(Mini Series) Blood Message [Chapter 3]

bm

Blood Message

by Park Soojin

Jessica—Sooyoung—Chanyeol—Tiffany

Supranatural, Angst, Horror, Romance | PG-13

poster by pearlshafirablue

previous: Teaser | Chapter 1 | Chapter 2

a.n.: Annyeong! sudah terlalu lama tidak berjumpa, kkk~ apa kabar semuanya? Apa ada yang nunggu kelanjutan ff ini? Hehehe. Sebelumnya aku minta maaf karena menghilang terlalu lama. dan terimakasih untuk doa teman-teman semua, aku bisa mengerjakan UN dengan lancar, tinggal nunggu hasil deh😀

seperti biasa, Selamat membaca dan jangan lupa RCL~!

@@@

Jessica memalingkan kepalanya ke arah pintu dan terlihat Taeyeon yang membawa barang-barangnya sambil tersenyum lebar.

“Aku mengajukan ke kepala asrama untuk pindah kamar.” Ujar yeoja kurang tinggi itu. Jessica hanya membalasnya dengan senyum simpul.

“masuklah. Jangan menghalangi jalan.” Taeyeon terkekeh mendengar candaan Jessica yang tidak lucu itu.

Taeyeon langsung masuk ke dalam kamar dan menempatkan barang-barangnya di lemari dan rak yang sudah tersedia di kamar itu. Jessica memasangkan seprei di kasur atas yang akan ditempati Taeyeon.

Setelah selesai merapikan barang-barang milik Taeyeon, kedua orang itu langsung duduk dengan buku tebal di atas meja dihadapan mereka.

“Banyak PR untuk besok yah. Huh, lelah sekali.” Keluh Taeyeon.

Jessica tertawa mendengar keluhan temannya yang talkative itu. “Kau bisa menyalin milikku. Sekarang kan kita sekamar.”

Mata Taeyeon membulat, “Jinjjayo? Waah~ gomawo Sica. Tau begini aku dari dulu saja pindah kamar, kekeke~”

“Memang apa yang membuatmu pindah kesini?” Tanya Jessica.

“Begini, sekamar dengan Sunny kurang seru. Yaa memang sih dia rajin, tapi dia jarang bicara. Bla bla bla……”

Jessica sudah tidak lagi mendengar apa yang dikatakan Taeyeon selanjutnya. Dia menatap lurus pada tulisan darah di bukunya.

‘Kurasa Chanyeol menyukaimu.’

“Tidak mungkin..” gumam Jessica.

“Tidak mungkin apa, Jess?” ternyata Taeyeon mendengar gumamannya barusan.

“Ah? Eh, eobseoyo. Hehe. Yasudah sana kerjakan PR untuk besok.” Ujar Jessica sambil menggeser buku tugasnya ke arah Taeyeon.

 

Ÿ

 

1 menit…

2 menit…

3 menit…

4 menit…

Sudah 5 menit Jessica berbaring di ranjangnya tapi tidak bisa tidur. Biasanya tinggal memejamkan matanya saja, dia langsung tertidur.

“Bagaimana mungkin orang itu bisa menyukaiku?” Gumam Jessica seiring helaan napasnya.

“Ne, Jess?” Taeyeon tiba-tiba menjorokkan badannya sehingga hanya terlihat kepalanya saja dari kasur bawah, dan itu membuat Jessica terlonjak kaget.

Jessica menggelengkan kepalanya lemas, “Gwaenchannya Taeyeon-ah. Tidurlah.”

Taeyeon tersenyum simpul, “Arra. Jaljayo, nice dream Ice princess~”

“You too, byunnie~” jawab Jessica sambil membalas senyuman Taeyeon.

 

@@@

 

Baru selangkah memasuki kelas, Jessica sudah mendapat lirikan sinis dari para yeoja di kelasnya. Dia memperhatikan sekelilingnya bingung. Ada apa dengan mereka?, batinnya.

“Aku merasakan atmosfer buruk disini Jung.” Bisik Taeyeon. Jessica mengangguk pelan.

“Tatapan mereka mengerikan.” Bisik Jessica.

Kedua yeoja itupun bergabung bersama teman-teman mereka yang sudah berkumpul di bangku Jessica—Yoonjo, Sunyoung, Yura. Seperti biasa, mereka saling bertukar bekal. Berbeda dengan Jessica dan Taeyeon, ketiga yeoja itu tidak tinggal di asrama.

“Morning Byuntaeng, morning Sickal~.” Sapa Yoonjo ceria.

“Morning too Yongjo~” Balas Taeyeon dan Jessica bersamaan.

“Aigo, kompak sekali.” Komentar Yura.

