[Freelance] Miracle 2 : Kiss

miracle 2

Author

Jung YooRey (@zakariatika)

Title

Miracle : Kiss

Genre

Romance, Melodrama, Sci-Fi, Comedy

Rating

T

Lenght

Multichapter

Cast

Jessica Jung

Kris Wu

Other Cast

Kim Jongin

Im Yoona

Disclaimer

all cast do not belong to me but everything is my bias especially jessica jung. This fanfiction is mine completely! Got inspiration by some drama, especially ‘You Who Came From The Star’.

BackSound

Pink Lens – CHI CHI (Maboy OST.)

*Happy Reading*

 

SM Building, 11.30 KST

 

“jongin-ah! Jongin-ah!”

Seorang pemuda paruh baya dengan kameranya menoleh saat mendengar teriakan berat dari belakangnya. Dengan cekatan ia mengikuti namja itu menuju sebuah ruangan.

“bukankah itu park chanyeol EXO? kenapa dia berlari-lari sambil memanggil jongin? Mungkin ada sesuatu yang penting yang dapat kumasukkan di forumku.” Gumam namja berkamera itu sambil terus mengikuti langkah tergesa-gesa chanyeol. Tidak berapa lama, namja itu tahu jika chanyeol terburu-buru menuju ruangan latihannya.

Cklek. “jongin-ah! Kudengar jessica sunbae bera—akh!

Jessica? jessica jung si dewi fortuna? Ada apa dengan jessica? kenapa chanyeol baru saja berteriak kesakitan? Apa yang terjadi? apa mereka bertengkar karena jessica? berbagai pertanyaan hinggap di kepala namja berkamera itu.

kyaa~”

“oh? Siapa yang berteriak itu? seperti suara yeoja.. ah, ini akan menjadi berita heboh jika seorang yeoja berada di ruang latihan EXO. mungkin itu jessica?” lirih namja berkamera itu sambil berjalan dengan cepat ke arah pintu ruang latihan EXO yang terbuka lebar.

Mata namja berkamera itu membulat. Sebuah pemandangan yang membuatnya mengucek matanya untuk memastikan apa yang dilihatnya itu benar-benar terjadi. Tidak mau membuang waktu, namja itu membidik tepat pemandangan dihadapannya dengan kamera ditangannya.

JEPRET

jinjja daebak! Kris Wu EXO dan dewi fortuna Jessica Jung berciuman!” teriaknya heboh. Rasa shock masih menghinggapinya. Matanya mengelilingi seluruh orang diruangan itu yang juga ikut mematung. Dengan cepat namja berkamera itu berlari meninggalkan ruang latihan itu dengan sebuah gambar yang didapatnya.

Sebuah gambar yang pastinya akan membuat dunia terkejut dan ia akan kaya raya.

 

*

 

noona? kau baik-baik saja?” myunggok melirik-lirik jessica dengan sudut matanya. yeoja itu masih bergeming ditempatnya duduk sambil memegangi bibirnya. Myunggok tahu, jessica pasti masih shock. Nana bahkan menyimpan seluruh rasa penasarannya ketika myunggok dan jessica terburu-buru masuk ke dalam van dan jessica yang terus memegangi bibirnya dan tidak banyak bicara—bahkan yeoja itu cenderung diam.

“apa jadwalku hari ini?” tanya jessica cepat masih dengan tangan yang menyentuh bibirnya. Myunggok yang sedang menyetir itu nampak berpikir.

“kita akan ke salon untuk memperbaiki bulu matamu lalu malam ini kau harus menghadiri acara ulang tahun kwon jiyong.” Jawab myunggok.

Jessica hanya mendesah pelan. ingatan akan bibirnya yang mencium kris itu kembali terngiang. Oh baiklah, itu ketidak sengajaan jessica yang ditabrak oleh jongin yang juga ditabrak oleh chanyeol. Lalu.. lalu foto ciumannya dengan kris sekarang berada di tangan orang yang tidak dikenal. Bagaimana jika foto itu disebar? Bisa-bisa reputasinya hancur.

Ah, kenapa aku terbayang terus dengan tatapan namja itu? argh, kurasa aku sudah mulai gila.

 

*

 

Ditempat lain namun diwaktu yang sama, seorang namja nampak seperti patung dikamar dormnya. Tatapan matanya menerawang. Bahkan degup jantungnya masih terasa sampai sekarang walau insiden ‘sensor’ itu sudah berlalu sekitar 8 jam yang lalu. Oke, itu adalah ciuman pertamanya. Kaget? Seorang kris wu yang wajahnya sedikit mesum itu belum pernah melakukan ciuman? Namun itulah faktanya. jessica adalah ciuman pertamanya selama hampir 24 tahun ia hidup.

Kris bahkan tidak menyangka jika jessica akan menciumnya—walau tidak sengaja. Terlebih lagi ada seorang paparazzi yang memotretnya berciuman dengan jessica. akh, rasanya kris ingin menggantung dirinya sendiri saat itu. namja itu bahkan lebih memilih untuk menutup mulutnya karena shock. Ayolah, siapa yang tidak shock jika ciuman pertamanya diambil oleh orang yang dianggap paling menyebalkan di dunia? Yup, kris rasanya ingin mengambil ciumannya kembali. Ini terbalik, harusnya jessica yang nampak kalang kabut, tapi nyatanya kris lah yang terlihat lebih shock. Mungkin karena jessica sudah melakukan ciuman beberapa kali dalam dramanya, jadi tidak terlalu shock. Beda dengan kris yang bahkan sangat jarang melakukan skinship dengan seorang yeoja.

Kris menutup matanya berharap ketenangan dapat menghinggapinya. Tapi ketika matanya terpejam, tatapan lembut (seharusnya tajam) jessica memenuhi memorinya. Bibir yeoja itu.. manis.

Tanpa sadar, kris tersenyum simpul seakan ia merasa bahwa bibir jessica masih tertempel di bibirnya. Bibir yang tipis dan menggoda, membuatnya ingin melahap bibir yeoja itu lagi. bahkan ia tidak sadar jika sekarang bibirnya telah membentuk sebuah kissable.

g-ge? k-kau baik-baik saja?”

Kris membuka matanya kaget dan memperbaiki letak bibirnya. Kris tersontak ketika melihat wajah yixing yang sangat dekat dengan wajahnya. “yak! kau mengagetkanku, zhang yixing!”

Yixing hanya tersenyum tiga jari memamerkan lesung pipitnya. “hehe. apa yang kau lakukan memajukan bibirmu seperti itu? apa kau membayangkan bibir jessica sunbae?” tebak yixing yang membuat wajah duizhang itu memerah. Yixing tertawa terbahak-bahak dalam hatinya, tebakannya sudah pasti tepat.

“ti-tidak! A-aku hanya mencari nafas segar. Ya, udara segar.” Dusta kris sambil berusaha memperbaiki raut wajahnya dan menghirup udara dengan mulutnya secara cepat.

Yixing hanya mengangguk mengerti walau ia ingin sekali menertawai kris yang nampak seperti anak remaja yang baru mengalami pubertas. “arra, arra. Oh ya, taekyung hyung menyuruhku untuk memberitahumu agar segera siap-siap untuk ke ulang tahun jiyong sunbae.”

Kris mengangguk. “hm.”

Yixing memilih keluar dari kamar kris sambil mengulum senyumnya. Seandainya kris tidak lebih tua darinya, sudah pasti ia gunakan ponselnya untuk mengabadikan wajah ‘ketahuan maling’ kris. ayolah, siapa yang tidak mau mengabadikan wajah seorang ice prince? Bukankah itu hal langka melihat seorang ice prince tersipu-sipu?

“hahaha, kris ge benar-benar menggemaskan. Bahkan tadi dia memajukan bibirnya sambil tersenyum. Seandainya aku tadi memotretnya lebih dulu. lebih baik aku beritahu chanyeol dan baekhyun. hahaha.” Gumam yixing sambil menahan tawanya yang benar-benar akan meledak dengan keras.

 

*

 

Sebuah red carpet telah disiapkan didepan pintu gedung di pusat Gangnam yang telah ramai oleh sinar dari lensa para wartawan yang berebut mengambil gambar para artis yang berdatangan ke acara itu. mulai dari aktor lee min ho, lee dong wook, lee donghae, choi siwon, lee seunggi, lee hyori, song hye kyo, park shin hye, yoo in na, victoria song, jeon jihyun, dan artis papan atas lainnya telah datang ke acara itu. acara yang diperkirakan menghabiskan sekitar 100 juta won itu adalah acara ulang tahun dari seorang artis papan atas Kwon Jiyong atau lebih dikenal sebagai G-Dragon.

