My Husband My Destiny Chapter 2

image

Kim Dong Soo Present
+
+
+

>>My Husband My Destiny
Chapter 2<<

-Jessica Jung -Xi Luhan
-Jung Eunji

Romance~ ♥

PG 15+

Chaptered

Poster By Sooyuniee ^0^

“Cinta Seharusnya Sesederhana
Pikiran Anak Kecil, Hanya
Perkaya ‘Aku Sayang Kamu’ “

“Cinta Dapat Merayap Di
Tempat Air Tidak Bisa
Mengalir”

“Dan Cinta Itu Memang Zat
Beracun Yang Paling
Mematikan, Bisa Membuat
Seseorang Gila Hanya Dengan
Sekali Kedipan”

Note : Story belongs only to me.
Players belong to God and
himself. I hope no reader and
dark siders . because it will
make my mood continued to be
bad fanfiction.thanks for
reading my fanfiction. I hope
are satisfiend with it all :*

“sebenernya chap ini idah di post beberapa hari yg lalu di wp pribadi nae . Tapi karena ga semua reader disini tau wp pribadi nae jadi nae putusin buat ngepost juga disini”

****
Luhan bangun dari tidurnya ,
medapati Jessica yang masih
tertidur pulas di balik selimbut
yang ia pakai.

Ia menghela
nafas saat melihat itu,
sepertinya jesica benar benar
marah padanya tadi malam.

Bosan memikirkan kejadian
tadi malam, luhan segera
menuju tempat favoritya.
Balkon kamar.

Ia tersenyum senang saat
melihat pemandangan minggu
pagi kota seoul yang indah, hari
ini sangat ramai, ia tidak tahu
harus mulai darimana
menjelaskanya, mulai dari anak
anak yang sedang bermain di
taman bermain, orang orang
yang sedang jogging dan
beberapa aktifitas minggu pagi
lainya.

Tanpa luhan sadari, ternyata
Jessica sudah lebih dulu bangun,
hanya saja Jessica masih belum
bisa menggontrol perasaanya
jika melihat luhan . ia
memutuskan untuk tetap diam
di dalam selimut tebalnya, tapi.
Semakin lama, selimut tebal ini
terasa sesak. Dan semakin
sesak . karena takut kehabisan
nafas, akhirnya Jessica
membuka selimut itu.

Ia melihat luhan yang lagi lagi
sedag berdiri di balkon kamar,
melihatnya Jessica hanya bisa
tersenyum miris. Tadi malam,
ia sudah berfikir keras tentang
pria yang sekarang adalah
suaminya itu sampai sampai
sekarang ia mempunyai
sepasang kantung mata hitam
mirip seekor panda.

Ia duduk dari tidurnya
kemudian berdiri dengan cepat,
setelah itu ia megambil handuk
yang tertata rapi di lemarinya ,
lalu mulai melangkahkan
kakinya memasuki kamar
mandi kesayanganya.

****

“Jessica?” panggil luhan heran
saat melihat sesosok yeoja yang
sedang duduk di meja makan ,
sekarang ia sudah siap untuk
berangkat ke rumah sakit
tempatnya bekerja, dengan
stelan ala dokter tampan ia siap
mengobati pasien pasien yang
membutuhkan. Tapi hampir
saja ia lupa dengan seseorang
pagi ini, jessica. Istri
kesayanganya, setahunya
semenjak tadi pagi ia belum
juga melihat gadis itu,sampai
akhirnya ia menemukan
sesosok yeoja mirip jessica di
meja makanya, seperti bukan
mirip. itu benar benar jessica.
tapi ada sesuat yang membuat
luhan heran, yeoja itu terlihat
sangat berantakan, di tambah
kantung mata dan tatapan
kosong kedepan membuat
semua orang yang melihatnya
pasti bergidik ngeri.

Dan luhan lagi lagi di buat
binggung , saat gadis itu atau
bisa di sebut jessica tidak
menjawab panggilanya.

“Jess itu kau kan?” tanya luhan
sambil mendekat kea rah jessica
yang masih menatap lurus kea
rah piring kosong di depanya.

“Sica?” kali ini luhan bertanya
sambil mengibas ibasan
tanganya di depan wajah
jessica. tapi masih tetap sama
seperti yang tadi, jessica hanya
menatap lurus kedepan .

Geram, luhan menyentuh kedua
pundak jessica kemudian
menguncang guncangkanya
pelan. Seketika luhan
merasakan deruan nafas jessica
yang panic.luhan menatap
jessica penuh tanda tanya
sedangkan jessica masih panic
karena diperlakukan seperti itu.

“SIca? Kau baik baik saja?”
tanya luhan
Jessica merengut kesal saat
luhan bertanya seperti itu.

