[chapter 3] heart and soul

heart and soul

Tilte : Heart and Soul

 

Author : veronica cen

 

Main Cast : Jessica jung | Kang Ha neul a.k.a Kim Ha Neul | Kris | yoona

 

Support cast : jung yong hwa and find it by your self

 

Genre : romance,sad,spanatural

 

Length : chapter

 

Rating : T

 

 

 

Desclaimer : mian setelah sekian lama, author baru kembali muncul. Semoga kalian suka dengan ff ini ya. Jika kalian baik hati, silahkan berikan komentar kalian nde? Thankyou guys, happy reading~~~~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Misi jessica jung selama di dunia manusia ;

 

  1. menemukan Kevin sesegera mungkin
  2. mengetahui jati diri seorang jessica jung di alam manusia
  3. mengenal lebih dekat jung yong hwa, kakak tiri seorang jessica jung”

 

 

 

~~~~~~

Author pov

 

 

 

“jess?”panggil haneul disamping ranjang jessica

 

“eemmm”gumam jessica sadar dari pingsannya. Jessica mengganti posisi tidurnya menjadi duduk. Kepalanya masih berdenyut kecil

 

“gwaenchana?”Tanya haneul. Jessica mengangguk pelan sambil memegangngi kepalanya

 

“minumlah”kata haneul lalu memberikan segelas air putih

 

“gomawo”kata jessica setelah selesai minum. Jessica menatap kesekeliling ruangan ini. Tidak, ini bukan kamarnya.

 

“ini kamarku, kamu berada dirumahku”kata haneul seakan bisa membaca pikiran jessica. Jessica mengangguk-angguk lalu menatap haneul kembali

 

“tadi aku membawamu kerumahmu, tapi tidak ada orang sama sekali, jadi kuputuskan kau ku bawa kerumahku”kata haneul kembali seakan mengerti pikiran jessica

 

“ada apa dengan mu, jess, sampai kamu pingsan?”Tanya haneul khawatir. Jessica menggeleng

 

mollayo, tapi tadi aku tidak sengaja menendang sebuah Barbie, lalu aku memegang tangan Barbie itu lalu tiba-tiba,..”kata jessica terputus

 

“tiba-tiba apa?”Tanya haneul bingung karna jessica tidak melanjutkan ceritanya. Jessica menggeleng sambil tersenyum

 

“entahlah, aku sudah lupa haneul-ssi”kata jessica

 

“arraseo, gwaenchana, kau istirahatlah jess”kata haneul. Jessica menggeleng

 

“tolong antarkan aku pulang”pinta jessica

 

“baiklah, kajja aku antar kamu pulang”kata haneul. Selama didalam mobil, mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing. Sesekali haneul melirik jessica yang duduk disampingnya itu. Jessica tampak melamun, tatapannya kosong

 

“jess”panggil haneul sambil terus konsentrasi mengemudi

 

“mm”gumam jessica malas

 

“tidak jadi”kata haneul

 

“sudah sampai”kata haneul ketika mobilnya sampai dirumah jessica

 

“perlu kubantu?”tawar haneul. Jessica menggeleng

 

“gomawo, pulanglah, hari sudah semakin malam”kata jessica lalu berjalan dengan lemah masuk kerumahnya

 

“kau sudah pulang?”Tanya yonghwa sambil menopang tubuh lemas jessica

 

“mm”gumam jessica malas

 

“gwaenchana? Kudengar dari telfon temanmu tadi, kau pingsan”kata yonghwa

 

“mmm”kata jessica sambil mengangguk

 

“sudah baikkan?”Tanya yonghwa. Jessica mengangguk

 

“tolong antarkan aku kekamarku, oppa”kata jessica lemah. Sungguh, ia sangat malas bicara sekarang, meskipun oppanya terlihat sangat khawatir dengannya sekarang. Jessica hanya ingin segera menidurkan tubuhnya diranjang empuk miliknya

 

“pelan-pelan”kata yonghwa sambil mendudukkan jessica ditepi ranjang

 

‘gomawo, oppa keluarlah, aku ingin istirahat”kata jessica halus

 

“baiklah, panggilah aku jika ada apa-apa, karna ajhumma dan appa sedang berada diluar negri dan kamu adalah tanggung jawabku selama mereka tidak ada disini”kata yonghwa lalu berjalan keluar. Jessica lalu merebahkan dirinya di ranjangnya. Perlahan tapi pasti jessica sudah terlelap

 

 

 

 

 

~~~~~~~~

 

“hai sica”panggil seseorang. Jessica menoleh kesumber suara lalu ia tersenyum

 

“hai, emm.. nuguseyo?”Tanya jessica bingung

 

“kau tidak perlu tahu namaku, yang penting kamu tahu diriku”kata orang itu

 

