Hot Shot – Prolog

hotshot31

Yura Lin proudly presents;

Hot Shot

Genre:

Drama – Friendship – School-life – Sport

Length:

Series

Rating:

PG – 13

Cast:

Jessica | Jin | Suga | J-Hope | Rap Monster | Jimin | V | Jungkook

Previous:

Teaser and The Cast

Credit Poster:

Vanilatte

*

“You can’t put a limit on anything. The more you dream, the farthest you get.”  Michael Phelps

*

“Sooyeon-ah, ini adalah Jung Hoseok. Dia lebih tua 2 bulan darimu. Oleh karena itu, dia akan menjadi kakak tirimu saat kami menikah nanti.”

Sooyeon tersenyum senang mendengarnya. Setelah beberapa tahun setelah kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa ayah dan adiknya, kini dia akan mendapatkan keluarga baru. Dia tidak peduli apa kata orang. Toh, kekasih ibunya adalah orang baik dan menyenangkan. Tidak butuh waktu lama untuknya dan calon ayah tirinya untuk saling akrab. Dia harap itu juga terjadi antara dirinya dan calon kakak tirinya ini.

Annyeong haseyo,” Sooyeon membungkuk sopan.

Pria bernama Hoseok di depannya hanya menatapnya datar lalu menoleh ke ayahnya. “Apa aku sudah boleh pergi sekarang?”

Sooyeon terkejut mendengar betapa dinginnya suara Hoseok. Tanpa harus dikatakan secara langsung, ia tahu calon kakak tirinya tidak menyukainya, terlebih ibunya.

***

Seoul High School.

Sooyeon berdecak pelan melihat logo sekolah di blazer seragamnya. Hari pertama sekolah dan semua sudah berantakan. Pagi-pagi dia sudah semangat memulai hari. Bahkan dia sempat membantu ibunya menyiapkan sarapan. Padahal biasanya saat sarapan sudah siap, baru lah dia mau membuka matanya.

Sooyeon mengumpat pria bernama Jung Hoseok itu. Ayah tirinya memaksanya untuk pergi bersama pria itu dengan sepeda motor hadiah ulang tahunnya Hoseok itu. Sebenarnya dia sudah merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi jika dia menuruti ayah tirinya, terlebih Hoseok yang anehnya setuju saja. Ternyata perasaan buruknya benar! Dia diturunkan di tengah jalan. Dia bahkan tidak tahu dimana dirinya berada sekarang. Seoul adalah kota yang asing baginya.

Terkutuk kau, Jung Hoseok! Potong lidahku jika aku mau memanggilmu oppa. Ugh!

BIM!!

Sooyeon berteriak kaget mendengar suara klakson di belakangnya. Sebuah mobil mewah meluncur cepat dan melewati kubangan air. Semalam kota Seoul diguyur hujan deras dan membuat suhu di awal musim semi semakin dingin. Sooyeon kembali berteriak karena terciprat air kubangan.

YAH!!!!” pekik Sooyeon kesal.

Mobil mewah tadi berhenti dan sang supir pun turun dari mobil untuk menghampiri Sooyeon untuk meminta maaf. Dia memberikan sapu tangan kepada Sooyeon.

Yah, cepatlah! Ada ujian di jam pertama!” teriak seorang pria dari dalam mobil. Mungkin itu adalah majikan dari orang yang meminta maaf kepada Sooyeon ini.

Supir itu mengiyakan majikannya lalu kembali meminta maaf kepada Sooyeon sebelum kembali masuk ke dalam mobil. Sementara sang majikan masih asik memperhatikan Sooyeon yang kini sibuk membersihkan wajah seragamnya dengan sapu tangan pemberian dari supir.

“Hei, kau sekolah di SHS juga?” tanya pria itu.

Sooyeon meliriknya sekilas dan mengangguk. Emosinya sedang memuncak sekarang. Karena itu, dia enggan untuk membuka mulutnya.

“Ayo kita pergi bersama,” ajak pria itu.

