Tiffany cepat. “ Kau menyayangiku, kau menyukai orang itu, dan kau mencintai Sooyoung.”

Kini Chanyeol yang beralih menatap Tiffany. “Apa urusannya dengan Sooyoung?”

Tiffany hanya menunduk sambil memainkan kukunya, “molla.

 

TBC

58 thoughts on “Blood Message [Chapter 2]

  1. wah wah yeol oppa mulai suka sama sica eon.yeol oppa jahil mengganggu terus. yeol oppa bicara apa tadi?apa itu mmperingatkan sica eon agar gak mirip soo spya gak buat yeol oppa lma2 mncintainya??next chap KEEP WRITING thor!!

  2. alah chanyeol suka sama jessica? apa itu gara gara jessica mirip soo? tapi nanti soo jadi marah dong gr gr chanyeol suka sama jessica? tapi gatau kenapa aku kasian sama tiffany jngn sakiti tiffany/???/

  3. klo chanyeol suka sma jessica, berarti chanyeol sukanya sma sooyoung’a dong? tapi klo sooyoung’a gaada di diri jessica, chanyeol’a tetep suka ga tuh yah? ayoo lanjut thor🙂 penasaran nih😀

  4. chanyeol tu koq hobi gonta-ganti cwe sih >_< hadeehh.. -_- chanyeol itu suka sma jessica ap soo yg ad d dlam tubuh jessica siih? tapi tiffany koq kya ny cuek banget sma chanyeol,,chanyeol deket2 sma cwe laen dia ny malah woles2 aj.. xD dlanjut niih,,biar ga penasaran ^o^

  5. duh itu nanti kalo chanyeol suka beneran ama jessi terus sooyoungnya ngamuk gimana .__.

    penasaran knp chanyeol bs ama tiffany kalo dia masih syg ama sooyoung

    lanjutannya ditunggu yapppp^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s