The BloodyLuv (Chapter 1)

the-bloody-luv.

Author :

XYZ Hyura

Title : The BloodyLuv

Genre : Romance, Friendship, Fantasy

Rating : PG – 15

Lenght : Chapter

Cast :

Jessica Jung | Park Chanyeol | Oh Sehun |

Seo Joo Hyun | Choi Sooyoung | Shim Changmin

Intro Cast

Note : FF ini adalah FF hadiah dari aku buat ID jessie-sica. Akhirnya, aku bisa ngepost dan buat alur cerita ini🙂 Happy Reading deh buat semuanya ^^

ooo

“Sudah berapa kali kami harus menasihatimu, Nona Jung?” tanya Seo sonsaengnim sambil menatap Jessica seraya mengetuk-ngetukan jemarinya di meja kerjanya

Jessica hanya duduk diam dan menatap buku-buku yang tertumpuk rapi di atas meja Seo sonsaengnim. Seo sonsaengnim menghembuskan napasnya kasar menatap Jessica yang mengacuhkannya. Ya, dia sedang berhadapan dengan anak dari pemilik sekolahan ini.

“Nona Jung, tolong lihat saya!” ucap Seo sonsaengnim tajam.

Mianhae, bisakah kita berbicara santai dan tidak seserius ini, Seo ssi?” Jessica menyibakan poninya

Seo sonsaengnim yang memang sudah terbiasa dipanggil oleh Jessica sebagai ‘Seo ssi‘ itu menggebrak menjanya keras. BRAAK. Jessica hanya memerhatikan kukunya dan berusaha mengacuhkan gurunya itu. Seo sonsaengnim kemudian pergi meninggalkan Jessica sendirian di ruangannya.

Jessica menoleh ke kanan dan ke kiri. Kepalanya berhenti menatap sebuah buku kesayangan milik Seo yang tergeletak di atas rak bukunya. Jessica mengendap-endap untuk mengambil buku tersebut. Ia memeriksa laci Seo, siapa tahu ia bisa menemukan sesuatu di dalam laci tersebut.

Benar saja, Jessica menemukan plester berwarna hitam. Ia memplester seluruh bagian buku itu beserta buku yang tertumpuk rapi di atas meja kerja Seo yang tadi ia amati. Setelah selesai dengan pekerjaannya, Jessica kembali duduk dan sekarang ia memplester permukaan meja kerja Seo. Jessica sedikit memberikan unsur seninya di atas meja Seo dengan membentuk plester di meja Seo menjadi tulisan ‘SO?’.

Seo masuk ke dalam ruang kerjanya dengan membawa nampan. Ia membawakan Bubble Tea untuk Jessica dan dirinya. Namun baru beberapa langkah saja…

PRAAAANG

“JE-SI-CAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~”

ooo

Jessica mengambil kripik kentang dari dalam toples kemudian memasukannya ke dalam mulut. Ia sedang benar-benar bosan sekarang.

“Sudah berapa kali Dad bilang? Jangan mengacau! Kau terlalu sering menghabiskan uang Mom dan Dad untuk membayar para guru yang kewalahan karena ulahmu dan juga mengganti perabotan sekolah yang kau rusak! Bukankah lebih baik menghabiskan uang dengan membeli barang-barang yang berguna?” ucap Tuan Jung sambil menatap Jessica tajam

“Bukankah mengganti perabotan sekolah dan membayar guru juga berguna? Bagiku itu lebih berguna daripada membeli mobil merek mahal seperti yang Dad lakukan,” sahut Jessica

BRAAAK

“SUDAH CUKUP, SICA! KAU JANGAN MENGACAU LAGI!” Tuan Jung meneriaki Jessica

“Aku akan tinggal sendirian jika itu yang Dad inginkan!” Jessica menaruh toples keripik kentang tadi di atas meja kemudian berlalu pergi menuju kamarnya

.

Jessica mengemasi semua barang miliknya ke dalam koper pink kesayangannya. Sehun yang menatap kakaknya dari pintu kamar Jessica itu hanya menatap Jessica sedih. Sehun tidak ingin jika Jessica jauh dari dirinya karena ia terlanjur menyayangi kakaknya walaupun Jessica bersikap tak acuh kepadanya.

Saat Jessica menutup kopernya, Sehun berlalu dari depan pintu kamar Jessica. Gadis berambut cokelat tergerai panjang itu turun dan mengambil kunci mobil miliknya. Nyonya Jung menahan tangan Jessica saat Jessica akan berlalu pergi.

