[Freelance] (V Game) (2nd Chapter)

Tittle                : V Game (2nd Chapter)

Author             : Violet Park

Rating             : Teenager

Length             : Chapter

Genre              : A bit Romance, Fantasy

Main Cast        : SNSD Jessica & VIXX N

Support Cast   : VIXX Hongbin

Disclamair       : Happy reading chingudeul Hope you like this rare pairing and the story ^^

Author Note    : Bayangin si Hongbin itu tampilannya kayak di MV Voodoo Doll😉

Summary         : “At least… I still can’t believe

 

–V Game–

Previous chapter

 

Yeoja tadi mengerjap-kerjapkan matanya beberapa kali bahkan mencubit lengannya sendiri hingga terasa sakit menyerang kulitnya. Hey ini bukan mimpi, pikirnya. Jadi…

 

Iapun kini dapat memahami di mana ia sekarang ketika sebuah robot mini melayang di atas kepalanya sambil terus mengatakan Let’s start this game now, now we must do the 1st mission.

 

Dan itu berarti ia sekarang terjebak di dalam game yang semula dimainkannya, bersama seorang namja yang membuatnya kesal dan sebuah robot mini yang terus menerus menyuruhnya untuk memulai misi pertama dalam game. Ayolah~ Bisakah siapapun menolongnya saat ini? Pikir yeoja tadi.

 

–V Game–

Lamunan yeoja tersebutpun mendadak buyar ketika ia tiba-tiba saja terdorong ke depan dengan sebuah lengan namja di sampingnya tadi.

 

“Let’s start the game” ujar namja tadi dengan tatapan yang terus mengarah ke depan dengan mini robot yang berubah menjadi sebuah gelang besi di pergelangan tangan kanan namja tersebut.

 

“Haish arasseo, kya~” teriak yeoja itu ketika ia kini terjatuh ke sebuah lubang hitam yang menganga lebar, tentunya dengan namja tadi sebagai partner yeoja tersebut dalam permainan itu.

 

Sebuah suara kepakan sayappun terdengar dekat di telinga yeoja tadi diiringi dengan rengkuhan tangan seseorang di bahu kanannya. Yeoja itupun membuka matanya perlahan dan melihat namja tadi sedang memeluknya di angkasa.

 

“A..apa yang kau.. lakukan?” Tanya yeoja yang bernama lengkap Jessica Jung tersebut. Matanya terus menatap ke bawah tak berniat untuk menatap namja dihadapannya tersebut.

“Menurutmu?” Tanya namja tersebut dengan nada yang datar sambil sesekali matanya melihat antara mini robot dan suasana di sekitarnya mencoba mereka-reka misi kali ini mungkin?

 

“Aku melakukannya untuk menyelesaikan misi ini nona tanpa nama” ucap namja tersebut tenang sambil mengarahkan tubuhnya ke sisi sebelah kanan setelah sebelumnya mendapat respon gerutuan kecil dari yeoja yang menjadi partnernya itu.

 

“YA! Ya~ jangan terbang sembarangan, kau bisa menjatuhkanku pabo!” teriak Jessica keras sambil mengeratkan tangannya ke punggung namja dihadapannya itu.

 

“Arasseo nona tanpa nama” kekeh namja tadi kecil sambil menekan salah satu tombol di layar gelang besi di pergelangan tangan kanannya.

 

White Vampire mode on” ucapnya singkat membuat Jessica menengadahkan kepalanya menatap partnernya itu dengan heran.

“Mworagu? White vampire?” ucap Jessica bingung.

 

1…2…3…

 

Tak disangka Jessica di punggungnya mulai muncul 2 titik putih yang semakin lama semakin menonjol. Hanya dalam hitungan detik, 2 titik itu semakin membesar dan melebar menjadi sepasang sayap berwarna putih yang hampir sebesar milik namja di hadapannya yang berwarna hitam.

 

“Bagaimana? Kau bisa bergerak leluasa kali ini nona tanpa nama, dan cepat selesaikan misi kali ini” ucap namja tadi dengan tegas sambil melepaskan tangan Jessica yang melekat erat pada punggungnya.

 

Jessica yang memahami sedikit dari situasi tersebut hanya dapat merutuk kesal, kenapa bisa-bisanya ia masih memeluk namja aneh itu.

