[Freelance] Not Alone – Chapter 1

not alone

Title : Not Alone

Author : Jung Yoo Rey

Leght : Chaptered

Rating : T

Genre : Angst, Sad, Friendship, Romance (maybe?)

Cast : Jung Jessica, Kris Wu, Xi Luhan

Support Cast : find it by yourself

Disclaimer : all cast do not belong to me but everything is my bias especially jessica jung. This fanfiction is mine completely!

Author Note : annyeong! Aku kembali dengan comeback keduaku di jenong dan masih jadi freelancer xD sebenarnya mau daftar jadi author teap, Cuma udah closed-_- btw tentang ff ini, mungkin udah ada ya yang ngebaca ff ini di blog aku?’-‘ FF ini udah kuhapus yang di blog aku dan rencananya aku bakal lanjut ff itu disini, bukan di blog aku. Not alone ini sebenarnya keinspirasi dari kecelakaan AQJ *udah lama banget*, aku liat yang korban meninggalnya itu keluarganya nangis histeris gitu kan, jadi keinspirasi deh buat ff bertema sad lagi xD juju raja, aku ngetik ff ini sambil nangis masa-_- ofcourse kalau mau ngefeel, harus dengerin pake backsoundnya’-‘.

Yah semoga ff ini bias laris kayak A Regret(?) xD kayaknya aku kebanyakan baco deh-_- udahlah, baca a joke? Cekidot!

WANING!! FF INI CUKUP PANJANG, SIAPIN OBAT MATA YA’-‘ MIANHAE KALAU KETEMU SAMA TYPO xD

Backsound : If – Taeyeon SNSD (OST Hong Gil Dong)

 

 

“kris!”

 

“wae jess?”

 

“kau tau? Aku sangat beruntung bisa memilikimu.”

 

“jinjja? Aku tidak beruntung memilikimu, kau tau.”

“mwo? Kenapa begitu?”

 

“aku tidak beruntung. Tapi aku sangat sangat beruntung karena bisa dimiliki olehmu.”

 

“…”

 

“jess? Kenapa diam?”

 

“nan… neomu saranghae!”

 

“hah? haha nado. Nado saranghae.”

 

“jangan tinggalkan aku, ne?”

 

“mana mungkin aku meninggalkanmu. kau kan setengah nyawaku.”

 

“kris, kau terlalu lebay.”

 

“yak kau yang mulai duluan”

 

“sudahlah. walaupun kau lebay, tapi aku tetap mencintaimu.”

 

“nah, sekarang siapa yang lebay? Haha.”

 

“tidak lucu kris.”

 

“baiklah. oya, sebesar apa cintamu apa cintamu padaku, eh?”

 

“ehm sebesar apa ya.. oh coba saja kau ukur besar dari sarang semut.”

 

“mwo? Sarang semut?”

 

“ne.”

 

“sarang semut itu kecil jess.”

 

“benarkah? Apa kau yakin?”

 

“anak bayi pun pasti tau jika sarang semut itu kecil.”

 

“baiklah. coba saja kau ukur. Kau ukur seluruh sarang semut yang ada didunia ini. mungkin terlihat kecil. Tapi perhatikan jumlahnya. Terus bertambah tanpa henti. Seperti itulah besar cintaku padamu, kris.”

 

“…”

 

“kris?”

 

“kau hebat jess. Aku benar-benar menyayangimu.”

 

“tetaplah disampingku kris. jangan tinggalkan aku apapun yang terjadi.”

 

“aku berjanji. Aku tidak akan meninggalkanmu. aku akan berada disampingmu. Bukankah aku sudah berjanji akan menjadikanmu milikku selamanya?”

 

“aku tidak sabar akan hari itu.”

 

“bersabarlah sedikit.”

 

“aku takut kau tidak mencintaiku.”

 

“kenapa begitu?”

 

“habis kau lama sekali melamarku.”

 

“aish. kita sudah di tingkat 3 senior high school jess. Dan minggu depan kita sudah kelulusan. Tunggu saja hari itu.”

 

“aku pegang kata-katamu.”

 

“aku mencintaimu jess. Sangat mencintaimu jadi jangan ragukan cintaku.”

 

“aku tahu kris. aku juga sangat mencintaimu.”

 

“saranghae.”

 

“wo ai ni.”

 

“YAK WU YI FAN, JUNG SOOYEON! CEPATLAH TURUN DARI ATAS POHON ITU! AKU SUDAH INGIN PULANG JADI BERHENTILAH MENGUBAR KEMESRAAN!”

 

“yak xi luhan! kau benar-benar mengganggu!”

*

 

“cepatlah ke rumah sakit international seoul! Kris dalam keadaan sekarat, dia dikeroyok dengan geng milik sehun dan tertabrak minibus!

*

 

Yeoja blonde itu terus saja berlari dikoridor rumah sakit dan tidak memperdulikan cacian dari pengunjung dirumah sakit yang telah ditabraknya tanpa minta maaf. matanya nampak berkaca-kaca dengan peluh yang sudah menetes sejak tadi dari dahinya.

Dadanya terasa sesak. Perasaannya sangat kacau. Beberapa menit lalu luhan, sahabat namjachingunya, menelponnya bahwa namjachingunya dikeroyok oleh geng sekolah lain dan sekarang namjachingunya masuk di ICU.

“jessica!”

 

Yeoja blonde itu menoleh saat seseorang memanggil namanya. Mulutnya bergetar saat melihat luhan berada didepan ruangan ICU. Dengan cepat jessica berlari ke arah luhan.

“dimana kris?” tanya jessica cepat dengan suara serak.

Luhan terasa ditampar mendengar suara jessica. suaranya nampak sangat ketakutan, cemas, dan khawatir. Apa yang harus dia katakan sekarang? Mulutnya kaku untuk menjelaskan semuanya pada yeoja blonde dihadapannya.

“dimana kris?” tanya jessica lagi. luhan masih bungkam. Perlahan namja china itu menunduk.

“kris… di-dia pergi, jess… dia pergi…”

Tes

Air mata yang sudah terbendung dipelupuk mata jessica terjun begitu saja diikuti tetesan yang lain. Bibir tipisnya mulai bergetar.

“ka-katakan itu bohong. Jebal…” lirih jessica sepelan mungkin.

Luhan terdiam. Perlahan bahunya ikut terguncang diiringi isakan kecil dari bibirnya. Jessica menggigit bibir bawahnya sekuat mungkin. Tangannya terulur untuk menyentuh dua lengan luhan dan menggoyangkannya dengan kasar.

“kau bohong! Kris tidak pergi! kau bohong luhan!” teriak jessica serak kemudian menghempaskan tubuh luhan hingga namja itu mundur beberapa langkah. Air mata sudah mengalir dari dua mata sipit namja itu.

Jessica berbalik dan melirik masuk ke arah jendela kecil di pintu ICU. Air matanya masih terus mengalir namun dia tidak mau mempercayai luhan begitu saja.

 

deg

serasa dihantam, jessica dapat melihat eomma kris didalam ruangan itu sedang menangis histeris didalam pelukan appa kris yang juga terisak.

