Pass Me By

2014-04-02-11-33-03_deco-1

Author : @evelynatalya

Genre : Sad , Romance

Rating : T

Length : Oneshoot

Main Cast :
Jessica Jung
Suho
Krystal Jung

Annyeong readers lama tak berjumpa , mianhae ya udah lama ga update karena lagi sibuk persiapan ujian , semoga readers ngerti ya. Well seudah ujian beres aku bakal cepet lanjutin fanfiction ku , pengen cepet tamatin dan buat fanfiction baru ‘-‘)/

Ini selingan selama aku ga update , mian kalo ceritanya mainstream ini aku teradaptasi dari dramanya Dasom Sistar ” Melody Of Love ” ya ini versi singkat dan ga sama persis kok ceritanya. Ini aku buat waktu lagi stres  belajar hahaha

Warning ! Setiap membaca ulang ff ini sambil denger lagu ballad aku selalu pengen nangis , sedih banget rasanya  ㅠㅠ

Selamat membaca \^o^/

Jessica POV

Aku menutup mulutku ketika seseorang baru saja mencium bibirku. Ini sungguh gila. Rasanya aku hampir mati. Dia… Lelaki itu

Semua orang yang berada di lobby ini pasti menjadi saksi semua kegilaan ini. dia bukanlah kekasihku, dia hanya seseorang yang aku sukai entah aku cintai

“A – Apa yang kau lakukan?” sungguh rasanya sulit mengeluarkan suaraku

“Tentu saja menciumu. Apa kau bodoh”

“Ke-Kenapa kau menciumku?”

“Sebenarnya itu ucapan perpisahan dariku untukmu” aku mengernyit. Apa maksudnya? Perpisahan?

“Perpisahan apa maksudmu?”

“Mmm baiklah.. Sebenarnya, selama dua tahun ini, aku menyukaimu. Well, mungkin kau tidak tahu dan aku rasa juga kau tidak perlu tahu. Sekarang aku sudah tidak bisa menyukaimu lagi, aku bukan lelah hanya saja aku sudah menyukai orang lain”

Rasanya aku ingin mati detik ini juga. Bukan karena aku kaget mendengar pengakuannya. Hanya saja, aku juga sangat menyukai lelaki dihadapanku ini

Tidak tahu karena alasan apa dia begitu menarik bagiku, tapi aku tidak pernah punya keberanian untuk mengatakan aku menyukainya. Dia lebih muda dariku, tidak lebih kaya dariku tapi, aku tetap menyukainya. Aku bahkan tidak pernah berbicara dengannya, aku hanya tahu dia bernama Kim Joon Myun /  Suho. Mahasiswa pintar di kampus ini

“Annyeong” lelaki itu mulai beranjak pergi meninggalkanku

Kenapa semua seperti ini? kenapa aku harus merelakannya di saat aku tahu dia juga menyukaiku? Tidak bisakah aku, ah maksudku kita memulainya? Kenapa kita harus mengakhirinya?

Air mataku menetes seiring mata ini melihat senyum lega di wajah tampannya. Sungguh hatiku sangat teriris.

Aku berlari dari kampus, tempat aku memulai dan harus menghentikan semua kegilaan ini. Lelaki jahat. Bagaimana bisa dia tersenyum, bercanda dan tertawa dengan teman temannya disaat aku harus menghadapi kegugupan setiap bertemu dengannya?

Apa dia tidak pernah menyadari mata ini selalu mencari sosoknya ketika kakiku melangkah dikampus ini?

Apa dia tidak pernah sekalipun menyadari aku selalu memperhatikannya?

Aku selalu bertingkah dingin dan tidak peduli padanya tapi apa dia tahu ini semua membunuhku secara perlahan?

Aku memarkirkan mobilku tepat didepan rumah. Aku segera berlari, aku hanya butuh kamarku dan sebuah bantal. Aku menghempaskan tubuhku dan menangis sekuat yang aku bisa. Semua ini begitu menyakitkan, sangat..

“Eonnie ada apa denganmu?” tanya Krystal, adikku satu satunya. Aku segera memeluknya

“Tadi.. Tadi lelaki itu menciumku”

“Apa??? Apa dia menciummu karena dia mengutarakan perasaannya padamu? Aih Syukurlah eonnie. Penantianmu selama ini tidak sia sia”

Air mataku kembali mengalir dengan derasnya. Bukan itu Krystal- ah, kau salah. Sungguh ini sangat menyesakkan dada

“Dia menciumku karena ingin mengucapkan perpisahan Krystal- ah”

“Perpisahan apa maksudmu eonnie? Memangnya dia mau pergi kemana?”