“kev… kau dipanggil oleh ratu kwon”kata tiffany tiba-tiba muncul

 

“ah, baiklah, terimakasih fany”kata orang itu lalu berjalan pergi meninggalkan jessica dan tiffany

 

                                                            *****

 

“hei”panggil jessica pada seseorang

 

“eoh? Hai”balas orang itu murung

 

“ada apa denganmu?”Tanya jessica. Orang itu menggeleng lemas

 

“ada sesuatu hal buruk terjadi padaku”kata orang itu

 

“apa?”Tanya jessica polos

 

“aku dihukum ratu kwon ke tempat yang paling mengerikan bagi bangsa kita, malaikat”kata orang itu

 

“eoh? Tempat apa itu?”Tanya jessica polos

 

“suatu saat nanti kamu akan tahu itu tempat apa”kata orang itu lalu mulai berjalan pergi

 

“apakah kita bisa bertemu lagi?”Tanya jessica

 

“kemungkinannya sangat kecil”jawab orang itu tanpa menoleh kearah jessica

 

“bagaimana jika tiba-tiba aku merindukanmu dan ingin mengobrol lagi denganmu?”Tanya jessica sedikit berteriak karna jarak jessica dengan orang itu sedikit jauh. Orang itu berhenti berjalan lalu menoleh kearah jessica

 

“jika suatu hari nanti kamu merindukanku, cukup kamu ingat wajahku”kata orang itu lalu tersenyum manis dan kembali berjalan pergi. Jessica mengerjapkan matanya berkali-kali, ia seakan tersihir melihat wajah tersenyum orang itu tadi. Jantung jessica berdetak dua kali lebih cepat

 

“aku baru menyadari bahwa kamu tampan”kata jessica lalu tersenyum

 

“jess, kau lihat kev ?”Tanya tiffany

 

“siapa kev?”Tanya jessica bingung

 

“diaa… dia.. tidak jadi, suatu saat kamu akan tahu sendiri”kata tiffany lalu berjalan pergi

 

                                                            *****

 

“seo, ku dengar ada salah satu bangsa kita dihukum ketempat yang paling mengerikan”Tanya jessica

 

“eoh? Nde, eonni. Memang ada”jawab seohyun

 

“siapa?”Tanya jessica penasaran

 

“aku tidak tahu siapa namanya eonni”kata seohyun

 

“lalu, apakah kau tahu, mengapa ia dihukum?”Tanya jessica

 

“dia menyukai salah satu dari bangsa kita. Eonni tahukan, bahwa ada peraturan, kita tidak boleh mencintai seseorang”kata seohyun

 

“cinta? Apa itu cinta?”Tanya jessica polos

 

“mollayo eonni, aku juga tidak mengerti”kata seohyun

 

~~~~~~

 

“jess… jessiiiee… jessiee tolong akuuu…. Jessiiiiiiiee”

 

“tiffany… fanny.. kamu dimana? Fanny, mengapa disini gelapp sekali? Fanny? Tiffany.,,, akh”

 

 

 

“tiffanyyy!!!!”teriak jessica terbangun dari tidurnya. Mendengar teriakan sang adik tiri, yonghwa segera berlari menuju kamar jessica

 

“gwaenchana?”Tanya yonghwa sambil memberikan segelas air. Jessica menerima air itu lalu diminumnya

 

“gwaenchana, aku hanya bermimpi buruk”kata jessica setelah meminum minumannya

 

“oppa, aku tahu oppa benci jika aku menanyakan hal ini. Tapi sungguh aku sangat penasaran, kumohon dijawab oppa”kata jessica

 

“apakah selama ini aku menghilang?”Tanya jessica. Raut wajah yonghwa menjadi dingin

 

“kau butuh istirahat, tidurlah”kata yonghwa cuek lalu berjalan pergi

 

“oppa”panggil jessica dengan nada memelas. Yonghwa menarik nafas panjang

 

“nde, kau pernah menghilang selama bertahun-tahun. Semua orang sibuk mencarimu tapi tidak ketemu. Sisanya, jika kau ingin tahu jangan Tanya aku. Tanya lah pada appa atau ajhumma”kata yonghwa

 

“satu hal lagi, jangan pernah mengungkit masalah ini padaku”kata yonghwa cuek lalu berjalan pergi

 

“apakah aku salah bicara?”gumam jessica bingung

 

“apa arti dari mimpiku?”Tanya jessica pada dirinya sendiri

 

“mimpiku sangat aneh, selalu ada tiffany atau pun seohyun. Dan siapa orang itu? Mengapa dimimpi aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Yang ku ingat hanya matanya, cara ia menatapku. hanya itu yang ku ingat. Aisshh! Kau bodoh jess”gumam jessica lalu mengacak rambutnya kesal. Mata jessica tidak sengaja melihat tas sekolahnya diatas meja belajarnya. Jessica lalu segera mengambil tasnya lalu mengeluarkan seluruh benda yang ada ditas itu termasuk boneka Barbie yang jessica sendiri pun tidak tahu kapan ada ditasnya. Jessica menatap boneka itu lalu pikirannya melayang pada haneul yang bertanyaa tentang kejadian ketika ia pingsan. Tidak. Jessica bohong pada haneul. Ia tidak lupa sama sekali. Ia masih ingat dengan jelas atas kejadian sebelum ia pingsan. Disana, muncul bayangan Victoria yang ditangkap oleh seseorang. Dibayangan tadi jessica tidak bisa melihat wajah orang yang menangkap Victoria dengan jelas. Victoria berteriak meminta tolong pada jessica dan jessica berlari hendak menolong Victoria tapi ada sebuah tangan yang menarik jessica lalu membius jessica sampai tidak sadar. Dan disaat yang sama ketika jessica tidak sadarr didalam bayangan tersebut, jessica sendiri juga pingsan

 

“aku tahu, ada sesuatu dibalik ini semua”kata jessica lalu dengan pelan ia kembali memegang tangan Barbie itu berharap dapat melihat bayangan tadi lagi. Tapi, Tidak terjadi apa-apa. Jessica kembali memegangnya lagi. Tetap tidak ada apa-apa. Jessica menghela nafas

 

“kau mencurigakan”kata jessica lalu menaruh boneka Barbie itu diatas meja belajarnya

 

“aku yakin, pasti ada saat-saat tertentu dimana aku bisa melihat bayangan-bayangan aneh lagi. Aku akan menunggumu”kata jessica sambil menatap boneka Barbie itu. Entah jessica yang melamun atau pandangannya mulai kabur. Jessica seperti melihat wajah Barbie itu tersenyum. Jessica langsung teringat pada ucapan tiffany sebelum ia dikirim kealam manusia

 