 

kris… andwae… andwae!

Jessica langsung mengulurkan tangannya ke gagang pintu dan mencoba membukanya namun tidak bisa. Pintu itu terkunci. Membabi buta jessica terus mencoba membuka pintu itu seraya menggedor-gedor pintu ICU itu.

Bug bug bug

“kris! Kris! hiks Ini aku jessica! jebal buka hiks pintunya! Kris! Hiks hiks-” jessica terus saja menggedor pintu ICU itu sambil terisak. kakinya dihentak-hentakkan dilantai seakan sedang dikejar seorang setan.

Grep

Seseorang menarik jessica dari belakang dan mendekap yeoja blonde itu. luhan.

“kris pergi jess. Kris pergi. dia meninggalkan kita…” bisik luhan sambil mengelus punggung jessica kuat karena yeoja itu terus memberontak dalam dekapannya.

andwae! Kris mencintaiku dan dia tidak mungkin meninggalkanku sendiri! lepaskan aku dasar pembohong!”

Plak

Jessica terus saja menampar punggung, lengan, dan apapun yang bisa dia tampar asal namja itu melepaskan pelukannya. air matanya membasahi baju kaos yang dikenakan luhan. namun luhan mempererat pelukannya pada jessica dan tidak memperdulikan pukulan-pukulan yeoja itu. rasanya sangat sakit harus kehilangan seseorang yang sudah menjadi sahabat kita dari balita sampai hampir menginjak gelar mahasiswa, itulah yang dirasakan oleh luhan.

“kris-ah! Andwae! Kris aargh kris jebal kris hiks hiks hiks kris andwae!” jessica masih saja menjerit dalam dekapan luhan berharap namja itu melepasnya. Jessica dapat merasakan bahunya basah. Perlahan jessica menghentikan jeritan dan pemberontakannya.

hiks.. hiks

Jessica terdiam mendengar isakan kecil luhan ditelinganya. Ya, namja itu tidak berbohong. Namja itu jujur. Jujur bahwa kris telah meninggalkan mereka.

“kris…” lirih jessica pelan. lututnya terasa lemas namun luhan menahan tubuhnya. Tangan jessica terulur dan memeluk luhan erat dan membenamkan wajahnya di baju luhan membuat baju namja itu basah.

hiks hiks kris… kris hiks hiks” isak jessica sambil menggigit bibir bawahnya berusaha untuk mengalihkan rasa sesak yang bersarang di dadanya saat ini. rasanya jantungnya berhenti berdetak. Bibirnya terasa kelu. Tubuhnya menjadi kaku.

Cklek—Krek

Suara pintu terbuka dari belakang jessica membuat jessica tersontak dan langsung melepas dirinya dari luhan. namun tidak bisa. Luhan mendekapnya begitu erat sehingga dirinya tidak bisa bahkan hanya untuk menoleh.

“lepaskan hiks aku! lepaskan aku lu, hiks” teriak jessica serak sambil mendorong tubuh luhan. luhan tidak menyahut melainkan memutar tubuhnya dan langsung menghimpit yeoja itu didinding. Jessica tersontak karena tubuhnya bertempelan dengan tubuh luhan yang menghimpit tubuhnya didinding.

nappeun namja lepaskan aku!” teriak jessica sambil memukul kepala luhan. sedetik kemudian tubuhnya membatu melihat pintu dibelakang luhan terbuka.

Dua dokter keluar bersama orang tua kris yang nampak histeris. Kemudian disusul oleh 3 suster yang nampak mendorong sebuah tempat tidur pasien yang diisi seseorang yang sekarang sudah ditutupi oleh kain putih tipis. Kris.

 

deg deg deg deg

luhan dapat merasakan degupan jantung jessica yang sangat kuat karena tubuhnya menghimpit tubuh jessica. bukan apa-apa, namja itu berusaha untuk menahan jessica agar jessica tidak membabi buta saat melihat ‘mayat’ kris.

“kris…?” lirih je

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

jessica pelan ditelinga luhan membuat namja yang sekarang juga sedang terisak itu makin sesak. Luhan menggigit bibir bawahnya sambil terus menghimpit tubuh jessica di tembok.

 

“KRIS!”

 

Luhan tersontak saat tiba-tiba jessica melengking kuat. Luhan sadar, jessica akan mengamuk saat ini.

 

“tenanglah jess, tenanglah, kumohon hiks” lirih luhan sambil mengeratkan pelukannya tidak peduli yeoja itu merasa sesak.

 

“KRIS! WU YI FAN! AKU DISINI! KRIS!” jessica tidak memperdulikan luhan yang masih menghimpitnya melainkan terus berteriak akan nama kris yang kini sudah mulai menjauh karena 3 suster itu mendorong tempat tidur yang dipakai kris itu dengan cepat.

 

“kris-ah! Hiks kembalilah! Yak kriiiiss! Hiks hiks kem-hiks-balilah! Aku disini! jessica disini, kris!” teriak jessica sambil meronta agar luhan melepaskannya agar dia dapat mengejar kris yang sudah menjauh dari hadapannya.

 

“kris pergi jess. Kris sudah pergi dan aku mohon kau mengikhlaskannya. Jebal…” lirih luhan lagi namun tidak diperdulikan oleh jessica. yeoja berparas dingin itu terus saja meronta dan memukul dada luhan mencoba membuat namja itu kesakitan dan melepaskannya.

 

“euungh kris-ah hiks hiks kriiiiss! Argh kris.. hiks kris urghh kris!” jessica tidak berhenti mendorong tubuh luhan namun namja itu tak bergeming.

 

Jessica kalut. Percuma saja dia meronta, luhan tidak akan melepasnya. Dia tahu, kris selalu menyuruh luhan untuk melindungi jessica apapun yang terjadi jika kris tidak bisa melakukan itu. dan sekarang adalah puncak dimana luhan juga harus mati-matian melindungi yeoja itu. menyadarkan yeoja itu pada kenyataan yang pahit bahwa kris telah tiada.

 

“jessica! luhan!”

 

Luhan menoleh. Tidak dengan jessica yang sekarang hanya bisa mematung dengan isakan yang terus keluar dari mulutnya.

 

Luhan merasa sedikit lega melihat 2 temannya berada dihadapannya sekarang, kemudian luhan menghapus air matanya kasar. Lalu namja itu melepaskan jessica yang langsung jatuh dibawah kakinya. Sontak luhan langsung berjongkok bersama 2 temannya yang baru saja datang itu.

 

“jessica?” panggil luhan pelan. namun yeoja itu layaknya batu menerawang kedalam ruangan tempat kris melepaskan nyawanya.

 

Luhan menghela nafas berat kemudian menoleh pada 2 temannya itu.

 

“dimana yang lainnya?” tanya luhan cepat dengan suara serak.

 

“joonmyun baru menjemput taeyeon tiffany dan yuri dulu.” Jawab yeoja bermata fox dengan cepat sambil menggegenggam tangan jessica yang tidak memberi respon apa-apa selain menggumamkan nama kris disela isakan tangisnya.

