[Freelance] Miracle 3 : I Think I Love You

miracle 2

Author

Jung YooRey (@zakariatika)

Title

Miracle : I Think I Love You

Genre

Romance, Melodrama, Sci-Fi, Sad

Rating

T

Lenght

Multichapter

Cast

Jessica Jung

Kris Wu

Other Cast

Kim Jongin

Im Yoona

Disclaimer

all cast do not belong to me but everything is my bias especially Jessica jung. This fanfiction is mine completely! Got inspiration by some drama, especially ‘You Who Came From The Star’.

BackSound

I Think I Love You – Full House.OST

*Happy Reading*

 

Myeolgi Dong Apartement, 22.00

Jessica berbaring ditempat tidurnya. Tatapannya terasa kosong. Ucapan Kai siang tadi membuatnya kepikiran. Kai akan menciumnya di teaser untuk dramanya? Itu sungguh mengerikan. Baiklah, Jessica tidak mempermasalahkan soal ciuman itu. tapi yang ia permasalahkan adalah tanggapan para masyarakat. Ia pasti akan memiliki banyak haters setelah itu. menyesal sekali ia tidak memperhatikan penjelasan taekyung malam itu, ia terlalu kepikiran soal Yoona.

“aaaakh semua ini gara-gara Yoona si nenek sihir itu!” teriak Jessica kesal sambil menendang-nendang udara kosong didepannya.

because you live and breathe, because you make me believe in myself when nobody else can do..

Jessica meraih ponselnya dan mengangkatnya tanpa membaca siapa yang menelpon. “Jessica’s speaking.”

yak, besok kita mencari lagi?

Jessica mengernyitkan dahinya. Dia seperti mengetahui suara itu. dengan cepat ia menjauhkan ponselnya dari telinganya berniat untuk membaca nama yang menelpon, tapi yang ada hanyalah nomor yang tidak dikenalnya.

nuguya?”

kau tidak mengenal suara namja tampan, manis, dan memiliki banyak penggemar sepertiku?

Sedetik kemudian raut wajah Jessica berubah menjadi datar. “wae Kris-ssi?”

hahaha kau sadar juga kalau aku ini tampan, manis dan memiliki banyak penggemar.

Jessica memutar bola matanya malas. “dari mana kau mendapatkan nomorku? Sudah kuduga kau ini sasaeng fansku.”

sangat percaya diri. Kau ini gampang ditebak, jadi aku bisa mengetahui nomor ponselmu.”

“sudahlah, aku tahu kau ini penggemar setiaku. Jadi apa yang ingin kau katakan?”

ck pede sekali. Besok itu bagaimana? Kita tidak boleh membuang waktu seperti ini. minkyeong itu bisa saja memasukkan foto kita kapanpun dia mau.

Jessica nampak mengetuk-ngetuk jarinya di dagunya. “baiklah. besok kita lebih baik mencari ke apartement atau perumahan di sekitar myeongdong. Bisa saja dia tinggal di sana.”

wah, otakmu bekerja cukup encer kali ini.

Jessica mendelik kesal. “selama ini aku memang pintar, tapi aku tidak membanggakan kepintaranku. Aku takut semua orang akan makin mengagumiku. Aku ini sudah cantik, sexy, berbakat, dan juga pintar. Aku ingin memberikan kesempatan pada orang lain diluar sana.”

hah, kau mulai lagi. telingaku terasa sakit seketika.

YAK! Aku ini lebih senior dan mungkin lebih tua darimu. Sopanlah sedikit padaku.” kesal Jessica.

arra arra, kalau begitu besok kita bertemu di tempat tadi jam 11 siang. Dan ingat, jangan terlambat.

Jessica hanya diam tidak membalas ucapan Kris.

annyeong, ahjumma.”

Jessica melotot. “a-ahjumma?! Yak Kris wu-ssi, kau ini tidak pu—” TUT. Kekesalan Jessica makin naik ke kepalanya saat Kris dengan seenaknya memutuskan sambungan telepon. Jessica sungguh ingin menendang wajah sok dingin Kris saat itu juga. ia merasa sangat sangat kesal pada seseorang yang tidak tau sopan santun (walau dirinya sendiri juga kadang lupa akan sopan santun).

Jessica masih tetap berbaring dan menjauhkan ponselnya. Rasa kesal pada Kris masih tertanam didadanya dan akan dia keluarkan esok pada Kris.

because you live and breathe, because you make me—’ Jessica melirik ponselnya lagi dan menunjukkan sebuah nomor yang tidak dikenal. Jessica menarik sudut bibirnya kesal. ada apa lagi Kris menghubunginya? Dengan kesal ia segera menjawab teleponnya.

“ada apa lagi?”

oh? Jessica noona? ini aku, kim jongin.

Mata hazelnut Jessica terbuka dengan lebar saat suara diseberang sana mengatakan jika ia adalah kim jongin, Kai. Dengan cepat Jessica memperbaiki nada suaranya.

“oh jongin-ah. Ada apa?”

ah aniya, apa aku mengganggu?”

Jessica memperbaiki posisinya menjadi duduk. “tidak.

baguslah. Kupikir kau sudah tidur.” Jessica mengangguk kecil. “apa kau ada acara besok, sica noona?”

Jessica terdiam. Seingatnya dia tidak punya jadwal lain selain shooting drama EXO serta pencarian minkyeong bersama Kris besok. “memangnya kenapa? kau ingin mengajakku jalan?”

eh? emh, begitulah. Tapi kalau kau sibuk, aku bisa mengajakmu lain kali.”

Jessica nampak berpikir. “memangnya kau ingin mengajakku kemana?”

soal itu ingin kujadikan kejutan.

Jessica berpikir, besok dia mencari bersama Kris di sekitar myeongdong dari pagi sampai siang. Itu berarti sore sampai malam ia kosong. Sepertinya ia bisa menerima ajakan Kai. “geurae, tapi aku hanya bisa dari sore sampai malam.”

ji-jinjjayo, noona? geurae! Aku akan menjemputmu di apartementmu jam 4 sore. Tidak apa kan?”

“oke, jam 4 sore.”

gamsahamnida, Jessica noona~ oh? Yak Kris hyung! Apa yang kau lakukan?!— Jessica noona, aku akan menelponmu lagi besok, selamat malam.”

Jessica menjauhkan telinganya dari ponselnya dan merenung sejenak. “lebih baik aku tidur sekarang daripada aku kembali terlambat bangun.” Putusnya sambil merentangkan tangannya dan menjatuhkan dirinya begitu saja di kasur empuknya.

Tidak sampai 5 menit, yeoja yang juga dijuluki sleeping beauty itu sudah bertemu dengan gerbang mimpinya.

 

*

 

EXO’s Dorm, 22.20

“apa kau ada acara besok, sica noona?”

Kris melirik saat mendengar suara Kai yang sedang menelpon dengan Jessica. namja berkulit sedikit gelap itu nampak berbaring di atas sofa kamarnya.

“ehem.” Kris sedikit berdehem upaya mengusir Kai dari kamarnya, namun yang ada Kai malah nampak makin serius berbicara dengan Jessica.

“eh? emh, begitulah. Tapi kalau kau sibuk, aku bisa mengajakmu lain kali.” Kai nampak mengusap puncak kepalanya sendiri.

Kris menajamkan pendengarannya. Sudut bibirnya sedikit terangkat mengetahui Jessica sedang sibuk dan pasti ia akan menolak ajakan Kai. Kris bahkan telah memiliki janji duluan dengan yeoja itu.

“soal itu ingin kujadikan kejutan.”

Kris nampak mencibir ditempat tidurnya. Kejutan? Sungguh kekanakan. Cibirnya dalam hati. mana mungkin Jessica mau? sudah jelas yeoja itu memiliki janji dengannya besok.

ji-jinjjayo, noona? geurae! Aku akan menjemputmju di apartementmu jam 4 sore. Tidak apa kan?”

Kris mengernyitkan dahinya. Apa Jessica menyetujui ajakan Kai? Tapi kenapa? bukankah Jessica telah memiliki janji dengannya? Seketika Kris meremas buku motivatornya itu dengan kesal dan mulai membidik Kai.

“oh? Yak Kris hyung! Apa yang kau lakukan?!— Jessica noona, aku akan menelponmu lagi besok, selamat malam.” TUT. Kai segera memutuskan sambungan dan melirik Kris yang tiba-tiba saja melemparinya dengan buku.

“ada apa denganmu, hyung?” kesal Kai sambil mengambil buku Kris dan meletakkannya asal di atas sofa.

Kris hanya mengangkat bahunya. “kau sangat ribut. Aku tidak bisa membaca. Lebih baik kau kembali ke kamarmu karena aku sudah ingin tidur.” Usir Kris yang entah sejak kapan menjadi kesal pada Kai.

Kai mendelik. “aish jinjja, geurae, aku akan keluar.” Kesal Kai lalu berjalan keluar dari kamar Kris dan menutup pintu dengan sedikit dibanting.

Kris memilih untuk tidak memperdulikan Kai dan segera menyambut alam mimpinya dibalik selimut. Tidak lupa dengan ace—boneka kesayangannya yang harus selalu ada dipelukannya ketika tidur.

 

*

 

Next day, 14.20 KST

“aku lelah.”

Baik Jessica dan Kris nampak menjatuhkan tubuh mereka disebuah bangku kayu di sekitar taman daerah myeongdong yang terasa tenang dan nyaman.

“kau benar. Cuaca sangat dingin.” Tanggap Kris sambil memasukkan tangannya di dalam saku jaketnya. Jessica tidak menanggapi ucapan Kris dan memilih untuk meluruskan kakinya.

“kenapa tidak ada yang bernama minkyeong di seluruh apartement ataupun hotel disekitar sini? Apa kau yakin dia tinggal di myeong dong?” kesal Jessica sambil memijat kecil betisnya yang kelelahan berjalan selama 3 jam dengan heels.