 

“Hey aku itu bukan nona tanpa nama, namaku Jessica Jung lalu kau siapa? Kau sendiri juga tak mempunyai nama. Ah iya lalu apa misi kita kali ini?” Tanya Jessica ketika sadar dari pemikiran kecilnya barusan.

 

Namja tadi hanya diam dan menekan-nekan gelang yang terus melekat di pergelangan tangannya yang sedaritadi mengeluarkan berbagai kumpulan huruf-huruf aneh yang tak bisa dimengerti sedikitpun maksudnya oleh Jessica.

 

Temukan permata berwarna bening dan terdapat satu buah cahaya putih di dalamnya. Jangan mengambil permata lain dan jangan sampai salah memilih permata, akan ada bahaya yang mengancam. Temukan sebuah gerbang dengan bendera putih keemasan untuk sampai ke tahap yang berikutnya. Tetap jaga nyawa partner kalian dan… semoga berhasil

 

Begitulah bunyi yang dapat didengar oleh Jessica dan namja tersebut.

 

“Apa kau sudah mengingat misi kita kali ini nona..ehm..nona jung?” Tanya namja tadi sambil menatap Jessica yang sepertinya sedang sibuk berfikir.

“Tentu saja, ambil permata bening dengan satu cahaya putih didalamnya. Jangan ambil yang lain dan temukan gerbang dengan bendera putih keemasan. Begitu kan?” ucap Jessica, yeoja itu kemudian tertegun begitu mengetahui betapa aneh tempat di sekitarnya itu.

 

Berbagai barang melayang dan barang-barang tersebut cukup untuk menyembunyikan 1 ataupun beberapa permata di dalamnya.

 

“Lalu.. bagaimana kita akan menemukan permata tersebut.. tuan tanpa nama?” Tanya Jessica setelah selesai melihat-lihat keadaan sekitarnya membuat namja tadi menolehkan kepalanya.

 

“Mworagu? Tuan tanpa nama?” Tanya namja tadi dengan sedikit menaikkan alisnya, membuat Jessica hanya dapat menghela nafas dalam.

“Ne, kau tuan tanpa nama. Bagaimana cara kita menemukan permata tersebut dan melewati misi pertama ini dengan sukses?”

 

Namja tadi hanya dapat tersenyum kecil mendengar pertanyaan yeoja dihadapannya itu “Tentu saja dengan mencarinya nona Jung, dan ingatlah satu hal aku itu punya nama sama sepertimu”

 

Ucapan namja tersebut membuat Jessica membulatkan matanya “Kau mempunyai nama sama sepertiku? Jadi kau bernama Jessica juga? Hupfth hahahaha” tawa Jessica dengan ucapannya sendiri membuat namja tadi langsung memukul kepala yeoja menyebalkan itu.

 

“Kau kira aku yeoja? Aku namja kau tahu, namaku N. panggil saja aku N mulai sekarang. Dan ingat cari permata itu secepatnya agar kita bisa segera melanjutkan ke misi yang berikutnya” ucap namja tadi sambil melewati tubuh Jessica dan terbang menjauh meninggalkan Jessica sendirian terpaku di sana.

 

“N? nama yang aneh, kenapa harus 1 huruf? Apa tidak ada nama lain apa semacam joseph atau yang lain. Dan… Kenapa dia dengan teganya meninggalkan partnernya sendirian? Apa dia gila? Dan harus dimulai dari mana aku mencari permata itu? Ah awas kau N!!!” teriak Jessica kesal.

 

–V Game–

 

Di sisi lain, N dengan sibuknya terbang ke segala penjuru di mana gelang yang dipakainya tersebut semakin memberikan sinar yang terang sebagai pertanda lokasi permata tersebut.

 

Nyala gelang tersebutpun semakin membesar ketika ia melewati sebuah bangunan kuno berwarna putih yang sudah kusam di makan usia. Iapun tanpa ragu melangkah ke dalam bangunan tersebut.

 

Sayap hitamnya tiba-tiba menghilang begitu memasuki bangunan tersebut, tak begitu memperdulikan keanehan tersebut iapun melangkahkan kakinya semakin masuk ke dalam bangunan tersebut hingga di depan suatu kamar dengan pintu yang terbuka, gelang yang dipakainya memberikan warna putih keemasan tanda permata yang merupakan subyek misi tersebut telah ditemukan.