 

“baekhyun-ah, ikut aku. dan kau yoona, tinggallah disini menjaga jessica dan jangan biarkan yeoja ini kemana-mana sebelum aku kembali lagi kesini.” Kata luhan kemudian berdiri dan berlari meninggalkan jessica dan yoona yang sedang terduduk dilantai rumah sakit itu. baekhyun mengikuti luhan dari belakang.

 

“jess…?” panggil yoona pelan. mata foxnya mulai berkaca-kaca. Dadanya juga terasa sesak saat mengetahui kris telah meninggal. Namun dirinya lebih sesak ketika memikirkan bagaimana perasaan jessica saat ini.

 

“jessie-ah hiks” panggil yoona lagi tanpa sadar jika air matanya sudah mengeluarkan air mata.

 

Perlahan jessica menoleh pada yoona masih dengan wajah penuh air mata dengan bibir bergetar. “kris… tidak pergi kan yoong?”

 

Dada yoona terasa ditusuk perlahan dengan pisau tajam saat mendengar suara jessica yang seperti tidak bernyawa lagi ditambah tatapannya yang benar-benar kosong. Siapa yang tidak sesak saat melihat sahabatnya sendiri hancur? Rasanya sangat menyakitkan.

 

“jess hiks kau harus kuat jess. Aku yakin kau yeoja yang kuat. Aku mengenalmu hiks dari kita sekolah dasar dan aku tahu kau sangat anti dengan hiks yang namanya menangis jess.. hiks hiks” ucap yoona setengah mati sambil menahan isakannya. Tangannya menggenggam kedua tangan jessica dengan erat.

 

“ke-kenapa dia meninggalkanku? Dia tidak menyayangiku?” lirih jessica lagi sambil menatap keuda manik yoona. Yoona terasa ditampar melihat tatapan jessica.

 

“kris menyangimu jess. Hiks dia sangat sangat menyayangimu. Ini kehendak tuhan jess, kau harus ikhlas jika tuhan sudah turun tangan..” jawab yoona dengan bahu terguncang.

 

“tapi aku tidak bisa yoong hiks. Kris setengah nyawaku hiks dia separuh jiwaku dia separuh ragaku hiks dia-dia sangat berarti bagiku yoong hiks” lirih jessica dengan isakannya yang memilukan hati bagi siapapun yang mendengarny begitu pula yoona yang merasa makin sesak.

 

Grep

 

Sekali lagi jessica ditarik kedalam pelukan seseorang. Namun kali ini beda, dengan cepat jessica membalas dekapan yoona dan membenamkan kepalanya dibahu yoona lalu menangis sekuat mungkin. Yoona tertohok untuk pertama kalinya mendengar isakan jessica yang benar-benar mematikan. Yoona mengelus punggung sahabatnya itu dengan penuh sayang.

 

“sabarlah jess, aku tahu kau adalah yeoja yang kuat hiks. Aigoo aku jadi ikut menangis kan hiks..” gumam yoona sambil menatap langit-langit rumah sakit mencoba menghentikan air matanya, namun yang ada air matanya semakin deras.

 

hiks hiks kriiss hiks hiks aangh kriis hiks andwae… andwae… ghajima kris-ah hiks hiks” isak jessica dalam pelukan yoona semakin membesar yang menyebar diseluruh koridor. Yoona berusaha keras untuk tidak terisak keras, namun isakan jessica memancing isakannya. Jujur, dia tidak percaya kris akan meninggalkan mereka disaat mereka sudah akan melakukan upacara kelulusan 5 hari lagi.

 

kris bahkan mengambil kerja sambilan sejak masuk senior high school untuk menabung agar jika dia melamar jessica, uang itu akan dia pakai membeli gaun, cincin, dan rumah untuk mereka jika telah menikah. Namun semuanya sekarang seperti bayangan semu yang tidak akan pernah terjadi.

 

“kris ghajima jebaall kris-ah hiks maldo andwae hiks hiks kris-ah kembalilah…” lirih jessica pilu dengan bahu yang makin terguncang. Air matanya sudah terbenam di bahu yoona membuat baju dibagian bahu yang dikenakan oleh yoona basah.

 

“sabarlah jess, aku mohon kau harus tegar hiks aku yakin kau dapat melalui semua ini jess aku yakin itu jadi kumohon berhentilah menangis hiks” ucap yoona sambil mengelus rambut blonde jessica lembut.

 

Jessica hanya terus terisak dalam dekapan yoona. Setidaknya masih ada yang bisa dia jadikan tumpuan untuk saat ini.

 

“jess, yoong!”

 

Teriakan dari belakang jessica membuat yoona mendongak. Bibir yoona bergetar melihat teman-temannya yang lain berada disana.

 

Taeyeon, tiffany, dan yuri langsung berjongkok dan memeluk jessica sambil ikut terisak. mereka adalah salah satu sahabat baik kris dan jessica, oleh karena itu mereka sangat terpukul saat tahu sahabatnya telah meninggal karena tawuran sekolah. Namun mereka makin terpukul saat memikirkan bagaimana nasih jessica selanjutnya tanpa kris disampingnya.

 

“enggh kris hiks” isak jessica pelan sambil menggigit bibir bawahnya kuat sehingga meninggalkan bekas merah dibibirnya.

 

“jess yang sabarlah, kris sudah tenang disana jess” gumam taeyeon sambil mengelus puncak rambut jessica. jessica hanya membalasnya dengan terisak.

 

“aku yakin kau tegar jess, aku yakin seorang jessica jung itu adalah yeoja paling kuat didunia ini” hibur tiffany sambil ikut terisak.

 

“aku tidak tahu harus bagaimana jess, yang penting aku hanya ingin kau yang tabah menghadapi cobaan ini. aku yakin tuhan akan mengirim seseorang yang lebih baik dari kris, aku yakin itu jess” tambah yuri sambil menghapus air matanya yang terus mengalir.

 

Jessica hanya terus terisak dalam pelukan yoona yang juga terisak. taeyeon, tiffany, dan yuri berusaha menahan isakan mereka, namun tidak bisa. Ketiganya ikut terisak dalam diam.

 

“kami akan ketempat luhan sekarang. Kalian temani jessica dan jangan biarkan dia pergi sebelum kami dan luhan kembali” kata joonmyun dengan suara berat. Yuri mendongak dan mengangguk cepat kemudian kembali menenangkan jessica sambil ikut terisak. kemudian 3 namja yang tadi bersama mereka berlalu dari hadapan mereka.

 

hiks sehun… hiks dia pasti membunuh kris hiks” lirih jessica pelan ditengah isakannya. Yoona, taeyeon, tiffany dan yuri hanya bisa membalas lirihan jessica dengan terisak. bagaimanapun mereka juga tidak tahu pasti kenapa kris bisa meninggal, yang mereka tahu, kris dan teman-temannya yang lain dikeroyok oleh sekolah lain dan berakhir dengan dirinya yang tertabrak sebuah minibus.