Berbagai macam limousine dan van telah memasuki gedung itu. sebuah limousine berwarna putih berhenti tepat didepan red carpet didepan gedung. Tak ayal lagi jika para wartawan segera membidik kameranya saat pintu limousine itu terbuka dan sebuah kaki jenjang yang begitu mengkilat menginjakkan kakinya di atas red carpet. Tubuh yeoja itu berkilau saat permata di kalungnya terpantul oleh sinar blitz dari kamera dari para wartawan.

“jessica! lihat kemari!” seru seorang wartawan berusaha mendapat eye contact dewi fortuna itu. jessica tersenyum pada kamera wartwan tadi dan melambaikan kecil tangannya. senyum yang melunturkan imageice princess’nya itu tersungging di bibir ranumnya.

“Jessica! disini!” seru wartawan lainnya. Jessica dengan ramah memamerkan senyum malaikatnya kepada para lensa kamera yang dilewatinya. Sesekali yeoja itu membungkukkan sedikit bahunya memberi salam kepada para fansnya.

noona, ayo kita masuk.” Bisik myunggok sambil mempersilahkan jessica untuk memasuki gedung lebih dulu. jessica memberi senyum terakhirnya kepada para wartawan dan fansnya sebelum ia memasuki gedung itu diikuti oleh myunggok.

“jessica jung-ssi? Silahkan lewat sini.” Jessica dan myunggok menoleh saat seorang pelayan lelaki mendekatinya dan menunjukkan sebuah pintu cokelat yang besar.

Jessica mengangguk. “ne.”

Jessica berjalan dengan anggun mendekati pintu itu tanpa diikuti oleh myunggok yang memang tidak bisa masuk, secara orang yang tidak diundang, tidak boleh masuk ke dalam ruangan termasuk manager para artis yang diundang. Alhasil, jessica harus masuk sendiri.

“jessica-ah.”

Jessica menoleh dan tersenyum lebar melihat sahabatnya dari sebelum debut sampai menjadi artis itu juga diundang. “tiffany? kau berada disini? memang kau mengenal jiyong?”

Tiffany—sahabatnya itu mengangguk sambil tersenyum menunjukkan eyesmilenya. “tentu saja, kami pernah shooting sebuah CF bersama. Kau sendiri? aku cukup terkejut melihatmu disini.”

“aku juga diundang oleh jiyong, kami pernah bermain bersama dalam drama Tae Hee eonnie.” kata jessica.

Tiffany mengangguk mengerti. “baiklah. ayo kita masuk? Diluar sini dingin.” Ajak tiffany sambil mengelus lengannya. Ya, melihat dress selutut dengan lengan yang hanya menutupi bahu kanannya yang melilit tubuh tiffany, sudah jelas yeoja itu akan kedinginan. Jessica juga sama dengan tiffany, bedanya, jessica menggunakan dress sejengkal di atas lutut tanpa lengan.

“hm kau benar. kajja.”

Baru saja jessica dan tiffany akan melangkah lagi, sebuah teriakan menghentikan langkah mereka. “jessica, tiffany!”

Dua yeoja cantik itu menoleh dan mengernyitkan kening mereka terkejut. “kwon yuri?”

Yeoja cantik dengan gaun yang mengekspos belakang leher sampai pangkal punggungnya itu tersenyum lebar dan mendekati tiffany dan jessica. yuri adalah salah satu sahabat jessica dan tiffany dari kecil sebelum menjadi terkenal, bedanya, yuri memulai debutnya menjadi seorang model international.

yak! kenapa kalian tidak bilang jika kalian diundang oleh jiyong juga?” seru yuri sambil tersenyum senang melihat kedua sahabatnya itu.

“aku bahkan tidak menyangka kau juga diundang oleh jiyong.” Ucap jessica diikuti anggukan tiffany.

“ayolah, aku dan jiyong pernah menjadi model di The Celebrity bersama. Dan.. kami pernah berkencan beberapa kali.” Bisik yuri yang membuat jessica dan tiffany membulatkan matanya. oh, jangan lupakan, yuri memang sangat senang bergaul dengan namja.

jinjja?” pekik jessica dan tiffany terkejut. Yuri hanya menaikkan kedua alisnya.

“kalian terkejut kan? Sudahlah, jangan dibahas lagi. lebih baik kita masuk saja, aku tidak ingin dikenal sebagai model yang suka jam karet.” Cerocos yuri.

Jessica dan tiffany hanya mengangguk kikuk dan berjalan bersama yuri memasuki pintu cokelat tempat pesta jiyong digelar.

Baru saja mereka didepan pintu, pintu itu sudah terbuka dengan sendirinya. Tentu saja, mana ada artis yang harus repot-repot membuka pintu sendiri? terlebih lagi ini adalah sebuah acara besar. Ketiga yeoja cantik dan elegan itu berhasil membuat hampir seluruh mata didalam ruangan itu menoleh tertegun. entah benar apa tidak, dimata mereka semua, jessica, tiffany, dan yuri terlihat sangat bercahaya. Senyum hangat terukir manis dibibir ranum mereka, rambut yang digerai dan berkilau, bau parfume yang sangat khas akan perempuan, kaki jenjang yang putih, dan jangan lupakan punggung terbuka yuri, bahu kiri mengkilat tiffany, dan kaki jenjang jessica.

Jessica, tiffany, dan yuri tersenyum dengan lembut dan anggun sembari melangkahkan kaki mereka ke arah jiyong diikuti banyak tatap mata kagum. Jiyong tersenyum melihat ketiga yeoja yang diundangnya itu.

“jiyong-ssi, saengil chukkae!” seru tiffany sambil menjabat tangan jiyong dan menempelkan pipinya ke pipi jiyong.

gomawo, miyoung-ssi. Aku senang kau sudah meluangkan waktumu datang ke acara ini.” balas jiyong sambil tersenyum dengan sangat tampan. Ya, jiyong terlihat sangat tampan dengan jas hitam dan rambut blondenya yang ditata dengan sangat simple. Terlebih lagi jiyong memang memiliki pesona yang kuat, membuatnya sangat maskulin.

“ah, sudah tentu aku harus datang di acara ulang tahun temanku, kan? Haha.” Ucap tiffany sambil tertawa kecil diikuti senyuman lebar jiyong.

“jiyong-ah, saengil chukkae! Kau semakin tampan saja.” Seru yuri sambil menempelkan pipinya juga pada pipi jiyong.

gomawo yuri-ah, kau juga semakin cantik.” puji jiyong yang membuat yuri tersenyum.

“aku selalu harus terlihat cantik.” kata yuri percaya diri.

happy birthday, jiyong-ssi! Terima kasih telah mengundangku.” Ucap jessica sambil menempelkan pipinya ke pipi jiyong.

Jiyong tersenyum hangat pada jessica. “thank you, jessie. tentu saja aku harus mengundangmu, aku sudah menganggapmu sahabatku. Haha.”

Jessica tertawa kecil. “aku juga.”

Jiyong nampak menoleh ke arah kanan dan menoleh lagi ke arah jessica, tiffany, dan yuri. “oh ya, sepertinya aku harus ke keluargaku dulu. tidak apa kan kutinggal?”

Jessica, tiffany, dan yuri mengangguk. “tentu saja.”

okay. selamat menikmati pesta ini.” pamit jiyong sambil meninggalkan jessica, tiffany, dan yuri.

“kwon yuri?”

Ketiga yeoja cantik itu menoleh dan mendapati 2 orang namja yang sangat tampan sedang menyapa yuri.

Yuri melebarkan matanya terkejut. “oh? Nichkun-ssi? Wooyoung-ssi? Apa kabar kalian?” yuri nampak membelakangi jessica dan tiffany dan larut dalam pembicaraannya dengan nickhun dan wooyoung.

“siapa itu?” bisik jessica pada tiffany.

“kau tidak mengenal mereka? Mereka adalah member dari boyband 2PM. Aish, jessica, kau ini benar-benar.” Gerutu tiffany.

Jessica hanya mengangguk paham. “oh.”

“tiffany-ssi?”

Jessica dan tiffany kembali menoleh dan mendapati seorang namja tampan tersenyum pada mereka berdua.

“oh? Choi Seung Hyun?” jessica menoleh bingung ke tiffany saat tiffany nampak menyapa namja itu.

“apa kabar?” tanya namja bernama Seung hyun itu.

“aku baik. Kau?” balas tiffany sambil tersenyum. Ia melupakan keberadaan jessica yang sekarang bahkan telah menjauh darinya. Ya, jessica meninggalkan kedua sahabatnya itu yang sedang asik berbincang dengan namjanamja tampan yang tidak dikenalnya.

Jessica berjalan ke arah meja minuman dan mengambil segelas wine berwarna bening lalu mengeguknya sedikit. Bagaimanapun ia harus tetap menjaga imagenya. Jessica menghela nafas pelan, ia merasa sangat bosan dan mengantuk. Mungkin jika bukan jiyong yang mengundangnya, dia tidak akan datang ke acara ini. apalagi jiyong memintanya untuk menyanyi sebuah lagu pada acaranya ini. alhasil, jessica memutuskan akan menyumbang satu lagu sebagai hadiahnya.

