Cassanova vs HeartBreaker Girl [Part 2] ‘For : Stevani Pratiwi’

miazzura2

Title : Cassanova vs HeartBreaker Girl (Part 2) ‘For : Stevani Pratiwi’

Author : miazzura

Cast : Jessica, Donghae

Genre : Romance, School-Life, Fluff

Length : Chapter

Poster by http://highschoolgraphics.wordpress.com/

Prevous Chapter : 1

A/N : Annyeong! Aku balik nih bawa kelanjutan dari Cassanova vs HeartBreaker Girl^^ Aku takut FF ini bakal jelek dan ancur banget._. Hhh… Udahlah, semoga kalian suka ya^^ Happy reading^^ Jangan lupa RCL nya\(^o^)/

“Just Follow The Game!”

Jessica POV

Pfft… Disinilah aku. Di dalam mobil mewah seorang Lee Donghae dengan pakaian pengantin lengkap yang membalut tubuhku. Aku sempat beberapa kali menggerutu dengan bahasa inggris, tapi tak sedikitpun lelaki disebelah ku ini terlihat terganggu malah beberapa kali aku memergokinya sedang meringis bingung. Mungkin Si Bodoh ini tak mengerti apa yang kubicarakan.

“Hey!”aku menoleh sebal saat mendengar ‘panggilan’ nya. “Wae?”tanyaku masih dalam raut wajah yang terlihat sangat sebal. “Apa yang sedang kau pikirkan?”pertanyaannya membuatku terdiam sejenak.

“Menjelek-jelekkan ku di dalam hati, eoh?”lanjutnya bertanya yang membuatku meringis pelan. “Kau sudah jelek, jadi untuk apa aku menambah kejelekkan mu? Ada-ada saja.”ujarku berusaha seketus mungkin.

“Hahaha… Ya, aku memang jelek. Karena itulah banyak fans ku yang membuat fanclub dan website tentang diriku. Betapa jeleknya aku!”aku sempat terbelalak mendengar tutur katanya. Fans? Fanclub? Website? Oh, god!

“Apa tujuan mu mengatakan itu semua padaku?”akhirnya aku dapat berbicara seperti biasa setelah mengontrol keterkejutan ku. “Eobseo, hanya ingin menerangkan sedikit tentang kata ‘jelek’ yang kau tujukan padaku.”ujarnya dengan beberapa penekanan.

“Ck!”decakku sebal lalu mengalihkan pandanganku ke jendela yang berada tepat disebelahku. “Loh?”ini… Tempat ini bukan bagian dari Seoul! Aku yakin sekali! Sekarang ini aku dan lelaki bodoh ini sudah tidak berada di Seoul! Aish..

“Yak! Kenapa kau membawaku kemari, eoh? Tempat ini bukan bagian dari Seoul! Aku sudah  cukup menahan amarah ku sampai selama ini. Yak! Kau…”aku membelalakkan mataku lebar saat melihat telapak tangan nya yang menutup mulutku.

“Berhentilah berbicara, aku akan menjelaskannya.”aku terdiam. Tak berapa lama, Donghae melepaskan tangannya dari mulutku.

“Kita akan kerumah orang tua ku. Oh! Tidak, tepatnya kita akan pergi ke villa milik orang tuaku. Aku hanya akan mengenalkanmu dihadapan mereka dan hyung ku lalu aku akan pastikan kau dapat pulang dengan selamat setelah itu. Otthae?”aku sempat berpikir sejenak mendengar penuturannya yang panjang itu.

“Yaksok?”

“Untuk?”

“Mengantarku tepat setelah aku diperkenalkan ke orang tua dan hyung mu.”

“Ne, yaksok.”

Author POV

“Here we are!”ujar Donghae saat mobilnya berhenti di garasi sebuah villa super besar dengan pemandangan perbukitan memukau.

“Whoa…”kagum Jessica saat melihat villa yang tepat berada dibalik kaca jendela di sebelahnya. “Tak usah menatap villa ku dengan sebegitunya. Kau jadi tak tampak seperti seorang bansawan.”ejekan Donghae membuat Jessica langsung menatap namja itu sengit.

“Hehehe… Mianhaeyo, kajja!”Donghae membukakan pintu ferrari nya untuk Jessica, sementara yeoja itu masih terlihat kesusahan keluar dengan pakaian yang memang nampak ruwet itu.

