[Freelance] (My Husband My Destiny) (Chapter 1)

Kim Dong Soo Present

+

+

+

>>My Husband My Destiny<<

-Jessica Jung   -Xi Luhan

-Jung Eunji

Romance~♥

                                                                                                 PG 15+

Chaptered

“Cinta Seharusnya Sesederhana Pikiran Anak Kecil, Hanya Perkaya ‘Aku Sayang Kamu’ “

“Cinta Dapat Merayap Di Tempat Air Tidak Bisa Mengalir”

“Dan Cinta Itu Memang Zat Beracun Yang Paling Mematikan, Bisa Membuat Seseorang Gila Hanya Dengan Sekali Kedipan”

Note :Story belongs only to me. Players belong to God and himself. I hope no reader and dark siders .because it will make my mood continued to be bad fanfiction.thanks for reading my fanfiction. I hope are satisfiend with it all :*

***

Tidak pernah terfikir oleh keduanya mereka akan menikah. Hari itu, mereka hanya minum bersama sampai akhirnya mereka menemukan diri mereka di sebuah kamar hotel mewah. Terkejut! Sangat terkejut saat bangun dan melihat orang yang tidak kita kenal tidur disamping kita, tampa busana. Tapi tidak lebih terkejut saat mereka tahu jika keluarga mereka mengetahui insiden ini.dan yang lebih parah lagi, kedua kaka mereka adalah teman dekat.

Tanpa bisa ditolak,  mereka mengiyakan pernikahan ‘dadakan’ ini.  akhirnya selang beberapa mingu, mereka menikah. Pernikahan yang sangat mewah  dan sangat jauh dibandingkan pernikahan dadakan lainya. Bahkan mereka curiga pada keluarga mereka yang Nampak sudah mempersiapkan ini semua , dan tidak  nampak terkejut saat  mengetahui insiden itu,bahkan terlihat sangat bahagia.

Dan sekarang tanpa salingmengenal , mereka harus menghadapi kehidupan rumah tangga mereka.

Hari ini, hari pertama mereka untuk pindah ke rumah yang di berikan oleh ayah mertua sang suami. Tidak terlalu besar, tapi cukup untuk mereka berdua. Rumah itu sangat unik dengan semua yang serba modern, dan jangan lupa dengan tempatnya yang sangat trategis , yang terletak di salah satu perumahan elit gangmam.

Sang suami sibuk mengotong barang barang dari bagasi mobil, berbeda dengan sang istri yang memilih duduk sambil memainkan ponsel super canggih miliknya.

Nampaknya sang suami mulai kesal dengan tinggkah istrinya yang seakan tidak peduli dengan apa yang sedang ia kerjakan, hanya sibuk dengan dunianya sendiri.

“Yak! Jessica Jung! Kemari dan bantu aku!” perintah sang suami kepada istrinya

Sang istri ‘Jessica’ hanya melirik suaminya dengan pandangan tidak minat kemudian kembali menatap ponselnya .

Sang suami mengeretakan giginya melihat tinggah istrinya kemudian berjalan menghampiri istrinya. Setelah sampai di depan istrinya, sang istri masih saja terus menatap ponselnya tanpa melirik sedikitpun. Karena kesal, sang suami segara merebut ponsel milik istrinya itu.

Sang istri menjerit saat tiba tiba ponselnya diambil oleh suaminya, ia menatap suaminya dengan tatapan horror. Kemudian berkata

“Luhan! Kembalikan ponselku!” seru  sang istri.

Suami yang baru saja di sebut namanya itu langsung menggeleng gelengkan kepalanya, kemudian menunjuk barang barang yang menumpuk dilantai.

“bereskan itu dulu, nanti akan ku kembalikan” ucap sang suami sambil menatap istrinya .

Sang istri mendesah kasar sambil mencoba mengambil ponselnya dari tanggan suaminya, tapi sial. Tinggi suaminya terlalu jauh jika dibandingkan denganya, mungkin ia harus mengunakan sebuah tangga untuk mengambil ponselnya yang kini di ada di tangan suaminya.

Akhirnya, dengan sangat terpaksa, ia membereskan barang barang itu. Membuat sang suami tersenyum penuh kemenangan.

***

“Ah… akhirnya sesai juga”  ucap Jessica lega sambil meregangkan otot ototnya.

Luhan yang tadi sibuk membaca buku, sedikit mengintip dari buku yang iabaca saat mendengar  suara istrinya. kemudian tersenyum kecil melihatnya.

Jessica duduk di sebelah luhan, tepatnya di salah satu sofa yang sedang luhan duduki. Baru saja jessica menempatkan bokongnya di sofa itu, ia langsung kembali meregangkan ototnya sambil menguap kecil.

“kau sudah selesai ya?” tanya luhan sambil menutup buku yang  ia baca, kemudian membuka kaca matabaca yang ia pakai.

“tentu saja, kau lihat sendiri bukan” jawab  jesssica ketus.

Mendengarnya, luhan mengganguk kecil.

