[Freelance] Love Business (Chapter 1)

Untitled-1 copy

Title       : Business Love

Author  : Kang Tae Hee

Rating   : PG – 15

Length  : Series

Genre   : Romance, school life, sad

Main Cast :

– SNSD Jessica

– EXO Luhan

– EXO Sehun

Other Cast :

– SNSD Tiffany

– SNSD Seohyun

Author note : Di voting Luhan menang telak, mau  itu buat dijadiin pacar aslinya, ataupun tunangannya. akhirnya saya milih Luhan buat dijadiin tunangan Jessica, karena nanti di chapter-chapter berikutnya Luhan sering banget muncul. sebenernya untuk pemeran pacar Jessica tuh imbang, mau Kris, Sehun, atau Kai. tapi akhirnya saya milih Sehun karena saya pikir muka Sehun baik dan gak neko-neko ._. . maaf bagi yang voting tapi gak kepilih :3 . semoga kalian suka.

=== Business Love ===

                Dari ruangan Meritus racing team atau lebih tepatnya ruangan tim dimana kekasihnya itu bergabung, Jessica terlihat menonton siaran ajang balap GP3 di layar yang telah disediakan dengan perasaan tak karuan. Jantungnya terus berpacu dengan cepat karena rasa takut dan khawatir yang dirasakan gadis itu. Dari dulu Jessica memang paling tidak suka jika dirinya disuruh untuk menonton kekasihnya balapan. Pikiran buruk karena takut kekasihnya mengalami kecelakaan, takut mobil balap yang kekasihnya kendarai itu meledak terus menghantui Jessica saat kekasihnya sedang berada di arena balap membuat Jessica ingin cepat-cepat kekasihnya menyelesaikan lap terakhirnya.

“ it’s okay, Jess. He used to driving fastly.” Ujar Danies, pelatih kekasih Jessica yang memang memilih menonton di ruang Tim balap kekasih Jessica bersama gadis itu. Lelaki keturunan Inggris itu terlihat menangkap raut wajah Jessica yang menunjukkan perasaan khawatirnya dan mencoba untuk menenangkan gadis itu. Danies memang cukup dekat dengan Jessica, karena gadis itu sempat beberapa kali hadir menonton anak didiknya tentunya untuk memberikan anak didiknya semangat.

“ I’m afraid that he will involve in to an accident.” Ujar gadis bernama Jessica itu terlihat frustasi. Namun detik berikutnya sebuah senyuman terlihat terukir di wajah cantiknya saat melihat bahwa sekarang adalah lap terakhir. Dilihatnya kekasihnya itu berada di urutan ketiga. Setidaknya itu prestasi yang cukup membanggakan bagi seorang pembalap dari Asia apalagi Korea seperti kekasih Jessica tersebut. dalam hati Jessica terus berdo’a semoga pembalap yang berada di urutan belakang Sehun tak mendahului kekasihnya tersebut. karena sedaritadi terjadi aksi saling kejar-kejaran antara Sehun dan pembalap yang ada di belakangnya

“ Oh my Gosh! He’s in third place.” Ujar Jessica sedikit ribut saat mobil yang dikendarai kekasihnya baru saja melewati garis finish. Beberapa orang-orang yang memang bekerja di tim kekasih Jessica terlihat menatap kekasih pembalapnya itu yang terlihat sangat senang. Jessica memang saat ini sedang berjingkrak-jingkrak tak jelas saking tidak tahunya harus mengekspresikan perasaan bahagianya seperti apa. Saat sadar bahwa perilakunya itu membuat orang-orang yang ada di ruangan itu memandanginya, Jessica terlihat menghentikan tingkah berlebihannya tersebut. dengan cepat Jessica membungkukkan badannya.

“I’m sorry.” Ujar Jessica sedikit malu.

***

                Beberapa orang di ruang tim pembalap berkebangsaan Korea Selatan itu terlihat berlomba-lomba mengucapkan selamat pada pembalap itu. Pandangan mata pembalap asal Korea Selatan itu terus tertuju pada seorang gadis berambut pirang yang saat ini tengah berdiri sambil memandanginya. Sehun, pembalap itu memang terlihat terburu-buru kembali ke ruangan timnya saat dirinya baru saja turun dari podium. Alasannya, tentu saja karena gadis yang saat ini sedang berdiri sambil memandanginya. Setelah Sehun cukup lama berbincang-bincang bersama orang-orang yang bekerja di timnya, Sehun terlihat menghampiri gadis yang merupakan kekasihnya itu. Tangannya terlihat menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Sungguh, Sehun benar-benar merindukan gadis yang saat ini berada di pelukannya setelah sekian bulan dirinya tak bertemu gadis ini karena mereka tinggal di negara yang berbeda. Ya, kekasih Sehun saat ini tinggal di San Fransisco sedangkan Sehun sendiri tentunya tinggal di Korea. Tentu saja hal itu membuat keduanya tak bisa setiap saat bertemu.

“ jeongmal bogoshipo, Jess.” Ujar Sehun sambil mengeratkan pelukannya pada gadis yang tadi terlihat khawatir saat Sehun sedang bertanding di sirkuit. Sedangkan Jessica terlihat terdiam tak membalas pelukan lelaki itu ataupun menolaknya. Wajahnya terlihat benar-benar ditekuk kali ini, bahkan tak ada raut khawatir yang tadi menghiasi wajahnya saat Sehun berdiri di hadapannya. Seperti ada sesuatu yang membuatnya memang harus berlaku seperti itu pada kekasihnya tersebut.

“ yah! wae? Kenapa kau tak membalas pelukanku?” protes Sehun lalu melepas pelukannya pada Jessica. Jessica tak menjawab pertanyaan kekasihnya yang terlihat heran pada dirinya. Yang ada Jessica terlihat mengerucutkan bibirnya sambil melipat tangan di depan dadanya. Sungguh, kali ini Jessica terlihat seperti anak kecil yang sedang marah. Dan Sehun tidak bisa mengelak bahwa gadis di hadapannya ini benar-benar sangat menggemaskan.

