Smile-ya… [Drabble Compilation]

smileya

Title : Smile-ya…
Genre : Happy
Rating : T
Length : Drabble [Compilation]
Pairing : ChanSica, SuSica,JongSica, HyungSica.

Disclaimer © Artists are belonging to God, their company, and their parents. This story is belonging to me.
And thanks to
Keyunge for the poster ^_^

© Himma Isya Haniyya

===========

Jessica—Chanyeol

Sekarang waktunya encore konser SM. Semua artis sibuk bermain bersama, tapi tidak dengan Chanyeol yang hanya berdiri memerhatikan kedua sunbaenya yang tengah bercanda tak jauh darinya. Ingin sekali ia bergabung bersama Jessica dan Jonghyun. Tapi niat itu ia urungkan. Ia takut akan mengganggu momen persahabatan keduanya.

“Minho-ya!”

Chanyeol terkikik pelan melihat Jessica yang berteriak kesal pada Minho karena menarik Jonghyun menjauh dari Jessica. Lalu ia mantapkan tekadnya untuk menghampiri Jessica.

“Lho, kenapa Minho hyung menarik Jonghyun sunbae tiba-tiba?”

Jessica mendelik kesal pada Chanyeol. “Molla~ ia bilang ingin mengajak Jonghyun bermain air.”

“Lalu, biasanya noona bersama Krystal. Dimana Krystal?”

Chanyeol mengikuti telunjuk Jessica yang mengarah ke F(x).

“Menyebalkan. Ia lebih memilih kakak palsunya daripada kakak kandungnya.”

Mendengar itu, tawa Chanyeol lepas. Terlebih pipi Jessica yang langsung menggembung tanda ia sedang kesal. Oh ya! Masih ada Yoona atau Tiffany yang selalu menempel dengan Jessica, bukan? Mata Chanyeol mulai menelusuri panggung mencari dua orang itu.

“Ah… Tiffany sunbae bersama Sunny sunbae dan Suho hyung. Sedangkan Yoona sunbae memilih bermain air. Dan anggotamu yang lain tidak mau menemanimu ya noona?”

Jessica meringis menanggapi perkataan Chanyeol. “Seperti yang kau lihat, hanya dirimu yang berdiri di sampingku.”

Aigoo…” tangan Chanyeol mengarah pada sudut bibir Jessica dan menariknya ke atas.
“Nah, kalau tersenyum seperti ini noona terlihat sangat cantik.”

Jessica meninju lengan Chanyeol membuat Chanyeol memekik kencang. “Ya! Noona!”

“Sepertinya tadi pelan, mengapa kau berteriak? Berlebihan sekali.”

Chanyeol tertawa dan menggapai telapak tangan Jessica. “Ayo! Saatnya memberi salam terakhir.”

Jessica tersenyum menatap wajah Chanyeol. “Ayo!”

***

Suho—Jessica

Jessica merenung. Tatapannya benar-benar kosong. Apabila ia semakin memikirkannya, semakin kecewa pula dirinya. Bagaimana mungkin seorang sahabat yang telah lama ia percaya, sekarang telah membohonginya.

“Jessica!”

Mendengar ada yang memanggilnya, Jessica mendongak. “Oh… Suho-ya?”

“Tumben kau sendirian. Dimana Yuri?”

Jessica tersenyum kecut. Ah… mengapa ketika ia enggan mendengar nama itu, Suho justru menyebutnya?

Melihat ekspresi wajah Jessica yang semakin murung, Suho mengambil kesimpulan bahwa Yuri lah yang membuat suasana hatinya seperti ini.

“Aku punya sebuah lelucon lho. Aku tidak tahu ini lucu atau tidak, tapi aku rasa ini sangat lucu.”

Jessica menoleh ke arah Suho dan menatapnya lemah. “Apa itu?”

“Ini sebuah tebakan. Dengar… Almond mati akan menjadi apa?”

Diamond. Dari kata die dan almond,” jawab Jessica lemah.

“Ah…” Suho menggaruk kepalanya karena malu. “Kalau begitu, aku ganti pertanyaannya. Apakah kau tahu dimana alamat keluarga semut?”

“…”

Suho tersenyum bangga karena Jessica masih belum menjawab. “Kau tidak tahu kan?”

Melihat reaksi Jessica seperti itu—menoleh dengan lemah, Suho senang sekaligus takut. Senang karena Jessica akan mendengar jawabannya. Dan takut jika pertanyaannya tidak membuat Jessica tertawa.