~~~~~

 

“jessie, kau tahu, sebelumnya aku telah berlihat-lihat kealam manusia sebelum hari dimana kau akan dikirim kesana. Dan kau tahu? Aku melihat sesuatu yang sangat mirip denganmu”— kata tiffany antusias

 

“mirip denganku? apa?”—tanya jessica penasaran

 

“ada sebuah boneka yang sangat mirip denganmu. Wajahnya, rupanya dan mungilnya mirip seperti mu, kalau tidak salah nama boneka itu, eemm… apa ya? Ahh, Barbie. Yah, Barbie”—kata tiffany

 

“boneka apa itu?”—tanya jessica bingung

 

“nanti di alam manusia, kau akan tahu boneka apa itu. Dan oh iya, jika waktunya sudah tepat aku juga akan membuat sebuah boneka Barbie yang bisa tersenyum mirip dengan senyumanku ketika aku tersenyum, untukmu. Aku akan mengirimkannya padamu. Jadi, jika kau merindukanku, kau cukup menatap boneka itu. Apapun yang kau katakan, boneka itu akan tersenyum. Aku juga akan membuat boneka itu bisa melihat masa lalu dan masa yang akan datang untukmu. Agar kau lebih mudah mencari Kevin nantinya. Ditangan kirinya akan kubuat bisa melihat masa lalu dan ditangan kanannya bisa melihat masa yang akan datang. whoaa~~~ aku cerdaskan, Jessie?”—kata tiffany sambil tersenyum lalu memeluk jessica

 

“tapi Jessie, kemampuanku tidak lebih tinggi dari kemampuanmu melihat masa yang akan datang. mungkin yang akan kau lihat dari boneka itu hanya bayangan hitam putih dan suaranya saja, dan ketika kau melihat masa itu, kepalamu akan sangat sakit dan pingsan tapi hal itu akan berakhir ketika kau telah menemukan Kevin secara sadar ataupun tidak. Ketika kau menemukan Kevin meskipun kau tidak tahu kau telah menemukannya. Kepalamu tidak akan sakit lagi dan kau tidak akan pingsan lagi”—kata tiffany

 

whoaa~~ terima kasih fany, kau sangat baik mau menolongku. Tidak apa jika aku harus pingsan atau kepalaku sakit, yang penting kau membantuku. Dan boneka itu secara tidak sengaja juga telah membantuku untuk mengetahui, apakah Kevin sudah kutemukan atau belum ketika kepala ku tidak sakit lagi”—kata jessica lalu mereka berpelukkan

