[Freelance] MORE THAN…(Chapter 6)

MORE THAN POSTER

 

Author: S.Y.M

Title: More Than…

Lengt: Chaptered

Rating: PG 17

Genre: Romantic, friendship

Main Cast:  -L Myungsoo- Jessica Jung.

Note: oh.. aku jelaskan lagi bahwa Chapter-Chapter ini masih alur Flashback. Aku buat per Part dan mungkin di tiap Part ada Cast baru… dan mungkin akan aku Skip untuk langsung di masa dimana persahabatan Myungsoo dan Jessica yang ke-8 thn alias di saat sekarang.

Oh Ya di Chapter ini ada sedikit adegan yang…(kekekekeke) baca saja okey..

Sorry For Typo and Enjoy it

.

.

PART IV

YOU’RE…(Chapter 2)

Jessica tidak pernah melepaskan senyum di pipinya , tidak sama sekali. Sesekali ia tersenyum geli di tengah bimbingan yang sedang berlangsung. Pandangannya keluar jendela dan tatapannya ke langit juga tak seperti biasanya. Jika ia biasa menatap langit luas itu dengan pandangan kosong yang sulit diartikan. Pandangan yang penuh harapan dan terkadang juga pandangan kesedihan. Namun kali ini berbeda, pandangan itu berubah menjadi pandangan hidup seperti melihat suatu keindahan yang membuatnya terus tersenyum.

“musim ini akan segera berakhir, aku harap kalian bisa mengikuti test ujian masuk perguruan tinggi dan bisa lolos dengan nilai yang membanggakan!” kalimat terakhir itu mengakhiri dialog panjang Hyun Songsaengnim.

Myungsoo mendekati Jessica, ia menarik kursi Jessica ke belakang dan sontak membuat Jessica terlonjak kaget.

“You wanna die huh?!” Jessica menatapnya tajam,  Myungsoo tersenyum jahil.

“My Princess!” lagi, lagi dan lagi. Si tiang Happy virus berhamburan kearah Jessica.  Ia membawa se cup Coffe  yang tentunya untuk Jessica.

“ne gomawo!” Jessica tersenyum dan tanpa pikir panjang ia mengambil cup coffee itu.

Chanyeol yang tidak pernah mendapatkan perlakuan manis itu hanya terdiam. Rasanya seperti mimpi ketika Jessica menunjukkan senyum manisnya yang lebih manis seperti biasanya. Aura kebahagiaan jelas terlihat lebih terang pada dirinya.

“Kau bahkan tidak menungguku untuk memberikannya padamu, tapi kau mengambilnya dariku..!” ucap Chanyeol takjub. Karena biasanya Chanyeol akan memohon terlebih dulu agar Jessica mau menerima pemberiannya.

Myungsoo menatapnya datar. Ia juga merasakan perilaku yang berbeda pada Jessica.

“Umh?” Jessica menghentikan kegiatannya.  Dia baru sadar bahkan Chanyeol belum memberikan cup itu padanya.

“ini bukan untuk ku?” Jessica memberikan cup coffe itu pada Chanyeol

“Ah aniyy.. ini memang untukmu!”

Jessica tersenyum, “Gomawo.. Chanyeol_ah!”

BRUSH… pipi itu bersemu merah. Ya.. pipi Chanyeol bersemu merah ketika Jessica memanggilnya seperti itu. Myungsoo hanya melihat tatapan bingung Jessica karena tiba-tiba saja Chanyeol berlari meninggalkan mereka. Chanyeol tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia memilih untuk berdiri di depan kelas, mengangkat kedua tangannya dan berteriak dengan keras, selesai dengan itu ia  kembali ke dalam kelas dan menghadap Jessica dengan mata yang berbinar.

“Kkaja El, kita pulang!, bye bye Chanyeol_ah!” Jessica menepuk pundak Chanyeol singkat.

BRUSH..