“Ahh. ..kalau begitu, cepat buatkan aku ramen!” ucap luhan santai.

Jessica menatap luhan dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Heh! Kau kira aku ini pembantu apa? Seenaknya  kau menyuruhku ,memangnya kau siapaku hah?” bentak Jessica.

Luhan tersenyum kecil melihat ekpresi istrinya itu, kemudan mencubit pipi Jessica gemas.

“aku ini suamimu, dan tugas istri adalah melayani suaminya!Cepat buatkan aku ramen!” jawab luhan enteng sambil meninggalkan Jessica, masuk ke dalam kamar mereka.

Wajah Jessica memanas, menahan marah.  Ia berteriak kesal sambil mengapalkan tangganya .membuat siapapun orang yang ada disanaharus menutup telingganya rapat rapat.

“JAGA SUARAMU MRS.XI , INI SUDAH MALAM! KAU TIDAK MAU DI SANGKA SEDANG ‘BERMAIN’ DENGANKU KAN!” teriak luhan dari arah kamar.

Wajah Jessica kembali memerah , tapi kali ini berbedaa, wajahnya memerah karena menahan malu.

***

Singkat cerita,hari ini genap 2 minggu  mereka tinggal di rumah ini. dengan segala fasilitas yang ada mereka bahu membahu mengerjakan perkerjaan rumah. Tapi hari ini terasa berbeda, membuat Jessica mematung hanya untuk memikirkanya.

Hari ini luhan mulai kembali bekerja.

Itulah 1 hal yang ia pikirkan sedari tadi, bukan karena takut kesepian tapi karena ia tidak sanggup mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri tanpa suaminya itu.  Biasanya luhan lah yang mencuci baju, mengepel, dan membereskan kasur, walaupun ia sadar jika luhan bena benar tidak pandai melakukan semua itu bahkan tergolong amatir, setidaknya luhan bisa membantu pekerjaanya .tapi sekarang? Luhan harus bekerja kembali setelah 1 bulan cuti dari pekerjaanya sebagai seorang dokter.

Dengan langkah gontai, Jessica berjalan kearah dapur .pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah tumpukan piring piring kotor di dalam wastafel.  Ia mendesah kesal melihatnya kemudian mulai berjalan mendekat kearah piring piring kotor itu.

“Aishh..menyebalkan!” desisnya kesal  saat tiba tiba keran yang ia putar memuncratkan air yang banyak sampai menyemprot kewajahnya

***

Jessica  mendesah lega saat melihat semua pekerjaanya kini sudah selesai, ia memutuskan untuk bersantai  di tempat favoritnya , jika tempat favorit luhan adalah balkon kamar, tempat favorit Jessica adalah sofa di depan tv ruang tengah .

Ia buru buru melangkahkan kakinya  kearah ruang tenggah, kemudian  menjatuhkan dirinya di sofa kesayanganya itu. Setelah beberapa menit bersantai, ia mengodok sakunya mencari ponsel super canggih miliknya. Ia sedikit  mengerutkan keningnya melihat beberapa pesan dan panggilan dari luhan. Perlahan ia mulai membacanya satu persatu.

From : Luhan^^

‘sica.. kau baik baik saja? Apakau bisa mengerjakan semua sendirian? Apa aku harus menyuruh maid dirumahku untuk membantumu?sica sayang.. aku minta maaf tidak bisa membantumu kali ini. aku berjanji akan segara pulang . sarangheyo~ :* ‘

Jessica tersenyum membacanya..

‘Oo..menghawatirkanku rupanya’ batinya senang

Ia kembali mengeser layar ponselnya, untuk membaca pesan selanjutnya. Setiap ia menbaca satu persatu pesan dari luhan, ia hanya terkikik geli  sambilsesekali tersenyum , luhan begitu menghawatirkanya. Padahal ini memang sudah seharusnya, semua pekerjaan ini memang tugas Jessica sebagai seorang istri bukan? .tapi inilah xi luhan suaminya, selalu menghawatirkanya seolah- olah dia adalah seorang anak kecil yang masih harus dilindungi. Dan seperti istri istri lainya, Jessica menyukai sikap luhan terhadapnya.Ia rasa ia mulai menyukai namja itu.

Bicara soal luhan, Jessica benar benar beruntung bisa memiliki suami seperti dia, walau usia pernikahan mereka pun belum menginjak 1 bulan tapi entah kenapa ia sangat yakin jika luhan mencintainya, dari cara luhan memandangnya,memperlakukanya .itu semua cukup membuktikan jika luhan mencintainya. Entah memang karena luhan yang manis atau Jessica yang terlalu gampang jatuh cinta tapi ia sangat menyukai namja itu. Bagaimana tidak, luhan selalu membuatnya terbang keawang -awang setiap kali mereka bersama. Luhan terlalu sempurna , jauh dari bayangannya selama ini terhadap suaminya itu.   Walau ia mengaku kadang kadang  luhan itu bisa membuatnya frustasi dengan tingkah kekanakanya itu . Ahh..sepertinya ia benar benar telah terperangkap dalam pesona Xi luhan.