 

Baru beberapa langkah ia memasuki kamar tersebut, dirasakannya sebuah benda tajam menekan daerah sekitar leher namja tersebut.

 

“Apa yang hendak kau lakukan hmm… prajurit yang tersesat?” ucap sebuah suara yang membuat N mengalihkan pandangannya ke sumber suara yang kini sedang tersenyum mengerikan.

 

Cih, mengapa ada penjaga untuk permata itu? Batin N kesal.

 

–V Game–

 

Jessica kembali membuka berbagai benda-benda termasuk peti yang ia kira menyembunyikan permata yang diincarnya. Ia sibuk memaki dalam hati, sudah kesekian kalinya ia menelan pil pahit karena tidak menemukan permata yang dimaksudkan dalam game ini.

 

Ayolah~ ini adalah hal yang paling melelahkan dan tidak masuk akal baginya. Membuka berbagai macam peti dan barang hanya untuk mencari permata yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya membuatnya sangat lelah. Apalagi dengan hilangnya N dari hadapannya sekarang membuatnya benar-benar muak dengan apa yang dialaminya sekarang.

 

Ingin ia kembali ke dunianya, pulang ke rumah dan menghadapi les privat dari guru Cha daripada berada di dalam game yang aneh bin ajaib ini. Oh~ ingin sekali Jessica melakukannya.

 

Pikiran itupun terhapus seketika ketika ia melihat sebuah bangunan dengan warna putih kusam yang tengah berdiri di hadapannya.

 

Karena merasa ada suatu perasaan aneh yang kuat di dalamnya dirinya. Jessica dengan sedikit ragu-ragu memasuki bangunan tersebut yang pintu depannya terbuka dengan lebar. Iapun masuk semakin dalam dan merasakan suatu perasaan aneh setelah kehilangan kedua sayapnya dan ketika melewati sebuah pintu dengan warna kuning kusam di samping kanan tempat ia berdiri.

 

Karena penasaran dengan perasaan yang kuat dalam dirinya, Jessica melangkahkan kakinya ke dalam. Iapun membuka pintu tersebut dengan mudah karena tidak terkunci.

 

Betapa terkejutnya ia ketika menyadari ada seorang yeoja seumurannya yang terbaring dengan damai di ranjang besar yang terletak di sana. Wajah yeoja tersebut terlihat damai dengan kedua tangan yang berposisi layaknya seseorang akan berdoa.

 

Jessica bingung dengan apa yang ada di hadapannya saat ini sekaligus terkejut ketika mengetahui bahwa di leher yeoja tersebut tergantung dengan indah sebuah kalung perak yang liontinnya adalah permata yang diincarnya.

 

–V Game–

 

N hanya dapat mengumpat dalam hati, kenapa bisa ia tertangkap oleh seorang namja yang kini ia rasa tengah berada di hadapannya.

 

“Nah, apa yang bisa kau lakukan saat ini prajurit? Melarikan diri dari bangunan ini?” Tanya namja di hadapannya.

 

“Ah, tentu saja itu tidak mudah untuk meloloskan diri bukan? Nah selamat menikmati sisa umurmu di sini. Ah, dan ya… anggap saja ini rumah sendiri. Good Bye” ucap namja tadi sambil tertawa dan menutup pintu di mana N disekap dengan rantai dan ikatan di beberapa tubuhnya.

 

“Ugh sial..” ucap N kesal.

 

Iapun mencoba melepaskan rantai yang membelenggu tangannya dengan kekuatan yang dimilikinya. Terdengar bunyi rantai yang mungkin terlepas satu sama lain membuat N memberikan smirk kecilnya, hah ini mudah sekali, pikirnya.

 

Beberapa menitpun ia buang untuk mencoba dan mencoba hingga pada saat rantai terakhir namja itu mendengar suara teriakan yeoja yang cukup familiar di kedua telinganya.

 

“N Tolong aku, jebal!!” ucap seorang yeoja dari kejauhan membuat N semakin mengerahkan seluruh kekuatannya sehingga rantai itu terputus seketika.

 

“Sialan kau!”

