[Freelance] Mistake (Ficlet)

tumblrl3znxwblft1qzj7t8

  • Judul : Mistake
  • Author : littledevil
  • Rating : General
  • Length : Ficlet
  • Genre : Romance
  • Main Cast : Jessica and Kyuhyun
  • Support Cast : Donghae, Tiffany
  • Disclaimer : ff ini pernah dipost di wp pribadi author ( elgaalifqiah.wordpress.com ) kalau ada yang nemu selain didua blog ini artiny plagiatXD

.

.

.

“Aku mencintaimu oppa, meskipun aku tahu ini adalah sebuah kesalahan. Tapi bukankah selalu ada pembenaran untuk cinta?”-Jessica

.

.

.

Tidak ada yang benar-benar berubah sejak kedatangannya dua tahun lalu. Sikap pendiamnya membuat rumah ini tidak seperti kedatangan seorang penghuni baru. ‘I don’t really like talking’ hanya kata-kata itu yang kudapat saat kutanyakan mengapa ia jarang melakukan interaksi dengan penghuni rumah yang lain. Dia pendiam, terkesan cuek dan dingin. Yah, itulah Jessica.

.

“Yeobseoyo”

Kyuhyun-a, kau belum tidur kan?

“Belum eomma. Wae?”

“Tolong jemput Jessica dikantor. Appa dan eomma ada urusan mendadak di Jepang. Kami tidak bisa mengantarnya pulang.

“Arasso. Aku akan segera kesana.”

Setelah menutup telpon, aku langsung menyambar jaket dan kunci mobil lalu menjemput jessica di kantor appa. Jaraknya tidak terlalu jauh sebenarnya tapi karena ini sudah lewat tengah malam, aku sedikit khawatir dengannya. Sekitar 10 menit kemudian, aku sampai didepan kantor appa. Jessica berdiri didepan gedung kantor dengan heels ditangannya dan gaun malamnya yang sedikit terbuka.

“Aish, kenapa kau lama sekali?” gerutunya saat masuk ke dalam mobilku. Gadis ini!

“Sudah untung aku mau menjemputmu.”

“Seperti kau sanggup saja membiarkan aku sendiriin ditengah malam seperti ini.” Ucapnya meremehkan sambil memundurkan sandaran kursi. Gadis ini benar-benar!

“Aku baru saja melakukannya.”

“Sudah diam. Aku mau tidur. Kalau sudah sampai dirumah jangan bangunkan aku. Gendong saja aku kekamar.” Ucapnya lalu tidur. Aku hanya geleng-geleng kepala melihatnya. Yah, itulah Jessica. Jessicaku.

.

Hari ini matahari sepertinya benar-benar sedang tidak ingin melepaskan bumi dari sisinya. Sinarnya berhamburan menerangi setiap inchi bumi bersamaan dengan panas yang menusuk kulit. Sialnya, hari ini adalah jadwalku meninjau lokasi proyek baru yang sedang aku tangani bersama sahabatku donghae hyung. Tapi karena donghae hyun ada rapat lain terpaksan aku harus meninjau sendirian. Dengan berat hati, aku meninggalkan ruangan kerja ber-Acku lalu pergi menuju lokasi proyekku. Siang ini memang benar-benar tidak bisa diragukan. Baru 5 menit aku meninjau lokasi ini, hampir seluruh bagian kemejaku dibasahi oleh keringat. Panas. Dan sangat gerah.

‘oppa oddiya? Ice cream sepertinya cocok untuk cuaca siang ini. Beritahukan lokasimu sekarang dan aku akan kesana. Palli.’

Aku hanya tersenyum saat membaca pesan singkat dari gadisku. Aku tahu dia tahu dimana aku dan apa yang aku lakukan sekarang. Aku sudah cukup mengenalnya. Dia akan bertanya kepada sekertarisku terlebih dahulu sebelum mengirimiku pesan atau menelponku.