“ siapa Seo Joo Hyun itu? Kau mencoba berselingkuh dariku saat aku tidak berada di Korea, huh?” kesal Jessica membuat Sehun terkekeh pelan melihatnya. Sunnguh, ekspresi Jessica saat sedang cemburu seperti ini adalah ekspresi yang sangat dirinya sukai. Kali ini Sehun terlihat meraih pinggang ramping Jessica lalu memeluknya. Sedangkan Jessica terlihat menolak pelukan Sehun dan mendorong tubuh Sehun.

“ jadi kau sedang cemburu?” goda Sehun sambil membungkukkan sedikit badannya sehingga membuat wajahnya dan wajah Jessica terlihat cukup dekat. Jessica terlihat membulatkan matanya dengan tujuan untuk memelototi Sehun. tapi yang ada gadis itu tidak seram di mata Sehun, tapi malah menggemaskan.

“ s.. siapa yang cemburu?” ujar Jessica sedikit gugup dengan pipi yang sudah memerah karena menahan malu. Sehun terlihat memperbaiki posisinya kembali, sehingga wajah Jessica dan Sehun tidak dekat seperti tadi. Lelaki itu terlihat mengacak-ngacak rambut ‘gadisnya’ membuat ‘gadisnya’ itu menggerutu pelan. Selanjutnya Sehun terlihat memeluk tubuh gadis itu kembali, kemudian berbicara dengan nada berbisik “ jangan menolak. Apakah kau tega pada kekasihmu yang begitu merindukanmu?”

Jessica hanya terkekeh pelan melihat Sehun yang memang selalu berubah manja saat berada di dekatnya. Dalam pelukan seorang Oh Sehun tersebut, Jessica terlihat berjinjit lalu mencium pipi kiri Sehun.

“ itu hadiah karena kau menjadi juara tiga.” Jessica langsung memeluk Sehun setelah selesai mengatakan hal tersebut. sedangkan Sehun terkekeh pelan karena perilaku menggemaskan seorang Jessica Jung yang memang terkesan jarang tersebut. ah, betapa Sehun tak ingin waktu berjalan begitu saja saat dirinya dengan kekasihnya tersebut.

***

“ jadi kau menyewa jasa Yoona untuk memata-mataiku? Ahh, gadis itu pasti melebih-lebihkan ceritanya.” Ujar Sehun membela diri membuat Jessica mengangkat salah satu alisnya pertanda tidak setuju dengan pendapat Sehun tentang Yoona, sahabatnya yang menurut Sehun selalu melebih-lebihkan perkataannya tersebut. Wajah Jessica kali ini benar-benar ditekuk saat Sehun dan dirinya membahas pokok permasalahan terkait dugaan Jessica bahwa kekasihnya itu berselingkuh dengan Seo Joo Hyun.

“ mana ada kan orang berselingkuh mengaku.” Keluh Jessica kembali dengan Jessica si ice princess yang dingin yang mungkin hanya dapat meleleh oleh seorang Oh Sehun saja. Sehun terlihat menarik tangan Jessica sehingga membuat gadis itu menghadapnya. Sedangkan Jessica terlihat tak mau memandangi mata milik Oh Sehun, tentu saja membuat Sehun mau tak mau mengangkat dagu gadis cantik itu.

“ sudah berapa kali kubilang, Jess. Aku hanya mencintaimu. Lagipula aku hanya menolong Seo Joo Hyun. Itu tak membuat posisimu di hatiku tergantikan oleh siapapun. Lagipula bukankah kita sudah mengikat satu sama lain? Apakah kau tak ingat gelang ini?” ujar Sehun dengan nada bicaranya yang sangat lembut membuat gadis itu menganggukan kepalanya mengerti. Gelang yang terpasang di tangan Oh Sehun membuat Jessica tersadar bahwa bahkan hubungan mereka sudah terjalin saat mereka masih kecil. Bahkan sebelum Jessica berubah menjadi ice princess seperti saat ini.

“ neh. Aku tahu kau hanya boleh mencintaiku.” Ujar Jessica sambil memeluk Sehun dengan sangat erat ternyata masih membuat jantung Sehun berdegup sangat kencang. Sedangkan Jessica terlihat sangat nyaman berada di pelukan kekasihnya tersebut. Sebenarnya Jessica paling tidak menyukai skinship, tapi ini pengecualian bagi Oh Sehun.

“ Oh Sehun.” Panggil seseorang membuat Sehun mendengus kesal karena orang itu sudah mengganggu momment antara dirinya dan Jessica . sedangkan Jessica terlihat melepas pelukannya. Kemudian keduanya menoleh ke sumber suara. Jessica terlihat memicingkan matanya untuk melihat siapa yang berjalan ke arah mereka. Dan kekasihnya itu terlihat memaksakan senyumannya pada lelaki yang sama memiliki wajah asia seperti mereka.

“ chukkae. Kau berada di depanku satu peringkat untuk serie yang kali ini.” ujar lelaki itu mengulurkan pergelangan tangannya dengan senyuman yang Jessica pikir bahkan tidak tulus. Jessica terlihat seolah tak peduli pada seseorang yang mungkin rekan kekasihnya itu. Wajahnya memang selalu terlihat dingin pada seseorang yang baru saja dirinya kenal.