 

hiks kris-ah ghajima hiks hiks…” isak jessica lagi sambil mencengkram erat jaket bagian punggung milik yoona membuat yoona makin terisak. bukan karena sakit, tapi dadanya sesak merasakan remasan tangan jessica yang bergetar hebat. Pasalnya dia tidak pernah melihat jessica sehancur sekarang ini. karena sesedih apapun jessica, yeoja itu tidak akan pernah mau terlihat lemah. Dan sekarang dirinya benar-benar terlihat sangat lemah.

 

“jess, tenanglah jebal.. kris tidak akan tenang disana jika kau seperti ini hiks hiks” ucap taeyeon lembut sambil mengelus punggung jessica selembut mungkin. Tiffany yang juga sudah berbanjiran air mata ikut mengangguk-angguk.

 

“aku yakin kau dapat melewati ini jess, kami ada disampingmu, kami tidak akan membiarkanmu sendiri jess hiks kris sangat menyayangimu dan kami akan menjagamu untuknya jess hiks jadi berhentilah menangis hiks” kata yuri sambil menggigit bibir bawahnya menahan isakannya. Rasanya menyakitkan saat melihat sahabat kita merasa hancur seperti ini.

 

“kris-ah aku ingin bertemu kris, untuk terakhir kali hiks jebal..” lirih jessica pelan.

 

Yoona, taeyeon, tiffany, dan yuri kemudian berpandangan kemudian taeyeon mengangguk pelan.

 

*

 

Brak!

 

Luhan menendang sebuah pintu kayu disebuah gudang tua di dekat sekolahnya diikuti baekhyun, daehyun, tao, joonmyun, yongguk, zelo, dan jinwoon dibelakangnya.

 

Mata luhan meneliti semua wajah namja itu sampai dia menemukan namja yang dia cari. Namja itu malah balas menatap luhan tajam.

 

“kalau kau datang kemari untuk menuntutku, lebih baik kau pergi karena aku sama sekali tidak bersalah.” Tegas namja yang saat ini sedang ditatap oleh luhan.

 

Luhan merasa emosinya naik ke ubun ubun. Dengan berlari secepat angin, luhan langsung mengambil ancang-ancang untuk memukul wajah namja yang sedari tadi ditatapnya itu.

 

Bugh

 

Namja itu mudur beberapa langkah sambil memegangi ujung bibirnya yang terasa perih akibat pukulan tangan luhan yang tanpa main-main. Tetesan darah mulai menyentuh permukaan tangannya saat memegang luka di sudut bibirnya.

 

“APA YANG KAU LAKUKAN PADA KRIS, HAH?!” teriak luhan menggelegar dengan bahu naik turun menahan amarah.

 

“cuih” namja itu meludah sembarangan sambil melap ujung bibirnya kasar kemudian menatap luhan tajam.

 

“tidak ada.” Jawabnya enteng.

 

Emosi luhan kembali dipermainkan. Dengan cepat dia mengendalikannya dan menatap namja dihadapannya dengan sangat tajam.

 

“katakan padaku apa yang kau perbuat pada kris.” Desis luhan setajam mungkin.

 

“kuperingatkan kau, hal seperti ini juga pernah terjadi padaku. kau lupa kalau kakak sepupu kris bahkan telah membunuh salah satu anggota kami beberapa bulan lalu?” balas namja itu tidak kalah tajam.

 

“urusan itu bukan masalah kris! Itu masalah kakak sepupu kris denganmu! Kenapa kau harus membunuh kris, hah?!” geram luhan sambil mengatupkan kedua rahangnya.

 

“aku tidak membunuh kris. Dia mati karena sudah ajalnya.” Kata namja itu.

 

Bugh

 

Luhan kembali memukul namja itu dengan sangat keras dari sebelah kiri membuat pipi kiri namja itu berdarah. Namja itu tersontak dan meringis pelan.

 

“sehun-ah, gwaenchana?” tanya seorang namja sambil mendekati sehun yang mundur beberapa langkah.

 

Sehun mendesis geram kemudian mengangkat wajahnya. “tinggalkan aku dan namja ini berdua. Kalian semua keluar!” teriak sehun geram.

 

Namja berkulit gelap yang tadi mendekati sehun mendecak kecil kemudian keluar dari gudang itu diikuti oleh teman-temannya yang lain. Sementara teman-teman luhan ikut keluar setelah luhan mengisyaratkan pada mereka untuk keluar juga.

 

“kau mau tau apa yang kuperbuat pada kris, eoh?” tanya sehun dingin saat mereka hanya tinggal berdua dalam ruangan kotor itu.

 

Luhan mengangkat alisnya geram.

 

“aku tidak melakukan apa-apa” gumam sehun tajam membuat emosi luhan kembali terpancing.

 

“jangan berbohong kau nappeun namja!” geram luhan sambil mengepalkan tangannya.

 

“kau tidak tahu apa-apa. yang jelas kelompokku tidak melakukan apapun.” ucap sehun tegas membuat luhan terdiam sejenak. Kemudian tangannya kembali terkepal.

 

“tidak mungkin! Mana mungkin kris mati begitu saja huh?!” bentak luhan kasar.

 

“aku bersumpah. Kau tidak tahu apa-apa, luhan-ah” desis sehun.

 

“apa yang terjadi sebenarnya hah?!” teriak luhan yang sekarang benar-benar emosi. Sehun benar-benar seperti mempermainkannya.

 

“ini bukan salahku.” Sehun terdiam sejenak. Kemudian melanjutkan, “Bukan pula salah kris. Aku bahkan tidak menyangka kalau dia akan meninggal dihadapanku.”

 

-flashback on-

 

“wu yifan!”

 

Kris menoleh saat seseorang memanggilnya dari belakang. Matanya sedikit terbelalak melihat sehun dan belasan temannya sedang berjalan ke arahnya.

 

“ada apa?” tanya kris dingin saat sehun benar-benar berada dihadapannya. Kris yang juga sedang bersama beberapa temannya saat itu hanya bisa menatap tajam ke arah sehun dan teman-temannya.

 

“apa kabar?” tanya sehun berbasa-basi sambil mengulurkan tangan kanannya. Kris melirik tangan sehun yang terjulur padanya lalu kembali menatap sehun tajam tanpa berniat membalas pertanyaan ataupun uluran tangan namja itu.

 

Sehun menyeringai kecil kemudian menarik tangannya kembali. “hah, harusnya aku mengganti pertanyaanku. Bagaimana kabar kakak sepupumu itu setelah berhasil ‘membunuh’ salah satu anggota kami?” desis sehun tajam.

 

Kris menatap sehun sangat tajam. “kalau kau mau tau, lebih baik kau datangi dia di penjara china.”

 

Sehun tersenyum tipis. “u-uu sepertinya dia sengaja meninggalkan negara ini agar dapat ‘melarikan diri’. Benarkan?”