Pipi itu kembali bersemu merah. Jessica melakukannya lagi. Bahkan ia tidak sadar Jessica dan Myungsoo sudah berlalu dari mereka. Ia hanya terdiam di tempat ia berdiri saat ini. Bahkan Jessica jarang sekali memanggil namanya seperti itu. Ia memanggil Chanyeol dengan gaya Amerikanya, dia hanya memanggil nama depannya saja. “Hey Park!” terdengar tidak sopan memang tapi begitulah Jessica memanggilnya. Dan bisa dihitung berapa kali Jessica memanggil nama Chanyeol. Yang paling sering adalah Chanyeol yang selalu di sekitar Jessica. Mengganggu Jessica adalah hobinya.

.

.

.

Myungsoo selangkah di belakang Jessica. Ia memperhatikan sikap sahabatnya yang aneh seharian ini. Mungkin pria bernama Lee Ki Kwang itu yang membuatnya seperti ini. Seberapa hebatkan dia hingga membuat Jessica terus bersemu merah dan tak pernah menanggalkan senyumnya itu?

“EL?” Jessica mencari sosok sahabatnya yang terus berjalan di belakangnya.

“Kau tidak ingin berjalan bersama?”

“langkahmu  yang terlalu bersemangat Sooyeon_ah! Kau yang meninggalkan ku!”

“Jinjja?” Jessica berhenti, ia mensejajari langkah Myungsoo.

“Kenapa berhenti? Jalanlah di depan , aku hanya ingin memperhatikanmu sebentar saja!” Myungsoo mendorong pundak Jessica untuk tetap berjalan di depannya.

“Ada yang salah dengan rok ku?” ia celingukan melihat bagian belakang roknya.

“Tidak ada, berjalanlah lebih dulu, aku pasti bisa mensejajarimu. Kau selalu dalam jangkauanku!”

Jessica berhenti mencari kesalahan dalam roknya, ia menatap Myungsoo singkat, tatapan tanda tidak mengerti dengan maksud kalimat Myungsoo yang terakhir.

“Baiklah!” gumamnya dan ia berjalan dengan tangan yang ia ayunkan, melangkah dengan loncatan kecil seperti anak kecil , dia benar-benar dalam mood yang bahagia hari ini.

“Aku suka melihatmu seperti anak kecil seperti ini, tapi berhubung itu bukan karenaku, aku jadi tidak suka melihatnya” gumam Myungsoo dan ia yakin Jessica tidak akan mendengarnya.

“OPPA?”

Myungsoo mendongak, Jessica berhenti tiba-tiba dan berteriak. Ia sempat berharap bahwa Oppa yang ia maksud adalah Young Jae ataupun Yong Guk, sehingga ia tidak perlu lagi dalam keadaan suhu yang panas dalam hatinya. Namun kali ini salah besar, seseorang yang ada di hadapan Jessica kali ini adalah Lee Ki Kwang, seseorang yang mungkin penyebab sikap aneh Jessica seharian ini.

Laki-laki itu mengayunkan tangannya santai tanpa menjawab Jessica, dan Jessica sudah berlari kecil kearahnya.

“Hfuh…! Dia benar-benar menyebalkan” gumamnya, ia pun mengikuti arah langkah Jessica

“Bisakah kau menemaniku hari ini?”

“Aku harus bekerja Oppa!”

“Aku antar kau ke tempat kerjamu dan aku yang meminta ijin ke bos mu!”

“Eh?” Jessica menoleh kea rah Myungsoo, matanya mengisyaratkan pendapat Myungsoo.

“Terserah kau saja!” Myungsoo melewati mereka dan tidak meminta Jessica untuk pulang bersamanya karena ia yakin Jessica pada akhirnya akan menerima tawaran Oppanya itu.

Ia sempat berharap Jessica akan memanggil namanya dan mengejarnya, ia berharap Jessica lebih memilih untuk pulang bersamanya dan menolak ajakan Oppanya.