 

***

Luhan menbuka pintu rumah mereka dengan hati hati, ia tidak ingin Jessica tahu bahwa ia pulang selarut ini. jika saja tadi tidak ada operasi tambahan ia mungkin sudah ada disini sejak beberapa jam yang lalu.  Kesal, luhan sangat kesal dengan dirinya sendiri yang berani menjajikan kepada Jessica jika ia akan segera pulang tanpa melihat jadwalnya hari ini. ia yakin Jessica akan sangat marah dan kecewa padanya, buktinya Jessica tidak membalas pesan atau menelfonya seharian ini.

“Kau sudah pulang?” suara lembut seseorang membuat luhan tercekat, ia menatap ke arah suara. Dan syukurlah..itu Jessica. Ia sedikit tersenyum kikuk sambil mengampiri istrinya itu, jujur ia amat merasa bersalah pada Jessica. Andai saja ia tidak berjanji yang aneh aneh tadi  batinya .

Tapi, seolah tidak terjadi apa apa , Jessica melah tersenyum sambil menatap luhan. Luhan mengacak acak rambut jesssica pelan.

“ kenapa belum tidur?” tanya nya

Jessicatersenyum sambil menggeleng pelan.

“ Aku harus menunggu suamiku” jawabnya polos.

Demi tuhan, rasanya luhan ingin mencium Jessica sekarang juga . Jessica bahkan tidak marah pada luhan akan janji palsunya tersebut dan rela menunggunya selarut ini, sepertinya ia harus mengecek lagi. Ia menikah dengan seorang manusia atau malaikat?

“maafkan aku, aku pulang terlambat” ucap luhan sendu sambil menundukan kepalanya.

Jessica tersenyum sambil menggangkat dagu luhan dengan salah satu tanganya, membuat mereka saling bertatapan sekarang.

“Tak apa, pekerjaanmu pasti sangat banyak .karena kau mengambil cuti terlalu lama. Harusnya aku yang minta maaf, aku tidak bisa lebih mandiri dalam kewajibanku sendiri” ucap Jessica.

Luhan tersenyum , kemudian menarik Jessica kedalam pelukanya.

“tidak.. kau sudah melakukan yang terbaik” ucapnya sambil mencium puncak kepala Jessica, Jessica yang mendengarnya semakin m,menengelamkan wajahnya di dada bidang luhan.

“terimaka kasih , kau yang terbaik” ucap Jessica

“kau yang terbaik dari yang terbaik Mrs . Xi “ jawab luhan.

Pipi Jessica memanas mendengar ucapan luhan, seperti yang dia bilang. Luhan memang pandai membuatnya terbang ke awang awang saat mereka bersama .Jessica memakin mengeratkan pelukanya pada luhan. Membuat luhan melakukan hal yang sama .

Setelah beberapa menit dengan posisi itu, Jessica mulai melepaskan pelukanya kemudian menatap luhan senang.

“Luhan, apa kau belum makan?” tanya Jessica

Luhan mengganguk.

“sudah kuduga, ayo ikut aku, aku membuatkan sup untukmu” ucap Jessica sambil menarik- narik luhan.

Luhan mengerutkan keningnya pelan, kemudian berhenti dari langkahnya, membuat Jessica menoleh heran.

“jadi kau bisa memasak?” tanya luhan

Sukses membuatnya mendapat tatapan tajam adalan Jessica.

***

“ini enak” komentar luhan , sambil kembali memasukan sesendok sup buatan Jessica ke mulutnya.

Jessica memutar  bola matanya  mendengar ucapan suaminya tersebut, padahal baru saja suaminya itu meragukan kemampuian masaknya, dan sekarang memujii masakanya.

“tentu saja, itu buatan istri seseorang yang meragukan masakan istrinya” seru Jessica menyindir luhan.

Luhan berhenti dari makanya, kemudian menatap Jessica.

“maaf, aku hanya belum tahu kau bisa maksa, bukan meragukanmu” ucapnya

“karena kau tidak pernah bertanya”

Jessica membuang mukanya saat luhan menatapnya, pura pura marah.

Luhan berdiri dari duduknya kemudian menghampiri Jessica ia memeluk Jessica dari belakang.,.membuat kedua pipi Jessica lagi lagi memerah.

Dan tidak lebih memerah saat luhan mencium leher belakangnya.

Kakinya bergetar merasakan deruan nafas luhan dilehernya,tapi sesaat kemudian luhan menarik lehernya menjauh. Membuat rasa tidak rela yang amat besar dalam diri Jessica.

“aku tidak akan meragukanmu lagi dan aku akan sering bertanya ” gumam luhan lembut, membuat bulu kuduk Jessica berdiri seketika.

***

[Sica.. bisakah kau mengantarkan dokumen yang ada di meja kerjaku, itu sangat penting. Semua data data pasien ada disitu. Aku harus buru buru mengeceknyasekarang ]mohon luhan dari ujung telfon.