“tentu saja tidak, kau
membangunkanku secara tiba
tiba!!” seru jessica kesal.

Salah satu alis luhan terngkat.

“Membangunkanmu?jadi
maksudmu tadi kau_

“ya.. aku tidur!!” potong jessica.

Luhan membelakakan matanya
mendegar ucapap isrinya, ia
menatap istrinya kesal. Jadi
sedari tadi ia berbicara dengan
orang tidur? Ya tuhan..
bagaiamana bisa ada orang
yang tidur dengan mata
terbuka? Batinya .

“ya tuhan jessica, kau
membuatku khawatir!” gumam
luhan sendu.

Jessica tersenyum tipis
mendengarnya, kemudian
berdiri dari duduknya .
berjalan ka arah kamar
mereka.

Luhan mengikuti jessica dari
belakang, ia melihat jessica
yang berhenti di depan cermin
besar yang ada di kamar
mereka, jessica tersenyum getir
saat melihat penampilanya. Ia
sedikit memegang kantung
matanya yang besar, bak seekor
panda. Kemudian menatap
luhan lirih.

“ini indah ya?” ucapnya sambil
memegang kantung matanya.

Luhan diam tidak bergeming
mendengar kata kata jessica
terhadapnya. Dalam hatinya ia
sangat ingin meruntuki
kebodohan istrinya tersebut,
indah? Lingkaran hitam besar
di bawah matanya dia bilang
indah? Rasanya ia iangin
bertanya ada apa dengan
istrinya. kenapa ia bisa
mendapatkan sesuatu yang ia
sebut ‘indah’ itu. Tapi entah
kenapa, bibirnya enggan untuk
terbuka saat ini.

“kau tahu, ini karena mu, kalau
saja kau beritahu semuanya
apdaku. Pasti tidak akan
begini”
Ucap jessica lagi, dari nada
bicaranya . luhan bisa
menangkap ada hal ganjil pada
jessica. jessica tdiak seperti ini,
cara biacaranya pun berbeda.
batinya

Luhan lagi lagi tak bergeming,
hanya diam. Dan tetap focus
menatap jessica lekat lekat.

“Luhan.. kau tahu, kau sangat
jahat luhan!!” ucap jessica
sambil tersenyum miris kea rah
luhan.

DEG. Jantung luhan berhenti
berdetak seketika
mendengaranya, sakit.. luhan
merasakan sakit di dadanya
saat kata kata itu terlontar,
luhan tidak tahu apa ini
artinya, baru saja ia berusaha
untuk mencerna semuanya dan
berfikir dengan kepala dingin,
tiba tiba.

‘BRUK’

Mata luhan terbelakak kaget
melihat pemandangan di
depanya. hatinya berdenyut
sakit melihatnya.

Jessica , pingsan.
****
Luhan berkali kali memeriksa
terkanan darah dan jantung
jessica , hingga sekarang jessica
belum juga bangun, padahal ini
sudah hampir 5 jam jessica
pingsan. Dan itu membuat
luhan khawatir, luhan bahkan
melupakan pekerjaanya .
berdebah dengan pasien pasien
nya di rumah sakit, yang
terpenting sekarang adalah
jessica harus sadar dan kembali
sehat seperti sedia kala.

Luhan menghela nafas , ia
menatap jessica sayu. Perlahan
ia mengelus rambur gadis itu
lembut. Ia tersenyum saat
menyadari beratap cantik
istrinya saat tidur , tidak peduli
pada kantung mata besar yang
ada di bawah mata istrinya di
tambah jessica yang sedang
pingsan. ia rasa istrinya itu
masih tetap cantik dalam ke
adaan apapun.

Dan seharusnya, luhan terpana
akan wajah rupawan dan sikap
baik istrinya tersebut.ya..
seharusnya..

“sica.. kau kenapa?” tanya
luhan pelan sambil terus
mengelus elus rambut jesisca.

“kenapa kau menyiksa dirimu
sendiri?” tanya luhan lagi, kini
tangan luhan pindah dari
kepala ke dagu jessica.
mengangkatnya pelan
kemudian memandang wajah
gadis itu.

“sica.. maafkan aku, aku tidak
bisa melakukan itu ,, karena
aku tidak mau menyakitimu
nanti. Nanti saat kau tahu yang
sebenarnya.. saat kau tahu
kalau aku..aku

“Egghhh” ucapan luhan
berhenti saat ia mendengar
lenguhan kecil dari mulut
jessica,ia langsung buru buru
mengecek keadaan gadis itu .

Di saat luhan sedang sibuk
dengan alat alatnya, jessica
perlahan membuka matanya.
Pemandangan pertamanya
adalah wajah panic suaminya .
ia mengerutkan kening heran
melihat luhan yang terlihat
sepanik itu sambil menatapnya.
Tapi, saat mata jessica terbuka
sempurna. Luhan tersenyum
dan mendesah lega.

