[Freelance] More Than…(Chapter 5)

 

Author: S.Y.M

Title: More Than…

Lengt: Chaptered

Rating: G

Genre: Romantic, friendship

Main Cast:  -L Myungsoo- Jessica Jung.

Other Cast: Lee Ki Kwang

Note: Sorry For Typo an enjoy it

PART IV (chapter 1)

YOU’RE…

 

“Irona! Kau melewatkan makan siangmu lagi Sooyeon_ah!” Myungsoo menggoyahkan tubuh Jessica yang kini sedang bersembunyi di balik lengannya. Ia tertidur di meja kantin sekolahnya.

“Eumhh!” ia mendongakkan sedikit kepalanya, namun sebagian besar wajahnya masih terbenam pada lengannya.

“Kau pulang kerja jam berapa? Apa aku harus setiap hari menjemputmu heoh? Kenapa kau bandel sekali!” omeh Myungsoo pada gadis di depannya itu.

“OMO! My Princess! “ suara bass itu tiba-tiba mengusik telinga Sooyeon yang bahkan ia tak menghiraukan Myungsoo yang terus membangunkannya.

Myungsoo memutar kepalanya, siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol, dia tidak akan kehabisan stock happy virusnya untuk mengganggu Jessica dan otomatis Myungsoo juga terganggu karena dia.

Jessica mendongak, menoleh ke sumber suara yang berhamburan duduk di sebelahnya.

“Hya! Kenapa karena kedatangannya kau bangun?” Myungsoo protes tidak terima karena usahanya tak sebanding dengan suara bass Chanyeol

“Aishhh…Don’t disturb me! Give me 15minutes okey!” Jessica beranjak dari duduknya dan meninggalkan dua namja itu.

Chanyeol melirik Myungsoo dan Myungsoo pun membalasnya dengan tatapan datarnya dan mengikuti Jessica, ia pasti ke perpustakaan untuk tidur. Tidak untuk membaca buku seperti biasanya.

“Hoachh… Princess ku!” Chanyeol mendengus. Karena tidak mendapat tanggapan dari Jessica seperti biasanya.

________________________________________

Semester akhir di tingkat menengah sudah di depan mata. Mereka mempersiapkan diri untuk menentukan di Universitas mana mereka akan melanjutkan. Berbeda dengan Jessica yang masih suka sekali memandang langit luas. Di kelas manapun ia akan tetap memilih untuk duduk di bangku paling belakang di samping jendela dan tak berubah juga untuk Myungsoo yang duduk di sebelahnya untuk memandangi Jessica.

Kebiasaan mereka juga tidak berubah, Jessica tetap menunggu Myungsoo di ujung belokan rumahnya. Hanya saja sekarang Myungsoo lebih sering berbuat curang dengan lebih dulu menjemput Jessica ke rumahnya untuk ke stasiun. Terkadang juga Jessica yang selalu jengkel selalu berangkat lebih pagi dan menunggu Myungsoo di ujung belokan itu sebelum Myungsoo mendahuluinya untuk ke rumahnya. Seperti itulah kebiasaan pagi mereka. Sekarang lebih diwarnai dengan pertarungan sengit siapa yang lebih dulu menunggu maka dialah yang menang. Ke halte atau ke stasiun.

Mereka sudah saling tahu bagaimana kehidupan keluarga mereka masing-masing. Alasan Jessica pindah ke Korea. Bagaimana Myungsoo bisa mengenal Yong Guk. Dan cerita masa kecil mereka.

Myungsoo yang suka seenaknya masuk ke rumah Jessica, dan Jessica yang tidak ingin sama sekali pergi ke rumah Myungsoo.

Dan tentang Jessica yang memutuskan untuk bekerja paruh waktu sepulang ia sekolah. Itulah perbedaan selama satu tahun terakhir ini.

Jessica bukanlah gadis cantik yang beruntung. Keluarganya tidak seperti keluarga Myungsoo yang punya segalanya. Alasan Jessica pindah ke Korea adalah saat kedua orang tuanya bercerai. Bisnis keluarga yang bangkrut dan Ayahnya memutuskan untuk menikah dengan tujuan agar ia bisa mempertahankan bisnis keluarganya. Namun sayang eommanya seakan tidak terima dan mengajukan perceraian, hingga akhirnya perceraian itu terjadi. Eommanya terlalu gengsi untuk mengatakan bahwa memang mereka tidak bisa apa-apa  tanpa bantuan dari ayahnya. Setiap bulan Ayahnya mengirimkan uang untuk biaya sekolah Jessica dan tidak untuk eommanya. Entah kenapa Ayahnya begitu membenci eommanya karena eommanya yang tidak mau bersabar dan memilih untuk mencari orang lain yang lebih kaya darinya.