“Kau mau kemana?” tanya Nyonya Jung khawatir

“Aku akan tinggal sendirian, Mom. Jangan pernah mengkhawatirkan anakmu yang tidak kau anggap ini!” ujar Jessica lancang

“SICA!” bentak Tuan Jung yang mendengar kata-kata Jessica

“Aku akan pergi bersama Sica noona!” tiba-tiba Sehun datang sambil menggeret koper hitamnya

Jessica menengok ke arah Sehun sambil menampakan wajah polosnya, “Kau tak perlu ikut denganku,” ujar Jessica dengan nada datar.

“Tidak bisa, aku adalah namja dan aku bertanggung jawab atas saudara yeoja-ku.” jawab Sehun dan membuat ke-3 orang yang mendengarnya terkejut dengan perkataan lelaki muda itu

“Sehun ah! Kau harus tetap di rumah!” Nyonya Jung menahan lengan Sehun

“Mom! Sehun harus menjaga Sica noona, apapun yang terjadi.” tekad Sehun memang sudah bulat, ia memang memutuskan untuk mengikuti kemana saja Jessica pergi. Selain keinginannya untuk mengikuti Jessica, tekadnya itu juga untuk menjaga Jessica.

Jessica hanya menatap Sehun dingin kemudian berlalu pergi dari hadapan kedua orang tuanya. Sehun buru-buru mengejar Jessica; kedua orang tua Jessica hanya dapat membeku di tempat mereka menatap kepergian kedua anaknya tersayang.

.

Selama perjalanan, Sehun hanya terdiam. Ia mencoba menelusuri pikiran Jessica yang terkadang sulit ia baca. Jessica sendiri sibuk mengemudikan mobilnya. Gadis itu tidak habis pikir jika adik tirinya mau pergi dan hidup berdua bersamanya.

“Kenapa kau mau menemaniku? Kau mempunyai suatu rencana, huh?” tanya Jessica dingin tanpa menoleh sedikitpun ke arah Sehun

Sehun menoleh dengan sedikit kaku ke arah Jessica. Lelaki itu sedikit sakit hati karena perkataan Jessica. “A-aniyo! Mana mungkin aku menyakitimu, Noona?” jawab Sehun berusaha setenang mungkin

Jessica mendesis seperti ular sebelum ia bergumam, “Itu bisa saja…”

Sesampainya di rumah kecil milik Jessica yang ia beli diam-diam dari uang tabungannya, gadis itu keluar dari mobilnya dan segera mengambil kopernya. Sehun sama sekali tidak tahu jika Jessica memiliki rumah dari tabungan sendiri.

“Rumah siapa, Noona?” tanya Sehun lirih, takut-takut Jessica marah atau berkata dingin lagi kepadanya

“Rumahku… Jangan bilang-bilang Mom atau Dad, arra!”

Sehun mengangguk mendengar jawaban dari Jessica. Namja itu menahan tangan Jessica saat Jessica berusaha menenteng kopernya.

“Biarkan aku saja yang membawanya, Noona,” ujar Sehun lembut

Jessica menepis tangan Sehun, “Isshh.. Baiklah. Bawakan tas ini ke kamarku!” dan kemudian Jessica berlalu masuk ke dalam rumahnya.

Sehun hanya menggelengkan kepalanya seraya bergumam, “I do cause I love you, Noona~”

ooo

Jessica duduk malas di kursinya sambil membaca komik dan mengunyah permen karet. Ia duduk sambil menikmati udara segar yang masuk dari jendela di kelasnya. Banyak sekali lelaki yang mengganggu dirinya, mulai dari lelaki yang satu kelas maupun berbeda gedung. Sebenarnya tidak begitu mengganggu, hanya saja para lelaki itu terus mengikuti Jessica dan seperti menguntit atau memata-matai gadis dingin itu.

Jessica memang terkenal populer di kalangan para murid perempuan apalagi di kalangan para murid laki-laki. Banyak yang datang kepada Jessica untuk sekedar bersalaman, meminta tanda tangan, ataupun meminta foto bersama. Akan tetapi, Jessica selalu menolak semua permintaan itu dan memilih diam. Jikalau memang dia difoto atau dimata-matai pun itu tak masalah bagi dirinya. Toh, dia tetap mengacuhkan para fans-nya itu. Anehnya, mereka bukannya menjauhi Jessica tetapi malah bertambah mendekati Jessica.

Jessica masih sibuk membaca komiknya; sedangkan beberapa laka-laki di kelasnya sibuk mencuri pandang kepada Jessica dan diam-diam memotret apa yang sedang Jessica kerjakan. Tiba-tiba Jessica merasakan aura yang berbeda mendekati dirinya. Ya, aura orang itu dirasa Jessica sama persis seperti aura Sehun – adik tirinya.