 

~~~~~~

 

“jadi, ini boneka yang maksud waktu itu, tiff?”gumam jessica sambil terus menatapi boneka itu. Boneka Barbie itu tersenyum lagi membuat jessica terdiam menatapnya tak lama sebuah senyum terukir diwajah jessica

 

“caramu tersenyum benar-benar mirip tiffany. Gomawo tiff, kau telah mau membantuku”kata jessica lalu mengelus pipi Barbie itu dengan pelan. Boneka itu lalu tersenyum lagi

 

“kau ku beri nama, Barbie fany”kata jessica. Barbie itu lagi-lagi tersenyum menanggapi perkataan jessica

 

“baiklah, aku akan tetap menunggumu sampai aku bisa melihat bayangan itu lagi, bahkan jika harus rela tidak berangkat kesekolah sekalipun”kata jessica lalu kembali beranjak ke ranjangnya dan tidur

 

******

 

1 hari kemudian…..

 

 

 

“jess, cepat bangun atau kau akan telat kesekolah”teriak yonghwa dari luar kamar. Jessica tidak mengindahkan perkataan yonghwa. Ia tetap duduk didepan meja belajarnya sambil terus menatap boneka Barbie fany.

 

“aku harap, hari ini aku dapat melihat bayangan itu lagi”kata jessica lalu memengang tangan kiri Barbie fany. Tidak terjadi apa-apa.

 

“ayo dongg…. C’mon”kata jessica lalu kembali memenganggnya. Tetap tidak terjadi apa-apa

 

“aku masih tidak enak badan oppa. Hari ini aku tidak masuk sekolah, ya”kata jessica

 

“baiklah. Istirahatlah dirumah”kata yonghwa lalu pergi kekantornya

 

 

 

2 hari kemudian……..

 

 

 

kumohon, ayo dongg… perlihatkan kembali padaku tentang bayangan itu”kata jessica sambil terus mengenggam tangan Barbie fany itu. Tetap tidak terjadi apa-apa. Jessica mengaruk kepalanya kesal

 

“aaaiishh! Aku harus menunggumu sampai berapa lama lagi?”kata jessica kesal. Boneka itu lalu tersenyum

 

“jangan tersenyum padaku! Aku sedang kesal!”bentak jessica. Tapi boneka itu tetap tersenyum

 

“aaissshhhh”kesal jessica sambil mengaruk kepalanyaa asal lalu kembali tidur. Jessica terbangun karna perutnya sudah melakukan konser mini. Jessica berjalan menelusuri dapur. Untung saja, oppanya, yonghwa meninggalkan makanan untuk jessica kalau tidak mungkin ia sudah mati kelaparan. Jessica duduk dimeja makan sambil menatap keseluruh ruangan rumahnya. Rasanya, baru kali ini, ia benar-benar merasakan bahwa ia tinggal disini

 

“aku merindukan Victoria yang sangat cerewet itu”gumam jessica

 

“aku juga merindukan haneul-ssi”gumam jessica lagi. Setelah selesai makan, jessica berjalan mengelilingi rumahnya. Ia ingin menjalankan misi keduanya—mengetahui jati diri seorang jessica jung dialam manusia.—

 

Jessica melihat foto-foto keluarganya yang terpajang didinding dan dimeja. Disana, jessica melihat dirinya ketika masih bayi. Lucu dan mengemaskan, kesan pertama jessica menatap foto itu. Ia juga melihat fotonya yang sedang digendong oleh ommanya dan yonghwa digendong oleh appanya. Air mata jessica sudah antri untuk mengalir dimata jessica. Jessica meraba foto itu, entah mengapa. Ada perasaan rindu didalam benaknya. Air matanya mulai mengalir, perlahan pelan dan makin lama-makin deras. Jessica lalu mengambil foto bayinya tadi dan dilihatnya tulisan disudut bawah foto itu

 

Jessica jung—18 april 1989—

 

Jessica kembali menangis. Ia sendiri tidak mengerti mengapa ia menangis sederas itu. Tapi matanya tidak mau berhenti menangis. Hatinya sangat merindukan hal itu, entah hal apa, jessica sendiripun bingung. Jessica terus menangis. Rasanya seperti ia tidak pernah bertemu keluarganya dan sekarang adalah saat paling berbahagia ia dapat bersama keluarganya kembali

 

apa yang terjadi denganku? hei! Berhentilah menangis jess”kata jessica dalam hati tapi matanya tidak menurut. Malah semakin deras air matanya mengalir

 

“omma~~~ appa~~ oppa~~~ boghosippo”gumam jessica sambil memeluk fotonya dengan keluarganya

 

“YA!! Mengapa tubuhku sangat tidak bekerja sama? Mengapa aku bisa mengatakan aku merindukan omma, appa dan oppa? Aku biasa saja. Tapi mengapa tubuhku tidak bekerja sesuai dengan apa yang kuinginkan?”gumam jessica dalam hati lagi

 