Entah karena bahagia atau apa,
tiba tiba luhan memeluk jessica
erat. Jessica yang tidak
mengerti hanya diam.
Walaupun hatinya berdetak tak
karuan.

“akhirnya kau sadar juga sica..”
guman luhan sambil memperat
pelukanya.

Jessica terdiam, ia sama sekali
tidak mengingat apapun .
terakhir kali yang ia ingat. Pagi
tadi ia bangun , mandi, menuju
ke dapur. Membuka kulkas
dan.. meminum alcohol? Ahh..
ia mengerti apa yang terjadi
sekarang.

Beberapa menit kemudian
luhan melepaskan pelukanya,
kemudian menatap jessica
lekat.

“kau meminum alcohol di pagi
hari huh?” tanya luhan.
Jessica menundukan kepalanya ,
kemudian mengganguk pelan.
Jessica tidak dapat melihat
ekpresi luhan, tapi ia dapat
mendengar lengguhan kecewa
saat ia menggangukan
kepalanya.

Luhan menarik wajah jessica
agar menatapnya, tapi jesica
tidak mau menatap suaminya
tersebut.

“kau kenapa? Kenapa kau
membayakan dirimu sendiri
huh? Meminum alcohol saat
pagi pagi, itu bisa membuat
ginjal dan usus mu infeksi”
guman luhan lembut.

“apa kau mau meninggalkanku
huh? Meninggalkanku sendiri
tanpamu ? tidak.. itu tidak akan
terjadi jessica. kau tidak boleh
pergi.. aku membutuhkanmu”
ucap luhan lagi sambil menarik
jessica kembali ke dalam
pelukanya.

Jessica mematung mendengar
ucapan luhan. Apa luhan mulai
mencintaiku? Batinya heran.
dari kata kata yang luhan
ucapkan Seolah olah jessiaca
adalah orang terpenting dalam
kehidupanya, tentu saja karena
jessica adalah istrinya , tapi
tetap saja. menggingat
pernikahan mereka dan sikap
luhan terhadapnya ? . Dan
sekarang jessica hanya bisa
diam. Menikmati dada bidang
luhan yang membuatnya begitu
nyaman saat mereka
berpelukan.

Jesica menutup matanya, ia
berusaha menikmati suasana
romantic yang sedang luhan
cipatakan untuk mereka
berdua.

Keduanya tersenyum bahagia
dalam posisi seperti ini, ini
adalah rekor skinskip terbaik
mereka setelah moment bubur
itu.

‘KRINGGGG KRINGG!!’ suara
ponsel luhan yang
menggelegar , menjadi perusak
suasana romantic yang ia buat
sendiri

Dan dengan sangat terpaksa,
mereka melepas pelukan
mereka kemudian luhan
berjalan kea rah ponselnya
yang masih mengeluarkan
suara yang tidak biasa itu, ia
menatap heran saat melihat
sebuah nomor yang tak ia kenal
di layar ponselnya, tapi
kemudian ia buru buru
mengangkatnya.jessica yang
penasaran pun hanya bisa
menguping pembicaraan
suaminya itu dalam diam.

“Yeoboseo” ucapnya pelan.

[…………]

“Ne.. ini dokter xi, waeyo?”

[…………]

Luhan membelakakan matanya
mendengar sesuatu yang sama
sekali jessica tidak bisa dengar.

“Mwo?bagaimana bisa?” ucap
luhan dengan nada yang agak
kesal dan terkejut. Jessica
mencoba mempertajam
pendengaranya saat ia merasa
ada sesuatu yang terjadi.

[………..]

“Hmm begitu, baiklah katakan
pada Eunji aku akan segera
kesana” ucap luhan pelan, saat
menyebut nama Eunji . luhan
kembali mengecilkan suaranya.
Berusaha nama itu tidak
terdengar oleh jessica, tapi
tetap saja, telingga jessica masih
sangat baik dan sehat tentu saja
ia bisa mendengar dengan baik
walau suara luhan di kecilkan
seperti itu.

Hati jessica kembali
bergemuruh mendengar itu,
kembali. Ia mendapatkan
beribu pertanyaan dalam
benaknya. Apa yang terjadi
pada gadis itu? Kenapa luhan
harus kesana? Sebenarnya
siapa gadis itu? Apa benar
hanya sekedar pasienya? Itulah
beberapa pertanyaan yang ia
ambil dari ribuan pertanyaan
di benaknya.

Beberapa detik kemudian, ia
sadar kalau luhan sudah selesai
dengan panggilanya kemudian
menatap jessica lembut. Jessica
berusaha menunjukan senyum
terbaiknya saat itu juga.

