Fool!!! [Part 2 END] ‘For : Gorjess Jessie’

req-miazzura5

Judul : Fool!!! (Part 2) ‘For : Gorjess Jessie’
Author : miazzura
Cast :Jessica, Luhan, Kris
Genre : Fluff, Romance
Length : Two Shoot
A/N : Annyeong! Ini dia lanjutan dari Fool nya^^ Mungkin ini emang aneeehhhh banget.-. Tapi aku Cuma bisa berharap kalian suka^^ Udahlah, Happy Reading^^ Dan jangan lupa RCL nya ya\(^o^)/

Poster by http://firaanastasya27.wordpress.com/

Previous Chapter : 1

“I Can’t Take It Anymore!”

Author POV

BUGH! Sebuah pukulan keras mendarat mulus di wajah tampan seorang Kris Wu. Siapa lagi pelakunya jika bukan seorang namja bernama Xi Luhan?

“Luhan!”teriak Jessica kaget. Kalau boleh memilih, Jessica lebih memilih untuk kabur sekarang. Namun apa daya, keadaan yang makin keruh seperti ini tidak memungkinkan nya untuk segera kabur dan menenangkan diri.

“Cih… Xi Luhan. Ternyata kau sama bodohnya dengan yeoja murahan itu. Bodoh sekali kau mau berkencan bersama yeoja yang jelas-jelas sudah menjadi milik temanmu sendiri, bahkan di hari jadinya.”ejek Kris sambil mengelap sudut bibirnya yang mengeluarkan sedikit darah segar.

“Tsk! Seharusnya kata itulah yang pantas kukatakan padamu, Kris Wu. Kau menyia-nyiakan gadis secantik dan sebaik Jessica hanya untuk wanita murahan yang menjadi operan para namja sepertinya? Cih…. How fool?”balas Luhan lalu menunjuk wajah Tiffany dan Kris bergantian.

“Aku malas berurusan dengan orang-orang bodoh!”Luhan langsung menarik tangan Jessica cepat dan membawanya keluar dari cafe itu.

Luhan POV

“Hiks…. Lu… Hiks…”aku mengelus rambut yeoja yang kucintai ini dengan lembut. “Pinjamlah bahuku untukmu bersandar, noona. Lagipula kita sedang didalam mobil. Gwachana.”Jessica noona tersenyum getir lalu mulai meletakkan kepalanya diatas bahuku.

Jujur, aku sangat menantikan saat-saat seperti ini. Saat yeoja yang kucintai bersandar di bahuku, saat yeoja yang kucintai berada di dekatku. Tapi apa gunanya jika yeoja itu malah menangisi namja lain pada saat yang kuimpikan ini?

Kurasakan bajuku yang terasa basah akibat air matanya. Tapi tak apa, asal orang yang kucintai merasa lega, maka aku akan melakukan apapun. Meski itu dapat menyakiti diriku sendiri.

“Lu… Aku membencinya, Lu. Aku… Aku membencinya.”dapat kurasakan dengan jelas pukulan kecil yang dilampiaskannya di lenganku.

“Tak apa jika kau ingin membencinya. Asal itu tak akan menyakiti dirimu sendiri, noona.”aku menahan tangan mungilnya yang sedari tadi memukul-mukul lenganku.

Kutangkup wajah cantiknya dengan kedua tanganku. Aku tersenyum pahit melihat air mata yang membentuk sungai kecil di sudut pipinya.

“Maaf karena membuat harimu semakin buruk lagi, noona.”aku menatap kedua matanya lekat-lekat. “Tapi…. Aku berjanji akan membuat hari-harimu menjadi lebih berwarna. Jauh lebih berwarna dan dipenuhi dengan tawa.”aku menghentikan kata-kata ku sejenak.

“Sebenarnya…. Aku mencintaimu, noona. Mungkin saat ini adalah saat terburuk untuk menyatakan cinta. Tapi aku sudah memendam perasaan ini terlalu lama. Tak apa jika kau tak menerimaku. Aku hanya ingin mengatakannya saja. Aku hanya ingin kau tau perasaanku padamu.”aku , menunduk. Tak berani menatap matanya lebih lama lagi.