“jess”panggil yonghwa panik melihat adiknya duduk dilantai sambil menangis tersedu-sedu memeluk foto keluarga mereka

 

“ada apa denganmu?”Tanya yonghwa. Jessica menatap yonghwa yang berdiri dihadapannya

 

“oppa”teriak jessica lalu memeluk yonghwa dan ia menangis tersedu-sedu dipelukan yonghwa. Yonghwa yang tadinya sedikit bersikap dingin menjadi luluh melihat jessica yang menangis tersedu-sedu seperti ini. Seberapa kesalnya ia dengan jessica, ia tidak bisa melihat jessica menangis. Terlalu sakit hatinya melihat jessica menangis apalagi sampai tersedu-sedu seperti ini

 

“hiks.. hiks.. oppa.. aku bersalah padamu.. hiks.. maaffkan aku.. hiks.. aku membuatmu khawatir.. hikss”gumam jessica disela tangisnya

 

“gwaenchana jess, sudahlah jangan menangis lagi”kata yonghwa lalu membalas pelukan jessica. Di usapnya kepala jessica dengan lembut dan tangan satunya lagi menepuk pundak jessica pelan. Tak lama tidak ada lagi suara tangis jessica, tubuh jessica semakin berat. Ternyata ia sudah tertidur. Yonghwa dengan segera menggendong adiknya kekamarnya

 

“untung saja fileku ketinggalan, setidaknya aku kembali kerumah dan bisa menenangimu yang menangis seperti orang bodoh tadi, jess”kata yonghwa

 

“tidur lah dengan nyenyak dan cepatlah sembuh”kata yonghwa lalu berjalan pergi

 

 

 

Other’s side

 

“Victoria-ssi”panggil haneul pada victoria

 

“eoh? Haneul sunbaenim”kata Victoria

 

“apakah jessica tidak ke sekolah?”Tanya haneul. Victoria mengangguk

 

“nde, sudah 2 hari ia tidak datang. aku sedikit khawatir dengannya”kata Victoria

 

“apakah kau sudah mencoba menelfonnya?”Tanya haneul. Victoria menggeleng

 

“aku tidak mempunyai nomor telfonnya”jawab Victoria

 

“oh iya, aku punya nomor nya”kata haneul lalu dengan segera ia menelfon jessica

 

“bagaimana?”Tanya Victoria yang terlihat sangat penasaran itu. Haneul menggeleng lemah

 

“ia tidak mengangkat telfonnya”jawab haneul

 

“baiklah, kita tunggu sampai besok saja. Jika ia tidak datang juga, kita berkunjung kerumahnya”kata Victoria memberi ide

 

“ide bagus. Gomawo Victoria-ssi”kata haneul

 

“nde, sunbaenim”kata Victoria lalu berjalan kekelasnya kembali

 

 

 

Author POV

 

Matahari mulai perlahan menyembunyikan diri. Hari semakin sore, dan ketika hari sudah sore jessica barulah bangun dari tidurnya yang luar biasa nyenyak itu. Jessica terlihat sangat gelisah. Ia tidak tahu, apa yang harus ia lakukan. Sedari tadi ia hanya guling sana dan guling sini. Ia lalu menggaruk kepalanya kesal

 

“aaiishh! Ada apa denganku”gumam jessica kesal

 

“kang haneul”gumam jessica tanpa sadar

 

“YA!! Apa yang kubicarakan? Haneul? Untuk apa aku menyebut namanya. Aaiishh! Aku semakin aneh disini. Aku ingin segera pulang ke khayangan”kata jessica

 

“tapi tidak bisa dipungkiri, aku sangat merindukan kang ha neul”gumam jessica lalu duduk didepan meja riasnya dengan wajah cemberut. Matanya tertarik pada sebuah kotak yang berbentuk hati. Jessica membuka kotak itu, dan disana terdapat sebuah kunci yang dihias dengan gantungan kunci lumba-lumba

 

“ini bukankah, kunci yang waktu itu omma berikan?”gumam jessica sambil menatap kunci itu

 

“kunci apa ini?”gumam jessica. Ia mulai lincah memasukan kunci ke lacinya. Ia mencoba semuanya, tapi tidak ada yang pas dengan kunci ini. Merasa frustasi, jessica menaruh kunci itu diatas pangkuan Barbie fany

 

“kau tetap disini nde, kunci? Dan kamu Barbie fany cepatlah beri tahu aku tentang bayangan itu. Aku akan menantimu sampai besok pagi sebelum berangkat kesekolah. Nde, sebelum berangkat kesekolah”gumam jessica lagi

 

 

 

3 hari kemudian,….

 

 

 

Jessica bangun dari tidurnya begitu terdengar bunyi alarm. Jessica mengaruk kepalanya sambil menguap. Oh! Betapa cantik nya malaikat satu ini. Jessica menatap boneka Barbie fany nya

 