“ terimakasih, Luhan.” ujar Sehun singkat membalas perkataan Luhan. Luhan terlihat melirik pada gadis yang saat ini sedang berdiri di samping Sehun dan memandanginya dengan pandangan heran karena Luhan memang baru pertama kalinya melihat Sehun bersama seorang gadis selain Seo Joo Hyun. baru saja Luhan akan menanyakan siapa gadis yang ada di samping Sehun, tapi Jessica bahkan sudah mulai angkat bicara “ aku kekasih Sehun. kau tak usah bertanya siapa aku lagi. aku dan kekasihku sedang terburu-buru. Jadi bisakah kau tak usah basa-basi pada kami dan memasang senyuman palsumu? Annyeong.”

Ujar Jessica terdengar sedikit sinis. Lelaki yang tadi menyapa Sehun terlihat seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dirinya lihat. Sungguh, gadis itu benar-benar sangat pede sekali. Lagipula siapa juga yang ingin menanyakan tentang dirinya, pikir Luhan. Tapi memang pada awalnya Luhan benar-benar penasaran tentang gadis itu.

***

Seperti biasa, Jessica menunjukkan wajah dinginnya untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak suka terhadap sesuatu. Kencannya dengan Sehun gagal saat ibunya menemui Jessica untuk pulang ke rumahnya. Ada perasaan heran dalam hati Jessica saat ibunya menelpon dirinya dan saat dirinya melihat ibunya sedang memilih-milih busana untuk Jessica ditemani oleh seorang desaigner yang datang ke rumahnya. Jessica yakin pasti ibunya akan melakukan sesuatu lagi pada dirinya.

“ apa yang akan eomma lakukan lagi, huh?” tanya Jessica dengan nada yang sangat dingin pada eommanya yang saat ini tengah berbincang-bincang dengan seorang desaigner yang sedang memilih-milih gaun buatannya yang mungkin cocok untuk Jessica kenakan. Kali ini tak ada senyum manis ataupun tingkah menggemaskan yang hanya Jessica tunjukkan pada seorang Oh Sehun. Yang ada hanya Jessica dengan segala rasa lelah, disertai dengan wajahnya yang dingin dan sulit menunjukkan ekspresi.

“ Jess, kau sudah datang?” tanya eomma Jessica dengan senyuman ramahnya yang terasa sangat memuakkan dan palsu bagi Jessica. Jessica menghela nafas berat dan berjalan menghampiri desaigner yang saat ini sedang memilihkan gaun rancangannya dan mencocokkannya dengan postur tubuh Jessica. Gadis berambut pirang itu terlihat merebut beberapa gaun rancangan yang sedang desaigner itu pegang. Tatapan matanya yang begitu tajam benar-benar terasa menusuk bagi siapapun yang melihatnya kecuali eommanya. Karena eomma Jessica memang begitu terbiasa dengan tatapan putrinya tersebut.

“ apa kau mencoba mengatur hidupku lagi, huh? Setelah kau menyuruhku untuk belajar mengenai bisnis agar aku bisa melanjutkanmu, sekarang apalagi?” Frustasi Jessica membuatnya berbicara dengan nada yang sangat tinggi. Nafasnya kali ini terlihat tidak teratur karena untuk kesekian kalinya Jessica harus menahan amarahnya menghadapi kelakuan ibunya, bahkan kali ini wajahnya terlihat merah padam menandakan bahwa ice princess itu sudah benar-benar marah. Sedangkan desaigner yang tadi sedang memilihkan gaun untuk Jessica terlihat izin keluar untuk memberikan waktu privasi bagi ibu dan anak itu.

“ nanti malam kau hanya perlu ikut menemaniku makan malam dengan Keluarga Xi. Hanya itu, Jess. Bukankah itu mudah untukmu?” Ujar eomma Jessica membuat Jessica memejamkan matanya lalu melemparkan gaunnya ke sembarang arah. Tubuhnya terlihat merosot karena gadis itu merasa bodoh tak tahu caranya untuk melawan eommanya itu. Jessica yakin kali ini bukan hanya sekedar makan malam saja, bisa jadi ibunya kali ini mencoba untuk menjodohkannya dengan anak lelaki dari Keluarga Xi. Dan impiannya untuk hidup bersama Sehun selamanya harus dirinya kubur dalam. Karena Jessica tahu, apapun pun cara yang dilakukan olehnya untuk menghentikan segala sesuatu yang eommanya rencanakan pasti akan sia-sia. Pada akhirnya gadis itu memang harus melakukan apa yang ibunya suruh.

eomma tak sedang mencoba menjodohkanku, kan? Aku sudah memiliki kekasih. Eomma tak berhak mengatur kehidupanku! Aku lelah.” Suara Jessica terdengar bergetar. Sekarang, Jessica yang tadinya terlihat ceria di hadapan kekasihnya menjadi terlihat benar-benar rapuh jika sudah dihadapkan dengan eommanya. Sedangkan eommanya terlihat memandangi Jessica yang saat ini sedang menangis dan terduduk di lantai. Jessica memang sangat sulit untuk melawan eommanya itu. Bahkan Jessica merasa sebagai boneka hidup yang bisa dimainkan apa saja oleh eommanya. Betapa dirinya menyesal telah terlahir di keluarga sangat kaya seperti ini.

“ kau memang benar-benar sangat cerdas Jessica. eomma tak perlu memberitahumu lagi kalo begitu. Keputusan eomma memang tak pernah salah saat eomma memilihmu untuk ikut dengan eomma saat perceraian eomma dengan appamu. Kau memang yang pantas melanjutkanku nanti.” Ujar eomma Jessica membuat anaknya memandangi ibunya dengan tatapan yang sangat tajam. detik berikutnya Jessica terlihat memejamkan matanya. Rasanya dirinya ingin sekali saja merasakan kebebasan. Jika dirinya dulu dipaksa untuk belajar tentang bisnis, Jessica ingin memohon untuk kali ini Jessica bisa memilih sendiri pasangan hidupnya. Bahkan umurnya masih 17 tahun.

