My Husband My Destiny Chapter 6

image

Austy Kim (Kim Dong Soo) Present

+

+

+

>>My Husband My Destiny Chapter 6<<

-Jessica Jung   -Xi Luhan

-Jung Eunji   -Kim JongIn

-Cha Sun Wo     –Other

Romance~ ♥

PG 17+

Chaptered

Poster By Sooyuniee ^0^

[My Husband My Destiny Chapter 6 Special Backsound Sung Si Kyung – To You ]

“Cinta Seharusnya Sesederhana Pikiran Anak Kecil, Hanya Perkaya ‘Aku Sayang Kamu’ “

“Cinta Dapat Merayap Di Tempat Air Tidak Bisa Mengalir”

“Dan Cinta Itu Memang Zat Beracun Yang Paling Mematikan, Bisa Membuat Seseorang Gila Hanya Dengan Sekali Kedipan”

“Jika Semuanya Bisa Di Selesaikan Dengan Maaf, Lantas. Untuk Apa Ada Polisi Dan Hukum?”

Note : Story belongs only to me. Players belong to God and himself. I hope no reader and dark siders . because it will make my mood continued to be bad fanfiction.thanks for reading my fanfiction. I hope are satisfiend with it all :*

‘WARNING! Penyusunan Kata Kata Yang Tidak Bisa Di Bilang Bagus. Cerita Pasaran. Feel Yang Kurang. Dan Typo Yang bertebaran’

**88**

 

Sekarang aku mengerti apa yang kau inginkan. Kau memang bukan hanya ingin mengoreskan luka di hatiku kan? kau hendak memahatnya kan? menjadikan luka ini abadi di hatiku. kenapa kau sekejam itu? sebenarnya apa salahku sampai kau dengan teganya membiarkanku terus menanggis dan tersakiti karenamu. Tak bisakah kau sedikit iba padaku? Seseorang yang selalu memandang dan menungumu. Aku mencintaimu, tapi kau tidak pernah sekalipun memandangku. Jadi, apa aku salah jika sekarang aku mulai memandang orang lain? Setidaknya orang yang aku pandang sekarang tidak membuatku terluka. Walaupun mungkin perasaan ini akan selalu ada untukmu . aku mohon, tolong pergi jauh dari hidupku.

Biarkan aku tenang bersama seseorang yang mencintaiku. Biarkan semua ini menjadi masa lalu yang terlupakan. Aku tidak mau kembali menjadi orang bodoh dengan terus berada di sisimu. Aku ingin pergi, sungguh. Semua ini membuatku muak , aku mencintaimu seperti yang seharusnya ku lakukan. Aku mencintaimu, mencoba mencintaimu dalam sekejap saja. dan aku berhasil, aku berhasil mencintaimu. Melupakan masa laluku yang sebenarnya masih melekat di hatiku. tapi aku , dengan relanya aku melepaskan semua itu untuk mu . aku milikmu, dan aku harapkan sebaliknya juga begitu. Tapi kau tidak pernah mau membalas sedikit saja rasa cintaku, kau hanya manis. Itu saja. kau tidak bisa membuatku bersyukur karena pernah mencintaimu . aku muak. Sangat. Jadi, kali ini. biarkan aku pergi, memulai lembaran baru bersama seseorang yang memandangku lebih.

Dan terima kasih , terima kasih atas semua luka yang pernah kau goreskan di hatiku. terima kasih dengan ribuan kenyataan pahit yang aku lalui saat bersamamu. Terima kasih telah memberiku sedikit cinta , terima kasih telah membuatku tahu apa yang namanya rasa sakit. terima kasih, kau telah merubah hiduku. Aku belajar banyak darimu . belajar dari semua yang kau ajarkan padaku. Terima kasih untuk jutaan air mata yang aku keluarkan untukmu . terima kasih, terima kasih… Dan yang terakhir,

Terima kasih sudah menginzinkanku mencintaimu .

-Jessica Jung

**88**

 

Jessica membuka matanya, menemukan dirinya sedang tidur telentang di sebuah ranjang rumah sakit. kepalanya berdenyut sakit tepat saat ia hendak bangun. Ia tidak tahu di mana ini , dan ia benar benar tidak ingin untuk berfikir sekarang . Ia mengerang saat rasa sakit di kepalanya semakin menjadi jadi.

“ARGHH” gadis itu kembali mengerang untuk kedua kalinya. Ia memegangi kepalanya dengan tangan kananya kemudian memijitnya pelan.

Setelah beberapa lama bergelut dengan rasa sakitnya , Tiba tiba ia merasakan ada sebuah tangan yang memeganginya, tangan itu begitu lembut ketika mengenai kulinya . hatinya bergetar. Ia tahu siapa pemilik tangan ini .dan ia sangat merindukan pemilik tangan ini.

“Baro-ya” panggilnya lirih. Ia menoleh ke samping dan menemukan namja itu, namja yang meninggalkanya tanpa sepatah katapun. Seperti di telan bumi tepat di hari pernikahanya . Orang yang pernah memiliki seluruh hatinya sebelum luhan.

Dengan pandangan yang masih berkunang kunang, jessica bisa melihat namja itu tersenyum. Hati jessica bergemuruh melihatnya, jika saja ia tidak sedang di kondisi seperti ini. ia mungkin sudah memeluk namja itu erat erat.

“Kau kembali” lirihnya lagi sambil mengengam tangan itu . baro tersenyum, namja itu mengelus rambutnya lembut. Jessica memejamkan matanya . menikmati perlakuan baro terhadapnya.

“aku merindukanmu” gumam baro. Membuat jessica tanpa sadar menintikan airmatanya , jesssica kembali membuka matanya , kemudian menatap baro sendu. Ia sangat merindukan namja ini. sangat.

“aku juga merindukanmu “ jawab jessica sambil mengengam tangan itu erat. Baro tersenyum, namja itu sedikit membungkukan badanya kearah jessica. mencium kening gadis itu penuh sayang. Lagi lagi, hati jessica bergetar di buatnya .

“tapi aku harus pergi” begitu kata lirih itu terlontar, jessica menatap baro tajam.gengamanya di tangan favoritnya itu makin kencang. Bahkan, jessica sekarang memaksakan dirinya untuk duduk dan memeluk baro erat.

“jangan pergi.. aku membutuhkanmu” isak jessica , gadis itu menangis dalam pelukanya . ia sungguh tak rela, harus kembali di tinggal oleh namja itu. setelah semua yang ia lalui sendiri, ia menyadari satu hal. jika ia tidak bisa jika tidak dengan namja ini. baro bagaikan ibu peri untuknya , seseorang yag selalu ada di sampingnya , menguatkanya, juga tempatnya untuk berlindung. Tapi itu dulu, sebelum sosok ibu peri itu menghilang . dan sekarang kembali hadir di hadapanya.

Baro menatap jessica sendu, entah apa yang dipikirkan namja itu sekarang. Ia hanya membalas pelukan jessica, sesekali mencium kening gadis itu lembut.

“akau harus pergi, kita tak seharusnya bersama” guman namja itu lagi, kini suaranya lebih mirip seperti seseorang yang hendak menangis. Dan itu membuat hati jessica semakin pedih.

“kau tidak boleh pergi.. sudah kubilang aku membutuhkanmu” isak jessica lagi, kini . gadis itu memukul mukul kecil di dada bidang baro.ia benar benar tidak rela , harus kembali berpisah dengan namja ini .

Baro menggandahkan wajahnya, menatap ke langit langit kamar yang berwarna putih. Namja itu sebisa mungkin menahan air matanya yang hampir jatuh. Tapi , sedetik kemudian. Namja itu melepaskan pelukanya . menaruh kedua tanganya di bahu jessica dan menatap gadis itu sendu.

“aku harus pergi sekarang. Tapi aku janji, aku akan kembali lagi untukmu. Hanya untukmu . dan kau harus yakin itu, aku akan kembali. Membawa semua impian kita yang sempat terkubur. Aku akan kembali, sebagai seseorang yang layak bersanding denganmu” ucap namja itu lembut. Matanya masih lekat menatap jessica yang mematung karena kata katanya . baro mendekatkan wajahnya ke wajah jessica, dan kemudan.

Chu~ . satu ciuman berhasil ia curi dari bibir gadis itu, jessica terlihat terkejut . tapi kemudian gadis itu kembali memeluknya erat. Seolah benar benar tidak ingin ia pergi. Hatinya bergemuruh , sebenarnya ia juga tidak rela harus meninggalkan gadis itu sendirian. Tapi mau bagaimana lagi, ia harus pergi. Jika ia tetap tinggal, sama saja semua usahanya selama ini sia sia.