“Tidak, ternyata dua tahun ini dia juga menyukaiku. Kenapa aku tidak mengetahuinya Krystal- ah, aku hampir gila karena menyukainya, aku pikir hanya aku yang menyukainya tapi ternyata aku salah. Dia menyukaiku Krystal-ah, Dia menyukaiku. Tap.. Tapi hari ini tidak lagi, dia sudah menyukai wanita lain” Krystal memelukku semakin erat. Percuma Krystal-ah, seerat apapun kau memelukku itu tidak akan pernah mengurangi rasa sakit ini

“Kenapa semua ini begitu rumit dan begitu menyakitiku?”

“Sabar eonnie, aku yakin kau akan menemukan seseorang yang lain yang lebih baik dari lelaki yang kau sukai itu”

Ini semua bukan masalah baik atau tidak Krystal-ah, kau tidak akan pernah mengerti. Ini semua masalah hati, mungkin memang mudah mengucapkan kata ‘melupakan’ tapi sangat susah untuk melakukannya. Aku terlalu mengharapkannya Krystal-ah, aku telalu menggilainya, terlambat jika aku menghentikannya sekarang

Harus bagaimana aku menghadapi hari esok?
Masih bolehkah aku memikirkannya?
Masih bolehkah aku menyukainya? Mencintainya diam diam sangat menyakitkan, tapi lebih menyakitkan lagi ketika dia berkata dia berhenti mencintaiku, disaat aku tahu dia juga menyukaiku

Bisakah aku berharap pada waktu? Bisakah waktu menghapus semua kenangan tentangnya? Atau haruskah aku melawan waktu? Mungkin aku terlalu menyukainya hingga aku terluka sangat banyak
‘Mungkin kau akan meraih kebahagiaanmu, mungkin suatu saat nanti aku bisa bersenyum melihatmu bahagia walaupun kau tidak bersamaku’
Haruskah aku meyakini kalimat bodoh seperti itu?

AKU TIDAK BISA

Bolehkah aku berharap kau akan menyadari kebodohanmu suatu hari nanti karena tidak memilihku?Haruskah aku berdoa setiap malam, meminta Tuhan menghapus cintamu pada wanita itu dan membuatmu mencintaiku lagi?

Aku tahu itu PERCUMA

Benarkah kisah kita berakhir seperti ini? apa ini Sadness Love Story? Unlucky Story? Stupid Love Story? Fiction Love Story? Coma Love Strory?

Entahlah aku tidak tahu

Aku tidak bisa menghapusmu sedikitpun, aku tidak ingin melupakanmu. sungguh tidak pernah ingin. Aku tahu semua akan menyakitiku. Tapi bagaimana lagi? Bukankah aku sudah terlanjur mencintaimu dan terlanjur terluka?Satu hal yang sangat kusesali, aku tidak berkata padamu ‘aku juga menyukaimu Suho-ya’ semua memang sangat terlambat, sudah sangat terlambat

Mungkin hidupku terlalu singkat untuk menunggumu lagi, tapi mau bagaimana lagi? Semua ini terlambat untuk diakhiri, apa kau tahu itu Suho-ya?

“Krystal-ah, ada seseorang yang mencarimu” Teriak eomma

“Ah itu pasti dia. Eonnie cepat hapus air matamu, kemarin kau bilang kau ingin bertemu dengan kekasihku kan? Sekarang dia sudah datang”

“Ah iya”

“Apa kau bahagia dengannya?”

“Tentu eonnie, dia lelaki yang sangat baik. Aku juga yakin dia sangat mencintaiku. Semoga hubungan ini berjalan dengan baik eonnie, aku sangat mencintainya. Aku dan dia memang baru menjadi sepasang kekasih kemarin, tapi aku sangat berharap aku berjodoh dengannya. eonnie doakan aku ya”

“Tentu saja aku pasti akan mendoakanmu, kajja”

Krystal menggenggam tanganku dan menuntunku menuruni tangga. Aku tidak pernah lihat adikku sebahagia ini sebelumnya. Aku jadi penasaran, siapa lelaki yang bisa membuatnya sebahagia ini?