Sooyeon menyipitkan matanya. Setelah bertemu Hoseok, dia tidak mudah mempercayai pria Seoul. Namun setelah diperhatikan dengan baik, pria itu mempunyai wajah yang polos.

Pria itu membuka pintu dan melambaikan tangannya. “Cepatlah masuk sebelum kakak sepupuku mengomel.”

Sooyeon memutuskan untuk percaya setelah melihat pria itu memakai seragam yang sama dengannya. Dia baru menyadari ada orang lain di dalam mobil itu.

“Perkenalkan, namaku Kim Taehyung,” seru pria yang mengajaknya itu sambil mengulurkan tangannya.

Sooyeon menjabatnya. “Jung Sooyeon.”

“Ini kakak sepupuku. Kim Namjoon,” kata Taehyung sambil menunjuk pria yang sedang membaca buku di sampingnya.

Sooyeon hanya mengangguk sambil tersenyum kecut. Kegiatan Namjoon itu mengingatkannya akan cerita Hoseok tentang sekolahnya.

“SHS itu tempat orang-orang pintar. Semua murid tidak bisa lepas dari buku. Bahkan mereka makan sambil belajar. Adapula yang tidak mau makan hanya karena dia belum bisa mengerjakan soal di bukunya. Nilai mereka harus sempurna atau mereka akan mendapatkan hukuman yang sangat berat dari guru. Aku sangat beruntung karena masih hidup setelah setahun sekolah di SHS.”

Sooyeon menelan ludahnya.

***

Sooyeon berterima kasih kepada Taehyung yang sudah mau mengantarkannya ke ruang guru. Di sana, dia bertemu dengan wali kelasnya, Song Seonsaengnim. Song Seonsangnim memberikannya kunci loker dan jadwal pelajaran kelasnya.

“Min Yoongi!” panggil Song Seonsangnim.

Sooyeon menoleh untuk mencari orang yang dipanggil oleh wali kelasnya. Seorang pria dengan wajah imut datang menghampirinya. Berbeda dengan wajah imutnya, matanya menatap tajam ke depan. Jika Kim Namjoon juga memiliki tatapan seperti pria bernama Min Yoongi ini, Sooyeon pasti sudah kabur ketakutan.

“Ada yang bisa saya bantu, Song Seonsangnim?” tanya Yoongi.

Song Seonsangnim mengangguk. “Ini adalah Sooyeon, anak baru di kelasku. Bisa kau antarkan dia ke lokernya? Dan jangan lupa untuk mengajaknya berkeliling. Masih ada 30 menit sebelum bel, bukan?”

“Ya, tentu.”

Song Seonsangnim tersenyum girang. “Terima kasih!”

Yoongi menggerakkan bola matanya seakan menyuruh Sooyeon untuk mengikutinya. Di belakang mereka, Song Seonsangnim kembali melanjutkan gosipnya yang sempat tertunda karena kedatangan Sooyeon.

***

Sooyeon tidak mengira ada ruangan khusus untuk loker di sekolah tersebut. Di sekolah lamanya, loker berada di ruangan kelas masing-masing. Ternyata semua buku sudah tersedia di lokernya. Setelah Sooyeon membawa buku yang sesuai dengan jadwal pelajarannya, Yoongi mengajak berkeliling sekolah.

Sekolah itu sangat besar. Mereka mempunyai gedung dan fasilitas. Dari laboratorium sampai sarana olahraga mereka pun lengkap. Anehnya, tidak ada satu sarana olahraga pun yang mempunyai pengunjung. Di sekolah lamanya, lapangan saja tidak pernah sepi. Selalu saja ada yang bermain di lapangan. Dia semakin percaya betapa murid-murid di SHS mencintai belajar.

“Ini adalah gedung laboratorium. Kita tidak perlu masuk, ‘kan?” ujar Yoongi.

Sooyeon menggeleng. Dia hanya ingin segera sampai di kelasnya. Dia tidak nyaman berdiri di samping seseorang yang beraura dingin seperti Yoongi. Dia mulai berpikir, mungkin Taehyung adalah satu-satunya orang yang masih bisa bersikap hangat di sekolah ini.