Jessica dapat merasakanya dengan jelas, baro masih mencintainya. Semuanya tidak ada yang berubah dari sosok namja itu . walau waktu terus berjalan, tapi jessica bersyukur karena baro masih baro yang dulu ia kenal. Jessica ingin baro tetap tinggal. Kembali seperti dulu, terus bersamanya … di sampingnya . Dan jessica tidak akan membiarakn namja itu pergi untuk kedua kalinya.

Tiba tiba, jessica merasa baro melepas pelukanya, kemudian mundur selangkah. Jessica menatapnya sendu. Matanya kembali berbinar menandakan ada sesuatu yang akan keluar dari sana, jessica dapat melihat baro yang tersenyum tulus kepadanya . memberikan lambaian tangan Kemudian hilang di telan kabut yang entah dari mana datangnya .

Dan detik itu juga, jessica berteriak kencang. Sambil meremas dadanya yang terasa sesak. Jessica tidak bisa menerima semua ini, baro tidak seharusnya pergi. Ia tidak rela, sungguh. Kehilangan baro untuk kedua kalinya, sama saja membunuhnya secara perlahan.

 

Kau tinggal terlalu cepat ,

Meninggalkan sebuah kepedihan yang amat menyiksa .

Dan sedikit kenangan yang bisa ku kenang.

Aku membutuhkanmu sekarang.

Aku yang sedang terpuruk karena orang lain.

Aku yang rapuh karena kehilanganmu .

Kenapa kau pergi?

Dan kenapa harus secepat ini?

Membuatku terbakar di tenggah api rindu yang membara.

Aku tidak mengerti jalan fikiranmu.

Datang dan pergi sesuka hatimu .

Walaupun aku tak tahu apa yang menjadi tujanmu selama ini.

Aku yakin , kau pasti tenggah merencanakan rencana yang besar untuk kita nanti .

Walau hati ini rasanya sakit saat kau pergi .

Aku akan berusaha terus menunggumu di sini .

Kau meninggalkanku dengan sebuah senyuman.

Senyuman manis yang selalu kau berikan.

Yang kini , hanya sebatas kenangan .

Aku sakit karena terlalu merindukanmu.

Bahkan bisa menjadi gila karena terobsesi pada sosokmu.

Tapi tak apa, sungguh tak apa .

Rasanya masih tak seberapa di bandingkan harus melupakanmu.

 

**88**

“ANIYO!!! JANGAN TINGALKAN AKU BARO-YA ! ANI… HIKS… ANI!!!!!!”

Suara jeritan itu terdengar mengelegar di telingga kai, dengan sigap . namja itu bangun dari tidurnya , kemudian menatap panik kearah suara. ia melihat jessica yang berteriak sambil menggeleng gelengkan kepalanya . ada perasaan senang sekaligus sedih saat ia melihat jessica, senang saat mengetahui sudah bangun dari komanya selama 4 hari, dan sedih saat mendengar nama seseorang yang amat familiar dari bibir gadis itu .

Seolah tidak mau berfikiran terlalu jauh, kai segera memencet bel yang tersedia untuk memanggil dokter yang sedang bertugas. Namja itu memencetnya beberapa kali dengan keadaan panik, kemudian kembali menatap jessica yang masih berteriak histeris .

1 menit…2 menit..3 menit… dokter yang bertugas belum juga datang, sedangkan teriakan jessica semakin menjadi jadi. Kai mengigit bibir bawahnya binggung. Ia hanya terus berdoa sambil mengengam tangan jessica erat. Tapi sepertinya, apa yang di lakukanya tidak membawa dampak apapun terhadap jessica.

“kau kenapa noona, aku mohon sadarlah” lirih namja itu . matanya berair tanda ia benar benar khawatir sekarang. Jeritan jessica bagaikan pisau yang mengiris -iris hatinya saat itu juga. Dan kai yakin, ia tidak akan bisa bertahan lebih lama hanya untuk mendengarkan itu. persetan dengan semuanya , ia harus menghentikan jeritan itu sekarang.

ia mengepalkan tanganya erat, ia benar benar di ambang puncak ke khawatiranya sekarang. Dan seseorang yang disebut dokter itu belum juga datang. Matanya memanas , ia segera melepaskan gengamanya kasar . kemudian berlari keluar kamar rawat tersebut.

‘BRAK’ suara pintu tertutup itu, menjadi awal dari keributan yang kai buat malam itu.

Ia berlari di sepanjang koridor rumah sakit, ini sudah tenggah malam, wajar jika keadaan rumah sakit ini gelap dan sepi. Ia berlari sambil berteriak histeris memanggil dokter . ia tidak tahu apa lagi yang bisa ia lakukan selain ini. ia terlalu panik dan khawatir. Ia takut , ia takut sesuatu terjadi pada jessica.

“Dokter! Dokter ! sialan ! dimana Dokter di rumah sakit ini ! Shit!” teriknya marah sambil mengacak -acak rambutnya .

 

**88**

Seoul . 13 Januari 2000

“Hei anak sialan! Kemari kau!” kata kata itu kembali terdengar oleh eunji . eunji kecil hanya menoleh , menatap salah satu temanya yang memang hobi memanggilnya begitu . kemudian kembali focus dengan apa yang sedang di gambarnya .

“Hei anak sialan! Kau tidak mendengarkanku?” maki temanya lagi , eunji tidak bergeming sedikit pun. Ia terus mencoret coret kertas putih itu dengan sekuat tenaganya . melampiaskan rasa kesalnya di kertas tak bersalah itu .

Mungkin karena merasa gondok, teman eunji yang berbadan besar itu menghampirinya dengan ekspresi menyeramkan . menarik paksa kertas yang sedang ada di gengamanya kemudian melemparkanya di tanah dengan mata ber api api .

Eunji kecil terbelakak melihatnya , ia menatap temanya itu marah . tapi , di lain sisi ia pun takut jika harus melawan .setelah berdiam diri beberapa saat , ia menunduk lemah . membungkuk untuk mengambil gambaranya yang berserakan di tanah .

Tapi , hampir saja beberapa centi lagi tangan munggil itu bisa menggapai apa yang ia inginkan . sebuah kaki yang terlihat jauh lebih besar dari tangan kecil itu . mengginjak tangan munggil tak berdosa itu keras, eunji menjerit . ia mengandahkan kepalanya dan menemukan temannya yang besar itulah yang mengginjak tanganya kasar .

Ia menjerit , ia memohon pada temanya yang kejam itu untuk berhenti menginjak tanganya . tapi , setiap kali ia memohon . rasanya injakan pada tanganya itu semakin keras. Jadi , ia memutuskan untuk diam. pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh teman besarnya itu , toh. Mau melawan atau tidak . hasilnya tetap sama , ia akan tetap di siksa sekarang. oleh temanya sendiri , tanpa belas kasihan. Ia memejamkan matanya ,sambil menggingit bibir bawahnya yang sedari tadi sudah mengeluarkan darah.

“Hei! Anak sialan! Cepat bangun!”

‘BUK’ eunji kecil kembali membuka mata , ia sedikit tersenyum senang saat merasa tanganya sudah tidak lagi di injak oleh temanya itu . ia berdiri sambil menatap wajah temanya memelas.

“terima kasih” ucapnya pelan. eunji segara mengambil gambar milinya , kemudian berjalan pergi meninggalkan tempat itu . hanya saja , satu tarikan keras di rambut coklatnya membuatnya berhenti sambil kembali berteriak sakit.

“Ini belum selesai bodoh!” bentak temanya yang besar itu . eunji meringis . tarikan di rambutnya pun belum di lepaskan , di tambah lagi kali ini temanya itu mendorongnya ke bawah pohon yang ada di belakang mereka .

“kau sudah mengginjak tanganku ! apa itu belum cukup?” tanya eunji dengan suara gemetar . di saat tarikan di rambutnya itu berhenti . ia segera meringkuk di bawah pohon beringin besar itu . ia menangis tersedu- sedu . tidak tahu apa yang akan di lakukan teman nya kali ini.

“kita akan bermain” jawab temanya itu sambil menyeringai .

“bermain?”

“ya.. kau , aku . dan teman temanku”

Eunji mendelik . teman temanya? Oh tuhan, hanya dengan temanya yang bertubuh besar ini ia sudah takut . apa lagi di tambah teman teman ya ? dan tunggu dulu . apa ? bermain? Eunji sama sekali tidak yakin ini permainan yang mengasyikan.

“Apa yang kau lakukan?” tiba tiba suara mendelegking milik eunji keluar . ia bertanya setengah menjerit ,saat melihat temanya yang berubuh besar itu mulai melucui pakaian nya sendiri . memperlihatkan tubuhnya yang sama sekali tak bisa di bilang bagus . eunji makin meringkuk di bawah pohon besar itu , sambil berdoa kepada tuhan untuk melindunginya .