 

“aku tegaskan, aku tidak pernah ada sangkut pautnya dalam urusanmu dengan kakak sepupu ku itu. jadi berhenti menanyakan tentangnya.” Tegas kris dengan nada setegas mungkin. Sehun semakin kesal karena sepertinya kris tidak menanggapi semua perkataannya. Dengan emosi sehun mengangkat tangan kanannya dan hendak melayangkannya ke wajah kris.

 

“cuih, jangan banyak omong kau wufan-ssi!”

 

Sret

 

“argh..” sehun merintih kecil saat tangan kris dengan sigap menangkap tangannya dan meremas tulang pergelangannya dengan keras.

 

Set

 

Kris menghempaskan tangan sehun sehingga namja itu mundur beberapa langkah. Kris tersenyum tipis melihat sehun yang nampak meringis.

 

“kau…”desis sehun sambil mengepalkan tangannya. belasan namja dibelakang sehun pun sudah nampak ambil ancang-ancang. Senyum kris memudar. Mana mungkin dia dan temannya yang hanya 4 orang melawan anggota sehun yang ada belasan orang? Dia kalah jumlah!

 

“kris-ah, sebaiknya kita lari atau kita akan mati muda” bisik minho membuat kris meneguk ludahnya. Jika dia lari maka dia akan dianggap pengecut, namun jika dia tinggal, dia akan mati muda dikeroyok oleh para anggota sehun.

 

‘argh persetan dengan pengecut. Aku belum mau mati muda. Aku belum sempat melamar jessica, mana mungkin aku rela mati dikeroyok sehun?’ batin kris.

 

Sehun yang melihat kris terdiam dengan sigap langsung maju ke arah kris membuat kris tersontak dan mundur. Belasan namja dibelakang sehun ikut berjalan mendekati kris dan 4 orang temannya.

 

Kris mengeratkan tas dipundaknya kemudian menarik napas. “LARI!”

 

Teriakan menggelegar kris sontak membuat keempat temannya langsung berpencar dan berlari kesembarang arah begitu pula kris.

 

Sehun terbelalak. “yah kalian ikuti yang lain, aku akan mengejar kris!” komando sehun lalu berlari ke arah kris kabur diikuti oleh teman-temannya yang mengejar teman-teman kris yang kabur kesembarang arah.

 

Sehun terus mengikuti bayangan kris sampai akhirnya dia melihat bayangan itu berhenti. Sehun menyeringai kemudian berjalan pelan mendekati kris. Rupanya jalanan sedang ramai oleh kendaraan dan menyebabkan kris harus menunggu lampu merah.

 

“kris-ssi” panggil sehun dengan nada mengejek membuat kris tersontak. Saat menoleh, kris merasa lega karena kris tidak bersama teman-temannya. Namun…

 

Bugh

 

Kris yang hampir terjungkal kebelakang akibat pukulan sehun itu mengalihkan pandangan para masyarakat yang sedang menunggu lampu merah disana.

 

“argh…” rintih kris sambil memegangi ujung bibirnya. Pukulan sehun terasa cukup menyakitkan untuknya.

 

“apa kau namja lemah huh?! Dari dulu aku ingin memukul wajahmu yang sok dingin itu! dan aku rasa aku belum puas.” Kata sehun sambil kembali mendekati kris dan melayangkan pukulan lagi.

 

Bugh bugh

 

Entah kenapa kris bahkan tidak bisa bergerak melawan sehun yang sedang memukul wajahnya membuatnya mundur beberapa langkah. Namun kris sudah cukup kesal, dengan cepat dia berlari ke sehun dan menghajar lelaki itu tepat di hidungnya.

 

Bugh!

 

Sehun terjungkal kebelakang saat kepalan kris melayang dihidungnya membuat hidungnya terasa sangat sakit. Baru sehun akan membalas pukulan kris, suara erangan dari seberang jalan mengalihkan pandangannya dan kris.

 

“ARGH!”

 

Kris terbelalak saat 4 temannya sedang dikeroyok oleh belasan teman sehun.

 

“sial!” umpat kris kemudian hendak menyebrangi jalan. Sehun terbelalak dan segera memanggil kris karena belum saatnya untuk menyebrang.

 

“kris!” panggil sehun. entah kenapa rasanya dia harus memanggil kris. Kris tidak memperdulikan panggilan sehun dan menerobos jalan.

 

Sehun sontak berdiri dan hendak mengejar kris. Namun suara decitan mobil membuat kakinya terasa berhenti bergerak.

 

Ciiiiit—bruk prang!

 

*flashback off*

 

Wajah luhan memerah menahan amarah dan kesedihan yang membuncah dalam dadanya. Rupanya dia salah menilai sehun yang dia anggap telah membunuh kris. Namun pada kenyataannya, sehun sendiri malah hendak menyelamatkan kris.

 

“maafkan aku telah membuat sahabatmu pergi” kata sehun pelan. luhan menggeleng pelan. matanya terlihat berkaca-kaca.

 

“aku yang minta maaf telah menuduhmu. Walau memang kau telah memukul kris sebelumnya, namun aku tidak menyangka kalau kau bahkan hendak menyelamatkannya. Aku pikir kau yang mendorong kris ke tengah jalan. Maafkan aku.” tegas luhan membuat sehun tersenyum tipis.

 

“bagaimanapun rasa benciku, aku tidak akan membuat hidupku yang berharga hanya untuk membunuh seseorang.” Kata sehun.

 

Luhan mengangguk singkat. Hatinya terasa digores oleh pisau saat tahu jika kris ditabrak oleh sebuah minibus ketika sedang tawuran. Otomatis luhan langsung beranggapan kalau sehun lah yang mendorong kris ketengah jalan. Tapi tebakannya melenceng.

 

Ingatan akan kebersamaannya dengan kris kembali terputar diotaknya. Mengerjai namja itu, membuat namja itu cemburu dengan cara menggoda jessica, atau bahkan membuat namja itu kesal. mereka adalah sahabat dari kecil yang tidak pernah dipisahkan. Mereka saling berbagi layaknya kakak dan adik. Sampai banyak yang bilang, dimana ada kris disitu pasti ada luhan begitupun sebaliknya. Luhan sangat menyayangkan tolakannya saat kris mengajaknya untuk ikut waktu itu. luhan menolak ajakan kris karena dia ingin membeli hadiah untuk sahabatnya itu, sebuah bola basket dengan tanda tangan atlet basket favoritnya mengingat ulang tahun kris tinggal 5 hari lagi. namun hadiah yang telah dibungkusnya itu sekarang tergeletak sia-sia disudut kamarnya.

 

Bruk

 

Luhan jatuh terduduk sambil meremas rambutnya kuat. Perlahan matanya sudah dihiasi air mata.

 

hiks…” satu isakan lolos dari mulut luhan. biarlah dia dianggap namja cengeng atau banci, yang jelas mereka tidak akan pernah tahu rasanya kehilang seorang sahabat yang sudah dianggap seorang kakak ataupun ayah. Sangat menyakitkan untuknya.

 

Sehun tertegun sejenak kemudian berjongkok disamping luhan dan mengelus punggung namja yang selama ini adalah musuhnya.