“aku yakin. Para staff di SM juga bilang jika minkyeong itu tinggal di daerah myeong dong.” yakin Kris.

Jessica mengerucutkan bibirnya sebal. “aku rasa kakiku akan patah berjalan tanpa henti menggunakan heels.” Gumamnya.

Kris melirik kaki Jessica dan terdiam memperhatikan yeoja itu memijati kakinya. Rasanya sangat imut. Tanpa sadar Kris tersenyum simpul.

“ah sudah kuduga, kau sangat suka memperhatikanku diam-diam rupanya.” Desah Jessica tanpa memperhatikan Kris. Kris tersadar dari lamunannya dan memperbaiki posisinya.

“percaya diri sekali. aku memperhatikan sepatumu. Kau menginjak permen karet.”

Jessica mendongak dan segera memperhatikan heelsnya. Dan benar saja, di telapak heelsnya itu melengket sebuah benda lunak berwarna putih dan lengket. Jessica mendelik. “gosh!”

“sini berikan padaku. aku bisa membersihkannya.” Tawar Kris sambil menjulurkan tangan kanannya. Jessica melirik Kris kesal.

“kau pikir aku tidak bisa membersihkan kotoran di sepatuku sendiri? aku tidak semanja yang kau kira. Permen karet seperti ini bisa kubersihkan sendiri.” sembur Jessica sambil menaikkan sedikit kakinya dan mengeluarkan sebuah tissue. Dengan ragu ia menempelkan tissue itu pada permen karet di lapisan bawah heelsnya. Kris memperhatikan perlakuan yeoja itu.

ew, ini menjijikan!” pekik Jessica keras sambil melempar tissue ditangannya ke tanah. Permen karet di heelsnya itu belum hilang, bahkan tissue tadi tidak berpengaruh apapun.

Kris menghela nafas kecil dan segera menarik kaki Jessica dan melepaskan heels itu dari kaki jenjang yeoja yang baru akrab dengannya 3 hari ini.

yak, apa yang kau lakukan! Kau ingin mencuri sepatuku?” protes Jessica sambil berusaha melepaskan tangan Kris dari dari kakinya. Tapi tenaga Kris menjadi lebih kuat membuat Jessica mau tidak mau memilih untuk tenang dan memperhatikan namja itu membersihkan lapisan bawah heelsnya yang tertempel permen karet. Jika Kris memang berniat mencuri sepatunya, ia tinggal memberitahu pada polisi bahwa seorang Kris EXO adalah stalkernya. Tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda jika Kris akan mencuri sepatunya.

“aku tidak akan mencuri sepatumu. Kau pikir aku ini namja apa yang mencuri heels milik perempuan. Aku masih normal.” Delik Kris tiba-tiba membuat Jessica mendongak memperhatikan wajah Kris yang terlihat serius membersihkan permen karet yang menemmpel di heelsnya.

“aku kan belum terlalu mengenalmu. Bisa saja kau memang sasaengku kan?” cibir Jessica pelan lalu kembali memperhatikan tangan Kris yang mulai menarik permen karet itu dengan sebuah ranting kecil.

“kalau begitu kenal aku lebih jauh lagi.”

Jessica kembali mendongak dengan cepat. Rupanya namja itu juga tengah menatapnya. Eyecontact itupun terjadi ketika keduanya terfokuskan begitu saja. Tatapan tajam yang hangat dan saling terpaut lurus itu seakan keduanya tidak pernah bertatap mata sebelumnya.

Moment yang sungguh romantis. Jessica dan Kris yang saling bertatapan, angin dingin yang menerbangkan beberapa daun di taman itu, dan juga teriakan anak-anak yang sedang bermain disekitar taman itu mendukung mereka berdua.

Sampai akhirnya tanpa sadar Kris mulai memajukan wajahnya mendekati wajah Jessica. Jessica sendiri mulai kehilangan sadarnya dan meneguk liurnya gugup. Ingin rasanya dia menghindar tapi ada sesuatu yang menyuruhnya untuk diam menunggu perlakuan selanjutnya dari namja yang baru dikenalnya 3 hari lalu itu. perlahan tapi pasti Jessica sudah menutup matanya pelan.

Jessica dapat merasakan hembusan pelan menyapa kedua pipinya.

“SHIN MINKYEONG!”

Duk

“arkh..” baik Jessica dan Kris keduanya sontak memegangi dahi masing-masing ketika Kris secara tidak sengaja menjatuhkan dahinya sehingga tertumbuk dengan dahi milik Jessica ketika mendengar suara teriakan yang begitu kencang. ia menarik nafas pelan dan menyiapkan diri untuk teriakan lumba-lumba Jessica.

Jessica sendiri langsung membuka matanya lebar-lebar sambil memegang dahinya. Namun mata lebarnya itu langsung terfokus pada seseorang yang berlari di belakang Kris. Kris mengernyitkan keningnya saat dewi fortuna itu tidak juga memarahinya. Melihat Jessica yang nampak fokus terhadap sesuatu dibelakangnya, Kris pun ikut menoleh.

“MINKYEONG-AH!!!”

Kris dan Jessica kemudian saling bertatapan. Minkyeong? Apa benar itu minkyeong yang mereka cari? Dengan segera Jessica menarik heelsnya ditangan Kris dan memakainya dengan cepat lalu berdiri dari kursi taman itu diikuti oleh Kris. tidak ada yang berjalan maupun berlari. Keduanya diam sampai akhirnya Jessica mendongak.

yak! apa yang kau lakukan berdiam diri disini? kejar dia! barangkali dia minkyeong yang kita cari.” teriak Jessica kesal. Kris mengernyitkan keningnya. Apa barusan Jessica menyuruhnya untuk mengejar seseorang bernama minkyeong itu? lalu Jessica sendiri melakukan apa?

ppalli!” teriak Jessica lagi sambil mendorong Kris untuk berlari. Kris masih menutup mulutnya bingung. namun otaknya segera terputar ketika melihat si minkyeong itu lewat beberapa meter didepan mereka. secepat kilat Kris segera berlari mengejar si minkyeong melombai seorang yeoja yang lebih dulu mengejar minkyeong.

Jessica melongo. Ia tidak menyangka jika Kris dapat berlari secepat itu. tanpa sadar ia kembali teringat kejadian sebelumnya. Kejadian dimana Kris hampir… menciumnya? Jessica tidak tahu jelas, yang jelas ia merasa jantungnya berdegup sangat kencang tadi. Sedikit rasa menyesal menggores dadanya ketika seseorang berteriak menghancurkan moment tadi. Apa Jessica menyukai Kris?

Jessica tersentak. Apa yang baru saja dipikirkannya? Menyukai Kris? namja yang baru dikenalnya 3 hari lalu dan selalu beradu mulut dengannya? yang benar saja. Jessica bergidik membayangkan hal itu. mana mungkin ia menyukai Kris, lebih tepatnya bahkan ia merasa Kris itu membawa malapetaka baginya.

Jessica mendesah kecil dan berniat berjalan menuju Kris. namun ia melihat yeoja yang mengejar minkyeong itu berhenti dan nampak ngos-ngosan. Yeoja itu pasti ada hubungannya dengan minkyeong. Jessica menaikkan sudut bibirnya dan mendekati yeoja itu.

 

*

 

Beberapa meter dari tempat Jessica, Kris nampak terus mengejar minkyeong. Minkyeong sendiri terkejut ketika mengetahui bahwa yang mengejarnya kini bertambah satu orang, namja pula.

nuguya?!” teriak minkyeong sambil terus berlari.

“berhentilah dulu. aku memiliki hal yang harus kubicarakan denganmu.” Teriak Kris juga sambil terus mengejar minkyeong.

Minkyeong mengernyitkan dahinya. Ia menghiraukan teriakan Kris dan berlari sekencang yang ia bisa sehingga si yeoja tidak bisa mengejar lagi karena kelelahan. Kris sendiri tidak menyerah, ia terus mengejar minkyeong dengan langkah yang lebih lebar dari sebelumnya. Bersyukur dengan kaki panjangnya, ia jadi bisa menyusul minkyeong lebih cepat.

GREB

Tangan dingin Kris sudah mencengkram jaket milik minkyeong membuat minkyeong yang sudah kelelahan itu akhirnya berhenti berlari dan memasrahkan dirinya berada di tangan Kris.

nuguya?” tanya minkyeong ngos-ngosan.

Kris yang juga nampak ngos-ngosan segera mengatur nafasnya. “apa benar kau minkyeong dari forum allkpop?”

Minkyeong itu mengernyitkan keningnya dan menatap Kris bingung. “memangnya kenapa?”

“jawab saja.” Kesal Kris.

Minkyeong mengangguk. “ya, benar.”

Kris menyunggingkan smirknya membuat minkyeong bergidik. “kau kan yang 3 hari lalu memotretku dengan Jessica di ruang latihanku?”

Minkyeong terbelalak. “k-Kris wu?”

Kris mengangguk cepat. “benar! Dimana kau menyimpan foto itu?” tanya Kris langsung. Ia tidak ingin berbelit-belit.

Minkyeong menarik jaketnya dari Kris dan membersihkan sedikit tubuhnya lalu menatap Kris merendahkan. “enak saja. Kau pikir aku mau memberitahumu?”

Kris mendecak kesal. “asal kau tahu, aku bisa menuntutmu dengan tuduhan menyebarkan privasi seseorang. Dan foto yang berada padamu itu adalah kesalah pahaman.”

Minkyeong menaikkan alisnya. “tidak ada privasi bagi seorang artis seperti kalian. Privasi kalian adalah berita bagi publik. Dan siapa yang peduli dengan kesalah pahaman? Publik lebih peduli dengan apa yang sudah terjadi.”