“ kali ini aku tidak ingin mengikuti permainan bodohmu, eomma. Pasanganku harus orang yang benar-benar aku cintai. Kau menginginkanku untuk menikah dan hidup selamanya dengan seseorang yang bahkan sama sekali tak pernah aku cintai?” kali ini Jessica memberikan sebuah pembelaan jika biasanya gadis itu akan menurut dengan perkataan eommanya. Nada bicaranya benar-benar cukup lantang membuat eommanya memandangnya dengan pandangan sangat sinis.

“ kau mau menghancurkan keluarga ini? kau pewaris tunggal perusahaanku. Kau memerlukan seseorang yang sepadan denganmu. Putra dari Keluarga Xi aku pikir yang paling cocok denganmu. Kau tahu? Keluarganya menguasai semua pasar China, termasuk Hongkong. Jika kau ingin menghancurkan usaha eommamu untuk mempertahankan semuanya kau boleh memilih pasangan apa saja yang kau inginkan. Dan kau bisa keluar dari keluargaku. Aku bisa menghapus anak yang tidak menurut sepertimu dari kartu keluargaku.” Ujar eomma Jessica membuat Jessica mengeluarkan airmatanya sekali lagi. Jessica tahu maksud dari menghapus namanya dari kartu keluarga. Ibunya mengancamnya dengan tidak memberi warisan apapun padanya jika dirinya tak menurut. Sedangkan Jessica, gadis itu tak munafik jika dirinya menginginkan warisan tersebut. setidaknya apa yang dirinya korbankan selama ini, harus mendapatkan hasil yang sama.

“ jika dengan cara itu aku bisa terus dianggap anak olehmu, aku akan melakukannya. Diam, dan tak memprotes apapun seperti boneka bukankah hal terbaik?” ujar Jessica dengan nada sarcastic membuat eommanya tersenyum senang. Perempuan paruh baya itu memang tak ingin Jessica terlalu mencintai seorang lelaki. Perempuan paruh baya itu juga tak ingin Jessica mencintai orang yang salah. Terlalu banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh Nyonya Go.

“ baguslah jika kau tahu. Lagipula jangan menyia-nyiakan apa yang telah eomma berikan padamu. Eomma telah menanam saham preferen untukmu di perusahaan keluarga Xi. Kau juga harus tahu, saat kau menikah. Saham kami yang berada di hotel Athena akan kami satukan. Itu bisa jadi milikmu dan Luhan, putra dari keluarga Xi. Jangan membuat kedua belah pihak rugi hanya karena kau membatalkan perjodohan ini.”

***

“ kudengar malam ini kita akan ada acara malam dengan salah satu rekan bisnis daddy.” Ujar Tiffany pada sang adik yang saat ini sedang fokus menyetir untuk pulang ke hotel tempat mereka dimana menginap. Tiffany dan adiknya memang tidak tinggal di negeri Paman Sam ini, hanya saja kali ini Tiffany baru saja menonton adiknya yang memiliki jadwal balap.

“ makan malam apa? Aku pikir mom dan daddy hanya berencana mengenalkanku pada anak rekan bisnisnya. Kupikir mereka berniat menjodohkanku juga.” gerutu Luhan membuat Tiffany mengacak-ngacak rambut adiknya tersebut. Adiknya yang satu ini memang paling tak suka saat dimana ayahnya mengatur-ngatur hidupnya. Bahkan keputusannya untuk terjun di dunia balap dulu sempat ditentang habis-habisan oleh ayahnya.

“ baguslah. Setidaknya berkat perjodohan itu aku harap mom memilihkan wanita yang tepat untukmu seperti dia menemukan Chanyeol untukku.” Ujar Tiffany dengan penuh harap membuat adiknya mendelik sebal. Menurut Luhan yang namanya perjodohan itu dimana-mana tak ada yang membahagiakan. Bayangkan saja, dirinya harus bersama orang yang sama sekali tak dirinya cintai. Lalu menikah dan hidup selamanya bersama orang yang sama sekali tak dirinya cintai. Membayangkannya saja sudah seperti membayangkan kiamat akan terjadi.

“ kau kan memang tak laku noona. Jadi saat kau dijodohkan dengan Chanyeol hyung yang menurutku terlalu tampan untukmu, pastinya kau senang-senang saja.” goda Luhan membuat Tiffany mengetuk kepalanya menggunakan tangannya yang dikepal. Tentu saja hal itu membuat lelaki berkebangsaan China itu meringis pelan. Jika dirinya tak sedang menyetir mungkin Luhan sudah mengibarkan bendera perang pada kakak perempuannya itu. Untungnya saat ini Luhan lebih mementingkan keselamatannya daripada membalas kakaknya.

“ kau itu menyebalkan noona. Bagaimana bisa Chanyeol hyung bertahan denganmu?” cibir Luhan membuat kakak perempuannya mendelik sebal dan tak ingin melanjutkan argumen dengan adiknya karena dirinya pikir itu semua hanya membuang-buang waktu saja.

***

                Sehun terlihat mengetikkan sebuah pesan singkat saat dirinya tiba di bandara sambil menyeret membawa koper miliknya. Kencannya bersama Jessica tadi siang benar-benar gagal membuat dirinya masih menyisakan perasaan rindu yang teramat sangat pada ‘gadisnya’ tersebut. sebenarnya ini bukan salah Jessica atau siapapun, Sehun sangat tahu bahwa ibu Jessica memang tak dapat diganggu gugat.

Aku akan merindukanmu, chagiya. Kkkk

Setelah aku tiba di Korea nanti aku akan segera menghubungimu.

Jaga dirimu baik-baik, saranghae :*

Setelah mengirimkan pesan singkat tersebut pada kekasihnya, lelaki berkulit putih susu itu terlihat mematikan smartphone miliknya. Terlihat sebuah senyuman tipis di bibirnya. ahh, sepertinya hanya gadis itu yang mampu membuatnya seperti ini. membuatnya gila karena rindu yang teramat sangat.