Heorido, ganeulgun, manjimyeon, beulojiji.” [pinggang sempit sekali sentuh akan patah]—artinya hampir sama dengan provinsi, daerah, kota, desa.

Jessica menatap Suho tak percaya. Membuat Suho yang tadinya tertawa langsung bungkam. Sepertinya ia salah memberikan sebuah lelucon kepada Jessica.

Takut nantinya dimarahi, Suho bangkit dari duduknya. Namun, ia lupa jika ia sedang memangku sebuah kamus dan membuatnya jatuh ke tanah. Tersenyum kikuk ke arah Jessica, Suho membungkuk mengambil kamusnya.

Kreeekk

“… Hahaha! Boxermu warnanya merah muda!” Jessica tertawa terbahak-bahak seraya menunjuk pantat Suho.

Dengan sangat malu, Suho mencoba menutupi bagian celananya yang robek. Tapi tak lama kemudian, ia tersenyum melihat Jessica yang tertawa.

“Aku bersyukur jika celanaku sobek, karena aku dapat melihat Jessica ceria lagi.”

***

Jonghyun—Jessica

Jonghyun menghentikan langkahnya ketika melihat mahasiswi tepat beberapa meter di hadapannya. Mahasiswi dengan kulit putih dan rambut lurus coklat berponi. Apabila dibandingkan dengan mahasiswi lain memang terlihat sama. Namun, kulitnya yang lebih putih—mustahil memiliki kulit seputih itu di bawah terik matahari California— dan garis wajahnya yang kurang kebarat-baratan menjadi daya tarik tersendiri.

Jonghyun memberanikan diri untuk mendekati perempuan itu. “Excuse me?”

“A-ah… yes?”

You look so confuse, can I help you?”

Can you show me the administration office? I’ve transfered from Korea.”

“Y-you from Korea?”

Yes, I came from Korea.”

Annyeong haseyo.” Jonghyun membungkukkan badannya.

“Kau juga dari Korea?”

“Ya, aku berkewarganegaraan Korea. Namaku Lee Jonghyun. Kau?”

“Namaku Jessica Jung. Aku lahir di Amerika, jadi jangan heran jika hanya margaku yang berbau Korea.”

Jonghyun tersenyum seraya memegang dadanya. “Pantas saja kau berwajah Asia dan berkulit putih. Oh ya, kau tadi bertanya dimana ruang administrasi bukan?”

Jessica mengangguk senang. Melihat perempuan di hadapannya bertingkah seperti ini, Jonghyun terkikik pelan. Memang banyak mahasiswa yang berasal dari Korea, namun Jessica serasa lebih spesial untuknya.

“Dari sini, kau pergi ke gedung putih itu lalu masuk. Ketika sudah masuk, kau lurus saja sampai ada kantor khusus tamu. Di sampingnya ada ruang administrasi. Kau tak perlu bingung itu atau ini ruang apa. Ada papan nama ruangannya di pintu.”

“Terimakasih Jonghyun-ssi!” Jessica berseru senang seraya tersenyum manis.

“Ah… Ne. Sama-sama.”

“Senang bertemu denganmu. Sampai jumpa lagi.”

Jonghyun membalas bungkukan Jessica dan memegang dadanya—lagi. “Ya Tuhan, apa dia jelmaan malaikat? Kenapa senyumnya semanis tadi? Membuat jantungku ingin melompat saja.”

***

Hyungsik—Jessica

“Daehyun kembalikan tiket konserku!!”

Jessica berteriak seraya menuruni anak tangga yang menghubungkan lantai atas dengan ruang keluarga. Sedangkan dua lelaki yang sedang bermain play station itu terlihat acuh tak acuh.

“Jung Daehyun kembalikan tiket konserku! Aku tahu kau yang menyembunyikannya!”

“Apa buktinya jika aku yang menyembunyikan?”

“Daehyun, kau akan aku adukan pada Eomma!”

“Adukan saja. Aku tadi melihat Eomma yang membersihkan kamarmu. Siapa tahu dia yang membuang tiketnya?”

Sooyeon menghentakkan kakinya kesal dan berlalu mencari ibunya di dapur. Setelah dirinya tak terlihat lagi, Daehyun melepaskan tawanya.

“Ahh… Sooyeon noona. Dibodohi adiknya saja mudah.”

“Noonamu itu suka DBSK ya?” tanya Hyungsik.