 

–V Game–

 

Baru saja Jessica hendak mengambil permata yang berada di kalung yeoja itu tiba-tiba sebuah tangan pucat menyentuh bahu kanannya.

 

Dengan takut Jessica menolehkan kepalanya kebelakang dan dilihatnya seorang namja dengan raut marah menatap tajam padanya.

 

“Apa yang akan kau lakukan dengan nona muda?” ucapnya dingin dan tajam membuat Jessica ketakutan, terbukti dengan derasnya keringat dingin yang kini terlihat keluar dari dahi yeoja tersebut.

 

“Tak mau menjawab uh? Apa kau ingin membunuh nona muda? Jawab aku yeoja tak diundang!!” teriak namja tadi dengan keras sambil nyaris mencekik leher Jessica membuat Jessica berteriak keras.

 

Ia harap N dapat membantunya meloloskan dari namja mengerikan itu saat ini juga.

 

“Apa yang kau lakukan dengannya?” sahut sebuah suara tak kalah dinginnya membuat namja tadi menolehkan kepalanya ke sumber suara dan begitu pula dengan Jessica.

 

Yeoja itu terlihat tersenyum lega sekaligus beteriak sakit ketika jari namja tersebut semakin menekan lehernya.

 

“Jadi.. apakah ini tuan putrimu prajurit? Hmm romantic sekali bukan? Sepasang manusia akan mati di hari ini hahahaha” tawa namja tadi keras membuat N langsung saja menerjang cepat namja tersebut dan membuat Jessica terlepas dari genggaman tangan namja tadi.

 

Begitu Jessica terlepas dari cengkraman namja tersebut ia dengan cepat berlari menuju ranjang yeoja yang dilihatnya beberapa saat yang lalu dan mencabut dengan paksa permata yang melekat di sana.

 

Tindakan N tersebut membuat namja tersebut marah dan menyerang balik N. keduanya terlibat pertarungan yang cukup serius. Masing-masing kini saling mengarahkan senjata tajam yang berada di sekitar sana satu sama lain.

 

Jessica tersenyum kecil ketika ia berhasil membawa permata yang kini berada dalam genggaman tangannya tersebut. Tiba-tiba saja yeoja yang berada di ranjang tersebut membuka kedua mata indahnya perlahan dan memanggil sebuah nama yang tentu saja tidak di kenal oleh Jessica.

 

“Hongbin” ucap yeoja tadi membuat namja yang tengah bertarung dengan N menghentikan gerakannya saat itu juga. Hal itu membuat lengan kanannya tergores senjata tajam yang N arahkan pada namja tersebut sebelumnya.

 

“Nona muda… anda sadar?” ucap namja tersebut tak percaya.

 

Namja tadi langsung berjalan cepat dan segera duduk di dekat yeoja tersebut sambil mengeratkan tanggannya ke tangan yeoja tadi. Jessica dan N yang melihat tindakan tersebut hanya dapat terheran dengan perubahan drastis namja tersebut terutama ketika melihat yeoja yang berada di ranjang tersebut memberikan senyum tulus kepada namja tadi.

 

“Kemarilah hongbin, aku tahu kau selalu menjagaku. Gomawo” ucap yeoja tadi sambil merebahkan kepala hongbin dalam pangkuannya.

 

Namja tadipun langsung menuruti perintah nona mudanya tersebut. Tak lama kemudian, namja tersebut terlihat tertidur pulas dengan senyum kecil terpampang di wajahnya. Wajahnya saat ini berubah menjadi wajah damai dan dapat dikatakan namja baik-baik tak seperti sebelumnya.

 

N dan Jessica masih diam di tempat tak tahu harus berbuat apa pada saat itu. Mereka berdua masih saja melihat sepasang manusia tersebut.

 

Yeoja yang kini tengah mengelus sayang rambut namja tadipun kembali tersenyum dan mempersilahkan N dan Jessica untuk melewati gerbang dengan bendera putih keemasan yang terletak di luar kamar tersebut lewat gerakan tangannya.

 

“Nona muda…” panggil yeoja tersebut pelan membuat Jessica dan bahkan N menolehkan kepalanya sejenak kepada yeoja tersebut.