***

 

“ jangan terus menggunakan ponsel milikmu saat kita sedang makan malam dengan Keluarga Xi. Kau mau ponselmu eomma sita untuk malam ini?” tanya eomma Jessica pada Jessica yang terus sibuk dengan ponsel miliknya saat beberapa orang suruhan eomma Jessica sedang merapikan baju yang dikenakan oleh putrinya. Warna hitam putih yang dipadu-padankan dengan sangat pas membuat Jessica kali ini benar-benar terlihat elegan. Apalagi dengan fitur wajahnya yang memang sangat menawan itu dipolesi oleh make up tipis membuat semua orang tak dapat mengelak bahwa gadis itu terlihat sangat cantik bak dewi-dewi yang dikisahkan dalam mitologi Yunani.

“ tak usah. Aku bisa menempatkan diriku. Kau tenang saja, aku tak akan mempermalukanmu.” Ujar Jessica lalu memasukkan smartphone miliknya itu ke dalam tas tangannya yang berwarna merah. Sedangkan Nyonya Go hanya tersenyum tipis memandangi putrinya.

“ baguslah. Ayo kita berangkat sebelum mereka menunggu kita terlalu lama.” Ujar eomma Jessica sambil menggenggam tangan Jessica untuk jalan bersamanya. Sedangkan Jessica terlihat melepas genggaman tangannya tersebut “ kita berjalan sendiri-sendiri. Aku sedang malas untuk berpura-pura menjadi keluarga yang kompak.”

Jessica terlihat meninggalkan eommanya yang memandangi kepergiannya dengan tatapan sedikit kecewa. Wanita paruh baya itu terlihat menghela nafasnya berat. Sebenarnya ini bukan sepenuhnya salah Jessica menjadi wanita yang dingin, ini salahnya yang tak bisa mendidik anaknya sendiri dengan baik.

***

eomma, cukup untuk mengatur hidupku. Apa-apaan dengan perjodohan itu? Kalian pikir aku tak bisa mencari wanita yang pantas untukku lagi.” ujar Luhan saat eommanya memaksanya untuk ikut menemani mereka makan malam bersama Nyonya Go Ara, ibu Jessica dan tentu saja Jessica. Tak jauh dengan reaksi yang ditunjukkan oleh ibu Jessica, ibu Luhan terlihat tak memperdulikan protesan yang ditunjukkan oleh anaknya tersebut.

“ kau memang tak bisa mencari wanita yang pantas untukmu, Xi Luhan. Siapa wanita yang menurutmu pantas? Wanita lumpuh itu? Wanita penyakitan itu?” ujar Nyonya Xi dengan nada yang cukup sinis membuat Luhan mengepalkan tangannya kuat-kuat. Selalu saja masalah ini yang menjadi perdebatan antara dirinya dan eommanya. Luhan terlihat membuka mulutnya untuk membalas pernyataan ibunya tersebut, namun sepertinya Nyonya Xi lebih cepat untuk memotongnya.

“ ayahmu bisa saja menghapusmu dari daftar warisan jika kau tetap bersikeras dengan wanita parasit itu. Ahh, sepertinya menghapusmu dari daftar warisan terlalu kejam. Dia akan menghentikan karier balapmu, Luhan.” Selalu seperti ini. eommanya selalu mengancamnya dengan karier balapnya. Luhan terlihat memejamkan matanya kuat-kuat. Lelaki itu terlihat menghela nafas panjang untuk meredam amarahnya. Wajahnya terlihat merah padam menandakan bahwa lelaki itu benar-benar sangat marah pada ibu yang telah melahirkannya itu. Sepertinya ibunya selalu saja mengetahui letak kelemahannya.

“ Tiffany bukanlah pewaris utama perusahaan ayahmu. Kau yang akan mewarisi sebagian besar saham yang ayahmu miliki. Dengan dirimu yang terus fokus pada karier balapmu, eomma dan appamu tak yakin jika kau akan melanjutkannya dengan baik. Jessica, dengan segala kepintaran yang gadis itu miliki, aku yakin bisa membantumu.” Ujar eomma Luhan membuat lelaki itu benar-benar tak tahu harus berbuat apa. Kenyataan bahwa dirinya dilahirkan di keluarga seperti ini membuatnya sadar bahwa dirinya tak dapat memilih apa yang diinginkannya, apa yang dirinya suka, dan menolak apa yang tidak diinginkannya. Jika dia mengatakan bahwa dia tak membutuhkan harta orangtuanya, sepertinya Luhan hanya mengatakan kebohongan besar. Karena kegiatan balapnya pun sebagian besar disponsori oleh ayahnya. Tak hanya itu, Luhan telah terbiasa dengan kemewahan yang dimilikinya. Dia bukanlah lelaki yang ada di serial drama yang dapat melepaskan harta demi apa yang dirinya inginkan begitu saja.

***

Atmosfer yang sepertinya kurang baik terlihat menyelimuti suasana antara anak dan ibunya tersebut. Di salah satu restoran yang terdapat di salah satu Hotel paling Elite di Amerika itu terdapat dua orang yang mungkin sedang melancarkan perang dinginnya. Bahkan beberapa pelayan yang biasanya menyambut kedatangan keduanya dengan sangat ramah, kali ini tak ada yang berani menyapa majikannya tersebut.

“ aku tidak suka menunggu. Kemana rekan bisnis eomma, huh? Apakah mereka tidak bisa menghargai waktu.” Pandangan Jessica terlihat lurus ke depan tanpa memandangi ibunya yang duduk di sampingnya. Wajah gadis itu saat ini memang tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Bahkan mata indahnya itu terlihat menatap lurus ke depannya dengan pandangan kosong. Seolah gadis itu benar-benar tak tertarik pada makan malam bersama rekan bisnis ibunya.