“Nah…”Donghae langsung menggandeng tangan Jessica erat. “Yak! Apa yang kau lakukan?!”pekik Jessica sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Donghae. “Hey! Kalau kita tidak saling berpegangan, mana mungkin orang tua ku akan percaya bahwa kita adalah sepasang kekasih. Jadi diam saja, dan ikuti rencanaku.”Jessica menggembungkan pipinya lucu sambil berusaha  menerima genggaman erat Donghae.

Cklek!

“Oh! Donghae-ya!”sapa Ny. Lee menyambut anak bungsunya itu. “Wah… Sepertinya eomma pernah melihat gadis ini.”Ny. Lee tesenyum kearah Jessica.

“Ah! Ne. Jessica Jung imnida.”Jessica membungkukkan sedikit badannya. “Kau pasti putri dari Jung Yunho dan Kwon BoA.”tebak tuan Lee yang dibalas dengan anggukan serta senyuman kecil dari Jessica.

“Baiklah Jessica, aku Donghwa, kakak lelaki Donghae. Dan ini kekasihku,Kang Minkyung.”Jessica kembali membungkuk kecil sembari mengumbar senyum manisnya.

“Nah, ayo kita makan malam terlebih dahulu!”ajak Ny. Lee sambil menuju ke ruang makan yang terbilang sangat mewah. “Mwo? Makan? Kau tidak mengatakan ada sesi makan malam?”protes Jessica sambil berbisik geram kearah Donghae.

“Kau pikir aku tau?”jawaban tidak memuaskan dari Donghae sudah cukup membuat Jessica berdecak sebal. “Donghae, Jessica, kajja!”panggil tuan Lee yang langsung membuat kedua sejoli ini mengambil tempat duduk bersebelahan.

Suasana makan malam berlangsung dalam diam. Semuanya teratur sesuai etika yang berlaku. Bahkan tak ada suara bisikan kecil sedikitpun.

“Nah, jadi, Donghae, Jessica, sudah berapa lama kalian berpacaran?”tanya tuan Lee dengan senyum khas lelaki berumur 60 tahun itu.

“3 bulan.”

“1 tahun.”

Donghae dan Jessica saling memberi tatapan protes ketika menyadari jawaban berbeda yang dilontarkan keduanya. “Maksud kami 1 tahun 3 bulan.”ralat Donghae dengan senyum terpaksa di wajahnya yang diikuti dengan senyum setuju dari Jessica.

“Jadi kapan kalian akan melanjutkan ke jenjang pernikahan? Oh! Mungkin pertunangan terlebih dahulu.”pertanyaan lanjutan tuan Lee membuat 2 insan itu terbelalak seketika. “Hahaha… Aku adalah seorang adik, jadi mungkin aku akan menunggu sampai Donghwa hyung menikah terlebih dahulu. Dan itu pasti masih sangat lama.”jawab Donghae cepat.

“Ya, kau memang benar. Tapi bukankah kau tau kalau aku dan Minkyung akan menikah 2 minggu lagi?”tanya Donghwa curiga. “Oh ya, Jessica, kau mau kan datang ke pernikahan ku dan Taeyeon 2 minggu lagi bersama Donghae?”tanya Donghwa lagi, kali ini pertanyaannya ditujukan untuk Jessica.

“Eh, Emh…. Tentu saja, oppa.”jawab Jessica dengan senyum sungkan.

Sudah cukup lama mereka semua mengobrol akrab sampai akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 KST. “Donghae-ya, ini sudah terlalu larut.”bisik Jessica tepat di telinga Donghae yang langsung membuat namja itu mengangguk pelan.

“Appa, eomma, sudah terlalu larut, sepertinya aku harus mengantarkan Jessica pulang.”Donghae bangkit dari duduknya. “Oh ya kau benar.”ujar orang tua Donghae berbarengan.

“Nde, aku pamit dulu.”sekali lagi, Jessica menunduk sopan lalu mengekori Donghae tepat di belakangnya.

“Huft… Akhirnya…”hela Jessica sesampainya didalam mobil. “Sepertinya kita harus lebih kompak jika tak mau semuanya terbongkar.”ujar Donghae yang hanya dibalas dengan helaan panjang dari Jessica.

Cukup lama mereka terdiam dalam dinginnya malam yang dirangkap oleh dinginnya udara dari air conditioner yang dipasang di mobil mewah itu.

Donghae POV

“Akhirnya sampai juga.”aku melirik jam tanganku sejenak. Jam 23.00 KST. “Hey!”panggilku pada gadis di sebelahku ini. Baiklah, dia tertidur. “Yak! Ireona yo!”panggilku sekali lagi tapi yeoja itu tetap saja tak bergeming.

“Aish… Sudahlah!”aku mengangkat tubuh mungilnya masuk ke kediaman keluarga Jung.