“EL!”

Myungsoo tersenyum, pengharapan kecilnya terkabul. Batin Myungsoo

“HATI-HATI DI JALAN ! Aku akan menghubungimu nanti ” teriaknya, tangannya melambai lambai pada Myungsoo.

Damn! Myungsoo mengumpat kecil, seharusnya ia tidak perlu terlalu berharap. Ia mendengus kasar dan  mengangkat sebelah tangannya untuk membalas lambaian tangan Jessica tanpa harus membalik tubuhnya. Jessica tersenyum melihat balasan Myungsoo, meskipun ia sendiri tidak yakin apakah Myungsoo akan baik-baik saja, atau marah padanya. Tapi ayolah… sekarang ini yang bersamanya adalah Lee Ki Kwang, apakah ia harus lebih banyak lagi penjelasan tentang Lee Ki Kwang setelah betapa banyak ia bercerita tentangnya pada Myungsoo?

“Kkaja!” Jessica menatap Lee Ki Kwang penuh semangat.

“Apa temanmu itu marah? Is He your boyfriend?”

“O’ow dia teman yang sangat sangat sangat baik. He’s like you!”

Lee Ki Kwang mengangguk kecil, terbesit pikiran kecil bahwa sikap Myungsoo sedikit aneh jika hanya dikatakan sebagai teman yang sangat baik seperti yang dikatakan Jessica. Jika Myungsoo sama dengannya, sama artinya Myungsoo sangat menyayangi Jessica sama sepertinya bahkan lebih dari itu.

“Oppa! Ppaliwa!” Jessica sudah masuk ke dalam mobilnya

“Ne!”

_______________________________________

Jessica & Lee Ki Kwang

Kedua manusia itu sedang berkeliling kota Seoul untuk mencari makanan yang sekiranya bisa mereka makan untuk siang ini. Sudah beberapa kali mereka berpindah tempat, hanya berkeliling dengan mobil Sport tanpa atap milik Ki Kwang dan mereka tidak berhenti di satupun kedai makanan ataupun Restoran. Jessica mentenggerkan kepalanya pada Jok Mobil. Ia mulai bosan karena terus berkeliling seperti ini, ia memutuskan untuk memandangi langit luas itu. Ia sudah lelah memberi tahu restoran-restoran di seoul yang ia tahu pada Ki Kwang, namun mereka tak kunjung berhenti dan makan. Ayolah…. Jessica sudah merasa perutnya mulai melekat pada tulangnya, tidak kah Oppanya itu sadar?

“Oppa, what you want? Lunch or Dinner? I think this time is not for Lunch again” Omel Jessica ketika menyadari Ki Kwang mulai memperhatikannya karena ia berhenti bicara. Terlihat sekali wajah layu Jessica namun malah terlihat lucu bagi Ki Kwang.

“Really? I don’t think so! “ Ki Kwang menarik ujung hidung kecil Jessica dan sukses mendapat umpatan kecil dari Jessica. Ia tidak pernah berubah, sifat mudah bosan Jessica tidak pernah berubah dengan segala umpatan kecil yang keluar dari bibir mungilnya ketika ia merasa kesal.

“Okey! Please tell me, what are you Looking for or I’ll sleep “ kata Jessica dengan sedikit penekanan pada kata terakhirnya.

“Emhh… bisakah kau hanya menceritakan kehidupanmu disini sampai kita bertemu tempat yang kita cari? Kau tahu… aku pernah makan di restoran dan aku jamin kau pasti menyukai masakan mereka. Hanya saja aku sedikit lupa dimana tempatnya, sudah sangat lama aku tidak ke Seoul” Lee Ki Kwang masih menyetir dengan kecepatan lambat perhatiannya masih terfokus pada sekitar jalanan yang ia lewati karena mencari tempat yang ia maksud.