“morning fany-ah”sapa jessica. Boneka itu lalu tersenyum

 

“kuharap kau mau memperlihatkan padaku kembali tentang bayangan itu”kata jessica lalu memengang tangan boneka itu. Tidak terjadi apa-apa. Jessica mendesah kecil

 

“aku sudah pasrah”gumamnya lalu beranjak untuk mandi. Jessica sekarang telah siap untuk berangkat kesekolah. Jessica lalu mengambil tasnya yang berada dimeja belajarnya

 

“aku akan pergi kesekolah dulu, aku sangat ingin bertemu Victoria dan haneul karna aku sangat merindukan mereka. annyeong”kata jessica sambil menyalami tangan kanan boneka itu. Kepala jessica langsung berdenyut-denyut. Sakit sekali rasanya. jessica tetap menahan rasa sakit itu dan terus memaksa untuk dapat melihat bayangan itu. Samar-samar, jessica melihat wajah khawatir haneul, yonghwa serta seorang namja yang jessica sendiri tidak tahu itu siapa

 

jessicaaa! Awasss”

 

“aku menyayangimu, sangat menyayangimu. Jangan pernah tinggalkan aku”

 

“jess…. Jesssicaaa!!!!”

 

Suara itu terdengar di telinga jessica. Jessica tidak mengenal suara siapa itu. Kepalanyaa terus berdenyut dan serasa berputar-putar

 
”aarrgggg”teriak jessica kesakitan

 

Bayangan itu kembali muncul, ada seorang yeoja, jessica tidak tahu siapa dia. Yeoja itu menatap jessica dengan tatapan sinisnya lalu menarik namja yang jessica tidak tahu siapa dia

 

“jangan bawa dia, kembalilahh….”

 

“jangan tinggalkan aku, heeiii.. jangan tinggalkan aku seperti waktu itu kamu meninggalkan aku dikhayangan”

 

 

 

Jessica tahu, itu suara siapa. Itu suaranya, tapi ia berbicara dengan siapa?. Jessica terus menggeleng. Ia terus sekuat tenaga menahan rasa sakit dikepalanyaa

 

“aku harus bertahan untuk dapat melihat dengan jelas”gumam jessica sambil meringis kesakitan

 

“jess, kajja kita kesekolah”panggil yonghwa sambil berjalan menuju kamar jessica. Dibukanya pintu kamar jessica

 

“oppa…..”kata jessica lalu pingsan.

 

“jessica!!!”teriak yonghwa panik lalu langsung membopong jessica diranjangnya

 

“yaebseo? Ajhussi, cepat datang kesini, ini darurat”kata yonghwa pada ponselnya

 

“oohh jess, ada apa denganmu?”gumam yonghwa sambil mengenggam tangan jessica

 

“yonghwaa~~ eodii?”teriak seseorang didalam rumah mereka. yonghwa langusng keluar dari kamar jessica

 

“ajhussi, dilantai 2. kajja cepat kemari”kata yonghwa

 

“ada apa sebenarnya?”Tanya ajhussi itu pada yonghwa. Yonghwa langsung menarik tangan ajhussi itu masuk kekamar jessica

 

“cepat periksa jessica”kata yonghwa masih panik. Ajhussi itu, paman sekaligus seorang dokter, langsung memeriksa jessica.

 

“ia mengalami stress berat, sudah berapa kali ia pingsan?”Tanya ajhussi itu masih sambil memeriksa jessica

 

“2 kali, ajhussi”jawab yonghwa khawatir

 

“sudah, biarkan dia istirahat dan buat dia lupa akan masalahnya itu sudah dapat sedikit membantu”kata ajhussi itu

 

‘baiklah, khamsaramida ajhussi”kata yonghwa sambil membungkukkan badannya. Ajhussi itu menepuk bahu yonghwa pelan

 

“hari ini, aku telah melihat yonghwa yang dulu sebelum jessica hilang. Ingatlah yonghwa, jangan bersikap dingin pada jessica. Ia pasti sedih dengan sikapmu. Mengapa kamu tidak mencoba untuk seperti yang dulu? Yonghwa yang selalu menjaga jessica kecil dimana pun dan kapanpun. Dan satu hal lagi yonghwa. Jessica menghilang bukan karna salahmu, jangan terus menyalahkan dirimu dengan menjaga jarak dengan jessica. Hilangnya dia, itu semua tidak ada hubungannya denganmu”kata ajhussi itu

 

“tapi ajhussi,…”kata yonghwa terputus

 

“kamu hanya perlu membesarkan hatimu dan melapangkan dadamu. Yang berlalu biarlah berlalu jangan terus dibawa kemasa depan. Itu hanya akan membuatmu menyesal nantinya. Semua orang tahu, bahwa kau sangat menyayangi adikmu, jessica, tapi kamu hanya terus menyalahkan dirimu atas hilangnya dia lalu kau menjaga jarak dengannya. Cara itu sangat salah. Kau sudah dewasa yonghwa jadi bertingkah dan berfikirlah layaknya orang dewasa sebenarnya”kata ajhussi itu

 