“A… Akan kucoba.”aku mendongak cepat setelah mendengar kalimat singkatnya. “Akan kucoba untuk mencintaimu. Akan kucoba untuk membalas perasaanmu. Terima kasih karena telah mencintaiku.”Jessica noona tersenyum membuat senyuman ku semakin melebar.

“Jadi?”lanjutnya dengan nada sedikit mengejek. “Tentu saja, kau menjadi yeojachinguku, chagi!”kurangkul tubuh mungilnya dengan senyuman lebar. “Hahaha….”dapat kudengar tawa kecilnya saat kepalanya bersandar di dada ku.

Ya, noona. Mulai sekarang kau menjadi milikku, noona. Sekarang dam selamanya. Tidak akan ada lagi orang yang dapat membuat mu menangis. Tidak ada. Bahkan, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika aku lah orang bodoh yang membuatmu menangis.

“Hehehe… Lu, kurasa sepertinya kau yang harus mengganti pakaian. Bukan aku.”aku melirik pakaian yang kukenakan. Basah. Sangat basah malah.

“Aish… Sudahlah, aku tak peduli. Yang penting, aku harus mengantarmu dengan selamat sampai dirumah.”

“Tentu saja, babo!”

“Hahaha…..”

Author POV

3 years later…

“LuLu!”seorang yeoja manis dengan rambut kecoklatan yang diikat lemas memeluk tubuh kekasihnya sayang. “Hahaha…. Ne, chagi?”Luhan-namja itu- mengacak pelan rambut Jessica yang telah menjadi kekasihnya selama 3 tahun terakhir. Bahkan mereka berencana melangsungkan pernikahan di akhir tahun ini.

“Kita ke butik itu, ne? Kudengar seorang perancang terkenal, merancang pakaian pengantin di butik itu. Mau, ne?”Jessica terus saja merengek membuat Luhan tersenyum lebar dibuatnya.

“Why not?”Luhan mengubah jalur mobilnya kearah butik yang ditunjuk kekasih tercintanya itu. “Yeay!”sorak Jessica senang lalu mengecup pipi Luhan senang. Sementara namja nya hanya diam membeku dengan pipi yang merona merah.

2 orang insan yang sedang bergandeng tangan dengan mesra berjalan memasuki sebuah butik yang cukup megah dengan nuansa Eropa yang kental.

“Selamat datang.”seorang yeoja ber-name tag ‘Call Me : Park Jung Ah!’ menyambut keduanya dengan senyuman hangat yang tak lepas dari wajah oriental nya.

Jessica dan Luhan tersenyum lalu berjalan masuk untuk melihat beberapa pasangan gaun dan tuxedo yang dipajang di setiap penjuru butik yang bisa dibilang mewah ini.

“Whoa! ‘Sophia Wu Collection’?!”Jessica berdecak kagum melihat nama perancang yang sekaligus dijadikan merk untuk beberapa gaun mewah nan elegan di butik itu.

“Ah! Anda menyukai ‘Sophia Wu Collection’? Kebetulan sekali, Sophia Wu, yang merupakan perancang ‘Sophia Wu Collection’ sedang berada di butik ini. Apa anda ingin berbincang denga nona Sophia Wu sendiri?”tawar Jung Ah.

“Ah! Bagaimana ya? Apa tidak apa-apa?”tanya Jessica ragu. “Tentu saja tidak apa. Lagipula, nona Sophia Wu sangat baik dalam hal memeberikan saran bagi kalian yang akan melanjutkan ke jenjang pernikahan.”ujar Jung Ah masih dengan senyum lembutnya.

“Baiklah.”balas Luhan dan Jessica bersamaan lalu berjalan mengikuti Jung Ah yang sudah berjalan lebih dulu menuju sebuah ruangan.

Jessica POV

Aku menghentikan langkahku ketika mendengar suara dari dalam ruangan yang ditunjukkan Jung Ah. Samar, tetapi masih dapat didengar.

“Yak! Babo! Kenapa kau ada disini, huh?”

“Memangnya kenapa, noona? Terserahku.”

“Ish… Kau ini! Semenjak kekasihmu meninggalkanmu kau menjadi uring-uringan begini!”

“Maksudmu?”