 

“Terima kasih sudah membangunkanku.. dan terimakasih sudah membuat Hongbin dapat beristirahat dengan lebih layak. Maaf atas segala tindakannya tadi, ia hanya ingin memastikan bahwa aku baik-baik saja disini” ucap yeoja tadi dengan sedikit membungkukkan tubuh bagian atasnya.

 

N hendak saja menjawab ucapan yeoja tadi dengan kemarahan terlihat dari ekspresi wajahnya namun Jessica dengan cepat menutup mulut N dengan tangan kirinya dan membalas ucapan yeoja tadi dengan senyuman tulus.

 

–V Game–

 

“Kau itu kenapa malah membahayakan dirimu sendiri?” ucap N dengan dingin ketika mereka berdua tengah berjalan menuju ke gerbang dengan bendera yang sesuai dengan misi kali ini.

“Maksudmu?” Tanya Jessica tidak mengerti, perasaan ia yang berhasil menemukan dan mendapatkan permata misi kali ini. Kenapa ia yang harus dimarahi?

 

N pun melangkahkan kakinya dan tiba-tiba memblok jalan Jessica “Ayolah Nona Jung siapa yang tadi berteriak meminta tolong padaku hm?” ucap namja tersebut enteng sambil melihat dengan intens partner gamenya itu.

 

Jessica yang tidak terbiasa ditatap intens oleh manusia manapun termasuk namja yang ada di hadapannya kini langsung membuang muka dan meneruskan jalannya untuk segera ke misi selanjutnya.

 

Merasa diabaikan N langsung mengejar yeoja tersebut yang kini ia dan dirinya tengah memasuki gerbang misi dengan tatapan kesal.

 

“Tolong jangan membuatku khawatir akan keamananmu nona jung, tidak bisakah kau?” ucap N membuat mata Jessica melebar seketika dan di saat yang bersamaan cahaya kebiruan menerpa tubuh mereka berdua.

 

–V Game–

 

Yeay selesai dee untuk 2nd Chapter ini fyuuuh lega -~-

Gimana menurut readers ceritanya? Faham semua kan? Terutama untuk masalah permainan yang ada itu? ._.v

 

Jadi intinya mini robot yg ada di chapter pertama itu sebagai petunjuk keberadaan misi yang akan Jessica dan N lakukan dg berubah menjadi gelang di pergelangan tangan si N, so semacam kayak peta gitu. Dan kemungkinan misi untuk fanfic ada 4 #bocoran, tapi itu juga tergantung suasana hati dan inspirasi author saat buat ff ini juga see -____-

 

Oh iya lupa terima kasih ya bagi readers yang udah support author dengan comment2 kalian semua terutama yang berhasil menebak cast namja untuk ff ini… gamsahamnida😀

 

Dan untuk chapter selanjutnya mungkin akan cukup lama karena author harus focus di sekolah dulu but I hope I can see you again soon ^^

-Full of Love : Violet Park ^*^

9 thoughts on “[Freelance] (V Game) (2nd Chapter)

  1. Bagus thor ceritanya!
    baca ff nya author jadi keinget ff GGW:(
    Chap ini kependekan thor’-‘
    Terus NSica(?) itu coule baru ya._.
    Ditunggu kelanjutannya><

  2. ff nya bagus thor.tapi aku masih agak sedikit bingung+kependekan.next chapter panjangin dikit dong thor.aku tunggu lanjutanya keep writing thor!!

  3. Bagus thor!!!
    Tapi ini ko’ kependekan, moga next chap nya di panjangin ya thor kekeke~….
    Aku tunggu lanjutannya ya thor^^
    _fighting”

  4. UWAW VIXX!! OMGEEE THIS IS THE FIRST VIXX’s FANFIC HERE TT_TT. Thor, aku starlight. Jadi ya gitu. Seneng banget liat FF Vixx disini. Ceritanya seru! Hongbin Jangan jahat jahat dong:-((. Chapter selanjutnya munculin Ken/Hyuk ya thor hehe. Ditunggu chapter selanjutnya! FIGHTING!

  5. Aaa trnyata aq slah tebak >,< wah couple baru nih buat Sica😀 Suka sm game nya, seru! itu N tadi khawatir sm Sica yah? eciieeciiee😀 Smpe segitunya belain Sica, to twiiitt :3 smoga di misi selanjut'a ad romantic scene😀 Dtnggu lnjutan'a🙂 smangat ne!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s