“ada apa lu?” tanya jessica
Luhan menggeleng , kemudian
mencium dahi jessica pelan.

“sica.. aku harus ke rumah sakit
sekarang” gumam luhan sambil
membereskan alat alatnya .

Jessica menatap luhan penuh
selidik.

“sebenarnya ada apa dengan
gadis itu?” tanya jessica sengit.

Saat luhan mendengar ucapan
jessica, ia hampir saja tersedak
air liurnya sendiri. Jessica
mendengar semuanya? batin
luhan heran.

“aniyo.. hanya saja ada
beberapa hal yang harus aku
kerjakan” ucap luhan sambil
tersenyum kea rah jessica.

Jessica terdiam mendengar
jawaban suaminya itu, ia tahu
luhan bohong. Jelas jelas tadi
luhan Nampak begitu terkejut
saat mendapat panggilan dari
orang yang ia tak kenal
namanya siapa juga tadi luhan
mengucapkan nama gadis itu,
dan itu sudah cukup menjadi
bukti bagi jessica.

Setelah selesai dengan semua
alat alatnya luhan kembali
menghampiri jessica kemudian
mencium dahinya lagi, jessica
hanya diam . tapi saat luhan
hendak keluar dari kamar,
luhan merasakan ada orang
yang menahan pergelangan
tanganya, ia menoleh dan
mendapati jessica yan sedang
menatap luhan datar.

“aku ikut “

****

Luhan kembali mengela nafas
saat melirik sebelahnya, di sana
terlihat jessica duduk dengan
nyaman di kursi sebelah
pengemudi. Tapi yang membuat
luhan menghela nafas adalah
tingkah jessica yan tidak seperti
biasanya, jessica hanya diam
bahkan tidak meliriknya sama
sekali . hanya menatap jalanan
kota seoul yang padat dan
ramai di siang bolong seperti
ini. sesekali ia memanggil nama
gadis itu pelan, tapi tetap saja
tidak ada jawaban apapun.

“Sica..” panggil luhan lembut .
dan ini adalah ke 10 kalinya ia
memanggil nama jessica.

Jessica menoleh kea rah luhan.
Setelah 10 panggilan yang ia
abaikan.

“waeyo?” tanya jessica polos.
Luhan menggeleng sambil
kembali memfokuskan kembali
pandanganya kea rah jalan.

“kau terlihat aneh” ucap luhan
tampa melirik jessica.

Jessica menganguk saat
mendengar ucapan luhan.

“aku juga berfikir begitu” balas
jessica sambil megalihkan
pandanganya ke luar jendela.

Kembali menikmati
pemandangan yang
menurutnya menarik itu.

à

Luhan dan jessica sekarang
sudah sampai di rumah sakit
tempat luhan bekerja, jessica
sangat terkejut saat tiba tiba
ada beberapa orang yang
membukakan pintunya, dan
ternyata itu adalah pegawai
rumah sakit. Ia tersenyum
sambil membungkukan
badanya ntuk minta maaf ,
kemudian mulai berjalan di
iringi luhan di sampingnya.

Jessica kembali di buat
binggung oleh orang orang yang
ada di rumah sakit ini, mereka
memperlakukan luhan dan
dirinya bagaikan seorang
selebritis terkenal , ahh tidak ..
ini lebih mirip emm..
presiden?. Dan itu memperkuat
dugaan bahwa luhan bukan
hanya seorang dokter yang
bekerja di rumah sakit ini,
apakah luhan juga pemilik
rumah sakit ini? batinya .

Ia terus berfikir sampai tak
terasa sekarang mereka sudah
sampai di depan pintu salah
satu kamar di rumah sakit ini,
kamar yang terlihat besar
dengan pintu berwarna putih
berbeda dengan kamar kamar
lainya yang ukurnya jauh lebih
kecil dan berpintu warna biru .
membuat kamar itu nempak
begitu special . dan mungkin
untuk pasien yang special juga?
luhan sedikit ber’ehem’ saat ia
sadar bahwa sedari tadi jessica
melamun. Dan itu sukses
membuat jessica tersadar dari
lamunan panjangnya.

Jessica menoleh kearah luhan
meminta penjelasan, sedangkah
luhan hanya tersenyum dan
berkata,

“kita sudah sampai” gumamnya
sambil menunjuk pintu di
depan mereka.

Jessica mengganguk mengerti
mendengarnya.

Luhan mendahului jessica
dengan cara membuka pintu itu
terlebih dahulu dan masuk ,
kemudian jessica dan beberapa
suster yang lain megekorinya
dari belakang.

