(Oneshoot) Blue Tommorow

Untitled-1

Title                       : Blue Tomorrow

Cast                       : Jessica Jung ; Kris Wu

Genre                   : Sad Romance

Length                  : Oneshoot

Rate                       : Teen

Disclaimer           : the casts are belongs to their self. I just own the story and plot

Summary             : I still love you, and it would not change. I will be loving you till eternity.

–          Blue Tommorow

Author Pov

Suasana malam ini sama saja seperti malam-malam yang telah lalu. Mungkin itu yang sedang berada di benak seorang wanita cantik dengan rambut coklat gelapnya yang sedang menatap kearah luar dari balkon bangunan besar nan mewah itu. Mengapa mewah? Karena ini adalah tempat dimana hanya masyarakat kelas atas yang bisa memasukinya. Sebuah gedung teater dengan aktris dan actor terbaik didalamnya. Termasuk dirinya.

“Nona Jung, anda sudah harus bersiap siap. Pertunjukan akan segera dimulai satu jam lagi.”

Wanita yang merasa terpanggil itu membalikkan badannya menatap seseorang yang memanggilnya tadi. Jung Jessica, wanita itu hanya tersenyum lalu mengangguk kecil.

“nde Seohyun-ah. Terima kasih karena sudah mengingatkan.”

Wanita yang di panggil Seohyun itu membalas senyumannya lalu berjalan mendekati Jessica dengan sebuah benda di kedua tangannya.

“igeo. Kurasa anda sudah tau siapa yang mengirimnya untuk anda bukan? Kau sungguh beruntung nona, aku iri padamu” kata Seohyun seraya menyerahkan sebuket mawar merah segar kearah Jessica.

Jessica menatap kearah benda yang disodorkan oleh Seohyun. Lalu tangannya terangkat untuk meraih benda pemberian dari seseorang yang dikenal baik olehnya.

“gomawo Seo-ah. Tapi, aku tak seberuntung yang kau bayangkan. Sudahlah, ayo bersiap-siap.” Kata Jessica kemudian. Seohyun menatap Jessica heran, jelas sekali dalam penuturan Jessica tadi bahwa ia tidak begitu menyukai jalan hidupnya. Entah kenapa, tetapi Seohyun hanya diam saja. Ia tidak berniat ikut campur.

Jessica meletakkan mawar merah itu diatas meja yang terlatak didekatnya lalu meraih tangan Seohyun.

“Kajja. Kau sudah harus membantuu bersiap-siap bukan?”

“ah. Nde nona. Kajja”

 

–          Blue Tommorow

 

Suasana mulai hiruk pikuk. Maklum saja, satu jam lagi pertunjukkan akan segera dimulai. Para penonton dari kelas atas mulai memenuhi ruangan. Mereka memilih tempat yang menurut mereka akan sangat nyaman untuk menikmati acara malam ini.

“hei kau. Kemari. Tolong bagikan air ini kepada seluruh pemain” seru seorang pria yang bertubuh gemuk tapi pendek itu kepada seorang pria yang tampak berpakaian sangat sederhana.

“ah nde sajangnim..” seru pria itu kemudian.

Pria yang disuruh itu kemudian menuju keruangan konsumsi untuk mencari sekardus air mineral. Tak perlu sudah sudah karena ia menemukannya dengan mudah di sudut ruangan.

Kemuadian, dengan membawa sekotak air mineral itu ia berkeliling ke setiap ruang para artis. Setiap kali memasuki ruangan para artis ia takjub sebentar, karena menurutnya manusia manusia yang mereka sebut sebagai artis dan actor hebat tanah air itu terlihat langsung dari matanya. Bahkan berada disatu ruang yang sama.

Untung saja, pria ini bukan fans dari salah satu pelakon drama mala mini, jadi ia hanya bersikap senormal mungkin. Hingga akhirnya tibalah ia pada ruangan yang bertuliskan “Jessica Jung” pada pintunya.

Dengan sebuah ketukan dan sahutan dari dalam ruangan, ia memasuki ruangan dengan sekotak air mineralnya lalu mengeluarkan sebotol untuk artis yang benama Jessica Jung tersebut.

“untuk anda nona” katanya.

Wanita yang sedang dirias itu menatap kearah pria pemberi air itu. Lantas dengan senyumnay ia mengucapkan terima kasih kepada pria itu.

“gomawoyo. Tetapi bisakah kau membukakannya untukku? Kedua tanganku baru saja dipolesi nail art. Maaf menyusahkanmu” pinta Jessica pada pria didepannya itu sambil tersenyum ramah.

Pria itu mengangguk lalu mencoba membuka penutup botol minuman itu.