Kris mulai menggertakkan giginya kesal. “kutegaskan sekali lagi, kalau sampai kau menyebarkan foto itu—”

“—aku akan menghancurkan benda ini.”

Kris dan minkyeong menoleh ke asal suara elegan dan menuntut dari belakang Kris. seorang yeoja dengan celana jeans biru, baju kaus putih polos, kemeja biru muda yang tebal, dan kacamata hitam yang telah ditanggalkannya membuat minkyeong terkejut. Jessica jung. Dengan sebuah kamera dan laptop di tangannya.

andwae!” teriak minkyeong sambil mendekati Jessica dengan cepat. Jika salah satu benda di tangan Jessica itu hancur, maka ia akan kehilangan semua jejak privasi-privasi artis-artis korea yang telah dimilikinya. Ia tidak terlalu peduli dengan kamera itu, tapi ia peduli dengan

Jessica segera mengode Kris agar menahan minkyeong. Tanpa babibu, Kris segera menahan tangan minkyeong membuat minkyeong mengumpat kesal.

“dimana kau menyimpan foto itu?” tanya Jessica dengan suara tajam.

Minkyeong mengunci mulutnya tanpa ada niat untuk memberitahu Jessica dan Kris.

Jessica yang merasa kesal karena tidak diberitahu, segera melempar kamera ditangannya hingga hancur berkeping-keping dihadapan minkyeong dan Kris.

prang

Baik minkyeong dan Kris, keduanya shock melihat perbuatan Jessica. Kris awalnya mengira bahwa Jessica hanya ingin mengancam minkyeong, tapi tidak ia sangka jika Jessica dapat berbuat senekat itu.

Jessica tersenyum penuh kemenangan melihat wajah shock minkyeong. “kalau kau tidak ingin benda yang satu ini ikut hancur seperti kameramu itu, beritahu aku—”

“—arra! Filenya ada di flashdisk ini, hapuslah semua foto kalian!” teriak minkyeong sambil memberikan Jessica flashdisknya yang berada di kantong celananya. Bagaimanapun ia tidak akan membiarkan Jessica menghancurkan laptop kesayangannya yang berisi banyak file berharga.

Jessica tersenyum puas dan segera menyalakan laptop milik minkyeong dan membuka file di flashdisk pemberian minkyeong barusan.

“lepaskan dia Kris.” suruh Jessica. Kris mengangkat bahunya dan melepaskan minkyeong yang langsung berlutut meratapi nasib kamera—file didalam kamera itu.

Beberapa detik berkutat dengan laptop dihadapannya, akhirnya Jessica menemukan sebuah folder bernama ‘Kris EXO and Jessica Jung kissing’. Dengan umpatan kecil Jessica segera menghapus folder yang membebankannya itu. setelah ia merasa flashdisk itu sudah bersih, ia segera memberikan laptop itu pada myunggok.

“terima kasih atas kerjasamanya, minkyeong-ssi. Kamera itu sudah bekerja keras, biarkan ia beristirahat.” Desis Jessica tajam membuat minkyeong nampak menunduk menyesal. Seharusnya ia memberitahu saja pada Jessica, ia bahkan tidak menyangka Jessica akan melempar kameranya begitu saja. Jessica tersenyum puas dan berjalan meninggalkan minkyeong disana.

Kris yang sedari tadi hanya diam itu pun mengikuti Jessica meninggalkan minkyeong yang masih shock. Ia pun menyikut Jessica. “yak.”

Jessica melirik kecil. “wae?”

“aku pikir kau sedikit berlebihan menghancurkan kameranya.”

Jessica tertawa kecil. “aku tidak setega itu, Kris-ssi.”

Kris menoleh bingung. “maksudmu? Tidak tega tapi menghancurkan kameranya, begitu?”

Jessica berhenti melangkah dan melipat tangannya didepan dada diikuti oleh Kris yang berhenti disampingnya. Menurut Jessica, Kris adalah orang yang banyak tanya, sudah bagus Jessica berhasil menghapus foto mereka. “begini ya Kris-ssi, kamera itu adalah kamera rusak milikku. Kamera miliknya itu berada ditangan yeojachingunya yang mengejarnya tadi.”

Kris jadi makin bingung. “kenapa bisa kamera itu jadi kameramu?”

Jessica mendecak Kris. Kris sungguh banyak tanya. “kau ini banyak tanya sekali. yeoja itu sebenarnya mantan kekasih minkyeong, dan ia tidak sengaja bertemu dengan minkyeong di taman tadi sedang bermain dengan kamera dan laptopnya. Entah kenapa minkyeong langsung berlari dan tidak sengaja meninggalkan kamera dan laptopnya di kursi taman. Jadi yeoja itu segera mengejar minkyeong. Kata yeoja itu, kamera dan laptop itu sangat berarti bagi minkyeong, jadi aku berinisiatif untuk mengambil kameraku di mobil dan laptop minkyeong. Kebetulan kameraku itu sudah rusak dan mirip dengan punya minkyeong. Jika aku menghancurkan kameraku yang mirip dengan miliknya itu dihadapannya, dia pasti langsung akan memberitahu kita kan? Dan benar saja, foto itu sekarang sudah terhapus.” Jelas Jessica sedetail-detailnya seakan tidak ingin Kris kembali bertanya.

Kris mengangguk kecil. “tapi kenapa kau harus menghancurkan kameramu itu? kan masih bisa diperbaiki.”

Jessica mendecak lagi. kali ini lebih keras agar Kris tahu kalau dirinya benar-benar mengganggu. “kamera itu murah. Aku memiliki banyak uang. Sudahlah, jangan bertanya lagi.” kesal Jessica sambil melanjutkan jalannya meninggalkan Kris.

Kris menatap tubuh mungil Jessica yang berjalan menjauh darinya. Yeoja itu memang sombong. Tapi entah kenapa Kris merasa jika Jessica benar-benar sangat imut saat sedang kesal. Kris tersenyum kecil dan segera menyusul Jessica lalu menyamakan langkah kakinya dengan Jessica.

“kalau begitu…” Jessica menoleh sedikit ke Kris saat lelaki itu membuka suara. tatapannya cukup tajam, rupanya Kris belum kehabisan pertanyaan. “masalah kita sudah selesai. sampai jumpa di shooting nanti.”

Jessica tau. Jessica sangat tau sehingga entah kenapa jantungnya berdegup sangat kencang. Jessica tau jika nada suara Kris berubah menjadi tercekat. Perasaannya menjadi tidak rela. Mendadak ia merasa sedih karena mereka menemukan minkyeong dengan cepat. Itu berarti kesempatan untuk jalan berdua mereka telah tiada. Dan entah sejak kapan baik Kris dan Jessica, keduanya tiba-tiba merasa tidak ingin berpisah.

Jessica menatap mata Kris dalam. Kris pun membalas tatapannya dengan sorot yang seakan menandakan jika ia tidak rela waktu berjalan. Kris bingung dengan perasaannya sendiri. apa dia mulai menyukai yeoja yang baru dikenalnya selama 3 hari dan telah memiliki banyak moment beradu mulut itu? sungguh, Kris ingin perasaan ini pergi jauh-jauh, namun yang ada perasaannya makin tidak keruan seiring mendekatnya wajahnya ke arah wajah Jessica. bermaksud untuk memperjelas perasaannya. Tapi apakah Jessica akan menolaknya?

Jessica sendiri mulai meneguk liurnya lagi. apa Kris berniat melanjutkan kejadian di kursi taman tadi? Jessica sungguh ingin berlari, namun kakinya tidak dapat bergerak seakan menyuruhnya untuk diam disitu. Bahkan matanya tidak dapat diajak kompromi, sekarang mata bulatnya itu tertutup sempurna dengan lembut. Bahkan kedua pipinya menjadi panas seketika. Jessica yakin, wajahnya telah memerah sempurna.

Mereka berdua tau, hal ini seharusnya tidak terjadi. mereka sama-sama tidak menyukai satu sama lain, tapi sejak kapan rasa tidak suka itu menjadi sebuah… degupan jantung yang tidak keruan? Degupan jantung yang berujung pada sebuah awal yang mereka tidak sangka bisa terjadi.

Jessica merasakan sebuah benda lunak basah menempel di bibirnya. Ya, Kris hanya menempelkannya saja, tidak ada lumatan. Keduanya hanyut dalam perasaan mereka masing-masing. tanpa sadar waktu sudah berlalu 3 menit lamanya dan keduanya masih tetap diam dalam posisi masih terpaut.

“tapi eomma, aku ingin ice cream, huwaaa!!”

Deg

Jessica pertama kali sadar dari perasaannya itu. secepat kilat ia membuka matanya dan menjauhkan dirinya dari Kris. Kris sendiri tersontak dan menarik wajahnya. Pupilnya menangkap sosok Jessica yang tengah menutup mulutnya dengan mata terbelalak. sedetik kemudian yeoja itu segera berlari dari hadapannya dengan tangan yang masih terus menutup bibirnya sendiri.

Kris mengepalkan tangannya. ingin sekali ia merobek dada kirinya itu agar tidak terasa sesak. Apa ia melakukan hal yang salah? Apakah Jessica akan membencinya setelah ini? Kris bahkan tidak sadar jika ia telah mencium yeoja itu. yeoja menyebalkan dan sangat cerewet itu.

 

*

 

Myeolgi Dong Apartement, 16.35 KST

Kebanyakan yeoja mungkin akan terbang dengan bebas atau mungkin akan melompat dari atap gedung setelah dicium oleh namja yang sangat tampan dan dipuja banyak orang seperti Kris. Tapi anehnya Jessica merasa kesal dan juga bingung. kenapa Kris menciumnya? Dan kenapa juga ia harus berlari?

Apa Kris menyukainya? Tapi mengapa bisa? Mereka bahkan baru bertemu selama 3 hari dan tidak memiliki kenangan indah apapun. Yang ada hanya ingatan pertengkaran mereka. jika memang Kris menyukainya, Jessica harus tahu kenapa.