 

“sabarlah. Aku turut berduka atas kepergian kris. Aku juga tidak mengharapkan ini terjadi. dan walaupun aku denganmu dan kris bukanlah seorang sahabat, aku tetap sedih dengan kepergian temanmu itu.”ucap sehun yang dibalas anggukan pelan dari luhan yang sekarang sedang terisak kecil.

 

*

 

“sica-ah…” panggil wu ahjumma ketika melihat jessica dan teman-temannya berjalan gontai kearah kamar tempat ‘mayat’ kris tengah berbaring.

 

Jessica menoleh pelan mendengar suara yang terdengar sangat kehilangan itu. ait mata jessica jatuh begitu saja saat melihat wu ahjumma tengah menatapnya nanar dengan air mata yang terus menetes.

 

Sret

 

Wu ahjumma langsung menarik jessica dalam pelukannya membuat jessica kembali terisak. wu ahjumma mengelus punggung jessica.

 

“sica-ah, ahjumma tahu kalau sica sangat terpukul karena kepergian kris yang tiba-tiba ini, namun ahjumma ingin sica melupakan kris, bahagialah dengan namja lain. Ahjumma tidak ingin sica terus sedih mengingat kris” ucap wu ahjumma lembut dengan air mata yang membasahi bahu jessica. jessica merasa nafasnya tercekat saat wu ahjumma menyuruhnya untuk melupakan kris. itu tidak akan mungkin bisa, karena melupakan kris sama saja dengan membunuhnya secara perlahan.

 

aniya ahjumma hiks aku tidak akan meninggalkan kris, ahjumma-ah. Kris sudah berjanji hiks untuk melamarku ketika kami lulus nanti hiks dia tidak akan mengingkari janjinya, ahjumma hiks hiks” isak jessica dengan bahu yang berguncang didalam pelukan wu ahjumma.

 

Yoona, taeyeon, tiffany, dan yuri hanya bisa menangis sesenggukan dibelakang jessica dan wu ahjumma. Mereka baru sadar jika ternyata jessica yang mereka kenal sangat tegar itu adalah yeoja yang sangat rapuh.

 

“kalau begitu sica harus berjanji pada ahjumma kalau sica pasti akan bahagia walau bukan dengan kris, ne?”

 

Jessica terdiam. Sekuat tenaga dia menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan isakan yang lebih keras, namun yang ada dadanya makin sesak.

 

“a-apakah aku boleh menemui kris, ahjumma? Hiks” tanya jessica tanpa menjawab pertanyaan wu ahjumma yang menurutnya sangat menyakitkan.

 

Wu ahjumma melepaskan pelukannya pada jessica dan merapikan rambut jessica dan menghapus air mata jessica. wu ahjumma sudah sangat mengenal jessica semenjak kris membawa jessica ke rumah mereka pada saat kris masih menginjak tingkat 1 di junior high school dan mengenalkan jessica sebagai pacarnya. Wu ahjumma awalnya mengira kalau hubungan mereka hanyalah cinta monyet, namun siapa sangka jika hubungan mereka bertahan sampai mereka menginjak tingkat 3 di senior high school yang bahkan sudah hampir lulus. Kris bahkan memberitahu keluarganya kalau dia akan melamar jessica tepat pada hari kelulusan mereka. Oleh karena itu, wu ahjumma sudah menganggap jessica sebagai anaknya sendiri.

 

ne. Sica boleh menemui kris. didalam ada appa kris.” jawab wu ahjumma lembut sambil tersenyum miris pada jessica. jessica mengangguk pelan kemudian melangkahkan kakinya ke dalam tempat ‘mayat’ kris berbaring.

 

Cklek

 

Jessica membuka gagang pintu berwarna perak itu dan melangkahkan kakinya dengan sangat pelan. yoona, taeyeon, tiffany, dan yuri memilih untuk menunggu diluar sambil menenangkan eomma kris yang sekarang tengah menutup wajahnya dan menangis sesenggukan akan kepergian anak tunggalnya.

 

“kris-ah…” panggil jessica pelan. panggilan itu tidak akan mungkin dijawab, karena yang dipanggil bahkan sudah tidak berada didunia ini.

 

“sica-ah?”

 

Jessica tersontak dan menoleh sambil berharap jika yang balas memanggilnya adalah kris. namun harapannya sirna saat melihat wu ahjussi-lah yang memanggilnya.

 

ahjussi…” lirih jessica pelan.

 

“kau ingin menemui kris?” tanya wu ahjussi dengan suara serak.

 

Jessica mengangguk pelan. wu ahjussi ikut mengangguk mengisyaratkan agar jessica mengikutinya. Dengan berat, jessica mengikuti langkah wu ahjussi kesebuah kasur dimana seseorang yang merupakan dalang dari rasa sakit dihatinya saat ini berbaring.

 

Deg

 

Deg

 

Deg

 

Jantung jessica benar-benar akan lompat jika tidak ada tulang yang melindungi setiap sisi jantungnya bermuara. Nafasnya terasa tercekat. Kedua kakinya rasanya akan terlepas dan membuatnya lumpuh seketika.

 

ahjussi tidak percaya anak ini meninggalkan kita begitu cepat. Ahjussi rasa kau ingin menyampaikan sesuatu pada kris. Baiklah, Ahjussi akan meninggalkan kalian berdua.” Ucap wu ahjussi pelan sambil mengelus kepala jessica dengan sayang. Kemudian perlahan wu ahjussi menghilang dari hadapan jessica. meninggalkan jessica bersama ‘mayat’ kris.

 

Jessica hanya terdiam. Matanya tertuju lurus ke arah tubuh kris yang terbaring kaku diatas kasur. Mungkin karena wu ahjussi membuka kain yang menutupi wajah kris, sehingga jessica dapat menatap wajah kris yang terlihat sangat damai.

 

“kris-ah…” panggil jessica sambil mendekati kris yang terbaring tanpa nyawa.

 

hiks hiks kris…” isak jessica saat dirinya sudah benar-benar berada disamping kris. wajah kris yang terlihat begitu damai sungguh membuat dadanya sesak.

 

baboya, ireona… ppalli ireona..” lirih jessica pelan sambil menggerakkan tangan kris yang terasa dingin membuat tubuh jessica menggelinjang kecil. Tangan kris yang awalnya sangat hangat sehingga dirinya benar-benar senang ketika kris menggenggamnya sekarang telah berubah menjadi tangan yang dingin tanpa sedikitpun rasa hangat.

 

“kenapa kau pergi huh? Hiks kau meninggalkanku sendirian hiks kau tahu? Aku hiks tidak bisa hidup tanpamu hiks kris-ah…”

 

Jessica menggenggam tangan kris mencoba memberikan kehangatan pada tangan kris walau dirinya bahkan tahu hal itu tidak akan mungkin lagi.

 

“kau sangat jahat kris hiks hh a-aku benci sendiri hh ja-jadi cepatlah bangun hiks dan temani hh… aku lagi kris-ah hiks hiks hiks.. kau lupa janjimu dua hari lalu hiks hiks hah? kris-ah…”

 

Air mata jessica terus menetes tanpa henti dengan bahunya yang tidak berhenti berguncang hebat. Rasanya jantungnya dipompa beribu kali membuatnya terus terisak keras.