“sudah ku bilang , kita akan bermain” jawab temanya itu sambil kembali menyeringai . ia mendekat kearah eunji , menarik eunji kecil untuk masuk ke dalam areanya . melucuti pakaianya kemudian mulai mencubuinya dengan kasar .

Eunji berteriak tidak terima . ia menangis sejadi jadinya saat pakaianya di robek. Ia tidak tahu apa yang di lakukan temanya ini , ia sama sekali tidak mengerti permainan apa yang hendak diciptakan temanya yang satu ini. ia hanya menanggis , sesekali menjerit saat ia merasakan sakit karena temanya mengigiti kulit lehernya dengan kasar.

Tiba tiba temannya itu berhenti , eunji menatap temannya takut dan segara meringkuk di bawah pohon. Ia kembali menatap temannya dengan tubuh gemetar ,sedankan temanya yang berbadan gemuk itu hanya menyerigai kemudian berteriak keras.

“teman teman, kemarilah ! “ saat teriakan itu keluar , tiba tiba saja banyak teman teman laki lakinya yang berdatangan . eunji tercekat . kedua pipinya memerah, ia malu jika tubuhnya yang setengah telanjang ini di lihat teman temanya .

“ada apa?” salah satu temanya yang lain bertanya pada temanya yang berbadan besar .

“ini ! sudah ku bilang sebelumnya kan ! kita akan mempraktekan video yang kita tonton kemarin pada anak sialan ini!” jawab temanya yang berbadan besar itu . eunji tidak tahu apa maksudhnya .

“apa itu tidak terlalu keterlaluan? Bagaimana jika nanti ibu panti mengetahui ini?” tanya salah satu temanya lagi .

“tentu saja tidak . dan ibu panti pasti tidak akan peduli pada anak sialan ini. hei! Anak ini terlalu sempurna bodoh! Dia sekali sekali harus merasakan penderitaan seperti kita!” jawab temanya yang bertumbuh besar . eunji tidak mengerti dengan perkataan itu , sempurna? Apa yang sempurna dengan dirinya . ia bahkan merasa teman temanya itulah yang jauh lebih sempurna dari pada dirinya .

“hmm.. kau benar juga, baiklah . ayo teman teman . mari kita bermain “ seru salah satu temanya sambil mengganguk- agukan kepalanya . saat kata kata terakhir di lantunkan. Semuanya bersorak. Dan langung mengelilingi eunji yang masih meringkuk di bawah pohon beringin besar.

“buka pakaianya dulu, lalu nanti ciumi lehernya, itu adalah bagian pertama pada video” jelas temanya yang sama sekali tak ia kenal . tubuh eunji masih bergetar mendengarnya , ia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang teman temanya itu lakukan kepadanya . hanya saja , ada bagian dari dirinya yang merasakan ketakutan yang luar biasa.

“apa yang akan kalian lakukan kepadaku ! minggir! Aku ingin kembali ke panti!” jeritnya.

Dan , ketakutan itu benar benar terjadi . teman temanya segera melucuti pakaianya dengan kasar . mencium lehernya tak kalah kasar dari pada sebelumnya . selanjutnya , kalian pasti bisa menebaknya sendiri .

“Enghh.. ohhh..apa yang kalian lakukan..enghhh lepaskan…aku mauu pula..nggg…akhh!”

Ia di perkosa beramai ramai .

Untuk pertama kalinya .

Pada usia 7 tahun .

 

Lepasss!! Kalian jahat!! Lepaskan aku!! Lepasss!!!!’

Eunji membuka matanya yang terlihat memerah.

Mimpi itu lagi , mimpi dari sedikit kenangan masa lalunya . kenangan yang menurutnya lebih kelam dari pada langit tanpa bintang . ia menatap seelilingnya , dan menemukan sebuah bola lampu yang tetap berkedip kedip seperti biasanya . keringatnya sudah mengalir dengan deras , sepertinya memimpikan masa lalunya cukup menguras tenaga.

Ia berusaha untuk duduk, walau masih dengan nafas terengah engah. Ia memeluk lututnya sendiri , sambil terisak pelan. Bayangan masa lalunya akhir akhir ini selalu hadir di mimpinya , membuatnya benar benar gelisah dan sangat sangat tidak nyaman . ia ingin mengahapus semua itu , masa lalunya . masa lalu yang membuatnya menderita . ia benar benar takut , takut jika masa lalu itu kembali memperngaruhi dirinya .. ia takut , takut di akhir hayatnya .. masa lalu itu masih terus ia ingat .

ia takut , ia butuh luhan di sampingnya sekarang . ia butuh pelukan namja itu . pelukan yang selalu bisa kembali mengangatkan hatinya yang dingin . pelukan yang mampu menguatkan dirinya yang rapuh . dan pelukan yang mampu membuat dirinya candu . candu akan semua yang ada di sosok namja itu .

Tapi, lihatlah sekarang. Namja itu bahkan tidak pernah menjemputnya kemari , ia tidak tahu apa yang di lakukan namja itu di luar sana . apa namja itu sama sekali belum mengetahui keberadaanya? Atau namja itu sengaja membiarkanya untuk membusuk di tempat terkutuk ini?

apakah luhan masih mengingat janji namja itu padanya?jika luhan mash mengingat janjinya kenapa namja itu membiarkanya disini? Kenapa namja itus ama sekali tidak mencarinya ? kenapa luhan sangat berbeda setelah bertemu dengan jessica . apa luhan benar benar akan meninggalkanya demi jessica? Tapi, bukankah luhan sudah berjanji padanya agar terus mencintainya? Dan apakah luhan ingat terakhir kali mereka bertemu ? apa setelah menikmati tubuhnya namja itu ingin pergi begitu saja? Eunji merasa di bohongi . luhan menjadi sangat berbeda sekarang , dan ia benci itu.

tiba tiba ‘tes’.Ia menangis. Ia menagis .. meruntuki semua yang terjadi padanya . ia marah ia marah saat tuhan selalu bertindak tidak adil padanya . tapi di lain sisi juga ia sadar , seseorang selicik dirinya memang tidak pantas untuk mendapatkan yang namanya kebahagiaan . ia menyesal , sungguh . ia menyesal telah di lahirkan ke dunia ini .

“luhan oppa…hiks…luhan oppa….hiks..aku takut…hiks…datanglah…hiks..aku takut….hiks” eunji bergumam pelan dalam tangisnya . tangis yang sungguh memilukan . tangisan yang pastinya bisa saja menyayat hati setiap orang yang mendengarnya .

Kenapa tuhan selalu membuatnya menderita?
kenapa tuhan rasanya benci sekali melihatnya bahagia?

Kenapa tuhan selalu membuatnya menjadi seseorang yang jahat?
dan kenapa tuhan harus menghendakinya lahir di dunia ?

Eunji ingin dirinya bisa merasakan cinta . ia ingin ia bisa merasa di cintai , walau itu hanya beberapa detik saja . ia bersyukur karena luhan hadir dalam hidupnya , tapi entah kenapa . ia baru sadar sekarang , kalau luhan tidak mencintai dirinya layaknya seorang wanita . tapi seorang adik , dan itu semua membuatnya sakit . apa se hina itukah dirinya ,sampai tidak ada satupun orang yang mau mencintainya dengan tulus ?
bahkan ia belum pernah melihat wajah seseorang yang melahirkanya , dan mungkin ia pun bukan anak yang orang tuanya kehendaki . mungkin ia anak dari hasil hubungan gelap kedua orang tuanya , entahlah . eunji tidak tahu . hanya yang ia tahu , orang tuanya membuangnya ke panti asuhan . tepat beberapa jam setelah ia lahir .

Dulu , di saat ada sepasang suami istri yang mau mengadopsi anak di panti asuhan tempatnya tinggal. Ia selalu menjadi orang pertama yang menyambut sepasang suami istri tersebut . ia akan menjadi seorang putri kecil yang terlihat amat manis . ia akan berdandan semanis mungkin sebelum bertemu dengan suami – istri yang sedang mencari anak untuk di adopsi . sungguh . saat itu , ia benar benar ingin mempunyai sebuah keluarga . keluara yang selama ini ia idam- idamkan . hanya saja , entah kenapa .setiap ada suami – istri yang mau mengadopsianya . kepala panti selalu melarangnya , dan membujuk suami istri tersebut untuk membatalkan niat mereka .

Ia tidak mengerti , ia tidak mengerti dengan apa jalan fikirkan semua orang di panti asuhan itu . jelas jelas , mereka semua sangat membencinya , tapi . jika ada seseorang yang mau mengadopsinya , mereka semua selalu saja menggalkan semua itu . apa mereka semua tidak mau ia di adopsi ? dan hanya ingin menyiksanya selamanya di tempat itu ? ia tidak mengerti . sangat sangat tidak mengerti .