“Arrggh! Sudahlah! Kau sudah bertambah bodoh sekarang! Lagipula kekasihmu itu pergi dengan yeoja lain juga krena kesalahanmu! Untuk apa kau berselingkuh dengan yeoja murahan seperti Hwang Miyoung?”

“Sudahlah, noona!”

Aku membelalakkan mataku seketika. Hwang Miyoung? Setauku ‘Miyoung’ merupakan nama Korea dari seseorang yang sangat kubenci. Tiffany. Ya, Tiffany Hwang. Oh, tuhan! Apalagi ini?!

“Eum… Kurasa Sophia Wu sedang kedatangan tamu lain. Aku tak ingin mengganggu. Apa lebih baik kami datang esok hari saja?”tanyaku ragu. Sempat kurasakan genggaman Luhan ditanganku semakin mengerat, tapi tak kupedulikan, kepalaku mulai terasa sakit.

“Oh! Itu pasti adik dari nona Sophia. Maaf, tapi kalian benar, mungkin tidak bisa sekarang karena adik Sophia sangat keras kepala sehingga sering terjadi perdebatan yang tidak bisa dibilang kecil disini. Mungkin besok. Aku akan menunggu kedatangan kalian besok.”aku tersenyum lalu melambaikan tanganku kearah Jung Ah dan langsung menarik Luhan pergi dari butik itu.

“Sica… Gwachana-yo?”aku mengangguk tanpa menoleh sedikitpun kearah Luhan. Aku memasuki mobil Luhan dalam diam bahkan tak sedikitpun aku bergumam atau bersenandung kecil seperti biasanya.

Besok mungkin aku akan datang kembali ke butik itu. Ya, kuusahakan. Aku ingin bertemu namja itu. Siapa sebenarnya dia?

Author POV

Mobil mewah Luhan seakan membelah jalanan ramai Kota Seoul dengan kecepatannya yang diatas rata-rata. Luhan melirik gadis nya yang tengah tertidur lelap di sebelahnya. Luhan mengelus pelan rambut sang kekasih sembari tersenyum manis sebelum akhirnya kembali berfokus menghadap jalanan ramai Kota Seoul.

Tidak berapa lama setelah itu, keduanya tiba di apartment baru Jessica di kawasan elite Gangnam. Ya, cukup berbeda dengan apartment lamanya. Apartment kali ini bisa dibilang cukup mewah. Jessica mulai tinggal di apartment ini setelah dirinya berpisah dengan Kris dan mencoba untuk menerima Luhan menjadi pendamping hidupnya.

“Chagi-ya… Ireona-yo.”Luhan menepuk pelan pundak Jessica beberapa kali yang langsung membuat gadis berdarah San Francisco-Korea ini terbangun seketika. “Ah! Sudah sampai? Terima kasih untuk hari ini LuLu-ya…”Jessica mengambil tasnya sambil tersenyum kearah Luhan lalu keluar dari mobil untuk segera berjalan masuk kedalam kamar apartmentnya.

Pip! Pip! Jessica memasukkan password apartment nya dengan 2 angka yang berarti baginya. 22. Tanggal dirinya berpisah dengan Kris sekaligus tanggal dimana dirinya mulai memantapkan hatinya untuk menjalin hubungan dengan Luhan.

Cklek! Jessica membuka pintu apartmentnya dengan perlahan lalu berjalan masuk dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa berwarna Coffee di kamar apartment nya. Tangannya tergerak untuk memijat pelan pelipis nya. Entah mengapa, hari ini terasa sangat berat bagi gadis berambut kecoklatan itu.

Jessica menutup matanya sejenak. Yap, berharap dapat tertidur disaat kepalanya tengah terasa pedih saat ini. Dan… Ya, itu berhasil.

Jessica tertidur masih lengkap dengan heels 7 cm yang digunakannya tadi serta tas yang masih berada ditangannya. Sangat lelah? Mungkin. Memang menyiapkan undangan dan decoration untuk hari pernikahannya hari ini sangat melelahkan walaupun dikerjakannya bersama Luhan.