 

“a.. aku me.. hiks—ncintaimu hh.. ku-kumohon bangunlah kris hiks hiks

 

jebal… hiks hiks je-jebal ir..ireona..” gumam jessica susah payah. Rasanya dadanya akan lompat keluar.

 

Tidak kuat. Jessica sudah tidak kuat walau hanya untuk berbicara. Mulutnya bergetar kuat membuat isakannya bergema didalam ruangan itu. tangannya yang menggenggam tangan kris menjadi lemah.

 

Bruk

 

Lutut jessica jatuh bertumpu membuat jessica berlutut disamping mayat kris. jessica menangis sekeras-kerasnya sambil meremas seprai tempat tidur yang dipakai kris. jessica terus saja meneriakkan nama kris agar namjachingunya itu kembali bangun. Namun itu tidak mungkin. Kris pergi. meninggalkannya bersama berjuta-juta kenangan yang tidak akan bisa ditukar dengan apapun.

 

“jess…”

 

Seseorang memanggil jessica dari belakang. Jessica menoleh pelan kebelakang dan langsung jatuh terduduk dilantai. Oh sehun.

 

waeyo? Kenapa kau membunuh kris…?” lirih jessica yang membuat sehun merasa dadanya diiris dengan pelan. suara jessica benar-benar menyakitkan.

 

“aku tidak membunuh kris, jess. Aku bersumpah” balas sehun sambil berjongkok didepan jessica.

 

geotjimalhiks hiks apa salah kris? kenapa hiks kau sampai membunuhnya? Hiks..”

 

Deg

 

Lagi-lagi dada sehun terasa diiris. Bagaimana cara sehun menjelaskan kalau bukan dirinya yang membunuh kris?

 

“kembalikan kris… kumohon buat dia kembali padaku hiks hiks…”

 

Lagi dan lagi. setiap kalimat yang dikeluarkan oleh jessica mampu membuat sehun merasa ditampar.

 

“bukan aku jess… aku tidak membunuh kris. kau bisa menanyakannya pada luhan, jess.”

 

“kris… aku menyayanginya hiks aku mencintainya hiks hiks aku membutuhkannya, sehun-ah… hiks” ucap jessica sambil meremas ujung bajunya.

 

Sehun tidak tega melihat seorang yeoja menangis, apalagi dihadapannya sambil menyebut namanya. Dengan keberaniannya, sehun menjulurkan tangannya dan menarik jessica kepelukannya. Sehun tersontak saat jessica membalas pelukannya dan menenggelamkan wajahnya didada sehun. entah ada apa, sehun mulai merasa adanya atmosfir aneh didadanya. Namun segera ditepisnya dan mengelus kepala jessica.

 

“tenanglah. Aku ada disini jess. Menangislah sepuasmu. Aku akan menemanimu.”

 

*

 

Kris house, 09.00 KST

 

Rumah bernuansa china-korea itu sudah mulai ramai oleh para tamu ataupun kerabat-kerabat kris atau kerabat orang tuanya. Para tamu memakai pakaian serba hitam khas orang mati. Ya, hari ini adalah hari dimana kris dapat dikunjungi sebelum dibawa ke liang kubur.

 

Nampak orang tua kris, jessica, dan luhan yang duduk disamping peti mayat kris. para tamu bergiringan memberi ucapan berduka cita pada orang tua kris, jessica, maupun luhan.

 

“jessie.. aku harap kau tetap tegar ne? Aku yakin kris sudah tenang disana… aku turut berduka atas kepergiannya.. yang sabar ne?”

 

Jessica hanya mengangguk membalas ucapan dari naeun, salah satu teman kelasnya dan kris. naeun memeluk jessica selama beberapa detik kemudian pergi ke meja yang sudah ditempati khusus untuk teman-teman kris. dari semua tamu, teman kris lah yang paling banyak. Untung rumah kris cukup besar sehingga para tamu mendapat tempat masing-masing.

 

hiks hiks..

 

Isakan kembali lolos dari mulut jessica. kimono hitam terpasang ditubuhnya, rambutnya pun dikuncir kebelakang. Luhan yang duduk disamping jessica segera menyandarkan kepala jessica kebahunya. Jessica hanya diam dengan perlakuan luhan.

 

sst, kris tidak akan suka melihatmu menangis, jess.” Lirih luhan. jessica sendiri hanya bisa mengangguk-angguk dalam pelukan luhan.

 

“jess. Ada saem.” Bisik luhan. jessica menghela nafas panjang dan berdiri dari duduknya untuk memberi salam pada saem disekolahnya yang juga datang mengunjungi kris.

 

Jessica dan luhan membungkukkan kepalanya pelan. han saem yang merupakan wali kelas jessica, luhan, dan kris mendekati jessica dan mengelus rambutnya.

 

“jessica, saem tahu ini pasti sangat berat untukmu. Tapi saem ingin kau terus semangat. Jangan putus asa. Saem yakin akan ada namja lain yang akan membahagiakanmu. Tetaplah belajar dan teruskan pendidikanmu. Saem tahu kau adalah yeoja paling kuat yang pernah saem lihat.” Ucap han saem sambil menghapus air matanya yang juga lolos dari matanya yang tertutupi kacamata.

 

ne saem hiks hiks” balas jessica sambil mengangguk pelan.

 

“baiklah. luhan-ssi, kau juga yang tegar ne. Saem tahu kau dan kris adalah sahabat yang sangat tidak bisa dipisahkan layaknya buah dan bijinya, namun kau harus tetap semangat. Ingat, perjalanan kalian masih panjang.” Nasehat han saem yang dibalas anggukan oleh jessica dan luhan. kemudian han saem meninggalkan luhan dan jessica menuju ke arah wu ahjumma yang nampak kehilangan setengah nyawanya.

 

Jessica dan luhan kembali duduk setelah para saem menaruh bunga dipeti kris. jessica mendongak dan menatap sebuah pigura yang ditaruh didepan peti kris. di pigura itu nampak foto kris yang tersenyum manis. Jessica rindu senyum itu. senyum yang selalu ada untuknya. Senyum yang selalu membuatnya merasa tenang. Bukan senyum yang seperti sekarang ini, senyum yang hanya berada di balik kaca pigura. Itu tidak berarti apa-apa untuknya.

 

unnie..”

 

Jessica mendongan pelan ketika mendengar suara yang dia kenal. Suara adiknya.

 

“krys-krytal..”

 

“jessica-ah..”

 

Jessica menoleh kebelakang krystal, air matanya kembali menetes deras melihat ibu dan ayahnya berada disana.

 

eomma… appa…”

 

Krystal berhambur memeluk jessica yang nampak sesenggukan. krystal pun mulai ikut menangis untuk eonnie kesayangannya itu. dadanya ikut sesak.