“ugh. Kenapa keas sekali?” pikirnya dalam hati.

Dengan sedikit kekuatan, pria itu akhirnya bisa membuka penutup botol itu, akan tetapi naasnya air yang berasal dari botol itu tumpah ruah hingga sebagian isinya menghilang. Dengan matanya yang membulat dan alis yang terangkat ia menatap terkejut kearah Jessica yang sekarang pakaiannya hamper basar seluruhnya itu.

“apa yang kau lakukan?” bentak seorang staf yang menangani Jessica itu.

“mianhe.. aku tidak bermaksud. Mianheyo..” balas pria itu sambil berkali kali membungkukkan badannya. Sungguh sekarang ia sudah siap jika harus menjadi pengangguran lagi. Bagaimanapun, ia pernah mendengar bahwa Jessica Jung adalah artis kesayangan para produser, dan ia tau betul dengan siapa ia berurusan jika Jessica sampai marah padanya.

“sudahlah. Kita bisa menggantinya dengan yang baru. Seohyun-ah, kau bawakan gaun yang lain?” suara lembut itu bagaikan bisikan segar pada gendang telinga pria itu. Kepalanya mulai terangkat perlahan dan irisnya bertemu dengan mata indah milik Jessica yang tengah tersenyum kearahnya.

“mianhe nona, aku.. ak- maafkan aku” katanya lagi sambil membungkukkan badannya lebih dalam lagi.

“tidak apa-apa. Aku tau kau tidak sengaja, benarkan?” ujar Jessica.

Pria itu menatap terkesiap. Lalu ia mengangguk cepat membenarkan perkataan Jessica. Jessica tersenyum lagi kearahnya dan pria itu dibuatnya tersihir oleh kecantikan luar dalamnya.

“kembalilah bekerja. Terimakasih untuk ini” kata Jessica sambil meraih botol yang hanya berisi setengah yang sedari tadi di pegang pria itu.

“nde. Gamsahamnida ..” sahut pria itu sambil berlalu dari hadapan Jessica dan para stafnya.

Para staf menatap Jessica segan. Mereka semuanya sudah tau bahwa Jessica adalah sosok yang cantik luar dalam. Dan insiden barusan membuat mereka sangat sadar akan kebaikan artis satu ini.

“hei. Apa yang kalian perhatikan? Ayo bersiap-siap lagi..” ujar seorag wanita sambil membawa sebuah gaun permintaan Jessica. Sedangkan empunya cerita hanya menatap tersenyum kearah yang lainnya.

 

–          Blue Tommorow

 

Pria yang masih setia dengan sekotak air mineralnya itu terduduk diatas kursi yang terletak didalam ruang konsumsi. Ia mengahpus jejak peluhnya dengan handuk yang menggantung pada leher jenjangnya lalu membuka topinya lalu memakainya kembali.

“hei, Kris! Kudengar kau menumpahkan air di pakaian Jessica Nona. Benarkah?” seru seorang lelaki yang berpakaian hamper sama sederhananya dengan pria yang bernama Kris itu.

Kris menatap kearah pintu dimana lawan bicaranya berada.

“dari mana kau tau Minho-ya?”

Lelaki yang bernama Minho itu hanya berdecak lalu melangkah mendekati Kris. Minho lalu menarik kursi lalu duduk didepan Kris sambil melipat kedua belah tangan didepan dadanya.

“beritaanya tersebar sangat cepat, Kris. Kenapa akau bisa seceroboh itu, kau tau bukan Jessica itu siapa?”

“artis kesayanganpara produser.” Balas Kris pelan.

“selain itu?”

Kris mengernyit heran. Selama ini yang ia dengar hanyalah Jessica artis kesayangan para produser. Ia belum pernah mendengar hal lain tentang Jessica.

“selain itu?” Kris malah balik bertanya. Minho membulatkan matanya. Benar dugaannya, Kris ternyata belum mengetahui kabar terbaru soal Jessica.

“Jessica akan segera menikah dengan Kim Joonmyun.”

“Kim Joonmyun? Nugu-seo?”

“jadi kau benar-benar tidak tau?” Minho mengaruk kepalanya frustasi. Kris hanya berkedip-kedip dengan tampang bodohnya.

“putra tunggal dari produser Kim Junsu. Sekaligus bos besar kita”

Mata Kris lah yang sekarang kembali melebar. Dalam hatinya, ia hanya berharap bahwa Jessica tidak mengadu pada Suho atau Junsu. Karena ia tau pasti apa yang akan terjadi padanya jika sampai bos besarnya itu marah.