Oh baiklah, Jessica mungkin sudah sangat percaya diri jika Kris menyukainya. Dan entah kenapa yeoja yang sedang berbaring ditempat tidur empuknya itu merasa senang. Apa ia juga menyukai Kris?

Mata hazelnut Jessica terbelalak mengetahui pikirannya sendiri. “aku menyukai Kris?” gumamnya pelan sambil memegangi dada kirinya mencoba merasakan degupan yang lebih kencang dari hari-hari sebelum ia bertemu Kris.

Tapi kenapa bisa? Tidak ada yang special di setiap pertemuan mereka. yang ada hanya kesan buruk—kecuali tadi. Dan Jessica akui, ia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelum ia bertemu Kris. perasaan yang sangat labil mungkin. Jika bersama Kris, ia selalu merasa kesal dan ingin beradu  mulut dengan namja itu. tapi jika ia sedang tidak bersama Kris, ia selalu kepikiran oleh namja itu, bahkan ia cenderung tidak rela saat menemukan minkyeong tadi. Ia masih ingin mencari bersama Kris, berdua.

Apa ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Jujur saja, Jessica tidak percaya akan hal itu. menurutnya itu adalah omong kosong, ia lebih percaya pada sebuah keajaiban. Pertama kali bertemu Kris pun mereka beradu mulut dan Jessica kesal setengah mati pada namja itu. jadi mana mungkin ia menyukai Kris?

Jessica yakin, alasan apapun itu, Jessica memang cukup tertarik pada namja yang baru dikenalnya 3 hari lalu terakhir ini. tapi Jessica tidak tahu apakah dia menyukai Kris atau hanya sekedar tertarik. Ia tidak yakin.

 

*

 

EXO’s Dorm

“jongin? Bukankah kau ingin pergi dengan Jessica sunbae?”

Kris yang baru saja ingin memasuki kamarnya berhenti sejenak saat mendengar nama Jessica. tangannya nampak berhenti bergerak menuju gagang pintu. mata elangnya sedikit melirik ke sofa ruang tengah dormnya dimana Kai, sehun, chen dan suho sedang duduk bersama.

“tidak jadi.” Sahut Kai dengan wajah yang lesu. Kris tersenyum tipis mendengar jawaban Kai itu. rupanya Jessica dan Kai tidak jadi pergi, itu adalah hal yang menguntungkan untuknya.

“kenapa?” tanya si maknae, sehun.

“dia memberiku pesan jika ia sedang tidak enak badan.” Jelas Kai sambil menunjukkan ponselnya.

Kris nampak merenung. apa Jessica menjadi tidak enak badan setelah Kris menciumnya? Apa Jessica shock karena dicium namja setampan dirinya? oh baiklah, Kris mulai ditulari rasa percaya diri Jessica. tapi bukan itu inti permasalahannya, kenapa Jessica jadi tidak enak badan? tiba-tiba Kris diliputi rasa cemas yang sangat besar.

“benarkah? jadi shooting besok tidak jadi, dong?” seru chen sambil membulatkan mata untanya.

“Jessica noona bilang dia akan baik-baik saja setelah tidur semalam. Jadi shooting besok tetap dilaksanakan.” Jawab Kai sambil sesekali menghela nafas berat. Ia menjadi sedikit frustasi ketika Jessica membatalkan janjinya. Padahal Kai sudah berdandan(?) selama beberapa jam agar terlihat tampan dihadapan Jessica. bahkan Kai sudah siap memamerkan rambut barunya ke Jessica—untuk comeback wolfnya.

“pergi saja menjenguknya jika kau begini khawatir.” Kata suho yang memang mendukung Kai mendekati Jessica.

Kris serasa dihantam dari belakang ketika ia mendengar Kai nampak memekik pelan menyetujui perkataan suho. Tidak boleh, Kai tidak boleh pergi mengunjungi Jessica. Jessica itu milik Kris, Kai tidak boleh mendekatinya sedikitpun.

Menyadari pikirannya sendiri, Kris kembali tersontak dan membulatkan matanya. ‘Jessica milik Kris’? kata-kata itu terngiang di otaknya. Kenapa Kris sampai berpikiran seperti itu? mereka bahkan tidak pernah berpacaran atau menjadi teman sekalipun.

“baiklah, aku akan mengunjungi Jessica noona sekarang juga. beritahu taekyung hyung ya kalau aku keluar sebentar. Gomawo suho hyung.” Ucap Kai cepat lalu berlari kelur dorm melewati Kris yang masih melamun ditempatnya berdiri.

“dasar anak itu.” desis suho sambil menggelengkan kepalanya dan kembali memainkan ponselnya.

“dinginnya~ ah, aku lupa, tao kan meminjam thweaterku.” Desis sehun yang merasa kedinginan. Sesegera mungkin ia berbalik dan berniat menuju kamar tao dan Kris. tapi ia berhenti ditengah jalan ketika melihat Kris nampak seperti penjaga pintu di depan kamarnya sendiri.

hyung? Apa yang kau lakukan dithana?” pertanyaan sehun membuyarkan segala lamunan Kris. namja china itu tersontak dan mengedarkan pandangannya mencari Kai. Tapi ia tidak menemukan namja berkulit sedikit gelap itu di manapun.

“kau mencari apa hyung?” tanya chen sambil melirik Kris. suho menatap Kris penuh tanya. Kris sendiri nampak menggaruk sedikit tengkuknya.

“dimana Kai?”

“dia menjenguk Jessica sunbae. Katanya Jessica sunbae sedang tidak enak badan. Apa kau ada perlu dengannya?” ucap suho sambil mendekati Kris. Kris nampak menghela nafas berat kemudian menggeleng.

ani, hanya mencari saja.” Setelah mengatakan hal itu, Kris segera masuk ke dalam kamarnya dan tao tanpa memperdulikan sehun yang ingin masuk kedalam kamarnya dan tao.

“sial sial sial.” Desis Kris sambil menendang udara kosong didepannya. Entah sejak kapan ia menjadi kesal dan tidak rela jika seseorang bahkan Kai sekalipun mendekati Jessica. ia tidak ingin Jessica tertarik dengan lelaki lain selain dirinya. apa yang terjadi padanya?

“apa yang terjadi padaku sebenarnya?” geram Kris sambil meremas kecil rambut pirangnya. Ia sangat frustasi dengan segala yang terjadi padanya. jantung yang berdegup tidak keruan, wajah yang lebih terasa hangat dari biasanya, pikirannya dipenuhi oleh rasa kesal dan bingung, dada yang sesak, dan ia sangat ingin berteriak saat itu juga.

“apa aku akan mati?” gumamnya dengan wajah yang benar-benar shock. Ia sebenarnya cukup tau tentang perasaan ini, tapi ia takut salah menebak. Ia takut sakit hati jika cintanya tak terbalas.

Perlahan Kris tersenyum kecut. “sadarlah wu, mana mungkin Jessica menyukaimu hanya karena kau bersamanya 3 hari terakhir ini? bahkan yeoja itu sangat semangat mencari minkyeong—yang artinya ia ingin cepat-cepat terlepas dari masalah denganku.” gumamnya pada dirinya sendiri sambil tersenyum pahit.

Entah, Kris merasa sangat ingin menangis saat itu juga. tapi ia tidak tahu mengapa. Ia meratapi cinta pertamanya. Ia tahu cintanya tidak akan terbalas. Tapi kenapa rasanya sudah sangat sakit walau ia belum mengetahui jawabannya?

Kris bukan tipe namja yang suka mengulur waktu, jika ia ingin, ia sudah memberitahu Jessica jika ia menyukai yeoja itu. tapi ia tidak ingin jika Jessica mengetahui perasaannya, Jessica malah menjauhinya—biasanya yeoja seperti itu. sama seperti chanyeol saat sandara 2NE1 tahu jika chanyeol menyukainya, sandara malah menjaga jarak dengan chanyeol. Ia tidak mau seperti itu.

Satu hal yang membuatnya tidak ingin menyerah terhadap Jessica. ya, yeoja itu tidak menghindar saat Kris menciumnya.

 

*

 

Myeolgi dong Apartement, 19. 50 KST

TING TONG

Junhong yang sedang membantu soojung membuat cookies di dapur milik Jessica itu menoleh ke arah pintu. seseorang menekan belnya dari luar meminta untuk dibukakan pintu oleh pemilik rumah.

“coba kau buka, junhong-ah.” Suruh soojung sambil mengaduk adonan cookiesnya. Junhong mengangguk patuh pada noonanya itu dan segera berjalan ke arah intercom terlebih dahulu.

Clik

Mata junhong terbuka dengan sangat lebar saat intercom milik Jessica menampilkan sosok seorang namja yang terlihat sangat familiar. “s-soojung noona!” teriak junhong langsung.

Soojung yang sedang mengocok telur didapur tersontak kecil dan mendelik ketika ia hampir melempar mangkok telurnya. “mwo?!”

Belum 5 detik soojung berteriak, junhong sudah berada dihadapannya. “berikan ponselmu, noona. ppalli!” suruh junhong cepat membuat soojung memilih untuk memberikan ponselnya pada junhong. Junhong dengan cepat membuka galeri milik soojung dan mencari sebuah foto. Tidak makan waktu lama, soojung telah menyimpan folder dengan khusus untuk foto namja yang tengah dicari junhong. Soojung nampak melirik-lirik ponselnya yang di otak-atik oleh junhong.

“siapa namanya?” tanya junhong cepat sambil menyodorkan foto seorang namja yang sekarang memenuhi layar ponsel soojung. Soojung mengernyitkan keningnya.

“kenapa memang? Kau menyukainya?” bingung soojung sekaligus dengan tatapan aneh. Bagaimana bisa dongsaengnya yang sangat suka belajar malah menyukai sesama jenisnya sendiri?