‘aku tahu kau tahu dimana aku dan apa yang aku lakukan. Kusarankan untuk tidak kesini karena ini benar-benar bukan tempat yang cocok untuk orang sepertimu. Aku sedang tidak siap untuk meladeni sikap manjamu ditengah terik seperti ini:p’

Tidak sampai semenit setelah kutekan tombol ‘send’, teriakan nyaring seorang perempuan muda seolah ingin memecahkan gendang telingaku.

“YAK OPPA!!” bersamaan dengan teriakan itu, sosok Jessica muncul dengan payung dan kacamata hitam yang bertengger rapi dimatanya. aku menahan tawa melihatnya berjalan menuju kearahku. Dari lekukan bibir dan mimik wajahnya, aku tahu dia sedang kesal.

“sebaiknya kau pulang.” Ucapku lalu sok tidak peduli padanya. Kulirik dengan ekor matanya, ekpresi wajahnya semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar ingin tertawa saat ini.

“bukan aku tapi kita. Aku ingin makan ice cream bersamamu. Sekarang!!” ucapnya sambil berkacak pinggang.

“Aku sibuk.” Masih dengan espresi tidak peduli aku membalas ucapannya.

“well, aku tahu dan aku sudah menyuruh donghae oppa untuk menggantikanmu. Dia sedang dalam perjalanan kesini.” Aku sedikit kaget bercampur marah mendengar ucapan gadis ini.

“Kenapa kau selalu bertindak semaumu? Apa kau tidak tahu bahwa dia punya rapat dengan client lain?” kataku dengan nada yang agak tinggi. Kadang-kadang tindakan semau-maunya itu membuatku emosi.

“well, tidak ada rapat yang harus dihadiri donghae oppa karena clientnya membatalkan. Dan kau tidak punya alasan lain untuk menolak. Kajja, kulitku akan terbakar jika berlama-lama disini.” Nada bicaranya yang santai malah semakin membakar emosiku.

“tidak akan. Aku akan menunggu donghae hyung. Lebih baik kau pergi sendiri.” Aku masih bersih keras tidak ingin ikut dengannya.

“Shireo!! Aku ingin pergi bersamamu.” Ucapnya lalu menarikku kearah mobil yang kuparkir diseberang jalan. Selalu keras kepala dan semaunya. Beginilah jessica. Jessicaku.

.

Natal sebelumnya kulewati hanya berdua dengan Jessica. Namu kali ini berbeda, appa dan eomma bilang mereka akan kekorea untuk merayakan natal bersama kami sekaligus ingin menyampaikan suatu hal penting. Terpaksa kencan natalku dengan jessica harus batal. Kami tidak mungkin berkencan saat orang tua kami berada dikorea. Itu membahayakan hubungan kami, dan aku lebih khawatir karena itu juga membahayakan jessica.

Jessica sedang menyiapkan makan malam saat aku turun dari lantai 2. Satu setengah jam lagi pesawat appa dan eomma akan lepas landas dan aku bertugas untuk menjemput mereka dibandara. Aku sedikit berlari kearahnya dan mencium keningnya kilat. Sudah sering kulakukan saat dirumah hanya ada kami berdua.

“Aku pergi. Jangan lupa jaga rumah baik-baik. Ingat, kau hanya sendiri.” Pesanku padanya.

“Aku tahu. Maka dari itu cepatlah pulang.”

“oke.” Setelah percakapan singkat itu, aku kemudian menuju garasi dan melajukan mobilku menuju bandara incheon. Setelah sampai disana, terlihat appa dan eomma telah menungguku. Aku dengan sigap mengangat koper mereka kedalam bagasi dan membukakan pintu mobil untuk mereka. Setelah itu, akupun mengendarai mobilku menuju rumah. Membutuhkan waktu satu jam lebih dari bandara incheon menuju rumah, dan saat kami sampai sambutan hangat jessica berikan kepada kedua orang tua kami yang memang sudah lama tidak bertemu dengan kami.