“Aku ingin pulang. Kapan acaranya dimulai? Damn.” Gumamnya sambil meneguk kembali wine ditangannya.

“Jessica eonnie?”

Jessica menggeram kecil. Dia sangat hafal dengan suara manja dibuat-buat milik yeoja yang baru saja memanggilnya. Siapa lagi kalau bukan Im Yoona? Jessica meletakkan gelas winenya di meja dan menoleh malas. matanya menangkap yoona yang terbalut dalam dress ketat yang sejengkal diatas lutut berwarna merah cerah dengan kalung yang jessica bahkan berpikir jika yeoja dihadapannya itu berniat memutuskan lehernya. Yoona nampak tersenyum kecut melihat jessica. beda dengan jessica yang tetap pada poker facenya.

“berhenti memanggilku eonnie. aku tidak pernah mengizinkanmu memanggilku dengan sebutan itu.” dingin jessica.

Yoona nampak memainkan ujung rambutnya. “geurae, jessica sunbaenim.” Ucap yoona dengan nada meledek.

Jessica menatap yoona tajam. “jangan membuatku marah, im yoona.”

“oh? Kau ini selalu berburuk sangka terhadapku. Aku kan hanya ingin menyapamu, kau nampak sendirian, seperti pajangan cantik saja.”

Jessica mengepalkan tangannya. “sementara kau? kau juga sendiri, seperti pajangan yang tidak laku.”

Yoona tersenyum melecehkan dan nampak memanggil seorang namja yang sedang berbincang dengan temannya. namja itu tersenyum pada yoona dan berjalan kesamping yeoja itu. sedetik kemudian, tangan yoona sudah melingkar di lengan namja tampan yang jessica kenal sebagai Jang Geun Seuk, seorang actor yang sangat tampan.

annyeong jessica-ssi. Kau sendirian saja?” sapa jang geun seuk sambil tersenyum tampan. Yoona sendiri menaikkan alisnya seakan merendahkan jessica.

Jessica meneguk liurnya. Ini tidak boleh dibiarkan, yoona tidak boleh menang darinya. Ia harus mencari pasangan saat ini. tapi siapa?

Voila, tepat saat jessica sedang melirik ke kiri, seorang namja tinggi nampak melewatinya, jessica hafal betul siapa namja itu, dia bahkan baru bertemu namja itu tadi siang. Tanpa babibu, jessica langsung menarik lengan namja itu dan melingkarkan tangannya di lengan namja itu. namja yang ditarik oleh jessica itu terkejut setengah mati setelah melihat siapa yeoja yang baru saja menarik dan melingkarkan tangannya dilengannya itu.

“tentu saja aku bersama pasanganku. Mana mungkin aku sendiri, iya kan chagiya?” jessica mendongak dan menatap mata namja disampingnya itu dengan tatapan mautnya.

Namja itu meneguk liurnya bingung. dengan pasrah ia mengangguk. “oh? nne.”

Jessica tersenyum penuh kemenangan pada yoona yang terlihat terkejut dengan pasangan jessica itu.

“ka-kau berkencan dengan Kris EXO?” shock yoona. Jessica menaikkan alisnya merendahkan yoona.

“kenapa memang?”

Yoona nampak meneliti tubuh kris dari bawah sampai atas. “kau yakin kris?” gumam yoona tidak percaya.

Jessica yang mendengar hal itu langsung melotot. “apa maksudmu?”

Yoona meniup poninya malas. “anieyo, sunbaenim. Aku berpikir kau berkencan dengan donghae oppa. kalau begitu, aku akan meninggalkan kalian berdua. Kajja, oppa.” yoona menarik lengan jang geun seuk meninggalkan jessica dan kris berdua. Namun baru beberapa langkah ia menoleh ke jessica dan melempar tatapan bengisnya. Dalam hati, yoona sangat kesal dengan jessica. sebenarnya ia juga mengincar member EXO, tapi kenapa malah jessica yang dapat? Menyebalkan.

Jessica memutar matanya kesal. dia merasa sangat sangat benci pada yeoja genit itu. bisa-bisanya dia memanggil donghae dengan sebutan ‘oppa’. donghae bahkan berkata padanya bahwa dia tidak pernah dekat dengan yoona.

Jessica sangat sibuk dengan pikirannya melupakan fakta bahwa tangannya masih melingkar di lengan kris. namja itu setengah mati menahan degupan jantungnya yang entah kenapa jadi tidak menentu. Baiklah, kris tidak bisa bohong jika ia kembali teringat pada ciuman pertamanya siang tadi dengan yeoja memeluk lengannya ini. sebenarnya kris cukup terkejut melihat yeoja itu diacara ini, dia juga memiliki sesuatu yang penting untuk diberi tahu pada jessica.

“sangat mengesalkan. Aku rasa pinggangnya itu akan segera robek.” Desis jessica lagi yang masih asik mencela yoona.

Set. Kris menarik tangannya membuat jessica tersadar dan menoleh. Matanya menatap mata kris yang tajam.

“oh? Maaf aku tadi menarikmu.” Sadar jessica sambil mendongak untuk mendapatkan sorot mata kris. kris hanya menatapnya datar membuat jessica kembali kesal.

yak, jangan menatapku seperti itu. aku tidak ingin kau jatuh cinta padaku.” pede jessica sambil melipat tangannya di depan dadanya.

Kris berusaha untuk terlihat santai. Apa jessica lupa jika ia telah merebut ciuman pertama kris? oh benar, jessica memang tidak tahu jika ciuman singkat tadi siang itu adalah ciuman pertama kris. dan jika itu memang benar, kris akan sangat bersyukur. Kenapa? yah, mana ada namja yang baru melakukan first kiss di umur 24 tahun? Apalagi jessica lah yang merebut ciuman pertamanya itu, bisa-bisa yeoja itu meledeknya.

“cih, percaya diri sekali kau.” Gumam kris datar.

Jessica melotot tidak terima. “kau bilang apa? percaya diri? Hei, aku beritahu ya, tidak ada namja yang tidak menyukaiku. Jika mereka tidak menyukaiku, itu karena mereka tidak tau melihat mana yeoja cantik dan tidak.”

Kris tersenyum kecut. Jessica memang memiliki tingkat percaya diri dan rasa sombong yang tinggi. “jinjja? kalau begitu aku cukup beruntung karena aku tidak dapat membedakan mana yeoja cantik dan tidak.”

Jessica menatap kris tajam. “jangan memancingku, kris wu-ssi. Aku sedang dalam mood yang buruk untuk beradu mulut denganmu.” Desis jessica tajam.

Kris hanya tersenyum simpul menandakan jika tatapan tajam jessica tidak mempan baginya. namun ekspresinya berubah seketika menjadi serius. “kita harus bicara.”

Jessica menaikkan alisnya seakan mengatakan ‘bilang-saja’.

“tapi tidak disini.” lanjut kris lagi.

wae? Aku harus—yak! kenapa kau menarikku, huh?” jessica tersontak saat kris tiba-tiba menarik tangannya untuk mengikuti langkah namja itu. kris sendiri memilih cara itu karena jessica pasti akan banyak tanya

Jessica terus berontak berusaha menarik tangannya dari cengkraman kris saat namja itu membawanya ke depan toilet. Kris melepaskan cengkraman tangannya membuat jessica segera menarik tangannya kesal.

“kau ini tidak punya sopan santun huh? aku bahkan lebih tua darimu dan kau seenaknya menarikku seperti ini. aku bahkan tidak begitu mengenalmu, kau tidak punya hak untuk menyentuhku seperti tadi. Asal kau tau, aku sangat benci saat seseorang menyentuhku atau bahkan menarikku secara tiba-tiba. Bagaimana jika aku terluka? Itu akan merusak popularitasku. Sebagai seorang dewi fortuna, kulitku tidak boleh lecet sedikitpun. Dan kau barusan hampir membuat kulitku memerah karena kau mencengkramnya begitu kuat. Jika kulitku sampai iritasi, aku akan menggugatmu tidak peduli jika kau adalah seorang artis.” Cerocos jessica tanpa jeda membuat kris memutar matanya menunggu yeoja itu selesai mengeluarkan semua kebawelannya.

“sudah selesai marah-marahnya?” desis kris seakan meledek jessica.

Jessica menaikkan satu alisnya tidak peduli. “apa yang mau kau bicarakan? Cepat beritahu aku. aku tidak ingin membuang waktuku lama-lama.”

Kris menghela nafas pelan. “kau masih ingat kan soal.. err ciuman siang tadi?” tanya kris pelan.

Jessica nampak terdiam. Entah kenapa tiba-tiba wajahnya memanas dan jantungnya berdegup tidak beraturan saat kris mengingatkannya pada ciuman siang tadi. Jessica mendongak dan entah tatapannya yang salah, matanya tertuju ke arah bibir seksi milik kris. seketika jantung jessica siap untuk meledak. Wajahnya memerah.