Junhong menggeleng kesal sambil menggembungkan pipinya. “aniya. Jawab saja.”

“kim jongin, Kai.” Jawab soojung singkat.

Tanpa mengucapkan apapun, dengan segera junhong berlari lagi keluar dari dapur menuju intercom. Perlahan junhong menyalakan intercom kembali berharap namja itu masih diluar sana. Dan benar saja, namja yang ternyata Kai itu masih menunggu dengan sabar di depan pintu rumah Jessica.

Junhong membandingkan wajah namja itu dengan foto yang berada di ponsel soojung. Mata junhong kembali terbuka lebar saat tahu jika namja didepan rumah Jessica dengan namja di ponsel soojung itu SAMA.

“SOOJUNG NOONA!”

Kali ini mau tidak mau soojung tersontak kaget dan nyaris memasukkan setoples gula ke dalam adonan cookiesnya. Teriakan junhong yang lebih besar dari sebelumnya membuat soojung segera menyusul ke ruang depan. Di sana ia melihat junhong tengah menganga sambil menatap intercom.

“ada apa denganmu? Siapa memang?” soojung nampak mendorong junhong sedikit agar ia dapat melihat siapa yang membuat dongsaengnya itu berteriak dan menganga. Apa seorang yeoja seksi? Atau seorang artis yang terke—

“—KIM JONGIN?!”

Kali ini soojung yang berteriak sedemikian rupa. Bahkan lebih keras sehingga membuat myungsoo yang sedang bermain playstation segera turun dari lantai atas menemui kedua dongsaengnya.

“ada apa sih berteriak-teriak? Kalian sungguh ribut. Kenapa kalian tidak membukakan pintunya? Dasar aneh.” Desis myungsoo sambil sedikit mengacak belakang rambutnya yang berantakan dan sesekali melirik ke intercom yang terhalangi oleh soojung dan junhong.

Soojung segera menoleh ke myungsoo dengan tatapan yang membuat orang menyangka ia habis bertemu dengan seseorang yang baru turun dari langit. “oppa, apa aku sedang bermimpi?”

Myungsoo mengernyit. “heh? Kau kenapa sih?”

Soojung nampak mencubit pipinya sendiri. sensasi menyengat langsung menyambar pipi putih mulusnya menyadarkannya jika ia sedang tidak bermimpi. Ini kenyataan. kim jongin EXO sedang berada di luar rumahnya—ralat, rumah Jessica.

TING TONG

Myungsoo mendecak kecil dan melangkah menuju pintu rumah Jessica dan membukanya. Sementara soojung sudah berdiri mematung ketika sesosok namja yang cukup tinggi dengan hoodie hitam berada di ambang pintu. jika di komik, mungkin mata soojung sudah dihiasi oleh gambar hati dengan background bunga-bunga norak.

Junhong sendiri ikut menganga disamping soojung. Yah sebenarnya dia tidak terlalu tertarik dengan dunia k-pop, baginya peringkat disekolah adalah yang nomor satu. Tapi ia masih tidak menyangka jika ia akan bertemu dengan artis lain selain noonanya sendiri ataupun tiffany dan yuri yang merupakan sahabat Jessica.

Myungsoo menatap Kai datar. tentu saja, myungsoo tidak pernah pandai untuk mengekspresikan rasa terkejutnya. Ia lebih suka untuk menyembunyikan rasa terkejutnya itu daripada ia dikatai norak dan sebagainya. Berbeda dengan soojung atau bahkan Jessica yang sangat pandai melebih-lebihkan sesuatu. Seperti fakta dunia, wanita jauh lebih pandai mengekspresikan sesuatu daripada lelaki.

“ehem, ada apa ya?” tanya myungsoo. Kai nampak menatap myungsoo bingung, siapa namja itu?

“apa Jessica noona ada didalam?” tanya Kai balik.

Myungsoo menatap Kai penuh selidik. Kenapa bisa artis seperti Kai memanggil Jessica dengan noona? apa Kai dan Jessica sudah dekat? “dia didalam. Mau kupanggilkan?”

Kai nampak menggaruk tengkuknya. Seharusnya myungsoo mempersilahkannya masuk, sungguh tidak sopan. “bisakah aku ma—”

oppa! masuklah~”

Baik Kai dan myungsoo langsung menoleh kesamping kiri myungsoo dan mendapati soojung yang tengah berdiri dengan cantiknya seakan ia adalah tuan rumah di rumah itu. myungsoo mendelik ketika soojung memanggil Kai dengan ‘oppa’.

Kai tersenyum ramah pada soojung, pasti soojung adalah adik Jessica. “geurae.”

Kai melangkah melewati myungsoo yang terdiam didepan pintu. secepat kilat soojung tidak melewati kesempatan emas itu, dengan segera ia mengaitkan tangannya dilengan Kai membuat Kai sedikit tersontak. Dan menoleh ke soojung. Soojung sendiri tersenyum penuh kagum pada sosok biasnya itu. “apa yang oppa lakukan disini?”

“apa eonniemu ada?”

Soojung mengerucutkan bibirnya sehingga Kai merasa soojung dan Jessica memang mirip. “oppa mencari Jessica eonnie?”

Kai mengangguk. soojung makin cemberut. “dia ada dikamarnya.” Soojung segera melirik junhong yang masih berada didepan intercom. “junhong-ah, panggil Jessica eonnie.”

Junhong mengangguk patuh dan segera melesat ke kamar Jessica. Kai mengernyitkan dahinya bingung. kenapa banyak sekali namja di apartement Jessica? apa semuanya adalah adik Jessica?

“eng, kalau boleh tahu, siapa—”

“ah aku jung soojung.” Sela soojung langsung tanpa menunggu lanjutan pertanyaan Kai. Kai sendiri tersenyum kecil. Aku tidak bertanya namamu. Aku bertanya siapa 2 namja itu. batin Kai.

“oh? Kai?”

Kai yang sedang berdiri bersama soojung diruang tamu apartement Jessica itu menoleh dan tersenyum lebar melihat sang dewi fortuna berada dihadapannya dengan penampilan yang sungguh casual namun chic. Secepat kilat ia melepaskan tangan soojung dari tangannya dan membungkuk sedikit pada Jessica. soojung mendecak kecil melihat Kai begitu semangat melihat eonnienya.

“soojung, kenapa kau tidak menyuruh Kai duduk?” soojung hanya diam sambil menggaruk tengkuknya. “duduklah, Kai-ssi.” Suruh Jessica sambil menunjuk sebuah sofa berwarna biru gelap. Kai mengangguk dan duduk disana dengan patuh diikuti oleh Jessica. tidak lupa dengan soojung yang langsung menyambar untuk duduk disamping Kai. Tentu saja ia tidak akan melewatkan kesempatan untuk berdekatan dengan Kai—ultimate biasnya. Ayolah, siapapun pasti akan berlaku seperti soojung jika bertemu dengan biasnya.

Jessica mendengus kecil melihat tingkah adik perempuannya itu. sungguh tidak tahu malu. “soojung-ah, sebaiknya kau buatkan Kai-ssi minuman hangat.” Suruh Jessica.

“ah noona tidak usah repot-repot.” Sungkan Kai.

Jessica tersenyum tipis. “gwaenchana.”

Soojung menghela nafas kecil dan segera berlari menuju dapur membuatkan Kai sebuah minuman seperti yang disuruh oleh Jessica. tinggallah Jessica dan Kai di ruang tamu itu. myungsoo telah kembali naik ke lantai atas dan junhong kembali ke dapur.

“jadi.. ada apa kau kemari, Kai-ssi?” tanya Jessica langsung.

“aku ingin menjenguk noona, habisnya noona bilang kalau noona sedang tidak enak badan. tapi karena terburu-buru, aku lupa membeli buah atau bunga untukmu.” Jawab Kai sejujur-jujurnya bermaksud mengode Jessica jika ia mengkhawatirkan yeoja itu.

Jessica mengangguk kecil. “tidak apa.”

Kai menghela nafas kecil. Tidakkah Jessica memberi tanggapan yang lebih ‘waw’? Kai bahkan sangat cemas ketika Jessica memeberitahunya jika yeoja itu sedang tidak enak badan. Kai sangat gemas dengan kelakuan polos Jessica. membuat jantungnya berdegup tidak menentu. Tiba-tiba Kai teringat tentang 2 namja tadi. “oh ya noona, siapa 2 namja yang tadi?”

“mereka adikku. Jung myungsoo, jung soojung, kemudian yang paling muda adalah jung junhong.” Jawab Jessica langsung.

Kai mengangguk paham. sebagai fans Jessica, Kai merasa dia sangat bodoh. Kenapa dia baru tahu kalau Jessica punya 2 adik lelaki selain soojung? (Kai bahkan baru tahu bahwa soojung adalah adik Jessica tadi).

noona, bagaimana dengan minkyeong yang kau cari bersama Kris hyung?” tanya Kai lagi.

Jessica terdiam. Pertanyaan Kai kembali mengingatkannya akan hal yang terjadi beberapa jam lalu—tepatnya saat Kris menciumnya. Sampai sekarang ia masih sangat bingung dengan perasaannya sendiri. ingin sekali ia bertemu dengan Kris lagi. perasaan bergejolak menghantam dadanya untuk menemui namja itu. ia merindukan Kris. dan Jessica mulai kembali pusing memikirkan apa yang terjadi pada dirinya.

Menyadari Jessica yang melamun, Kai segera melambaikan tangannya didepan wajah Jessica. “noona? gwaenchana?”

Jessica tersontak kecil dari lamunannya dan tersenyum kikuk pada Kai. Ini bukan gayanya. Ia tidak pernah ingin terlihat kikuk didepan orang lain. “ah ya, kami telah menemukan minkyeong dan menghapus foto itu.”