 

eonnie… tenanglah.. aku ada disini eonnie, aku akan menemanimu..” isak krystal sambil terus memeluk jessica. jessica mengangguk pelan. rasanya bibirnya tidak sanggup untuk berbicara.

 

Tidak lama, jessica merasakan sepasang tangan ikut memeluknya. Eommanya.

 

“jessica, don’t cry baby.. mommy ada disini. mommy tidak akan membiarkanmnu sendiri jessie. tenanglah, kris tidak akan senang jika kau seperti ini.” lirih eomma jessica sambil mengelus punggung anak sulungnya itu. punggung jessica naik turun karena isakannya. Eomma jessica tidak kuasa untuk menahan air matanya, sedetik kemudian setetes cairan bening ikut keluar dari matanya.

 

luhan hanya bisa menunduk. dalam hatinya yang paling dalam, dia iri pada jessica. jessica masih mempunyai sosok yang tidak akan membiarkannya sendiri. tapi dirinya? orang tuanya bahkan meninggalkannya di korea dan lebih mementingkan bisnisnya di china.

 

“luhan-ah”

 

Luhan mendongak. Matanya menangkap sosok appa jessica yang sedang duduk dihadapannya.

 

ahjussi tau kau sangat terpukul akan kepergian sahabatmu yang juga namjachingu jessica. ahjussi juga tau kalau kau juga sangat butuh sandaran untuk meluapkan semuanya dan Ahjussi tau orang tuamu sedang tidak berada di korea. Oleh karena itu, ahjussi siap untuk menjadi sandaranmu, luhan-ah. Ahjussi sudah menganggapmu sebagai anak ahjussi sendiri seperti ahjussi menganggap kris sebagai anak ahjussi. Jadi kau tidak usah sungkan pada ahjussi. Anggaplah ahjussi adalah appamu.”

 

Luhan tertegun. untuk pertama kalinya seseorang berkata seperti itu padanya. ayahnya saja tidak pernah menghiburnya jika sedang bersedih. Sekarang malah ayah jessica lah yang bersedia menjadi sandaran untuknya.

 

appa…” lirih luhan. ayah jessica tersenyum lembut pada luhan. luhan langsung memeluk ayah jessica untuk meluapkan rasa sedih dan amarahnya saat ini. ayah jessica tersenyum tipis dan mengelus rambut luhan.

 

bagaimanapun dia sudah menganggap luhan sebagai anaknya sendiri karena saat jessica mengunjunginya di california, kris, luhan, dan yoona ikut untuk berlibur sekalian jessica ingin mengenalkan kris pada orang tuanya. Dan saat di california, luhan sangat senang menemani ayah jessica bermain sepak bola. Kris sendiri waktu itu menjadi wasit yang terkadang ditendangi bola oleh luhan. oleh karena itu, ayah jessica sudah menganggap luhan dan kris anaknya sendiri. saat itu jessica, kris, luhan, dan yoona berlibur di california selama 1 setengah bulan karena liburan kelulusan dari junior high school ke senior high school.

 

Jessica sendiri masih dalam pelukan krystal dan eommanya. Krystal terus membisikkan kata-kata untuk menghibur eonnie kesayangannya itu walau dirinya juga tengah terisak. tidak lama, eomma jessica melepas pelukannya.

 

“sica-ah, mommy ingin menemui ibu kris. krystal-ah, temani eonniemu.” Ucap eomma jessica yang dibalas anggukan dari krystal. Kemudian eomma jessica berjalan ke arah wu ahjumma yang sekarang sedang berbicara dengan han saem.

 

*

 

“bagaimana jessica selanjutnya? Hiks hiks..” lirih tiffany sambil mengusap hidungnya dengan sapu tangan. Sekarang dirinya sedang berada di meja di rumah kris bersama para sahabat kris dan jessica yang lainnya, walau hanya ada 4 yeoja—yoona, tiffany, taeyeon, yuri—dimeja itu diantara belasan namja yang juga sahabat terdekat kris.

 

“sudahlah tiff. Ada luhan yang menjaga jessica.” kata joonmyun yang mendapat tatapan tajam dari eyesmile tiffany. joonmyun menghela nafas dan meneguk air putih dihadapannya.

 

“kau pikir jessica mau begitu saja pada luhan huh?” sungut tiffany.

 

“aku yakin luhan akan membuat jessica jatuh cinta padanya. karena kris sendiri yang meminta hal itu pada luhan.” ucap joonmyun yang bahkan tidak hanya membuat tiffany menoleh, tapi yoona, taeyeon, dan yuri pun ikut menoleh.

 

“maksudmu apa joonmyun?” tanya taeyeon dengan suara serak.

 

“sudahlah. aku ingin keluar dulu mencari angin.” Ujar joonmyun lalu meninggalkan meja yang tadi didudukinya lalu berjalan keluar.

 

“apa-apaan joonmyun itu? tidak jelas sekali.” rengut yuri sambil menarik tissue ditangan yoona dan menghapus sisa air mata dimatanya.

 

“hey. Apa itu artinya rencana kris hancur total?” pertanyaan yang keluar dari mulut daehyun berhasil membuat 4 teman yeojanya kembali terisak.

 

“daehyun-ah, jangan bertanya seperti itu dulu saat ini. kau tidak lihat, 4 cleopatra ini kembali menangis.” Ucap tao yang mendapat lirikan sinis dari 4 yeoja dihadapannya.

 

“ini juga bukan saatnya untuk bercanda, zi tao.” Desis yoona yang membuat tao menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Zelo yang berada disampingnya hanya menepuk pundak tao dan tatapan ‘yoona-benar. Kau-sabar-saja-kawan’. Tao hanya mengangguk sekilas.

 

“tapi jika memang begitu… rencana kris sudah gagal…” lirih yuri sambil mengusap matanya dengan tissue.

 

Tidak ada jawaban. Semuanya terdiam sambil menerawang. Rencana kris yang telah tersusun rapi dan sempurna itu sudah hancur total.

 

Rencananya untuk melamar jessica diacara kelulusan mereka kelak telah hancur.

 

*

TBC

38 thoughts on “[Freelance] Not Alone – Chapter 1

  1. Pas aku lagi nyari ff kris di blog ini aku ketemu sama ff ini dan akhirnya aku baca,aahh aku nangis bacanya:'(,gak tega jessica jadi rapuh begitu dan feelnya dapet bangett,dan entar yang jadi pengganti kris luhan/sehun?

  2. huweeeeee
    mewek aku……sumpah thor…3 lembar tisu basah kuyub(?)
    oh ya,menurutku backsoundnya lebih cocok snsd taeyeon – BYE
    itu sih menurutku

  3. Aahh… Nangis nih aku!!
    Bantalku jadi basah gara-gara nangis
    Mataku bengkak dehhh.. Maaf aku bru ketemu ff ini jadi baru komen deh…
    Kenapa sedih semua?? Awalnya seneng.. Tapi??? Hiks jadi pengen ngelanjutin nangisnya yg tertunda(?)..
    Next chap cepetan keluar ya aku tungguin nih!!! Fighting!! ;(🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s