Saat pintu itu terbuka, dan
mereka semua masuk. Jessica
sudah di suguhkan oleh
pemandangan yang benar
benar ia tidak ingin ia lihat
untuk beberapa hari ini, gadis
itu, gadis yang ia tahu bernama
Eunji itu langsung berlari dan
memeluk luhan erat saat
mereka baru saja masuk.
Pemandangan yang indah
bukan?

Semua orang yang berada
disitu , kecuali Eunji . terkejut
bukan main atas aksi Eunji
yang terbilang sangat tidak
wajar . Luhan juga terlihat agak
risih saat Eunji tiba tiba
memeluknya, tapi pria itu
mencoba pura pura tak
keberatan sambil sesekali
melirik jessica yang
menatapnya horror.

à

“aku kira kau tak akan datang”
gumam Eunji sambil terus
bergelayut manja di lengan kiri
luhan.

Luhan tersenyum, sambil
mengacak aacak rambut eunji
dengan tangan kananya.

“tentu saja aku akan datang”
ucap luhan .

Eunji tersenyum senang sambil
kembali memeluk luhan erat.

“kau itu namja terbaik dalam
hidupku ” seru Eunji sambil
mempererat pelukanya .

Jessica yang sedari tadi
menyaksikan ‘drama live’ di
depan matanya itu hanya bisa
memandang sinis kedua orang
yang salah satu diantara
mereka sepertinya tidak
menyadari keberadaanya
disisni. Matanya yang sedari
tadi sibuk menyimak drama
macam apa yang sedang ia
tonton, memanas dan siap
untuk mengeluarkan butiran
butiran berharga itu. Tanganya
terkepal erat menahan rasa
sakit yang berawal dari hatinya
dan merambat kesetiap organ
dalam tubuhnya. Tapi ia terus
mencoba bertahan ada
posisinya.

Suster suster yang berada di
belakang jessica, yang juga ikut
menonton ‘Drama live’ ini
menatap jessica khawatir.
Bagaimanapun mereka juga
bisa merasakan apa yang
dirasakan jessica sekarang.
Sakit? tentu saja, melihat suami
sendiri di peluk semesra itu
oleh orang lain. Rasanya benar
benar sakit. Tapi mereka juga
salut dengan jessica, jessica
sangat tegar walau di detik
detik terakhir ini jessica terlihat
mulai goyah dari pertahananya.
Mungkin jika mereka yang ada
di posisi jessica sekarang,
mereka pasti akan memilih
pergi dari ruangan itu. Atau
menampar pipi pasien yang
menurut mereka kurang ajar
itu .

Dan lagi lagi, jessica menjadi
pihak yang tersakiti karena
perasaanya sendiri.

*****

Hening. Suasana di dalam
kamar Eunji tiba tiba sangat
hening saat para suster keluar.
Meninggalkan sepasang suami
istri dan si pasien kesayangan
sang suami. Tidak ada yang
mau memulai percakapan , dan
hanya saling berdiam diri
sambil saling menatap satu
sama lain. Akhirnya sang
pasien berdiri dari duduknya ,
kemudian berseru .

“ini menyedihkan!!” serunya
kesal sambil kembali duduk dan
menghentakan kakinya di
lantai.

Sang suami yang juga dokter
kesayangan sang pasien itu
terkikik geli melihat tingkah
konyol pasien kesayangan nya
itu, sedangkan sang istri hanya
menatapnya tidak minat. Dan
bahkan sudah mulai mencari
cari plastic jika saja ia tiba tiba
muntah nanti saat melihat
tingkah tigkah kekanakan dari
pasien kesayangan suaminya
itu.

“Oppa kemari!!” panggil Eunji
sambil mengibas ibaskan
tanganya di udara.

Luhan menatap Eunji heran.

“kemari!! Bantu aku berdiri!!”
ucap eunji lebih mirip seperti
memerintah.

luhan berdiri dari duduknya
kemdian berjalan menuju kursi
yang Eunji tempati. Ia
membukukan badanya
kemudian mengulurkan
tanganya kepada pasien
kaesayanganya itu, lebih mirip
seperti seorang pangeran yang
meminta izin untuk berdansa
dengan putri. Eunji menangkap
raihan tangan itu semangat dan
langsung berdiri bersama
dokternya itu. Mereka salng
tersenyum saat mata mereka
menjalin kontak yang cukup
intens. Membuat seseorang
disana , yang hampir saja
terlupakan sengaja
menjatuhkan sesuatu ke lantai.

Mereka menoleh ke asal suara
dan menemukan jessica yang
sedang menatap mereka tajam.
Luhan yang sadar langsung
melepaskan tanganya,
kemudian berdiri sebagaimana
mestinya. Tapi berbeda dengan
Eunji yang langsung duduk
kembali dengan ekpresi kesal
yang di buat buat, ia masih
berusaha terlihat imut saat
sedang kesal, dan itu membuat
jessica ingin mengeluarkan isi
perutnya sekarang juga.