“ajhussi, ajhussi tidak mengerti, aku…”kata yonghwa

 

“aku kenapa? Sudahlah jangan di bahas lagi. Ajhussi mau pergi bekerja dan kau juga hendak bekerja bukan? Kajja kita berangkat bersama”kata ajhussi itu

 

“baiklah ajhussi. Sekali lagi, khamsaramida”kata yonghwa

 

*****

 

“victoria-ssi, bagaimana? Jessica ada datang kesekolah?”Tanya haneul pada Victoria

 

aniya, dia masih belum datang. dia benar-benar membuatku khawatir”jawab Victoria

 

“bagaimana kalau nanti kita kerumahnya?”tawar haneul. Victoria mengangguk dengan semangat

 

“aku setuju”kata Victoria. Setelah pulang sekolah mereka berdua langsung pergi kerumah jessica. Dan sekarang, mereka sedang didepan rumah mewah milik keluarga Jung. Haneul menatap Victoria dengan penuh tanda Tanya, bagaimana bisa Victoria mengetahui kode rumah jessica?

 

“aku sangat dekat dengan keluarga Jung, mereka adalah keluarga keduaku, jadi jangan memasang wajah bingungmu sunbae”kata Victoria seakan bisa membaca pikiran haneul. Haneul hanya berdehem kecil. Victoria lalu menunjukkan kamar jessica. Mereka berdua lalu masuk kekamar jessica

 

‘jess”panggil Victoria ketika ia membuka pintu. Yang terlihat hanya jessica yang terbaring lemah

 

“ada apa dengan mu, jess?”Tanya Victoria khawatir melihat jessica

 

“jangan bicara dengannya seakan-akan ia sedang sadar ,Victoria-ssi”kata haneul. Victoria hanya mengecutkan bibirnya.

 

“haneul~~ haneul~~~ fany-ahh~~ fanny”ngigau jessica

 

“dia memanggil namamu”kata Victoria sedikit menggoda haneul. Haneul terlihat sedikit salah tingkah ketika jessica mengigaukan namanya. Berarti jessica sedang memikirkannya bukan?

 

“Fannyyyyy!!!”teriak jessica lalu sadar dari pingsannya

 

“jess”kata Victoria panik lalu memberikan segelas air kepada jessica. Jessica meneguk air itu sampai habis

 

“apa yang terjadi padamu jess? Mengapa kau tidak masuk sekolah? Kau tahu? Betapa aku khawatir dan merindukanmu?”kata Victoria sambil memeluk jessica

 

“mianhae vic, aku telah membuatmu khawatir”kata jessica sambil membalas pelukan Victoria. Seakan tidak mau merusak moment ini, haneul hanya melihat-lihat kesekeliling kamar. Matanya tertuju pada boneka Barbie fany

 

“ini sangat lucu”kata haneul sambil terus menatap Barbie fany, Barbie fany hanya tersenyum menanggapi perkataan haneul, membuat haneul terlonjak kaget

 

“eoh? Boneka ini bisa tersenyum jess?”Tanya haneul terus menatapi boneka Barbie fany

 

“apa?”Tanya jessica heran. Mata jessica langsung membulat ketika mengetahui boneka yang dimaksud haneul adalah Barbie fany

 

“itu.. itu.. emm”gumam jessica

 

“kau membelinya? Dimana? Apakah ini barang inpor?”Tanya Victoria sambil menatap Barbie fany yang sedang tersenyum

 

“ah nde.itu barang inpor”kata jessica gugup

 

 

 

 

 

KLEKK!

 

 

 

Semua pandangan langsung tertuju pada pintu yang dibuka seseorang dengan sangat perlahan sehingga membuatnya terkesan ‘horor’

 

“jessica, omma dan appa pulang”kata ommanya dari balik pintu lalu memeluk putrinya

 

“omma, aku sangat merindukan omma”kata jessica lalu memeluk ommanya

 

“appa eoddi?”Tanya jessica

 

“appamu sedang diperusahaan, dia ingin menemui oppamu”kata omma

 

“eoh? Victoria”kata omma jessica lalu segera memeluk Victoria

 

“imo~~~”kata Victoria lalu membalas pelukan omma jessica

 

“naa, nugu?”Tanya omma jessica sambil menatap haneul

 

“annyeonghaseo, Kang Ha Neul imndia”kata haneul sambil membungkukkan badannya

 

“apakah kau namja chingu jessica?”Tanya omma jessica menggoda

 

“ommaa”panggil jessica kesal ditambah malu

 

“arra,arra. Yasudah, omma tidak mau menganggu kalian. Omma keluar dulu, nde”kata omma jessica lalu berjalan keluar

 