Sayangnya Jessica juga bernasib buruk di korea karena eommanya. Sebagian uang sekolahnya ia berikan untuk eommanya. Ia merasa kasihan terhadap eommanya. Meskipun sebenarnya uang itu digunakan hanya untuk membeli Soju dan minuman alcohol lainnya. Eommanya mulai berusaha untuk mencari pengganti ayahnya. Jessica tahu betapa Eommanya juga merasakan kekecewaan sehingga ia menjadi seperti ini.

Dan terakhir saat Eommanya pergi bersama seorang laki-laki meninggalkan Jessica. Kini ia hidup sendiri di rumah itu tanpa tahu keberadaan eommanya. Sesekali eommanya datang dan tidak akan lama untuk tinggal, ia tidak di perbolehkan tahu dimana eommanya selama ini tinggal.

Seakan perasaannya mati. Ia pun mulai tidak perduli dengan bagaimana eommanya sekarang. Ia tetap yakin eommanya akan datang padanya. Meskipun hanya sekedar meminta uang tapi eommanya tidak akan meninggalkannya begitu saja.

Sedangkan Myungsoo. Ia tidak mengalami kesulitan financial sedikitpun, hanya saja ia tidak pernah menggunakan fasilitasnya untuk pergi ke sekolah. Orang tuanya sibuk untuk mengurus perusahaannya sehingga jarang sekali ia bertemu orang tuanya. ia mengenal Bang Yong Guk karena ia bisa merasakan kebebasan dari semua tekanannya saat di rumah. Ia bisa melampiaskan semua kekesalannya pada orang tuanya dengan berkelahi bersama-sama. Ia mulai terlibat banyak masalah saat ia baru menginjak remaja. Berulang kali pengacaranya harus membebaskannya dari polisi karena ulahnya. Dan terakhir kalinya saat seseorang terbunuh dan ia memutuskan untuk tidak lagi berkelahi bersama Yong Guk. Karena saat itu dia benar-benar merasa, dia mempunyai Jessica disampingnya itu saja sudah cukup untuk melupakan semua masalah di keluarganya.

Jessica selalu memarahi Myungsoo yang tidak pernah mensyukuri keadaannya. Baginya keluarga utuh dan tidak kesulitan financial sudah cukup. Tapi Myungsoo tidak membutuhkan itu. ia hanya ingin mendapat kasih sayang orang tuanya. Mendapatkan apa yang ia sukai dan tidak mendapat kekangan apapun untuk masa depannya. Sejak mengenal Jessica, Myungsoo selalu takut tumbuh dewasa dan akan kehilangan semuanya yang ia sukai. Dunianya di masa depan adalah seperti orang tuanya. Terlalu sibuk mengurus perusahaan di regional maupun di cabang. Ia takut tidak ada lagi waktu untuk bersama Jessica.

Myungsoo menunggu Jessica yang tertidur pulas bersandar pada rak buku. Ia sudah tidur selama 1 jam dan mereka melewatkan 45menit jam pelajaran mereka setelah istirahat.

“eumhh!” Jessica menggerakkan lengannya. Ia buka perlahan matanya yang masih sayup dan mendapati Myungsoo masih ada di depannya.

“EL? Berapa lama aku tidur? Apa sudah lebih dari 15menit?” tanyanya

“emmm…kau tertidur 45 menit melebihi 15 menit. Jadi kau tertidur selama 1 jam !”

“OMO? Kenapa tidak membangunkanku?” Jessica menoyor kepala Myungsoo.

“Hya! Mana tega aku membangunkanmu, kau tertidur sangat pulas ! apa kau pulang sangat larut semalam?”

“Any… mommy datang dan ia mabuk, aku harus merawatnya. Badannya juga sedikit demam!”
jelas Jessica, wajahnya kini berganti muram.

Selama ini ia tidak bisa berbuat banyak untuk eommanya. Ia hanya bisa menuruti eommanya karena hanya ia keluarganya. Ia tidak mungkin lagi kembali ke California ke tempat Ayahnya. Ayahnya kembali mengalami kesulitan dan ia tidak ingin menjadi beban bagi Ayahnya. Ia harus tetap menjaga eommanya.