Sejujurnya, Jessica masih belum sepenuhnya melupakan Kris. Bahkan sampai saat ini dirinya belum mencintai Luhan dengan sepenuh hatinya. Jujur saja, tidak ada satu orang pun yang dapat menggantikan nama seorang ‘Kris Wu’ dihatinya. Walau Luhan sekalipun.

In the morning…

Prima Donna no watashi ni tsuriawanai!~~

Nada dering dari iPhone Jessica membuat sang empunya langsung terbangun dengan decakan sebal yang menghiasi paginya. Diambilnya iPhone yang tergeletak manis diatas nakas dengan sebelah tangan lalu mengangkatnya tanpa melihat nama penelpon yang menganggu paginya itu.

“Yeoboseyo?”

“……………..”

“Oh! Ne, LuLu. Wae-yo?”

“……………..”

“Eh? Kau tidak bisa ikut denganku ke butik kemarin? Wae?”

“……………..”

“Oh! Ne, aku mengerti! Meeting yang kau katakan kemarin dimajukan? Ne, gwachana.”

“………………”

“Ne, ne. Annyeong!”

“……………….”

Pip! Jessica memutuskan sambungan telponnya dengan helaan napas panjang. “Sudahlah.”Jessica berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap melakukan rutinitasnya. Yap! Mempersiapkan hal-hal berarti yang berhubungan dengan hari pernikahannya.

Tak begitu lama, Jessica sudah terlihat sangat cantik dengan pakaian simple nya. Hanya dengan kaus dengan lengan ¾ berwarna Pale Orange yang dipadukan dengan blue jeans yang menghias kaki jenjangnya ditambah lagi dengan flat shoes Pale Orange dan tas yang berwarna senada dengan kaus manis yang dikenakannya.

Tak lupa untuk sentuhan tearkhir, Jessica mengenakan beanie Dark dan juga tak lupa membalutkan make-up tipis berwarna natural diwajah cantiknya.

Jessica memasukkan iPhone putihnya kedalam tas yang tergaet di lengannya lalu berjalan keluar untuk mencari taksi. Ya, benar! Taksi!

Jessica memberhentikan sebuah taksi yang nampak sangat terawat layaknya taksi-taksi lainnya lalu memasukinya dengan senyuman tipis diwajah manis nya. “Myeongdong, ahjussi.”ujar Jessica pelan yang langsung dibalas dengan anggukan pasti dari sang ahjussi.

Jessica mengeluarkan kembali iPhone nya lalu mulai memainkan jari-jari lentiknya diatas layar tipis benda canggih keluaran Apple itu. Jessica membuka aplikasi bertulisakan ‘Weibo’ di Application Menu miliknya.

Sesekali gadis cantik itu menguap kecil. Bosan? Tentu saja! Jarak dari Gangnam ke Myeongdong cukup jauh.

Drrt… Drrt… Jessica membuka sebuah pesan masuk dari kekasihnya. Yap! Xi Luhan!

From : Lovely LuLu~

Chagi~  Kau sedang dimana? Apa kau benar-benar akan menyiapkan semuanya sendiri hari ini? Apa kau yakin? Maafkan aku karena tak bisa menemanimu…

Jessica tersenyum kecil. Ya, namja nya ini memang terlalu khawatir. Jessica langsung memainkan jari-jari lentiknya dilayar tipis iPhone putihnya.

To : Lovely LuLu~

Hahaha… Tentu saja! Memangnya kenapa? Jangan terlalu khawatir begitu, LuLu~

Baru saja Jessica mengetuk tombol SEND di iPhonenya, benda persegi panjang itu kembali berbunyi.

Anata no ie wa mou nai wa~~

Kali ini sebuah telpon baru masuk dari kekasih tercintanya.

“Yeoboseyo? Ne, LuLu-ya?”

“…………………”

“Hem? Ne, aku akan ke butik itu lagi.Wae?”

“………………….”

“Memilih tuxedo yang pas untukmu? Ha! Tentu saja!”

“…………………”

“Ne, annyeong!”

“…………………”

Pip! Jessica memutuskan sambungan telpon dengan cepat. Jessica memasukkan kembali handphone nya kedalam tas Pale Orange miliknya setelah dirasa taksi yang ditumpanginya sudah memasuki kawasan sibuk Myeongdong.