Jessica mendesah kasar mendengarnya, baru saja ia selesai dengan pekerjaan rumahnya. Dan sekarang ia harus mengantarkan dokumen  milikluhan ke rumah sakit tempat luhan bekerja.

Tapi.bagaimana lagi, jika ia tidak mengantarkanya luhan pasti akan sangat kecewa juga marah. Yasudahlah, itung itung jalan jalan. Batiinya

“ya.. aku akan segera kesana” ucap Jessica, seketika terdengar lengguhan lega dari ujung telfon sana.

[Gomawo.. Sarangheyo]

“Ne… Nado” balas Jessica pelan

‘Pip’ setelah mengatakan itu, Jessica segara mematikan sambungan telfonya, kemudian berjalan gontai menuju kamar nya. Ia harus segera bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit tempat luhan bekerja sekarang.

à

“Tidak buruk” ucap Jessica saat ia melihat pantulan dirinya di depan cermin, sekarang Jessica sudah amat berbeda dengan penampilanya yang tadi. Sekarang ia menggunakan Dress warna hijau toska juga , dengan rompi bahan Jeans yang sangat cocok dengan badanya itu. Menambah kesan cantik pada dirinya, ditambah lagi Make- Up tipis yang ia gunakan.

Dengan senyum mengembang ia segera meraih tasnya , tidak lupa juga dokumen yang tadi luhan minta untuk Jessica bawakan. Ia segara berangkat ketempat tujuanya.

à

Jesica dibuat ternganga oleh kemewahan rumah sakit tempat luhan bekerja, jujur saja rumah sakit ini adalah rumah sakit paling mewah yang pernah ia kunjungi dalam hidupnya. Menurutnya ini lebih cocok di sebut hotel dari pada rumah sakit.Pasti orang orang yang berobat disini bukan orang sembarangan batinya.

Sambil terus berjalan, jesica terus mengamati sekeliling rumah sakit ini.sampai tiba tiba langkahnya terhenti saat melihat beberapa suster yang menatap kearahnya dengan tatapan kagum, Jessica melirik ke kanan kirinya memastikan bahwa suster suster itu bukan sedang menatapnya seperti itu, tapi kemudian ia mendesah malas karena ternyata dirinyalah yang ditatap seperti itu.

Awalnya Jessica hanya membiarkan mereka menatapnya, toh ia merasa seperti selebriti di tatap seperti itu. Tapi, lama kelamaan makin banyak orang yang menatapnya seperti itu, bahkan sekarang mereka terang terangan berbisik sambil menatapnya. Karena geram, Jessica menatap kempulan orang itu, kemudan tersenyum .dan itu sukses membuat mereka semua salah tingkah, kemudian pura pura sibuk dengan apa yang ada di sana.

Merasa tidak ada yang menatapnya berlebihan lagi, Jessica melanjutkan langkahnya menuju ruangan luhan.

Jessica mendengus kesal , ia sudah berpuluh puluh kali mengelilingi rumah sakit ini. tapi ia belum juga menemukan ruangan luhan. Iatidak tahu harus menyalahkan siapa sekarang, ia binggung apakah ia terlalu bodoh hanya untuk menemukan ruangan saminya sendiri, atau ini salah luhan karena tidak memberikan petunjuk padanya secara detail.  Ia kembali menghubungi suaminya itu, tapi sama seperti yang sebelum sebelumnya, luhan tidak menggangkat telfonya. dan sekarang, ia hanya bisa duduk pasrah di salah satu bangku rumah sakit.

Sampai tiba tiba kantuk melandanya, dan ia tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi.

à

“Mrs. Xi… Mrs. Xi?”

Jessica terbangun saat suara seseorang terdengar jelas di gendang telinganya, saat ia membuka mata, ia menemukan seorang suster yang sedang tersenyum hangat kearahnya.  Ia buru buru merapihkan penampilanya.

“Ah..aku ketiduran. Apa sudah terlalu lama tidur?” tanya Jessica.

Suster itu menggeleng , kemudian berkata,

“tidak, anda baru tertidur 15 menit yang lalu, dan maaf mengangu tidur anda” ucapya ramah.

Jessica menggangukan kepalanya, ia meruntuki dirinya yang hampir lupa dengan tujuan awalnya kesini. Yaitu memberikan dokumen luhan yang tertinggal.

“Ah..begitu. Terima kasih telah membangunkanku, hmm..apa kau tahu ruangan Xi luhan?” tanya jessica

“tentu saja, ruangan tuan xi ada di lantai atas. Mau saya antarkan?” tawar suster itu.

Jessica mengerutkan keningnya heran dengan apa yang barus aja ia dengar .

‘Tuan xi?Apa maksudnya? Apa semua dokter disini di sebut tuan?’ batin jessica heran.

Tapi, sedetik kemudian ia berhasil menggubah mimik wajahnya kemudian tersenyum manis.

“hm.. baiklah, ngomong ngomong terimakasih suster?”