Minho yang duduk disebelahnya hanya bisa menatapnya sedih. Ia juga tidak bisa membantu lebih banyak. Yang sekarang bisa mereka harapkan hanya kebesaran hati Kim Junsu dan Kim Joonmyun akan keteledorannya pada si berlian mereka, Jessica Jung.

 

–          Blue Tommorow

 

Seminggu setelah kejadian itu, tidak terjadi apa-apa. Kim Junsu dan kim Joonmyun memang memanggilnya, tapi tidak sampai diberhentikan. Itu semua karena Jessica yang saat itu berada ditempat yang sama. Didalam hati, Kris sangat bersyukur Jessica berada disana waktu itu.

Hari ini seperti minggu sebelumnya, ia dijadwalkan untuk kembali bekerja. Dari kejauhan, sudut matanya menangkap sesosok wanita yang sudah ia anggap malaikat baginya, Jessica Jung pada sebuah balkon diujung ruangan. Malam itu Jessica menggunakan dress panjang berwarna peach yang semakin memancarkan kulit putihnya. Rambut coklatnya itu dibiarkan tergerai melambai pelan karena angin malam.

Kris seakan terpesona karena sosok didepannya. Darahnya berdesir lebih cepat dari biasanya, dan matanya seakan berhenti berkedip. Merasa seseorang tengah memperhatikannya, Jessica membalikkan badannya. Ia menangkap basah Kris yang sedang menatap kerahnya. Merasa tingkahnya ketahuan, Kris hanya mengaruk kepalanya yang tidak gatal, sedangkan Jessica hanya tersenyum melihat tingkah Kris yang menurutnya lucu.

Kaki jenjangnya melangkah kearah Kris yang masih terpaku ditempatnya.

“annyeonghaseyo Kris..”

Kris yang masih gugup itu pun akhirnya menjawab salam Jessica dengan terbata-bata.

“an-annyeong nona”

“panggil aku Jessica”

“eoh?” kris merasa telinganya bermasalah. Ia menatap heran kearah Jessica, lalu dengan sabar Jessica mengulang perkataannya.

“jangan panggil aku nona, panggil aku Jessica. Lagipula, jam kerja sudah selesai bukan?”

“ta-tapi nona..”

“Jessica!” potong wanita itu sebelum Kris membantahnya lagi.

“baiklah..Jes—jessica”

Wanita yang bernama Jessica itu tersenyum puas. Lalu dengan tengan kecilnya ia mengelus kepala Kris sayang. Kris yang merasa mendapat perlakuan istimewa hanya terdiam, ia malu dan bahagia. Entah perasaan apa ini, yang pasti ia sangat bahagia.

“kau sudah selesai bertugas?” tanya Jessica.

“sudah. Apa ada yang bisa kubantu?” kris bertanya balik.

“nde. Sepertinya Joonmyun lupa menjemputku. Bagaimana jika kau mengantarkanku pulang?”

“apa?”

“kau keberatan?”

Kris tidak tau bagaimana menjelaskannya. Ia senang sekali bisa pulang bersama Jessica, tetapi apa Jessica tidak apa apa jika Kris hanya mengendarai vespa keluaran 3dekade lalu itu?

“bukan begitu. Aku-“

“karena kau mengendarai vespa?” potong Jessica lagi. Sekai lagi Kris takjub. Ia heran, bagaimana Jessica mengetahui dirinya?

Kris hanya mengangguk kecil sebagai tanda membenarkan pernyataan Jessica barusan.

“jangankan vespa, jika harus berjalan kaki atau bahkan sepeda kumbang jika kau yang mengantarkan aku, kurasa tidak apa-apa.”

Kris termangu. Ia mencerna perkataan yang terlontar dari bibir tipis Jessica. Apakah ia boleh berharap lebih dari Jessica? Apakah ia pantas bersanding dengan malaikatnya?

“hei.. bagaimana? Kau bisa kan?” sahut Jessica membuyarkan lamunan Kris.

“e-oh. Baiklah jess. Tunggulah sebentar, aku akan mengambil dragonku dulu.”

“dragon?”

“nama vespa-ku” sahut Kris dengan seringai jahilnya yang berhasil membuat Jessica tertawa kecil.

“apa itu? Hahaha.. yasudah. Cepat kenalkan dragonmu padaku”

 

–          Blue Tommorow

 

Seiring dengan berjalannya waktu, Jessica dan Kris menjadi dekat. Bahkan sekrang pada saat jam kerja, Kris sudah tidak segan lagi dengan Jessica. Dan Jessica yang diketahui tidak bisa berbaur dengan cepat itu sangat welcome pada Kris. Bahkan kedekatan mereka tercium hingga kehidung para staf teater dan artis lainnya.