“Kau lelah?” Myungsoo mengacak lembut poni Jessica. Suaranya yang lembut membuat Jessica merasa hangat dan selalu tenang.

“Gwenchana… aku bukan gadis cengeng!” Jessica tersenyum

“Kau benar, Kau hebat!”

“Kami ingin bermain ke Cafemu!”

“Kami?”  tanya Jessica bingung.

“Ya,, kami! Kalau begitu … kita bolos hari ini.. lagi pula ini jam matematika dan kau tahu aku sudah sangat mahir di bidang itu, jadi… aku tdk perlu mengikuti pelajaran. !”

“Hya… bagaimana denganku?” protes Jessica

“Kau melupakanku? Bukankah namja keren ini juga pintar , kenapa kau tidak meminta bantuanku?”

“Any… kita kan rival!”

“Hya sooyeon_ah!”

Jessica menjulurkan lidahnya, lalu ia beranjak dai tempat itu.

Myungsoo mengikuti arah langkah Jessica yang ia tahu pasti Jessica akan pergi ke kelas. Jessica tidak akan setuju dengan mudahnya untuk urusan bolos sekolah.

“Tas mu ada disini!” ucap Myungsoo, dengan enteng dia menenteng tas Jessica. Jessica melebarkan matanya dan spontan ia berlari dan memukul Myungsoo.

“Aku sudah meminta ijin guru piket, dan aku mengatakan kalau kau harus chek up ke dokter.!” Myungsoo menjulurkan lidahnya. Jessica menepuk keningnya ringan, kali ini ia kalah. Ia tidak perlu menanyakan apa alasan Myungsoo kepada Guru Piket, ia pasti meyakinkan guru piket karena dia yang mengantarkannya untuk check up ke dokter.

Myungsoo yang merasa menang segera menarik lengan Jessica. Dan Jessica hanya pasrah atas perlakuan sahabatnya itu.

.

.

“Kau yakin tidak ingin bersamaku ke tempat Yong Guk Hyung?”

“Hemh… aku rasa aku tidak ingin melewatkan waktu istirahatku malam ini, aku ingin istirahat cepat, jadi aku akan mulai bekerja lebih awal. Gomawo EL!”  Jessica menyipitkan matanya, senyum merayu nya mengembang di pipinya.

“Ara.. Ara! Aku akan ke Cafému nanti!” Myungsoo mengacak poni Jessica dan itu sudah kebiasaannya.

Jessica segera beranjak dari tempat itu dan langsung menuju ke tempat kerjanya yang jaraknya ada di tengah-tengah antara rumah dan sekolahnya.

.

.

.

“Selamat sore,Selamat datang!” sebuah sapaan halus dan Jessica segera menoleh ke arah pintu masuk.

Tepat sekali, segerombolan pria sedang berjalan ke arahnya, Jessica mengisyaratkan pada Myungsoo agar ia duduk di kursi pelanggan dan ia yang akan menghampirinya.

“Jessica, kau ingin menambah jam kerjamu atau kau pulang sekarang?” tanya sang empunya Café..

“Ne.. aku ingin istirahat, jadi aku bekerja lebih awal hari ini, emhh boleh kah aku bersama teman-teman ku di sana untuk sebentar saja. Aku akan melayani mereka dan sekedar bercengkerama bersama”

Sang manajer café tersebut mengangguk mengerti, ia sudah bekerja sesuai jam kerjanya , tidak mungkin ia melarang Jessica  untuk selesai dari pekerjaannya.

“Kamsahamnida!” Jessica membungkukkan badannya dan segera menghampiri teman-temannya.

 

“Anyeong!” sapa Jessica senyumnya mengembang ketika melihat sekelompok pria itu, mereka terlihat lebih akrab dan bersahabat satu sama lain. Perdebatan mengenai suatu hal juga sering menghiasi mereka, namun tidak untuk bertarung seperti yang biasa mereka lakukan, itu juga perbedaan mereka selama 1 tahun ini.

“Anyeong Sica!” Jin menyapanya bersemagat dan segera menarik Jessica untuk duduk di sampingnya.

“Sejak kapan kau memanggilnya seperti itu?”  tanya Myungsoo dingin. Lirikannya lumayan tajam pada Jin.