“Ya, dasar perempuan. Memang apa sih hebatnya Changmin dan Yunho itu? Bahkan dibandingkan diriku lebih baik.”

“Ya ya ya… Jung Daehyun memang selalu menjadi yang terbaik. Tapi, sampai kapan aku menyembunyikan tiketnya?”

“Aish… tak perlu dikembalikan. Kau makan juga tak apa Hyungsik-ah. Ingat! Tak perlu dikembalikan pada Sooyeon noona. Nanti dia akan memarahiku, arraseo?”

“Seperti aku harus selalu menurutimu saja.”

———

Sooyeon menyeka air matanya dan menarik nafas. “Kau janji Yura-ya?” tanyanya pada hand phone—menelpon Yura.

Arraseoyo.”

Sooyeon memutus sambungan telponnya dengan Yura dan kembali merenung. Sekarang ia sedang duduk di ayunan samping rumahnya.

“Sialan sialan sialan!”

Tentu saja Sooyeon merasa kesal. Tiket hilang ibarat uangnya juga hilang. Terlebih jauh-jauh hari ia sudah menyiapkan barang yang akan dibawa nanti saat konser. Memang ia dan Yura berencana akan membeli tiketnya lagi nanti ketika konser dimulai. Namun, peluangnya kecil.

Noona ayo tersenyum!”

Sooyeon mendongak menatap Hyungsik yang ada di hadapannya. Bola matanya melirik ke tangan Hyungsik—melihat apa yang sedang ia bawa.

Omona! Hyungsik-ah da—

Ssstt… jangan berteriak, nanti Daehyun mendengarnya.”

“Dari mana kau mendapatkannya? Itu tiketku bukan?” tanya Sooyeon berbisik.

Hyungsik mengangguk senang. “Ne. Ini tiketmu. Daehyun yang menyuruhku untuk menyembunyikannya. Jadi noona sekarang harus tersenyum kembali.”

Geez, anak itu. Lihat saja besok pagi.” Jessica menggumam kesal. “Ngomong-ngomong Hyungsik-ah, terimakasih banyak.”

Hyungsik menggaruk tengkuknya sungkan atas ucapan Sooyeon. Rasanya seperti ada kupu-kupu terbang di dalam perutnya jika seseorang yang ia sukai berterima kasih dan tersenyum semanis itu padanya.

“Jika aku dan Yura mendapatkan tiket lagi, ayo kita menonton bersama!”

===========

HAI~!! Aku kembali…

Kali ini aku bawa drabble compilation. Ini aku bela-belain buat mengingat kewajiban di sekolah kayak tugas atau kegiatan yang nggak bisa ditinggal.

Dan disini, aku nggak tahu kalian bakal dapet feel atau malah enggak. Couple Jessica disini bukan asal pilih. Tapi emang aku coba pas-pasin.

Kayak Suho. Dia itu orangnya suka lucu-lucuan sama membernya, tapi membernya pada nggak nganggep kelucuannya itu adalah hal yang lucu. Malah tingkahnya itu yang bisa buat member lain ketawa.

Sedangkan Jonghyun, aku pilih dia emang karena wajahnya kebarat-baratan. Sedangkan Chanyeol, dia orangnya periang. Hyungsik, karena anaknya lucu.

Sekian dari aku… maaf kalo ceritanya kurang meghibur dan terimakasih sudah baca J

36 thoughts on “Smile-ya… [Drabble Compilation]

  1. Bagus thor,
    Kyaaaa~ Ada SuSicaaaaa.
    Aku ini hardcorefans nya SuSica deh tpi nggak byk ffnya mereka😦 /Sad/
    Ini pokoknya bagus thor. Keep it up!!!

  2. Bagus smua thor~ paling ska yg chansica. sneng bgt sm chanyeol yg prhatian sm sica :3 Cute couple ^^ sma yg susica itu >,< ngakak thor😀 yaampun Suho knp boxermu warna PINK😄 yg hyungsik n jonghyun jg tuh, ringan tpi bagus! suka smua deh~ smangat thor!!

  3. nice drabble thor. ngakak waktu baca suho oppa pake boxer merah muda,awalnya emang gak lucu tapi akhirnya??bwahahaha.yeol oppa pengen deket sama sica eon ciyeeee kenapa hayo??hyungsik oppa baik deh tiketnya dibalikin #peluk oppa #plak,hehe.next ff dtnggu thor & KEEP WRITING!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s