Hingga akhirnya , tepat saat ia berumur 17 tahun . ia merasa sangat lelah . ia lelah untuk terus di siksa dan di lecehkan di panti asuhan itu . akhirnya ia kabur dari tempat tersebut . setelah beberapa hari ia menjadi gelandangan , akhirnya ia bertemu dengan luhan . sumbaenya di senior high school . luhan sangat baik saat itu , luhan mengajaknya untuk tinggal di rumah luhan dan ibunya . dan sejak itu , sedikit demi sedikit . kenangan indah mulai bermunculan dalam hidupnya .

“Luhan oppa… hiks … Aku merindukanmu..hiks…luhan oppa hiks… hiks..”

 

**88**

[AUTHOR’S POV!]

Aura sunyi . jelas terpancar dari sebuah rumah minimalis di salah satu perumahan elit di seoul. Rumah yang kini hanya ditinggali oleh satu orang didalamnya . dengan semua yang telihat berantakan di halaman . dan juga suasana hening yang di cipakan. Membuat siapapun tidak akan sudi untukberlama lama di dalamnya . tapi kini, saya akan membawa kalian masuk ke dalamnya . mencari sebuah jawaban dari jutaan misteri yang ada .

Kini kita sudah masuk ke ruang tamu . cukup bagus jika di perhatkan kembali . semuanya terlihat mewah dari sini . hanya saja , jika botol botol bir yang tidak berserakan dan lampu yang tidak di matikan.ruangan ini pasti akan terlihat sangat mengesankan. Oh ya, ternyata rumah ini tidak seburuk apa yang sebeumnya di pikirkan bukan?

Jika kita berjalan beberapa langkah lagi, di sana kita akan menemukan 1 buah dapur , 2 buah kamar tidur , dan 1 ruang keluarga . entah kenapa, saya benar benar tertarik untuk melangkakahkan kaki saya lebih jauh masuk ke dalam kamar tidur yang terlihat sangat gelap dari arah sini .

Baru saja beberapa langkah saya berjalan . tiba tiba … suara deru nafas seseorang menghentikan saya , saya berbalik . dan bersembunyi di manapun yang   saya bisa . tapi , di saat saya melihat siapa orang itu. saya keluar dari persembunyian saya .sebuah senyuman tercetak jelas di bibir saya ,saya dapat merasakanya . dan saya menemukanya .. salah satu cast utama di dalam fanfiction ini . Xi Luhan.

“kau di mana jess.. aku merindukanmu “ luhan bergumam pelan, sambil sesekali mengelus foto jessica yang sedang ia gengam .

Foto Jessica . yang sempat ia ambil dari ponsel gadis itu secara diam diam, kemudian mencetaknya di salah satu percetakan dekat rumah sakit . hanya satu satunya benda yang bisa ia gunakan untuk mengobati rasa rindunya terhadap gadis itu .

Sudah 4 hari , tepat di saat kematian ibunya . ia tidak lagi melihat gadis itu . membuatnya merasakan rindu yang amat sangat . ia sudah mencoba menghubungi Jessica beratus- ratus kali , tidak lupa juga mencarinya ke semua tempat yang bisa saja gadis itu kunjungi . tapi hasilnya nihil, tak ada satu pun usahanya yang berhasil . ia memang bodoh. Ia suami yang bodoh , bahkan ia tidak bisa hanya sekedar membuat Jessica bahagia hidup bersamanya .

Ia bahkan tidak bekerja ataupun menggunjungi eunji selama 4 hari terakhir ini . ia selalu sibuk mencari jessica , pulang kerumah dengan rasa marah karena tidak bisa menemukan gadis itu . meminum puluhan botol bir , kemudian melepas rindu dengan menatap foto jessica . luhan baru menyadari bahwa jessica sangat berpengaruh padanya .

“kau bahkan tidak datang saat pemakaman ibuku .. semarah itu kah dirimu padaku jess..” gumamnya lagi , luhan memeluk foto itu . melampiaskan rasa rindu dalam dadanya .

Tiba tiba air matanya menetes. Luhan menjadi cenggeng akhir akhir ini , hanya karena merindukan sosok Jessica di sampingnya . setelah beberapa detik berdiam diri , luhan segera menghapus air matanya dengan punggung tanganya kasar . kemudian kembali menatap foto Jessica yang sedang tersenyum kearahnya.

“aku minta maaf . aku memang bukan suami yang baik untukmu” luhan menyudari acara pelampiasan rindunya itu dengan ciuman hangat di foto tersebut . sedikit mengelus pelan foto jessica kemudian kembali menaruhnya di meja yang terletak disebelh kasurnya .

Sekali lagi, luhan kembali menatap foto itu dengan sendu . ia tersenyum kecut menggigat apa yang ia lakukan kepada seseorang dalam foto itu beberapa hari yang lalu .

Ia berbaring kemudan menarik selimut untuk menutupi seluruh permukaan tubuhnya , tapi ia kembali membuka bagian atasnya . mempelihatkan wajahnya yang menyembul dengan mempesona. Ia kembali menatap foto itu . kemudian berkata,

“aku akan mencarimu lagi . besok” gumamnya pelan. Ia memperlihatkan senyum penuh harapnya .

Semoga saja besok, menjadi hari keberuntunganya . tapi jika tidak, luhan akan terus mencari Jessica sampai gadis itu bisa ia temukan. Dan membuat Jessica kembali padanya , apa pun caranya . ia tidak peduli , walupun ia harus mengorbankan nyawanya sekalipun. Jessica harus kembali padanya , harus.

Ia mengganguk -anggukan kepalanya , menggigat mottonya . membuatnya lebih bersemangat.

 

**88**

Tepat saat dokter berlalu pergi , Jessica langsung membuka matanya perlahan . berbeda dari yang sebelumnya kini wajah tampan kai lah yang menjadi pemandanga pertamanya . jessica mengerjap . ia menatap kai heran Karena wajah namja itu terlihat sangat pucat . tapi , alih alih menanyakan ada apa dengan namja itu . ia malah mengalihkan pandanganya ke setiap sudut rangan .

Ini ruangan yang sama seperti sebelumnya , batinya .

“kai? Aku dimana ?” Tanya Jessica , bambil duduk dari tidurnya .
“kau di rumah sakit noona. Berbaringlah . kau belum pulih”

Kai menahan Jessica yang hendak duduk , sambil kembali membaringkan gadis itu di tempat tidurnya . ia tersenyum saat mengetahui Jessica bak baik saja.

“kenapa aku bisa di sini kai?” Tanya Jessica lagi , gadis itu menggengam pelan tangan kai yang terasa amat dingin.

“……..”

“kai? Kenapa kau diam?” taya jessica lagi . kini , gadis itu menatap kai selidik . sedangkan kai hanya mengalihkan pandaganya . tidak saggup menatap mata jernih milik Jessica.

“Noona…”

“ya?”

“kau kecelakaan” jawab kai pelan .

‘DEG’ di saat itu juga , Jessica merasakan waktu berhenti berputar . meninggalkanya di salah satu atmosfer yang tak ia kenal . ia diam tak bergeming , mencoba mencerna kata kata kai . air matanya jatuh tiba tiba , saat ia memegang perutnya yang terasa semakin datar . ia menggeleng . mencoba menangkis semua pikiran buruk yang memasuki otaknya . tidak mungkin . itu tidak mungin terjadi!

Ia bukan seseorang yang cukup bodoh . jika ia mengelami kecelakaan , yang ia khawatirkan pertama adalah ya, kau-tahu-apa.

Ia melirik kai , kai hanya mengganguk seolah mengerti apa yang hendak Jessica tanyakan . dan di saat itu juga , air matanya tumpah seketika . ia menangis dalam diam, enggan megeluarkan satu isakan dalam keadaan seperti ini . ia merasa terlalu bodoh walau hanya sekedar untuk menanggis. Ia tidak bisa menjaga anaknya sediri , ia bodoh! Benar benar bodoh!

“Noona” panggil kai lirih saat menatap Jessica yang sedang menangis.

“kenapa harus secepat ini kai? Bahkan belum genap dua bulan aku bersamanya . tidak! Katakan kandunganku baik baik saja kai ! KATAKAN!” teriak Jessica sambil mengguncang –guncangkan tubuh kai yang mematung di hadapanya .

Alih aih utuk menjawab pertanyaan Jessica. Kai malah memeluk Jessica erat. Menenangkan gadis itu dalam perlukanya, kai harap ini cukup. Cukup untuk bisa membuat Jessica nyaman dan merelakan semuanya .

“LEPAS!!!! KATAKAN KAI!!! KATAKAN!!!!! KATAKAN ANAKU BAIK BAIK SAJA” teriak Jessica lagi , sambil terus menanggis di pelukan kai .