Jin  yang mendapatkan tatapan Myungsoo hanya tersenyum, tatapan itu tidak akan berpengaruh padanya.

“ dia terlalu imut untuk aku panggil Jessica_ssi, bukan kah begitu Sica?”  Jin tersenyum manis pada Jessica yang ditanggapi dengan picingan mata tidak terima dari Ren dan kekehan dari Himchan juga Yong Guk, sedangkan Myungsoo menatapnya dingin.

Jin menjulurkan lidahnya pada Myungsoo. Young Jae terkekeh melihatnya

“Aku buatkan minuman untuk kalian!”

“ Tidak usah, bukankah jam kerjamu sudah habis? Kau ingin pulang atau kami traktir?” tawar Young Jae

“Kalian mentraktirku?”

“Ralat, sepertinya nantinya tagihan akan dibebankan kepadaku!” Protes Myungsoo tidak terima, ya… meski latar belakang mereka adalah keluarga (berada kecuali Jessica), namun Myungsoo lah yang mempunyai posisi tertinggi diantara mereka, Fasilitas dan uang saku yang tentunya lebih banyak dari orang tuanya.

Young Jae menggaruk  tengkuknya yang tidak gatal. Sedangkan yang lainnya tergelak tawa.

“kau melupakanku yang pernah mentraktir kue beras di jalan waktu itu?” protes Ren dan tawa mereka semakin keras. Ren selalu lucu jika ia mengeluarkan protesannya, kata-katanya yang terkadang pedas juga malah terdengar lucu ditelinga teman-temannya, sikapnya sangat berbeda dengan wajahnya yang seperti perempuan.

“Kau? Kenapa tidak memanjangkan ponimu?” tanya Jessica, Ren memang selalu berponi dan selama 1 tahun ini warna rambutnya tetap bercat putih.

“Kau saja yang memanjangkan ponimu, !”

“Shireo!” tolak Jessica, bibirnya mengerucut

“Whatever!” balas Ren, ia pun memalingkan wajahnya

“Hya itu kata-kata ku!” protes Jessica, yang lain hanya memandangi keduanya. Musuh Jessica adalah Ren dan mereka sama-sama cerewet jika sudah bertengkar seperti ini.

“Whatever!” Ren memalingkan kembali wajahnya.

“Hya, jangan pakai kata-kataku !” protes Jessica tidak terima namun Ren tetap menggodanya dia malah menjulurkan lidahnya pada Jessica. Membuat Jessica memutar matanya jengah.

“Kkaja! Kami antar kau pulang, kita makan Ramyun di jalan dekat rumah mu nanti!” Myungsoo menarik tangan Jessica dan mereka mengikuti mereka dari belakang, tak lupa Jessica berpamitan pada manajer Café nya.

.

.

Mereka menghabiskan malam itu dengan bercengkerama bersama, sungguh menyenangkan jika berada di tengah para namja yang saling bertengkar memperdebatkan hal sepele itu, namun mereka juga bisa menyebalkan jika mereka kehabisan bahan mereka pasti mengorbankan Jessica untuk menjadi bahan guyonan mereka. Rasanya seluruh perasaan lelah pada tubuh Jessica bisa tertutupi dengan tertawa bersama seperti ini. Kebersamaan yang mungkin jarang ia dapatkan di rumahnya. Ia hanya bisa dapatkan dari teman-teman yang menyayanginya.

Jessica tersenyum melihat keadaan ini, rasanya ia ingin berlama-lama berada di luar rumahnya, merasakan kebersamaan ini. Jika ia berada di rumahnya, ia akan mengingat bagaimana keluarganya, bagaimana eommanya, bagaimana Appanya, rumah kecil itu selalu mengingatkannya pada keluarganya. Jika ia meminta pada Tuhan, ia akan meminta 2×60 menit dalam 1 jamnya jika ia sedang bersama dengan Myungsoo ataupun dengan teman-temannya ini. Dan jika ia berada di rumahnya ia akan berdo’a pada Tuhan 30menit lebih cepat setiap jamnya agar ia bisa segera pergi ke sekolah dan bertemu teman-temannya.

Myungsoo melirik Jessica yang terdiam, di bibirnya terulas senyum kecil namun matanya entah apa yang ia pikirkan ketika melihat dia dan teman-temannya.

“Sooyeon_ah!” panggil Myungsoo lirih, Sooyeon mendongak, ia hanya menjawab lewat matanya.