Ia melirik Jessica setelah ia menunggu Jessica tak kunjung menanggapi ceritanya. Yang ia tahu ia pasti sudah berteriak kecil dengan protesnya, atau jika ia diam itu berarti ia tertidur. Ki Kwang terkekeh, Jessica benar-benar memejamkan matanya. Ia tertidur dan itulah kenapa ia tidak mengajukan protesnya.

“sudah kuduga, penyakitmu yang satu ini tidak pernah hilang!” Ki Kwang membelai singkat puncak rambut Jessica dan membenahi Jok mobilnya agar Jessica bisa senyaman mungkin melewati tidur siangnya ralat, hari itu sudah hampir sore.

Lee Ki Kwang memarkir mobilnya tepat di depan tempat yang ia maksud. Ia melirik singkat jam di tangannya.

“Masih banyak waktu untuknya dengan mimpi indahnya!”ia mengeluarkan Lap topnya untuk mengecek beberapa laporan, namun ia kembali menyentuh lembut puncak kepala Jessica, ia tergoda untuk tetap memandangi gadis kecilnya itu. Mungkin dengan ini ia bisa lebih leluasa memandangi wajah Jessica yang sudah cukup lama tidak ia jumpai. Pastilah ia sangat merindukan Jessica. Mungkin banyak perubahan yang ia lihat dari Jessica saat ini, ia tahu bagaimana perjalanan hidup Jessica di Amerika dan apa yang membuatnya sampai di Korea. Ia mengenal baik keluarga Jessica di Amerika, namun ia kehilangan kontak dengannya ketika ia pindah ke Korea.

“Kau tetap cantik, kau tetap lembut dengan wajah dinginmu itu, kau tetap tukang tidur, kau tetap suka mengumpat, kau tetap menggunakan bahasa Inggris meskipun lama di Korea, dan Aku tetap menyayangimu Jung Sooyeon!” Rentetan kata itu terungkap lirih dari mulut Lee Ki Kwang. Lap top yang ia pangkupun tak ia hiraukan ketika pandangannya tidak bisa terlepat dari sosok Jessica yang terlelap tidur itu. Ia lupa jika ia harus mengerjakan pekerjaannya. Itulah kenapa ia mengeluarkan Lap Topnya sambil menunggu Jessica bangun dari tidurnya. Namun nyatanya memandangi gadis kecilnya dulu itu lebih menarik daripada pekerjaannya.

Tanpa sadar tubuhnya tergerak untuk lebih dekat dengan Jessica dan perlahan ia mencium puncak kepala Jessica. Kecupan yang cukup lama sehingga membuat gadis kecilnya itu hampir tersadar dari tidurnya.

Mengetahui itu Lee Ki Kwang spontan menjauhkan tubuhnya dari Jessica dan membuka Lap topnya berpura-pura bahwa ia sedang bekerja.

“Oppa? Kau mengerjakan pekerjaanmu? Apa aku tidur terlalu lama? Kenapa kita berhenti? Kau sudah menemukan tempat yang kau maksud? Oach… aku kira aku hanya tidur 15 menit. Aku sudah memasang alarm di ponselku” Jessica mencari ponselnya dengan rentetan kalimat yang keluar dari mulutnya. Ki Kwang hanya terkekeh mendengar ocehan Jessica.

“Aku yang mematikan Alarm itu!”

“Wae? Kau jadi menungguku untuk bangun? Apa kau lupa aku akan sulit bangun jika aku kelelahan?” Jessica sudah mempoutkan bibirnya.

“berisik, suara alarm itu berisik, aku harus konsentrasi dengan laporan ini!” Ki Kwang menunjuk Lap topnya sebagai alasan

“Aish… Come on, kau memintaku untuk tidak bekerja hari ini dan kau malah asyik dengan pekerjaan mu sementara aku tidur?”

“Siapa suruh kau tidur?”

