Bond – Friends [First Meet]

bond-jessy-req-poster

A story by Jessy

Bond – Friends

with

SNSD Jessica – EXO Baekhyun – SISTAR Bora – Yoon Eunhye

Disclaimer : Semua karakter pemain merupakan fiktif belaka yang merupakan unsur pendukung dalam cerita. Please, no bashing. I just write this fanfiction for my own pleasure. No materialistic profit’s taken.

Not for plagiarism and copy paste! Please, respect me.

.

Credit poster : iheartpanda

Link story : Prolog | 1

When we first talked to each other. I knew we would always be friends. So when you do find one, hang on tight, don’t let it go. – Rachel Ellis

©jessycavendish

Dari kejauhan tampak tiga anak kecil yang sedang bermain di halaman depan rumah. Dua anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Si anak perempuan itu berdiri berdampingan dengan seorang anak lelaki yang berambut hitam, sedangkan seorang anak laki-laki lagi berdiri mengahadap ke arah dua orang lainnya.

“Byun Baekhyun, apakah kau bersedia menjadi suami dari Jessica untuk selama-lamanya?” Bocah lelaki yang mengahadap ke arah dua temannya itu bertanya dengan nada malas.

Baekhyun tampak menimang-nimang pertanyaan tersebut. Dari gelagatnya sepertinya ia enggan untuk menjawab dan lebih memilih untuk menatap sepatu yang ia kenakan seolah hal itu merupakan sesuatu paling menarik untuknya.

Ya! Kenapa memukulku?!” Tiba-tiba saja Baekhyun memekik kesakitan karena ternyata anak perempuan tadi memukulnya dengan keras di kepala.

“Sudah kukatakan jangan memukul di kepala, Jess!” peringatnya pada anak perempuan bernama Jessica.

“Dan sudah kukatakan juga kalau kita sedang bermain jangan begitu!” balas Jessica tak mau kalah. Kini bocah cilik berumur enam tahun itu sedang bersedekap dan menggembungkan pipinya sebal.

“Ah! Kalian tidak asik!” seru Jessica. Kemudian gadis cilik itu langsung mendudukkan bokongnya kasar di atas rumput yang ada. Sedangkan dua teman laki-lakinya menatapnya heran dan memilih mengikutinya—duduk di rumput.

“Bukan begitu, aku dan Baekhyun hanya bosan terus memainkan permainan ini,” jelas Jonghyun—anak lelaki satunya— mencoba menengahi. “Mungkin kita bisa mencoba permainan lain?”

Baekhyun mengangguk mengiyakan, “Benar. Aku bosan memainkan pernikahan pura-pura ini. Jadi kita main yang lain saja.”

Gadis cilik itu tampak berpikir sejenak. “Jadi kalian bosan ya?”

Dengan serempak Jonghyun dan Baekhyun mengangguk.

“Kalau begitu…” Jessica menggantungkan kalimatnya dengan segaja, sedangkan dirinya masih berpikir dengan sebelah tangan mengusap-usap dagu mungil layaknya seorang bos besar tengah memikirkan suatu hal serius. Dasar bocah.

“Kita main masak-masakan saja!” seru Jessica dengan semangat.

Baekhyun dan Jonghyun yang awalnya sedikit berharap kini kembali lesu. “Loh, kenapa?” tanya Jessica polos yang melihat kedua temannya tak bersemangat.

“Bisakah kita bermain permainan anak laki-laki?” pinta Baekhyun.

“Tapi kan aku perempuan,” jawab Jessica.

“Tapi kami laki-laki,” timpal keduanya bersamaan.

Untuk kedua kalinya Jessica menggembungkan pipinya sebal sambil bersedekap. “Kalau begini aku jadi ingin punya teman perempuan saja,” gerutu Jessica.

Sejak lahir, seorang Jessica Jung memang sudah ditakdirkan untuk bersama dengan Baekhyun notebane tinggal hanya berjarak tiga rumah dari tempat tinggalnya, ditambah lagi orang tua mereka bersahabat. Dan karena ia terus menempel pada Baekhyun secara otomatis teman-temannya pun mayoritas laki-laki, bukannya tak bisa mendapatkan teman perempuan tapi Jessica merasa teman-temannya sedikit rikuh kalau harus bermain dengannya karena disitu pasti ada Baekhyun. Hingga ada kalimat bahwa teman Baekhyun itu pastilah teman Jessica. Walau kebanyakan temannya laki-laki, itu tak mengubah sifat Jessica yang pada dasarnya sangat feminim menjadi tomboy, justru gadis cilik itu mampu membuat—atau memaksa—teman-temannya untuk menemaninya bermain ala anak perempuan. Contohnya saja tadi.