“Chanyeol~” ujar Jessica tanpa menoleh ataupun melirik siapa yang datang

Laki-laki yang dipanggil dengan panggilan Chanyeol itu hanya tersenyum mengetahui bahwa Jessica sudah bisa menebak siapa yang datang. Chanyeol duduk di kursi sebelah Jessica yang kosong. Laki-laki itu melirik Jessica sebelum ia mulai mengganggu Jessica.

“Membaca komik lagi, huh?” Chanyeol mengambil paksa komik Jessica

“YA! Kembalikan komikku!” pekik Jessica sehingga membuat beberapa murid di kelas itu menoleh kearahnya

“Tidak sebelum kau mau mentraktirku ramen di kantin siang ini!”

Mwoya!?

“Kau harus mentraktirku, ne?”

Shireo!

“Sooyeon~” Chanyeol mengeluarkan nada manjanya

“Aissh.. Berhenti merengek! Kau tidak pantas merengek seperti itu! Kau sudah dewasa!” Jessica melipat kedua tangannya di depan dada

“Kalau begitu belikan aku Ramen!”

Jessica menghirup udara sedalam-dalamnya sebelum ia menangani Chanyeol…

“Kau berlaku seperti ini karena aku kemarin ditangkap guru, ne?” desis Jessica

Aniyo! Siapa bilang aku melakukan ini karena kau ditangkap Seo sonsaengnim? Aku hanya ingin kau mentraktirku siang ini di kantin, jebal~” Chanyeol kembali merengek

“Aishh.. Wae???

Chanyeol meringis memperlihatkan giginya yang rapi itu kepada Jessica, “Aku lupa membawa uang sakuku tadi…”

Jessica mengernyitkan dahinya, “Bilang sedari awal! Maka aku tidak akan sekesal ini kepadamu,” yeoja cantik itu menyentil dahi Chanyeol kemudian menggenggam tangan laki-laki itu dan mengambil kembali komik kesayangannya.

Para lelaki di kelas itu mulai meruntuki dirinya sendiri, mereka mulai kesal kenapa mereka harus melihat pemandangan menyakitkan seperti tadi. Yah, walaupun Chanyeol dan Jessica memang selalu dekat seperti tadi, tetapi lelaki di kelas itupun belum rela Jessica dekat dengan lelaki jangkung berambut sedikit cepak berwarna hitam itu.

“Jadi kau masih sering membaca komik?” Chanyeol bertanya sambil mengeluarkan makanan ringan yang ada di laci Jessica

Jessica tidak menjawab pertanyaan Chanyeol karena ia terlalu fokus akan komiknya. Chanyeol hanya melirik Jessica sekilas kemudian mencolek dagu gadis cantik di sebelahnya itu. Jessica menoleh sambil menatap Chanyeol tajam.

“Berhenti main-mainnya! Aku ingin membaca komik ini terlebih dahulu, baru nanti kita main-main dengan guru yang mengajar,” ujar Jessica sembarangan; Chanyeol hanya terkekeh mendengar jawaban dari Jessica

.

Kali ini sasaran Jessica dan Chanyeol adalah Young sonsaengnim yang terkenal dengan teriakan khas-nya. Jessica benar-benar ingin mengganggu guru yang satu itu sekarang. Chanyeol membantu Jessica membuat jebakan bagi Young sonsaengnim.

Mereka adalah tim kerja yang terbilang sangat cekatan dan mau bergotong royong. Mereka berdua juga mau bertanggung jawab walaupun pada akhirnya Jessica lah yang akan memenangkan perdebatan dengan guru – siapa pun itu. Bahkan kedua orang tua Jessica tidak dapat menghentikan aksi Jessica.

Saat Young sonsaengnim masuk ke dalam kelas……

BUUUK

Penggaris papan tulis tiba-tiba menyerang Young sonsaengnim dari atas pintu dan menyebabkan hidungnya memerah. Tak lama kemudian, tepung beserta beberapa telur jatuh dari atas pintu. Young sonsaengnim sangat marah saat itu – terlihat dari wajahnya yang memerah.

“JE-SI-CAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

Dan nama itulah yang selalu disebut pertama kali oleh para guru di sekolahan ini saat mereka terkena sebuah jebakan seperti itu.

“CHAN-YEOOOOOL!!!”

Dan jika itu terjadi di kelas, maka partner Jessica – Chanyeol – lah yang akan dipanggil dengan teriakan setelah nama Jessica dikumandangkan(?).