Kai hanya mengeratkan pelukanya , hatinya terasa sangat pedih melihat Jessica serapuh ini . ingin rasanya ia meyakinkan gadis itu bahwa anak dalam kandunganya baik baik saja , hanya saja jika ia mengatakanya . sama saja ia membohongi Jessica dan dirinya sendrii . walau bagaiamanpun juga , kini ia tidak bisa menyangkal bahwa anak dalam kandungan Jessica tidak bisa di selamatkan lagi .

“kai….katakan kai…hiks….kai…hiks…katakan…tolong” mohon Jessica dalam tanggisnya .

“relakan dia noona. Dia sudah bahagia di surga sana” ucap kai sambil mengelus pelan surai coklat milik Jessica , suaranya sama bergetarnya dengan suara Jessica sebelumnya . bahkan, kai rasa . perasaanya pun sama sakitnya dengan perasaan Jessica sekarang . melihat Jessica menangis sudah menjadi alasan yang cukup untuk kai merasakan hal yang sama . ia terlalu mencintai gadis itu .

“tidak kai…hiks…anaku…hiks…anaku….” Jessica melepaskan pelukanya . gadis itu langsung terjatuh di lantai dingin rumah sakit . jessica berusaha menutupi wajahnya dengan kedua tanganya kemudian kembai menangis dengan keras. Tubuhnya tergoncang menandakan bagaimana perihnya hati gadis itu sekarang .

Kai menatap Jessica sendu , matanya pun rasanya sudah mulai memanas sekarang . kai tidak bisa menahanya lagi , ia juga rasanya ingin menanggis . jesisca terlihat begiu rapuh di hadapanya , kai berjalan menghampiri Jessica , mencoba mmeluk gadis itu lagi . tapi jessica mencegahnya. Gadis itu lebih memilih meringkuk di lantai yang dingin dari pada di peluk oleh kai . membuat rasa sakit di hati kai semakin menjadi jadi .

Kai terdiam. Air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya tak bisa terbendung lagi . ia hanya diam membiarkan air matanya membanjiri wajahnya yang tampan . sambil menatap Jessica yang juga sedang sibuk dengan perasaanya sendiri , kai tersenyum kecut sambil terus menanggis . membiarkan rasa sakit dalam dadanya berkurang seiring banyaknya air mata yang ia keluarkan.

 

>>

 

Langit menjadi sangat gelap saat Jessica memandangnya dengan mata yang lembab . Jessica tersenyum kecut , alam seolah mendukung perasaanya agar terus menjadi sedih . semuanya terasa hampa ya? Walaupun fasilitas ruangan ini adalah yang terbaik juga kai yang selalu setia di sisinya . jessica rasa semua itu tidak begitu berpengaruh padanya . jessica kembali memandang langit yang gelap dan mulai bergemuruh . entah apa yang sedang gadis itu pikirkan sampai rasanya ia betah sekali memandangi langit itu sambai beberapa puluh menit lamanya .

Kai yang masih belum selesai dengan perasaanya hanya terdiam . memandangi punggung Jessica yang masih terlihat mempesona dari jarak yang cukup jauh . hatinya masih sama sakitnya dengan beberapa saat yang lalu . kai kembali memeras dadanya , setiap kali namja itu melihat kearah Jessica yang sedang diam memandangi langit . di saat itu juga dadanya terasa sesak .

Saat ia rasa sesak di dadanya sudah tak terhingga lagi , namja itu segera berdiri . mencoba menghampiri jesicca yang   diam sambil menatap langit . ia rasa ia tidak bisa terus seperti ini , ia harus mengembalikan jessica pada sifat aslinya . sungguh. Jika ia menunda walau hanya 1 detik, rasanya ia akan meledak karena terlalu banyak mendapat siksaan batin.

“Noona.. sudahlah ini bukan salahmu” sambil bergumam pelan , kai meletakan kedua tangganya masing masing di bahu kanan dan kiri Jessica. Kemudian mengelusnya pelan.

Jessica menengok kebelakang . saat menemukan kai yang ternyata memegang bahunya , gadis itu mencoba mengabaikanya dengan kembali menatap kedepan.

“jangan menghiburku kai , sudah jelas jelas aku saja yang bodoh. Tidak bisa menjaga anaku sendiri” jawab Jessica datar tanpa menatap kai .

Kai melepaskan peganganya dari bahu Jessica kemudian segara duduk di samping gadis itu . mencoba menatap apa yang sedari tadi gadis itu perhatikan. Tidak ada yang menarik, hanya awan hitam dan langit yang gelap . malah kai pikir itu sangat sangat menyeramkan.

“bukan begitu noona. Maksudku , itu semua bukan murni keslahanmu . itu juga salah sepupuku . dia yang teledor mengemudikan mobilnya. Tapi tenang noona , aku sudah melaporkanya ke polisi .aku bahkan tidak melihat status keluarga kami . karena dia sudah menabrakmu , aku langsung melaporkanya begitu saja ..kau tahu noona, saat ia melihat dirimu . ia terlihat sangat pucat, aku bahkan sampai heran . sebenarnya kau atau dia sih yang tertabrak . karena sepertinya , dialah yang kekurangan banyak darah “ cerita kai . namja itu terlihat antusias saat menceritakan sepupunya yang sudah menabrak jessica .

Berbeda dengan kai , Jessica malah tercekat. Gadis itu melirik kai yang masih dengan cerita panjangnya . entah kenapa, saat kai menceritakan semua itu . Jessica merasa ada sebuah harapan. Sebuah harapan untuk membalaskan kematian anaknya terhadap seseorang yang kai katakan sebagai sepupunya . sesorang yang telah membunuh anaknya secara tidak lagsung. Tapi,pantaskah Jessica mengatainya sebagai seoarng ,pembunuh? Bukankah saat itu Jessica sendiri yang menghiraukan panggilan orang orang di sekitarnya?

Entahlah , jessica tidak peduli .disaat saat seperti ini. Seringkali emosinya lah yang mengusai diirinya . ia bahkan tidak peduli dengan faktor faktor lain yang dirinya perbuat . ia hanya ingin si pembunuh anaknya itu mendapat balasan yang setimpal. Jessica bosan untuk menjadi orang yang terus-menerus iba terhadap orang lain , jessica bosan untuk terus menjadi seseorang yang lemah . ia ingin menjadi seseorang yang jahat . karena faktanya , orang orang jahat selalu menang melawan orang baik.

Saat kai selesai dengan ceritanya , Jessica langsung menatapnya dengan tajam . kemudian bertanya dengan nada bingbang.

“kai…jadi,dimana dia?”

“dia?” kai menaikan alis kananya binggung.

Jessica mengganguk.

“ya…pem..maksudku sepupumu” jawab Jessica . gadis itu mengendus pelan, hampir saja ia keceplosan .

Kai tertawa . Sambil mengganguk angukan kepalanya .

“kemarin ia masih di kantor polisi , tapi kalau sekarang tidak tahu.. dia sangat kaya , jadi mungkin saja ia sudah membayar denda dan bebas dari hukuman”

“BAGAIMANA BISA? IA SUDAH MEMBUNUH ANAKU!!” bentak jessica tidak terima. Gadis itu sedikit mengebrak meja yang ada di hadapan mereka. Matanya bahkan berkilat menandaka ia sangat marah saat itu.

Kai terdiam, sepertinya rencananya untuk mengubah Suasana sia sia. Karena faktanya , Jessica bahkan belum juga kembali seperti sebelumnya , malah mungkin sekarang lebih buruk dari sebelumnya .kai meruntuki kebodohanya. Ia memang selalu salah dalam melakukan apapun.

“entahlah noona, aku sendiri pun tidak tahu. Aku tidakmenghubunginya lagi semenjak 3 hari yang lalu . lagi pula,kautahu kan . akhir kahir ini polisi pun terlibat kasus hukum. Mungkin saja sepupuku yang brengsek itu juga membayar agar bisa lolos dari tahanan.aish…kapan orang orang korea bisa di percaya?” kai kembali bercerita dengan panjang . Jessica yang hanya medengarkan beberapa kalimat yang menurutnya penting . ia memejamkan matanya . mencoba bersabar dengan kelakuan kai yang selalu menggagap semuanya dengan santai..

Gadis itu mengepalkan tangganya . ia tidak bisa menerima semua ini begitu saja .,. seseorang yang sudah membunuh anaknya bisa lolos begitu saja dari hukuman . itu tidak adil! Sangat sangat tidak adil ! benar ! tekadnya sudah bulat! Ia akan membalas kematian anaknya itu berlipat lipat lebih kejam. Semoga saja , rencananya kali ini bisa terwujud. Jessica harap, kali ini tidak ada lagi yang menghalanginya .

