Stepmother [Chapter 1]

images         wea4ydkyi

Stepmother by Park Jea

Cast(s): Jessica Jung | Byun Baekhyun | Park Jea | Kim Taeyeon

Genre: Sad – Romance – Family

Length: Mini Series

Rating: PG

 

-oOo-

 

Jea menatap kesal Pamannya. Bagaimana tidak? Kini Pamannya itu sedang bermesraan dengan kekasihnya, membuat gadis bersurai hitam itu terus menggerutu karena diacuhkan.

“Oppa! Aku tahu Oppa sedang berkencan, tapi tidak bisakah Oppa menghargai keberadaanku diantara kalian?!” Teriak Jea. Sehun yang mendengar itu segera menginjak kaki Jea.

“Aww!”

Sehun menatap Jea malas. “Bisakah kau diam? Kau mengganggu kencanku!”

Ekspresi Jea yang tadinya kesal, berubah menjadi ekspresi memelas. “Ayolah, Oppa. Kau tahu kebiasaan Mama dan Papa, kan? Setiap mereka selesai bertengkar, mereka akan–“

“Ya, ya, ya. Aku tahu itu, Byun Jea.” Sela Sehun. Dia mengerti. Dan karena itu lah dia memotong ucapan gadis yang sudah dianggapnya Adik. Jea masih terlalu kecil untuk memahami hal seperti itu. “Nah, diantara banyak pilihan, Kenapa kau memilih mengikutiku berkencan dengan Seo?” Tanya Sehun.

Jea menghela napas berat. “Aku juga tidak tahu. Jika aku berada dirumah, aku akan merasa tidak nyaman karena–“

“Ya, ya. Tidak perlu dikatakan. Lanjutkan!”

“Jika aku pergi kerumah Bibi Yuri, Aku pasti akan diajari memasak sepanjang hari. Tsk. Kau tahukan, Oppa? Menyalakan kompor saja aku takut. Jika aku pergi kerumah Paman Junmyun… Hey! Kenapa aku tidak pergi kerumah Paman Junmyun, ya? Kalau aku pergi kesana, pasti aku akan ditawari jajan sepuasnya!”

Sehun menggeleng pelan. “Kalau begitu, pergilah kerumah Paman Junmyun! Jangan ganggu kencan kami!”

“Aww!” Dapat Sehun rasakan sebuah tangan mencubit pinggangnya. “Seo! Kau tahu jika cubitanmu itu sangat menyakitkan, bukan?!”

Jea tersenyum lebar dan bertepuk tangan atas apa yang Seohyun lakukan. “Bagus! Itu adalah tindakan yang sangat luar biasa! Hahaha.”

Seohyun tersenyum mendengar ucapan Jea. “Nah, lebih baik sekarang kau pergi kerumah Paman Junmyun. Kau tidak mau Oppa kesayanganmu ini mengamuk di depan umum, bukan?” Ujar Seohyun seraya mengelus lembut puncak kepala Jea.

“Ya, Unni. Aku akan pergi kerumah Paman Junmyun. Tapi Unni, aku ada satu permintaan.”

“Apa itu?”

“Tolong ajarkan Sehun Oppa supaya tidak mengamuk didepan umum, ya? Dadah~!” Jea berlari dengan cepat sebelum Sehun memukul kepalanya.

“Ya!”

***

“Kalau aku pergi kerumah Paman Junmyun, pasti aku akan ditawari jajan sepuasnya. Hahaha, kau jenius, Byun Jea. Aku rasa kepintaran Papa menurun padaku.” Ujar Jea seorang diri.

Dengan langkah semangat, Jea berjalan menuju tempat diamana dia bisa memanjakan diri dengan makanan-makanan kesukaannya. Pamannya, Junmyun, adalah seorang pemilik supermarket. Selain supermarket, Paman Junmyun juga memiliki berbagai tempat wisata, seperti; Kebun Binatang, Kolam Renang, Taman Bermain, dan lain sebagainya. Tentu sebagai anak dari Jessica Jung dan Byun Baekhyun–saudara Paman Junmyun–Jea dapat keluar-masuk tempat-tempat yang dimiliki Paman Junmyun sesuka hati. Selain karena anak dari saudara Paman Junmyun, Jea juga merupakan anak kesayangan Paman Junmyun dan Bibi Hyoyeon. Selama 15 tahun pernikahannya, Paman Junmyun dan Bibi Hyoyeon belum dikaruniai seorang anak. Tetapi, ya, Paman Junmyun bilang dia akan melakukan cara seperti Papa-nya. Dan pastinya, Jea tidak tahu apa yang dimaksud Paman-nya.

Namun langkahnya terhenti kala sebuah tangan menahannya. Jea menoleh dan mendapati seorang wanita cantik dengan senyuman diwajahnya. “Halo, manis. Namamu siapa?”

“E-eh? Namaku… Na-namaku Byun Jea..” Ujar Jea ragu. Pasalnya, dia sama sekali tidak mengenali wanita dihadapannya. Dalam hati dia mengumpat karena melanggar perintah Ibunya–tidak berbicara pada orang asing–dan berdo’a jika wanita dihadapannya itu bukan penculik.