“ mereka orang sibuk. Sebaiknya kau mengerti, Sica.” Ujar ibu Jessica membuat gadis berambut pirang itu hanya tersenyum sinis menanggapi perkataan ibunya tersebut. kali ini Jessica terlihat mengalihkan pandangannya pada ibunya.

“ apakah kita tidak sibuk? Apakah kau tak sibuk? Kesan pertama makan malam bersama seseorang yang akan dijodohkan denganku saja sudah tidak baik. Apalagi kedepannya.” Sinis Jessica membuat ibu Jessica memilih untuk tidak menanggapi perkataan putrinya tersebut. Jessica memang tak akan pernah mau kalah jika sedang berargumen, sepertinya sifat itu turun dari ibunya.

“ Nyonya Go, maafkan kami karena sudah terlambat.” Ujar seorang wanita paruh baya memecah keheningan antara Jessica dan ibunya. Jessica yang tadinya sedang terdiam memilih untuk bangkit dari duduknya dan membungkukkan sedikit badannya mencoba untuk terlihat sopan dan tidak mempermalukan ibunya. Setidaknya satu yang harus diingat, meskipun Jessica terkadang sangat angkuh, egois, dingin, tapi gadis itu bisa menempatkan dirinya dengan baik. Tentu saja Jessica terbiasa dengan semua tuntutan ini. Semua tuntutan yang menuntutnya untuk berpura-pura manis di hadapan rekan bisnis ibunya.

“ tidak apa-apa. Kami mengerti bahwa kalian sibuk. Silahkan duduk.” Ujar Jessica kali ini sungguh sangat berbeda dengan Jessica beberapa menit yang lalu. Kali ini Jessica menunjukkan senyuman pura-puranya yang harus keluarga Xi akui bahwa senyuman tersebut sangatlah menawan. Tak terlihat seperti senyuman yang dipaksakan meski pura-pura, tapi terlihat cukup tulus.

“ Go Ara, bagaimana bisa kau melahirkan wanita secantik anakmu? Benar-benar menantu idaman. Selain cantik, anakmu juga sangat sopan.” Ujar Nyonya Xi pada ibu Jessica membuat ibu Jessica tertawa kecil menanggapinya. Dalam hati Jessica benar-benar mencibir apa yang dikatakan oleh wanita yang mungkin akan menjadi mertuanya tersebut.

“ gomawo, ahjumma. Aku tidak secantik apa yang kau katakan. Masih banyak yang lebih cantik dariku.” Ujar Jessica sambil memamerkan senyuman termanisnya. Sedangkan anak lelaki dari keluarga Xi terlihat terus memperhatikan Jessica. sepertinya lelaki itu merasa pernah menemui Jessica. Kali ini anak lelaki dari keluarga Xi ingat bahwa Jessica merupakan kekasih Sehun yang bertingkah menyebalkan. Tapi mengapa Jessica yang lelaki itu lihat kali ini adalah Jessica yang bersikap sopan layaknya malaikat dan tidak menyebalkan seperti yang ditemuinya tadi? Apakah Jessica sedang bersandiwara kali ini?

“ tak salah jika aku memilihmu untuk Luhan.” Ujar eomma Luhan membuat Jessica mengalihkan pandangannya pada anak lelaki keluarga Xi tersebut. Matanya terlihat membulat saat melihat siapa lelaki yang akan dijodohkan dengannya tersebut. Lelaki sok yang tadi siang Jessica temui. Kedua orangtua Luhan, dan ibu Jessica nampaknya menyadari perubahan ekspresi wajah Jessica saat melihat Luhan.

“ apakah kalian saling mengenal?” tanya ibu Jessica membuat Jessica dengan cepat menggelengkan kepalanya pelan.

“ anio. Aku belum mengenalnya.” Ujar Jessica singkat

“ ah. Kalau begitu kau tak perlu khawatir. Kau dan Luhan bisa belajar mengenal satu sama lain saat kalian di Korea nanti.” Ujar ibu Luhan membuat Jessica menoleh memandangi eommanya dengan pandangan bingung sambil bergumam kecil “Korea” seolah memastikan bahwa dirinya tak salah pendengaran. Bagaimana bisa Jessica saling mendekatkan satu sama lain dengan Luhan di Korea jika dirinya saja tinggal di San Fransisco.

eomma lupa memberitahumu Jess. Besok pagi kau akan pergi ke Korea. Kau akan bersekolah disana. Victoria ahjumma, ibunya Luhan sudah mengurus kepindahanmu di sekolah barumu. Besok kau pergi ke Korea bersama Luhan dan kakaknya.” Jelas ibu Jessica panjang lebar membuat Jessica ingin berteriak melampiaskan kekesalannya atas perilaku ibunya yang benar-benar sudah keterlaluan. Bagaimana bisa Jessica tidak diberitahu tentang keputusan yang sangat penting ini. jika saja kali ini tak ada Luhan dan keluarganya, Jessica mungkin sudah meluapkan amarahnya kapan saja.

***

                Kali ini Jessica benar-benar mengutuki permintaan ibunya yang menyuruhnya untuk mengajak lelaki bernama Luhan itu jalan-jalan di sekitar taman hotel. Sikap Jessica yang memang sulit sekali mencair saat dirinya melakukan kegiatan tak penting seperti kali ini dengan orang yang tidak dikenalnya membuat atmosfer yang menyelimuti Jessica maupun Luhan menjadi sangat dingin. Bagi Jessica, gadis itu memang tak tertarik untuk berpura-pura baik pada seorang Xi Luhan seperti apa yang dilakukan olehnya pada kedua orangtua calon tunangannya itu. Sedangkan Luhan sendiri, lelaki itu sibuk dengan pikirannya.