Jantung di balas jantung.

Dan nyawa di balas nyawa.

Ia kejam? Siapa peduli! Salahkan saja orang orang yang telah membuatnya berubah , terlebih lagi . tolong garis bawahi nama eunji dan luhan disana . Jessica sungguh membenci mereka berdua .

 

**88**

 

Tangan lentik namja itu kembali menekan tombol ‘pembesar’ di dashboard mobilnya , mulutnya mengomat kamit tak tentu mengikuti lirik lagu bahasa inggris yang sama sekali tak ia mengerti . lagu love song milik sara bareilles mengalun semakin kencang saat namja itu lagi dan lagi menambah volume lagu tersebut . berbeda dengan lagu beraliran pop-jazz yang mengalun dengan ceria . ekspresi wajah dari si pemilik jari lentik itu sangat berbanding terbalik . namja itu mengerutkan kedua keningnya smabil etrus focus ke pada jalanan di depan, bibir yang sedari tadi terkomat kamit pun memjadi mengatup seketika . bahkan hanya tangan kirinyalah yang ia gunakan untuk mengemudi , sedangkan tangan kananya ia gunakan untuk menopang dagunya .

“Apa itu benar benar kau jess?” namja itu kembali bergumankan kata kata yang sama semenjak beberpa menit yang lalu .

Ia kembali menopang dagunya , terihat jelas dari raut wajahnya yang masam ia sama sekali tak berniat untuk menyetir hari ini . ia bahkan beberapa kali menguap sambil menatap jalanan dengan malas. Sungguh. Apa orang inisudah bosan hidup?? Berani beraninya dia menalukan ha hal seperti ini saat sedang menyetir.

“ rasanya sulit mempercayai itu benar dirimu. Kau terlihat sangat berbeda jess” syukurlah,. Kali ini bukan kata kata yang sama lagi yang keluar dari bibir namja itu. Setidaknya , kita semua tidak akan mati karena bosan disini .

“tapi , jika itu benar benar dirimu . aku bisa apa ? kau pastiakan sangat membenciku jess” gumanya lirih

Ia teringat kembali ,pada kejadian empat hari yang lalu . kejadian yang sungguh membuatnya perasaanya terguncang saat itu juga .

Semua bagaikan film bisu yang di putar amat cepat . bahkan, ia hanya bisa menggingat beberapa kejadian yang ia liat dengan mata kepalanya sendiri , sebelum akhirnya tangan besar sepupunya menyentuh kulitnya dengan kasar . memukulnya membabi buta , dan setelah itu . hanya suara rauh riuh orang orang sekitarlah yang ia dengar .

Ia hanya menggingat wajah seorang gadis yang tidak lain adalah pemilik hatinya sejak dulu , ia melihat gadis itu terpelanting dengan keras kejalanan . mengeluarkan banyak darah , dan sempat mengucapkan beberapa kata sebelum akhirnya tidak sadarkan diri .

Lalu, tiba tiba sepupunya yang 2 tahun lebih muda ada di sana.. menatapnya merah lalu memukulinya tanpa belas kasihan . ia tidak mengerti kenapa , apa mungin sepupunya marah karena ia telah menabrak seseorang ? ia sungguh tidak mengerti . padahal , begitu ia keluar dari ,mobil dengan keadaan panic . ingin rasanya ia cepat cepat melihat wajah gadis itu dengan lebih jelas lagi , menolongnya , kemduian meminta maaf telah menabraknya. tapi , tiba tiba semua menjadi gelap . membuat harapanya terkubur hingga ke titik terdalam.

Ia tidak mengerti , takdir seoah tidak memperbolehkan ia kembali bertemu engan pujaan hatinya . walaupun mungkin saat itu keadaanya tidak tepat , ia tetap ingin . ia ingin hanya sekedar melihat wajah seseorang yang sangat ia rindukan.

“aku merindukanmu Jessica jung”

**88**

“Kai, kau sudah menghubunginya?” Tanya Jessica dengan mata berbinar begitu kai masuk kedalam ruang rawatnya .

Kai menganguk lemah , nampaknya namja itu sedang tidak dalam suasana hati yang baik saat ini . padahal, bukanya tadi dia sendiri yang nampak ‘agak’ ceria dan sok mau merubah suasana?

“lalu. Apa katanya?” Tanya jesica lagi , entah kenapa . sepertinya gadis itu menajadi sangat antusias .

“dia akan datang . pukul 5 sore nanti , di taman belakang rumah sakit .siapkan dirimu noona” jawab kai malas, namja itu berjalan menuju balkon kamar tanpa mempedulikan ekspresi jesssica yang menatapnya aneh . ia menatap sendu jalanan kota seoul yang telihat sangat kecil dari bahkon lantai 5 rumah sakit . suasana hatinya mendadak buruk sesaat setelah ia menghubungi sepupunya itu . ia benar benar benci saat mendengar suara penuh harap sepupunya saat ia memberi tahu jika Jessica ingin bertemu denganya .

Entalah, kai juga tidak mengerti . ia merasa akan ada sesuatu yang terjadi jika sepupunya yang kaya itu bertemu dengan Jessica , kai rasa . mereka ada hubungan di masa lalu . dan kai tidak rela , jika Jessica kembali lepas dari gengamanya .

 

>>

saat jarum jam membentuk sudut 60o . jessica sudah berada di taman belakang rumah sakit . gadis itu duduk di kursi rodanya dengan sabar sambil menatap rumput hijau taman tersebut. sejak 15menit yang lalu ia suah menunggu , hanya saja . seseorang yang ia tunggu belum juga datang .

Di tambah lagi , kai yang mendadak uring uringan tak jelas sedari tadi , bahkan ia tidak jarang mendapat bentakan keras dari namja itu karena selalu bertanya kapan sepupu kai datang . sepertinya kai mengetahui sesuatu , tapi apa? Memangnya apa yang salah dengan sepupunya itu?

Kai juga menolak untuk menemaninya di sini, namja itu lebih memilih pergi ke caferia rumah sakit dari pada menemaninya menunggu sepupu nya sendiri . aneh sekali , jessica semakin tidak mengerti ada apa dengan namja itu .

Di saat jessica sedang sibuk dengan pikiranya , sepasang sepatu kulit berwarna coklat bertengger di depanya . jessica terkesiap . ia mengandahkan kepalanya . dan di saat ia menatap siapa pemilik sepatu itu . jessica merasa dirinya terbang ke awing awang. senyumnya mengembang seketika , bahkan gadis itu mampu berdiri dan menghampiri seseorang di depanya .

“Baro-ya” panggil jessica pelan. Gadis itu berusaha mengapai sosok didepanya , ia hanya ingin membuktikan. Kalau kali ini, adalah kenyataan.

Dan tepat di saat tanganya menyentuh permukaan kulit seseorang di depanya, ia terperajat. Tanpa ba-bi-bu lagi ia langsung memeluk sosok tersebut . memeluknya erat , seolah enggah untuk melepaskanya . sungguh, ia terlalu merindukan sosok ini .

“Baro-ya… ini benar benar dirimu?” jessica bertanya dengan nada pelan. Tap, bukan jawaban yang ia dapat. Hanya pelukanya yang di balas dengan lebih erat .

Jessica tersenyu,m . ya, ini baro . ini benar benar baro yang selama ini ia rindukan . tapi , untuk apa baro datang ke tempat seperti ini? Siapa yang sakit? Atau jangan jangan selama ini baro selalu mengikuti jessica kemanapun dirinya itu pergi ? entahlah. Jessica tidak terlalu peduli dengan semua itu.

“Kali ini, tetaplah bersamaku . jangan tinggalkan aku lagi” gumam jessica lagi , gadis itu membenamkan wajahnya ke dada bidang baro sambil terus memeluknya erat .

baro hanya diam , sepertinya namja itu kehabisan kata kata hanya untuk mengambarkan bagaiamana perasanya saat ini. Tapi sepertinya tidak, tunggu dulu . apa namja itu menanggis? Baro ?

namja itu malah memeluk jessica erat dan menangis pelan di leher gadis itu . jessica tercegang . dan siapapun yang menyaksikan pun pasti akan sama heranya dengan jessica , padahal. Beberapa detik yang lalu namja itu masih terlihat baik baik saja. dan sekarang, dia menaggis?

“Jess… maafkan aku” gumamnya pelan.