“Biar seperti anak kembar.” Sahut Jessica asal, lalu mengambil sepotong kimbap dari kotak bekal Sunyoung dan memakannya.

“Kami berdua kan sekarang sekamar, heehehe.” Ujar Taeyeon sambil merangkul Jessica.

“Ya! Bagaimana bisa? Harusnya kan Jessica sendiri?!”

“Sudahlah Sunyoungie~ kau cemburu ya? Hahaha.”

“Tae diamlah, kita membuat kelas gaduh.”

“Berapa kasur lagi yang masih kosong di kamarmu, Sic?” Tanya Yura.

Jessica yang baru saja membuka mulut, tiba-tiba saja lemparan penghapus dengan keras mengenai kepalanya. “Aww..” rintih Jessica.

“Waeyo Sic?” Tanya Yoonjo heran melihat Jessica yang tiba-tiba merintih.

Yeoja bermata foxy itu tidak menjawab pertanyaan Yoonjo, dia langsung menoleh ke arah penghapus datang tadi. Sekumpulan yeoja—fans Chanyeol itu menatapnya ganas.

“Hai rivalnya Chanyeol, oh ralat, hai rivalnya Tiffany~” Sindir yeoja yang bernama Yuri itu.

“Bukan Yul, dia itu ‘ini’-nya Chanyeol.” Sanggah Jinri sinis sambil menjentikkan jari kelingkingnya, seketika para yeoja itu tertawa mengejek kepada Jessica.

“Salah orang, ya?” Tanggap Jessica cuek. Teman-temannya langsung menoleh kearahnya. Ini pertama kalinya Jessica yang dikenal supel dan baik, bermasalah dengan teman sekelas. Atau mereka saja yang mencari masalah dengan Jessica?

Taeyeon mendekat ke belakang Jessica dan berbisik, “Sebenarnya ada apa, Jess?”

Jessica mengedikkan bahunya, “Aku juga tidak tahu.”

“Lihat ini!” Gertak seorang yeoja yang menunjukkan screen-capture beberapa pesan lewat HP-nya kepada Jessica

From: Tiffany

23.54 pm
Tadi Chanyeol bilang dia menyukai yeoja lain. Bagaimana aku tidak kesal dengannya?

23.57 pm

Entahlah, tapi aku perhatikan Chanyeol sedang dekat dengan salah satu murid di kelas saat ini. Ingat! Jangan sebarkan ini kepada siapapun!

Jessica membacanya dengan raut wajah datar. “Kau baru saja melanggar kepercayaan Tiffany.”

“Masa bodoh dengan itu!”

“Lalu, apa maksudmu menunjukkan pesan-pesan itu padaku?”

“Kaulah yang dimaksud Tiffany di pesan itu! Siapa lagi yeoja di kelas ini yang akhir-akhir ini dekat dengan Chanyeol selain Tiffany huh? Itu kau!” Geram Yuri.

“Kalau mengarang itu yang masuk akal. Aku tidak suka Chanyeol, dan aku bukan tipe-nya Chanyeol.” Sanggah Jessica.

“Untuk apa kau berbicara tentang tipe? Hoho, benar juga kata Naeun. Kau itu terlalu pemikir hingga tidak berperasaan. Mungkin saja Chanyeol menyukaimu tanpa mempedulikan tipenya! Sayangnya aku juga tidak mengerti bagaimana bisa Chanyeol menyukai makhluk sepertimu.” Keluh seorang yeoja berkacamata yang berdiri di belakang Yuri.

Taeyeon mengangkat alisnya kesal. Kalimat itu tadi terang-terangan menghina Jessica yang sudah dianggapnya sebagai saudara kandung, “Ya! Apa maksudmu menyebut Jessica ‘makhluk sepertimu’? Jessica sama sekali tidak seburuk itu. Dasar alien!”

“Taeyeon tenanglah!” Sunyoung dan Yura menahan kedua tangan Taeyeon yang sudah bersiap meninju wajah yeoja berkacamata itu.

“Atas dasar apa kalian menuduh Jessica sebagai orang yang dimaksud di SMS Tiffany itu? Chanyeol bahkan selalu bersikap ramah dan sering sok akrab dengan semua orang. Bisa saja orang yang dimaksudnya adalah Yuri, Jinri, Naeun, atau bahkan kau sendiri.” Sergah Yoonjo sambil menatap yeoja berkacamata itu meremehkan.

Disaat sedang seru-serunya Yoonjo dan yeoja itu saling memberi tatapan mematikan, tiba-tiba Yuri melancarkan serangannya. Yeoja berkulit agak gelap itu maju dan menjambak rambut Jessica dengan kuat.

“Ini setimpal untukmu! Dasar pencuri pacar orang!”