Kris nampak terhenyak melihat wajah merona jessica. kris tahu, jessica pasti malu membicarakan hal ini. dan entah kenapa, kris merasa sangat senang dan puas melihat jessica nampak malu seperti ini. oh baiklah, kris belum tahu pasti apakah jessica sedang malu atau hal lain.

Kris melambaikan tangannya didepan wajah jessica membuat jessica tersadarkan dari bibir seksi milik kris. “hei? Kau ingat tidak?”

Jessica nampak mengedipkan matanya 2 kali dan memperbaiki ekspresinya. “ya-yang mana?”

Kris tersenyum simpul. Sekarang dia tahu, tebakannya benar. Jessica sedang malu dan mencoba mengelak soal ciuman siang tadi. Ini saat yang tepat, aa harus beracting bahwa ciuman itu tidak berarti apa-apa seakan itu bukan first kissnya. “oh baiklah biar kuingatkan. Tadi siang kau berada di gedung SM dan masuk ke ruang latihan kami. Saat itu aku mencoba untuk berkenalan denganmu, tapi kau malah menciu—hmph!”

Ucapan kris terpotong saat telapak lembut jessica mendarat di bibirnya. “arra, arra. Aku ingat jadi kumohon untuk tidak melanjutkan ceritamu. Dan kutegaskan sekali lagi, kim jongin menyenggol tubuhku sehingga aku tidak sengaja men.. ya kau tau.” Pasrah jessica sambil menarik tangannya dari mulut kris. kris tersenyum puas.

“jadi apa intinya? Kau hanya ingin mengingatkanku tentang ‘hal’ itu?” kesal jessica.

Ekspresi kris berubah serius. “kurasa kau lupa. saat kau menciumku, seorang paparazzi memotret kita. jika foto itu tersebar, maka semua orang akan menyangka kita memiliki hubungan spesial. Apalagi tudingan dari para netizen dan EXOTIC. Kita akan terlibat skandal entah sampai berapa lama.”

Jessica nampak berpikir. Benar juga kata kris. ia lupa jika seorang paparazzi  mendapatkan foto ciumannya dengan kris. entah apa yang akan dilakukan oleh para fans atau mungkin gunjingan dari netizen yang kadang sangat menusuk di hati para idol sepertinya.

“kita harus mencari paparazzi itu.” gumam jessica serius.

Kris mengangguk. “Tentu saja. Hal ini tidak boleh kita beritahukan pada orang lain, taekyung hyung menyuruhku untuk memberitahumu. Taekyung hyung bilang jika paparazzi itu adalah salah satu penulis berita di forum allkpop.” Jelas kris.

Jessica mendongak cepat. “aallkpop? Kau serius?”

Kris mengangguk. “ya.”

Jessica menggigit jarinya bingung. kenapa baru sekarang dia sadar jika bisa saja foto itu disebar dan karirnya akan terancam hancur? Ah, dia terlalu kepikiran soal yoona dan ‘ciuman’ itu.

“kalau begitu kita harus menemuinya dan meminta foto itu.” gumam jessica yakin.

Kris memutar matanya. kenapa otak yeoja itu sangat bodoh? Mana ada seorang paparazzi mau memberikan sebuah foto yang akan mengejutkan dunia padanya? menurut kris, motto para paparazzi itu adalah ‘semakin mengejutkan sebuah berita, semakin besar penghasilan’. Dan tentu saja, paparazzi itu tidak akan semudah itu untuk tidak menyebar foto itu di forum terkenal, allkpop. Dan jessica mengatakan bahwa mereka harus menemui si paparazzi dan meminta foto ciuman mereka? Benar-benar payah.

“apa kau bodoh? Jika kita memintanya, ia akan menciptakan sebuah skandal lain seperti ‘Kris EXO and Actress Jessica Jung is dating’. Kau mau?” kesal kris karena otak sedengkul jessica.

Jessica nampak menatap kris tidak percaya. Kris merasa risih dipandangi seperti itu oleh jessica. “kenapa kau melihatiku seperti itu? kau terpesona dengan ketampananku?”

Jessica mendesis. “aku baru tahu kau punya lidah yang fasih dalam berbahasa inggris.”

Kris tersenyum bangga. “tentu saja. Walau aku lahir di china, tapi aku sempat tinggal di kanada beberapa tahun. Jelas aku pandai berbahasa inggris. Memangnya tidak kelihatan dari muka baratku?”

Jessica menutup mulutnya menahan tawanya. Muka barat? Kris? sungguh jessica ingin tertawa sekeras mungkin dan memberikan kris sebuah kaca. Bagaimana mungkin wajah china menjadi wajah barat hanya karena tinggal di kanada selama beberapa tahun?

Kris menatap jessica dengan death glarenya membuat jessica memilih untuk acuh dan mengendalikan ekspresinya. “baiklah. jadi bagaimana caranya agar foto itu tidak tersebar?”

“pertama-tama kita harus mencari tahu dulu orangnya yang mana. Kata taekyung hyung, dia bernama minkyeong.”

Jessica mengangguk. kemudian dia tersadar. “oh? Kita? maksudmu, kau dan aku?”

Kris mengangguk. “tentu saja. Kau keberatan?”

“aku sibuk. Kau saja yang mencarinya.” Ucap jessica dengan acuhnya.

Kris nampak menatap jessica tidak percaya. “enak saja! Kau yang menciumku, jadi kau juga harus ikut mencari. Aku disini hanya korban.” Kesal kris.

“kalau begitu salahkan jongin, dia yang mendorongku sehingga menciummu.”

“bagaimana bisa? Jongin bahkan tidak masuk dalam foto itu.”

“kau tau darimana?”

“sudah jelas kita berdua berada tepat didepan pintu, sementara jongin berada di sisi kiri. Dan kau tidak lihat, paparazzi itu hanya mebidikkan kameranya tepat ke arah kita.”

Jessica terdiam. Bukan karena dia kehabisan kata-kata, tapi dia teringat jika dia harus bernyanyi di acara ini sehingga dia tidak boleh membuang-buang suaranya. “baiklah. besok kita akan mencarinya. Kita pergi sendiri-sendiri saja, aku tidak ingin ada skandal lain kalau kita pergi bersama. Kalau begitu aku akan kembali ke dalam.” dengan santainya jessica meninggalkan kris yang masih cengo(?) ditempatnya berdiri. Sungguh, jessica benar-benar sangat suka mengatur apapun yang ada disekitarnya, entah itu benda ataupun orang. Sangat seenaknya.

“cih, siapa juga yang mau menjemputmu? Percaya diri sekali.” desis kris dan masuk kembali ke dalam tempat acara jiyong akan dimulai.

 

*

 

The Morning, 08.35, Jessica’s Apartement

“hey soojung, cepatlah sedikit kau mandi. Aku harus pergi kerja.” Kesal myungsoo sambil menggedor pintu kamar mandi milik jessica.

sabarlah sedikit, aku juga baru masuk kamar mandi gara-gara junhong dan jessica eonnie mandi begitu lama!” teriak soojung dari dalam membuat myungsoo mendecak kesal.

“cepatlah!” teriak myungsoo lagi lalu memilih pergi ke dapur untuk meminum sesuatu.

Sampai di dapur, myungsoo disambut pemandangan yang membuatnya bingung. di meja makan, sudah ada jessica dan junhong yang nampak sarapan bersama lengkap dengan jessica yang sudah tampil cantik dan elegan dalam balutan T-shirt putih polos serta jeans krem semata kaki. Wajahnya terlihat natural dengan bibir berwarna pink merona, dan sedikit polesan pada matanya. dalam hati myungsoo berkata bahwa jessica memang cocok menjadi dewi fortuna.

“oh hyung? Aku dan jessica noona sarapan duluan, tidak apa kan? Aku akan ikut jessica noona, ia akan mengantarku sampai ke sekolah, jadi kau tidak usah mengantarku.” Ucap junghong membuyarkan lamunan myungsoo. Myungsoo mengangguk dan mengambil gelas lalu menuang air kedalamnya dan meminumnya beberapa teguk.

“myung, sepertinya aku akan pulang agak malam. kau jaga soojung dan junhong, eoh? Semalam katanya apartement  nomor 1793 habis kerampokan. Aku takut terjadi apa-apa pada kalian dan apartement ini.”

Myungsoo mengangguk mengerti.

“dan jangan lupa untuk mengunci pintu sebelum kau pergi. sarapanlah bersama soojung dan simpan saja piringnya di tempat cucian, nanti seorang maid akan mencucinya.” Lanjut jessica lagi sambil membereskan tasnya dan menaruh piring makannya di tempat cucian diikuti oleh junhong.

Myungsoo hanya menatapnya datar tanpa berniat untuk menjawab.