Kai kembali mengangguk paham. ia rasanya menjadi bosan dengan acara tanya jawab ini. Kai sibuk menggali pikirannya, berusaha menemukan apa yang dapat dia jadikan pembicaraan dengan Jessica.

Sementara Kai sibuk mencari topik pembicaraan, Jessica malah kembali masuk di lamunannya. Tentunya ia kembali teringat saat Kris menciumnya. Ia tidak pernah merasakan degup jantung seperti saat Kris didekatnya selama ini. bahkan ia tidak pernah setertegun ini ketika bertemu dengan biasnya—so ji sub. Hanya Kris yang mampu membuatnya berdebar bahkan sampai salah tingkah. Bahkan ketika Kris menciumnya, sensasi kupu-kupu melayang didalam perutnya terasa. Ciuman pertamanya dengan salah satu aktor muda dulu pun tidak berarti apa-apa. tapi Kris mampu membuatnya terus kepikiran akan ciuman itu.

“Kai-ssi, sejak kapan kau mengidolakanku?” tanya Jessica mencoba mencari topik pembicaraan yang sebisa mungkin dapat membuatnya lupa akan Kris.

Kai nampak tersenyum lebar. “saat kau melakukan galang dana untuk anak-anak kelaparan di afrika tahun 2004 lalu. Ya, sudah sekitar 9 tahun aku mengidolakanmu. Aku sangat tertegun melihatmu berjuang mencari dana untuk anak-anak di afrika. Kau melakukan acara amal dengan mempersembahkan lagu ‘you raise me up’ bersama kim taeyeon. Sangat hebat!” jelas Kai sedetailnya yang membuat Jessica sedikit kaget. Kai benar-benar penggemar beratnya.

“kau sangat hafal. Aku bahkan telah lupa lagu yang kunyanyikan saat itu.” gumam Jessica sambil tersenyum tipis.

Kai menggaruk tengkuknya. “tentu saja, sebagai gorjess spazzer, itu sudah kewajibanku untuk mengetahui semuanya tentang noona.”

“aku bahkan tidak terlalu mengetahui diriku sendiri.” gumam Jessica lagi. kini nada suaranya mulai lirih. Kai nampak bingung, kenapa Jessica mendadak sedih seperti ini?

“aku bahkan tidak pernah merasakan namanya cinta. Yah, selain cinta dari para penggemarku, aku ingin tahu rasanya jatuh cinta. Tapi aku tidak bisa.” Lanjut Jessica pelan.

Kai mulai menajamkan telinganya. Dia tidak percaya jika Jessica akan seterbuka ini kepadanya, apalagi Jessica mulai berbicara tentang asmaranya. Kai dapat menggali sedikit informasi asmara Jessica secara langsung.

“tapi akhir-akhir ini aku merasakan degupan jantungku berdetak sangat cepat saat berada didekatnya. Bahkan aku merasa nyaman dan tidak ingin terpisah darinya. Apa yang terjadi padaku sebenarnya?”

Kai membulatkan matanya. siapa yang Jessica maksud? Dirinyakah? Tapi ia bahkan baru 3 kali berbicara langsung dengan Jessica seperti ini. bagaimana bisa Jessica sudah menyukainya? Apa Kai sangatlah tampan sehingga Jessica tertarik padanya? sungguh, Kai ingin tersenyum dengan lebar saat ini.

“kau jatuh cinta noona.” seru Kai sengaja memanas-manasi Jessica.

Jessica terbelalak. “be-benarkah? aku jatuh… cinta?” tanya Jessica lagi dengan mata yang membulat ke arah Kai. Telunjuknya menunjuk dirinya sendiri dengan shock.

Kai mengangguk. “tentu saja.”

Jessica tertegun. benarkah ia jatuh cinta? Jadi ini rasanya cinta sebenarnya? Kenapa baru sekarang ia rasakan? Dan kenapa ia harus jatuh cinta pada orang yang sungguh menyebalkan? Tidak mungkin.

“kalau boleh tahu, siapa yang kau maksud noona?” tanya Kai sambil mengulum senyumnya. Dadanya terasa bergejolak menunggu bibir ranum dihadapannya itu mengeja namanya. Ia tidak menyangka akan semudah itu menjadi kekasih Jessica. bahkan Jessica sendiri yang menembaknya.

Jessica nampak menggigit bibir bawahnya sambil menerawang. “aniya, aku tidak menyukainya. Mana mungkin aku menyukainya? shireo shireo shireo.” Tegas Jessica pelan

Kai mengernyitkan keningnya. Apakah bukan dirinya? sungguh Kai sangat malu saat ini. dia sudah sangat percaya diri jika Jessica menyukainya, dan ternyata bukan dia orangnya. Tapi siapa kalau bukan dia? seingat Kai, namja yang dekat dengan Jessica akhir-akhir ini adalah dirinya. tidak ada yang la—

Kris? apa yang Jessica noona maksud itu adalah Kris hyung? Batin Kai sambil melebarkan sedikit matanya. tapi bagaimana bisa Kris? apa yang telah Kris dan Jessica lakukan? Kai sungguh berharap jika yang Jessica maksud adalah orang lain, bukan Kris.

Jessica menatap Kai panik. “benarkah? benarkah aku menyukainya? Tidak mungkin. Aku tidak mungkin menyukai Kris. andwae andwae andwae!”

Deg

Kai terpaku.

 

*

 

SM Old Building, Gangnam-gu, 09.45 KST

hyung, Jessica sunbae belum sampai eoh?” pertanyaan si baozi—xiumin membuat taekyung yang sedang berbicara dengan seorang sutradara menoleh.

“belum. Katanya ia sudah diperjalanan. Kau bersiap-siaplah.” Suruh taekyung lalu kembali berbincang dengan sang sutradara.

Xiumin mendengus kecil dan kembali masuk ke make up room dimana para dongsaengnya berada. Didalam ruangan itu ia dapat melihat chanyeol, sehun, dan Kai nampak bermain gaui baui bo—suit, chen dan tao yang sedang mendengarkan lagu, d.o, baekhyun, dan luhan nampak menonton acara musik lewat smartphone baekhyun, lay dan suho sedang tiduran di atas sofa. Kris? lelaki itu sedang menata rambutnya di ruangan lain karena ia belum mengganti model rambutnya.

Xiumin memilih untuk pergi ke depan meja rias dan memperbaiki sedikit lipatan-lipatan pada jasnya. Ya, berbeda dengan comeback MAMA dan History lalu, kali ini mereka akan comeback sebagai seorang murid sekolahan dengan tema manusia serigala. Oleh karena itu mereka memakai jas khas murid sekolahan. Mereka bebas memakai baju kemeja atau baju kaos untuk dalamannya, luarannya mereka memakai jas abu-abu gelap atau jaket berwarna hitam. Style itu sungguh membuat mereka benar-benar jauh lebih tampan dari debut pertama mereka lalu.

Menurut xiumin sendiri, perubahan rambut yang paling menonjol ada pada dirinya, chanyeol, luhan, dan sehun. rambutnya yang dulu dibentuk mohawk(?) kini dibiarkan tumbuh sedikit panjang, merubah karakter si gwiyeomi xiumin menjadi manly xiumin. Untuk chanyeol, namja tinggi itu juga sangat berubah. Rambutnya yang dulu dibiarkan panjang dan keriting itu kini memiliki model yang sama dengan xiumin, bedanya rambut chanyeol dicat hitam kembali membuatnya lebih dewasa. Untuk luhan, rambutnya yang dulu berwarna cokelat muda sekarang dirubah blonde dan poninya dibuat naik membuatnya lebih gentle. Perubahan terbesar kedua ada pada sehun, rambutnya yang dulu berwarna hitam dan cukup panjang itu sekarang dibuat lebih menawan. Rambutnya dicat menjadi rainbow hair dan sedikit dipotong agar terlihat lebih fresh. Seperti icon group.

Member lainnya juga tetap tidak kalah tampan, Kai yang telah menggunting rambutnya menjadi lebih pendek dan membiarkan poninya turun. Lay yang mencat rambutnya menjadi warna pink keunguan. Suho membuat model yang hampit sama dengan luhan namun dicat hitam. Chen yang memiliki model rambut yang hampir sama dengan d.o namun berbeda warna—chen orange gelap, d.o merah gelap. Tao yang mencat rambut menjadi warna merah. dan baekhyun menjadi blonde gelap dengan poni menutupi dahinya.

Kris? tidak ada member EXO yang tahu bagaimana model rambut Kris bagaimana. Pasalnya saat member EXO pergi mengganti model rambut mereka, Kris sendiri pergi mencari minkyeong bersama Jessica. dan rambut Kris baru akan dimodel pagi-pagi tadi. Jadi tidak ada member EXO yang tahu bagaimana rambut Kris akan dimodel.

yak,katanya Yoona sunbaenim akan berkunjung untuk menonton shooting pertama kita.” seru suho sambil berdiri dari tidurnya.

Para member EXO menoleh bingung. “kenapa bisa?” tanya chanyeol.

Suho tersenyum memamerkan angel smilenya. “kalian tahu, Yoona sunbaenim adalah EXOTIC. Jadi dia akan datang kemari untuk menonton shooting pertama kita.” jawab suho bangga. Tentu saja ia bangga, Yoona yang merupakan salah satu artis papan atas (walau tidak setenar Jessica) di korea adalah salah satu fans boygroupnya.

Para member EXO yang lain ikut tersenyum bangga akan popularitas mereka. tapi tidak untuk Kai. Namja yang memang dari awal tidak begitu menyukai Yoona, malah memasang wajah cemberut. Sehun yang melihat perubahan raut wajah Kai segera menegurnya.

“Kai, ada apa denganmu? Apa kau tidak thenang jika Yoona thunbae datang menonton kita?” tanya sehun membuat para member EXO menoleh padanya.