“itu karena aku bosan menungu Oppa, aku sudah menunjukkan arah yang Oppa maksud tapi Oppa terus berputar-putar, membuatku pusing!”
“Ussddd… kita makan sekarang saja!”

“This is not for Luch!”

“Aku tidak mengajakmu untuk makan siang! Aku mengajakmu untuk Sweet Candle Light Dinner!” Ki Kwang membuka pintu mobil dengan meninggalkan smirk evilnya pada Jessica.  Sedangkan Jessica mengacak rambutnya Frustasi, bahkan bertahun-tahun tidak bertemu pun Ki Kwang masih suka mengerjainya. Dan sialnya ia selalu terbawa dengan permainan Ki Kwang.

“Kau ingin orang-orang bergosip tentang kita?”

“gossip apa?”
“Mereka akan mengira kau berkencan dengan gadis SMA!” bisik Jessica. Ki Kwang tersenyum.

“No! Kau salah! Mereka akan mengatakan bahwa betapa tampannya pria yang bersama gadis SMA itu, seperti itu” lagi-lagi evil smirk itu muncul.

“OH MY!” Jessica memutar matanya jengah. Satu hal yang tidak pernah berubah dari Oppanya ini, sikap percaya dirinya yang terlalu tinggi itu.

“Come On Jung Sooyeon!” Ki Kwang mengulurkan tangannya dengan lutut yang hampir bersimpuh, sedangkan Jessica sempat mematung karena sudah lama ia tidak mendengar nama Sooyeon yang keluar dari mulut Ki Kwang. Selama ini hanya Myungsoo yang bertahan dengan memanggil nama koreanya seperti itu. Sejujurnya bahkan sebelum ia bertemu Myugsoo , hanya Lee Ki Kwang lah yang memanggil namanya seperti itu, itulah ia sedikit tidak suka ketika Myungsoo memanggilnya dengan nama koreanya. Namun bukanlah Myungsoo jika ia tidak mampu membangkang. Ki Kwang mengerutkan keningnya, ia mengisyaratkan Jessica agar cepat meraih tangannya.

“Aku jadi mirip Cinderella, kau ingin mengajakku berdansa?”

“Pilih salah satu, makan atau dansa denganku?”

“Aku lebih tertarik pada makanan”

Ki Kwang mendengus kasar, makanan lebih menarik dari pada dirinya, itulah inti kalimat Jessica yang membuatnya ingin melompat karena kecewa.

“Satu lagi, kau memang Cinderella. Cinderella yang sangat cantik!”

BRUSH

pipi itu sukses besemu merah, Oh tidak… kenapa Ki Kwang terus membuat jantungnya berdegup kencang lagi seperti ini? Jessica sudah memberontak, ia tidak ingin terlihat gugup bersama dengan Ki Kwang, itu bisa membuatnya malu.

Jessica menunduk, ia menyembunyikan pipinya yang bersemu merah itu, jika tidak Ki Kwang pasti sudah menertawainya. Diliriknya sekilas pria disampingnya itu. Dia memandang lurus ke depan dan tangannya maasih menggenggam tangan Jessica.

Oh God! Aku ingin pingsan sekarang… dada ini sesak.

.

.

Myungsoo Side

Namja itu berulangkali menendang ujung kursi di kamarnya, lalu ia akan beralih ke jendela kamarnya, melihat sebentar ke luar Jendela, dan kembali lagi ke tempat tidurnya, merebahkan tubuhnya sejenak lalu terbangun tiba-tiba, hanya terdiam dalam duduknya. Dan kembali beranjak menuju jendela kamarnya, kali ini juga tak begitu lama, Ia beralih pada ponselnya. Lama ia menatap layar ponsel itu. Dicarinya contact name dalam Ponselnya, dan muncullah Contact name nomor satu dalam ponselnya, tertera nama Sooyeon di dalamnya, lalu setelah beberapa lama ia memandangi nomor itu, ia meletakkan kembali ponselnya itu.