“oh iya, besok aku mau bertemu dengan sepupuku dibandara, dia mau berangkat ke jepang. Kalian berdua mau menemaniku?”Tanya haneul

 

“mianhae, sunbaenim, aku tidak bisa. aku sudah ada acara keluarga”kata Victoria

 

“aa~~ sayang sekali. Kalau kau, jessica-ssi?”Tanya haneul

 

“baiklah, aku ikut”jawab jessica mantap

 

******

 

@incheon airport

 

 

 

Haneul terlihat mengenggam tangan jessica, takut jessica akan menghilang dari sampingnya karna disini banyak sekali orang-orang. Jantung mereka berdua berdetak lebih kencang dari biasanya. Jessica yang tidak tahu apa penyebabnya hanya diam berharap jantungnya kembali berdetak dengan normal sedang haneul yang mengetahui penyebab jantungnya berdetak lebih kencang hanya diam dan tersenyum sambil menikmati moment ini

 

“itu dia sepupuku, kajja”kata haneul lalu kembali menarik tangan jessica. Jessica tidak bergerak membuat haneul menatapnya bingung

 

“aku menunggumu disini saja”kata jessica

 

“eemm, baiklah. Jangan pergi kemana-mana karna nanti akan sulit mencarimu ditengah ribuan orang seperti ini”kata haneul. Jessica mengangguk

 

“cepatlah kembali”kata jessica. Haneul lalu berjalan pergi menemui sepupunya sedangkan jessica hanya menatap sekeliling bandara. Matanya tertuju pada seorang namja begitu juga namja itu. Mereka berdua saling bertatapan, yeoja yang disamping namja itu menyadari aktivitas jessica dengan namja itu. Yeoja itu segera menarik tangan namja itu pergi ketempat lain. Tapi namja itu melepaskan genggaman tangan yeoja itu lalu berlari kearah jessica.

 

 

 

DEG…

 

 

 

DEG…

 

 

 

DEG…

 

 

 

Sekarang jantung jessica kembali berdetak lebih kencang. Jessica tidak dapat bergerak. Tubuhnya terasa begitu kaku, ia hanya diam sampai namja itu memeluk jessica dengan erat. jessica membulatkan matanya begitu juga yeoja tadi

 

“jessica.. jess, akhirnya kau kembali. Aku begitu merindukanmu. kau tahu, betapa khawatirnya aku ketika kau menghilang? Mengapa kau tega meninggalkanku? Aku sangat sengsara atas menghilangnya dirimu. Ku mohon jangan menghilang lagi”kata namja itu sambil terus memeluk jessica dengan sangat erat. yeoja tadi menatap jessica dengan tatapan sinisnya. Jessica segera melepaskan pelukan namja itu

 

“nuguseyo?”Tanya jessica hati-hati. Ekspresi namja itu berubah menjadi kecewa

 

“kau sudah lupa denganku jess?”Tanya namja itu lalu kembali memeluk jessica dengan sangat erat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ini aku, Wu Yi Fan atau biasanya kau panggil Kriss………”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

To be continue

 

30 thoughts on “[chapter 3] heart and soul

  1. Yaampun lagi seru2 TBC ‘-‘ tapi gpp bagus kok eon ditunggu yah chap 4 nya tapi masih penasaran dengan hubungan kris and jessica,kalo bisa update soon yah thor …. Fighting!

  2. Wah thor ff nya seruu!!! Aku udh nunggu lama bgt…
    Wah Haneul suka ama Sica, trus Sica suka juga ga ya ama Haneul(?)..
    Itu Yonghwa knp ngejauh dr Sica, kan kasian Jessica nya…. Oia Kris itu masa lalunya Jessica ya(?).. Trus Yoona kpn muncul(?)… Aduh koq aku jd banyak tanya gini ya haha xD..
    Ditunggu next chapter thor ^^

  3. aku penasaran banget dengan kejadian dulu, kenapa sica harus mencari kevin juga…oh my god aku krissica shipper tapi ni ff memang dirancang untk haneul dan sica ya jadi aku harus dukung mereka dong dan jngn sampe kris ngerebut sica dari haneul hehe

  4. Huwaaa Kris dh muncul >,< seneng bgt😀 Yeoja yg sm kris ganggu deh -_- yoona yah? etjieeh haneul dh suka sm Sica nih. Sica jg yah? masih bingung sm masalalu sica. penasaran deh, gmn masalalu sica-yonghwa-kris-haneul sbenernya. dtnggu lnjutan'a ne ^^

  5. lanjut ya eon ff nya mkin bikin pnsran..sifat jessica eonni d sni gemesin bgt..ahh pnsran bgt jessica eonni sma haneul oppa aja#bnernggak
    hehehe udh deh
    lnjut ya eon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s