Cklek!

“Aigoo, nona muda!”kaget seorang pelayan muda saat aku hampir saja mengetok pintu besar itu. “Tenang, dia hanya tertidur. Biar kubawa ke kamarnya.”aku menaiki beberapa anak tangga agar sampai langsung ke kamar HeartBreaker Girl ini.

Tak terlalu berat memang, tapi anak tangga yang menanjak membuat rasa lelah ku menjadi berkali lipat. Aku menendang pelan pintu kamarnya lalu membaringkannya diatas kasur miliknya.

Sempat kupandangi sejenak setiap lekuk wajah nya. “Cantik.”aish! Apa yang baru saja kupikirkan?!

Kutarik selimut tebalnya sampai menutupi sebagian tubuhnya. “Sleep tight.”gumamku pelan tepat sebelum aku berlalu meninggalkan kamar Jessica.

In the morning…

Author POV

“Nggh….”erang Jessica sambil menutupi wajahnya dari cahaya matahari pagi yang terasa menusuk. Perlahan, gadis berdarah San Francisco-Korea itu mulai bangkit dari tidurnya. Mengambil seragam, lalu pergi ke kamar mandi dengan langkah gontai.

Tak membutuhkan waktu yang begitu lama, Jessica sudah nampak cukup siap untuk berangkat ke sekolah. Di ambilnya tas serta jam kecil miliknya lalu berjalan menuju meja makan untuk sarapan.

“Selamat pagi, nona.”sapa sejumlah pelayan ramah, namun Jessica hanya membalasnya dengan anggukan tak niat.

Krek… Suara kursi yang ditarik terdengar jelas di ruang makan yang hanya menampakkan Jessica seorang diri.

Tangan kanan gadis itu meraih sepotong sandwich dengan isi smoke beef kesukaannya. Tak ada kata apapun yang terlontar dari bibir ranum yeoja itu. Setelah sandwich di mulutnya habis, tangannya kembali tergerak untuk mengambil sebuah cangkir berisi Earl Grey Tea miliknya lalu menyeruputnya pelan.

“Im ahjussi!”panggil yeoja itu dengan suara halus namun tegas. “Oh! Ne, silahkan nona!”ujar Im ahjussi terburu.

Lamborgini Jessica berjalan perlahan melewati berbagai sudut Kota Seoul sampai akhirnya tiba di sebuah sekolah bergengsi di Seoul. Hanlim High School.

Jessica berjalan keluar dari mobil sambil memainkan handphone miliknya. “Sica-ya!”Jessica menoleh saat mendengar namanya dipanggil oleh seseorang. “Oh!”kaget Jessica saat mendapati Sooyoung dan Hyoyeon tengah berlari kecil menghampirinya.

“How was your day? Kemarin aku menelpon mu, tapi kau tak mengangkatnya.”ujar Sooyoung yang langsung membuat Jessica langsung melihat daftar misscall di iPhone nya. “Hem… Ya, kemarin aku sedikit tak enak badan.”bohong Jessica. Apa nya yang tak enak badan jika kemarin Jessica masih sempat meneriaki Donghae di dalam mobil?

“Oh ya? Apa sekarang kau sudah baikan?”tanya Hyoyeon khawatir. “Ya, kurasa.”Jessica membalas dengan senyuman khas dirinya sampai akhirnya mereka bertiga sampai di dalam kelas.

Jessica mengambil tempat duduk di tempat biasa lalu kembali bermain dengan handphone nya. Sempat diliriknya 3 deret bangku kosong tak berpenghuni di sebelahnya. Namun, beberapa saat kemudian, gadis itu langsung kembali berfokus pada handphone ditangannya.

“Annyeong!”Jessica akhirnya tersadar ketika mendengar suara berat khas Shin Soensaengnim yang baru saja masuk kedalam kelas. Tak mau mencari mati, yeoja itu langsung menyimpan iPhone miliknya lalu beberapa detik kemudian yeoja itu sudah siap mencatat dengan buku yang bertengger di mejanya.

Cklek!

Suara pintu yang terbuka membuat seluruh mata memandang pada 3 orang lelaki tampan yang baru memasuki kelas.

“Dari mana saja kalian?”tanya Shin Soensaengnim geram. Sementara ketiga namja itu malah saling bertatapan tanpa menjawab pertanyaan Shin Soensaengnim.

Hari itu kelas berjalan seperti biasa. Tak ada yang istimewa. Hanya saja…

Pluk! Sebuah bongkahan kertas baru saja mendarat dengan mulus ke kepala Jessica. Siapa lagi pelakunya kalau bukan seorang Lee Donghae?

