Lies

index

hgjtkfd

Lies by Park Jea

Cast(s): Jessica Jung | Kim Jongdae

Genre: Sad

Length: Drabble

Rating: Teen

 

-oOo-

 

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti tupai itu akan terjatuh. Sepandai-pandainya seseorang berbohong, kebohongan itu akan terungkap. Seperti yang dialami oleh Kim Jongdae atau Chen.

 Chen selalu berpikir bahwa apa yang selama ini dia lakukan itu adalah hal yang lumrah. Dia merasa semua pria berpikiran sama dengannya. Jika dapat memiliki lebih, mengapa tidak?. Itulah yang dipikirkannya. Dan itu pula yang membuatnya semakin gencar berbohong pada orang yang sangat dicintainya.

Seperti saat itu. Dia berbohong pada kekasihnya untuk kesekian kalinya. Membuatnya merasakan akibat dari kebohongannya.

 

“Kau kemana saja? Aku sudah menunggumu sejak dua jam yang lalu,” Gerutu Jessica, kekasih Chen. Chen meringis melihat kekasihnya itu menatapnya tajam.

“Aku harus membantu Suho-hyung tadi. Aku kasihan padanya. Dia harus menjadi seorang leader dari anak-anak yang tidak bisa diatur,”

Jessica menaikkan sebelah alisnya. “Bagaimana dengan Kris? Bukankah dia juga seorang leader?”

“Um, kau tahu jika si kaki panjang itu sudah seperti babysitter Tao? Sekarang dia sedang menemani Panda berbelanja tas bermerek,” Jawab Chen sesantai mungkin.

Jessica menatap Chen lekat. Membuat pria dengan senyum berbinar itu sedikit gugup. “Oh, begitu? Lalu apa yang tadi aku lihat? Seorang Kris yang katamu menemani Tao berbelanja, tengah bermain basket dengan member EXO lainnya, termasuk Tao dan Suho sendiri? Hmm?”

Chen menghela napas kasar, “Kau tidak perca–“

“Jujurlah,”

Chen menatap Jessica terkejut. Wajahnya semakin menegang kala dirinya menatap mata Jessica yang tampak mengintimidasi. “Huh?”

“Jujurlah.” Ujar Jessica dengan suara yang lebih lembut dari sebelumnya.

Chen menutup mata, lalu membukanya perlahan. Ditatapnya mata yang selalu bersinar yang kini menjadi redup. Aura kuat yang berasal dari diri seorang Jessica Jung tidak terasa lagi. Ini semua pasti karena ulahnya.

“A-aku, aku harus bertemu dengan…dengan temanku…karena ada hal yang sangat penting yang harus disampaikan,”

“Dan membiarkan sahabatmu menjadi perantara kebohonganmu?”

“B-bukan begitu–“

“Jujurlah, kumohon,” Chen menunduk. Tidak berani menatap Jessica. Setiap kali menatap wanita itu, Chen selalu dibayang-bayangi rasa bersalah. Sebelum akhirnya pria itu menghela napas berat dan menatap Jessica tepat dimata.

“Sebelum aku kemari, aku pergi bersama…kekasihku…atau kau bisa sebut selingkuhanku. Maaf selama ini aku selalu membohongimu. Aku tidak bermaksud.”

Jessica tersenyum manis dan menepuk pundak Chen yang tingginya tidak terlalu jauh darinya. “Tidak. Seharusnya akulah yang meminta maaf. Aku minta maaf karena selama ini tidak menjadi kekasih yang baik sehingga kau mencari wanita lain. Aku juga berterima kasih karena pada akhirnya kau mau jujur padaku. Aku merindukan seorang Kim Jongdae yang jujur. Aku rasa kita harus berpisah. Aku ingin belajar menjadi kekasih yang baik. Aku tidak mau terus terikat denganmu, sedangkan kau tidak bahagia dan mencari pelampiasan. Sampai jumpa.”

Jessica berlalu meningalkan Chen sendiri. Rasa bersalah semakin besar saat dirinya melihat Jessica memutuskan berpisah namun masih disertai senyum manis.

“Aku harap aku bisa memahamimu. Kau sangat sulit ditebak.” Gumam Chen.

 

Chen tersentak saat seseorang menghempaskan tubuh disampingnya cukup kasar. Lee Taemin. Pria imut yang tidak ingin disebut cantik itu kembali datang ke asrama EXO. Tetapi sebenarnya itu adalah hal biasa mengingat Taemin sering berkunjung kemari.

“Kau kenapa?” Tanya Kai yang merupakan sahabat Taemin.

“Sica-Noona marah padaku karena aku menyembunyikan ponselnya. Padahal aku sudah beracting sebagus mungkin dihadapannya.” Jawab Taemin dengan wajah lesu. Chen yang mendengar nama mantan kekasihnya disebut segera menajamkan indra pendengarannya.

“Loh? Kenapa bisa?”

“Tentu saja. Noona kan bisa membaca raut atau ekspresi wajah. Dia juga bisa mengetahui seseorang tengah berbohong atau tidak. Jadi jangan percaya jika dia percaya dengan kebohongan yang kau katakan, Kai. Karena dia sudah tahu jika misalkan kau berbohong. Hanya saja dia membiarkan kau menyadari kesalahanmu. Itu juga jika kau berbohong.”

“Uh, menyeramkan juga, ya.”

Semua suara disekitarnya sudah tidak dapat didengar dengan jelas oleh Chen. Chen yang sudah lesu itu bertambah lemas mendengar penjelasan Taemin, sahabat Jessica.

Jadi, selama ini kau sudah tahu, ya?

 

-oOo-

 

Ngerasa gak sih apa yang dibilang si Taemin itu muter-muter? Aku aja yang nulisnya sampai bingung dia ngomong apa /slapped/

Ini pendek ya? Emang. Namanya juga drabble :v FF ini cuma sekitar 600 words :p Um, sequel? Aku pertimbangkan deh. Tapi aku gak janji ya :3

Saya, Park Jea, undur diri. Sekian, terima kasih, Assalamu’alaikum wr.wb :*

32 thoughts on “Lies

  1. Seseorang kek Sica (bisa membaca ekspresi wajah) emang terasa mengerikan buat orang lain. Tapi buat Sica-nya sendiri kasian juga. Dia jadi merasa kecewa sama Jongdae😦
    Sequel dong thorrr. Biar tau selingkuhannya siapa..

  2. ChenSica!! Pairing ini emang jarang banget dibuat FFnya..
    Tau – taunya pas dibuka genrenya sad -_-
    Kasian sica…
    Padahal kadang – kadang aku mau bisa ngebaca raut wajah kayak sica.. Pasti seru hehehe..
    Sequel dong thor..😀

  3. nah lho chen mnysal kan.laki2 emg gtu kasih hati mlah ngelunjak.sica eon krg baik apa coba?aku ngerasa taemin tuh nyindir dah,mngkin dia udh tahu.dtnggu kryamu yg lain thor & KEEP WRITING!!

  4. haduh nih ff nyesek bgt sicanya jga tegar bgt, thor bkin squel donk, tpi yg nnti chennya tambh nyesel trz minta blikn lgi, squel thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s