I Hiccup You

Yura Lin proudly present;
I Hiccup You

Genre:

Fluff

Length:

Drabble

Cast:

SNSD Jessica | EXO Luhan

 

Backsound:

Girls Day – Show You

Summary:

Sometimes, hiccup is not only a hiccup.

Note:

Coba deh baca sambil dengerin lagunya :3 ga maksa sih, tapi coba aja. Hehe

“Berhenti minum, Jess! Kau sudah melewati batas kemampuan minummu!”

Luhan mencoba untuk menghentikan Jessica. Ia sudah menyingkirkan gelasnya tapi bartender sialan itu memberikan gelas lain dengan gerakan santai. Ia sudah menarik gadis itu tapi Jessica memeluk meja bar sekuat tenaga. Ia sudah menggendongnya paksa tapi ia turunkan lagi karena… karena…

Jangan bahas itu!, Luhan menepuk wajahnya gemas.

“Kau.. hiks.. tidak mengerti. Hiks. Rasanya sakit..” gumam Jessica, sesekali cegukan, sambil menegak satu gelas kecil vodka lainnya.

Luhan mengerjap tak mengerti. Ya, Jessica benar. Ia memang tidak mengerti apa yang membuat gadis itu berani melewati batas kemampuan minumnya hingga mabuk seperti ini. Selama ini, apapun yang terjadi, Jessica tidak akan mau minum sambil mabuk. Dia tidak ingin merepotkan siapapun. Dia juga tidak mau menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

“Apa yang sakit? Katakan padaku. Biar aku obati,” balas Luhan.

Jessica menggelengkan kepalanya cepat lalu merengut. Wajahnya bisa disandingkan dengan anak kecil yang tidak mau dipaksa untuk belajar. “Kau.. hiks.. kau tidak bisa!”

“Kenapa—“

“Karena kau yang membuat.. hiks.. ku sakit!”

Luhan terhenyak sejenak. Dia semakin tidak mengerti.

“Jelaskan padaku, Jess. Biarkan aku mengerti,” ujar Luhan lembut.

Jessica menegak vodkanya kembali. Oh, betapa dia mencintai vodka dengan lemon itu. Dia menarik napas dalam sebelum menyentuh bibirnya seakan dia sedang berpikir. Setelah beberapa detik berpikir, tangannya turun ke dadanya lalu menepuknya tepat di jantung.

“Kau sakit jantung? ASTAGA, JESSICA JUNG! Seseorang yang sakit jantung tidak boleh minum alkohol!” omel Luhan.

Jessica menekan bibirnya dengan telunjuk. “Ssshh!! Hiks. Sok tau!”

“Kau tidak percaya? Aku pernah baca majalah kesehatan dan—“

“Jantungku.. hiks.. baik-baik saja. Hanya saja, hiks.. rasanya seperti .. hiks.”

“Seperti?”

Jessica menggeleng, enggan untuk menjawab. Dia merantukkan gelasnya ke meja bar untuk mendapatkan perhatian dari bartender. Kali ini, Luhan membiarkannya mendapatkan segelas vodka dengan lemon kesukaannya itu.

“Rasanya seperti apa, Jess?” desak Luhan.

Tangan Jessica kembali menyentuh bibir tanda dia kembali berpikir. Luhan cukup terpukau melihat orang mabuk di depannya masih bisa berpikir padahal orang mabuk biasanya akan mengatakan dan melakukan apapun tanpa dipikir. Bukankah itu fungsi alkohol, mematikan otak sejenak?

“Diremas.”

“Apa?”

“Rasanya seperti.. hiks.. diremas. Setiap kau bersama.. hiks.. perempuan lain, jantungku.. hiks.. seperti diremas. Apalagi saat kau.. hiks.. bersama Seohyun. Hiks. Kalian menari bersama. Hiks. Mesra sekali.”

Luhan pun teringat kejadian pagi ini. Kampusnya mengadakan festival dan klub tarinya menjadi salah satu mengisi acara. Dia ditunjuk untuk menari berpasangan. Temanya memang seksi jadi mau tidak mau, ada banyak skinship antara dia dan Seohyun, junior yang kebetulan menjadi pasangannya.

Mata Luhan membulat tak percaya. “Kau.. apa?”

“Aku sudah mengatakannya! Hiks, kau tidak mendengarku. Hiks.”

Tubuh Luhan seperti tersengat listrik. Dia tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Lagi, dia bertanya, “Apa?”

I hiccup you, Lu. So~~ much~~~” Jessica menggunakan tangannya untuk menggambarkan seberapa besar perasaannya. Benar-benar mengingatkan Luhan akan anak tk yang sedang ditanya seberapa besar dia menyayangi orangtuanya.

Luhan menutup matanya sejenak. Dia terkekeh pelan. Betapa kreatifnya Jessica memakai kata cegukan sebagai kata pengganti.

“Jess, aku—“

Sebelum Luhan sempat menyelesaikan kata-katanya, Jessica sudah berlari ke tempat dimana ia bisa muntah sampai puas.

***

Hal yang pertama kali ia lakukan setelah membuka mata adalah mengerang kesakitan. Kepalanya benar-benar sakit akibat hangover. Perutnya pun tidak kalah sakit, err, mual tepatnya. Jessica hanya pasrah ketika merasa ada tangannya yang membantunya untuk duduk.