“luhan.. bukankah ada urusan
yang harus kau kerjakan
disini?” tanya jessica

Luhan tercekat mendengarnya,
ia kira jessica tidak menangapi
atau malah melupakan
ucapanya tadi, terntaya gadis
itu benar benar mempunyai
ingatan yang kuat. itu buruk,
membuat luhan terjebak dalam
Skakmat kebohonganya sendiri.

“umm..emm” luhan belum
bicara apapun, ia masih
mengelurakan nada nada kecil
seperti binggung untuk
menjawab.

“tidak, luhan oppa datang
kemari untuku!” seru Eunji tiba
tiba.

Jessica yang mendengarnya
reflex menatap Eunji heran.
Dalam hatinya ia benar benar
kesal dengan gadis ini, selalus
aja ikut bicara saat ia sedang
berbicara bersama luhan . Eunji
mengganguk saat jessica
menatapnya kemudian berkata.
“di datang karena harus

menyuapiku , aku tidak mau
makan kalau tidak disuapi oleh
luhan oppa. Jadi, ia datang
karenaku . ” gumam Eunji
sambil tersenyum malu.

Jessica memutar bola matanya
kesal.

“kekanakan” cibirnya pelan.
Eunji yang tadinya masih
tersipu , telah kembali kepada
ekspresi awalnya .

“Eonii kau tahu?” tanya Eunji
Dahi jassica berdenyit saat
mendengar sebuah pertanyaan
yang baru saja di tujukan
padanya . bagaimana ia bisa
menetahui sesuatu jika ia belum
mengetahuinya . bodoh!

“tahu apa?” tanya jessica bailk
Eunji tersenyum simpul, sambil
berdiri . kemudian berjalan
menuju tempat luhan.

“Kami sepasang kekasih” seru
Eunji ceria sambil menggengam
lengan luhan.

jessica membelakakan matanya,
sedangkan luhan buru buru
mengalihkan pandanganya
kearah jessica yang Nampak
begitu terkejut.

“apa? Apa aku tak salah
dengar?” tanya jessica mulai
naik darah.

“aku yakin jika saluran
pendengaranmu masih bagus”
ucap Eunji polos.

“kau bohong!”

“apa aku terlihat berbohong?”
tanya Eunji santai.

Jessica melirik luhan dengan
mata berair, ia menatap namja
yang sekarang berstatus
menajdi suaminya itu dengan
tatapan tajam. Tapi seolah tak
ingin menatapnya, luhan
menundukan wajahnya .

Hati jessica berkecamuk marah,
amarah yang sedari ia pendam
sekarang sudah sampai pada
puncaknya. Ia mengepalkan
tanganya keras, kurang
cukupkah sedari tadi ia
bersabar? Dan kenapa dua
orang yag sekarang berada di
depanya itu seakan tidak puas
dan terus menerus menguji
kesabaranya? Lalu apa yang
Eunji rencanakan dengan
memberi tahu hubungan antara
dirinya dan luhan? membuat
jesssia cemburu,sakit hati lalu
menangis? Kalau begitu. Eunji
telah berhasil .

Ingin rasanya ia menampar
wajah gadis itu, gadis itu
sepertinya benar benar berniat
balas dendam kepadanya
karena kejadian tempo hari .
tapi jessica tak menyangka ,
seperti ini balasanya . padahal
jessica hanya melakukan hal hal
kecil yang membuatnya kesal.
Bukan membuatnya menangis .

kemana sikap manis dan
perhatian luhan padanya?
Kenapa saat jessica menatapnya
luhan malah menundukan
kepalanya? Kenapa suaminya
itu tidak membelanya atau
melerai semua ini, agar tidak
membuatnya salah paham? Apa
luhan juga ikut andil dalam
moment ‘Balas dendam’ ini?
dan kenapa rasanya sangat
sesak disini, di dadanya .
kenapa rasanya benar benar
sakit. Bahkan lebih sakit dari
pertama kali ia terjatuh begitu
keras. Kenapa ? kenapa?
Kenapa???

Cukup. Jessica benar benar
terlalu sakit untuk tetap
bertahan disini. Ia benci jika
otaknya harus kembali di paksa
berfikir tentang pernikahanya.
Dan hatinya kebali di uji
karena perasaanya sendiri. Air
mata yang sedari tadi ia tahan ,
lolos begitu saja. seolah
memberi tahu bahwa ini
sesungguh menyakitkan.

“Brengsek!!”