Jessica mengerutkan keningnya sambil melirik baro . gadis itu berusaha mengerti ada apa dengan baro . setelah beberapa detik berfirkir , jessica kembali membalas pelukan baro . mungkin baro hanya merasa bersalah karena telah meninggalkanku. Batinya

“Tidak apa baro-ya. Tidak usah merasa bersalah karena telah meninggalkanku . yang penting, sekarang kau telah kembali . dan berjanjilah untuk tidak pernah pergi lagi dari hadapanku”

Baro menggeleng . sepertinya ada sesuatu yang namja itu s mbunyikan dari jessica , dan jessica yakin , itu bukan sesuatu yang mudah untuk di ungkapkan . jessica bisa mengerti , dengan hanya melihat gerak gerik baro yang terlihat berbeda. ia tahu , namja itu sedang menghadapi suatu masalah yang besar . tapi , apa itu?

“ada apa dengan mu baro-ya , sudahlah . kau terlilat seperti wanita jika sedang menanggis “ ucap jessica menenangkan , gadis itu sedikit bergurau saat ia menepuk nepuk kecil punggung baro .

Baro menatap jessica miris , air mata namja itu terus saja berjatuhan walau jessica tahu kalau namja itu sudah menahanya. baro kembali menghampirinya , memeluknya erat . kemudian mencium dahinya pelan .

“maafkan aku , ini tentang anakmu “

Jessica mundur selangkah mendengarnya , berusaha menepis pikiran negative yang mulai bermunculan di otaknya . tidak , tidak mungkin . tidak mungkin baro lah si pembunuh itu .

“Tidak “ guman jessica gelagapan .

“jess.. tapi itu benar jess… maaf kan aku , aku .. aku yang telah menabrakmu “ ucap baro lirih , namja itu mengoncang goncangan pelan tubuh jessica yang mematung sambil terus terisak .

Kata kata itu membakar wajah jessica dan menyapu senyum di bibirnya . jessica terhenyak . gadis itu jatuh terduduk di rumput hijau yang rimbun. Ia menatap baro tidak percaya sambil masih sibuk dengan fikiranya sendiri . tubuhnya bergetar . bahkan , bola matanya terlihat hendak keluar sangking terkejutnya . nafasnya naik turun tak beraturan .

Air mata mulai mengenag di telupuk matanya . jessica menanggs . semua kenyataan ini membuatnya marah , dan sialnya . ia tidak bisa melakukan apa apa untuk melawanya .

“jess..”

“tidak..” sulit ..jessica sangat sulit untuk menerima ini .

Jessica tidak mengerti , kenapa tuhan selalu menempatkanya di keadaan yang sulit . seolah ingin membuatnya tercekik di antara ribuan masalah yang ia hadapi . ia tidak mengerti ,sebenarnya apa yang tuhan rencanakan untuk dirinya . apakah sebuah kebaghagian? Atau bahkan penyiksaan yang lebih kejam? .jesisca tidak mengerti , harus berapa kali lagi ia mengatakan bahwa ia muak dengan semua ini?

“jess..”

“TIDAK!” kali ini jessica membentak .

Rasa marah akan kehilangan anaknya dan mengetahui bahwa orang yang sangat ia rindukan selama inilah yang telah menjadi factor utama ia kehilanmgan anaknya membuatnya depresi . sangat sulit untuk menerima semua ini , jessica masih bisa menerima jika luhan berselingkuh di belakangnya, atau ibu uhan yang meninggal tiba tiba . tapi tidak dengan kematian anaknya , dan ternyata baro lah yang menabrak dirinya . jessica sulit untuk menerima semua ini .

Ini bagaikan mimpi terburuknya , jessica membenci kehidupanya sekarang . selalu di lengkapi dengan jutaan kisah sedih setiap harinya . jessca ingin pergi , pergidari dunia yang kejam ini . ia ingin melarikan diri dari semua masalah ini . jessica tidak sanggup lagi . semuanya sulit untuk di mengerti , ini semua membunuhnya sceara perlahan .

 

“jess…”baro menghampiri jessica , memeluknya erat . enggah melepaskanya walau sejak ia jessica . gadis it uterus meronta minta di lepaskan.

“katakan padaku kau bukan sepupu kai kan? katakan baro – ya. Tolong katakan?” mohon jessic a, gads itu menatap baro pernuh harap .

“maaf jess.. tapi aku memang sepupu kai. Aku minta maaf telah membuat anakmu_”

‘PLAK’

Cukup . jessica tidak sanggup untuk kembali mendengarnya , gadis itu memotong kata kata baro dengan sebuah tamparan yang amat keras . jessica kembali meronta , ia tidak sudi jika harus di peluk oleh pembunuh anaknya sendiri .

“jess”

“KAU BRENGSEK CHA SUN WOO! SETELAH MENINGGALKANKU BEGITU SJA A. KAU MASIH MAU MENGGAMBIL ANAKU? KAU BRENGSEK CHA SUN WOO. KAU MERUSAK HIDUPKU! MERUSAK HARAPANKU SATUS ATUNYA! KAU BERENGSEKU! AKU MEMBENCIMU!”

Jessia kembali berteriak , gadis itu terus memberontak dari pelukan baro . emosinya sudah mencapai ke ubun ubun . ia marah , sangat marah . ia benci saat baro memeluknya , tapi di sisi lain . sebenarnya ia tidak akan pernah bisa membenci namja itu. walau hatinya mengatakan namja itu bersalah., tapi entahlah . ada bagian dari dirinya yang mengatakan kalau semua ini . lebih baik seperti ini , kehilangan anak bukanlah segalanya .dan jesic a, mengutuk sebagan dari dirinya tersebut . itu seolah olah membuatnya nampak baik baik saja . ia hampir saja menjadi seorang ibu , dan baro . merusak semuanya .

Jessica tidak mengerti ,setiap kali ia membuat sebuah rencana. pasti saja ada sebuah alasan yang membuat rencana itu hancur . walau sebagus apa jessica merencanakanya , sepertinya tuhan memang tidak menghendakinya membuat rencana ., walau rencana yang telah ia siapkan tadi sangat sederhana . jessica hanya ingin sebuah keadilan , jessica tidak merasakan keadilan akhir akhir ini . jesica merasa terus di zolimi . ia benci , ini membuatnya terliha begitu lemah .

Jessica binggung , ia benci sosok baro yang telah membuat anaknya meninggal.

Tapi , ia juga tidak akan pernah sanggup jika harus benar benar membenci namja itu ..

“ya.. aku memang namja brengsek jess.. pukulah aku . tampar aku , siksa aku .. tolong. Aku memang namja brengsek . maaf kan aku jess. Maaf kan aku”

Baro berbisik pelan tepat di belakang telingga jessica , namja itu semakin mengeratkan pelukanya setiap kali jessica memberontak . ia rindu gadis ini ,sangat rindu . hanya saja , rasa bersalahnya melebihi rasa rindu yang ia punya . baro mengutuk dirinya , mengutuk kesalahnya ,dan semua yang telah terjadi padanya .

 

“KAU BRENGSEK HIKS…HIKS…TOLONG BARO-YA, TOLONG KATAKAN KALAU INI SEMUA MIMPI… HIKS…”

“maafkan aku jess.. tapi semua ini kenyataan. Aku memang brengsek! Tolong bunuh aku ! aku memang tidak berguna!”

“AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU! .. HIKS.. KAU SEORANG PEMBUNUH! BAJINGAN KAU CHA SUN WOO! AKU MEMBENCIMU”

“maafkan aku .. sungguh maafkan aku ….”

Hanya kata kata maaf yang bisa keluar dari bibirnya , tidak ada kata lain . baro benar benar tidak bisa berfikir jenih sekarang . yang ia pikirkan sekarang hanya membuat jessica tenang , mencoba menjelaskan semuanya secara baik baik dengan gadis itu . meminta maaf , lantas memulai semuanya dari awal .

Walau baro tahu semua itu mustahil , mustahil bagi dirinya mendapatkan maaf dari jessic a. ia bahkan belum sempat meminta maaf kepada jessica karena sudah meninggalkan gadis itu tiba tiba .dan sekarang , di saat ia harus kembali di pertemukan dengan gadis itu . semua itu menjadi lebih sulit.

 

**88**

Seorang namja berambut blode diam mematung di balik sebuah pohon yang menyembunyikan tubuh tegapnya . tubuhnya bergetar , lebih cepat dari detak jantungnya yang mengebu gebu . matanya memerah , bahkan rasanya bibirnya sangat sulit untuk terkatup sesaat setelah ia mendengar sebuah kabar yang benar benar menyiksanya .

Masih teringat jelas di ingatanya saat ia melihat istrinya sendiri memeluk namja lain , istrinya sendiri menangis di pelukan namja itu ,tapi bukan hanya itu yang membuatnya terguncang . kata kata lantang dari bibir istrinya lah yang membuatnya merasa amat bersalah .

Ya, istrinya hamil . dan ia bahkan baru mengetahuinya setelah bayi dalam kandungan istrinya tidak bisa di pertahankan lagi .