“Kwon, Kwon Yuri”

“Ah..baiklah, terima kasih suster Kwon ”

Suster itu tersenyum saat jessica mengatakan terima kasih kepadanya, kemudian mengantarkan jessica ke ruangan luhan. Sepanjang perjalanan jessica sibuk memperhatikan jalan jalan yang ia lalui, mencegahnya tersesat saat pulang nanti.

Sampai akhirnya mereka sampai di salah satu pintu yang berada di bagian paling depan lantai 5 rumah sakit ini, ternyata cukup mudah menemukan ruangan luhan, kita hanya perlu naik ke lantai 5 dan tepat saat kita membuka lift kita disuguhkan dengan ruangan yang paling bagus diantara ruangan lainya yang suster itu katakan adalah ruangan luhan. Dan jessica kembali meruntuki kebodohanya.

Keheranan kembali menyerbu jessica,

‘Apakah seorang dokter tidak terlalu berlebihan mempunyai ruangan semegah ini?’ batin jessica.

Setelah ia mengucapkan beberapa kali ucapan terima kasih, dan suster itu pergi. Jessica mulai mengetuk pintu ruangan luhan.

“Masuk” suara khas luhan menjawab ketukan pintunya, ia tersenyum. Kemudian mulai memutar knop pintu.

Ia tercekat saat melihat pemandangan yang pertama kali disuguhkan, luhan sedang tertawa bahagia bersama seorang gadis yang terlihat menggunakan kursi roda, dan itu cukup membuat hatinya tersayat.

Selama menjadi istri luhan, ia belum pernah melihat luhan tertawa sebahagia itu jika bersamanya bahkan ia amat menanti nantikan itu, tapi kenapa ia harus melihat itu sekarang, saat suaminya berhasil tertawa seperti itu oleh gadis lain. Bukan dirinya.

Saat luhan sadar jika jessica ada disitu, tawa luhan langsung berhenti seketika kemudian menatap jessica terkejut. Sang gadis yang sedari tadi memunggungi  jessica juga turut membalikan badanya, mungkin ia heran kenapa tiba tiba luhan berhenti dari tawanya.

Dan lagi lagi hatinya tersenyat saat melihat paras gadis itu, Cantik.

Luhan berdiridariduduknya kemudian berjalan kearah jessica, jessica berusaha menutupi perasaanya yang hancur dengan cara tersenyum kearah luhan.

“Ini.maaf terlambat, dan maaf menggangu kalian” ucap jessica sambil menyerahan dokumen luhan.

Luhan mengambil dokumen itu dengan agak canggung kemudian menatap jessica penuh rasa bersalah.

“ini tidak seperti yang kau bayangkan sica.. dia dia hanya”

“aku hanya pasienya uniee , jangan begitu” jessica mengutuk seseorang yang berani mengeluarkan suara itu, jessica menatap gadis dengan tatapan yang sulit diartikan. Sedangkan gadis itu hanya tersenyum kemudian mendorong kursi rodanya mendekat kearahnya dan luhan.

“Aku Jung Eunji , pasien luhan oppa” ucapnya sambil mengulurkan tanganya.

Jessica hanya memandang tangan yang terulur itu dengan tatapan tidak minat, membuat gadis bernama ‘Eunji ‘ itu kembali menarik tanganya dangan wajah sedihnya.

Sedangkan luhan menatap jessica dengan tatapn tidak percaya, mungkin luhan heran kenapa jessica bisa seangkuh itu.

“sica.. Eunji hanya ingin berkenalan denganmu” ucap luhan merajuk.

“tapi aku tidak mau berkenalan denganya” ucap jessica ketus.

Gadis itu, segera pergi saat itu juga dari ruangan luhan dangan mata berair .mungkin ia akan menangis, batin jessica.

Dan begitu gadis itu keluar, luhan segara memandang jessica marah.

“kau kenapa begitu?” tanya luhan berusaha lembut, walau jessica tahu ada intonasi kemarahan di ujung kalimatnya.

Jessica tersenyum kecut .

“Senang bisa melihatmu tertawa sebahagia itu tuan Xi” guman jessica.

Luhan mengelap wajahnya dengan telapak tanganya , sekarang ia tahu apa kesalahanya. Tapi apa jessica harus seangkuh itu hanya karena melihat suaminya tertawa kepada orang lain? Tertawa.Hanya tertawa. Bukan memeluk atau mencium .Luhan pikir ini sungguh berlebihan.

“Tapi sica..aku rasa itu berlebihan. Eunji adalah pasienku, kami telah bersama selama 3 tahun. Aku rasa kau tidak perlu secemburu itu..aku hanya menggangapnya dongsaeng , percayalah” rajuk luhan.

Jessica menarik nafasnya dalam.