“Kita pulang!” ajak Myungsoo.

Jessica mengangguk, ia menatap satu persatu orang-orang di sekitarnya.

“Kami akan mengantarmu!” Ucap Yong Guk, dan pastinya Jin, Ren dan Himchan akan menyetujui ucapan ketuanya itu.

Myungsoo menatap Yong Guk, seakan ingin mengatakan “ kalian tidak memberiku waktu hanya bersama Sooyeon?”

Yong Guk yang seakan tahu apa yang akan dikatakan Myugsoo hanya terkekeh,

“Ayolah! Kami tidak keberatan mengantarkan Sica!” Jin merangkul pundak Myungsoo. Jessica tersenyum kecil, sahabatnya itu tidak mengeluarkan seringaiannya sedikitpun.

“Biarkan oppa mengantarmu Jessica!” goda Young Jae.

Jessica tertawa, “E’EM OPPA!” Jawab Jessica mantap dan sukses membuat tatapan tajam dari Myungsoo.

“WAE? Dia oppaku, apa kau lupa? Jika kau tidak bisa mengantarku pulang, pasti mereka yang mengantarku pulang!” Jessica pun ikut menggoda Myungsoo, ia ingin sahabatnya itu bisa sedikit merendahkan kewaspadaannya ketika ia bersama Yong Guk dan teman-temannya.

“Ara_ara! Kalian menang!”  Myungsoo mengalah dan mereka mengantarkan Jessica bersama-sama.

Pukul 8 malam agar Jessica bisa beristirahat lebih panjang dan keesokan harinya ia tidak tertidur lagi.

.

.

Jessica memelankan langkahnya ketika ia melihat sosok pria berjas yang berdiri di depan rumahnya, sosok yang hanya bisa ia pandangi punggungnya itu terlihat menunggu seseorang, dan kemungkinan besar itu adalah Jessica siapa lagi sang empunya rumah selain dia?

Jessica terdiam, ia menahan detak jantungnya yang tiba-tiba mengencang, ia merasa ia mengenal pria itu.

Semua menunggu Jessica yang sontak menghentikan langkahnya, .

“Ah.. sepertinya ada tamu di rumahmu! Kami akan mengantarmu sampai disini!” Yong Guk menepuk pundak Jessica. Jessica membungkuk kepada mereka. Yong Guk, Jin, Ren, Himchan dan Young Jae. Tidak untuk Myungsoo yang memilih untuk tetap menunggu Jessica.

“Kau tidak pulang?”

“tidak sebelum kau masuk ke kamarmu!”

“Ada seseorang dan aku harus menemuinya sepertinya!” Jessica kembali melihat ke arah rumahnya.

“Kita belum tahu apakah dia orang jahat atau seseorang yang mengenalmu!”

Jessica menatap Myungsoo miris. Penyakit Myungsoo yang protektif ini sering membuatnya jengkel.

“Kita mendekat!” akhirnya Jessica mengalah dan mereka melangkah mendekati orang itu. Seakan langkahnya tetap ragu untuk mendekat, Jessica tetap memperlambat langkahnya. Sedangkan jantungnya semakin kencang berdetak tak karuan.

TAP

TAP

TAP

Suara langkah mereka diantara keheningan tempat itu membuat pria berjas itu membalikkan badannya. Dan kini mereka bisa melihat bagaimana wajah pria berjas itu.

Pria itu tersenyum kepada Jessica, senyum yang berarti sebuah sapaan dan sebelumnya mereka memang saling kenal. Myungsoo mengalihkan pandangan lurusnya pada Jessica yang terlihat Shock dengan wajah pria itu. perlahan tangannya menekan dadanya, inikah alasannya kenapa jantungnya berdetak kencang, apakah seperti ini rasanya setelah lama tidak berjumpa dengannya?? Pertanyaan itu keluar dari otak Jessica.

Myungsoo mengerutkan keningnya mencoba mengartikan tatapan Jessica pada pria itu, Kaget? Senang? Sedih? Takut? Ia tidak dapat menemukan salah satu dari itu.

“Oppa…?” ucap Jessica lirih dan terdengar jelas di telingan Myungsoo.

Benar, Jessica mengenal pria itu. dan ia memanggilnya Oppa?

Kini batin Myungsoo yang berperang dengan pikirannya. Ia merasa sangat menghawatirkan Jessica saat ini.