“baiklah, kami pergi duluan. annyeong.” Pamit jessica sambil keluar dari dapur diikuti oleh junhong.

annyeong hyung.”

Junhong mengikuti langkah kaki jessica yang nampak tergesa. “noona, kenapa kau seperti terburu-buru sekali? apa kau sedang terlambat?”

Jessica tidak menjawab melainkan melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift sambil memakai kacamata bercoraknya. Junhong mengernyitkan dahinya namun memilih untuk mengikuti noona tersayangnya itu.

TING

Jessica mengambil langkah pertama keluar dari lift diikuti oleh junhong. Jessica melangkahkan kaki jenjangnya itu menuju porcshe berwarna merah menyala, junhong masih setia mengikuti noonanya itu dari belakang.

“masuklah.” Suruh jessica sambil membuka pintu setir untuk dirinya sendiri. Junhong hanya mengangkat bahunya dan masuk ke mobil jessia tepat disampingnya.

Tidak perlu menunggu, jessica langsung menginjak pedal gas membuat porshce merah menyala itu sudah melintas di temaraknya kota seoul yang dingin di pagi hari.

 

*

 

Somewhere, 09.05 KST

“sial. Aku sudah sengaja bangun pagi agar tidak terlambat, tapi dia malah terlambat selama ini. kalau tau aku juga tidak akan bangun secepat tadi.” Desis seorang namja tinggi dengan masker dan hoodie beserta kacamata hitam yang melekat di seluruh tubuhnya membuat wajah namja itu tidak diketahui.

hah, sangat dingin.” Gumamnya sambil mendalamkan rogohannya pada kantung hoodie hitamnya upaya mendapat kehangatan.

Tap Tap Tap

Namja tinggi itu melirik ke kanannya dan menemukan seorang yeoja nampak berdiri disampingnya lengkap dengan masker krem, kacamata hitam, dan mantel bulu berwarna pink. Tidak butuh waktu lama untuk mengenalinya, jessica jung.

“kau tahu ini sudah jam berapa, huh?!” kesal namja itu saat jessica hanya terus berdiam diri disampingnya tanpa mengucapkan kalimat maaf setelah membuatnya menunggu selama 1 jam ditengah dinginnya kota seoul.

“sudahlah, tidak usah marah-marah. Lebih baik kita langsung pergi saja.” Cetus jessica tanpa ada sedikitpun rasa bersalah.

Namja tinggi itu melotot tidak terima. Bisa-bisanya jessica terlihat santai begitu walau telah membuatnya menunggu cukup lama? Benar-benar tidak memiliki perasaan.

jinjja, kau benar-benar tidak punya perasaan. Aku hampir membeku disini dan kau menyuruhku untuk tidak marah-marah?” kesal namja itu.

“aish, aku kan terlambat bangun. Memangnya kalau kau marah marah, dinginmu itu akan hilang? Yang ada kau hanya akan semakin kedinginan karena udara dingin itu masuk ke mulutmu dan kau menjadi masuk angin.” Balas jessica yang tidak terima dimarahi oleh namja yang lebih muda setahun darinya itu.

Kris—namja itu nampak skakmat mendengar ucapan jessica. sungguh, ia ingin sekali memakan jessica saat itu juga jika tidak mengingat jika jessica adalah perempuan (walaupun jessica lelaki, ia juga pasti tidak akan memakannya karena ia bukan kanibal). Oke, kris akan kembali mengalah lagi di perdebatan pagi ini.

“sudahlah, aku akan jalan duluan.” jessica nampak membalikkan tubuhnya dan berjalan didepan kris. kris menghela nafas dan membenarkan letak kacamatanya dan mengikuti jessica dari belakang sebelum ia melihat sesuatu yang aneh pada rambut jessica.

hmph—yak.” kris nampak memanggil jessica. yeoja itu hanya menoleh sedikit. “kau terburu-buru sekali ya kemari setelah kutelepon?”

Jessica menaikkan alisnya dibalik kacamata hitamnya. “terburu-buru? Mana mungkin? Aku sudah bilang kan, aku terlambat bangun.”

Kris nampak menarik sudut bibirnya dibalik maskernya. Ia akan menang kali ini. “benarkah?”

“uh-hu.”

“jadi.. roll rambut di rambutmu itu apa? kau bahkan belum melepaskannya menandakan bahwa kau terburu-buru.”

Jessica seperti di skakmat saat ia meraba rambut belakangnya dan menemukan 2 buah roll rambut disana. Tanpa babibu, jessica segera melepasnya dan memasukkannya kedalam tasnya. Seingatnya ia sudah melepas semua roll rambutnya. Tapi bagaimana bisa junhong ataupun myungsoo tidak memberitahunya di rumah tadi?

 

Flashback On

Cklek. Junhong membuka pintu porsche merah jessica dan kembali menutupnya. Sedetik kemudian jendela mobil itu terbuka menampilkan wajah jessica yang terbalut kacamata hitam. “gomawo sudah mengantarku noona. aku pergi dulu.” pamit junhong. Jessica hanya mengangguk dan tersenyum sedikit.

“belajarlah dengan baik. Jangan seperti myungsoo yang gemar bertengkar disekolah atau soojung yang hanya mengurus penampilan dan cintanya. jangan membuat eomma malu, arra?”

Junhong mengangguk mantap. “tentu saja. Percayakan semua padaku. disekolah ini, aku tidak pernah terseret dari ranking 1.”

Jessica kini tersenyum lebih lebar. “kau memang adikku yang paling pintar dan penurut. Sudah sana, pergi. nanti kau terlambat.” Suruh jessica.

Junhong mengangguk dan berencana untuk memutar tubuhnya sebelum ia melihat 2 buah roll rambut yang masih terpasang di rambut noonanya itu. ia bahkan baru sadar jika noonanya itu masih memakai roll rambutnya.

“ah noo—”

Brrrm

Junhong hanya dapat menatapi porsche merah itu menjauh dari matanya sebelum ia sempat memberitahu jessica jika dirambutnya masih terdapat dua roll rambut yang masih terpasang sempurna. sepertinya jessica juga tidak sadar.

“sudahlah. nanti juga dia akan sadar jika bercermin.” Putus junhong sambil melangkahkan kakinya memasuki gedung sekolahnya.

Flashback Off

 

Jessica hanya bisa terdiam dengan wajah merahnya. Untung saja wajahnya tertutupi masker dan kacamata. Jika tidak? Kris pasti akan menertawainya dan dia akan kalah dari namja itu.

“aku menang kali ini.” bisik kris yang membuat jessica tersontak kesamping. Kris sudah berada disebelahnya sambil meliriknya dengan sudut matanya membuat jessica ingin sekali mencakar wajah sok cool kris itu. tapi sesuatu terasa janggal didada kirinya, jantungnya berdegup semakin kencang dari biasanya ketika suara kris berada tepat ditelinganya. Oh tidak, tubuh jessica bahkan terasa hangat.

Kris berjalan mendahului jessica sambil tersenyum dengan lebar. Ia tidak pernah merasa sepuas dan sesenang ini setelah bertemu jessica. bahkan tadi ia merasakan degupan jantungnya yang sama ketika ia melihat jessica dipanggung MAMA 2012 lalu, saat jessica tidak sengaja menciumnya, dan saat jessica memeluk tangannya. semua terasa sama, walau dengan cara yang berbeda.

Tapi perasaan apa ini?

 

*

 

MyeongDong’s North Cafe

jeosonghaeyo, apa kau mengenal minkyeong-ssi dari penulis di forum allkpop?”

jessica mulai melancarkan aksinya dengan bertanya pada seorang anak muda yang sibuk mengetik dilaptopnya. Ia dan kris menyepakati untuk bertanya lebih dahulu pada orang yang sangat lincah mengetik, berkutat dengan laptopnya, dan pastinya aktif di jejaring sosial ataupun semacam forum.

Namja muda dan imut itu menoleh dan mengernyitkan keningnya saat melihat seorang yeoja yang ia tidak kenal (tentu ia tak kenal, wajah jessica bahkan tidak dapat dilihat olehnya karena tertutupi oleh kacamata dan masker).

nuguya?”

“sudahlah, jawab saja dulu pertanyaanku. Apa kau kenal dengan minkyeong dari forum allkpop?” tanya jessica lagi.

ani. Wae? Nugu?”

jinjja? tapi kulihat kau sedang mengetik sesuatu di twitter tentang dewi fortuna jessica jung yang sangat cantik itu. Apa kau yakin tidak mengenalnya?” jessica sedikit melebihkan saat menyebut namanya sendiri, bahkan ia nampak tersenyum saat memuji dirinya sendiri.

Namja itu segera menutup laptopnya setelah mengetahui bahwa jessica mengintipnya tadi. “itu bukan urusanmu. Memangnya kau siapa sih? apa kau ini fansku? Satu lagi, aku tidak mengenal minkyeong atau apapun itu.”