Jessica pasti masih bersama pria itu, itulah yang terlintas di otaknya. Sudah selarut ini dan Jessica belum kembali ke rumahnya. Mungkin ini berlebihan, tapi ia merasa tidak terima ketika Jessica bersama pria lain meskipun itu adalah orang yang sangat baik kepadanya. Ia tidak akan pernah terima jika Jessica bersama pria lain selain dirinya. Itulah perasaannya, entahlah ia selalu berfikir kenapa ia seperti ini.

Ia selalu berfikir kenapa ia harus terlalu terobsesi dengan Jessica sejak pertama mereka bertemu. Saat Jessica berdiri di ujung belokan gg rumahnya dan terdiam dengan menatap langit pagi saat itu, iapun mengikutinya, saat mereka dipertemukan lagi menjadi teman sekelas dan Jessica duduk di bangku sebelahnya, dia juga sering melihat kearah Jessica, saat Jessica sedang asyik dengan langitnya, ia tak pernah lepas memandang wajah Jessica. Saat ia fikir ia harus menjauhi Jessica namun nyatanya ia tidak bisa melakukan itu, ia sudah berjanji akan terus melindungi Jessica dan Jessica harus selalu di sampingnya. Dan perasaannya yang selalu ingin , dan selalu ingin melindungi Jessica. Mungkinkah dia mencintai Jessica? Bahkan ia berfikir ia bisa saja mengorbankan segalanya demi Jessica.

Kali ini kehadiran pria itu membuatnya semakin gila, entah kenapa ia sangat merindukan Jessica saat ini, ia sangat ingin bertemu dengannya. Perasaan rindu itu menjadi perasaan takut jika saja Jessica menjauh darinya. Ia tidak mungkin bisa terima jika saja suatu saat ia tahu jika Jessica mencintai pria lain dan itu bukanlah dirinya.

“Aaaaghht!” Myungsoo mengacak rambutnya frustasi.

“Sooyeon_ah… kenapa hari ini kau membuatku seperti orang gila?” rajuknya.

Myungsoo meraih ponselnya, kali ini ia benar-benar akan menghubungi Jessica, ia ingin mendengar suara Jessica dan memastikan ia sudah ada di rumahnya.

Belum sampai ia menyentuh tombol hijau itu, Jessica sudah lebih dulu menghubunginya.

“kebetulah sekali” gumamnya, dan secepatnya ia menerima panggilan itu.

‘Yoboseo!”

Yoboseo L!” suara kecil dan lembut itu spontan membuat Myungsoo mengela nafas panjang, terlihat sekali kelegaan dalam dirinya.

“Ada apa? Apa kau sudah pulang? Kau sudah makan? Kau sudah ingin tidur? Apa kau tidak bisa tidur? Kau ingin aku menyanyikan lagu untukmu?” rentetan pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutnya. Beberapa saat kemudian Myungsoo memukul keningnya. Ia terlihat khawatir jika bertanya begitu banyak pertanyaan seperti itu

hi..hi..(suara kekehan) kau ini, kalau seperti itu mana yang harus aku jawab terlebih dulu?”

“Ah.. ne, jawablah satu-satu!”

“Aku sudah pulang, dan aku sudah makan, aku belum ingin tidur, jadi kau tidak perlu bernyanyi untukku, aku ingin mandi… badanku sungguh lengket, aku belum mandi sama sekali,,,, jangan bernyanyi jika aku tidak meminta, kau tahu suaramu selalu ingin membuatku menutup telingaku!”

“Syukurlah… kenapa kau meneleponku?”

Aku ingin menceritakan banyak hal besok, kau tahu… aku mendapat banyak kejutan hari ini. Oppa menceritakan banyak hal kepadaku dan aku sangat terkejut dengan semuanya!”

“ Oh..” Myungsoo menggantung kalimatnya, rasanya mood nya benar-benar hancur jika Jessica menceritakan tentang Lee Ki Kwang.