Kai mendesis kecil. “tentu saja. Apa kalian lupa jika Jessica noona dan Yoona sunbae adalah rival? Bisa saja Jessica noona merasa tidak nyaman dan akhirnya tidak jadi shooting dengan kita. apalagi Yoona sunbae kan sering sekali memanas-manasi Jessica noona.” kesal Kai layaknya seorang fangirl (yang seharusnya hanya fanboy).

“ckck, kau tau darimana semua itu? mereka berdua lebih dulu menginjak dunia hiburan ini daripada kita. jadi mereka berdua yang lebih tahu.” Decak chen.

Kai menggeleng keras. “tidak, kalian yang tidak tahu. Aku ini sudah menjadi fans Jessica noona dari umurku 11 tahun. Tentu saja aku tahu segalanya tentang Jessica noona.”

“baiklah tuan gorjess spazzer yang sungguh hebat, Jessica sunbae dan Yoona sunbae bukan baru menginjak dunia entertainer tahun lalu atau bulan lalu. Mereka adalah artis papan atas yang sudah pro. Mana mungkin mereka akan bertengkar di muka umum? Mereka pasti menjaga image mereka. dan lagi, Jessica sunbae telah menandatangani kontrak dengan kita dan mana mungkin ia membatalkannya hanya karena Yoona sunbae? Sudahlah, kau terlalu negative thinking. Dan kau harus menghormati Yoona sunbae, bagaimanapun dia adalah senior kita dalam dunia entertainer.” Ceramah suho panjang lebar membuat Kai mendengus. Namja berkulit sedikit gelap itu malah memasang headset ditelinganya untuk menghindari ceramah sesi kedua dari sang leader. Sementara suho hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah Kai yang sungguh tidak sopan.

 

*

 

In Other Room at SM Old Buildng, the same time09.45 KST

Kris yang tengah memperbaiki sedikit tatanan rambut barunya itu nampak menerawang. Sekarang ia merasa berubah beberapa puluh derajat—sekitar 150 derajat. Ia bukan lagi Kris si rambut pirang dengan poni yang menutupi dahinya. Dengan rambut yang dicat hitam dan dipotong menjadi pendek di kedua sisi kepalanya namun panjang tepat di atas kepalanya—almost mohawk.

Karisma yang kuat terpancar begitu saja saat bibir tebalnya membentuk sebuah smirk kecil. Membuat si ice prince Kris kembali berjaya. Memang Kris sengaja membuat imagenya menjadi cool namun tetap hangat dipandang mata.

Saat sedang sibuk berkaca, Kris dapat melihat pantulan seorang yeoja cantik dengan rambut hitam panjang yang lembut berdiri tepat dibelakangnya. Kris mengernyitkan keningnya. Yeoja itu tersenyum manis pada Kris membuat Kris segera menoleh bingung.

“Yoona sunbae?” bingung Kris sambil menatap yeoja bernama Yoona itu.

Yoona tersenyum tipis. “cukup panggil aku Yoona.”

Kris mengangguk, namun wajahnya masih nampak bingung. “apa yang kau lakukan disini?”

“kau benar-benar berpacaran dengan Jessica?” to the point Yoona sambil melipat tangannya didepan dada.

Kris langsung teringat betapa kesalnya Jessica pada Yoona. Keduanya memang adalah rival, jadi Kris takut salah jawab. Namun karena sudah tuntutan hidupnya untuk tidak berkata bohong, maka ia menggeleng.

“tidak.” jawab Kris singkat.

Yoona tersenyum penuh kemenangan. “sudah kuduga. Kalau begitu berpacaranlah denganku.”

Kris melotot. Yoona menembaknya? Im Yoona yang salah artis papan atas di korea memintanya menjadi pacarnya? Kris sungguh bingung dengan tempat dunianya berputar saat ini. yang Kris tahu, ia tidak mungkin berpacaran dengan Yoona. Itu sama saja akan menyakiti Jessica. sementara Kris sudah akan memantapkan hatinya untuk mengungkapkan semuanya pada Jessica hari ini juga.

“bagaimana?” tanya Yoona sekali lagi membuat Kris terbuyar dari lamunannya.

mianhae Yoona-ssi, aku tidak bisa.” Tolak Kris halus. Bagaimanapun ia tidak ingin menyakiti seseorang dengan kata-katanya.

Yoona mengernyitkan keningnya. “wae?”

Kris menghela nafas. Sebaiknya Yoona harus tahu jika yang Kris sukai itu Jessica, walau ia belum yakin cintanya akan terbalaskan. “aku sudah menyukai seseorang.”

Yoona tersenyum meremehkan. “Jessica, kan?”

Kris mengangguk langsung. “ne.”

Yoona mendecak kecil. Rasanya ia ingin sekali merebut semua yang dimiliki oleh Jessica. ia tidak ingin yeoja itu bahagia. melihat Jessica bahagia sama saja menjatuhkan harga dirinya.

Yoona mengeluarkan sesuatu dari kantong kemejanya dan memamerkannya dihadapan Kris membuat Kris tercengang. “da-darimana kau mendapatkan foto itu?”

Ya, foto saat Kris dan Jessica tidak sengaja berciuman di ruang latihan EXO lalu. Yoona tersenyum penuh kemenangan. mati kau Kris, batin yoon senang. Kris sudah masuk perangkapnya. Tentu saja ia bisa mengancam Kris dengan foto itu untuk menghancurkan Jessica.

“pacaran denganku atau karirmu dan yeoja yang kau cintai itu hancur.” Desis Yoona layaknya dictator.

Kris membulatkan matanya. rupanya wajar jika Jessica tidak menyukai Yoona. Yeoja licik, batin Kris tajam. ia segera menjulurkan tangannya untuk mengambil foto itu tapi Yoona segera mengantonginya kembali. Kris menatapnya sangat tajam. “kenapa kau lakukan ini? aku tidak bisa berpacaran dengan orang yang tidak kucintai sama sekali.”

Yoona melipat tangannya didada sambil tersenyum sinis. “simple saja. Apa yang dimiliki Jessica itu harus menjadi milikku. Asal kau tahu saja, kau itu hanya diperbodoh oleh Jessica. ciuman kecil seperti di foto tadi adalah hal yang tidak penting untuk orang seperti dia.”

Kris mengepalkan tangannya. ingin sekali ia menghajar wajah Yoona seandainya dihadapannya itu bukan yeoja. “dan kau sendiri? kau hanya menjadikanku alat agar mengalahkan Jessica, kan? Dan kau pikir aku mau dengan wanita licik sepertimu? tidak akan.” Tandas Kris sinis.

Yoona masih tersenyum meremehkan. “baiklah, tunggu saja karir kalian yang akan terancam. mungkin Jessica akan segera dihabisi oleh para fansmu dan nama baik EXO akan tercemar.”

Kris terdiam. Yang dikatakan Yoona memang benar. Jessica bisa saja dicela habis-habisan oleh para fansnya. Dan karir EXO pun ikut terancam. sungguh ia ingin sekali menggunting semua rambut Yoona saat itu. bisa-bisanya Yoona membuat Jessica hancur. Bagaimanapun dia sangat ingin melindungi dan tidak ingin melihat yeoja itu terpuruk. Cinta butuh pengorbanan, semuanya tahu itu. Kris pun tahu.

“jika aku berpacaran denganmu, pastikan tidak ada yang boleh menyentuh Jessica.” putus Kris pada akhirnya.

Yoona tersenyum lebar. “tentu saja. Dan satu lagi, kau tidak boleh bicara atau bertemu dengan Jessica lagi. anggap kalian tidak pernah dekat.” Perkataan Yoona membuat Kris terbelalak. apa-apaan Yoona ini sebenarnya? Sudah datang tiba-tiba, menyuruhnya menjadi pacarnya, mengancamnya, dan sekarang memerintahnya untuk menjauhi yeoja yang dicintainya?

“ken—”

“turuti perkataanku atau foto itu kusebar.” potong Yoona tajam. Kris mendecak kecil dan menatap Yoona sinis. Yoona sendiri tersenyum penuh kemenangan. rencananya selalu berjalan dengan lancar. Yoona memang menganggap Jessica sebagai dewi fortuna. Ya, Jessica adalah dewi fortuna untuk menghancurkan dirinya sendiri—pikir Yoona. Yoona tidak menyangka jika Kris akan sangat mudah untuk dilumpuhkan. Berbeda 180 derajat dengan wajah dinginnya.

Kris mendesah gusar. Kenapa bisa masalah datang bersama-sama? Kris bahkan tidak menduga Yoona pun akan memasuki kehidupannya. Bukan, menghancurkan kehidupannya. Tapi Kris tetap tidak ingin sesuatu terjadi pada Jessica. akankah ia sanggup menjauhi Jessica? bahkan mereka bekerja dalam satu proyek, bagaimana caranya menjauhi Jessica? mendingini yeoja itu. ya, satu-satunya cara agar Yoona tidak menyebar foto itu dia harus bertindak dingin pada Jessica.

Dan Kris benar-benar ingin memukul wajah Yoona yang tersenyum penuh kemenangan didepannya.

 

*

 

“sebenarnya dimana tempatnya?” desis Jessica yang tersesar di gedung lama SM itu. ya, dia sudah daritadi sampai dan mengunjungi toilet lebih dulu dan menyuruh myunggok dan nana pergi duluan ke lokasi shooting. Tapi bodohnya, Jessica bahkan tidak tahu jalan menuju lokasi tersebut dan malah dikerjai oleh 2 orang namja tadi. Jadilah ia tersesat di gedung tua itu.

Jessica berhenti didepan sebuah pintu berwarna hitam. Persis dengan warna rambutnya. Ya, Jessica mencat rambutnya menjadi hitam sesuai dengan tema dari drama EXO itu. Dari sela-sela pintu, Jessica dapat melihat jika lampu didalam ruangan itu menyala. Jessica yakin pasti ada orang didalam yang bisa dia tanya Jessica menarik kenop pintu dan membukanya pelan.

jeosonghaeyo, ap—Kris? Yoona?”