“Anyeong Jessica!” sapanya.

Jessica mengerjap, matanya sayu dan terharu, ia melihat lagi sosok itu, namja yang saat ini berdiri dengan senyum manis yang mengembang, matanya yang menyipit dan ia disuguhkan dengan eye smile yang indah darinya. Ia tak menyadari kenapa jantungnya berdetak cepat tadi. Dan sekarang ia sadar siapa yang membuatnya seperti itu. Dia.. . namja yang berdiri di depannya kini. LEE KI KWANG.

“How are you?” tanyanya.

Jessica tersenyum, Myungsoo melihat setitik air mata di ujung matanya, ia tahu Jessica hampir menangis saat melihat wajah namja itu. apakah itu air mata bahagianya?
“Kalian saling kenal?” tanya Myungsoo

Jessica menatap Myungsoo, senyumnya mengembang, di matanya jelas tergambar kebahagiaannya.

“Dia.. Ki Kwang Oppa! Lee Ki Kwang!” jawab Jessica semangat.

“Anyeong! “ Namja yang bernama Lee Ki Kwang itu membungkuk mengucapkan salam pada Myungsoo.

Myungsoo membalasnya dengan senyuman kecil di bibirnya.

“kau tidak ingin memelukku? Kau tidak merindukanku?”

Jessica menatapnya malu, “ Ne.. Bogoshippooo, neomu neomu bogoshippo!” Jessica berhamburan memeluk Lee Ki Kwang.

Namja itu tertawa menyambut pelukan Jessica, beberapa lama mereka saling melepaskan kerinduan mereka lewat pelukan hangat itu dan lupa akan keberadaan Myungsoo yang mulai memanas karena pemandangan itu.

“Kenapa kau ada disini oppa? Kapan kau sampai di Korea?”

“Hoachh… kau tidak ingin menemaiku makan malam ini? Aku sangat lelah … aku menunggumu lama di tempat ini!”

“katakan dulu kapan kau datang?” rajuk Jessica.

“Aku akan menceritakan nya kalau kau menemaniku makan malam  ini!”

Jessica menepuk tangannya, “Ne!” jawabnya semangat.

“Sooyeon_ah! Bukankah kau ingin istirahat malam ini?” Protes Myungsoo yang merasa Jessica sudah sangat keterlaluan telah melupakannya karena namja itu.

“Oh… tapi.. Oppa!”

“tidurlah malam ini!” tegas Myungsoo

Jessica menatap Myungsoo melas, matanya menyipit berusaha merayu Myungsoo agar mengijinkannya menemani Lee Ki Kwang malam ini.

“Istirahatlah saja, kau terlihat lelah.. kita bisa bercerita banyak besok. Aku akan tidur di hotel dan besok aku bisa menjemputmu di sekolah!” kata Ki Kwang.

Jessica mengerucutkan bibirnya. Karena Myungsoo, Lee Ki Kwang mengalah dan tidak menceritakan kedatangannya ke Korea malam ini.

“Kita bisa bercerita banyaaaaakkkkk sekali besok !” imbuh Ki Kwang Lagi tangannya memperagakan betapa banyaknya ia akan bercerita pada Jessica.

“Ne..” jawab Jessica lirih. Ia menunduk … dan sesekali mendongak melirih Myungsoo yang menatapnya dingin.

“Ppaliwa! Maasuklah ke kamarmu!” perintah Myungsoo.

“Good night Oppa! Bye ELL!” Jessica menurut dan masuk kedalam rumahnya.

Kedua namja itu masih berdiri di depan pintu sampai mereka melihat Jessica mengunci pintu gerbang dan rumahnya.

“Dia gadis yang manis!” ucap Lee Ki Kwang lirih sebelum akhirnya ia pergi dari tempat itu. tak lupa ia membungkukkan sedikit badannya pada Myungsoo.

Myungsoo hanya tersenyum simpul membalas namja itu. ia masih terdiam memandangi punggung namja itu yang semakin menjauh. Ia ingat siapa namja bernama Lee Ki Kwang. Seseorang yang pernah di ceritakan oleh Jessica. Seseorang yang bahkan bisa membuat Jessica bersemangat setiap menceritakan tentangnya.