“3000 won?”tanya Jessica pada sang ahjussi yang dibalas dengan anggukan sopan dari ahjussi 40 tahunan itu. “Igeo…”Jessica menyodorkan uang kertas 1000 won yang berjumlah 3 lembar kepada sang ahjussi.

“Gamsahamnida, agassi.”Jessica hanya mengangguk mendengar ucapan terima kasih ahjussi itu lalu berjalan keluar dari taksi untuk segera menuju butik yang kemarin didatanginya. Bahkan Jessica sama sekali tak mengingat nama dari butik itu.

“Silvermist Boutique. Ingat itu, Sica. Ingat!”Jessica berujar pelan ketika melihat papan nama besar yang merupakan identitas butik yang akan dimasukinya.

“Ah! Annyeong! Wah, agassi benar-benar datang kembali?”sapa Jung Ah ramah yang langsung dibalas lambaian pelan dari Jessica. “Nah, agassi. Aku akan mengantarmu ke ruangan nona Cristina Wu sekarang. Kajja!”Jung Ah berjalan mendahului Jessica memasuki ruangan yang sama dengan ruangan yang belum sempat dimasukinya kemarin.

“Silahkan duduk, agassi. Sepertinya nona Sophia Wu sedang berada di toilet. Mohon tunggu sebentar. Dan… Aku permisi dulu.”Jung Ah membungkuk sopan lalu berjalan meninggalkan Jessica sendirian di ruangan bergaya Italiano yang sangat cantik.

Cklek! Jessica langsung menoleh kearah pintu saat dirasa seseorang telah membuka pintu besar itu. Seorang yeoja tinggi dengan rambut blonde bergelombang dan kemeja putih panjang yang hampir menutupi Hot Pants jeans yang dikenakannya. Tak lupa, heels putih setinggi 15 cm membuat yeoja itu makin terlihat tinggi.

“Hm… Sophia Wu?”tanya Jessica memastikan yang langsung dibalas dengan anggukan ceria dari yeoja itu. “Jessica imnida. Jessica Jung.”Jessica segera berdiri dari duduknya dan langsung membungkuk sopan.

“Jessica? Sepertinya sangat familiar dengan nama itu. Hahaha… Sudahlah. Are you western? Dari namamu aku bisa menyimpulkan begitu.”Sophia Wu mempersilahkan Jessica kembali duduk dan ikut duduk di sofa yang berada tepat dihadapan Jessica.

“Familiar? Hahaha… Ehm, ya aku western. San Francisco, lebih tepatnya. Neo?”tanya Jessica antusias. “Oh! Benar dugaanku! America? I’m Canada. Tidak begitu jauh, kkk~”mereka mulai berbincang-bincang ringan sampai Jessica tiba-tiba teringat dengan tujuan utamanya datang ke butik itu.

“Ah! Aku hampir melupakan tujuan utamaku datang kemari. Sebenarnya aku ingin meminta bantuanmu untuk membantu memilihkan gaun dan tuxedo yang bagus di hari pernikahan ku nanti.”Sophia mengangguk paham.

“Aku rasa aku bisa memilihkan banyak gaun manis untukmu. Karena kau tau, badanmu itu sangat bagus. Dan terlebih lagi kulitmu sangat pas dipadukan dengan warna apapun.”puji Sophia yang membuat Jessica langsung tertawa kecil.

“Hahaha… Jinjja? Thanks, eonnie. Hem… Tapi bagaimana dengan tuxedo untuk kekasihku?”tanya Jessica ragu sambil memain-mainkan jarinya. “Oh! Tuxedo? Aku tidak begitu mahir dalam memilihkan pakaian lelaki. Tapi adikku memiliki selera fashion namja yang bagus.”Jessica menagngguk cepat mendengar pernyataan Sophia.

“Baiklah, Kris! Kris Wu! Yeogi!”teriak Sophia kecil yang membuat Jessica langsung terbelalak kaget. “K… Kris?”gumam Jessica pelan, tak terdengar.

Cklek! “Wae, noo…”kata-kata seorang namja yang dikenal bernama Kris itu terpotong ketika melihat wajah sendu Jessica. “Jess… Jessica?”Kris berjalan maju dengan perlahan, sangat perlahan.