“Oppa” Ujar Krystal. Krystal melepas genggaman tangannya padaku dan merangkul lengan lelaki yang membelakangiku

“Kau datang?”

“Tentu”

“Oppa, ini kenalkan eonnieku” Lelaki itu membalikan tubuhnya menghadapku

“Ann..”

Dunia seolah berhenti berputar saat ini lelaki dihadapanku, lelaki yang kusukai ternyata kekasih baru adikku, sesak sungguh
Astaga.. aku harus menahan air mata ini, aku tidak boleh menangis di depan Krystal dan juga Suho. Beri aku kekuatan Tuhan, aku mohon., aku mengepal tanganku dan tersenyum pada Suho

“Annyeong” ucapku

“Annyeong” balasnya

“Apa kalian tidak saling mengenal? Kalian sama sama kuliah di Seoul University kan?”

“Ah iya, aku mengenalnya Krystal- ah” aku kembali tersenyum. Senyum paksa maksudku

“Annyeong” Aku segera mengambil langka untuk kembali menangis, tanganku bahkan tidak kuat membuka pintu

Serumit inikah Tuhan? Serumit ini inikah kisah cintaku?
Haruskah aku bilang pada Krystal bahwa kekasihnya adalah lelaki yang aku sukai selama ini?
Krystal jarang sekali tersenyum semenjak kedua orang tua kami bercerai, dia menjadi pendiam dan jarang sekali berkomunikasi dengan orang lain dan hari ini aku melihatnya begitu bahagia dan semua berkat Suho.

Haruskah aku berhenti mencintai Suho? Haruskah aku merebut Suho dari Krystal?

Aku tidak bisa melakukan keduanya
Tuhan, tidak bisakah kau pertimbangkan sedikit saja kisahku ini?

———–

“Apa kau bilang? Suho kekasih Krystal? Jangan bercanda Sica-ya”

“Aku tidak bercanda Yoona-ya, aku serius”

“Kau baik baik saja?” Aku hanya tersenyum getir. Apa aku terlihat baik baik saja? apa kau tidak melihat aku begitu terluka Yoona-ya

“Ayo, kita ke kantin” ajak Yoona

“Aku tidak mau, aku tidak ingin bertemu dengannya”

“sampai kapan kau akan menghindarinya Sica-ya? Ratusan kali kali kau menghindarinya, Ribuan kali kau memikirkannya”

“Tidak ada yang bisa aku lakukan selain menghindarinya Yoona-ya” Yoona segera menarikku dalam pelukannya, walau pelukan ini begitu nyaman dan menenangkan tetap hanya aku terluka, aku tidak bisa mengurangi sedikitpun pedih ini

Aku membiarkan angin menyapa tubuhku, rasanya sangat damai. Bisakah kalian membawa pergi pedih ini? Aku kembali menangis. sakit sungguh…setiba di rumah dan aku kembali melihat mereka.Suho dan Krystal tertawa bersama, aku melewati mereka dengan senyum palsuku lagi. Aku ingin berada di posisimu Krystal-ah, bisakah?

“Jessica-ssi, apa kau mau ikut bersama kami? Hatiku bergejolak ketika mendengarnya memanggil namaku untuk pertama kalinya. Tapi aku tidak boleh bahagia saat ini. Jika aku bahagia aku akan semakin terluka

“Mianhae Suho-ssi,Krystal-ah, aku harus mengerjakan tugas. Bersenang senanglah” aku mengeratkan buku yang ada didalam pelukanku

Ah.. lagi lagi aku menangis dibalik pintu kamarku, aku membekap mulutku agar tidak mengeluarkan suara apapun.Mungkin itu sudah menjadi kebiasaanku belakangan ini. Kim Joon Myun, kau sudah berhasil membuatku seperti ini. Kenapa aku tidak bisa melakukan apapun seperti ini? kenapa aku hanya bisa menangis? Kenapa aku hanya bisa berharap sesuatu yang mustahil? Apa aku harus terus mengharapkannya seperti ini?

——–

Aku memperhatikan Suho dan para anggota geng nya, EXO. Lelaki itu tertawa lepas, bagaimana bisa? Hatiku sungguh terasa sangat perih
Kenapa bukan aku? Kenapa harus Krystal?

Aku sudah menyukainya, menunggunya untuk melihatku selama satu tahun ini. Tapi kenapa dia tidak menjadi milikku? Bukankah aku yang lebih dulu menyukainya di banding Krystal?