Jessica dan Chanyeol akhirnya digeret menuju ruang BP untuk mendapatkan pengarahan dan nasihat. Seperti biasanya, Jessica sama sekali tidak mendengarkan pengarahan itu. Yeoja itu berusaha mencari kesibukan sendiri; sedangkan Chanyeol hanya dapat pasrah jika dia dikeluarkan dari sekolahan.

“Nona Jung! Tolong perhatikan saya!” suruh Shim sonsaengnim

Jessica hanya menoleh sekilas dan kembali membuang wajahnya dari guru dengan tinggi 190 cm dan dijuluki Tiang sonsaengnim itu. Chanyeol benar-benar merasa ada yang akan terjadi kepadanya setelah ini.

“Park Chanyeol! Kau dikeluarkan dari sekolah!” ucap Shim sonsaengnim membuat Chanyeol terlonjak kaget dibuatnya

Jessica menatap Shim sonsaengnim tajam, “TIDAK BISA! SIAPA KAU? BERANINYA MENYURUH DIA UNTUK KELUAR DARI SEKOLAH INI!?” teriak Jessica sambil beranjak dari duduknya.

Jessica menarik Chanyeol agar namja itu juga bangun dari duduknya. “KAU…..” Jessica menatap Shim sonsaengnim beberapa detik sebelum ia melanjutkan kata-katanya, “KUPECAT!” lanjut Jessica yang kemudian menarik Chanyeol agar cepat pergi dari ruangan mematikan itu.

Jessica memang mempunyai hak untuk memecat seorang guru di sekolahan itu, yah, seperti itulah kata ayah Jessica. Namun dengan satu syarat bahwa sekolahan menyetujui itu. Dan kejadian kali ini memang bukan kedua kalinya, tetapi sekolahan sepakat memecat Shim sonsaengnim yang sebenarnya bernama asli Shim Changmin.

.

Siang ini Jessica berjanji akan mentraktir Chanyeol ramen. Ia benar-benar membayar janjinya. Jessica sedikit menggeret Chanyeol menuju kantin.

Sesampainya mereka di kantin, semua anak di sana menatap ke arah Jessica dengan pandangan ‘Kau adalah Ratu’. Sedangkan beberapa memandang Chanyeol dengan pandangan ‘Kau beruntung’ dan pandangan untuk Chanyeol adalah pandangan mengolok-olok.

Chanyeol hanya tersenyum pahit menatap semua orang yang berada di kantin itu. Ia beruntung mempunyai teman dekat seperti Jessica yang dapat membantunya kapan saja dan dimana saja. Yah, walaupun Jessica sendiri tidak seasyik gadis lainnya. Bahkan Jessica cenderung lebih dingin dari gadis pada dasarnya.

Jessica menarik Chanyeol agar segera memesan apa yang Chanyeol inginkan dan segera duduk di salah satu meja. Jessica tidak kuat jika disuruh berlama-lama berdiri. Yeoja itu berlari ke sana kemari di kantin itu dan membuat banyak orang menatapnya.

Tak terlewat pula, para fans Jessica suka mengabadikan moment seperti itu. Tetapi bagi Jessica juga ‘Whatever’. Yah, begitulah Jessica~

.

Disisi lain…..

Hyung, Tiffany dimana?” tanya seorang laki-laki dengan rambut ungu kepada seorang laki-laki yang sedang membaca buku di sebelahnya

Lelaki yang ditanya tadi hanya mengendikan bahunya dan terus fokus membaca buku itu. Lelaki dengan rambut ungu mencoba menenangkan pikirannya dengan menarik napas panjang. Tetapi ditengah-tengah ia menghirup udara nan segar itu, tiba-tiba…

“Uhuk… Uhuk uhuk…”

Waeyo?” lelaki yang sedang membaca buku itu bertanya kepada lelaki berambut ungu tadi

“Kau tidak merasakan sesuatu, Hyung?”

Lelaki yang ditanyai hanya tersenyum simpul. Ya, tentu saja ia merasakan sesuatu. Bahkan keduanya benar-benar dapat dirasakan dengan baik oleh lelaki tersebut. The Vampire and The BloodyLuv.

oo To Be Continued oo

Aku datang dengan FF ber-chapter yang baru😀 Mungkin ini pengganti FF Mommy! Daddy! … Kira-kira siapa ya pemeran utama di FF ini? Umm.. Tentu saja Jessica sih (itu sudah pasti, kkk~) Tetapi diantara ke-4 namja itu…. Siapa kira-kira yang menjadi pemeran utamanya?🙂

Thanks for Read This Fanfiction😀

82 thoughts on “The BloodyLuv (Chapter 1)

  1. hwaa keren deh.. tp rada gak kebayang ama sikap jessica yg bsa dibilang nakal😮 tp seru thor.. lanjut yha .. hwaiting😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s