Sejauh ini mereka hanya menjelaskan bahwa Jessica dan Kris hanya teman. Pertemanan seorang wanita dan pria dewasa. Tapi sejujurnya, ada sebuah rasa dimana kekosongan minta diisi. Hati.

Sadar atau tidak, Kris terpesona pada sosok Jessica. Ia mengagumi Jessica. Bahkan ia mencintai wanita itu tanpa disadarinya. Sedangkan Jessica, bolehkan jika ia menyukai pria lain sedangkan statusnya adalah tunangan  seorang pria bermarga Kim? Perasaannya kalut. Tetapi disuatu sudut hatinya, ia menganggap tindakannya benar. Satu sudut terdalam dalam hatinya mengakui bahwa ia juga mencintai seorang Kris Wu.

“hei pendek!” panggil Kris dengan suara bass-nya itu pada seorang wanita yang sedang dirias.

“mwo?” Jessica tampak tak senang dengan panggilan barunya itu.

“kau memang pendekkan?” timpal Kris lagi.

“tapi apakah perlu diperjelas seperti itu?” balas Jessica kesal.

“hahaha. Kau lucu sekali. Mianhe Jess..” kata Kris kemudian. Jika ia tidak mengingat batas, mungkin sekarang ia telah mencubit kedua belah pipi Jessica yang menggembung kecil itu.

Jessica diam saja, ia tidak menyahut permintaan maaf dari Kris. Jujur saja ia sangat tidak suka dipanggil pendek seperti yang Kris lakukan padanya. Kris yang merasa tidak ada respon dari Jessica kemudian mengeluarkan tangannya yang tersembunyi dari balik punggunnya. Setangkai bunga daisy putih.

Jessica menatap pemberian Kris itu. Dan tak lama senyumnya mengembang. “bagaimana kau tau kesukaanku?” tanya Jessica.

“kau menyukai Daisy putih? Aku tidak tau. Aku hanya menebaknya. Ah ternyata aku berbakat menjadi peramal.” Bangga Kris akan dirinya. Jessica kemudian kembali ternyum. Terkadang kelakuan polos Kris terlihat lucu dimata Jessica dan sekali lagi meluluhkan hatinya.

 

–          Blue Tommorow

 

Suasana ruangan itu sedang tidak kondusif. Beberapa orang duduk saling berhadapan dengan serangkaian makanan mewah didepan mereka. Keluarga Jung dan Kim.

“kami sudah memutuskan tanggal pernikahannya.” Sahut kepala keluarga Jung. Seketika itu, sumpit yang berada ditangan Jessica terlepas begitu saja.

“bulan depan pada akhir minggu pertama.” Sambungnya.

“apa itu tidak terlalu cepat ayah?” tanya pria yang bernama Kim joonmyun itu.

“tidak sayang. Kami sudah ingin menggendong cucu dari kalian. Sahut seorang wanita paruh baya yang kemudian disusul dengan tawa dari yang lainnya.

Jessica hanya tertunduk. Ia akui, keluarga Kim sudah sangat baik padanya, berkat bantuan Joonmyun-lah ia bisa menjadi artis setenar sekarang dan ibunya bisa segera sembuh berkat gaji besarnya. Sebenarnya Joonmyun adalah pria yang baik, tapi entah kenapa setelah bersama Joonmyun dalam setahun ini, ia tidak merasakan apa itu cinta.

Saat mengingat kata itu, bayangan pria lain yang tersirat dibenaknya. Kris. Pria sederhana dengan gaji jauh dibawahnya. Pria dengan vespa butut jelek nan usang. Pria dengan sejuta pesona aneh yang terkadang menhanyutkan.

“bagaimana Jess?”

“appa..”

“kenapa sayang?”

“bisakah pernikahan ini dibatalkan?”

Seketika ruangan yang sebelumnya oenuh dengan canda tawa menjadi sangat sepi. Jessica dan Joonmyun, keduanya terdiam. Begitu juga dengan anggota keluarga yang tersisia. Jessica sendiri tidak mengerti darimana keberaniannya itu didapat. Apakah dari rasa-nya pada Kris?

 

–          Blue Tommorow

 

Pria dan wanita itu duduk dibangku yang sama. Menatap kearah pemandangan yang sama. Tapi dengan perasaan yang dirahasiakan masing-masing. Pria itu, kris dan Jessica. Keduanya memutuskan untuk menghabiskan sabtu sore ini di tepi sungai Han.