Jonghyun tiba-tiba saja berdiri dan menempuk-nepuk celananya yang kotor karena tanah yang sedikit menempel di celananya.

Jessica menatapnya bingung, “Jonghyun mau kemana?”

“Aku pulang saja deh, habisnya ini sudah siang. Aku lapar,” keluh Jonghyun. “Sampai jumpa!” Bocah itu pamit kemudian pergi dengan menggunakan sepedanya yang tadi terparkir sembarang di dekat pohon besar yang menjulang di halaman.

Setelah Jonghyun menghilang dari pandangan, Baekhyun dan Jessica hanya berdiam diri tanpa ada percakapan. Tak lama kemudian terdengar bunyi perut keroncongan yang berasal dari Jessica.

“Kau lapar?” tanya Baekhyun yang sebenarnya tidak perlu.

Jessica membuang mukanya—malu— ke arah kiri, enggan menatap Baekhyun. “Ayo,” ajak Baekhyun.

“Kemana?”

Bocah laki-laki yang seumuran dengan Jessica itu mendengus kecil, “tentu saja pulang. Kau lapar kan? Di rumahmu tidak ada orang, jadi kita pulang ke rumahku saja untuk makan.”

Gadis itu mengangguk kecil sebagai jawaban, namun tiba-tiba terlintas sesuatu di pikirannya. “Tapi…” Jessica menggantungkan kalimatnya.

Baekhyun mengernyit, “tapi…”

“Tapi gendong aku, ya!

“Hah?”

Jessica malah menampilkan senyum polos yang memperlihatkan jejeran gigi susunya.

Akhirnya Baekhyun pasrah dan segera berjongkok membelakangi Jessica. “Naik.” Jessica tersenyum sumringah mendengarnya, lalu segera naik ke punggung Baekhyun.

“Kalau begitu ayo cepat jalan!”

***

Saat Baekhyun dan Jessica sudah sampai di halaman rumah Baekhyun, mereka melihat sebuah mobil yang terparkir rapi di sana. Tepat ketika Baekhyun dan Jessica akan membuka pintu, dari dalam sudah ada yang membukanya.

Ibu Baekhyun.

“Baekhyun-ah… Sica-ya. Kalian sudah pulang ternyata, kebetulan sekali,” ucap Ibu Baekhyun disertai senyum manis yang biasa terpasang di wajahnya.

Baekhyun menatap ibunya polos, sedangkan Jessica menatap dua anak perempuan yang duduk manis di kursi ruang tamu. Mengamati Jessica dan Baekhyun.

Anak yang seumuran dengannya…

“Kebetulan apa Eomma?”

Ibu Baekhyun menggiring dua anak itu memasuki rumah. “Ibu akan mengenalkan kalian pada tetangga baru kita di sebelah rumah. Mereka baru saja pindah kemarin. Dan mereka mempunyai putri yang seumuran dengan kalian dan seorang lagi hanya berjarak satu tahun di atasnya. Kalian pasti senang akan mempunyai teman baru. Nah, yang disebelah kiri adalah Bora, dan kakaknya yang berambut panjang itu Eunhye. Ayo, beri salam, Nak.”

Annyeonghaseyo.” Baekhyun dan Jessica memberi salam secara bersamaan.

Keluarga Yoon—si tetangga baru— membalas salam dua anak kecil itu.

“Jessica imnida.

“Saya Baekhyun.”

Wanita yang diketahui sebagai ibu dari Yoon bersaudara itu mendorong anaknya agar lebih maju. “Sekarang giliran kalian memperkenalkan diri.”

Si sulung Eunhye langsung dengan senang hati mengulurkan tangannya. “Aku Eunhye, ayo kita berteman!” serunya dengan nada riang.

Jessica tersenyum sumeringah mendengar penuturan Eunhye, dalam hati ia sudah bersorak bahagia mendapatkan teman perempuan setelah sekian lama menempel pada Baekhyun. Kini mata cokelatnya menatap gadis di samping Eunhye. Kalau tidak salah namanya Bora kan?