Ucapan Jessica berhenti ditengah ketika melihat dua sejoli nampak saling beradu pandang dengan cukup dekat. Kris dan Yoona. Jessica terbelalak melihat kedua orang yang akhir-akhir menjungkir balikkan otaknya. Dan apa yang dilakukan Yoona bersama Kris diruangan itu?

“Jessica eonnie! kau datang diwaktu yang tepat.” Seru Yoona sambil menarik tangan Jessica masuk dan menutup pintu dengan cukup kencang. Jessica mengernyitkan keningnya dan mencoba menarik tangannya dari Yoona. Yoona menariknya hingga Jessica berdiri didepan Kris. Jessica menatap namja yang membuat jantungnya berdegup tidak beraturan itu bingung. sementara yang ditatap langsung membuang muka acuh. Sedikit menyayat hati Jessica.

“nah Jessica eonnie, aku ingin bertanya suatu hal padamu.” Ucap Yoona sambil berdiri disamping Kris. Jessica menaikkan alisnya datar.

“benarkah kau berpacaran dengan Kris?” tanya Yoona lagi.

Jessica menatap Kris sekilas dan beralih lagi ke arah Yoona. Rupanya Yoona memang mengincar Kris. “ya, kami berpacaran. Benar kan Kris?” Jessica menatap Kris dengan kode yang telah dibuatnya agar Kris bekerja sama dengannya.

Namun Kris malah membuang mukanya lagi dengan wajah dingin. Yoona tersenyum penuh kemenangan. “benar itu, oppa?”

Oppa? sejak kapan Yoona dekat dengan Kris? dasar wanita genit. Desis Jessica dalam hati. ia merasa kasihan pada Yoona, pasti Kris juga akan mendingininya.

“kami tidak pernah berpacaran. Jangan mengarang-ngarang Jessica-ssi.”

Deg

Sebuah gong menghantam Jessica tepat disekujur tubuhnya. Kris bilang apa? tidak pernah berpacaran dengannya? Oh baiklah, mereka memang tidak pernah berpacaran, tapi haruskah Kris bersikap seperti itu?

Jessica menatap Kris tajam. “a-apa maksudmu?”

Yoona tersenyum sinis dan memeluk lengan Kris mesra. “sudahlah Jessica eonnie, aku dan Kris oppa telah resmi berpacaran. Jangan menyebar gosip-gosip aneh seperti itu. kau tidak ingin kan dibilang wanita penghancur hubungan orang?”

Jessica bagai disambar petir menatap Kris meminta penjelasan. Namun Kris hanya menatapnya datar tanpa berniat untuk menjelaskan seakan yang dikatakan Yoona itu benar.

Jessica menatap Kris dan Yoona nanar. Apa ia sedang bermimpi? Ah pasti ini mimpi. Mungkin karena ia terlalu banyak kepikiran tentang Kris kemarin jadi sampai masuk kedalam mimpinya. Ya, pasti mimpi.

Set. “aw.” Jessica merintih kecil saat merasa sakit dengan cubitan kecilnya di pipi chubbynya.

Kris menatap Jessica dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada apa dengan Jessica? kenapa Jessica nampak shock? Apa Jessica memang menyukainya? Jika ya, sungguh Kris adalah namja terjahat saat ini. tapi ini demi kebaikan Jessica dan grupnya.

“sudahlah eonnie, ini bukan mimpi.” Ledek Yoona sinis.

Jessica menatap Kris dan Yoona tajam. ia bahkan tidak mau menyukai kris. ia tidak yakin dengan perasaannya sendiri. tapi kenapa dadanya terasa sesak? Perasaannya berteriak tidak terima dan tidak percaya. Ada apa dengannya? Apa ia menyukai kris? jessica tidak ingin hal itu terjadi.

“benarkah Kris? kau berpacaran dengan Yoona?” tanya Jessica sambil menatap Kris dalam. Kris menatap Jessica sedingin yang dia bisa.

“kau tuli? Bukankah Yoona sudah bilang jika kami berpacaran?” desis Kris sinis.

Jessica terdiam. Saat saling meledek atau bertengkar dengan Kris, dia tidak pernah sesakit hati ini. Kris bahkan tahu jika Jessica sangat membenci Yoona. Sebenarnya apa yang terjadi sampai Kris dan Yoona bisa berpacaran? Lalu kenapa Kris menciumnya kemarin?

“mulai sekarang jauhi Kris. dia namjachinguku jadi jangan mendekatinya lagi. kau tidak ingin dikatakan wanita murahan kan?”

Jessica merasa emosinya mulai naik dan melayangkan tangannya menuju wajah Yoona. Yoona segera menutup matanya erat.

1

2

3

Yoona tidak merasakan apa-apa dan mencoba untuk membuka matanya. ketika matanya terbuka, Yoona dapat melihat Kris menahan tangan Jessica membuat Jessica melemas seketika. Kerja bagus Kris, batin Yoona senang.

Jessica menatap Kris tidak percaya. Ingin rasanya ia berlari dan menangis sekuat yang dia bisa. Sudah jadi rahasia umum jika Jessica akan menangis jika ia marah. Ya, Jessica sangat marah saat ini.

Sret. Kris menghempaskan tangan Jessica kasar membuat Jessica terperangah. Baru saja kemarin Kris berlaku lembut padanya, tapi apa yang terjadi sekarang? Kenapa Kris menjadi kasar seperti ini padanya?

“jangan memukul yeojachinguku.” Sahut Kris tajam.

 

TBC

 

.

Bonus Part

SM Old Building, 09.50 KST

Jessica keluar dari pintu toilet dan celingak-celinguk mencari jalan menuju lokasi shooting. Namun dia tidak menemukan apapun sampai akhirnya dia melihat 2 orang namja muda nampak berjalan dari ujung koridor. Tanpa banyak bicara Jessica segera mendekati dua orang itu.

jeogiyeo, bisakah kau membantuku?”

2 orang namja itu menoleh dan terkejut melihat Jessica berada dihadapan mereka. “wuah Jessica! perkenalkan, aku choi minho.” Seru namja tinggi sambil membungkukkan tubuhnya hormat.

“aku lee taemin.” Seru yang satunya lagi sambil melakukan hal yang sama dengn minho.

Jessica tersenyum tipis. “minho-ssi, taemin-ssi, bisakah aku minta bantuan kalian?”

Minho dan taemin bertatapan dan tersenyum. “tentu saja. Apa itu?”

“kalian tahu dimana letak lokasi shooting AXE?”

Minho dan taemin mengernyitkan dahi mereka bingung. AXE? Ini pertama kalinya mereka mendengar nama itu. “AXE? Apa itu?”

“AXE yang membernya adalah 12 orang itu dari agency SM Entertainment.” Jelas Jessica.

“oh, EXO?” ralat taemin langsung. Jessica kembali mengangguk malu, rupanya ia salah sebut lagi.

“ya itu maksudku.” Gumam Jessica.

“naiklah ke lantai 3. Keluar dari lift kau belok kiri dan jika menemukan toilet pria, kau belok kiri lagi. dilorong pertama ada pintu besar, masuklah disitu.” Jelas minho sambil terus tersenyum. Taemin juga nampak mengulum senyumnya.

Jessica tersenyum lebar. “kamsahamnida, minho-ssi, taemin-ssi. Aku pergi dulu, ne.” pamit Jessica sambil memutar tubuhnya tanpa aba-aba.

Sementara minho dan taemin nampak cekikikan dibelakang Jessica.

Tidak sampai 5 menit, Jessica sudah berada didepan pintu yang diberitahukan oleh minho dan taemin tadi. Dengan sedikit peluh, Jessica tersenyum tipis dan merapikan tatanan rambutnya lalu membuka pintu besar itu dengan cukup cepat.

annye—KYAAA!!!”

Brak!

Tanpa babibu Jessica segera membanting pintu besar itu kembali dan berlarik cukup kencang ke arah berlawanan. Yang benar saja, kenapa yang ada dalam ruangan itu penuh dengan namja yang hanya memakai celana dalam?! tentu saja Jessica berteriak. Untung ia tidak melihat cukup banyak.

Dengan nafas yang masih terburu-buru, Jessica bersumpah jika bertemu dengan minho atau taemin lagi, ia akan melayangkan kedua namja itu sampai tidak melihat dasar lagi.

ah, nappeun.”

 

Bonus Part END

 

OKE AKU MINTA MAAF ATAS ALUR YANG SUNGGUH DIPAKSAKAN INI  T—–T  MINTA MAAF JUGA KARENA SUKA POST LELET HIKS

Aku tau di chapter ini sungguh mengejutkan dan mengecewakan dan mungkin makin berbelit. Jujur nih ya, aku ga enak banget sama si yoona ini. ga di a regret, ga di miracle, dia selalu jadi pemeran jahatnya-_- tapi aku bukan antiyoona, yoona justru biasku yang kedua di SNSD setelah jessica. tapi entah kenapa mukanya yoona cocok gitu disinisin bareng sica wakakak.

Dan karena aku baru bikin seperempat lanjutannya, jadi aku ga bisa kasi preview next chapter. Mungkin pada kesel gitu ya-_- oleh karena itu aku mohon maaf yang sebesar-besarnya. Apalagi aku selalu post lelet. Maaf maaf maaf banget T.T

Di chapter ini mungkin aku ga bakal ngebacot banyak. Yang jelas, di chapter ini, alurnya sungguh dipaksakan dan mengecewakan mungkin?

Oleh karena itu aku mohon maaf yang sebesar-besarnya chingu T^T

[SEE YOU IN ‘Miracle 4 : Fate’]

41 thoughts on “[Freelance] Miracle 3 : I Think I Love You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s