“ apakah kau menyetujui perjodohan ini?” tanya seorang lelaki yang saat ini sedang berjalan-jalan santai di taman yang terletak di hotel milik Jessica memecah keheningan di antara keduanya. Jessica terlihat menolehkan kepalanya untuk memandangi lawan bicaranya, detik berikutnya Jessica terlihat menganggukan kepalanya pelan tak berniat bersuara dengan seseorang yang bahkan sangat asing baginya.

“ aku tidak. Jangan terlalu berharap padaku karena aku telah mencintai orang lain. Mari kita batalkan perjodohan ini.” ujar lelaki itu sambil memandangi langit malam yang terlihat tak terdapat bintang. Sedangkan Jessica terlihat menghentikan langkah kakinya sambil memandangi lelaki itu dengan pandangan dingin khas seorang Jessica Jung. Detik berikutnya gadis berdarah Amerika-Korea itu terlihat menyunggingkan senyuman sinisnya. Jika lelaki yang dijodohkannya memiliki seseorang yang dicintai, Jessica juga sama. Tapi bukankah ibu Jessica sangat muak dengan kata-kata cinta dan tak membiarkannya membatalkan perjodohan ini hanya karena lelaki yang dirinya cintai?

“ belajarlah mencintaiku. Ibuku sudah menghadiahkanku saham preferen yang ditanam di perusahaanmu untuk ulangtahunku yang ke 18 tahun nanti. Dan aku yakin orangtuamu tak mau begitu saja menjual saham istimewa itu padaku yang bahkan belum genap berusia 18 tahun jika bukan karena perjodohan ini. Belum lagi orangtua kita sedang mengincar Hotel Athena yang saat ini sedang maju pesat. Kau pasti tahu kan sangat jarang seseorang yang memiliki saham lebih dari 50 persen. Jika kita bertunangan, orangtua kita akan menyatukan saham yang orangtua kita milikki di Hotel Athena itu. Dan harusnya kau tahu juga beberapa keuntungan jika orangtua kita menjadi pemegang saham terbesar di Hotel Athena tersebut.” ujar Jessica memberitahu pada calon tunangannya yang seenaknya saja membatalkan pertunangan ini. Belum lagi Jessica tahu bahwa banyak lagi proyek kerjasama yang dilakukan oleh keluarganya dan keluarga tunangannya tersebut. dan jika Jessica membatalkan pertunangan ini begitu saja, Jessica yakin akan banyak kerugian yang dialami oleh kedua belah pihak dan memungkinkan ibunya tak akan menganggapnya sebagai anak lagi.

“ bukankah keluargamu dan keluargaku sudah kaya? Untuk apa mengincar Hotel Athena?” bingung tunangannya itu membuat Jessica sedikit tak yakin dengan calon tunangan yang dipilihkan orangtuanya untuk dirinya itu. Bahkan seharusnya seseorang yang mengerti bisnis tak bisa menganggap semua yang didapatnya itu cukup.

“ kau harus belajar lagi untuk mengerti semuanya. Bagaimanapun kau akan menjadi suamiku nanti.” Ujar Jessica yang sebenarnya tak sudi untuk mengatakan hal tersebut. sedangkan lelaki yang berdiri di hadapannya terlihat tertawa kecil mendengar perkataan yaang terlontar dari gadis bersikap dingin itu.

“ belajar apa? Belajar mencintaimu seperti apa yang kau katakan tadi? Hahaha.” Ujar lelaki itu sambil tertawa keras membuat Jessica memutar bola matanya. Karena benar-benar sangat malas untuk meladeni calon tunangannya itu, Jessica memilih untuk meninggalkannya.

“ yah! Jessica Jung, tak usah cepat marah seperti itu. Aku tidak mau mempunyai calon tunangan yang nantinya cepat tua.” Teriak Luhan pada Jessica yang sudah jalan di depannya. Lelaki itu terlihat tertawa kecil melihat tingkah Jessica yang cepat sekali marah. Sedangkan Jessica terlihat membalikkan tubuhnya untuk menatap Luhan dengan pandangan tajamnya saat Luhan baru saja mengatakan perkataannya.

“ Ha! Lucu!” sinis Jessica lalu membalikkan badannya kembali untuk pergi meninggalkan Luhan.

***

Pagi hari di kediaman Keluarga Nyonya Go benar-benar sangat damai berbeda sekali dengan tadi malam saat Jessica dan ibunya pulang sehabis acara makan malam tersebut. putri Nyonya Go tersebut terlihat masih pulas tertidur dengan wajah yang sangat damai di kasur empuknya dengan selimut yang masih melekat sempurna di tubuhnya. Kali ini tidak ada wajah sinis yang selalu ditunjukan oleh wanita berparas cantik tersebut.

“ Tuan, nona Jessica sedang tidur. Dia tidak bisa diganggu. Jika Tuan berani mengganggunya, Nona Jessica akan marah.” Ujar seorang pelayan mencoba menghalangi Luhan untuk tidak masuk ke kamar milik majikannya tersebut. sedangkan Luhan terlihat memutar bola matanya melihat tingkah pelayan di rumah Jessica yang sepertinya dibawa oleh ibu Jessica dari Korea. Tentu saja, pelayan Jessica fasih berbahasa Korea dan bahkan berwajah khas Asia Timur.

“ aku calon tunangannya. Ibuku menyuruhku untuk menjemputnya.” Ujar Luhan sedikit gemas pada akhirnya membuat pelayan Jessica menyerah dan membiarkan Luhan masuk ke dalam kamar putri Nyonya Go tersebut. Luhan tersenyum kecil saat memasuki kamar milik Jessica. cukup luas, tentunya dengan fasilitas lengkap jika hanya untuk Jessica saja.

chagiya!! Ireona!” ujar Luhan saat dirinya berdiri tepat di samping tempat tidur Jessica membuatnya dapat dengan leluasa melihat wajah Jessica yang saat ini sedang tidur menyamping. Jessica terlihat menutupi seluruh badannya menggunakan selimut sesaat setelah Luhan mengatakan hal tersebut. sepertinya Jessica sedang tidak ingin diganggu dari mimpi indahnya.