Tidak ada percakapan diantara keduanya. Suasana yang biasa hangat kini terkesan dingin. Tak jarang mereka mencuri pandang kearah satu dan yang lainnya. Merasa jengah akan suasana seperti in, Kris akhirnya mendesah halus.

“Jessica..” panggilnya. Sedang wanita yang duduk disampingnya hanya menoleh tanpa bersuara. Dengan sedikit menggeserkan badannya, kini Kris sudah duduk tepat disebelah Jessica. Jessica yang masih terdiam hanya menatap prilaku Kris.

Sesaat kemudian kedua belah tangan Kris terangkat kemudian mendarat didua belah pipi Jessica yang berakhir dengan sebuah kecupan manis pada bibir tipisnya.

“saranghae..” bisik Kris setelah melepas kecupan singkatnya tadi.

Jessica hanya terdiam. Ia tak berani membalas tatapan Kris. Hatinya sakit sekarang. Kenyataan memaksanya untuk berhenti sedangkan hatinya sangat mencintai pria disampingnya itu. Ya. Cinta, entah sejak kapan perasaan itu ada bahkan berkembang. Ia hanya tau bahwa ia membutuhkan sosok bernama Kris itu.

Kemudian dengan sudut bibir yang terangkat paksa, Jessica tersenyum kearahnya.

“kris, kau tau apa arti daisy putih?”

Kris hanya mengheleng pelan tanpa ketidak tahuannya.

“kesetiaan cinta akan kesederhanaan. Kau mengajarkanku akan arti cinta ini Kris. Terimakasih dan maaf”

Kris hanya tersenyum. Ia mengerti kemana akhir cerita ini akan dibawa. Senyum getirnya kemudian berubah menjadi getaran hebat pada kedua bahunya. Jessica memilih berdiri kemudian mengelus pelan puncak kepala Kris yang kemudian diciumnya. Jessica menghirup aroma rambut Kris untuk yang pertama dan terakhir kalinya. Merasakan getaran tubuh Kris, Jessica tau bahwa pria ini sedang mati-matian menahan isakannya.

“nado saranghae Kris..” bisiknya setelah ia puas menghirup oksigennya itu.

 

–          Blue Tommorow

 

Seoul,  14 April 2016

 

Suatu ketika saat kita berjanji untuk bertemu kembali, keadaan sudah tidak sama. Kau sudah bermarga Kim. Foto kenangan juga sudah usang menguning. Tapi satu pertanyaan, apakah perasaanmu tetap sama padaku?

Bayanganmu masih menghantuiku hingga sekarang. Sejak hari pernikahanmu, kau menghilang begitu saja. Maafkan aku yang terlahir dari keluarga sangat sederhana. Maafkan aku yang tidak bisa memperjuangkan cinta kita. Aku menyesalinya, sayang..

Sejujurnya, aku masih mencintaimu. Hingga detik ini. hingga nafas yang entah sudah berapa kali kuhembuskan. Hanya ada namamu yang tersirat didalamnya. Apa angin pernah menyampaikannya padamu?

Saat dimana kita terakhir kali berbicara, aku sangat berharap tidak akan ada matahari terbit pada esok hari. Karena jika ia terbit, maka kau akan pergi. Dan tentu saja ia terbit, dan kau pergi meninggalkanku. Aku terlalu bodoh. Maafkan aku.

Lalu serang bolehkan aku berharap akan adanya bintang jatuh yang akan mengabulkan permohonanku? Tidak banyak. Hanya kembali bertemu dengamu. Setidaknya, aku ingin memastikan kau hidup dengan baik.

Masih sangat jelas terukir rasa ini. cinta yang berbingkai dirimu. Yang kemudian tertera dalam kanvas abadi pada seluruh hatiku. Aku masih sangat mencintaimu. Sangat.

I still love you, and it would not change. I will be loving you till eternity.

 

 

The one who love you the most

 

 

Kris Wu

 

–          Blue Tommorow

 

End! Phuahahahahaha. Saya balik, tapi dengan oneshoot yang serba dadakan dan poster asal jadi. Ada yang kangen? #gaada

Gimana? Kurangkah feelnya? FF ini terinspirasi setelah memutar lagu SJ-M Blue Tommorow berkali kali ditengah malam dan MV dari soloist pria asal Hongkong, Jay Chou Jie Lun #akulupajudulmvnya.

Maaf jika typo masi membandel dan FF embraced yang belum kelar, semoga aja selama februari jadwalku ga padat-padat amat jadinya semuanya bisa selesai tepat waktu. ^^

Segitu saja dah~ Commentnya jangan ketinggalan ya ^^

 

Annyeong~

 

 

24 thoughts on “(Oneshoot) Blue Tommorow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s