“B-bagaimana jika… kau mengantarkanku ke kelasku saja?” pinta Sooyeon.

Yoongi meliriknya sekilas lalu berjalan pergi. Sooyeon berlari kecil dan menyesuaikan kecepatan langkah mereka. Mereka mulai memasuki lorong yang ramai. Beberapa murid membuat lingkaran dengan buku di tengahnya. Sementara yang lain memutuskan untuk belajar sendiri. Semua mirip seperti apa yang dikatakan oleh Hoseok.

“Mereka semua belajar karena sekolah ini selalu mengadakan ujian di hari pertama masuk semester baru untuk mengukur hasil belajar mereka,” bisik Yoongi.

Sooyeon terbelalak. Dia bahkan belum belajar sama sekali! Hoseok tidak mengatakan apapun kepadanya tentang hal ini!

“Sooyeon sunbae!”

Sooyeon berhenti melangkah saat melihat Taehyung melambaikan tangan kepadanya. Selama perjalanan menuju sekolah, mereka memang sempat berbincang dan ia pun tahu bahwa Taehyung adalah adik kelasnya. Adik kelas sekaligus teman pertamanya di sekolah itu menghampirinya sambil menarik temannya yang walaupun wajah jutek tapi baby face.

Sunbae! Apa kau kenal temanku ini?” seru Taehyung.

Sooyeon menggeleng. Taehyung tahu dirinya adalah anak baru di sekolah ini, jadi mana mungkin dia kenal dengan temannya Taehyung.

“Ini bintang basket terkenal, Sunbae! Kau tidak tahu?” heboh Taehyung.

Yah! Berhenti menyebutku begitu, Kim Taehyung! Aku bukan pemain basket lagi sekarang! Aish!” protes pria baby face itu.

“Tapi—“

“Lepaskan aku! Aku harus belajar!”

Pria itu menarik tangannya dan masuk ke dalam kelas. Taehyung mendengus kesal lalu berlari mengejarnya.

Yah, Park Jimin! Yah!!”

Dan kini Sooyeon sibuk mencari Yoongi yang berada entah dimana sekarang. Dia kehilangan jejak sang tour guide. Semua berkat Kim Taehyung.

Argh, terima kasih banyak, Kim Taehyung!

***

Bruk!

Sooyeon terhempas ke belakang dan merintih kesakitan sedangkan pria yang ia tabrak tetap berdiri kokoh. Orang itu mengulurkan tangannya dan diterima baik oleh Sooyeon. Dia segera membungkuk.

“Maaf aku tidak melihatmu. Aku sedang buru-buru,” kata Sooyeon.

Orang yang tabrak hanya diam tanpa memberikan ekspresi yang berarti. Dia hanya menatap Sooyeon datar. Sooyeon pun ikut menatapnya dalam diam. Ketampanan pria itu semakin membuat Sooyeon betah memandangnya lama-lama.

“Ahem,” pria itu berdeham. “Bisa menyingkir sekarang?”

Sooyeon menggaruk kepalanya sambil terkekeh kaku. “Uh-oh.. maaf.”

Dia mengambil selangkah ke kiri untuk memberikan jalan kepada orang itu. Tiba-tiba sosok Yoongi muncul. Kedatangan Yoongi seakan membuat para malaikat berdansa di koridor.

Yey, aku selamat dari status anak hilang!, girang Sooyeon dalam hati.

“Yoon—“

“Kim Seokjin! Kau ingin pergi ke ruangan klub basket dan membolos lagi, uh?” tanya Yoongi.

Dari ekspresi dan suara Yoongi, Sooyeon tahu dia sedang marah. Malaikat-malaikat yang asik berdansa tadi pun hilang dalam sekejap.

Pria tampan yang ditabrak oleh Sooyeon tidak menjawab apapun. Bahkan dia tidak memberikan respon apapun seakan bukan namanya yang disebut. Dia tetap melangkah santai meninggalkan mereka.

“Kau!”

Glek!

Sooyeon diam-diam menyilangkan jarinya sambil berdoa saat tatapan tajam Yoongi mengarah kepadanya.