“Aku akan mandi, jadi tidurlah!”

“Aku akan kesana”

“Ini sudah larut malam…ELL…ELL!”

Tuutt..tuutt..tuutt sambungan itu sudah terputus. Jessica mendengus kasar, Myungsoo selalu bertindak sesuka hatinya.

.

.

Myungsoo bersandar pada dinding luar rumah Jessica, menunggu sampai Jessic a membukakan pintu untuknya. Wanita memang sangat lama jika mandi, ia sudah menunggu setengah jam di tempat itu, seharusnya Jessica sudah selesai mandi.

KLEK..

Jessica keluar dari gerbang rumahnya, ia sudah mendapati Myungsoo bersandar pada dinding itu. Jessica menatapnya miris, hendak mengajukan protes kenapa ia harus kerumahnya malam-malam begini.

“Kau sudah selesai mandi?” tanya Myungsoo

“E’emh!” Jessica menunduk.

“Kau ingin bercerita kepadaku?”

Jessica terkikik pelan, pipinya bersemu merah, ia lupa jika ia ingin memarahi Myungsoo yang seenaknya datang malam-malam ke rumahnya. Sepertinya ia sedikit malu menceritakan apa yang terjadi padanya kepada Myungsoo.

“Kau tahu… akhir-akhir ini.. . dadaku sedikit sesak dan jantungku berdegup tidak normal, ah tidak… sepertinya sejak aku bertemu Oppa”

Myungsoo melihat kearah dada Jessica, sedangkan Jessica yang mengetahui itu segera menyilangkan kedua tangannya dan menatap Myungsoo horror.

“Jangan menatapnya? Kau ini,,, kenapa menatapku seperti itu?”

“kau bilang dadamu sesak kan? Apa mungkin kau semakin gemuk? “

“Aish…!” Jessica mendesis pelan

“wae?”

“Aku merasa.. setiap bersama oppa didalam dadaku seperti ingin memberontak keluar, jantungku berdegup kencang, dan pipiku mungkin sangat sering berwarna pink karena tersipu…aku berfikir mungkin aku benar-benar_”

CHU

Myungsoo menarik tubuh Jessica dan menautkan bibirnya pada bibir mungil Jessica, menciumnya sedikit lebih lama namun ia merasa belum cukup. Perlahan ia mulai melumat bibir mungil itu namun Jessica yang mematung tak merespon ciumannya, ia tetap terdiam, matanya membesar, ia terkejut dengan Myungsoo yang tiba-tiba menciumnya. Merasa kurang nyaman karena myungsoo semakin memperdalam ciumannya, akhirnya ia berusaha untuk melepaskan diri dari dekapan Myungsoo, ia memukul-mukul dada Myungsoo, berharap Myungsoo segera melepaskannya. Namun sayangnya Myungsoo malah semakin menarik pinggangnya untuk lebih dekat dengannya, tangannya beralih pada tengkuk Jessica. Myungsoo tetap menciumi bibir tipis itu, dalam dan semakin dalam, meskipun tidak mendapat respon dari Jessica.

Sungguh, ia tahu kearah mana pembicaraan Jessica padanya, itu adalah hal yang sama seperti yang ia rasakan pada Jessica, ia tidak ingin mendengar apapun dari mulut Jessica tentang perasaannya pada Lee Ki Kwang, ia yakin perasaannya sama seperti perasaan Jessica pada Ki Kwang. Ia tidak ingin mendengar itu, sungguh tidak ingin. Ia juga merutuki dengan tindakannya secara tiba-tiba membungkam bibir Jessica dengan menciumnya, cara itu terlintas begitu saja agar Jessica tidak melanjutkan kalimatnya. Kalimat yang ia simpulkan terhadap perasaannya yang sebenarnya. Bahkan ia tahu jika Jessica sangat menyukai Lee Ki Kwang dari pertama Jessica menceritakan tentang namja itu.