“lalu apa masalahnya jika kau sudah menggangapnya dongsaeng ? lagi pula banyak kan yang awalnya dongsaeng berubah menjadi sepasang kekasih? Dan memangnya siapa yang cemburu?Apa aku berhak cemburu? Memangnya aku siapa ?oh ya.. luhan. Aku harus segera pergi. Aku harus menyiapkan masakan untuk suamiku yang sedang bersenang-senang  dengan pasien yang sudah ia anggap sebagai dongsaengnya itu”

Setelah menggucapkan itu, jessica pergi meninggalkan ruangan luhan membiarkan luhan yang mematung karena ucapan yang baru saja jessica katakan.

à

Jessica terus berjalan di salah satu trotar yang entah akan membawanya kemana , ia butuh waktu sendiri sekarang. Bahkan ia menghiraukan ponselnya yang sedari tadi berbunyi begitu keras. Jessica  hanya butuh  waktu sendiri, memikirkan semuanya dengan kepala dingin. Untuk kembali menata hatinya yang retak ,  jessicaterus memikirkan semuanya, dari mulai pernikahanya sampai perasaan luhan. Ia memikirkan kenapa mereka begitu mudah menyesuaikan diri satu sama lain dan terlihat sangat akur  , padahal seharusnya mereka saling membenci dan pura pura tidak mengenal seperti drama drama pagi yang sering ia tonton. Kenapa?tentu saja karena pernikahan ini adalah pernikahan yang tidak diinginkan. Dan sekarang kenapa mereka terlihat seperti pasangan suami istri yang sudah bertahun tahun menikah. Padahal usia pernikahan mereka baru seumur jagung, ah tidak. Baru seumur benihnya, menurutnya jagung terlalu lama tumbuh jika dibandingkan usia pernikahan mereka. Dan kenapa juga luhan dengan gampangnya mengobral kata ‘Sarangheyo’ kepadanya, apa luhan hanya mengatakan itu padanya atau juga kepada gadis lainya, terlebih pasien kesayanganya itu?

Lalu sebenarnya bagaiman perasaan luhan padanya? Di hari pertama luhan menjadi suaminya pun, luhan bersikap sangat manis padanya. Mungkin masih bertahan sampai sekarang,luhan juga masuk ke dalam daftar orang orang paling sabar dalam hidupnya. Tapi ia binggung dengan perasaan namja itu terhadapnya, ia sering kali sengaja membuat namja itu emosi tapi hasilnya nihil , namja itu tidak pernah terlihat marah padanya sampai tadi, tadi saat ia sengaja tidak mau menjabat tangan ‘Si Pasien ‘ kesayanganya. Dari kata katanya  luhan secara tidak langsung mengatakan jika ia marah, jika ia marah kalau gadisnya tersakiti. Dan itu membuat jesscica sakit.

Jessica tidak habis pikir dengan luhan. Sekarang jessica telah menjadi istri luhan. Tapi jessica belum pernah sekalipun mendengar cerita tentang luhan , bagaiamanakisah hidupnya dan berbagai hal hal yang di sukai atau sebaliknya oleh luhan. Dan itu membuatnya sangat hati hati dalam memilih apapun yang berhubungan dengan luhan. Luhan sangat tertutup apalagi tentang masa lalunya, membuat jessica harus cerdik cerdik mengorek ngorek itu semua dari umma luhan. Walau hasilnya memang sering kali tidak memuaskan.Luhan juga tidak pernah bercerita tentang gadis itu, pekerjaanya bahkan hobinya. Bahkan jessica sangat terkejut saat umma luhan bilang bahwa luhan seorang dokter spesialis otak. Luhan sangat tertutup , bahkan kepada istrinya sendiri. Itu adalah pandangan jessica terhadap luhan saat ini.

Dan soal gadis itu, jessica tidak ingin membicarakanya lagi. Menggingat saat gadis itu tertawa puas bersama luhan sudah cukup membuat hatinya tergoncang. Walau ia menaku tindakanya tadi benar benar kekanakan. Tapi inilah cinta bukan?Cinta memang buta.  Buta akan siapapun. Tidak peduli siapa orang itu, yang telah membuat perasaan ‘Cinta’ itu tersakiti.Cinta dapat membalasnya berlipat lipat lebih kejam.

***

Jessica membuka matanya karena sinar matahari yang menyorotnya dari sela sela tirai kamarnya, ia mengerutkan keningnya menatap sekelilingnya. Apa ia tidak salah ?padahal kemarin seingatnya , ia belum sempat pulang dan tertidur di salah satu bangku taman, di dekat sungai han.  Kenapa tiba tiba sekarang ia ada disini? Apa luhan kemarin yang membawanya pulang?

Sementara jessica sibuk dengan pikiranya sendiri, sampai sampai ia tidak sadar jika luhanmasuk ke dalam kamar mereka, membawa nampan yang diatasnya ada sebuah mangkok berisi bubur.

Luhan berjalan mendekat kearah jessica, kemudian mendudukan dirinya di pinggir ranjang mereka.

“Kau sudah bangun?” tanya luhan.

Mendengar suara luhan, jessica tersadar dari lamunanya, kemudian menatap luhan kaget.

“Eh?” seru jessica kaget.