Jessica melongo dibalik maskernya. Fans? Apa tidak terbalik? Jessica bahkan jelas-jelas melihat bahwa background twitter namja itu adalah fotonya saat di acara.. acara.. oh tidak, jessica tidak mengingat acara apa itu. yang jelas fotonya terpajang di background namja itu dan namja itu mengatainya sebagai fansnya? Jessica sungguh ingin membuka seluruh penyamarannya saat ini.

“ehem. Apa kau benar-benar tidak mengenal minkyeong? Mungkin kau pernah mendengar namanya atau—”

yak yeoja aneh, aku sudah bilang kan, aku tidak mengenal minkyeong itu siapa. Memangnya ada apa sih?”

Jessica menggertakkan giginya pada anak muda itu. sungguh tidak sopan. “itu juga bukan urusanmu.”

Namja itu nampak kesal. “gha, kau menggangguku. Dasar yeoja aneh.” Usir namja itu.

Jessica makin menggertakkan giginya kesal. “aku memang mau pergi. huh, sungguh buang-buang waktu aku betanya padamu. Menyebalkan.” Desis jessica lalu berjalan keluar cafe meninggalkan namja muda itu yang masih bingung dan kesal karena telah diganggu oleh jessica.

 

*

 

MyeonDong’s South Cafe

jeogiyo, apa kau pernah mendengar nama minkyeong?”

Kris juga melancarkan aksinya di sebuah cafe bagian selatan dari myeondong. Seorang yeoja yang nampak lincah memainkan tabnya itu menoleh dan mengernyitkan dahinya bingung melihat seorang namja tinggi yang nampak misterius (tentu saja, kris terbalut dalam kacamata hitam, masker  hitam, jaket hitam, dan celana hitam. Untung sepatunya berwarna biru gelap.) yeoja itu segera memasukkan tabnya di dalam tasnya dan menatap kris waspada.

Tunggu… jangan bilang dia menunduhku ingin mencuri? Batin kris waswas.

nuguya? Aku tidak punya uang sebanyak yang kau pikirkan. Ibuku hanya seorang penjual ikan dan ayahku seorang pelaut. Baru-baru ini aku dibelikan sebuah tab karena mendapat ranking 1 disekolah oleh ayahku, walau aku tahu ia mendapatkannya dari acara lelang di sebuah acara judi besar, tapi aku sudah sangat senang.”

Kris mengernyitkan dahinya bingung. seingatnya ia tidak bertanya tentang kronologi kehidupan yeoja itu ataupun kronologi tabnya. Yang kris tanyakan adalah apakah ia pernah mendengar nama minkyeong? Kenapa yeoja itu jadi curhat begini?

a-aggashi, apa kau mengenal minkyeong? Atau men—”

“—aku mohon jangan mengangguku! Aku sangat senang ketika ayahku membawakan tab ini untukku, aku tidak lagi jadi bahan ejekan disekolah karena tidak mempunyai benda elektronik. Bahkan jeongmin sekarang telah mulai mendekatiku karena aku sudah tidak ketinggalan jaman. Aku bahkan memakai contact lens karena kacamataku seperti kacamata renang dan membuat teman-temanku tidak mau berteman denganku. aku juga sempat berpikir untuk menjual tab ini dan melakukan operasi plastik agar aku dapat cantik seperti jessica jung atau tiffany hwang. Baru-baru ini eunjoo mengoperasi hidungnya agar mancung seperti Im Yoona, irene mengoperasi lipatan matanya seperti Eunhyuk, ina mengoperasi bokongnya seperti Kwon Yuri, kenapa aku tidak bisa? Aku bisa saja mengoperasi wajahku seperti jessica agar membuat wajahku ini menjadi cantik dan aku yakin jeongmin akan segera memacariku. Tapi aku tidak memiliki biaya untuk itu. ketika aku ingin menjual tab ini, ayahku menangis dan berkata jika diriku sudah cantik dan tidak usah melakukan operasi plastik. Hiks kau tidak tau bagaimana perasaanku saat melihat ayahku menangis dan berkata jika dia sangat menyayangiku apa adanya. Ia bertengkar dengan ibuku karena ibuku menyuruhku untuk menjual tab ini untuk membeli sebuah penghangat ruangan, kau tidak tahu rasanya hiks hiks..”

Kris melongo. Ada apa dengan yeoja ini? ia menceritakan segala hal yang bahkan kris tidak mengerti maksudnya. Dan sekarang yeoja itu menangis? Hey, kris merasa ia ingin segera berlari saja.

“hey anak muda, jangan membuatnya menangis. Kau ini benar-benar tidak bertanggung jawab.” Tegur seorang nenek sambil menyenggol kris dan berlalu. Kris mengernyitkan dahinya dan menoleh ke sekelilingnya. Banyak yang menatapnya dengan tatapan merendahkan. Oh ayolah, kris bahkan tidak tahu apa yang terjadi disini.

agasshi, kumohon tenanglah. Ka-kau sudah cantik seperti ini.” puji kris upaya membuat tangis yeoja itu reda. Namun yang ada yeoja itu makin memperkeras tangisnya.

Jinjja… kris mendecak kecil dan meneguk liurnya. Ia perlahan mundur beberapa langkah dan setelah memastikan tidak ada yang terjadi, kris mengambil langkah 1000 meninggalkan yeoja itu menangis disana. Ia masih sedikit shock terhadap yeoja itu.

 

*

 

McDonald, MyeongDong

Sruput—“ah hangatnya.”

Kris mengangguk. “bagaimana pencarianmu?”

Jessica menaruh gelas coffeenya dan mencomot satu potong kentang. “menyebalkan.”

“menyebalkan apanya?

Jessica menarik nafasnya pelan. “aku bertanya pada seorang namja muda dan ia sedang mengupload fotoku di SNS-nya, dan saat aku bertanya, dia malah marah-marah dan menuduhku sebagai fansnya. Menyebalkan sekali. sudah jelas dialah yang fansku.” Cerita jessica sambil mempoutkan bibir tipisnya membuatnya terlihat imut dimata kris. kris terpaku sejenak melihat wajah imut dan cantik jessica walau ia terlihat kesal, tapi justru itu yang membuatnya terlihat makin imut.

Jessica yang merasa tidak ada reaksi dari kris segera menoleh ke namja itu, ia mengernyitkan keningnya ketika mendapati kris nampak menatapinya dengan dalam. tentu saja jessica merasa risih.

ehem. Hati-hati kau nanti bisa menyukaiku.” Canda jessica yang membuat kris tersadar dari lamunannya dan tersenyum simpul.

“cuih, pede sekali kau.”

Jessica memperbaiki letak duduknya. “kau sendiri? bagaimana pencarianmu?”

Kris mengangkat bahunya. “aneh dan mengesalkan.”

Jessica nampak menaikkan alisnya seakan menyuruh kris untuk menjelaskan lebih detail seperti dirinya tadi.

“aku tadi bertanya pada seorang yeoja muda, ia memainkan tabnya dengan cukup lincah. Dan saat aku bertanya padanya, dia malah mengira aku ingin mencuri tabnya dan menceritakan seluk beluk keluarganya dan juga kronologi tab itu. oh ya, ia juga menceritakan jika ia sangat ingin operasi plastik agar mirip sepertimu. Kemudian ia menangis.”

Jessica terbelalak dan tidak bisa menahan tawanya. Sungguh, nasibnya masih jauh lebih beruntung. “hahaha, jinjja daebak. Penampilanmu seperti penjahat sih. tentu saja ia akan menyangkamu sebagai pencuri.”

Kris mendelik kesal. “enak saja, aku tampan begini kau bilang mirip pencuri? Asal kau tau saja nona jung, aku ini masuk di daftar 100 pria tertampan se-asia dengan urutan ke 14.”

Jessica tersenyum mengejek. “aku juga masuk 100 wanita tercantik se-dunia dengan urutan ke 20.”

Kris menggertakkan giginya kesal. “itu hanya kedudukan. Aku dan kau beda.”

Jessica membalasnya masih dengan senyum mengejeknya membuat kris kesal. tanpa sadar ia menarik gelas coffee jessica dan meminumnya cepat membuat jessica tersontak.

“kau meminum dari gelasku, kris-ssi.” Desis jessica kesal.

Kris tersadar dan menjauhkan gelas itu dari mulutnya. “huft—uhuk uhuk!”

Puk puk puk. jessica menepuk-nepuk punggung kris upaya menghentikan sedakan namja itu. “ada apa denganmu?” tanya jessica bingung saat kris sudah nampak tenang.

Kris meneguk liurnya dan tidak sengaja menatap bibir tipis jessica. ia sadar, barusan ia telah melakukan ciuman tidak langsung dengan jessica. apa itu bisa dihitung sebagai ciuman keduanya? (aneh).

“kris? ada apa? wajahmu memerah.” Sergah jessica langsung.