Kata kata kasar keluar dari
bibir ranumnya begitu saja,
luhan yang sedari tadi
menundukan kepalanya
langsung menatap jessica
terkejut . melihat itu semua,
jessica segara meraih tasnya ,
kemudian berlari keluar
ruangan .

luhan menatap kepergian
jessica dengan tatapan sendu, ia
tahu. Seharusnya ia menahan
jessica agar tidak pergi tapi
entah kenapa badanya sangat
sulit untuk digerakan hanya
untuk berdiri dan menghadang
jessica . Dan begitu jessica
keluar dari ruangan itu, luhan
merasakan ada sebuah lubang
besar di dirinya. Rasa apakah
ini ? ia baru merasakan ini
sekali dari dalam hidupnya?
Apa ini yang namanya
perasaan bersalah ? atau
menyesal?

Di saat luhan masih sibuk
dengan fikiranya sendiri, Eunji
yang sedari tadi tidak di
dekskripsikan ekspresinya
hanya diam. Mematung ,
kemudian tersenyum miris.
“kau belum mengetahui yang
sebenarnya uniee..” gumamnya
pelan.

Jessica berlari sambil menangis
di lorong rumah sakit tersebut,
tidak peduli dengan tatapan
heran orang orang sekitar. Ia
terus berlari. Menurutnya rasa
sakitnya lebih besar dari pada
rasa malunya saat ini. rasa
sakit saat melihat luhan di
peluk Eunji, saat luhan
memegang tangan Eunji dan hal
hal special lain yang di lakukan
luhan teradap Eunji membuat
hatinya sesak, apalagi saat
Eunji dengan terang terangan
mengatakan status hubungan
mereka .
Ia tidak tahu kenapa luhan tega
teganya melakukan itu
padanya, padahal baru saja tadi
mereka berbaikan dan sekarang
luhan sudah kembali mengulang
kesalahanya?apakah luhan
tidak bisa membuatnya
tersenyum dan melupakan
semua masalah di antara
mereka 1 hari saja? apakah
tujuan luhan menikahinya dan
bersikap manis padanya hanya
untuk menyakitinya, Tapi
kenapa semua itu terlihat begitu
tulus?

Ia terus berlari sampai
akhirnya ia berhenti di taman
belakang rumah sakit, di sini
sangat sepi karena pasien
lainya memilih taman depan
rumah sakit yang lebih bagus
dan ramai menjadi tempat
untuk bermain atau sekedar
melepas penat . Dan jesisca rasa
tempat ini adalah tempat yang
cocok untuknya, ia bisa
menangis dan berteriak
sekencang mungkin tampa ada
yang bisa mendengarnya .

Jessica duduk di salah satu akar
pohon besar yang ada di sana ,
badanya masih bergetar sama
seperti hatinya yang
tergoncang . ia langsung
menekuk lututnya kemudian
menengelamkan wajahnya di
antara kedua kakinya. Ia terus
terisak menyalurkan semua
rasa sakit yang ia rasakan.
Ia terus menangis sampai ia
rasa ia benar benar tenang.
Tapi rasa tenang itu tak juga
muncul dalam dirinya, seolah
olah ia akan terus menangis
dan menangis sambil menunggu
rasa tenang itu datang .

Tapi semua itu terhenti saat ia
merasakan hembusan angin
yang menerpa sekitarnya,
membuat rambut indahnya
sedikit berantakan , tapi ia
tidak mempermasalahkanya ,
pasalanya hembusan angin itu
membuatnya lebih tenang . ia
tersenyum sambil menutup
kedua matanya yang mulai
membengkak. Menikmatai
hembusan angin yang terus
menerus menerpa permukaan
kulitnya .

****

Jessica terus berjalan sambil
menatap sepatu booth yang ia
pakai , hari ini tepat
pertengahan januari yang
artinya musim dingin bahkan
salju di beberapa Negara yang
mempunyai iklim Subtopis.
Sama halnya dengan Negara
lain,korea juga mendapatkan
tamu istrimewanya hari ini.
yaitu salju tebal yang sekarang
bertebaran di setiap sudut
Negara ini . Dan jessica dengan
nekad, bermodalkan mantel
yang tidak terlalu tebat dan
sepatu booth miliknya berjalan
di jalananan kota seoul yang
tertutupi salju putih itu.

Jesssica terus berjalan sambil
sesekali melihat ke kanan
kirinya, hampir seluruh jalan
kosong saat ini. entah karena
salju yang lebat atau memang
karena ini sudah larut malam.
Ia berjalan melewati sebuah
perempatan jalan , ia
mendenyitkan dahinya heran.
Biasanya perempatan ini selalu
ramai oleh kendaraan yang
berlalu lalang dan ekarang ini
terlihat sangat lenggang ah,,
bahkan ini kosong . sejak kapan
orang orang menjadi takut
salju? Batinya heran .