“Oh, kau..” gumamnya saat sadar yang membantunya adalah Luhan.

Luhan memberikan 2 tablet aspirin dan segelas air putih yang diterima dengan baik oleh gadis itu. Dia langsung menelan keduanya dalam waktu yang bersamaan lalu menegak airnya sampai tetes terakhir. Dia benar-benar haus.

“Tunggu.” Jessica memegang bibirnya dan mencoba berpikir apa yang membuatnya merasa ada yang salah. Matanya membulat ketika otaknya memberikan jawaban. “Ya Tuhan, apa yang kau lakukan disini, Lu Han?!”

Luhan menutup telinganya erat. Ia yakin Jessica hanya perlu berlatih sedikit lagi saja agar bisa menggunakan teriakannya untuk memecahkan jendela.

“Aku mengantarkanmu pulang. Aku tidak akan membiarkanmu menyentir dalam keadaan mabuk. Karena sudah dini hari, aku memutuskan untuk menginap,” jelas Luhan. “Aku juga ingin memastikan kau baik-baik saja.”

Jessica tidak terlalu mendengarnya. Dia sibuk meracau dalam hati. Dia panik karena Luhan melihat keadaannya yang hancur berantakan seperti ini.

“Uh-oh.. hm.. kalau begitu, aku harus segera mandi lalu mengantarkanmu pulang,” gumam Jessica tak yakin.

Dia turun dari kasur dengan wajah ditekuk ke bawah. Entah mengapa, dia merasa tidak enak seakan pernah melakukan sesuatu yang memalukan kepada Luhan walaupun ia tidak ingat apa itu. Dia meraih handuknya dalam perjalanan menuju kamar mandi.

“Tidak perlu.”

Jessica berbalik dan menatap Luhan bingung.

“Aku bisa pulang sendiri. Aku tidak mau orang yang masih hangover mengantarkanku pulang. Aku masih ingin hidup,” tolak Luhan sambil tersenyum main-main.

Jessica cemberut. “Ya sudah. Baguslah kau menolak. Aku juga malas mengantarkan orang menyebalkan sepertimu!”

“Oh ya? Apa itu sebabnya.. hm.. you hiccup me?”

Mata Jessica membulat. Dia memang tidak tahu bahkan mengerti apa arti dari kata-kata Luhan tapi dia yakin itu mengandung arti yang cukup menyinggung perasaannya.

“Apa maksudmu?”

Luhan mengibaskan tangannya. “Ah, lupakan saja. Aku pulang!”

Luhan berjalan menuju pintu. Dia terdiam setelah membuka pintu.

“Jess.”

Jessica menoleh. “Uh?”

I hiccup you more.”

“Uh.. apa—“

Luhan sudah terlebih dahulu menutup pintu apartemennya.

*

End

*

Drabble khusus untuk ulang tahunnya emak tercinta, Kak Winda~~ atau yang kalian kenal sebagai Xin Genie. So, yang merasa sebagai pembaca ffnya atau bahkan penggemarnya, ayo penuhi wall facebooknya atau kotak mention twitternya dengan berbagai ucapan selamat ulang tahun yang ke 20 +_____+ sudah tua rupanya. wkwk  /plak

Demimu, mak, anakmu ini rela memaksakan diri untuk membuat ff fluff dengan bantuan pepo😦 jadi berhenti hobi marahin dan terlalu galak sama pepo. Pepo udah sekarat. Gampang ngambek. Jangan jahat sama pepo. Pepo udah takut sama emak nih sekarang😦 nanti kalo ga ada pepo, aku mau lanjut ff pake apa coba? Huhu😥

Sekalian deh ff ini aku persembahkan kepada Verina Nindya yang ultah 1 Januari kemarin. Soalnya kan ff hadiah ultahnya belum selesai. Jadi barengan aja ya hadiahnya sama emak Winda u,u

70 thoughts on “I Hiccup You

  1. Hiks… hiks… hiks… *ketularan cegukan* .____.v
    Aku baru sempat baca ini, karena kemarin waktu mau baca udah kemalaman :3
    Selamat ulang tahun buat emaknya kakak ya🙂 Dan juga serentet orang yang ulang tahun di bulan Januari, terutama Jongin sama Kyungsoo xD

    Oh iya, ini FF-nya bikin merinding loh kak xD
    Good job as always😀

  2. aku baru baca masa ‘-‘ sumpah aku ketawa sendiri bacanya/?
    apalagi yg abis jessica nya bangun dr tidur.

    keep writing thor ><

  3. Ahahaha… Sukaaaa sama cara jessica melampiaskan kecemburuannya, dan 4 jempol untuk kalimat kreatif tahun 2014 ini “I hiccup you”. Jenius bener chingu satu ini, kalimat yang simple tapi manis. Bikin senyum” sendiri bacanya. Apalagi kalo jessica yang ngomong kaya gitu, aiiish! Kebayang gimana ngegemesinnya.

  4. hahahaha
    ‘jess, i hiccup you more’
    si lulu ternyata diam2 menghanyutkan :3
    si jess gatau apa itu artinya hiccup, tapi serasa ada panggilan jiwa didirinya hahaha
    keren.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s