“ Sehun, bukankah kau sudah kembali ke Korea? Kita bertemu saja di Korea nanti. Aku masih ngantuk dan beberapa saat lagi pun aku akan pergi ke Korea.” Gumam Jessica tak jelas di sela-sela tidurnya. Luhan terlihat mengerutkan alisnya saat Jessica mengira dirinya adalah Sehun. detik berikutnya Luhan terlihat mendengus kesal. Lelaki itu baru ingat bahwa gadis yang merupakan calom tunangannya itu adalah kekasih Sehun.

“ tega sekali kau mengira calon tunanganmu adalah lelaki lain.” ujar Luhan sambil mendekatkan wajahnya ke dekat wajah Jessica karena lelaki itu memang berbicara dengan nada berbisik. Jessica yang tadinya sebenarnya sudah setengah sadar pun seketika menjadi sadar dan langsung membuka selimutnya saat dirinya tahu bahwa yang berbicara padanya adalah Luhan. Luhan terlihat tersenyum ‘sok’ manis pada Jessica yang saat ini sudah membuka matanya dengan mata yang terlihat membulat sempurna karena terkejut melihat wajah Luhan yang benar-benar dekat dengannya.

“ yah! Xi Luhan! Aku ini tuan putri di rumah ini! menjauhlah dariku atau aku yang menyuruh pelayanku untuk menjauhkanmu!” ujar Jessica dengan nada dinginnya yang terdengar membentak namun dengan perkataan yang cukup berlebihan mampu membuat Luhan menjauhkan dirinya dari Jessica dan tertawa keras. Sedangkan Jessica terlihat tidak suka dengan perilaku Luhan yang cukup membuat moodnya turun di pagi hari. Selanjutnya gadis itu terlihat mengubah posisinya menjadi duduk karena tak enak juga pada Luhan.

“ perkenalkan. Aku pangeran Luhan yang akan menjemput tuan putri.” Ujar Luhan bermain-main sambil mengulurkan salah satu tangannya seolah mengajak Jessica berkenalan. Jessica tak membalas uluran tangan tersebut namun hanya memandanginya sebentar lalu membuang mukanya dari Luhan. Sungguh, Jessica benar-benar ingin menendang Luhan dari kamarnya tersebut. wajah lelaki itu benar-benar terasa sangat menyebalkan bagi seorang Jessica Jung. Well, bukankah gadis itu memang sedikit anti pada lelaki selain Oh Sehun?

“ Lucu sekali, Xi Luhan.” Nada sarcastic terdengar begitu saja dari cara berbicara Jessica.

“ jangan bersikap ketus seperti itu pada calon suamimu, calon istriku. Seharusnya di pagi hari seperti ini kau memberiku morning kiss.” Goda Luhan membuat Jessica yang tadinya membuang muka dari Luhan terlihat memandangi Luhan dengan pandangan tajamnya. Pada akhirnya Jessica melemparkan sebuah bantal sehingga mendarat mulus di wajah Luhan.

“ Jess, kau brutal!”

“ demi tuhan aku ingin muntah mendengarmu menyebutku calon istri.” Jessica terlihat bangkit dari tempat tidurnya saat dirinya selesai menyelesaikan perkataannya.

“ apa…”

“ Aku akan mandi. Jadi berhentilah memperdebatkan hal yang tidak penting.”

“ yah! kau tak berniat memberiku morning kiss?” teriak Luhan sedikit iseng pada Jessica yang saat ini tengah berjalan memasuki kamar mandi yang terdapat di kamarnya itu. Sedangkan Jessica tak menanggapi perkataan Luhan karena sama saja itu artinya Jessica memulai perdebatan yang tak ada habisnya.

=== Business Love ===

Preview Next Chapter

“ Xi Luhan, jangan bertingkah sok manis di hadapanku. Bukankah semalam kau mengajakku untuk menolak perjodohan ini?”

” kau tak berniat bertingkah sebagai tunangan yang baik, chagiya. seharusnya kau memberikanku minuman atau mengelap keringatku saat aku selesai berlatih.”

“ Aku yakin gadis itu ada hubungannya dengan Luhan. Dia tadi diantar oleh Ketua Dewan, ibunya Luhan. Beruntung sekali dia.”

“ kau yang mengatakan bahwa aku harus belajar mencintaimu. Bagaimana jika kau juga melakukan hal yang sama denganku. Belajarlah mencintaiku.”

“ kau berubah, Jess. Mengapa sifatmu berbeda saat kau berada di Korea?”

“ jika hubungan kita memang tak ada harapan. Bolehkah aku membagi hatiku untuk gadis lain? Dan tak tertuju untukmu saja?”

 

20 thoughts on “[Freelance] Love Business (Chapter 1)

  1. Gyaaa luhan jail bgt >,< aq ktawa pas baca scene luhan d kamar sica. yaampun lucu bgt😀 msih pnasaran siapa ya yeojachingu luhan? trus gmn prasaan sehun pas tw sica tunangan sm luhan? kalimat trakhir td kata" siapa? smoga bkan sehun T^T hunsica jgn ptus~

  2. hwaaaa kerennnn
    suka karakter sehunnya hehehe, suka juga sama pairing sehun-jessi :b
    tapi bingung soalnya luhan juga sama2 cocok sama jessi .___.
    yah trs sehun gmn?? kasian dong :”(((
    semoga jessi bisa memilih ya~
    trs yg satunya buat aku LOL

  3. aduh~ HunSica moment nya dikit
    tapi aku suka banget ama ni FF thor~
    oiya, aku suka bnget pas Jessica ngomong gini “Ha! Lucu” itu koplak dan keren banget🙂
    next thor~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s