Setelah melewati perempatan
itu, jessica merasa ada yang
mengikutinya . tapi setiap
jessica melirik kebelakang, ia
tidak pernah menemukan
seorang pun di sana .
sebenarnya jessica bukan orang
yang penakut dan percaya kan
hal hal supranatural . tapi jika
sudah begini kejadianya , ia
benar benar harus mengunakan
instingnya sebagai manusia.

‘Tap…Tap..Tap’ ia mempercepat
langkahnya , ia terus
mepercepat langkahnya . dan
saat ia mendengar suara
langkah kaki seseorang di
belakangnya. Tampa banyak
bicara atau menengok
kebelakang sekalipun , ia
langsung berlari terbirit birit.
Sampai…

“Noona!!”

TBC~(⌣́_⌣̀)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>MY
HUSBAND MY DESTINY BY KIM
DONG
SOO<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Bagaimana? Cepet kan part 2
hanya, hanya beberapa hari
setelah aku post udah langsung
muncul lagi. Hehe , jujur ff ini
aku semangat buatnya .
kenapa ? karena ceritanya yang
menurut aku udah tertata rapi
sama readersnya yang pada
rajin komen … aaa rasanya aku
pingin cipokin satu satu
readerss yang udah komen. Oh
ya.. maaf karena aku ga bisa
balas satu persatu comenan
kalian. Soalnya aku ga sempet ..
tapi aku janji ko nanti bakal
aku bales. Cuman mau kasih
tau aja sih.. kalau fanfict ini
semuanya arthour pov. Aku
sengaja Cuma kasih arthour pov
biar sisi kemisteriusan para
pemain di sini tetep terjaga .
tapi bukan berarti mereka
bakal tetep misterius selamanya
kok, tenang aja . semua bakal
terbongkar seiring berjalanya
waktu. Dan tentang siapa yang
orang yang ada di bagian akhir
akhir itu,, masih rahasia.. haha
saksikan di chapter selanjutnya
xD . okey deh.. sama seperti
chapter sebelumnya, aku
nunggu coment lebih dari 20
baru bakal aku lanjutin,, dan
kalau tidak, mianheyo:/ aku
jamin kalau fanfict ini bakal
lamaaaaaa banget di post nya ,
walaupun fanfict ini udah jadi
sekalipun. Tapi sebaliknya
kalau komenanya lebih sari 20 ,
fanfict ini bakal terus lanjut
dan cepet di post.
Mianheyo kalau ada typo , terus
alurnya yang kependekan dan
banyak moment yang ga enak
buat di baca . ini semua karena
aku yang keburu ngebet pingin
cepet cepet nge post chapter
ini:/ Aku gatau mau ngomong
apa lagi, sebenernya mash
banyak banget yang harus aku
omongin disini, tapi karena
takut kepanjangan dan
disangka alay (?) aku udahin (?)
aja dulu sampe sini. xD
Okedeh.. see you di next
chapter :* love readers =))

Khusus chapter ini aku minta maaf karena penulisanya kurang rapi. Soalnya aku ngepost ini lewat hp. Dan you know lah aplikasi wordpress di hp?:/

12 January 2014 , Words 4000+
^3^

~Kim Dong Soo

80 thoughts on “My Husband My Destiny Chapter 2

  1. aa author saya angis! ;3; tanggung jawab/? :3 nyesek banget kalau jadi jessica , beneran deh ToT rasanya pengen banget nampar eunji/? :3 #ditabokPinkPanda:v
    ah luhan kelewatan! udh bersikap manis nah terus nyakitiin? -_-”
    kayaknya hubungan eunji sama luhan itu cuma pura2 deh/? #sotoy , soalnya eunji bilang “kau belum mengetahui yang
    sebenarnya uniee..”
    terus siapa yang manggil si jess ? > . < huhu baguss banget thor ceritanya, nyayat hati banget ;A; hikhik/?

  2. akhirnya dipost juga… Aku nunggu ff nya ini… Kasian Jessicanya..😦.. Waktu Jessica nya pingsan, Luhan manis banget.. Tapi dirusak gara-gara eunji. Dasar Eunji nyebelin! Trus mereka berdua mau bikin Jessica nangis atau gimana sih? Eunji jahat banget..

  3. waaahhhhh keren eonn :* aku salutttt..
    feelnya dapet >< keep writing ya eon ^^ keluarin next chap nya jgn lama" yak ^^

    ohh ya eonn wp pribadi eonni apa?? bagi linknya dong ^^ pengen ngunjungi ^^

  4. Part 2 ini sedih thor
    Apa yg disembunyiin luhan dan eunji? Penasaran nih thor
    Ceritanya bagus thor alurnya gampang di mengerti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s