“aku bertanya, apa kau sudah bangun? . tapi kau malah memberikanmu wajah terkejutmu ini” kesal luhan. Sambil mempautkan bibirnya.Lucu.

Jessica mengerutkan keningnya melihat tingkah luhan, setahunya kemarin mereka bertengkar walau ia tahu hanya dirinyalah pihak yang mengerbu gebu tapi iakira luhan juga marah padanya , dan sekarang. Luhan berani bertingkah semanis ini padanya?

“Emm. Luhan, bagaimana bisa aku ada disini?” tanya jessica .

“bagaimana bisa? Tentu saja karena ini rumah kita , bodoh” jawab luhan.

“ah.. tidak, maksudku, kemarin seingatku aku masih ada di taman dan sekarang_

“Oh..kemarin aku mencarimu dan menemukan mu sedang tidur di bangku taman, aku membawamu pulang. Oh ya, badanmu panas sekali saat aku temukan, jadinya aku tidak bisa tidur karenamu” potong luhan.

Pipijessica memerah saat mendengar penjelasanluhan.

‘Luhan Menghawatirkanku lagi’batinya bersorak.

“Hmm.. Terima Kasih” ucap jessica malu malu.

Senyum luhan merekah mendengar  kata kata yang baru saja kelar dari mulut jessica. Inilah yang ia inginkan. Jessica selalu seperti ini.bukan jessica yang angkuh dan menyindirinya secara terang terangan seperti kemarin. Dan ia rasa, ia cukup sekali saja melihat sisi gelap jessica. Tak akan ia biarkan lagi, sisi gelap itu menguasai jessica untuk kedua kalinya.

“Baiklah Mrs. Xi, ini bubur untukmu.Suamimu yang tampan Xi Luhan sudah membuatkanya dengan penuh cinta” ucap luhan sambil menunjukan bubur buatanya.

wajah jesssica makin memerah mendengar ucapan luhan, jessica benar sensitive dengan embel embel ‘Mrs Xi’ yang selalu luhan ucapkan padanya untuk menggodanya. Ia memang menyukai embel embel itu, menurutnya itu membuatnya seperti milik luhan, dan hanya untuk luhan.

“Sini, akan ku coba” ucap jessica sambil berusaha mengambil semangkok bubur yang ada di tangan luhan, tapi tiba tiba luhan menjauhkanya dari jessica.

“No.No.No, aku akan menyuapimu!” seru luhan.

Jessica mendesah kecil, walaupun ia suka dimanja oleh luhan, tai tidak untuk kali ini. ia merasa benar benar menjadi bayi besar yang apapun harus di bantu luhan jika terus begini.

“Tidak usah, aku bisa makan sendiri “ rajuk jessica.

Luhan menatap jessica kesal,

“Tidak , tidak bisa . aku harus menyuapimu!” ucap luhan bersikeras dengan kehendaknya.

Jessica menghela nafas, luhan memang keras kepala. Sebaiknya ia menuruti kemauan luhan saja, dari pada nanti ia dan luhan harus kembali bertengkar.

“Baiklah” ucap jessica pelan.

“YEAYYYY!!!” luhan bersorak senang, mendengarjawaban memelas jessica.

Kemudian ia cepat cepat mencangkup satu sendok bubur di mangkuk , dan menyodorkanya ke bibir jessica. Jessica cepat membuka mulutnya, tapi  baru beberapa senti lagi. Sendok it masuk ke mulutnya , luhan menariknya lagi  dan menyuapkanya ke dalam mulutnya. Jessica mendengus kesal, lagi lagi luhan mengerjainya.

“itu sangat tidak lucu Xi Luhan!!” ucap jessica kesal.

Luhan menggeleng sambil tersenyum kecil, dengancepat .luhan meraih dagu jessica dengan tangan kananya , naik ke rahangnya. Sedikit menekan di bagain sana, membuat mulut jessica terbuka. Kemudian luhan buru buru mencium jessica. Mentransfer bubur yang ada dimulutnya kemulut jessica sedikit demi sedikit.

‘Oh Tuhan… ini sangat manis’ batin jessica.

***

‘Ceklek’ Jessica membuka pintu kamarnya , ralat. Pintu kamar mereka dengan hati hati. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah punggung luhan yang sedang duduk membelakanginya, perlahan..ia mulai masuk ke kamar itu. Berjalan kecil tampa suara kearah kasur . Kemudian naik ke kasur dengan buru buru, mengurung dirinya dengan selimbut. Tanpa membiarkan ada celah sedikitpun.

Hening. Di dalam selimut ia sama sekali tidak mendengar suara luhan ,atau suara apapun yang ia dengar hanyalah detakan jantungnya yang berdegup kencang saat ini.entahlah, ia benar benar sangat gugup hanya untuk tidur seranjang atau menampakan wajahnya di depan luhan saat ini.