“Apa maumu, babo?!”bisik Jessica geram, sementara Donghae hanya membalasnya dengan isyarat tangan yang meminta Jessica membuka kertas itu sekarang.

Ikut denganku hari ini. Pernikahan hyung ku dipercepat. Kau harus datang denganku besok.

“Ige mwoya? Pernikahan hyung mu  masih besok, kenapa aku harus ikut denganmu hari ini?”bisik Jessica tak terima. “Tentu saja untuk memilih baju, bodoh!”balas Donghae yang hanya sempat melirik Jessica sekilas.

“Hhh…”Jessica menghela napas panjang sambil mengeluarkan handphone miliknya. Hanya ingin memberi tau Im ahjussi bahwa lelaki paruh baya itu tak perlu menjemputnya hari ini.

Beberapa pelajaran berlalu dengan cepat hari ini, mungkin karena hari ini adalah hari jumat atau semacamnya.

Kriing!!!

Bel tanda jam sekolah sudah berakhir membuat beberapa murid tampak tersenyum senang, bahkan ada yang langsung terbangun dari tidur lelap nya.

“Nah, kau… Langsung temui aku di parkiran setelah ini.”ujar Donghae sedikit berbisik lalu tak lama kemudian, namja itu langsung berlalu bernama kedua temannya.

Jessica POV

Okay, he broke my day! Aku belum sempat memberikan balasan apapun, tapi namja menyebalkan itu langsung pergi begitu saja. Oh! Kali ini dia benar-benar masuk ke Red List ku!

“Sica-ya, mau pulang bersama? Kami berencana akan pergi ke mall setelah ini.”aku tersenyum ragu mendengar tawaran Sooyoung. “Aigoo, mian, tapi hari ini aku harus pulang lebih cepat. Maaf ya.”ujarku beralasan. “Oh ya, tak apa. Kami duluan ya, annyeong!”aku melambai kan tanganku pada mereka berdua lalu langsung berjalan cepat menuju parkiran.

“Mana namja itu, eoh?”ujarku saat aku tiba di tempat yang dituju. Pandanganku berhenti pada seorang namja yang tengah bersandarada Ferrari miliknya.

Tanpa berpikir lagi, aku langsung berjalan menghampirinya. “Oh! Kau sudah sampai. Masuk!”Donghae memberi isyarat dengan kepalanya yang membuatku langsung masuk kedalam mobil.

“Jadi kita mau kemana?”tanyaku malas. “Aku sudah bilang kalau kita akan mencari pakaian untuk besok.”aku berdecak mendengar jawaban dari bibir menyebalkan nya itu.

“Aku tau, babo. Tapi kemana?”aku mencoba memberi penjelasan pada setiap kataku. “Oh…. Molla.”Pletak! Dengan mulusnya aku menghadiahkan sebuah jitakan manis ke kepalanya setelah mendengar jawaban aneh nya itu.

“Yak! Appo-yo! Kenapa kau menjitakku, babo?!”pekiknya sambil mengelus kepalanya dengan sebelah tangan karena tangan kanannya masih sibuk mengendalikan stir mobil. “Kau menyeretku untuk ikut denganmu, tapi kau tak mengetahui dengan jelas kemana kita akan pergi? Ah! Mwoya?!”protesku.

“Tentu saja aku tidak tau, babo! Kau kira aku akan tau dimana tempat menjual gaun wanita ataupun jas resmi untuk pria? Bahkan pakaian yang kau kenakan kemarin malam itu adalah hasil pilihan Minkyung noona.”aku hanya menatapnya kurang yakin setelah mendengar jawabannya itu.

“Kau benar-benar tidak tau?”tanyaku lagi, tetapi lelaki disebelahku ini hanya menatapku seakan berkata, “Kau tuli atau apa, hah? Aku baru menjelaskannya beberapa detik yang lalu!”

“Hem…”aku sedikit berpikir. Tempat untuk mencari gaun dan jas? “Ha! Bagaimana jika kita ke kawasan Myeondeong?”tawarku. “Kenapa?”aku mengerucutkan bibirku ketika mendengar pertanyaan tak bermutunya itu. “You want to buy a dress and coat, don’t you? So, that’s the place! Oh, pelase!”aku mengelap wajahku sejenak ketika melihatnya hanya mengangguk mengerti dengan bibir yang membentuk huruf-O.