Apa di dunia ini memang di dunia ini tidak ada keadilan?
Akus segera pergi, rasanya tidak tahun jika harus melihat wajahnya.

Kenapa aku tidak seberuntung Krystal? Apa Suho memang tidak ada dijalan hidupku?

Aku sering bercermin, tersenyum dan bilang aku baik baik saja tanpa lelaki itu. Tapi setelah itu aku kembali menangis, rapuh…
Siapapun tolong aku…
Buat aku benci pada lelaki itu

Atau

Tuhan tolong kirimkan seorang lelaki untukku, siapapun itu. Aku sangat membutuhkannya untuk membantuku melupakan Suho.
Hentikan aku Suho – ssi

Hentikan perasaanku …

Aku marah, aku benci, aku cemburu setiap kali melihatmu bermesraan dengan Krystal. Seperti saat ini, teganya kalian melakukan ini padaku tapi, begitu bodoh karena mengikuti permintaan Krystal menemaninya berkencan

Aku hanya bisa memandang mereka berdua dari kejauhan tanpa bisa melakukan apapun. Senyum palsu? Menangis? Aku sudah bosan melakukannya.

Aku membalik tubuhku membelakangi mereka berdua.. Aku berjalan lurus kedepan. Ini memang jalanku, jalan yang berbeda denganmu Suho-ssi..

                                                                                                                                     ———

“Sampai kapan kau mengharapkannya?

“Tolong aku Yoona-ya, tolong aku”

“Hanya kau yang bisa menolong dirimu sendiri Sica-ya”

“Aku sudah berusaha tapi tetap tidak bisa, aku semakin mengharapkannya. Aku akan melakukan apapun asalkan aku bisa menjadi Krystal, aku ingin dia membalas perasaanku Yoona-ya”

“Percuma Sica-ya, percuma.. Kau harus menghadapi kenyataan”

Aku hanya bisa diam didalam pelukkan Yoona. Yoona benar, tapi aku hanya berharap waktu yang akan menghapus perasaanku karena aku tidak akan pernah bisa menghapusnya. Aku berjalan menuju rumah setelah puas menangis ria dipelukkan Yoona. Walaupun dia tidak menyembuhkan lukaku, tapi setidaknya Yoona bisa mengurangi sakit akibat luka itu

Langkahku terhenti ketika mendengar suara ribut dari rumah. Seketika itu aku tahu, appa dan eomma kembali bertengkar. Walaupun sudah berpisah mereka masih sering bertengkar. Aku tidak berniat melerainya, hatiku rasanya sangat hampa setiap kali mereka bertengkar.Aku hanya menutup kedua telingaku, berjongkok dan menangis. Appa, eomma.. hentikan. Ku mohon
Ya Tuhan dimana Krystal? Aku sangat berharap saat ini dia sedang bersama Suho , tidak peduli apa yang mereka lakukan. untuk kali ini saja, aku tidak akan cemburu apalagi marah. Aku tidak ingin Krystal kembali bersedih mendengar pertengkaran ini

Tubuhku menegang ketika merasa seseorang memelukku dari belakang. Aku membuka mataku dan menatapnya “Suho- ssi?”

“Tenanglah Jessica-ssi” Lelaki itu kembali memelukku semakin eratApa ini? Apa yang terjadi? Kenapa bisa begini?

“Aku disini” Semua benar benar membuatku gila. Aku melepaskan pelukannya dengan kasar. Di satu sisi aku senang tapi di sisi lain aku tidak bisa terus begini

“kenapa kau memelukku? Apa kau lupa kau kekasih Krystal?

“Aku hanya..”

“Dengar Suho-ssi, walaupun kau pernah menyukaiku. Aku hanya bagian dari masa lalumu. Kau sekarang sudah menjadi milik Krystal”

Sungguh aku tidak tahan lagi…
Ya, Yoona benar. Aku tidak bisa terus begini, aku harus bangkit. Aku tidak bisa terus mengharapkan seseorang yang sudah menjadi milik orang lain. Terlebih lagi seseorang itu kebahagian untuk Krystal, adikku

“Jessica-ssi” Teriak lelaki itu

Aku menutup telingaku dan berlari, tidak ingin mendengar apapun darinya, itu akan membuatku semakin menderita. Aku memejamkan mataku dan terus berlari, aku harus pergi ke tempat aku bisa menenangkan diri