“YAAA!” Jessica berteriak sambil berusaha menyelamatkan diri dari serangan Yuri. Jessica mencengkeram kedua tangan Yuri yang masih menjambaknya dan menekan kuku-kukunya ke punggung tangan Yuri. Perlakuan tersebut membuat Yuri melepaskan jambakannya dari rambut Jessica.

“Akh! Sialan!” umpat Yuri. Masing-masing teman kedua pihak segera menarik Jessica dan Yuri untuk mencegah perkelahian yang lebih parah lagi. Sementara murid-murid yang baru datang asik menonton.

“KENAPA AKU?! DAN KENAPA PULA KALIAN YANG MENGHUKUMKU!” Bentak Jessica membuat semua yang ada di kelas terdiam. Tanpa disadari, cairan bening mengalir dari sudut mata Jessica.

“Sudah kubilang, aku bahkan tidak sedikitpun tertarik pada si tiang listrik itu. Begitu pula dengannya. Tidak akan dia menyukaiku, apalagi sampai membuat Tiffany cemburu hanya karena makhluk sepertiku kan? Lalu kenapa kalian menghukumku atas kesalahan yang tidak aku lakukan?!” Nada bicaranya mulai merendah.

“Dan kalau misalnya memang aku yang Tiffany maksud di pesan itu, kenapa kalian yang menghukumku? Kalian bahkan tidak ada urusan dengan ini. Apa kalian sudah gila? Untuk apa membuang tenaga berkelahi denganku?” Jessica seperti orang habis kesurupan. Dadanya kembang kempis dan matanya memerah.

Kelas hening untuk sesaat.

“Selamat pagi! Romeo datang!”

Chanyeol memperhatikan keadaan kelas setelah tidak mendengar seorang pun yang menjawab sapaannya. Didapatinya dua gerombolan sedang berhadapan di sisi timur kelas.

“Hey, kenapa panas sekali?” ujar Chanyeol tanpa dosa, kemudian berjalan santai menuju bangkunya dan menghempaskan pantatnya ke singgasananya.

Suasana tegang di kelas terselamatkan berkat bel masuk yang segera menggema di lorong-lorong sekolah. Seluruh siswa sudah dalam kondisi siap menerima pelajaran, setidaknya seperti itulah kelihatannya.

 

@@@

 

“Jessie, aku ingin memberitahumu sesuatu. Ayo kita ke— Hei! Jess!” Taeyeon mendengus sebal. Baru saja Taeyeon ingin mengajak Jessica istirahat bersama ketiga sahabatnya sambil membicarakan sesuatu yang katanya penting. Tapi, Jessica bahkan langsung meninggalkan kelas tanpa sedikitpun melirik sahabatnya itu.

Yura menepuk pundak Taeyeon yang sedang mengerucutkan bibirnya itu, “Sudahlah, pastii Jessica butuh waktu untuk sendiri.”

“Arasseo.” Jawab Taeyeon seraya mengangguk.

.

.

Lagi-lagi Jessica membasuh wajahnya di toilet sekolah. Biasanya dia melakukannya disaat frustasi. Dan sekarang adalah waktu yang sangat tepat untuk melakukan ritualnya itu.

Jessica bertumpu di bibir wastafel dengan kedua lengannya. Yeoja berwajah dingin itu memejamkan matanya sambil berusaha menormalkan kecepatan napasnya.

“Soo, apa yang harus aku lakukan??” erang Jessica pelan.

Jessica membuka matanya kemudian melihat cermin di depannya. Sudah ada jawaban dari Sooyoung.

‘Aku tidak ingin menyiksamu terlalu lama. Nanti sore, di stasiun, akan kuhabisi Tiffany.’

Jessica mengerutkan keningnya, “Stasiun? Kenapa harus disitu?”

‘hari ini dia tidak masuk karena dia bersama eommanya akan berangkat untuk kepentingan keluarga nanti sore. Kau harus turut menyaksikannya.’

Yeoja bermata foxy itu memejamkan matanya lagi, kemudian mengangguk. “Akan kulakukan apapun supaya ini segera selesai. Gara-gara gosip yang beredar, aku merasa terbebani.”

Tidak ada jawaban apapun dari Sooyoung. Jessica menghela napas panjang.

 

Ÿ

 

Keempat sahabat Jessica segera menyambutnya hangat setelah Jessica menghampiri mereka dengan ekspresi yang tidak sekelam tadi pagi.

“Istirahat tinggal 10 menit lagi ya? Maafkan aku, tadi aku langsung keluar, aku ingin ke kamar mandi, hehe.” Kilah Jessica.

“Gwaenchannayo. Kalau begitu aku langsung memberi tahumu saja ya.” Taeyeon menatap mereka bergantian dan berujung di Jessica. Yoonjo, Yura, dan Sunyoung tersenyum misterius.