Myungsoo melepaskan ciumannya setelah ia merasa Jessica mungkin kehabisan oksigennya. Sungguh bodoh jika ia tetap mencium bibir itu. Jessica menghirup oksigen sebanyak banyaknya, mungkin Jessica juga merutuki dirinya sendiri yang tak langsung menendang Myungsoo karena tiba-tiba menciumnya seperti itu. Ia hanya terdiam menerima perlakuan Myungsoo yang aneh seperti itu.

Myungsoo menatap bibir tipis yang sedikit  basah karena ulahnya, Ma’afkan aku Sooyeon_ah batinnya. Ia tidak berani menatap mata Jessica saat ini.

“Kau_?” kalimat Jessica lagi-lagi tercekat dengan Myungsoo yang kembali mencium singkat bibir nya lalu menarik tubuh Jessica ke pelukannya.

“Joaheyo, neomu joaheyo!” hanya itu yang diucapkan Myungsoo, ia melepas pelukannya. Mata Jessica melebar mendengar ucapannya

“Kau_”

“Mianhae, aku hanya berfikir aku bisa menyatakan cinta pada seseorang kelak dengan cara seperti itu mungkin saat aku kuliah, istirahatlah… aku pulang!” Myungsoo segera membalikkan tubuhnya, Jessica hanya terdiam, ia tidak mengerti ada apa dengan sahabatnya itu.

Pabbo! Pabbo ya! Kenapa ia mengatakan hal itu pada Jessica Kenapa mulut ini tidak bisa mengatakan yang sebenarnya? Pabbo!! You’re Stupid Kim Myungsoo. Myungsoo menjauh dan semakin berlalu dari tempati itu. ia terus merutuki dirinya yang melakukan itu semua pada Jessica. Saat ini mungkin Jessica berfikir ia hanya membuat Jessica sebagai percobaan sebelum ia benar-benar menyatakan cinta pada seorang Yeoja. “Sekali lagi kau Bodoh Kim Myungsoo!”

Rasanya ia tidak ingin segera mengakhiri malam ini, karena esok ia pasti akan bertemu Jessica, dan ia belum siap dengan sikap Jessica padanya besok.

 

Tuhan… kenapa perasaan ini membuatku bodoh?

 

TBC…

 

Eotte??

Aaaagghhttt aku_rasanya…kenapa aku bisa membuat adegan ciuman yang seperti itu?

 

 

 

17 thoughts on “[Freelance] MORE THAN…(Chapter 6)

  1. hwaaa hot banget kissingnya.
    pasti bakal lebih hot kalo jessica jg bales. hahaa
    makin gemes aja thor ceritanya. hahaa
    ditunggu lanjutannya ya thor😉

  2. Myungsoo blm bisa jujur lansung ama perasaannya -,-
    Sica keburu naksir ama Gikwang ._.
    Ciumannya ><
    Next chapt chingu🙂
    Penasaran ama reaksi Jessica

  3. waaaa myungsoo-ya apa yg kmu lakukaann?????
    knp kmu gk bilang yg sebenarnya aja sih >,<
    aq ska kissing scene myungsicaaaa. Aaaa gemes deh sm myungsoo yg msih blm bsa nyatain perasaan ke sica. ayo myungie smangaattt! rebut sica dari pelukan kikwang! myungsica jjang!
    makin bagus nih thor. dtunggu lanjutannya. smangat ^^

  4. oh may gat >.< Myungsoo cium Jessica?? ngapa gk yadongan (?) aja /plak/ /reader yadong/
    aku suka banget iniii,, MyungSica Jjang !!
    next thor ~

  5. Ya Tuhan, bagian akhirnya bikin senyam senyum sendiri😀 ah Sica, kok kamu gak peka sih sama L ? Ffmu ini ff myungsica paling bagus yg pernah aku baca🙂 daebakk !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s