“Aaah, anak dari Byun Baekhyun, ya?” Jea mengangguk perlahan. Senyum wanita itu melebar. Senyum yang–menurut Jea–sangat menakutkan.

Jea menelan ludahnya dengan sukar. “A-apa maumu, Bibi?”

“Um, aku mau kau mengantarkanku ke kediaman Ayahmu. Kau bisa?”

“Memangnya ada urusan apa Bibi memintaku mengantarkanmu pada Papa?” Jea memberanikan diri untuk kembali bertanya. Alis wanita dihadapannya terangkat. “Tentu saja bertemu Ayahmu. Untuk apa lagi? Lagipula yang ingin kusampaikan itu ada kaitannya denganmu.” Ujar wanita itu menatap penampilan Jea.

“Oh, kalau begitu bertahu saja Aku. Aku akan menyampaikannya pada Papa. Sebelumnya, siapa nama Bibi?”

“Namaku Kim Taeyeon. Kau bisa memanggilku Mama Taeyeon.” Kini Jea lah yang mengangkat sebelah alisnya. Punya hak apa dia menyuruhku memanggilnya Mama? Aneh, pikir Jea.

Belum sempat mengeluarkan sepatah kata, wanita bernama Taeyeon itu kembali bersuara. “Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan, nak. Aku punya alasan mengapa Aku menyuruhmu memanggilku Mama.”

“Oh, ya? Alasan apa itu?”

“Sudahlah, sekkarang, antarkan aku pada Ayahmu.”

“Maaf, Bibi. Tapi Papa sedang memiliki waktu ‘pribadi’ dengan Mamaku. Jadi, Aku tidak bisa mengantarkan Bibi pada Papa.”

Taeyeon menghela napas berat. Sudah kuduga, pikirnya. Dia mengangguk mengerti dan kembali menatap Jea yang terlihat tidak sabar menunggunya melepaskannya.

“Kau mau pergi kemana?” Tanya Taeyeon. Jea menatap Taeyeon kesal. “Kenapa Bibi sangat ingin tahu sekali? Memangnya Bibi itu siapa hingga Bibi harus tahu kemana aku akan pergi?”

“Supaya aku bisa mengantarkanmu,”

“Tapi aku juga bisa pergi ketempat tujuanku sendiri tanpa Bibi antar!”

“Sudah kukatakan, panggil aku Mama!”

“Aku tidak mau!”

“Kau itu, masih 13 tahun tetapi gayamu sudah seperti orang dewasa!”

Jea terdiam. Cukup banyak pertanyaan dibenaknya. Perasaannya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ada perasaan aneh saat wanita dihadapannya itu mengetahui usianya. Darimana dia tahu usiaku?. Entahlah, dia pun tidak mengerti–atau memang tidak mau mengerti.

“Sebenarnya, kau itu siapa?” Gumam Jea. Taeyeon kembali menghela napas berat. “Jika kau memang ingin tahu siapa aku, antarkan aku pada Ayahmu.”

 

-oOo-

 

Haloooo. Bagaimana dengan ‘pembukaan’-nya? Menarik? Um, saya buat ini menjadi dua versi. Versi Straight; BaekSica dan versi Yaoi; ChanBaek.

Akhir-akhir ini saya menjelma menjadi ChanBaek dan HunKai shipper. Dan ada satu hal yang sampai sekarang saya dan teman-teman saya tidak mengerti; Kenapa saya sangat terobsesi menjadikan Kai sebagai uke?

Adakah yang bisa jawab pertanyaan yang sangat sulit (menurut saya) ini?

Sepertinya aku terlalu memaksa: Byun Jea. Aneh bukan? Dan, kalian tahu? FF ini lebih dulu keluar dari FF sebelumnya–Only You.

38 thoughts on “Stepmother [Chapter 1]

  1. Jea anaknya Taeyeon sama Baekhyun bukan? makanya disuruh panggil ‘mama’?? brarti Jessica jadi Stepmothernya dong….
    Thor please, klo emang Sica Stepmothernya, bikin cerita Jessica itu Stepmother yang baik dan pengertian ya, trus klo bisa Jea nanti milih Jessica jadi ibunya…
    Pokoknya jangan sad ending for My Jessica ya thor … Daebak!!
    *alay ni reader banyak minta*😀

  2. Rasanya Stepmothernya byunjea itu Jessica ya.
    Dan itu taeyeon bakalin menghancurkan rumah tangganya BaekSica
    *plak #soktau ><

  3. Next dong ….
    Seruuu bgt nih
    Ko ud lm bgt tp blm ad nexty
    Jgn nggu cment byk dong
    Kn kshn yg ud bc tp g dlnjtn
    Ap lg org yg ky aku bwy pnsaran mulu …
    Next next next

  4. Kyaaa~~ kita sama thor, sya juga HunKai shipper *salah fokus
    saya suka bikin kai jadi uke karena waktu dibelakang panggung dia keliatan polos😀 beda kaya dia ada dipanggung^^*lagi” salah fokus -_-
    Btw itu taeyeon kya jdi orang ketiga dlm hubungan BaekSICA -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s