Jessica ganti menatap mereka, “memberi tahuku soal apa?”

“Kau tahu adik kelas yang bernama Kim Jongin itu kan?” Jessica mengangguk mengiyakan pertanyaan Taeyeon.

“Dia adalah adik sepupuku, dan dia…… menyukaimu Jess!” Jessica membuka mulutnya bingung, sementara teman-temannya bersorak tidak jelas.

“Dia ingin bicara langsung denganmu nanti sore. Bagaimana? Apa kau mau?”

“T-tapi, nanti sore aku….”

“Tolonglah Jess, bantu dia. Kau adalah first lovenya! Setidaknya terimalah ajakannya untuk bertemu~” bujuk Taeyeon.

Jessica memutar otaknya. Bagaimana caranya supaya nanti sore dia bisa mengerjakan keduanya bersamaan.

“Baiklah, aku mau. Tapi, beritahu dia bahwa aku ingin bertemu di stasiun nanti sore.”

“Mwo? Bukannya kita tidak boleh keluar sekolah sebelum pukul 6 sore?” Ujar Sunyoung mengingatkan.

“Kalau begitu yasudah. Itu berarti dia tidak berani kabur. Padahal nanti sore aku ingin kabur ke stasiun. Jadi lebih baik—.”

“Iya, iya! Jongin pasti mau melakukan apapun asal bisa bertemu Jessica.”

Jessica tersenyum puas mendengarnya.

 

@@@

 

Itsumo yori sukoshi hiroi heya tadahitori
It’s over, guess it’s over
Futari de tsukuri ageta sutōrī mo munashiku
Kon’nani kantan ni kuzure teshimau nante
One mistake, got a one regret
“Dare mo kanpeki janai” tte
Sō iikikasete mite mo
Nani o shite mo kizu wa iyasenakute

 

Tiffany memejamkan matanya sambil bersenandung lagu yang sekarang sedang diputar di handphone-nya. Kira-kira sudah hampir setengah jam earphone ini menemaninya sejak sampai di stasiun, dan sampai sekarang kereta yang ditunggu belum juga datang. Dia menarik kasar earphonenya dan menghembuskan napas, sebal.

“Eomma, kenapa lama sekali?”

“Tunggu sebentar, Fanny. Sebentar lagi juga datang.”

Akhirnya dia memutuskan untuk memasang lagi earphonenya ke telinganya. Dia memutar lagu yang bertempo lebih cepat. Setidaknya itu sedikit membantunya untuk menghilangkan bosan.

 

Pengelihatan Tiffany menangkap suatu objek di seberang sana. Seorang yeoja tinggi, dan wajahnya cantik… sebelah. Matanya membelalak dan segera dia tutup mulutnya agar tidak memekik.

“Choi Sooyoung…”

 

TBC

34 thoughts on “(Mini Series) Blood Message [Chapter 3]

  1. Udah cepet bunuh Tiffany bunuh /?
    Eum,apa Kai sama Chanyeol bakalan ngerebutin Jessica O.o ?
    Sempet sebel juga ya u,u sama geng nya fans-fans canyol
    btw keren thor,ditunggu kelanjutannya^^

  2. Ihhh sebel bgt ama temen” nya Tiffany, Sica kan ga salah masa diperlakuin kaya gitu TT.TT .. Si Chanyeol malah becanda mulu >,< .. Jongin?? Suka ama Sica??? Aduh penasaran,, ditunggu lanjutannya thor !!!

  3. Maaf baru koment di chap ini… Seru haww ff chanyeol sica… Kayaknya sooyoung setuju kalo sica jadian sm chanyeol, buat nyakitin hati yeol kah?
    Nanti di stasiun ada apa lagi?? Ada si kamjong juga haha seru nihh
    Semangat nulisnya thor!

  4. keren thor. musnah aja geng fans chanyeol itu /semprot baygon/?
    kenapa jongin? kenapa gak cari yang sama” bantet. suho gitu wkwk.
    daebak lah pokonya. lanjutan ga lama” ya.🙂

  5. aduh kasian juga kalo tiffany dibunuh. nanti yg kena malah jessica kan ;(((
    terus jongin ikut2an di situ trs nanti tambah masalah. aduh pusing ;c

    chanyeol songong ya _-_
    awas aja suka ama jessi beneran (((gapapa banget ding secara gw chansica shipper yehettt hohoho)))

    waiting for your next updateeee ^^

  6. Asiiikk.. kayaknya tiffany bakal mati d bunuh sama arwah penasaran sooyoung nih…

    Ntar jessicanya bakal nerima kai gak yah? Kalo nerima, apa chanyeol bakal cemburu berat?
    Seru kalo ada yg ngerebutin jessica.. asiiikk.. ga sabar nih….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s