Ia merasa tidak berguna . 4 hari ia tidak bertemu dengan istrinya , 4 hari juga ia merasakan rindu yang amat sangat , 4 hari dalam puncak kegelisahan ,seolah 4 hari terburuk yang pernah di laluinya .

Ia kira hari ini , semua penderitaanya bisa musnah . saat ia mengetahui keberadaan iastrinya dari salah satu rekan kerja dokter yang prihatin padanya . ia terlihat sangat bersemangat . ia masih bisa mengingat senyumnya yang terus mengembang sebelum ia datang ke tempat ini .

Tapi, di saat ia kembali di pertemukan dengan istrinya , hari ini .

Semua bagaikan titik pusat kehancuranya .

Mendapat berita jika anaknya meninggal . dan melihat istrinya berpelukan dengan seorang namja yang sama sekali tak ia kenali . membuat perasaanya hancur berkeping keping.

‘BUK’

Ia tidak bisa lagi menopang tubuhnya , suara isakan mulai terdengar dari bibir nya . walaupun ia terus mengatakan kalau ia tidak seharusnya menanggis . tapi rasanya air matanya sangat sulit untuk di bendung lagi . ia tidak sanggup jika harus kembali di hadapkan pada situasi yang amat menyiksa.

Ia merasa benar benar takut , bersalah , dan marah secara bersamaan . tidak bisa di banyangkan sebagaimana buruknya perasaanya kini . ia ingin memberontak , meminta tuhan agar membembaskanya dari semua masalah ini.

“maafkan aku .. aku memang tak beguna.. aku suami sekaligus appa yang buruk!”

Ia beruman pelan , tangan kanannya terangkat untuk memukuli kepalanya sendiri . berharap dengan cara seperti in ibisa menebus semua kesalahanya .

Tapi, kita semua sama sama tahu . kalau itu , sama sekali tidak akan merubah apapun.

“kau memang tak berguna xi luhan! mati saja kau! Hiks.. aku memang bregsek.. bagaimana bisa aku tidak tahu jessica sedang hamil…hiks! Ka pabo xi luhan! napeun namja ! brengsek!”

Ia mengatai dirinya sendiri , sambil masih dengan posisi memukuli kepalanya . namja itu terus terisak . dadanya terasa amat sesak dan sakit di saat yang bersamaaan .

“aku brengsek!”

Setelah mengatakanya , namja itu berhenti memukuli kepalanya sendiri . ia tersenyum miris sambil kembali membalikan tubuhnya , menatap istrinya dengan seorang namja saling berpelukan . isakanya semakin kencang , ia sungguh tidak rela saat melihat namja itu memeluk istrinya . ia tidak rela , sungguh. Ingin rasanya ia membunuh namja itu saat ini juga . tapi rasanya ia terlalu egois jika melakukanya .

Ia memegang dadanya yang terasa sesak .

Apa sesakit inikah perasaan jessica saat melihatnya memeluk eunji?

Jika hanya memeluk sesakit ini , lalu bagaimana perasaan jessica saat mengetahui ia dan eunji berhubungan intim?

Apakah ini yang namanya karma?

Di saat dirinya mulai mencintai jessica , gadis itu seolah ingin pergi dari kehidupanya.

Membawa setumpuk luka yang ia berikan , tanpa mengizinkanya mengobati satu persatu luka yang pernah ia goreskan di hati gadis itu .

Ia membenci dirinya sendiri . ia terlau brengsek untuk seorang gadis sebaik jessica . ia terlalu egosi untuk menjadi suami dari malaikat seperti jessica .

Ia tidak pantas untuk di cintai . sangat sangat tidak pantas .

Namja itu memeras ramburnya kasar ,, mengacak acak rambutnya seperti orang gila. Semua ini membuatnya benar benar hancur . ia tidak tahu harus mulai dari mana .

Ia menyesal , sungguh .

Jika waktu bisa di putar , mungkin semuanya tidak akan seperti ini .

Tiba tiba ia teringat pada ibunya , ya . ibunya benar . semua yang pernah ibunya katakan memang benar .hanya saja , saat itu ia terlalu egois jika harus mengakui kalau ia mencintai jessica .

Dan sekarang , bolehkan ia mengakuinya ?

walaupun ia tahu . kalau semua ini sudah sangat terlambat?

“hiks….. hiks.. aku menyesal .. hiks. Aku mencitainya .. tolong!.. aku mencitai jessica”

 

 

TBC~

~MY HUSBAND MY DESTINY BY AUSTY KIM~

 

Gimana chapter ini? Jelek ya?:/

Aku minta maaf ,kalau ngepost ini lama banget . soalnya , ff ini tersendat dengan kesibukan aku yang gaada habisnya . jika lagi ga sibuk pun , ide malah gak ada T.T .

Aku juga bersyukur , karena ternyata ff ini banyak banget peminatnya . J . semoga ff ini bakal terus banyak peminatnya ya ? J

Di chapter ini , mungkin kalian bakal agak binggung . dengan baro yang tiba tiba muncul dan latar belakangnya yang jauh bereda dengan yang di dramble kan? haha . tenang di chap selanjutnya bakal terjawab . chapter ini juga full sad dan banyak banget scene nanggis antar cast : / . aku sengaja ngumpulin semua kesedihan di chap ini , biar chap nanti . masalah para cast udah ga seribet ini . dan di chap ke 8 , satu chap setelah chap 7 .bakal ada kejutan yang bikin kalian terkejut bukan main. Mau tau kejutan apa itu? Makanyan tetep nunguin fanfict ini ya!

Di sin juga , aku udah mula bongkar dikit” masa lalu eunji . dan ternyata masih ada sedikt misteri di masa lalunya kan xD . aku juga udah ngasih part sedih buat luhan disini .

Dan MAAF ! buat para raeaders yang ga suka di chap ini jessica nangis terus. Di chap selanjutnya , jessica ga bakal se,menyedihkan ini kok! Janji!

buat chap ini . karena aku kelamaan postnya ,aku gabakal ngasih event😀

Dan buat batas komen fanfict ini lanjut chap ini adalah 50+ !! . aku yakin ko , komen reders bakal melebihi itu . okay!!

Oh iya, main main yak ke wp pribadi ku . Austy’s Stories .

Yang mau lebih deket sama aku atau mau nanya nanya tentang fanfict ini . bisa langsung line aja : Adel_jung15 .

MAAF BUAT TYPO YANG GAADA ABISNYA😀

 

Okay . segini dulu bacotan ku xD . maaf selalu panjang setiap chapnya .;)

 

 

01:43 PM

Minggu , 04 April 2014 .

Words : 9.129 \^0^/

Page : 25 -___-“

With Much Love ,

 

-Austy Kim-

83 thoughts on “My Husband My Destiny Chapter 6

  1. huwaa.. maaf untuk baru comment. soalnya nemu ff nya baru semalam. Kan aneh juga kalo aku komentar ke chapter yg udah lewat padahal udah ada lanjutannya.

    yg chapter ini menguras emosi. feel nya dapeeeeeeeet bgtttttt

    kematian eomma mertuaku *apaini?* masih nyesekkin

    Nah Eunji, rupanya masa lalumu suram sekali, nak*?*. Bagaimana kamu bisa melewati masa suram itu?

    Kai, seCinta apa sih kamu sama Sica? baik nya kebangetan ke Sica. Tapi sica nya ngga antusias gt ke Kai yah?

    Baro, gimana tuh perasaan kamu? ngerasa bersalah bgt pasti krn ‘membunuh’ calon bayi lusica.

    aduh eonni Sica full of tears. udahan deh meweknya

    Nah, suamiku *ditimpuk fans luhan* akhirnya kamu merasakan sakit hati Jessica. … HAHAHAHHAHA *Ketawa jahat*

    lanjutannya kapan nih thor? apa udah ada yah?
    #nasibpembacalambat

  2. chapter 5 nya mana ya?
    tapi udahlah gak pa apa :d

    tapi malah gak nyambung -_-
    tpi udahlah -,- #apaan ini.

    kenapa gak kai sama sica aja disini ._.
    luhan baru sadar ya? kenapa penyesalan selalu di akhir😥

  3. ya ampun aku kasian sama jessica yg gak rela kehilangan anaknya .. tp kasihan luhan jga .. bingung nyari jessica😦 tp biar luhan ngerasain cemburu biar dy kapok dlu ..😮

  4. Chap 5 nya mana kok gak ada ?? Bagi link dong,suka banget sama ini FF😉 Gregetan terus sama luhan,pengen tau lanjutannya🙂 plis bagi linknya kakak,udah cinta banget nih sama FF kakak. Konfliknya aduhai banget nih. Maaf kak new readers soalnya🙂 mohon bantuannya🙂🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s