“Ayo cepat ikut aku jika kau tidak ingin terlambat sampai di kelasmu!”

Sooyeon mengangguk patuh sambil berlari menghampiri Yoongi.

“Dan jangan hilang lagi!”

Lagi-lagi Sooyeon mengangguk patuh.

***

“Yoongi sunbae!”

Seorang pria tampan lainnya berlari kecil menghampiri mereka. Pria itu sangat tinggi, bahkan Yoongi kalah tinggi darinya. Setidaknya Sooyeon bersyukur kini Yoongi lah yang dipanggil jadi dia tidak akan kehilangan jejak Yoongi lagi.

“Oh Jungkook, ada apa?” tanya Yoongi.

“Aku harus membuat karya ilmiah. Bla, bla, bla, bla, bla…”

Itulah yang didengar oleh Sooyeon dari apa yang dikatakan oleh orang yang bernama Jungkook itu. Bahasanya terlalu tinggi. Telinganya panas hanya karena mendengarnya.

“Oh, aku akan membantumu. Pulang sekolah di kelasku,” jawab Yoongi.

Jungkook tersenyum lega. “Gamsahamnida, Sunbae. Aku pasti akan datang tepat waktu.”

Yoongi mengangguk.

“Pacarmu, Sunbae?” goda Jungkook.

Yoongi memutar matanya. “Tidak mungkin. Bukan tipeku.”

Sooyeon menepuk dadanya sambil menghela napas panjang.

Right. She looks too stupid for you. It must be a joke if you two are dating. Haha..”

Oh right, i’m too stupid for him. Well, at least i will never judge someone who i dont know. Because maybe it will make me look so dumb if i’m wrong,” balas Sooyeon sinis.

Dia tahu Jungkook sengaja memakai bahasa Inggris karena mengiranya tidak mengerti. Sooyeon juga sering memakai bahasa Inggris jika mengomel tidak jelas di sekolah lamanya karena tidak banyak orang yang mengerti. Bahasa Inggris tetap terasa asing di telinga orangg Korea walaupun mereka sudah mempelajarinya dari kecil. Untung saja saat dia kecil, dia sempat tinggal di Amerika.

Jungkook terlihat terkejut. Tak lama, dia menyeringai lebar. “Nice to meet you.”

***

Sooyeon menghempaskan tasnya ke atas meja dan duduk di kursi seraya menghela napas panjang. Akhirnya setelah berbagai macam kejadian yang terjadi pagi ini, dia bisa sampai di kelasnya.

Sejauh ini, dia tidak bisa menemukan orang-orang baik selain Taehyung. Sepertinya ini adalah pertanda bahwa kehidupannya di sekolah ini memang tidak akan baik.

“Wah, ternyata kau bisa sampai di kelas ini dengan selamat!”

Sooyeon memutar badannya, mencari asal suara yang sangat familiar itu.

Jung Hoseok!

“Hai, adikku~” sapa Hoseok sambil melambaikan tangannya.

Dari senyumnya, Sooyeon tahu hari ini belum lah berakhir. Masih ada hal buruk lainnya yang akan terjadi.

*

To Be Continued

*

Bagaimana? Seru ga? Atau garing? ._.

94 thoughts on “Hot Shot – Prolog

  1. Hoseok kmu kog jhat bnget sih ma sica😦 sica kan adik kmu wlaupun cma adik tiri😦

    Thor ini wjib dilanjutin + hrus tamat ne thor🙂 fighting🙂

  2. nice thor, aku suka :3 sica harus kuat skolah d stu . cukup menderita hidup nya.. hahah .. next chap thor🙂

  3. diprolognya aja j-hope keliatan ‘galak’ sama adek tirinya, ya kali j-hope jgn gitu2 amat sama sooyeon :’) moga baikan lah mereka nanti. omo… uri taehyung akhirnya muncul juga, karakternya disini polos-polos nggak berdosa/? gitu ya, hehehe… trus suga juga, emang cocok bgt jd org dingin gitu, dilanjut terus ya author-nim, seru nih ff nya! keep writing & fighting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s