Adik dari Eunhye sedikit berbeda dari kakaknya, ia tampak lebih pemalu. Kalau diperhatikan sedari tadi matanya terus memandang Baekhyun hingga Jessica menyapanya dan membuat perhatian gadis itu beralih pada Jessica.

“Hai. Aku Jessica.” Ia tersenyum memamerkan sederet gigi susunya yang rapi.

Entah apa yang dirasakan Jessica, walaupun Bora lebih pemalu dan tidak seriang Eunhye, ia merasa akan lebih cocok bila bersama Bora. Semoga.

Bora membalas Jessica, “Bora. Senang berkenalan dengan kalian.”

Saat kejadian itu berlangsung, lain halnya dengan Baekhyun. Ia terlihat kurang tertarik dengan semuanya, walaupun tak diperlihatkannya secara terang-terangan. Bocah laki-laki itu bukannya tidak suka. Tapi Baekhyun hanya takut, takut kalau ada mereka nantinya Jessica akan menjauhinya. Jessica-nya akan lebih jauh.

Karena terlalu sibuk dengan lamunannya sendiri, Jessica sampai harus menyikut Baekhyun. “Akh! Sakit tahu,” ringisnya sambil memegangi tempat yang baru saja Jessica sikut.

“Habisnya Baekhyun malah melamun sih. Ayo, kau kan belum berkenalan dengan Eunhye dan Bora.”

“Tadi aku sudah, Bodoh!”

“Loh, kok Baekhyun malah ngatain aku sih? Eommonim! Baekhyun nakal!” adu Jessica pada ibu Baekhyun.

Sedangkan Ibu Baekhyun yang mendapat aduan dari bocah cilik seperti Jessica hanya tersenyum geli. “Sudah, lebih baik kalian jangan bertengkar. Malu dilihat oleh Boran dan Eunhye.”

“Huh.” Jessica mendengus, tapi tak lama kemudian tergantikan senyum lagi saat menatap Yoon bersaudara. “Jadi… Kita berempat berteman ya?”

Eunhye mengangguk mantap sebagai jawaban. “Tentu saja!”

Dan itu membuat senyum Jessica semakin lebar.

TBC

.

Preview next chapter :

“Terima kasih sudah menjadi teman bahkan sahabatku selama aku hidup di dunia ini.”

Mereka saling berpelukan erat menyalurkan perasaan sayang masing-masing, tanpa tahu bahwa salah satu di antaranya menyimpan perasaan lebih dari seorang sahabat.

Dan tanpa mereka ketahui pula, seorang gadis melihat kejadian itu dengan mata berkaca-kaca.

“Sudah pernah kukatakan bukan kalau mereka itu tak terpisahkan?” kata orang yang berada di samping gadis tersebut.

“Tapi aku menyukainya… dan di sisi lain pula aku juga tidak ingin menyakiti salah satu di antara mereka,” jawabnya.

 

***

Hai, ini aku bawa lanjutannya. Semoga kali ini gak kependekan ya :” Kalau masih pendek ya maaf ._.v Oiya, ceritanya di part ini tuh kayak flashback gimana awalnya Jessica-Baekhyun-Bora-Eunhye kenal yaw :3

Dan sebenernya cerita di scene awal itu gak penting bangetz pake z karena itu aku tambahin cuma biar kesannya lebih panjang aja. Dan kalo dipikir-pikir lucu juga sih biar ada Baekhyun-Jessica momen gitu karena dari kemaren mereka momennya dikit dan lagi ngenes pula kalo ada.

Oiya, sekedar meluruskan you must read the disclaimer before you read the story. Di disclaimer aku sudah menjelaskan kalau seluruh karakteristik hanya fiksi yang merupakan unsur pendukung cerita. Jadi bukan sifat idol itu sendiri. Jadi mohon jangan bashing karakter di sini karena aku gak mau image mereka jelek hanya karena ff. Think before speaking, okey? ^^

Jangan komentar alesan kenapa lanjutannya lama dan pendek banget plis, secara aku masih kelas 12, jadi harus fokus dulu. Dari pada gak dilanjut, ya kan? Jadi mohon maklum.

Tolong kasih kritik dan saran ya, agar ke depannya tulisanku lebih layak untuk dibaca ^^ Maaf atas segala kekurangan di part ini.

Salam,

Jessy.

 

 

 

35 thoughts on “Bond – Friends [First Meet]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s