Seseorang saat ia di Amerika dulu. Seseorang yang melindunginya dulu. Seseorang yang sangat disayangi oleh Jessica. Seseorang yang mempunyai perasaan selalu ingin melindungi Jessica sama sepertinya. Ia tahu karena Jessica menceritakan bagaimana sikap Ki Kwang kepadanya. Dan ia sadar ia mirip seperti namja itu. selalu dan selalu ingin melindungi Jessica. Mungkin yang berbeda adalah Myungsoo lebih berambisi untuk selalu disisi Jessica.

Myungsoo menghela nafas panjang. Perasaannya masih sedikit panas saat melihat Jessica memeluk namja itu. Entah kenapa suhu tubuhnya sedikit naik dan dadanya sedikit sesak saat melihat Jessica memeluknya erat tanpa memperdulikan dia.

Ia kembali melihat rumah Jessica. Lampu tengah ruangan itu masih menyala. Pasti Jessica masih menyiapkan pelajarannya untuk besok ke sekolah. Ia tahu Jessica tidak akan mudah tidur dengan cepat meskipun ia bersikeras akan tidur cepat. Ia selalu merengek pada Myungsoo untuk pulang cepat agar ia bisa tidur cepat dan lebih lama, tapi Myungsoo tahu itu tidak akan terjadi. Tidur cepat untuk Jessica adalah pukul 12 malam. Dan tidur terlambatnya adalah saat pagi hari. Ia tipe gadis dengan penyakit Insomniac tinggi.

Itulah alasan Myungsoo sering meneleponnya di malam hari dan menyanyikan lagu selamat tidur untuk nya. Ia yakin Jessica akan menutup telinganya dan dengan begitu ia bisa lebih cepat tidur. Ia cukup sadar diri jika suaranya tidaklah merdu dan untuk itu ia bersikeras untuk tetap bernyanyi agar Jessica mau tidur.

Myungsoo terkekek kecil ketika mendapat pesan dari Jessica.

From: Sooyeon

GO A HEAD!!!!!

Ia tertangkap basah Jessica karena masih berdiri di depan rumahnya. Dan itu artinya ia harus segera pergi sebelum Jessica berteriak malam malam.

 

“GOOD NIGHT SOOYEON_AH!” Teriak Myungsoo

Myungsoo tersenyum kecil, ia yakin Sooyeon sudah menutup telinganya dan mengumpat keras karena tindakan konyolnya.

 

“Sejujurnya sejak pertama kali bertemu dengannya, (LEE KI KWANG) aku sedikit khawatir denganmu Sooyeon_ah!” _KIM MYUNGSOO_

 

Ttara… Part Baru , Judul Baru… dan Cast baru…

Sorry karena ini masih pembuka untuk Part IV.. jadi masih pertemuan pertemuan yang sedikit gantung.

But enjoy it

 

 

32 thoughts on “[Freelance] More Than…(Chapter 5)

  1. Lalalalaaa ~(O.O)~ Apa Jessie itu suka sama Kikwang? Tidak tidakk Jessie milik Myungsoo :3 next chapter ditunggu ya thor ^^ Keep Writing !!

  2. asik ada cast baru si Gikwang🙂
    pas banget di B2ST bias aku Gikwang *yah, walaupun bias utama Yoseob* aku sukaaaa ada Gikwang🙂
    aku harap si L cemburu berat, hihihi
    next thor ~😀

  3. Jreng… Jreng… Jreeeeng…! Myungsoo ada saingan tuuuuuh.
    Kalo nggak cepet” bertindak, bisa” jessica diambil si oppa ganteng alias lee ki kwang.
    Myungsoo sudah mulai menunjukkan tanda” kecemburuan terhadap sica. Dan sikap over protectivnya itu lhoo bikin nggak nahan. Nanti kalau sica digituin terus dia bakal kabur.. Hehehe

    Seneng ngeliat kebersamaan myungsoo dan genk, plus sekarang ditambah jessica. Terima kasih banget karena mereka mau ngejagain sica. Jessica seperti orang sebatang kara, walaupun ibunya tetep sering berkunjung tapi nggak akan ada artinya.. Huhuhu..

    Semoga dengan munculnya si oppa, bakal nambah orang yg menjaga dan melindungi jessica. Tapi takutnya juga bakal nambah konflik.. Hiks! Nggak mau jessica tersakiti lagi oleh myungsoooo…

  4. 😮😮😮
    Thor, ngaku deh! Kamu novelis ya? Kenapa bisa sebagus ini ff mu? Aku iri T.T but thanks for writing this ff😀 daebakkk !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s