Kris makin salah tingkah meski ia sudah berusaha untuk tenang. Jessica masih menyatukan alisnya bingung. sedetik kemudian ia tersadar dan tersenyum jahil menatap kris. dalam hati, kris berharap jessica tidak bisa menebak apa yang sedang ia pikirkan saat ini.

“apa kau malu karena kita seperti habis ciuman tidak langsung?”

JDER

Kris tidak berkutik. Tebakan jessica tepat 100 persen. Rasanya ia ingin mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa berkutik jika sudah bersama jessica. seakan seluruh kendalinya hilang dan dipegang oleh jessica.

“oh? Apa aku benar? Hahaha.” Jessica tertawa mengejek membuat kris membuang wajahnya kesal.

“biar kutebak, apakah kemarin itu ciuman pertamamu?”

JDER

Kris kembali disambar oleh sebuah petir. Kenapa tebakan yeoja itu selalu benar? Apa jessica bisa membaca pikiran? Sungguh mengerikan. Namja itu berdehem kecil dan memperbaiki raut wajahnya menjadi dingin.

aniya.”

Jessica nampak mendekatkan wajahnya ke wajah kris bermaksud menggoda namja itu. benar saja, wajah kris seketika berubah menjadi merah. bahkan degupan jantung namja itu sudah ia rasakan sampai ke kepalanya.

“apa yang kau lakukan?” tanya kris sambil menatap mata jessica dengan wajahnya yang ia tidak tahu sudah memerah. Alisnya nampak naik tidak suka. tentu saja ia tidak suka, sudah jadi rahasia umum jika kris tidak begitu suka berdekatan ataupun skinship dengan seorang yeoja.

“jujur saja, kemarin ciuman pertamamu kan?” goda jessica.

Kris kembali meperbaiki ekspresinya. “kubilang tidak. Aku sudah pernah berciuman sebelumnya.”

“oh benarkah? lalu kenapa temanmu si lay itu memberitahuku kalau kemarin itu ciuman pertamamu?”

Kris terdiam. Rasanya ia ingin membunuh lay saat itu juga.

Jessica menunjukkan smirknya. “izinkan aku menebak sekali lagi.” kris menaikkan alisnya. “jantungmu.. berdegup kencang kan?”

JDER

Entah sudah keberapa kalinya jessica menggodanya. Ini sungguh menggelikkan. kris wu yang terkenal cukup keras kepala dan dingin itu malah mati kutu di hadapan jessica yang bahkan baru dekat dengannya selama 2 hari. Tunggu.. apa mereka sudah cukup dekat? Bahkan keduanya lebih sering beradu mulut, saling mengejek, dan hal buruk lainnya.

Jessica menatap kris dengan tatapan mengejeknya sementara kris hanya bisa speechless beradu pandang dengan jessica begini. Kenapa jessica bisa sangat pandai membuat jantungnya berdegup kencang? kris akui, wajah jessica dari dekat mampu membuat semua lelaki termasuk dia luluh. Mata yang terfokus pada satu arah, hidung kecil namun mancung, pipi tirus, dagu lancip, bibir tipis yang merah. semuanya terlihat sempurna.

Jessica sendiri entah kenapa tidak bisa menggerakkan tubuhnya untuk menjauh dari kris. tatapan namja itu seakan sebuah tali yang mengikat tatapannya. Keduanya saling berpandangan tajam dengan degup jantung yang saling bermain satu sama lain.

“jessica sunbae? Kris hyung? Apa yang kalian lakukan?”

Jessica dan kris tersontak saat mendengar sebuah suara yang sangat familiar. Keduanya menoleh dan mengernyitkan dahi mereka bingung. namun jessica tersadar dari posisinya dan segera menjauhkan dirinya dari kris.

ehem, kai? Apa yang kau lakukan disini?” tanya kris sambil sedikit berdehem.

Namja yang ternyata kai itu menatap kris datar. Semenjak kejadian ciuman jessica dan kris, kai menjadi kesal pada kris karena telah mencium jessica walau sebenarnya ialah yang tidak sengaja membuat ciuman itu terjadi. “ini tempat umum. Kalau tidak ingin ada skandal, lebih baik jangan bermesraan disini. walau meja makan kalian berada di pojok dan tertutupi oleh banyak tanaman, ini akan berbahaya jika ada seseorang yang melihat kalian seperti tadi. Dan gunakanlah kacamata atau masker kalian, aku tidak ingin jessica sunbae dirundung skandal aneh lagi.”

Jessica sedikit tertegun mendengar penuturan kai yang membuatnya serasa diceramahi oleh myunggok. Diceramahi oleh orang yang bahkan lebih muda darinya.

Kris menatap kai bingung. ia tahu, raut wajah kai terlihat tidak suka melihat kedekatannya dengan jessica. “arra. Kau kenapa tahu kami ada disini?”

Kai menjulurkan ponselnya pada kris. “GPS.”

Kris dan jessica mengernyitkan dahi mereka lagi. kenapa harus memakai GPS segala? Memangnya mereka berdua sedang diculik?

“ada apa kau kemari, kai-ssi?” tanya jessica mengambil alih pembicaraan.

Kai nampak menoleh ke jessica dan tersenyum tipis. “aku ingin berbicara denganmu, sunbaenim.”

“jadi kau mencari kami lewat GPS hanya untuk berbicara dengan jessica?” gumam kris dengan nada yang mungkin telinga normal akan berkata jika nada perkataan kris lebih cenderung ke arah kesal.

Jessica nampak menatap kris dan kris hanya mengangkat bahunya. Jessica nampak mengangguk membuat kai tersenyum. “apa yang ingin kau bicarakan?”

“aku ingin berbicara berdua saja denganmu. Bisakah kita pergi ke suatu tempat?” usul kai membuat kris menoleh cepat dengan wajah tidak setuju. Baiklah, kendalinya hilang membuatnya merasa bingung dengan dirinya sendiri. ia tidak ingin jessica pergi bersama kai. Tapi sedetik kemudian dia segera memperbaiki raut wajahnya menjadi datar.

geurae. Kajja.” Jessica nampak memakai kacamata dan masker krem-nya lalu menarik tas pinknya itu. ketika ia beranjak berdiri, tatapannya bertemu dengan kris. tatapan yang membuat jessica merasa tidak enak meninggalkan kris sendiri.

“sampai jumpa lagi besok.”

Setelah mengatakan hal itu jessica berlalu dari meja itu bersama kai yang berjalan lebih dulu. kris terdiam di tempatnya duduk menatapi punggung tegap jessica yang hilang di pintu keluar McD.

 

*

 

Starbucks

“jadi apa yang ingin kau katakan, kai-ssi?” tanya jessica langsung saat ia dan kai sudah duduk di meja sudut dan tertutup di salah satu cafe terkenal myeongdong, starbucks.

Kai nampak memasang wajah serius. “aku ingin minta maaf soal kemarin. Aku merasa bersalah karena menyenggolmu sehingga yah.. kau sampai menabrak kris hyung. Aku tau kau akan sangat kerepotan jika saja minkyeong itu menyebarkan foto kalian kemarin. Oleh karena itu aku sungguh minta maaf, jessica sunbaenim.” Kai nampak berdiri dari kursinya dan membungkuk 90 derajat dihadapan jessica dengan sangat menyesal. Jessica melongo dan segera memperbaiki ekspresinya.

oh? Duduklah lagi. aku tidak menyalahkanmu kok, tidak usah seperti ini.” ujar jessica sambil menepuk pundak kai pelan. kai nampak mendongak dan tersenyum lalu kembali duduk dihadapan jessica.

gomawo jessica sunbaenim.” Kai tersenyum manis memamerkan deretan gigi putihnya yang rapi.

Jessica nampak memperbaiki letak duduknya. “panggil aku noona saja, kalau kau memanggilku sunbaenim, aku jadi terlihat sangat tua.”

Kai mengangguk semangat. “jinjja? geurae, jessica noona.”

Jessica tersenyum tipis selama beberapa detik. “oh ya, kapan shooting pertamanya dimulai?”

“oh benar, taekyung hyung juga menyuruhku untuk memberitahumu kalau lusa nanti adalah shooting untuk teasernya. Lokasinya di garosu-gil. Soal jam, nanti aku akan memberitahumu lewat pesan.” Jawab kai.

“ah geurae. Tapi apa kau memiliki nomor ponselku?” bingung jessica.

Kai nampak menarik sudut bibirnya. Rencana tambahannya berhasil, ia akan mendapatkan nomor jessica. “tidak. Bisa kau memberikannya?” kai menyodorkan iphone putihnya.

Jessica mengangguk polos dan menarik iphone kai lalu mulai mengetik nomornya. Setelah selesai, jessica memberikan ponsel itu kembali ke pemiliknya. Si pemilik mengambil ponselnya dan mengantonginya sambil mengulum senyumnya.