Karena penasaran, akhirnya ia mulai membuka selimut yang menutupi tubuhnya. Ia menatap heran sekelilingnya.

kemana dia? Satu pertanyaan yang sangat reflex ada di otaknya sata ia melihat semua ini, luhan tidak ada di tempat tadi ia melihatnya.Seketika  Matanya tertuju pada balkon kamarnya saat ia mendengar helaan nafas. ia mencoba berdiri mendekati balkon tu , dan benar saja. luhanada di sana, bediri sambil sibuk melihat bintang bintang di langit.  Ia mendekat kearah luhan kemudian memangilnya pelan.

“luhan..” panggilnya

Merasa namaya di panggil, reflex luhan mamalingkan wajahnya kearah suara , ia mendapati istrinya sedang manatapnya heran, kemudian tersenyum kearah istrinya.

“kukira kau sudah tidur” ucap luhan diiringi tawa hambarnya.

Jessica menatap luhan sedih, Jessica menangkap kegelisahan di wajah luhan.

“maaafkan aku..” ucap Jessica pelan.

Luhan tersenyum sambil mengacak ngacak rambut Jessica pelan,

“kau tidak bersalah , kenapa harus minta maaf?” tanya luhan

“entahlah, aku rasa aku bersalah” jawab Jessica sambil merapatkan dirinya kearah luhan.

Luhan tersenyum, kemudian meragkul istrinya senyaman mungkin.

“Jessica..” pangggil luhan

“iya?” jawab Jessica.

“maaf aku tidak bisa..” ucap luhan.

Deg, jantung Jessica berdetak kencang saat mendengar apa yang barus aja luhan katakan.

‘ada apa denganya? Apa yang tidak bisa?’

“maksudmu?” tanya Jessica , sambil menatap luhan heran.

Luhan mengacak rambutnya sambil mengurut keningnaaya .terlihat jelas jika ia sangat gelisah.

“maaf,aku tidak bisa melakukanya. Aku tahu kau mengginginkanya, tapi aku tidak bisa .aku belum siap” ucap luhan sambil terus mengurut keningnya.

Jessica mengganguk pelan, sungguh hatinya amat tergoncang saat ia lagi lagi mendegar kalimat itu dari mulut luhan. Ia tidak habis pikir apa yang suaminya ini pikirkan. Ini sudah 1 bulansemenjak  mereka menjadisuami istri, dan luhan belum juga melakukanya, melakukan ha yang seharusnya mereka lakukan di malam pertama mereka menikah.Mungkin mereka sudah melakukanya saat insiden itu, tapi tetap saja itu berbeda. Entahlah, Jessica tidak tahu apa yang salah dengan suaminya. Atau suaminya jijik dengannya?Apa dia sangat tidak menggoda di mata suaminya? Entahlah hanya suaminya yang tahu.

Dengan hati yang masih tergoncang, jessica pergi meninggakan luhan .kemudian kembali menuju kasur , menghampaskan dirinya di atasnya kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

Di dalam selimut jessicahanya diam, merenunggi semua yang terjadi padanya. Termaksud tentang suaminya yang bertindak sangat aneh.Apakah  dia yang terlalu bodoh apa memang suaminya benar benar penuh misteri ? , tapi Jessica tak kunjung mendapat jawaban tentang suaminya.

Luhan… suaminya itu , benar benar seperti tanda tanya yang sangat besar dalam kehidupanya. Walau ia dapat melihat dan merasakanya setiap hari. Tapi ia hanya bisa sebatas itu, tidak pernah diizinkan mengenalnya lebih jauh. Hanya yang ia tahu, luhan hanya berusaha berbuat manis padanya. Layaknya suami sitri pada umumnya. Tapi jessica tahu, ada kepalsuan di balik itu semua.

TBC~(⌣́_⌣̀)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>HUSBAND?? BY KIM DONG SOO<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

HAHAHA.Bagaimana ff ini?ini ff ku terbaru set lah hiatus panjangku. Sekali lagi maaf , sampai tahun 2014 ini. aku belum juga bisa menyelesaikan ff time dan appa. Ff time sedang dalam proses proses akhir, sedangkan appa? Ahh..aku gatau harus di bawa kemana ff itu. Yang jelas, aku Cuma butuh dukungan kalian.Biar aku punya semangat buat bikin ff – ff selanjutnya.. oh ya, untuk chapter selanjutnya aku janji bakal cepet cepet post kalau comentnya lebih dari 20+ . tapi kalau tidak ya.. mianheyo, kayanya ff ini bakal sama kaya ff time dan appa yang ga kelar kelar. Awalnya ku rencanain ff ini one shoot .tapi karena kepanjangan aku putusin ff ini chapter. Dan untuk bukku ff jessica itu , aku gayakin ada yang mau beli. Jadi aku cancel project itu. Dan sebagai gantinya .ff-ff yang rencanananya akan ada di buku itu (termaksuk ini), bakal aku post disini . dan satu lagi… jangan bosen bosen bacain dan  coment ff aku ya.. see you.. love you all!!!!

 

30  Desember 2013 , 09:37 . Words : 4000+ \^0^/

~Kim Dong Soo

 

63 thoughts on “[Freelance] (My Husband My Destiny) (Chapter 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s