Aku mengeluarkan handphone ku. Bermain-main dengan benda putih nan tipis itu. Sesekali aku mengupdate akun weibo milikku atau hanya untuk membalas beberapa chat dari teman-teman lamaku di Kakao Talk.

“Cepat turun!”aku melirik namja disebelahku ini dengan tatapan protes. “Kita sudah sampai, miss.”aku melirik sekelilingku lalu meringis kecil. Yah, kami sudah sampa di kawasan sibuk Myeongdeong.

Aku menyimpan handphone ku lalu segera beranjak mengikuti Donghae yang telah turun mendahuluiku. “Jadi…?”tanya Donhae begitu melihatku. “Hem… Ah! Bagaimana jika ke butik itu! Sepertinya meyakinkan!”aku menunjuk sebuah butik dengan tulisan ‘Silver Chain’ di seberang kami. “Anything you want, mam.”aku menatap Donghae sengit yang membuahkan kekehan kecil dari lelaki itu.

Klining! Klining!

Bel butik itu berbunyi ketika kami melangkah masuk kedalamnya. “Oh! Annyeonghaseyo. Aku Raina. Apa ada yang dapat kubantu?”tanya seorang pramuniaga ramah. “Ya, bisakah kau tunjukan koleksi gaun dan jas mu kepada kami?”tanya Donghae yang disambut anggukan dari Raina.

“Mari… Nah! Ini adalah koleksi gaun milik butik kami. Sedangkan untuk jas, ada di sebelah sana. Silahkan dilihat terlebih dahulu.”Raina izin meninggalkan kami karena ada seorang pelanggan yang memanggilnya.

“Kenapa kau masih disini?”protesku pada Donghae yang sedari tadi masih mengekor dibelakangku. “Jas dapat menyesuaikan.”benar juga.

Aku tak menjawab. Aku malah sibuk mencari gaun yang pas sambil menjaga jarak dengan Cassanova Boy disebelahku ini. Oh! Berada dekat dengannya sangat membuatku tak nyaman!

“Donghae-ya! Bagaimana dengan ini? Gold?”tanyaku meminta pendapatnya, tapi raut wajahnya tak menampakkan sedikitpun tanda-tanda menyetujui. “Terlalu menyolok.”aku mengedip beberapa kali saat mendengar komentarnya lalu mengembalikan gaun itu ke tempatnya semula.

“Ha! Bagaimana dengan ini? White dress?”tanyaku lagi. “Baju itu terlihat mirip dengan yang kenakan kemarin malam. Nanti orang tuaku mengira kau tak mengganti bajumu.”komentarnya dingin.

“Baiklah, aku mulai kesal! Lalu gaun seperti apa yang kau mau?”tanyaku kesal. “Seperti ini…”Donghae menyodorkan sebuah gaun kearahku. Dan komentarku adalah… Wonderful! It’s a perfect dress! But…

“Bukankah ini terlalu terbuka? Maksudku, tanpa lengan?”ujarku ragu. “Karena itu, kau haru memakai ini…”Donghae memberikan sebuah sarung tangan sepanjang 5 cm dibawah siku kearahku. “Dan juga sepatu ini!”Donghae kemabli menyodorkan sebuah high heels setinggi 7 cm dberwarna silver.

“Sudah! Sana lebih baik kau mencobanya terlebih dahulu!”Donghae mendorongku pelan sambil memberikan barang-barang yang telah dipilihkannya kearahku.

Donghae POV

Baiklah, ini sudah hampir 10 menit dan yeoja itu tak kunjung keluar. Hhh… Tidakkah dia tau, menunggu adalah hal yang sangat menyebalkan?

“Ehem… Donghae-ya?”aku menoleh saat mendengar suaranya. Oh tuhan! Demi apapun, yeoja ini terlihat sangat cantik! Semuanya terlihat… Ah! Bagaimana aku mendeskripsikannya.

“Ye… Yeppuda.”

TBC~

Gimana? Gimana? Gimana? Aneh? Jelek? Hhh… Tapi aku tetep tunggu lho RCL kalian^^

 

 

 

55 thoughts on “Cassanova vs HeartBreaker Girl [Part 2] ‘For : Stevani Pratiwi’

  1. Untuk sebuah alur ini terlalu cepat kurasa.. belum ada konflik atau lurus2 saja?
    Bagus krn aku suka ff haesica, fighting buat selanjutnya yap.. diusahakan membaca ulang supaya gada typo thankss! :))

  2. Ciee.. Donghae oppa terpesona nih kkeke -0-
    Mkin pnsaran kdpanya bkalan gmn hbungan kduaya.. Waiting for next part.. Keep writting and hwaiting !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s