“Jessica-ssi ” Teriak lelaki itu semakin kencang

Bruk

Aku merasa tubuhku di tabrak oleh sesuatu yang berukuran sangar besar. Tubuhku jatuh ke tanah, rasanya sakit sekali, tubuhku terasa tidak betulang lagi. Aku mencoba membuka mataku, aku ingin tahu apa yang terjadi padaku tapi belum sempat mataku terbuka semua mendadak gelap

Aku berdiri tidak jauh dari sebuah gundukan tanah dengan sebuah batu bertuliskan namaku

Jessica Jung
18 April 1989
2 Febuari 2014

Aku tersenyum…
Cintaku yang rumit berakhir seperti ini..
Aku hendak berjalan pergi tetapi mataku menangkap sosok Suho yang berjalan menuju makamku. Lelaki itu memakai kacamata hitam dan membawa setangkai bunga mawar putih. Bagaimana dia tahu aku menyukai mawar putih? Apa Krystal memberitahunya?

Lelaki itu mendudukkan tubuhnya disamping makamku. Kepala lelaki itu mulai bersandar di batu nisanku. Perlahan lelaki itu mulai membuka kaca mata hitamnya.Kenapa matanya sembab? Apa dia menangis?

“Kenapa kau pergi Sica-ya? Kenapa kau pergi meninggalkanku?

“Aku mencintaimu Sica-ya, sungguh sangat mencintaimu” ucap lelaki itu sembari terisak

Jika saja jantungku masih berdetak, tubuhku ini pasti berguncang hebat. Tapi sayangnya aku tidak bisa merasakan apapun

“Bagaimana bisa Suho-ssi” aku tahu pasti, dia tidak akan pernah bisa mendengar pertanyaanku terlebih lagi menjawabnya.

“Malam itu aku ingin mengatakan perasaanku padamu. Walaupun aku kekasih Krystal. Aku masih mencintaimu dan sangat menyayangimu Jessica-ssi”

“Aku tidak bisa terus berpura pura aku tidak mencintaimu. Jika saja Kris tidak menyukaimu mungkin dua tahun lalu aku sudah mendekatimu, Aku pikir dengan berkencan dengan wanita lain aku akan bisa melupakanmu tapi ternyata wanita itu adalah adikmu, Krystal. aku semakin tidak bisa melupakanmu. Aku sudah memutuskan untuk tidak menjadi kekasih Krystal lagi, aku tidak bisa terus bersamanya karena aku masih terus memikirkanmu”

Ya Tuhan, bahkan untuk menangis pun aku sudah tidak bisa lagi..

“Maaf, sejak awal hingga akhir aku tidak bisa melupakanmu. walaupun kau sudah tidak ada disini bersamaku, kau akan tetap ada dihatiku Jessica-ssi” Lelaki itu memakai kembali kacamata hitamnya dan berjalan pergi

“Aku juga sangat mencintaimu Suho-ssi. Maafkan aku karena sejak awal hingga akhir hidupku aku tidak pernah bilang padamu bahwa aku juga mencintaimu. Hiduplah dengan baik, disurga aku akan selalu melihatmu. Walaupun kau tidak pernah menjadi milikku, terimakasih karena sudah menjadi bagian dalam hidupku”

“Terimakasih sudah mencintaiku selama ini. walaupun menyakitkan aku tidak menyesal pernah mencintaimu, berbahagialah Suho-ssi, berbahagialah..”

Kulihat Suho membalikkan tubuhnya seolah menatapku. Aku tahu dia tidak bisa melihatku, tapi mungkin dia merasa bahwa aku berada disini. Lelaki itu tersenyum.Tak lama lelaki itu kembali membalikkan tubuhnya dan berjalan begitu pula denganku.

Aku berjalan menuju kebahagiaan abadiku

Walaupun kisah cintaku ini tidak selesai, tapi aku tidak bisa melawan takdir Tuhan untukku

“Saranghae Kim Joon Myun, Jeongmal..”

END

Bagaiamana readers ? Sedihkah ? Atau mungkin aku aja yang lebay selalu sedih setiap baca ini ? Kk

Jangan lupa tinggalkan jejak ya , tunggu kelanjutan ff ku yang belum tau kapan mau di publish ya hahhaa

Annyeong \^o^/

23 thoughts on “Pass Me By

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s