“Oh! Kalian sudah saling mengenal? Baguslah! Nah, lebih baik aku meninggalkan kalian berdua disini. Annyeong!”Sophia berjalan keluar dengan ceria tanpa menyadari atmosfer berbeda disekitarnya.

Blam! Suara pintu yang tertutup pelan, membuat Kris tersadar dan berjalan kearah Jessica. Kris mengambil tempat duduk tepat dihadapan Jessica-tempat duduk yang sama dengan Sophia-

“Sica… Aku senang kau kembali.”Kris tersenyum penuh arti yang membuat dada Jessica terasa sangat sesak. “Aku… Aku ingin minta maaf atas kejadian 3 tahun lalu. Jujur, aku masih mencintaimu. Sangat mencintaimu.”Kris menarik napas panjang sementara Jessica hanya dapat meremas ujung bajunya kuat, menahan tangis.

“A… Apa kau mau kembali bersamaku?”Kris hampir menyentuh tangan Jessica, namun sebelum itu, yeoja cantik itu sudah lebih dulu menghempaskan kasar tangan besar Kris membuat Kris terlonjak kaget.

“Maaf, tapi tujuan ku datang kesini adalah untuk memilihkkan tuxedo untuk calon suamiku. Bisakah kau sedikit lebih profesional?”ujar Jessica sakarstik. “Luhan? Apa calon suami mu itu Luhan?”tanya Kris geram. “Ya.”hanya jawban singkat itulah yang keluar dari bibir mungil Jessica.

“Sica, apa kau benar-benar akan menikah dengan Luhan? Kau tak tau seberapa aku mencintaimu. Kau tak tau seberapa lama aku mencarimu. Setelah kejadian di cafe bibiku itu, aku jadi tersadar Siaca. Sadar akan semuanya.”ujar Kris penuh keyakinan.

“Bibimu?”tanya Jessica ragu. “Ne. Oh! Ya, itulah alasannya aku datang ke cafe itu. Tiffany mengajak ku untuk berjalan-jalan ke suatu tempat, dan aku memilih cafe itu. Cafe milik bibiku. Dan… Kebetulan kau juga ada disana saat itu.”

“………………”

“Sica, bicaralah sesuatu. Aku memang bodoh! Kini aku sadar akan semua kebodohan itu. Aku meninggalkanmu hanya untuk wanita murahan sepertinya. Bahkan aku malu untuk mengingat masa pahit yang lalu.”

Jessica menatap Kris yang tengah tertunduk dalam. “Datanglah ke hari pernikahanku.”gumam Jessica yang langsung membuat Kris mendongakkan kepalanya.

“Datanglah ke hari pernikahanku bulan depan. Tepat pada tanggal 22. Di gereja dekat dengan cafe bibimu. Hem… Mungkin ini undangan yang tidak layak. Tapi kuharap kau dapat datang. Ajaklah Tiffany jika kau mau.”Jessica tersenyum terpaksa lalu dengan segera bangkit dari duduknya.

“Si… Sica.”

“Maafkan aku Kris, tapi kurasa inilah yang terbaik. Oh! Aku akan menghubungi Sophia untuk hal-hal yang berkenaan dengan hari penikahanku. Kau tak perlu repot.”Jessica berjalan menjauh. Meninggalkan Kris dengan segala penyesalannya.

“Maafkan aku, Sica. Maafkan aku yang bodoh ini.”Kris mengelap kasar setetes air mata yang keluar dari pelupuk matanya. “Maafkan aku.”

END~

Uwaaa!!! Gimana? Aduh, pasti jelek banget ya._. Akhir-akhir ini aku gak mood banget bikin FF ini. Gini deh jadinya._. Udah deh, tapi tetep jangan lupa RCL ya^^

 

57 thoughts on “Fool!!! [Part 2 END] ‘For : Gorjess Jessie’

  1. bagus nih ceritanya, walaupun sica masih mencintai kris tapi dia ga mau menyakiti luhan… bagus, jadi kris bisa belajar dari sikap sica….

    ah senangnya nih, kris menderita.. hahhahahhaa … aku senang soalnya kris bisa menyesali perbuatannya…. hahhahaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s