“Eomma appa, I miss you.” Kata jessica manja sambil memeluk kedua orang tua kami.

“I miss you too dear. Ah, appa sangat lelah dan lapar.” Mendengar ucapan itu jessica lantas melepas pelukannya.

“appa lapar? Kajja kita makan. Aku sudah menyiapkan makan malam spesial untuk kalian.”

.

Makan malam kali ini tidak jauh berbeda dengan makan malam sebelumnya. Hening dan tidak ada percakapan sama sekali. Hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang beradu. Aku sendiri sedang tidak punya topik untuk memulai pembicaraan.

“Kyuhyun-ah, setelah makan malam temui appa diruang kerja. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu.”  Perkataan appa tadi hanya kubalas dengan anggukan. Setelahnya suasana hening kembali tercipta.

.

Appa dan eomma telah kembali ke jepang namun hubunganku dengan jessica masih seperti saat mereka ada. Canggung dan terbatas. Pembicaraanku dengan appa tempo hari diruang kerjanya terus terngiang dikepalaku. Aku membenarkan setiap kata yang ia ucapkan saat itu. Dan pembenaran itu tanpa sadar membuatku menciptakan jarak dengan jessica. Aku tidak pernah mencoa untuk menghindarinya. Itu terjadi secara spontan. Entahlah, aku juga tidak mengerti.

‘aku menunggumu dicafetaria dekat kantormu. Datanglah sebelum aku mengadukanmu kepada appa. We need to talk!!’

Aku hanya memandangi pesan yang jessica kirim sejam yang lalu tanpa ada niatan untuk membalas. We need to talk. Yah dia benar, kami memang butuh bicara. Aku yakin appa belum memberitahukan jessica tentang rencananya. Dan aku pun belum siap untuk memberitahukan jessica hal itu. Tepat saat aku ingin membalas pesan dari jessica, seseorang memasuki ruanganku tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu. Tidak usah menoleh, aku sudah tahu itu pasti jessica.

“Kenapa kau tidak datang? Apa kau tidak membaca pesanku?” aku masih tidak tahu bagaimana cara untuk menghadapi jessica. Aku masih bingung.

“Kurasa kantor bukan tempat yang tepat untuk menyelesaikan masalah kita.” Setelah itu aku bangkit dari kursiku dan berjalan menuju parkiran. Jessica mengikutiku dari belakang.

.

Aku memberhentikan mobilku di tepi jalan yang sepi. Sesungguhnya, aku tidak tahu tempat yang cocok untuk membahas masalah sesensitif ini dengan jessica. Apalagi dengan pembawaan jessica yang sedikit susah ditebak. Aku sendiri juga belum siap untuk membicarakan hal ini.

“Jadi ada apa denganmu akhir-akhir ini?” aku tidak tahu jawaban apa yang harus kuberikan untuk pertanyaannya. Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskan semua ini kepadanya.

“hmm kau kenal Tiffany hwang?” aku benar-benar tidak tahu bagaimana cara menjelaskan semua ini kepada jessica.

“Yah, dia teman satu sekolahku saat dikalifornia. Kami juga satu universitas tapi beda jurusan. Ada apa dengan tifaany?” jessica hanya menjawabnya santai. Tetapi itu benar-benar membuatku semakin gugup. Aku ragu dia bisa menerima semua yang akan kuberitahukan kepadanya.

“hmm appa akan menjodohkanku dengan Tiffany.” Kalimat itu terluncur dengan ragu dari mulutku. Aku sedikit melirik kearah jessica. Dia hanya diam.

“kau menyetujuinya?” hanya itu yang ia ucapkan.

“belum. Tapi kurasa akan. Appa bilang menikah dengan Tiffany bisa memgamankan posisiku. Kau tahukan, aku Cuma anak angkat. Dan kurasa appa benar.” Aku berkata dengan sangat hati-hati. Aku tidak bisa memprediksikan apa yang akan jessica lakukan selanjutnya. Jessica dia selama beberapa detik sebelum kembali berbicara.