“apa kau sedang tidak ada jadwal noona?” tanya kai mencari topik pembicaraan lain agar suasana tidak terasa bosan.

“jadwalku sedang kosong untuk hari ini dan beberapa hari kedepan, kecuali untuk shooting drama boybandmu. Dramaku baru saja selesai 2 hari lalu, jadi tidak ada yang perlu kukhawatirkan kecuali pemotretan majalah dan shooting beberapa CF.”

“ah geurae. Soal dramamu, judulnya drama came to gone kan? Aku sangat menyukai actingmu ketika kau menampar Jae Joong sunbae karena hendak menciummu. Aku sangat lega karena dia tidak menciummu.” Seru kai langsung membuat jessica terbelalak. kai menyadari perubahan wajah jessica yang terkejut dan segera menggaruk tengkuknya. “ah tapi pada akhirnya kalian tetap berciuman juga, ahaha. Acting yang luar biasa.” tambah kai gugup dengan cengiran anehnya.

Jessica terkekeh kecil. Kai nampaknya namja yang lucu, berbeda dengan kris yang menyebalkan. “gomawo. Apakah kau tahu bagaimana nanti shooting teasernya?”

Kai mengernyitkan dahinya. “bukankah taekyung hyung sudah memberitahumu malam itu?”

Jessica nampak mencoba untuk mengingat, namun tidak bisa. “aku lupa.”

Kai nampak menarik nafasnya dan mendekati jessica. jessica nampak menatap kai bingung. wajahnya terasa hangat. Tatapan tajam kai seakan menuntut balasan sehingga ia balas menatap kai.

“aku…” jessica menaikkan alisnya menunggu lanjutan perkataan kai. “… akan menciummu.”

Jessica terbelalak. kenapa hidupnya sekarang dipenuhi oleh cium mencium?!

 

TBC

.

 

Bonus Part

Jiyong’s Birthday Party

“suaramu sangat merdu, sunbae!” pekik kai saat jessica turun dari panggung setelah menyumbang sebuah lagu untuk jiyong. Jessica tersenyum tipis. Tentu saja, aku kan dewi fortuna jessica jung, batinnya bangga.

gamsahamnida.” Balas jessica. kai dan member EXO lainnya membungkuk hormat pada jessica. jessica balas membungkuk sedikit.

annyeong, jessica sunbaenim.” Sapa suho dan tao.

“oh, annyeong.”

“jessica sunbae, bisakah kita bicara sebentar?” jessica menoleh ke asal suara dan mendapati seorang namja dengan rambut cokelat imut sedang berada disampingnya. Jessica menatap namja itu bingung. menyadari hal itu, namja itu segera memperkenalkan dirinya.

naega zhang yixing-imnida. Sunbae bisa memanggilku lay. Aku dari EXO M.”

Jessica mengangguk mengerti. “oh. Jadi apa yang ingin kau bicarakan lay-ssi?”

“ikut aku sebentar.” Pinta lay. Jessica nampak berpikir sejenak, kemudian mengangguk.

geurae, kajja.” Jessica mengikuti langkah lay menuju ke belakang panggung.

Lay nampak celingak celinguk memastikan tidak ada yang akan mengikuti mereka. Setelah yakin tempat itu aman, ia segera menatap jessica yang sedang melipat tangannya didepan dada.

“bicaralah sekarang.”

Lay nampak sedikit gugup karena sedang bicara berdua dengan si dewi fortuna, jessica jung. Yeoja yang sangat dielukan sampai ke pelosok USA sana.

“kupikir ini tidak terlalu penting. Tapi ada baiknya jika sunbae juga tau.” Jessica menaikkan sebelah alisnya. “saat sunbae dan kris hyung ciuman pagi tadi, itu adalah ciuman pertamanya.”

Jessica terbelalak. “oh? Ci-ciuman pertamanya? Kau serius?”

Lay mengangguk yakin. “tentu saja. Selama ini kris hyung tidak begitu pandai bergaul dengan yeoja. Bahkan dia cenderung tidak suka dengan skinship bersama yeoja. Sunbae adalah ciuman pertamanya.”

Jessica terdiam di tempatnya berdiri. Dia tidak menyangka jika wajah mesum seperti kris baru melakukan ciuman pertamanya di usia sekarang (jessica bahkan tidak tahu kris umur berapa).

“sepertinya itu tidak terlalu penting. Maaf telah mengganggumu, sunbae.” Lay nampak membungkuk ke jessica yang masih terdiam dan meninggalkan yeoja itu sendiri dibelakang panggung.

Tidak ada reaksi dari jessica. yeoja itu sibuk berpikir dan masih tidak percaya jika ia merebut ciuman pertama kris, namja yang bernotabene sebagai namja yang sangat menyebalkan dan tidak sopan itu.

Namun sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman geli.

 

Bonus Part END

 

Aku jadi semangat banget ngelanjut ff ini setelah liat tanggapan dari readers semua. Tau ga, aku gak berhenti senyam senyum liat komen-komen unnideul atau saengdeul di Miracle chapter 1 kemarin. Okelah, aku jadi lebay gini. Tapi tetep aja kan pasti ffku terasa aneh juga, typo bertebaran, feel ga dapet, atau ngebosenin. Sekali lagi aku pengen dapat tanggapan kayak di chapter 1 kemarin, biar aku makin semangat ngelanjutnya.

Sesuai janjiku buat royalices shipper, di ff ini banyak moment krissica-nya walau yah, adu mulut gitu. Sengaja aku nyelipin romancenya biar ga rare banget. Mungkin moment krissica disini belum seberapa seperti yang kalian bayangin. Disini emang krissica-nya itu masih jaim satu sama lain. Dan aku ngerubah genrenya biar lebih jelas. itu ada genre ‘angst’ di chapter 1 karena aku salah tulis, ‘angst’nya itu chapter nanti-_-

Dan buat yang udah nonton drama korea ‘You Who Came From The Star’ atau ‘Man from another star’, bisa bayangin kalau jessica itu cheon song yi dan kris itu do min joon biar lebih ngefeel. Karena aku ambil karakter pemainnya itu dari drama itu.

Baiklah, di chapter kali ini aku ga mau banyak bacot. Bocoran dikit, di chapter berikutnya minkyeong udah muncul kkk~

 

Preview Next Chapter :

Kris melirik kaki jessica dan terdiam memperhatikan yeoja itu memijati kakinya. Rasanya sangat imut. Tanpa sadar kris tersenyum simpul.

“ah sudah kuduga, kau sangat suka memperhatikanku diam-diam rupanya.” Desah jessica tanpa memperhatikan kris. kris tersadar dari lamunannya dan memperbaiki posisinya.

*

“aku tidak akan mencuri sepatumu. Kau pikir aku ini namja apa yang mencuri heels milik perempuan. Aku masih normal.” Delik kris tiba-tiba membuat jessica mendongak memperhatikan wajah kris yang terlihat serius membersihkan permen karet yang menempel di heelsnya.

“aku kan belum terlalu mengenalmu. Bisa saja kau memang sasaengku kan?” cibir jessica pelan lalu kembali memperhatikan tangan kris yang mulai menarik permen karet itu dengan sebuah ranting kecil.

“kalau begitu kenal aku lebih jauh lagi.”

*

“tidak ada privasi bagi seorang artis seperti kalian. Privasi kalian adalah berita bagi publik. Dan siapa yang peduli dengan kesalah pahaman? Publik lebih peduli dengan apa yang sudah terjadi.”

 

[SEE YOU IN, ‘Miracle :I Think I Love You’]

89 thoughts on “[Freelance] Miracle 2 : Kiss

  1. Walaupun gak sengaja tapi mereka tetep aja ciuman kan’-‘
    Kai disini suka ya sama Jessica’-‘
    Itu yang kris maju2in bibirnya bikin ngakak asli-_-
    Penasaran thor sama chap selanjutnya!
    btw ditunggu kelanjutan ff2 author di blog pribadinya author’-‘

  2. Kyaaaa ~ bagus thor🙂 bagus banget malahan😀
    Oh iya aku readers baru🙂
    Ya ampun kris itu First kiss mu? Aigoo benarkah ? Hehehehehe makin seru aja nih ?
    Dua orang itu nanya tapi malah di kasih jawaban yang aneh -_- kasihan sekali sih mereka -_- kok jadi aku yang geregetan disini bukannya mereka yak ?
    Pokonya daebak deh ^^
    Fighting buat Next chapternya ne ^^

  3. hahaha konyol banget emang tingkahnya KrisSica ada-ada aja kejadian kejadian aneh diantara mereka berdua. Tapi serius ini seru seru seruuu banget

  4. Huaaa akhri baru sempet baca ff ini masa!!! Ihhh seru bgt!! Sampe ketawa2 sendirian baca ff ini. Seriusan keren bgt ffnya… Dituntasin ya ffnya:D aku pamit baca next chapt dulu!! Annyeong^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s