“Tolak perjodohan itu. Aku akan mengatakan kepada appa tentang hubungan kita yang sebenarnya. Kau Cuma anak angkat. Appa akan setuju dengan hubungan kita. Kita bisa membuka identitasmu sebagai kakak angkatku agar orang-orang tidak salah paham. Kau punya pilihan untuk menolak dan memilihku.” Aku tersenyum kecut mendengar perkataan jessica.

“Tidak semudah itu jess. Aku memang punya pilihan. Aku bisa saja menolak tapi aku tidak bisa memilihmu. Hubungan seperti ini adalah sebuah kesalahan”

“bukankah kau selalu bilang selalu ada pembenaran untuk cinta? Lagi pula kau hanya kakak angkatku. Tidak ada yang salah dengan hubungan kita.” Aku menunduk sejenak mendengarkan ucapan jessica. Dengan satu hembusan berat, aku kemudian membalas ucapannya.

“Appa memang appa angkatku jess, tapi eomma adalah eomma kandungku.”

“Apa?” jessica sangat kaget mendengar ucapanku.

“Eomma adalah ibu kandungku. Sebelum menikah dengan appa, eomma hamil. Itu sebabnya semua orang percaya bahwa aku anak kandung mereka berdua. Karena aku memang lahir dari rahim eomma. Mereka tidak mengatakan yang sebenarnya kepadamu. Mereka pikir, lebih baik bagimu menganggapku kakak angkat daripada kakak tiri.” Jelasku panjang kepada jessica.

“bohong.”

“aku mengatakan yang sebenarnya. Kurasa mulai dari sekarang kita harus sama-sama belajar menerima kenyataan. Hubungan kita dari awal memang sebuah kesalahan.”

.

Setelah hari itu, aku memutuskan untuk menyetujui perjodohan itu dan pergi kekalifornia. Aku tidak sempat mengucapkan selamat tinggal kepada jessica. Bukannya sengaja, kurasa itu akan memberatkanku untuk pergi. Jessica tahu kelemahanku dan dia bisa saja menggunakannya. Aku tidak ingin kami terus berada pada hubungan yang salah. Cepat atau lambat hal ini pasti akan terjadi. Perpisahan adalah langkah terbaik untuk hubungan kami. Dan aku ingin melakukannya sebelum aku benar-benar tidak bisa melepaskan jessica. Itu akan lebih mudah untukku. Juga untuknya. Kudengar, seminggu setelah aku kekalifornia, jessica memutuskan untuk tinggal bersama appa dan eomma ditokyo.

Tiga bulan setelahnya adalah hari pernikahanku dengan Tiffany. Jessica tidak datang. Eomma bilang dia tidak bisa melihatku menikah dengan orang lain. Yah, eomma mengetahui semuanya. Dia bilang, jessica menceritakan tentang hubungan kami kepada eomma dan appa saat ia sampai ditokyo. Aku sedikit kaget mengetahui seberapa nekatnya gadis itu. Gadisku. Jessicaku. Adikku.

.

.

.

“Semua akan tetap menjadi kesalahan, sekeras apapun kita mencoba membenarkannya. Cinta memang selalu tulus dan jujur, tapi cinta tidak bisa membenarkan apapun”-Kyuhyun

.

.

.

End

12 thoughts on “[Freelance] Mistake (Ficlet)

  1. Kasian banget KyuSica gak bisa bersatu… Kyuhyun oppa udah menikah gimana sama Sica eonni apa dia bisa move on??

    Ditunggu cerita lainnya yaa🙂

  2. kyuppa kaka tirinya? udah nggak ada harapan lagi kalo gitu.aku kira kyuppa cuma kaka angkat jadi mereka bisa bersatu.kasian sica eon pasti nyesek.next ff dtnggu thor & KEEP WRITING!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s